p-Index From 2021 - 2026
8.031
P-Index
Claim Missing Document
Check
Articles

Deskripsi Kegiatan Disertai Identifikasi Potensi dan Kendala Kelompok Tani dalam Usahatani Mangga (Studi Kasus di Kelompok Tani Datar Indah dan Samoja) Rasmikayati, Elly; Djuwendah, Endah; Mukti, Gema Wibawa; Saefudin, Bobby Rachmat; Wati, Fitriana
Agri Wiralodra Vol 13 No 1 (2021): Agri Wiralodra
Publisher : Agri Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/agriwiralodra.v13i1.15

Abstract

Kelompok tani merupakan sebuah lembaga yang memiliki fungsi untuk memfasilitasi petani dalam melakukan kegiatan agribisnis dari hulu hingga hilir. Namun pada kenyataannya, harapan mengenai fungsi kelompok tani belum sepenuhnya terwujud. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) Mendeskripsikan kegiatan kelompok tani dalam menjalankan fungsinya pada usahatani mangga di Kecamatan Sedong; dan 2) Mengidentifikasi apa saja potensi dan kendala yang dihadapi oleh kelompok tani dalam kegiatan usahatani mangga. Penelitian ini dilakukan di dua kelompok tani yang berbeda di Kecamatan Sedong, Kabupaten Cirebon yaitu Kelompok Tani Datar Indah dan Kelompok Tani Samoja dengan total responden sebanyak 45 responden. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis data primer dan sekunder. Hasil penelitian menunjukkan, pada kelompok tani Datar Indah dalam satu tahun terdapat 15 kegiatan yang dilakukan bersama, terdiri dari pertemuan anggota, penyuluhan, dan penyaluran bantuan. Namun sebanyak 70% anggota hanya mengikuti kegiatan sebanyak 6-10 kali dalam satu tahun. Sedangkan kelompok tani Samoja mengadakan kegiatan yang sama dengan poktan Datar Indah dengan jumlah rata-rata 10 kali dalam satu tahun di mana hampir 60% anggotanya mengikuti sebanyak 4-6 kali dalam satu tahun. Sementara itu, potensi yang dimiliki oleh kedua kelompok tani adalah peningkatan daya tawar petani, mempercepat pemecahan masalah, dan pengenalan teknologi baru. Sedangkan kendala yang dialami oleh kelompok tani berupa kurangnya motivasi petani, kurangnya kesadaran akan peran kelompok tani, kesibukan petani, dan kurangnya tenaga penyuluh.
ANALISIS KELEMBAGAAN PEMASARAN MANGGIS DAN PENGARUHNYA TERHADAP PENDAPATAN USAHATANI MANGGIS DI KELOMPOK TANI SARI PUSPA DESA PUSPAHIANG KABUPATEN TASIKMALAYA Irfan Firmansyah; Endah Djuwendah
JURNAL AGRIBISNIS TERPADU Vol 9, No 1 (2016)
Publisher : Jurusan Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (108.741 KB) | DOI: 10.33512/jat.v9i1.1119

