Claim Missing Document
Check
Articles

TINGKAT PENERAPAN TEKNOLOGI PRODUKSI KEDELAI (GLYSINE MAX (L) MERRIL) DI KECAMATAN CONGGEANG DAN BUAHDUA KABUPATEN SUMEDANG Erna Rachmawati; Endah Djuwendah
Sosiohumaniora Vol 10, No 1 (2008): SOSIOHUMANIORA, MARET 2008
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v10i1.5389

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) tingkat penerapan teknologi produksi usahatani kedelai, (2) faktor internal dan eksternal yang mempengaruhi petani dalam menerapkan teknologi produksi kedelai, dan (3) hubungan antara tingkat penerapan teknologi dengan produktivitas dan pendapatan usahatani kedelai. Metode yang digunakan adalah survey dengan teknik pemilihan responden secara acak sederhana terhadap 40 orang petani kedelai. Teknis analisis data menggunakan analisis R/C ratio, analisis pendapatan dan biaya produksi serta dilakukan analisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan: (1) tingkat penerapan teknologi produksi kedelai termasuk kategori sedang. Komponen teknologi yang paling rendah tingkat penerapannya adalah tata guna air dan yang tertinggi adalah kegiatan panen dan pasca panen. (2) Faktor internal yang mempengaruhi petani dalam menerapkan teknologi produksi kedelai adalah umur, pendidikan, dan pengalaman berusahatani. Sementara faktor eksternalnya adalah luas lahan, status kepemilikan lahan, besarnya modal, intensitas penyuluhan, ketersediaan sarana produksi, dan harga jual. (3) Penerapan teknologi produksi kedelai berhubungan positif dengan produktivitas dan pendapatan. Semakin tinggi penerapan teknologi akan memberikan produktivitas yang tinggi dan pendapatan yang meningkat. Hal ini terlihat dari nilai R/C ratio yang semakin besar sejalan dengan meningkatnya penerapan teknologi produksi kedelai. Kata Kunci: Tingkat penerapan teknologi, faktor-faktor intern-ekstern petani, produktivitas dan pendapatan.
PENINGKATAN KEMAMPUAN MANAJERIAL USAHA MIKRO KECIL DI DESA SUKADANA, KECAMATAN CIMANGGUNG, KABUPATEN SUMEDANG Sutisna Sutisna; Endah Djuwendah
Dharmakarya Vol 8, No 4 (2019): Desember 2019
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/dharmakarya.v8i4.23964

Abstract

Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) merupakan salah satu roda penggerak perekonomian di kawasan perdesaan karena merupakan sektor yang potensial dalam menciptakan nilai tambah, penyerapan tenaga kerja dan memberikan sumbangan terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Namun UMKM sering dianggap kelompok usaha yang tidak efisien dan tidak kompetitif sehingga sulit berkembang menjadi usaha besar yang modern. Berdasarkan hal tersebut diperlukan upaya meningkatkan kemampuan manajerial pelaku UMK guna meningkatkan daya saing. Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pelaku UMK dalam mengelola usahanya. Metode yang digunakan adalah FGD, penyuluhan dan pelatihan. Materi yang diberikan mengenai pelatihan kewirausahaan, e-commerce dan pembuatan website desa. Program ini dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pelaku UMK dalam mengelola usaha dan memanfaatkan informasi teknologi dalam pemasaran produknya melalui pembuatan websiste. Faktor pendorong keberhasilan progam ini adalah adanya dukungan dari aparat desa, partisipasi aktif pelaku UMK dan dukungan dari instansi terkait . 
PEMBERDAYAAN KELOMPOK TANI HUTAN MELALUI PENGEMBANGAN AGRIBISNIS KOPI Hapsari, H. -; Djuwendah, E. -; Yusup, A. -
Dharmakarya Vol 3, No 2 (2014): Dharmakarya
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (474.212 KB) | DOI: 10.24198/dharmakarya.v3i2.8347

