Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Differences in Blood Glucose Levels Before and After the Consumption of Sweet Tea in People in Marong Village Aprilla, Annisa Suci; Diarti, Maruni Wiwin; Pauzi, Iswari; Jiwintarum, Yunan
Jurnal Analis Medika Biosains (JAMBS) Vol 12, No 2 (2025): JURNAL ANALIS MEDIKA BIOSAINS (JAMBS)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32807/jambs.v12i2.454

Abstract

Blood glucose is the body's main energy source and is greatly influenced by the consumption patterns of food and beverages, especially those containing sugar. Uncontrolled increases in blood glucose levels can lead to metabolic disorders such as Diabetes Mellitus. Consumption of sweetened tea containing added sugar can cause a rapid spike in blood glucose levels, especially when consumed regularly and in excessive amounts. The purpose of this study is to find out the difference in blood glucose levels before and after sweet tea consumption in the Marong Village community. This study uses a pre-experimental design with a one-group pretest-posttest approach. A total of 16 respondents were selected using the purposive sampling technique. Blood glucose levels were checked before and two hours after the consumption of sweet tea using the POCT (Point of Care Testing) tool. Data were analyzed using a statistical paired sample t-test. The results of the study showed obtained the average blood glucose level before the consumption of sweet tea was 88.3 mg/dL, and after consumption was 97.3 mg/dL, with an average difference of 8.3 mg/dL. The results of the paired sample t-test showed a significance value of 0.000 (p < 0.05), which means that there is a statistically significant difference. This study concludes that the consumption of sweet tea has a significant influence on increasing blood glucose levels.  
Interpretasi Hasil Protein Keton dan Glukosa Metode Carik Celup Urine Pagi dan Urine Tampung 12 Jam pada Penderita Infeksi Saluran Kemih Supliana, Yurika; Drs.Urip; Diarti, Maruni Wiwin; Resnhaleksmana, Dr.Ersandhi
Journal of Indonesia Laboratory Students (JILTS) Vol. 3 No. 1 (2024): Journal of Indonesia Laboratory Students
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32807/jilts.v3i1.42

Abstract

Latar Belakang : ISK merupakan jenis infeksi yang paling sering terjadi di rawat jalan, dengan kejadian seumur hidup sebesar 50-60% pada wanita dewasa. ISK adalah penyakit yang dapat menyebabkan gonorhea, herpes, mikoplasma, kanker, dan juga batu pada saluran kemih. Hasil pemeriksaan protein, keton dan glukosa pada urin terutama pada penderita infeksi saluran kemih (ISK) yang dipengaruhi oleh sampel urin. Gold standard yang digunakan untuk pemeriksaan carik celup yaitu urin pagi dan urin tampung 12 jam belum ditemukan untuk data tersebut. Sehingga perlu dilakukan penelitian apakah variasi sampel urin berpengaruh terhadap hasil protein, keton dan glukosa menggunakan metode pemeriksaan carik celup dalam urin penderita infeksi saluran kemih. Tujuan Peneltian : Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh jenis sampel urin terhadap hasil protein, keton, dan glukosa metode carik celup pada penderita Infeksi Saluran Kemih. Metode Penelitian : Rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasional analitik , yaitu penelitian yang diarahkan untuk menjelaskan suatu atau situasi. Berdasarkan waktunya termasuk peneltian cross sectional . Sampel yang digunakan adalah urine pagi dan urine tampung 12 jam pada penderita infeksi saluran kemih yang dilakukan pemeriksaan protein, keton dan glukosa dengan metode carik celup. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan Uji Statistik Non Parametrik Kruskal Wallis . Hasil Penelitian : Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan hasil pada pemeriksaan protein dari positif (+) ke positif (+) rata rata dari rendah menjadi tinggi dan tidak diperoleh perbedaan hasil pada pemeriksaan keton dan glukosa. Hasil Uji Statistik : Dianalisis dengan menggunakan uji statistik non parametrik Kruskal Wallis. Pada uji statistik Kruskal wallis diperoleh nilai sig. 0.000<0,05 yang artinya adanya pengaruh yang signifikan antara urine pagi dan uri tampung 12 jam terhadap hasil protein dan nilai yang diperoleh sig. 1.000>0,05 yang artinya tidak ada pengaruh yang signifikan antara urine pagi dan uri tampung 12 jam terhadap hasil keton dan glukosa urine pada urine penderita ISK. Kesimpulan: Variasi sampel urin pagi dan urin tampung 12 jam terjadi perbedaan pada hasil protein dan tidak didapat perbedaan hasil pada keton dan glukosa. Gold standar untuk pemeriksaan pemeriksaan protein, keton dan glukosa pada ISK menggunakan sampel urin pagi hari.
Perbedaan Nilai LED (Laju Endap Darah) Menggunakan Larutan Natrium Sitrat 3,8% Dengan Dextrosa 5% Hasanah, Nurul Hikmatil; Sukmana, Dhika Juliana; Sundayani, Lina; Diarti, Maruni Wiwin
JSN : Jurnal Sains Natural Vol. 1 No. 1 (2023): Februari
Publisher : Puslitbang Sekawan Institute Nusa Tenggara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (294.763 KB) | DOI: 10.35746/jsn.v1i1.288