Abstract

Manggis merupakan salah satu komoditas buah papan atas Indonesia selain salak dan mangga. Padatahun 2013, nilai ekspor berada di $ 5.734.000,00 dan meningkat, maka kenaikan tingkat konsumsi.produksi yang berada di pusat berlokasi di Tasikmalaya, khususnya oleh Kelompok Tani Sari Puspa,yang merupakan salah satu aliansi petani manggis yang kebetulan menderita kerugian dari sistemreguler pemasaran (Panen biasa), membeli di muka (ijon) dan membeli (tebasan). Penelitian inibertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi interaksi antara petani danpengumpul, selanjutnya untuk mengukur kualifikasi usaha tani manggis oleh Kelompok Tani SariPuspa dibandingkan dengan tiga sistem yang berbeda dari pemasaran kelembagaan. Desainpenelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan mengikuti mode analisis data: (1) teknik ilustrasitulang ikan untuk mempelajari faktor-faktor yang mempengaruhi transaksi antara petani danpengumpul, (2) analisis pendapatan usahatani untuk mengukur pendapatan petani dengan tiga sistempemasaran kelembagaan yang berbeda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor yangmempengaruhi transaksi petani dan pengumpul dalam sistem pemasaran institusional harga,kepercayaan, kebutuhan, panjang langganan, organisasi dan modal menjual. Tingkat komparatif tigasistem pemasaran umur tanaman manggis lebih dari 25 tahun adalah Rp. 141.755.423,28 /Ha untuksistem pemasaran reguler (Panen biasa), Rp 31.984.750 / Ha untuk membeli di muka (ijon) dan Rp.38.244.365,38 / Ha untuk membeli (tebasan). R /C Ratio menunjukkan nilai lebih dari satu,menunjukkan bahwa semua sistem yang tepat untuk diterapkan.
KAJIAN POTENSI EKOWISATA DALAM MENUNJANG PENGEMBANGAN WILAYAH PADA SUB DAS CIKANDUNG DAN KAWASAN GUNUNG TAMPOMAS KABUPATEN SUMEDANG Endah Djuwendah; Tuhpawana P S; Yosini D; Sri Fatimah; Lucyana T
JURNAL AGRIBISNIS TERPADU Vol 11, No 1 (2018)
Publisher : Jurusan Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (569.227 KB) | DOI: 10.33512/jat.v11i1.5080

Abstract

Sumedang is one of the districts in West Java that has the natural beauty of mountains, hills, watersheds and cool air into a tourist attraction. The location is strategic because Sumedang major cities it is surrounded by Indramayu, Majalengka, Garut, Bandung, Subang and Cirebon. This condition is supportive in creating a strong local economy and sustainable based on agribusiness, tourism and industry by empowering local socio-economic potential. This is consistent with the concept of ecotourism development that expected to adjust to the capability, the typology and the ecological function of land that will directly influence the sustainability of land resources, preserve local technology, art and local culture, and increase incomes around tourist sites. The purpose of this study is to identify the potential and constraints of ecotourism developing in sub watershed Cikandung and Tampomas Mountain region of Sumedang district. The study used a qualitative descriptive paradigm case study method. The research location is the District Paseh, Surian, Cimalaka, Tanjung Medar, Tanjung Kerta, Conggeang and Buahdua. Data collected through observation and interviews. The informants are community members and stakeholders at village, sub-district and district. Research results show that the condition of natural resources in subdas Cikandung and Mountain Regions Tampomas potential to be developed as an ecotourism attractions such as camping grounds, hiking, sightseeing springs, waterfall (waterfall) and hot spring. In addition, the fertile rice fields and streams can be used for livestock and fisheries travel. In order to optimize this potential requires the construction of facilities and infrastructure at the site and to tourist sites as well as full public involvement in the planning and management is to fit the needs and culture of the local community.
Penumbuhkembangan Agribisnis Kopi Arabica Java Preanger : Dari Pangalengan Ke Pasar Dunia (Studi Kasus Di Koperasi Produsen Kopi Margamulya) Tuti Karyani; Endah Djuwendah; Agriani Hermita Sadeli; Ima Marlina; E Supriadi R
JURNAL AGRIBISNIS TERPADU Vol 11, No 1 (2018)
Publisher : Jurusan Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (504.8 KB) | DOI: 10.33512/jat.v11i1.5081

Abstract

Coffee is one of export commodity which planted in almost all Indonesian area. Pangalengan district is the biggest coffee production center in West Java. Farmer in this district produces, java preanger coffee, arabica coffee with a good quality and an excellent taste. Coffee agribusiness need an institutional support which help farmers to access capital and world markets. Margamulya Coffee Producer Cooperative (MCPC) is one of farmer cooperative with a lot of efforts to market their coffee to the world coffee market. The research purpose is to identify the role of MCPC in java preanger arabica coffee (JPAC) agribusiness and to formulate its growth strategy in order to encourage arabica coffee to reach at world market. The research used descriptive qualitative method with technical case study. Technical data collection is done through observation, interviews, and literature studies. The results show that MCPC has an important role in developing JPAC agribusiness in terms of assisting production facilities procurement, guidance and facilitating coffee farming productivity growth, as well as implementing the processing and marketing of coffee. Based on IFAS-EFAS analysis, the position of MCPC is in cell II, namely Growth and Build, which means the development strategy is needed through Intensive and Integration strategy. SWOT analysis represents that there are 10 main strategies will lead the MCPC to compete in the world market of coffee. Therefore, MCPC should improve professionalism in its management, attempt to increase members (coffee farmers) loyalty and build coffee agribusiness integrated with the environmental sustainable agro-tourism development.
Pengarahan Pusat Pertumbuhan melalui Analisis Keunggulan Komparatif di Kabupaten Garut Endah Djuwendah; Hepi Hapsari; Erna Rachmawati
Agrikultura Vol 20, No 3 (2009): Desember, 2009
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (148.94 KB) | DOI: 10.24198/agrikultura.v20i3.941