Abstract

Kopi merupakan komoditi andalan petani di Kecamatan Cilengkrang, Kabupaten Bandung, selain sapi perah. Budidaya kopi dilakukan secara integrated farming dengan ternak sapi perah. Kebun kopi berada di lereng Gunung Manglayang, dan dibudidayakan di lahanhutan milik Perhutani melalui Program Pengelolaan Hutan Bersama Masyarakat (PHBM). Masalah produktivitas masih rendah sekitar 1 ton/Ha, dan belum ada pengolahan pasca panen. Petani menjual hasilpanennya dalam bentuk kopi basah dengan harga rata-rata Rp 3.000,-/Kg. Padahal harga biji kopi (kering) dapat mencapai Rp 18.000,-/Kg. Bahkan di tingkat eksportir dapat mencapai Rp 50.000,-/Kg. Oleh karena itu petani memerlukan mesin pengupas kulit kopi dengan tujuan agar dapat meningkatkan nilai tambah dan dapat disewakan kepada kelompok tani lain. Selain itu petani juga memerlukan pelatihan pembibitan dan pengendalian hama terpadu agar biaya sarana produksi dapat ditekan. Kegiatan ini menggunakan metode pelatihan partisipatif dengan teknik tutorial dan demonstarsi plot di lapangan. Hasil yang dicapai menunjukkan tingkat partisipasi mitra 80%. Sebanyak 70% petani dapat melakukan teknik pembibitan, pengendalian hama terpadu dan pengolahan pasca penen. Sikap petani lebih baik dalam membangun kelompok dan mengelolausahatani kopi dengan lebih baik. Petani intensif merawat kebun, mengurangi pestisida kimia secara berangsur dan mengganti dengan teknik pengendalian hama terpadu. Hasil panen tahun 2013 sebagian sudah diolah dalam bentuk kopi kering (beras) dengan hargajual Rp 17.000,-/Kg. Kualitas kopi juga lebih baik karena budidaya semi organik, langsung diolah dengan mesin, dan tidak membusuk. Target produktivitas tahun 2014 mendatang 2-3 ton/Ha. Tahun 2014 Perhutani akan menambah lahan kebun Kelompok Tani Manglayang dari 15 Ha menjadi 26 Ha, karena dinilai berhasil mengembangkan usaha tani kopi. Kata kunci: Manglayang, pertanian, Kopi, mesin.
PENGUATAN KELEMBAGAAN KOPERASI PRODUSEN KOPI JAVA PREANGER DALAM UPAYA MENINGKATKAN KINERJA BISNIS DAN PENDAPATAN PETANI KOPI Endah Djuwendah
Dharmakarya Vol 7, No 4 (2018): Desember
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/dharmakarya.v7i4.9773

Abstract

Mitra IbM adalah Koperasi  Produsen Kopi Margamulya dan Kelompok Tani Utami  yang mengusahakan kopi Arabica Java Preanger di Desa Margamulya Kecamatan Pangalengan Bandung.  Masalah produktifitas usahatani kopi masih rendah kurang dari 1 ton /Ha karena masih tingginya serangan hama dan penyakit tanaman serta dan masih diusahakan secara semi organik. Koperasi Margamulya belum dapat memenuhi permintaan pasar  dari segi kualitas dan kuantitas serta belum memiliki  pembukuan usaha yang baik.. Sedangkan Masalah yang dialami mitra kelompoktani Utama diantaranya  produktifitas usahatani kopi yang masih rendah. Metode yang digunakan adalah pemberdayaan secara partisipatif, yang meliputi pelatihan, pendampingan, monitoring evaluasi, bantuan bahan dan alat.  Materi pelatihan yang diberikan kepada kelompok tani Utama meliputi   pengenalan hama dan penyakit tanaman kopi , pembuatan  pestisida dan herbisida organic serta pembukuan usahatani. Sedangkan materi pelatihan yang diberikan kepada Koperasi Margamulya berupa pelatihan managemen  koperasi,  pencatatan dan pembukuan usaha koperasi Bantuan bahan dan alat diberikan kepada Koperasi Margamulya dalam bentuk  Alat tulis dan White board serta  alat penyeduh kopi. Evaluasi dilakukan setelah pelatihan, selama pendampingan dan menjelang kegiatan IbM berakhir. Hasil yang dicapai menunjukkan   Sekitar 75 % petani dapat melakukan teknik pencatatan usahatani dan menganalisis keuntungan usahataninya.Sikap petani lebih baik terhadap koperasi dan mengelola usahatani kopi secara organic dengan lebih baik.Petani lebih intensif merawat kebun, mengurangi pestisida kimia secara berangsur dan mengganti dengan teknik pestisida dan herbisida organik.  Pengurus Koperasi Margamulya mampu menyusun pencatatan  dan pembukuan usaha koperasi  serta mengelola ussaha koperasi dengan lebih baik. 
PENYULUHAN INDUSTRI KREATIF DAN HOMESTAY DI DESA WISATA PAKUALAM KECAMATAN DARMARAJA SUMEDANG Endah Djuwendah; Eliana Wulandari; Erna Rachmawati
Dharmakarya Vol 8, No 2 (2019): Juni 2019
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1287.43 KB) | DOI: 10.24198/dharmakarya.v8i2.20038