Abstract

Pemeriksaan LED (Laju Endap Darah) adalah pemeriksaan yang dilakukan untuk melihat kecepatan darah dalam membentuk endapan yang diukur selama 1 jam yang di dalam pemeriksaannya diperlukan larutan pengencer. Larutan pengencer yang biasanya digunakan adalah larutan Natrium sitrat3,8%, namun di lapangan sering juga digunakan larutan Dextrosa 5%. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya perbedaan nilai LED menggunakan larutan Natrium sitrat 3,8% dengan Dextrosa 5%. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Patologi Klinik Analis Kesehatan Poltekkes Kemenkes Mataram. Penelitian ini merupakan penelitian Observasional analitik. Sampel yang digunakan adalah darah responden yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Darah diambil sebanyak 3 ml kemudian dilakukan pemeriksaan nilai LED menggunakan Natrium sitrat 3,8% dan Dextrosa 5%. Data yang diperoleh kemudian dianalisis dengan uji statistik Mann-Whitney. Hasil uji statistik dengan Mann-Whitney menunjukkan tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara nilai LED menggunakan Natrium sitrat 3,8% dengan Dextrosa 5%, dimana didapatkan nilai P 0,219 > ? 0,05. Larutan Dextrosa 5% dapat digunakan sebagai alternatif lain larutan pengencer dalam pemeriksaan nilai LED.
The Effect of Long-Term Addiction to Online Games on Hemoglobin Levels and Urine Sediment Crystals in Adolescents in Mataram City Farhataini, Annisa; Pauzi, Iswari; Urip, Urip; Diarti, Maruni Wiwin
THRIVE Health Science Journal Vol. 1 No. 2 (2024): September
Publisher : Balai Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56566/thrive.v1i2.219

Abstract

Online gaming addiction has a negative impact on health, such as reduced sleep hours and changes in sleep patterns can lead to a decrease in hemoglobin levels in the blood. This decrease in hemoglobin has an impact, namely anemia. Besides that, it can also cause kidney disease, especially the formation of urine sediment crystals caused by sitting too much, not drinking enough water and moving little. Objective: To determine the effect of long-term addiction to online games on hemoglobin and urine sediment crystal levels in adolescents in Mataram City.  Method: This study is an analytical observational research with a cross sectional approach of 24 samples.  Using data in the form of blood hemoglobin and urine levels. Sampling techniques with purposive sampling methods and descriptive data analysis. Results: The results of the study of 7 respondents who were not addicted to online games had normal hemoglobin levels (29.16%), 9 respondents who were addicted to online games with mild anemia (37.5%) and 8 respondents with moderate anemia (33.3%). Negative (-) crystals were found in the urine sediments of 24 respondents. Conclusion: There is an effect on the hemoglobin levels of adolescents who are addicted to online games and negative crystals on urine sediments
Omega-3 Fatty Acids and Vitamin D Combination Affected TG Levels in Rattusnorvegicus with Limited Fat Intake Adnyana, I Gede Angga; Aji Kresnapati, I Nyoman Bagus; Agus saputra, I Putu Bayu; Diarti, Maruni Wiwin; Jiwintarum, Yunan
Poltekita : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 17 No. 3 (2023): November
Publisher : Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33860/jik.v17i3.2248