Abstract

Sektor pertanian berperan penting dalam kehidupan sosial ekonomi masyarakat Kabupaten Garut. Oleh karena itu strategi pengembangan daerah yang sesuai dengan potensi sumberdaya pertanian  mutlak diperlukan di Kabupaten Garut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komoditas pertanian yang menjadi unggulan  untuk dikembangkan dan sistem hierarki pusat-pusat pelayanan dan pertumbuhan  yang mendukung pengembangan wilayah di  Kabupaten Garut. Desain penelitian yang digunakan adalah survey deskriptif dengan unit analisis  berupa 42 kecamatan di Kabupaten Garut. Obyek penelitian adalah  produksi sektor pertanian dan  kondisi sarana prasarana ekonomi dan sosial yang berada di Kabupaten Garut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komoditas  pertanian unggulan untuk dikembangkan  adalah tanaman pangan padi sawah, kacang tanah, kedelai,  jagung dan ubi kayu serta tanaman  hortikultura kentang, cabe besar, wortel, tomat, alpukat, jeruk keprok,  pisang dan pepaya. Komoditas unggulan pertanian tersebut menunjukkan kecenderungan terlokalisasi di beberapa kecamatan. Sebanyak 31 Kecamatan (73,81 %) memiliki kecenderungan spesialisasi  kegiatan pertanian sedangkan 11 kecamatan (26,19 %) lainnya  tidak  mengkhususkan kegiatan pertaniannya pada komoditas tertentu. Kecamatan Garut dan  Karangpawitan merupakan titik pertumbuhan. Terdapat enam Kecamatan sebagai pusat pelayanan utama, 13 kecamatan  sebagai pusat pelayanan lokal dan 23  Kecamatan  menjadi pusat pelayanan terkecil.
Peningkatan Nilai Tambah dan Strategi Pengembangan Usaha Pengolahan Salak Manonjaya Hepi Hapsari; Endah Djuwendah; Tuti Karyani
Agrikultura Vol 19, No 3 (2008): Desember, 2008
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (129.282 KB) | DOI: 10.24198/agrikultura.v19i3.1005

Abstract

Pengolahan buah salak Manonjaya dapat meningkatkan nilai jual buah dan pandapatan produsen. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui 1) nilai tambah pengolahan salak, 2) faktor internal dan eksternal yang mempengaruhi usaha pengolahan salak, dan 3) strategi pengembangan pengolahan salak. Metode yang digunakan adalah survei deskriptif. Responden penelitian adalah para pengrajin dan pedagang produk olahan salak di Tasikmalaya. Data dianalisis dengan  analisis nilai tambah, rasio penerimaan terhadap biaya, dan analisis faktor internal-ektenal. Hasil menelitian menunjukkan bahwa produksi dodol, manisan dan keripik salak menciptakan nilai tambah sebesar masing-masing Rp 6.234,65/kg, Rp 10.443,23/kg dan Rp 2.297,33/kg. Faktor internal kekuatan dan kelemahan usaha pengolahan buah salak, dan juga faktor eksternal yang menjadi peluang dan ancamannya telah diinventarisasi. Strategi untuk mengembangkan usaha pengolahan buah salak di Manonjaya adalah mempertahankan dan memelihara penetrasi pasar serta diversifikasi  produk olahan.
STRATEGI PENGEMBANGAN DAERAH TERTINGGAL DI KABUPATEN GARUT Endah Djuwendah; Hepi Hapsari; Eddy Renaldy; Zumi Saidah
Sosiohumaniora Vol 15, No 2 (2013): SOSIOHUMANIORA, JULI 2013
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (268.95 KB) | DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v15i2.5744

