Claim Missing Document
Check
Articles

The Use of Board Games in Biology Education: A Systematic Literature Review Syahrul Ihsan; Zulyusri Zulyusri; Syamsurizal Syamsurizal
Bioeducation Journal Vol 10 No 1 (2026): Bioeducation Journal
Publisher : Universitas Negeri Padang Address: Biology Education Study Program Faculty Mathematics and Natural Science (FMIPA) Jl. Prof. Dr. Hamka Air Tawar Barat, Padang-West Sumatera-Indonesia Telp. +62751-7057420 - Fax.+62751-7058772 - Ph. +6281363229286

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/bioedu.v10i1.550

Abstract

Penelitian ini merupakan Systematic Literature Review (SLR) yang bertujuan untuk menganalisis secara komprehensif penggunaan media board game dalam pembelajaran biologi. Pencarian artikel dilakukan secara sistematis melalui dua basis data, yaitu Education Resources Information Center (ERIC) yang diakses melalui portal resmi eric.ed.gov, dan Scopus yang diakses menggunakan perangkat lunak Publish or Perish (PoP). Kombinasi kedua basis data ini menghasilkan total 183 rekaman awal. Setelah penghapusan 15 artikel duplikat menggunakan Mendeley Reference Manager, diperoleh 168 artikel unik. Proses seleksi sistematis menggunakan protokol PRISMA 2020 kemudian diterapkan, meliputi filter jenis dokumen, screening judul, screening abstrak, dan full-text review. Dari 123 artikel jurnal yang memenuhi filter awal, sebanyak 9 artikel akhirnya memenuhi seluruh kriteria inklusi dan dijadikan sumber analisis utama. Hasil kajian menunjukkan bahwa penelitian board game dalam biologi mengalami peningkatan signifikan, khususnya pada 2019–2025. Topik biologi yang diintegrasikan mencakup ekologi laut, konservasi, biokimia, evolusi, bioakumulasi, mikrobiologi, genetika, histologi, dan fisiologi. Secara keseluruhan, penggunaan board game terbukti efektif meningkatkan hasil belajar kognitif, motivasi, dan keterlibatan siswa. Tantangan utama implementasi meliputi keterbatasan waktu, kesiapan guru, dan biaya produksi media.
Systematic Literature Review: The Influence of Interactive Digital Media on Critical Thinking Skills in Biology Learning Nur Afifah Rahmadhani; Syamsurizal Syamsurizal
Bioeducation Journal Vol 10 No 1 (2026): Bioeducation Journal
Publisher : Universitas Negeri Padang Address: Biology Education Study Program Faculty Mathematics and Natural Science (FMIPA) Jl. Prof. Dr. Hamka Air Tawar Barat, Padang-West Sumatera-Indonesia Telp. +62751-7057420 - Fax.+62751-7058772 - Ph. +6281363229286

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/bioedu.v10i1.551

Abstract

Kemampuan berpikir kritis adalah keterampilan penting di abad ke-21. Peserta didik wajib menguasainya dalam belajar biologi. Media digital yang interaktif dianggap sebagai cara yang bagus untuk meningkatkan keterampilan ini . Namun, masih sedikit bukti nyata yang lengkap dan menyeluruh . Penelitian ini dilakukan untuk menemukan , mengkaji , dan menggabungkan hasil dari berbagai penelitian . Studi ini membahas tentang dampak media interaktif digital terhadap kemampuan berpikir kritis dalam pelajaran biologi. Metode yang dipakai adalah Systematic Literature Review (SLR) . Metode ini mengikuti panduan PRISMA. Pencarian dilakukan menggunakan kerangka PICO ( Populasi , Intervensi , Perbandingan , Hasil ). Pencarian dilakukan di database Google Scholar, ERIC, dan Scopus . Kata kunci yang terstruktur digunakan . Dari 387 artikel yang ditemukan, 24 artikel cocok dengan kriteria . Artikel-artikel ini kemudian dijelaskan secara detail . Hasil kajian menunjukkan bahwa penggunaan media interaktif digital . Meliputi multimedia, augmented reality (AR), e-modul, simulasi virtual, dan game edukasi . Semuanya terbukti meningkatkan kemampuan berpikir kritis peserta didik dalam pelajaran biologi. Peningkatannya konsisten dan bermakna. Peningkatan rata -rata kemampuan berpikir kritis adalah antara 18% sampai 45% . Ini jika dibandingkan dengan cara belajar biasa . Faktor utama yang membuat media ini efektif adalah desain pembelajaran yang pas. Konten biologi yang sesuai juga penting. Selain itu , keterlibatan peserta aktif sangat berpengaruh . Temuan ini sangat penting . Ini bisa dipakai untuk mengembangkan pembelajaran biologi yang lebih baru. Pembelajaran ini jugaberbasis teknologi.
Analysis of Critical Thinking Skills For Students on Biotechnology Materials S. Syamsurizal; Farah Azizah; Sintia Putri; Fitri Arsih
Tropical Genetics Vol. 2 No. 1 (2022):
Publisher : Genetikawan Muda Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/tg.v2i1.23