Abstract

Vitamin D is a group of secosteroids that have fat-soluble properties. Vitamin D regulates calcium absorption, bone growth and remodeling, and regulates metabolic processes and immunity. Omega-3 fatty acids are a type of polyunsaturated fatty acids (PUFAs) that are essential fatty acids for humans. Omega-3 fatty acids have various positive effects on health, especially cardiovascular-related ones. This study aims to determine the effect of omega-3 fatty acid and vitamin D combination on the TG/HDL-C ratio in high fat fed Rattus norvegicus. The research design is experimental study with a post-test-only control group design. This study used 24 male rats aged 3–4 months with a body weight of 250–300 grams which were divided into four groups; negative control group, positive control group; treatment group one; and treatment group two. The high-fat diet (HFD) is an additional (emulsion) feed added to standard feed with increased fat composition. The results showed that increased triglyceride (TG) levels of 83.40 mg/dL and HDL levels of 62.60 mg/dL after consumed high-fat diet. There was a significant decrease in TG levels of 54.15 mg/dL (p=0.026) and a decrease in HDL of 53.00 mg/dL (p>0.05, α=0,05) after administration of Omega-3 and Vitamin D combination. Conclusions in this study is the intake Omega-3 and Vitamin D combination has a positive effect on TG levels. Still, this positive effect must be accompanied by limiting the fat intake to the body. Meanwhile, combining Omega-3 and Vitamin D did not significantly affect HDL levels.
Immunological Profile of Patients with Controlled and Uncontrolled Type 2 Diabetes Melitus in Mataram City, West Nusa Tenggara Arjita, I Putu Dedy; Adnyana , I Gede Angga; Anulus, Ayu; Saputra, I Putu Bayu Agus; Diarti, Maruni Wiwin
JURNAL INFO KESEHATAN Vol 21 No 2 (2023): JURNAL INFO KESEHATAN
Publisher : Research and Community Service Unit, Poltekkes Kemenkes Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31965/infokes.Vol21.Iss2.933

Abstract

The prevalence of DM disease in West Nusa Tenggara Province is not much different from that in Indonesia. DM cases in NTB are included in the ten most non-communicable illnesses suffered by the community and the incidence continues to increase from year to year. An increase in the levels of pro-inflammatory cytokines in the body is one of the causes of insulin resistance in cells which can further develop into type 2 diabetes. This study involved diabetic patients at the Mataram Community Health Center, who were assigned into 2 groups, namely the controlled diabetes group and the uncontrolled diabetes group and involved a standard group which was a group consisted of healthy people. Each group was examined for Fasting Blood Glucose (FBG) and HbA1c levels. The results of the examination in the standard group, controlled diabetes group and uncontrolled diabetes group obtained the FBG levels of 89.22 mg/dl, 110.0 mg/dl, and 245.80 mg/dl, respectively. Furthermore, the results of the HbA1c test in the standard group, controlled diabetes group and uncontrolled diabetes group were 5.44%, 6.03%, and 10.49%, respectively. The results of the examination of IL-6 levels in the standard group, controlled diabetes group and uncontrolled diabetes were 329.36 pg/ml, 331.52 pg/ml, and 320.33 pg/ml, respectively. The results of the IL-10 test in the standard group, controlled diabetes group and uncontrolled diabetes were 71.80 pg/ml, 116.60 pg/ml, and 128.10 pg/ml, respectively. Based on the results of the study, there was no significant difference in the levels of interleukin 6 and interleukin 10 between respondents with diabetes mellitus and healthy respondents (p>0.05). It can be concluded that there were no differences in interleukin 6 and 10 levels between healthy people with patients with controlled and uncontrolled diabetes.
EDUKASI PEMANFAATAN “RAJALOM” (RAMUAN JAMU LOMBOK) SEBAGAI MINUMAN PENAMBAH STAMINA DENGAN PEMBERDAYAAN ORGANISASI SOSIAL Diarti, Maruni Wiwin; Rohmi, Rohmi; Suhaema, Suhaema
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sasambo Vol. 4 No. 2 (2023): Mei
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32807/jpms.v4i2.1064