Abstract

Desa wisata merupakan salah satu produk wisata alternatif yang diharapkan dapat memberikan dorongan bagi pembangunan perdesaan yang berkelanjutan dalam upaya membuka lapangan pekerjaan, menjaga kelestarian budaya lokal sekaligus mempertahankan kelestarian lingkungan. Pemberdayaan masyarakat melalui industri kreatif berbasis sumberdaya lokal dan pengemasan homesatay menjadi salah satu faktor dalam menunjang pengembangan desa wisata. Tujuan dari kegiatan Pengabdian pada masyarakat ini adalah untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pengembangan desa wisata. Metode yang dilakukan adalah kualitatif deskriptif melalui model pendekatan Focus Group Dsicution (FGD) dan teknologi transfer (TT). Guna mencapai tujuan tersebut kegiatan yang dilakukan adalah penyuluhan potensi dan peluang ekonomi kreatif penunjang wisata serta penyuluhan dan pendampingan pondok wisata (homestay). Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan minat masyarakat dalam memanfaatkan sumberdaya lokal melalui industri kreatif serta penyediaan homestay dalam menunjang aktifitas desa wisata. Terdapat kendala pengembangan industri kreatif di desa wisata Pakualam yaitu permodalan, keterampilan SDM, teknologi produksi, pemasaran dan dukungan pemerintah. Sedangkan penyediaan homestay memiliki kendala dalam hal keterbatasan ruangan, fasilitas pendukung yang kurang lengkap, serta kurangnya keterampilan dalam pengelolaan homestay. Faktor pendorong keberhasilan industri kreatif dan homestay adalah terdapatnya dukungan dari aparat desa, partisipasi aktif warga masyarakat yang dilatar belakangi oleh motivasi kuat untuk bertahan hidup pasca pengenangan waduk Jatigede dan peluang semakin berkembangnya wisata di kawasan waduk Jatigede.
PENYULUHAN INOVASI PRODUK DAN PEMASARAN INDUSTRI KECIL PANGAN DI DESA GUNUNG MANIK TANJUNGSARI SUMEDANG Endah Djuwendah; Tuti Karyani
Dharmakarya Vol 9, No 4 (2020): Desember, 2020
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/dharmakarya.v9i4.26554

Abstract

Industri kecil pangan merupakan  salah satu potensi  pengerak  perekonomian di perdesaan karena dapat menciptakan nilai tambah  dan peluang kesempatan kerja. Menciptakan inovasi pada industri kecil pangan  adalah hal yang sangat penting untuk meningkatkan daya saing dan nilai penjualan. Penggunaan sistem informasi pemasaran dapat membantu  pelaku industri kecil pangan  dalam membuat alternatif   pemasaran guna meningkatkan volume penjualan. Kegiatan  penyuluhan inovasi produk dan pemasaran on line di Desa  Gunung Manik  merupakan  wujud dari penerapan teknologi yang ada pada UndangUndang Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi, sehingga diharapkan dapat meningkatkan pendapatan masyarakat desa.  Inovasi yang dilakukan meliputi penambahan varian rasa , bentuk dan pengemasan produk ladu. Selain Pelatihan hal lain yang dibutuhkan oleh warga  masyarakat adalah media yang membantu dalam memasarkan produk  melalui sistem informasi pemasaran dan media sosial seperti Web penjualan, facebook, instagram dan twitter.  Materi penyuluhan yang diberikan pada kegiatan PPM ini  adalah motivasi  dan mental kewirausahaan, inovasi produk dan pengemasan, pemasaran online, sosialisasi keamanan pangan dan tatacara pengajuan sertifikasi P-IRT. Faktor pendorong keberhasilan program adalah  adanya dukungan  aparat desa dan partisipasi  aktif warga masyarakat desa Gunung Manik.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DI MASA PANDEMI MELALUI PERTANIAN ORGANIK DI LAHAN PEKARANGAN KAWASAN PERKOTAAN JAWA BARAT Tuti Karyani; Endah Djuwendah; Yayat Sukayat
Dharmakarya Vol 10, No 2 (2021): Juni, 2021
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/dharmakarya.v10i2.32492