Abstract

Critical thinking skills can be developed through the learning process. Biotechnology material requires students' critical thinking skills in the learning process. SMAN 1 Payakumbuh has done critical thinking skills in the learning process but it is still not optimal, and data on critical thinking skills are still unknown. This study aims to analyse the level of Critical Thinking Skills of Class XII Students of SMAN 1 Payakumbuh about Biotechnology Materials. This type of research is descriptive research with simple random sampling technique. The instrument used in this study was a test of students' critical thinking skills, and a validity test questionnaire. The data analysis technique used is quantitative descriptive analysis and qualitative descriptive analysis. Based on the results of the research that has been carried out, the data obtained that the results of the critical thinking skills of class XII students of SMAN 1 Payakumbuh were analysed per indicator. The conclusion of this study is the level of critical thinking skills of each indicator of class XII students of SMAN 1 Payakumbuh at low qualification qualifications with an average of 50.59%.
Unique Pattern of Hypertension Fingerprints S. Syamsurizal; Sudarni; Elsa Badriyya; Sintia Putri
Tropical Genetics Vol. 2 No. 2 (2022):
Publisher : Genetikawan Muda Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/tg.v2i2.27

Abstract

The fingerprint pattern (dermatoglyphics) of each individual is not the same. Fingerprint patterns are often used as an identification tool in criminal cases and disease diagnosis. Fingerprint patterns for health diagnosis are usually diseases caused by genetic factors, for example hypertension. The purpose of this study was to describe the characteristics of fingertip dermatoglyphics of hypertension patients. The research sample was 60 people consisting of 30 people with hypertension who visited the DR. M. Djamil Padang and controls 30 non-hypertension (normal) people from Biology FMIPA UNP students. Simple random sampling. The research variables are tendril patterns on the fingertips. The Chi-square test was used to analyse the tendril pattern data of hypertension patients. The results showed that the arch fingerprint pattern is a unique character in hypertensive patients.
Identification of Kerinci tribe fingerprint patterns Widuri Tantawi; Ainatul Nadila; S. Syamsurizal
Tropical Genetics Vol. 4 No. 1 (2024): Genetics
Publisher : Genetikawan Muda Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/tg.v4i1.54

Abstract

Fingerprints are a form of human identity and cannot be replaced or changed. In addition, fingerprints can also be used to identify a person. No human in this world has the same fingerprints. Each person has different biological characteristics, such as hair shape and color, nose shape, iris color, and eye slit location. So it is possible that every human being also has a different fingerprint pattern. This research was conducted using descriptive observation method by using a population sample of 100 people who are Kerinci tribe domiciled in Sungai Penuh city, Kerinci Regency. This study can be concluded that the most common fingerprint pattern found is the loop pattern which is 51.4%, then the whorl pattern 44.8% while the lowest is the arch pattern 3.8%.
Identification of Nias fingerprint patterns Arminianti Wau; Ratu Elviana; S. Syamsurizal
Tropical Genetics Vol. 4 No. 1 (2024): Genetics
Publisher : Genetikawan Muda Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/tg.v4i1.63

