Claim Missing Document
Check
Articles

PEMODELAN KLASIFIKASI TERUMBU BERBASIS GEOMORFOLOGI DAN PEMANFAATAN SUMBERDAYA IKAN KARANG Wikanti Asriningrum; Budy Wiryawan; Domu Simbolon; Iwan Gunawan
Buletin PSP Vol. 16 No. 3 (2007): Buletin PSP
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Coral reef is one of important economical value natural resources which is grow better in tropical region. Indonesia as a tropical country consists of 17.508 islands and 70% territory covered by sea, in which the shallow waters around the islands, is a place for coral reef to grow. Since the biophysical characteristic information of coral reef is essential for regional marine planning, this research aims to study the satellite remote sensing data processing for geomorphologic analysis of small islands, volcanic, coral, and atoll, and reef landform in order to arrange a geomorphology-based reef classification model. Domination, uniformity, and variety analysis of coral fish is conducted to find out the relationship between small island, reef and coral fish habitat. From remote sensing data processing model, multispectral fusion results obtained are 245 channel combinations for volcanic islands, 257 for coral islands, 237 for atoll islands, and 124 for coral reefs. Spectral enhancement is autoclip and spatial enhancement is high pass sharpen 2. Multispatial fusion enhances small island morphology but not enhances for coral reefs. Geomorphology-based reefs classification model divides reef into oceanic reef and shelf reef. More detailed classification for oceanic reef is divided into fringing reef, barrier reef, and atoll. While shelf reef used in the study area is lagoonal platform reef. This classification, combined with ecological-based coral reef classification, is used to identify life reef, dead reef, and sand in the certain reef landform.
ANALISIS UNIT PENANGKAPAN IKAN PILIHAN DI KABUPATEN LAMPUNG SELATAN Meizar Malanesia; John Haluan; Hartrisari Hardjomidjojo; Domu Simbolon
Buletin PSP Vol. 16 No. 3 (2007): Buletin PSP
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fisherie resources utilization in Residency of South Lampung as so far has faced on larger potency of fisheries capture while the management is not optimally done yet. This situation has indicated the low productivity of fishing units including the existing fleets as well as unsupported fishing gears facilities in traditional basis. In other hand, in general, the human resources are rare with low management capability. As consequence, technology transfer (adoption) to the lowest level fishermen is constrained. Fishermen slowly use existing technology and be more diversified in business activities. In addition, fishermen's access on capital loan is limited. This research conducted in marine region of South Lampung Residency. The required information is including potency of natural resources, human resources, institution, and available facilities. Data and information on fisheries will be prioritizing to analyze. The data analyses are including standardization of fishing unit, biological aspect analysis, environmental aspect, sustainability and financial feasibility. As we know, fishing units are technical unity in catchments efforts that usually consisted of the Fishermen, vessel and fishing gears. According to the analysis result on fisheries resources and selection on existing fishing units, the expected output should resolved specified for fisheries problems in the regency. In other hand, fishermen expected be to increase the production. Increasing on fisheries product will have significant impact on fisheries activities and fishermen's income. By improving the fishermen's income, the fishermen welfare will be improved.
HUBUNGAN SUHU PERMUKAAN LAUT DAN KLOROFIL-A TERHADAP HASIL TANGKAPAN IKAN CAKALANG (Katsuwonus pelamis, Linne) DI PERAIRAN BAGIAN TIMUR SULAWESI TENGGARA Muhammad Syahdan; M. Fedi A. Sondita; Agus Atmadipoera; Domu Simbolon
Buletin PSP Vol. 16 No. 2 (2007): Buletin PSP
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sea surface temperature (SST) and chlorophyll-a (chl-a) are the important oceanographic parameters determining the abundance and distribution of marine pelagic organism, include skipjack tuna. The aim of this research is to determine the relationship between SST and chl-a concentration with production of skipjack tuna off eastern coast of Southeast Sulawesi. Such relationship can be used to identify potential fishing ground of skipjack tuna.SST was derived by NOAA-AVHRR 16 and the data was collected from Lembaga Antariksa dan Penerbangan Nasional (LAPAN). Chl-a was derived from TERRA-MODIS satellite and the data were obtained from Colorado Center of Astrodynamics Research (CCAR) website. Skipjack tuna production data were obtained from direct observation and pole and line fishermen reports (log book) from March to June 2004.The lowest SST occured at March, while the highest at April and May 2004. The higher SST indicated a flow of water mass from nothern area to southern area. From March to May 2004, there was no significant change in chl-a concentration. In that period, the chl-a concentration was relative low and uniformly distributed but significant spatial variation was observed in June. The optimum observed SST for skipjack fishing in the studied area ranged from 25 to 26 °C and from 31,5 to 32,5 °C ; the optimum chl-a concentration ranged from 0,38 to 0,52 mg/m3. SST did not show strong influence on the catch of skipjack tuna ; the catch of skipjack tuna more influenced by chl-a concentration. The most productive fishing ground ; i.e. the potential fishing area off estern coast of Southeast Sulawesi are between Wawonii Island and Menui Island and eastern Umbele Island/northwestern Menui Island.
POLA IMPLEMENTASI CO-MANAGEMENT PERIKANAN TANGKAP DI PALABUHANRATU (Implementation Patterns of Capture Fisheries Co-Management in Palabuhanratu) Sutomo Sutomo; Ari Purbayanto; Domu Simbolon; Mustaruddin Mustaruddin
Buletin PSP Vol. 20 No. 1 (2012): Buletin PSP (Edisi Khusus)
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (177.499 KB)