Abstract

Masa pandemi covid-19 merupakan masa dimana lebih banyak menggunakan waktu di rumah, untuk menghindari terpaparnya virus tersebut. Pemanfaatan waktu ini bisa digunakan secara positif dengan memanfaatkan lahan pekarangan yang ditanami sayuran, tabulampot dan tanaman hias secara organik. Kondisi ini menjadi menarik sebagai topik pengabdian pada masyarakat (PPM) yang dikemas dalam Pengabdian Masyarakat terintegrasi dengan KKN Mahasiswa. Oleh karena itu metode yang digunakan adalah metode blended antara daring (virtual) dan sebagian kecil luring dengan protokol kesehatan yang ketat. Sasaran (mitra) PPM adalah yang bisa menguasai smartphone atau laptop, sehingga terjaring  mitra (sasaran) adalah golongan masyarakat yang usianya muda dan berpendidikan SMA serta mahasiswa yang hobby bertani. Mitra mahasiswa KKN berdomisili di sekitar tempat tinggal mahasiswa yaitu di perkotaan dan  menyebar di beberapa kota Jawa Barat. Materi yang diberikan ialah tentang pertanian organik, pembuatan pupuk organik nabati, pupuk organik cair, pembuatan pestisida organik dan aplikasi pemanfaatan pekarangan dengan usaha tani bunga telang organik. Pada saat pre-test tingkat pengetahuan sebagian besar sudah tinggi namun tingkat keterampilan masih rendah, namun setelah diberikan pelatihan terjadi perubahan semua aspek baik pengetahuan, sikap dan keterampilan meningkat.
ANALISIS PENDAPATAN DAN FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PRODUKTIVITAS CABAI RAWIT PADA KELOMPOK MITRA TANI, DESA MANDALAHAJI, KECAMATAN PACET Diah Suci Wahyuni; Endah Djuwendah
AGRIVET JOURNAL Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : UNIVERSITAS MAJALENGKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kabupaten Bandung merupakan salah sentra produksi cabai rawit dengan  produktivitas tertinggi   namun  memiliki  fluktuasi produktivitas sehingga akan mempengaruhi suplay produksi dan juga mempengaruhi tingkat pendapatan petani. Kelompok Mitra Tani merupakan satu-satunya kelompok tani kelas  madya di Desa Mandalahaji  yang membudidayakan cabai rawit dengan produksi terbesar namun produktivitasnya selalu berfluktuasi  setiap tahunnya.  Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pendapatan usahatani cabai rawit serta mengetahui faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi produktivitas cabai rawit di Kelompok Mitra Tani, Desa Mandalahaji, Kecamatan Pacet. Desain penelitian yang digunakan adalah kuantitatif . Responden dalam penelitian ini berjumlah 30 petani. Teknik pengambilan data dilakukan secara survey dan teknik sampling menggunakan sensus atau sampling jenuh. Analisis data yang digunakan antara lain analisis pendapatan usahatani cabai rawit, R/C ratio, dan fungsi produksi Cobb-Douglas untuk menganalisis faktor apa saja yang berpengaruh secara nyata dan tidak nyata terhadap produktivitas cabai rawit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usahatani cabai rawit yang dilakukan petani  menguntungkan dan layak untuk diusahakan. Hal ini dapat dilihat dari besarnya pendapatan petani yaitu Rp. 115.027.171/Ha/musim tanam dengan harga jual cabai rawit Rp. 25.000/kg. Selain itu, nilai R/C rationya menunjukkan nilai yang besar yaitu 3,46. Faktor-faktor produksi yang berpengaruh nyata pada tingkat signifikan 0,05 terhadap produktivitas cabai rawit di Kelompok Mitra Tani adalah benih, pupuk daun, dan tenaga kerja. Sementara pupuk kandang, NPK, TSP, ZA, KCL, urea, fungisida dan insektisida tidak berpengaruh nyata terhadap produktivitas cabai rawit. Kata Kunci: usahatani cabai rawit, pendapatan,  faktor produksi
PENGEMBANGAN STRATEGI BISNIS DODOL GARUT MENGGUNAKAN KANVAS MODEL BISNIS ENDAH DJUWENDAH; ANWAR MUJADDID
AGRIVET JOURNAL Vol 7, No 1 (2019)