Abstract

Analisis situasi permasalahan dari desa Karang Bayan yaitu desa Karang Bayan merupakan salah satu Desa yang ada di Kecamatan Lingsar Kabupaten Lombok Barat jumlah penduduk 659.312 jiwa dengan mata pencaharian terbesar pedagang, buruh gudang, buruh pasar,peternak dan petani, yang menyebabkan mobilisasi yang tinggi dalam masyarakatnya, sehingga menyebabkan penularan Covid-19 yang tinggi. Berdasarkan studi pendahuluan dan hasil wawancara tingginya penularan Covid-19 karena pengetahuan masyarakat tentang PHBS dan Covid-19 terutama bagaimana penularan dan pencegahannya masih rendah. Belum optimalnya partisipasi kelompok masyarakat organisasi sosial seperti kader dan Karang taruna dalam pencegahan Covid-19 dan pemanfaatan tanaman obat keluarga seperti Jahe, Temulawak, Kunyit, Cengkeh, Sereh untuk imunitas atau meningkatkan stamina tubuh. Solusi yang ditawarkan  dengan edukasi, pelatihan dan pendampingan tentang Covid-19 (Penyebab, penularan, pencegahan, pengendalian) dan PHBS untuk pencegahan terjadinya meningkatnya Penularan Covid 19, pelatihan dan pendampingan pembuatan dan Penggunaan Suplement Kesehatan berbahan kearifan lokal tanaman obat keluarga seperti Jahe, Temulawak, Kunyit, Cengkeh, Sereh  dalam bentuk “Rajalom” Ramuan jamu Lombok serta memberikan bantuan bibit tanaman obat keluarga dalam pemanfaatan lahan sempit pekarangan dengan konsep desa model “Kebun Mini Sehat” keluarga, sehingga diharapkan ada keberlanjutan bahwa setiap keluarga dalam masyarakat memiliki kebun mini tanaman obat keluarga secara mandiri. Hasil PKM ini dapat meningkatkan menggerakkan kelompok masyarakat organisasi sosial seperti Kader dan Karang Taruna sebagai Mentor dan Role model dalam masyarakat di Desa melalui edukasi, pelatihan dan pendampingan penggunaan suplement kesehatan berbahan kearifan lokal tanaman obat keluarga seperti Jahe, Temulawak, Kunyit, Cengkeh, Sereh  dalam bentuk “Rajalom” Ramuan jamu Lombok meningkatkan stamina tubuh dan daya tahan tubuh (imunitas) dalam masa Pandemi Covid-19 dan membentuk Desa Karang Bayan menjadi Desa peduli dan siaga Covid-19, dengan konsep kembali ke alam “Back to Nature” membuat model “Kebun Mini Sehat” keluarga. 
PEMBERDAYAAN IBU-IBU PKK DESA KARANG BAYAN DALAM PENANGGULANGAN DEMAM BERDARAH DENGUE Tatontos, Erlin Yustin; Inayati, Nurul; Diarti, Maruni Wiwin; Dramawan, Awan; Suseno, Mutiara Rachmawati; Purna, I Nyoman; Sali, I Wayan
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sasambo Vol. 5 No. 2 (2024): Mei
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32807/jpms.v5i2.1361