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas ekonomi yang dapat dikembangkandi wilayah Kabupaten Garut bagian selatan dan strategi dalam pembangunan daerah tertinggal di GarutSelatan.Metode yang digunakan adalah survey deskriptif dengan menggunakan data primer dan dataskunder dengan unit analisisnya 16 kecamatan. Teknis analisis menggunakan indek produktivitasrelatif (IPR)dan analisis SWOT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kabupaten Garut bagian selatanmemiliki sumberdaya alam yang berciri sektor pertanian,perikanan, peternakan pertambangan dan energiserta pariwisata. Terdapat lima strategi utama untuk pengembangan daerah tertinggal di wilayah GarutSelatan yaitu dengan cara memadukan pembangunan sektoral dan kewilayahan yang berbasis potensisumberdaya lokal melalui : (a) Peningkatan akses kerjasama berbagai sektor pemerintah, swasta danperguruan tinggi untuk mengatasi keterbatasan dana pembangunan berkelanjutan (b) pengembanganekonomi berbasis potensi lokal dengan cara pengembangan komoditas unggulan spesifik lokasi danproduk olahan melalui teknologi tepat guna dan perluasan pemasaran, (c) optimalisasi peran pusatpelayanan dengan cara melengkapi ketersediaan sarana dan prasarana serta keterkaitan sosial ekonomidengan daerah pelayanannya, (d) peningkatan kualitas SDM dan pemberdayaan masyarakat melaluipendidikan/pelatihan dan pembinaan kelembagaan berbasis pedesaan, (e) optimalisasi peran kabupatengarut sebagai daerah penyangga Jawa barat melalui efektifitas penggelolaan tata ruang kawasan lindungdan budidaya dengan mempertimbangkan kawasan rawan bencana alam. 
KERAGAAN SOSIAL EKONOMI USAHA DAUR ULANG DAN PENGOMPOSAN SAMPAH DI KOTAMADYA BANDUNG Endah Djuwendah
Sosiohumaniora Vol 7, No 3 (2005): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2005
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v7i3.5355

Abstract

Usaha Pemanfatan sampah merupakan komponen penting dalam pengelolaan sampah yang dapat mengurangi dampak lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi sosial ekonomi usaha daur ulang dan pengomposan sampah, manfaat ekonomi dan kelayakan usahanya serta pengaruhnya terhadap sistem pengelolan sampah kota. Hasil penelitian menunjukkan transaksi bahan dauran sampah berjalan secara informal melalui mekanisme kelembagaan. Bentuk kelembagaan antara pemulung, lapak dan bandar bersifat kooperatif dan dapat menekan biaya transaksi. Sebagai usaha bisnis, kegiatan daur ulang dan pengomposan memberikan keuntungan ekonomi dan mempunyai peluang yang baik untuk dikembangkan. Keuntungan ekonomi dari aktifitas daur ulang rata-rata Rp 593.224 per ton sampah anorganik dan memberikan kesempatan kerja kepada 13.687 pemulung dengan rata-rata pendapatan Rp 20.763,50 per hari. Usaha pengomposan sampah organik mempunyai nilai B/C 1,20 dan titik impas tercapai saat produksi kompos 19.909,86 Kg dengan potensi pendapatan Rp 20.652.419. Usaha daur ulang dan pengomposan sampah dapat menurunkan volume sampah yang harus dikelola sekitar 41,65% atau 3062,64 m3 per hari dan menghemat biaya pengelolaan sampah Rp 15.177.556 per hari. Kata kunci : Pengelolaan sampah, Daur ulang dan Pengomposan
ANALISIS PEMASARAN DAN STRATEGI PENGEMBANGAN USAHA NILAM (Pogostemon cablin benth) DI KABUPATEN GARUT Endah Djuwendah; Erna Rachmawati
Sosiohumaniora Vol 10, No 3 (2008): SOSIIOHUMANIORA, NOPEMBER 2008
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v10i3.5402