Publisher : UNIVERSITAS MAJALENGKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PD. Katineung adalah salah satu industri kecil dodol Garut yang  mengalami stagnansi pendapatan sehingga perlu dilakukan evaluasi  mengenai model bisnis perusahaannya.Tujuan penelitian adalahuntuk memetakan modelbisnisdan merumuskan alternatif strategi pengembangan bisnisyangpaling utama bagi PD.Katineung.Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknis studi kasus. Analisis data dilakukan secaradekriptifmenggunakan model kanvas dan analisis SWOT.Hasilpenelitian menunjukkanPD. Katineung memiliki segmentasi konsumen  pangsa pasar terbuka, pasar penjual kembali (B2B) dan pasar konsumen (B2C). Proposisi nilai produk berkualitas dengan diskon pembelian pada jumlah tertentu, layanan sistem retur dan belumtersedia online. Saluran distribusi produk indirect selling melalui konsinyasidengan toko oleh-oleh dan direct selling melalui pembelian langsung ke pabrik.Hubunganpelanggansecara personal assistance melalui telepon, SMS, whatsapp, dan interaksi dengan sales perusahaan saat pembelian dan pasca pembelian.Arus pendapatan dari penjualan produk dodoldan dana hibah. Sumber daya utama berupabangunan pabrik beserta fasilitasnya, merek dagang,hak paten, lisensi produk, pengurus beserta pekerja, dan sumber finansial dari modal pribadi dan dana hibah. Aktivitas utamanya adalah operasi produksi (production). Kemitraan utama terjalin dengan toko oleh-oleh, Dinas Koperasi dan UMKM, distributordan petani buah kelapa di Kecamatan Pameungpeuk. Struktur biaya perusahaanterpacu-nilaiyang mengutamakan kepuasan konsumen, biaya tetap berupa biaya peralatan dan perlengkapan memasak, upah pekerja, biaya variabel berupa  biaya bahan baku.Dua alternatif model bisnis  baru yang dapat diterapkan PD Katineung  adalah  meningkatkan pemasaran produk dodol  melalui penetrasi pasar dan menawarkan value baru melalui pengembangan produk dan peningkatan hubungan baik dengan pelanggan.PD. Katineung is one of the small industries of Garut dodol which has stagnant income so it needs to be evaluated on the company's business model. The research objective was to map the business model and formulate the most important alternative business development strategies for PD Katineung This study uses qualitative methods with technical case studies. Data analysis was carried out descriptively using canvas models and SWOT analysis. The results of the study showed PD. Katineung has a segmentation of the open market consumer segment, the resale market (B2B) and the consumer market (B2C). The proposition of the value of a quality product with a purchase discount on a certain amount, return system services and not yet available online. The revenue stream from the sale of dodol products and grants. The main resources are factory buildings and their facilities, trademarks, patents, product licenses, management and employees, and financial resources from personal capital and grant funds. The main activity is production operations. The main partnership is intertwined with gift shops, Cooperative and UMKM Services, coconut fruit distributors and farmers in Pameungpeuk District. Cost-driven company cost structure that prioritizes consumer satisfaction, fixed costs in the form of equipment and cooking equipment, workers' wages, variable costs in the form of raw material costs.    Two alternative new business models that PD Katineung can implement are increasing the marketing og dodol products throught market penetration and offering new value throught product development and incresing good relationships with customers.
ANALISIS PENDAPATAN USAHATANI KOPI JAVA PREANGER PADA KELOMPOKTANI MARGAMULYA DESA MARGAMULYA KECAMATAN PENGALENGAN BANDUNG Rakotonjanahary Joachim Audry; Endah Djuwendah