Abstract

Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) disebabkan virus dan ditularkan lewat nyamuk merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat di Indonesia, yang cenderung semakin luas penyebarannya sejalan dengan meningkatnya mobilitas dan kepadatan penduduk. Seluruh wilayah Indonesia, mempunyai risiko untuk kejangkitan penyakit DBD karena virus penyebab dan nyamuk penularnya tersebar luas, termasuk di  Desa Karang Bayan  Kabupaten Lombok Barat. Tujuan Pengabdian Kepada Masyarat Program Pengembangan Desa Sehat (PPDS) mengetahui pemberdayaan  ibu-ibu PKK desa Karang Bayan dalam penanggulangan Demam Berdarah Dengue melalui Posyandu dengan pengendalian vektor menggunakan ovitrap atraktan infusa daun. Metode pendekatan kegiatan adalah Interprofesional Education (IPE) dan Interprofesional Collaboration (IPC) ) yaitu melibatkan dosen dan mahasiswa dari dua Poltekkes Kemenkes RI dengan empat jurusan. Sasaran kegiatan adalah ibu-ibu PKK dan kader kesehatan   desa Karang Bayan berjumlah 30 orang. Metode pelaksanaan kegiatan dengan Persiapan, Pelaksanaan meliputi penyuluhan tentang PHBS, Covid19 dan Demam Berdarah Dengue, Training of trainers (TOT) survei jentik survei, survei sarana kesehatan,  pembuatan infusa daun, pemasangan ovitrap atraktan  serta  kampanye kesehatan dan  pembuatan draft aturan desasehat.  . Hasil pelaksanaan kegiatan, 90 % peserta  Penyuluhan dan TOT  memahami dan mempraktekan materi yang diberikan.Hasil survei jentik sebelum pemasangan ovitrap atraktan infusa daun  House Index ( HI)  14,83%, Container Index (CI)  7,91%  , Breteau Index (BI) 20,4% dan Angka Bebas Jentik (ABJ) 87,63%. Setelah pemasangan ovitrap atraktan infusa daun HI 5,41 %, CI 4,31%  , BI 7,48% dan ABJ 95,23%. Kampanye kesehatan oleh ibu-ibu PKK dan kader kesehatan masing-masing dusun dapat terlaksana dengan baik. Draft aturan desa sehat dapat tersusun dan diserahkan ke perangkat desa Karang Bayan.   Ibu-ibu PKK desa Karang Bayan berdaya  dalam penanggulangan Demam Berdarah Dengue melalui Posyandu dengan pengendalian vektor menggunakan ovitrap atraktan infusa daun. 
EDUKASI DAN PELATIHAN SKRINING PENYAKIT TIDAK MENULAR (PTM) MELALUI PEMBERDAYAAN KADER DAN TENAGA KESEHATAN DI POSYANDU PRIMA Diarti, Maruni Wiwin; Wiadnya, Ida Bagus Rai; Zaetun, Siti; Jiwintarum, Yunan
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sasambo Vol. 5 No. 1 (2023): November
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32807/jpms.v5i1.1444