Abstract

Nilam merupakan komoditas perkebunan yang memberikan devisa terbesar dari ekspor minyak atsiri Indonesia. Oleh karena itu, eksistensi dan peluang tersebut harus dimanfaatkan sebaik-baiknya melalui pengelolaan agribisnis dan pemasaran hasil secara profesional dan berkelanjutan. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui:(1) struktur pasar, perilaku pasar, dan kinerja pemasaran nilam, (2) kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman pengembangan usaha nilam, serta (3) strategi pengembangan usaha guna meningkatkan potensi dan peluang usaha nilam. Penelitian dilaksanakan di Kabupaten Garut dengan menggunakan metode survei deskriptif. Responden petani diambil secara sengaja, sedangkan responden penyuling dan pedagang diambil berdasarkan teknik bola salju (snowball sampling). Hasil penelitian menunjukkan bahwa struktur pasar daun dan minyak nilam di Kabupaten Garut adalah oligopsoni. Perilaku pasar waktu transaksi dan harga jual cenderung ditentukan oleh pembeli. Petani dan penyuling pada pemasaran daun dan minyak nilam cenderung sebagai penerima harga. Kinerja pasar berdasarkan analisis margin, farmer’s share pada pemasaran daun nilam belum efisien, namun pada pemasaran minyak nilam efisien. Kekuatan bagi pengembangan agribisnis nilam di Kabupaten Garut adalah ketersediaan sumberdaya lahan yang luas, agroklimat yang sesuai dengan persyaratan pertumbuhan tanaman nilam, dan ketersediaan tenaga kerja. Kelemahan berupa: (a) kecilnya skala usahatani nilam, (b) permodalan para petani dan penyuling terbatas, (c) bahan baku daun nilam terbatas dan tidak tersedia secara berkesinambungan serta (d) tingkat penerapan teknologi budidaya dan penyulingan masih rendah. Pangsa pasar dalam dan luar negeri yang luas, kerjasama antara penyuling dan pedagang dalam permodalan dan usaha penyulingan minyak nilam, serta sistem kemitraan petani dengan perum Perhutani (PHBM) dalam pemanfaatan lahan kehutanan untuk usahani nilam merupakan peluang yang baik. Ancaman adalah ketersediaaan bahan baku daun nilam terbatas dan tidak berkelanjutan, serta kinerja pasar nilam yang kurang baik dicirikan oleh rendahnya harga dan terbatasnya informasi pasar di tingkat petani dan penyuling. Strategi pengembangan agribisnis nilam adalah pertumbuhan yang agresif (growth strategy) dengan empat alternatif strategi pengembangan yaitu strategi S-O, W-O, S-T dan W-T. Kata kunci : Struktur perilaku dan kinerja pasar, strategi pengembangan usaha
STRATEGI PEMASARAN MELALUI MODEL PEMASARAN RELASIONAL UNTUK KOMODITAS WORTEL (Studi Kasus di Klaster Agribisnis Sayuran) Agriani Hermita Sadeli; Hesty Nurul Utami; Endah Djuwendah
Sosiohumaniora Vol 19, No 1 (2017): SOSIOHUMANIORA MARET 2017
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (754.324 KB) | DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v19i1.9573