Abstract

Fingerprints are one of the biological characteristics that can be used to confirm the identification of ethnic fingerprint patterns. Fingerprint patterns are a biological variation that differs from one racial group to another, between women and men and even identical twins. One of the races/tribes in Indonesia is the Nias tribe. This research is descriptive research with qualitative methods. Descriptive research is research that aims to describe, describe a phenomenon according to conditions in the field. The sample for this research is all Nias students at SMA Negeri 1 Pinangsori in the 2023/2024 academic year. The results of research on identifying fingerprint patterns of the Nias tribe at Pinangsori can be concluded that the most common fingerprint patterns are loop-shaped fingerprint patterns, namely 93%, whorl-shaped 7% and arch-shaped 0%. Apart from that, based on gender and age grouping, namely boys (14-19 years) and girls (14-18 years), the most common fingerprint pattern, namely the loop fingerprint pattern, is owned by 59% of female students and 59% of female students. male education is 34%. The whorl fingerprint pattern is mostly owned by male students, namely 4% and 3% of female students, while the arch fingerprint pattern is not shared by the entire sample group of Nias ethnic at Pinangsori.
Co-Authors Achyar, Afifatul Ahmad Subari Ainatul Nadila AMERIA YUNITA Ani Murianti Annisa Maharani Ardi Ardi ardi ardi Ardi Ardi Arief Muttaqiin Arminianti Wau Atifah, Yusni Ayu Kartika Des M Dezi Handayani Dian Novika Permatasari Dinda Nursal Dwi Hilda Putri Elsa Badriyya Elsa Sastra Farah Azizah Fathimah Azzahra Febi Oktavani Feby Larasati Femel Pajria Femil Adella Fevria, Resti Fifi Mardayanti Fitrah Herninda Fitri Arsih Fitri Handayani Ganda Selaras Heffi Alberida Helendra . Helsa Rahmatika Hengki Saputra Ida Elfira Ifva Darmayanti* Indra Hartanto Irma Leilani Eka Putri Ismi Azzahra Harahap Khairunnisa Khairunnisa Lailatil Arifah Linda Advinda Lufri Lufri Maiyusri Eka Putri Mayang Anazalia Mayang Aprilia Trissa Mega Elvianasti Mutia Sari Nadila Aulya Putri Nazifa Nur Liza Neli Octiana Niken Fryolta Nur Afifah Rahmadhani Nur'aini Nur'aini Nurazizarah Matul Putri Nurdiani Nurdiani Nurida Fajriah Nurul Hiza Putri Olda Apriyeni Olla Krisliani Yudistira Paidi Pujha Alencia Putri Nilam Sari Putri Novianti putri10 Rahma Fitri Rahmadhani Fitri Rahmawati Darussyamsu Rahmawati Rahmawati Rahmi Rahmi Rahmi Ridhayani Ramadhan Sumarmin Ramadhani Fitri Rapidah Ratu Elviana Refsya Aulia Fikri Relsas Yogica, Relsas Ria Anggriyani Rikizaputra Rikizaputra Riska Ardianti Ruri Lorika Sa'diatul Fuadiyah Sa’diyatul Fuadiyah Sa’diatul Fuadiyah Selaras, Ganda Hijrah serli sri wahyuni Sherly Amelia Sinta Wulandari Sintia Putri Siska Purnama Sari Siti Halifah Siti Sahara Suci Fajrina Suci Fariah Sudarni Syahrul Ihsan Syarif, Eka Aghnia Tasya Nofriyenti Tengku Sungky Diraputra tut anggraini Utari Akhir Gusti Utari Akhir Gusti Vauzia, Vauzia vina safitri Vina Septiani Welly Junengsih Widuri Tantawi Widya Refmianti Winta Pebrina Wirda Taufik Witri Adriani Yauma Ilban Ali Yolanda Ruhul Azomi Yosi Laila Rahmi Yulia Ramadhani Yuni Ahda Yusni Attifah Zharifa Afifi ZK Abdurahman Baizal Zulyusri, Zulyusri