Abstract

Analisis situasi didapatkan data dari Profil Puskesmas Keruak tahun 2021 bahwa pengendalian PTM tahun 2021 tingkat pencapaian/cakupannnya sub variable 63,58% (masih kurang) dari target yang di programkan. Data menunjukkan bahwa pelayanan/skrining kesehatan pada usia produktif, deteksi dini faktor risiko PTM yang ditargetkan 100% capaiannya 40,20%, Penemuan dan pelayanan penderita hipertensi sesuai standart yang ditargetkan 100% capainnya 66,0% serta Penemuan dan pelayanan penderita DM sesuai Standart yang ditargetkan 100% capainnya 63,8 %. Permasalahan yang dihadapi terkait masih kurangnya target capaian tentang pengendalian PTM di wilayah kerja Puskesmas Keruak karena masih kurangnya pelayanan skrining terkait PTM menggunakan pelayanan laboratorium sederhana (Rapid test) terutama ditingkat desa, masih kurangnya pengetahuan kader kesehatan tentang penyebab, pencegahan dan pengendalian PTM, terutama di daerah Desa Mendana Raya Kecamatan Keruak Kabupaten Lombok Timur.  Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader kesehatan tentang Skrining pencegahan dan pengendalian Penyakit Tidak Menular (Hipertensi, Hipercholesterol, Hiperisemia dan Diabetes mellitus) melalui Posyandu Prima. Solusi permasalahan yang ditawarkan dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah dengan Edukasi,penyuluhan dan Pelatihan tentang Skrining pencegahan dan pengendalian Penyakit Tidak Menular (Hipertensi, Hipercholesterol, Hiperurisemia dan Diabetes mellitus) melalui Posyandu Prima. Metode yang digunakan adalah dengan edukasi, pelatihan dan pendampingan menggunakan bookleat, leafleat dan skrining lab sederhana untuk PTM. Hasil dari pengabdian masyarakatTerbentuknya Kelompok Kader Peduli Screening PTM yang telah terampilan dalam penggukuran Tensi dan Pemeriksaan PTM (Kadar Glukosa darah, Asam Urat dan Cholesterol) menggunakan alat POCT.Tercapaianya Peningkatan pengetahuan dan keterampilan kader kesehatan, Petugas kesehatan dan sasaran mitra melalui layanan posyandu prima di desa Mendana Raya tentang skrining kesehatan PTM pada usia produktif dan deteksi dini faktor risiko PTM sampai dengan 100%. Tercapainya peningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader kesehatan dan petugas kesehatan tentang pola hidup sehat terkait pencegahan dan pengendalian PTM menjadi sampai dengan 100%. Membantu meningkatkan capaian pelayanan/skrining kesehatan pada usia produktif, deteksi dini faktor risiko PTM yang dari 40,20% menjadi 50,20% tercapai. Membantu meningkatkan capaian Penemuan dan pelayanan penderita hipertensi sesuai standart  dari  66,0% menjadi 77,0% tercapai. Membantu meningkatkan capaian Penemuan dan pelayanan penderita DM sesuai Standart dari 63,8 % menjadi 73,8% tercapai. Tindak lanjut hasil pengabdian masyarakat dalam menjaga keberlanjutan merupakan peran perangkatan desa dan IDUKA dalam posyandu prima terkait skrining kesehatan, pemeriksaan dan pengobatan PTM pada usia produktif yang di buktikan adanya  MOU dan Berita acara penyerahan bantuan Alat tensimeter dan POCT.
The Correlation Between Smoking Behavior and The Use of “Used Cooking Oil” with Hypertension Incidences at Malimbu Coastal Area Adnyana, I Gede Angga; Kresnapati, I Nyoman Bagus Aji; Saputra, I Putu Bayu Agus; Diarti, Maruni Wiwin; Jiwintarum, Yunan
Jurnal Keperawatan Terpadu (Integrated Nursing Journal) Vol. 5 No. 2 (2023): OKTOBER
Publisher : Jurusan Keperawatan, Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32807/jkt.v5i2.518

Abstract

Hypertension is the main risk factor that leads to cardiovascular disease such as heart attack, heart failure and stroke, which is the highest cause of death in the world. One area with high risk of hypertension is the coastal area. The famous coastal area in the Lombok is Malimbu, located in North Lombok, West Nusa Tenggara Province. This research is an analytical observational study with a cross sectional design. This study aims to determine the correlation between smoking behavior and use of “used cooking oil” and the incidence of hypertension. Samples in this study were 70 people (n=70), and was taken using accidental sampling technique. Data were analyzed using chi-square. The results showed that the incidence of hypertension was 48% of the 70 respondents. Most of the respondents (70%), had no history of hypertension in their family. This research shows that there is no correlation between smoking behavior and the incidence of hypertension (p=0.807) with PR=1.156 (0.354 - 3.797). The use of “used cooking oil” was also found to be not correlated with the incidence of hypertension (p=0.632) with PR=1.275 (0.486 - 3.345). Although several previous studies showed that the smoking behavior and the use of used cooking oil correlate to hypertension, but this study result shows different data. This can be caused by other factors. Future research needs to examine the characteristics of smokers that may be related to the incidence of hypertension