Abstract

Kondisi pasar dan persaingan antar pelaku usaha agribisnis sayuran yang semakin ketat menuntut petani untuk melakukan berbagai upaya strategi bisnis untuk memenangkan persaingan diantaranya dari sisi strategi pemasaran melalui pemasaran relasional. Membangun pemasaran relasional dengan stakeholder termasuk konsumen. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan desain studi kasus. Penelitian ini dilakukan di Klaster Agribisnis Sayur Kelompok Tani Katata yang terletak di Kampung Cinangsi, Desa Margamekar, Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung Barat, Provinsi Jawa Barat. Pemilihan lokasi dilakukan di kelompok tani ini karena berlokasi di sentra sayuran dan mengembangkan komoditas wortel sebagai komoditas utamanya. Fokus dari penelitian ini adalah menganalisis hubungan Kelompok Tani Katata dengan semua pemangku kepentingan berdasarkan enam pasar. Model ini akan mengidentifikasi potensi petani wortel dalam hubungan dengan pemangku kepentingan dari domain enam pasar serta pertukaran nilai antar pelaku. Pihak yang mempengaruhi kelompok tani berada pada keenam pasar dan tercipta pertukaran nilai dalam jaringan. Strategi yang diterapkan harus mempertahankan dan meningkatkan kolaborasi dalam pertukaran nilai dalam jaringan.
Co-Authors A. -, Yusup, A. Achmad Septio Agriani H Sadeli Agriani Hermita Sadeli Aisyah Nabilah Akbar Adiputra Irawan Algiffary, Naufal Amallia Ridhatillah Anadilla Fahyra Riawan Anjelia, Serly Annisa Fitri ANWAR MUJADDID Astrini, Carmelita Aziza, Nadya Nur Azizah, Khaerunnisa Ismi Bintang Pinndito Bobby Rachmat Saefudin Bobby Rachmat Saefudin Carmelita Astrini Chania Alfatianda D, Yosini D, Yosini Desy Indra Yani Dhany Esperanza Diah Suci Wahyuni Diffa Nida Haniyah Dini Rochdiani E Supriadi R Eddy Renaldy Ega Putri Salsabila Eka Purna Yudha Eka Septiarini Eliana Wulandari Elly Rasmikayati Erna Rachmawati Ernah Ernah Ernah, Ernah Ery Supriyadi R. Eti Suminartika Fadillah, Futri Fauza Fatimah, Sri Fatimah, Sri Febriani, Alifia Fitriana Wati Gema Wibawa Mukti Ghifari, Faris Gugun Arioditha Gunardi Yudawinata H. -, Hapsari, H. Hapsari, H. - Hasbiansyah, O. Hepi Hapsari Hesty Nurul Utami Ignatia Rahmadani Putri Palupi Ima Marlina Indrawibawa, Diky Intan Okta Mulyana Irfan Firmansyah Irfan Firmansyah, Irfan Iwan Setiawan Jannet Aszury Astaningrum Junawinata, M. Gunardi Karl Andhika Mahaputra KARTIWA, NUR ANNISA RIZKITA Kusumarahman, Kintami Kuswarini Kusno Kuswarini Kusno Kuswarini Kusno Laili Rahayuwati Levina Maharani Lucyana T Lucyana Trimo Lucyana Trimo Lucyana Trimo, Lucyana M. Gunardi Judawinata Mahra Arari Heryanto Marlina, Ima Milda Selvia Milda Selvia Muhammad Arief Budiman Muhammad Fadli Nadya Nur Aziza Naufal Algiffary Nirwikara Widhiwidhana Prasetyanto Nur Syamsiyah Nur Syamsiyah Nur Syamsiyah Nurul Risti Mutiarasari O Hasbiansyah Omar, Natasha Margaretha Wiryawan Opan S Suartapradja Pardede, Legenda Samuel Permadi, Nida Fathi Putra, Harry Wiyono Putri, Andiani Aulia R, E Supriadi R. Az-Zahra S Rahmadiani, Riyanti Rahmah, Ulya Rahman, Naufal Raihan Fikri Rohmansyah Rakotonjanahary Joachim Audry Ramadhanti, Azahra Putri Rani Andriani Budi Kusumo Rayhan Ahmad Giffary Resa Ana Dina S Suhartini S, Tuhpawana P S, Tuhpawana P Sadeli, Agriani H Sara Ratna Qanti Septio, Achmad Serly Anjelia Shintiya Devi Siregar Sri Fatimah Sri Fatimah Sri Fatimah Sulistyodewi Nur Wiyono Supriyadi, E Sutisna Sutisna Syifa Herliani T, Lucyana T, Lucyana Tomy Perdana Trisna Insan Noor Tuhpawana P S Tuti Karyani Tuti Karyani Ulya Rahmah Ulya Rahmah Vanya Almeira Rizkika Wati, Fitriana Yayat Sukayat Yayat Sukayat Yosini D Yosini Deliana Yudhanto Dewo G Yusup, A. - Zainal Arifin Zein, Nufika Shilhan Zumi Saidah