AGRIVET JOURNAL Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : UNIVERSITAS MAJALENGKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kopi merupakan salah satu komoditas unggulan perkebunan yang mampu memberikan kesempatan kerja serta pendapatan bagi masyarakat. Jawa Barat  adalah salah satu produsen kopi  nasional dengan produksi kopi unggulan berindikasi geografis yaitu kopi Java Preanger.  Penelitian dilaksanakan pada tahun 2017 di Desa Margamulya Kecamatan Pangalengan  yang merupakan sentra produsen kopi di Kabupaten Bandung. Tujuan  penelitian  adalah untuk mengetahui karakteristik petani kopi, faktor-faktor yang mempengaruhi petani untuk mengusahakan kopi java preanger dan kelayakan usahatani kopi berdasarkan pendapatan yang diterima oleh petani.  Desain penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik penelitian studi kasus. Data diperoleh dari responden yang dipilih secara purposive dari  140 petani anggota kelompok tani Margamulya  sehingga didapat 34  petani. Data dianalisis secara deskriptif statistik, analisis pendapatan dan analisis R/C. Hasil penelitian menunjukkan bahwa petani umumnya petani kopi  java preanger di Desa Margamulya berada pada  kelompok usia produktif dan  tingkat pendidikan yang masih rendah, namun sudah mengikuti berbagai pelatihan dalam usahatani  kop.  Para petani mengusahakan kopi di lahan yang sempit dengan status penguasaan lahan garapan. Faktor lingkungan (lahan dan agroklimat), modal dan hasil produksi merupakan faktor paling menentukan  terhadap minat petani dalam berusahatani kopi.  Rata-rata pendapatan per hektar petani kopi arabika java preanger anggota kelompoktani Margamulya pada  lahan sempit (< 0,5 Ha)  adalah  Rp. 9.394.540, pada lahan sedang (0,5 – 1,0 Ha) adalah Rp 11.305.031  dan pada lahan luas (1 Ha)   adalah Rp 19.219.684.  Usahatani kopi arabika Java preanger tersebut  memiliki nilai R/C  berkisar 2,05 s.d  2,59. Artinya usahatani kopi arabikajava preanger  layak untuk diusahakan karena nilainya lebih dari  satu.
Co-Authors A. -, Yusup, A. Achmad Septio Agriani H Sadeli Agriani Hermita Sadeli Aisyah Nabilah Akbar Adiputra Irawan Algiffary, Naufal Amallia Ridhatillah Anadilla Fahyra Riawan Anjelia, Serly Annisa Fitri ANWAR MUJADDID Astrini, Carmelita Aziza, Nadya Nur Azizah, Khaerunnisa Ismi Bintang Pinndito Bobby Rachmat Saefudin Bobby Rachmat Saefudin Carmelita Astrini Chania Alfatianda D, Yosini D, Yosini Desy Indra Yani Dhany Esperanza Diah Suci Wahyuni Diffa Nida Haniyah Dini Rochdiani E Supriadi R Eddy Renaldy Eka Purna Yudha Eka Septiarini Eliana Wulandari Elly Rasmikayati Erna Rachmawati Ernah Ernah Ernah, Ernah Ery Supriyadi R. Eti Suminartika Fadillah, Futri Fauza Fatimah, Sri Fatimah, Sri Febriani, Alifia Fitriana Wati Gema Wibawa Mukti Gema Wibawa Mukti Gema Wibawa Mukti Ghifari, Faris Gugun Arioditha Gunardi Yudawinata H. -, Hapsari, H. Hapsari, H. - Hasbiansyah, O. Hepi Hapsari Hesty Nurul Utami Ignatia Rahmadani Putri Palupi Ima Marlina Indrawibawa, Diky Intan Okta Mulyana Irfan Firmansyah Irfan Firmansyah, Irfan Jannet Aszury Astaningrum Junawinata, M. Gunardi Karl Andhika Mahaputra KARTIWA, NUR ANNISA RIZKITA Kusumarahman, Kintami Kuswarini Kusno Kuswarini Kusno Kuswarini Kusno Laili Rahayuwati Levina Maharani Lucyana T Lucyana Trimo Lucyana Trimo, Lucyana M. Gunardi Judawinata Mahra Arari Heryanto Marlina, Ima Milda Selvia Milda Selvia Muhammad Arief Budiman Muhammad Fadli Nadya Nur Aziza Naufal Algiffary Nur Syamsiyah Nur Syamsiyah Nur Syamsiyah O Hasbiansyah Omar, Natasha Margaretha Wiryawan Opan S Suartapradja Pardede, Legenda Samuel Permadi, Nida Fathi Putra, Harry Wiyono Putri, Andiani Aulia Qanti, Sara Ratna R, E Supriadi R. Az-Zahra S Rahmadiani, Riyanti Rahmah, Ulya Rahman, Naufal Raihan Fikri Rohmansyah Rakotonjanahary Joachim Audry Ramadhanti, Azahra Putri Rani Andriani Budi Kusumo Rayhan Ahmad Giffary Resa Ana Dina S, Tuhpawana P S, Tuhpawana P Sadeli, Agriani H Septio, Achmad Serly Anjelia Shintiya Devi Siregar Sri Fatimah Sri Fatimah Sri Fatimah Sulistyodewi Nur Wiyono Supriyadi, E Sutisna Sutisna Syifa Herliani T, Lucyana T, Lucyana Tomy Perdana Trisna Insan Noor Tuhpawana P S Tuti Karyani Ulya Rahmah Vanya Almeira Rizkika Wati, Fitriana Yayat Sukayat Yayat Sukayat Yosini D Yosini Deliana Yudhanto Dewo G Yusup, A. - Zainal Arifin Zumi Saidah