Abstract

Co-management merupakan salah satu pendekatan pengelolaan sumberdaya perikanan yang memberi peran besar bagi partisipasi masyarakat dengan fasilitasi oleh pemerintah dan stakeholders lainnya dalam pengelolaan sumberdaya yang dimilikinya. Palabuhanratutermasuk kawasan pesisir yang telah banyak kegiatan/proyek melibatkan partisipasi masyarakat pemerintah, perguruan tinggi, LSM, dan swasta dalam pengembangan kegiatan perikanannya, dan saat ini menjadi kawasan minapolitan. Penelitian ini bertujuan merumuskan pola implementasi co-management dalam mendukung pengelolaan perikanantangkap di Palabuhanratu. Penelitian ini menggunakan metode Structural Equation Modelling (SEM). Beberapa komponen pengelolaan berinteraksi signifikan adalah (a) pengembangan sumberdaya manusia dan permodalan (P
PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI PENGELOLAAN SUMBERDAYA DAN LINGKUNGAN PERIKANAN TANGKAP DI KABUPATEN PADANG PARIAMAN, SUMATERA BARAT (Development of Management Information System of Capture Fishery Resources and Environment in Padang Pariaman Regency, WS) Mustaruddin Mustaruddin; Domu Simbolon; Kresna Handoyo
Buletin PSP Vol. 20 No. 2 (2012): Buletin PSP
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (988.499 KB)

Abstract

UU Nomor 45 tahun 2009 pasal 46 dan 47 menekankan perlunya pengembangan pusat data dan informasi perikanan yang mudah diakses untuk kepentingan pemanfaatan danperlindungan sumberdaya ikan dan lingkungannya, termasuk di Kabupaten Padang Pariaman. Penelitian ini bertujuan merancang sistem informasi pengelolaan sumberdaya dan lingkungan perikanan tangkap di Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat. Analisis penelitian ini menggunakan Software Microsoft Access, Microsoft Visual Basic 6, Adobe Photoshop CS,CorelDRAW X4 dan ArcView 3.3. Sistem informasi yang dihasilkan diberi nama SI-PSLP 1.0. SI-PSLP untuk Kabupaten Padang Pariaman ini mempunyai lima menu utama, yaitu menu sumberdaya ikan, menu lingkungan, menu sarana prasarana, menu sosial ekonomi, dan menu manajemen data. Menu sumberdaya ikan memuat informasi jenis ikan, taksonomi ikan, tingkah laku ikan, penyebaran ikan, produksi dan nilai produksi ikan, dan menu lingkungan memuat informasi kondisi lingkungan fisika (suhu, cahaya, arus, gelombang dan bathimetri), kimia (salinitas, pH, fosfat, nitrat, logam berat dan DO), biologi, dan ekosistem pantai. Menusarana prasarana memuat informasi alat penangkapan ikan, kapal perikanan, alat bantu penangkapan dan PPI, sedangkan menu sosial ekonomi memuat informasi nelayan,pemberdayaan nelayan dan kelompok nelayan. Setiap menu terkoneksi dengan menu yang lainnya yang dikendalikan oleh menu manajemen data. SI-PSLP ini memiliki fasilitas dalammelakukan manipulasi data (penambahan, penghapusan, dan pengubahan), dan mencetak keluarannya.Kata kunci: lingkungan, menu, sistem informasi, sumberdaya ikan
KOMODITI UNGGULAN PERIKANAN TANGKAP DI TELUK BANTEN (Leading Commodity of Capture Fisheries in Banten Bay) Dwi Ernaningsih; Domu Simbolon; Eko Sri Wiyono; Ari Purbayanto
Buletin PSP Vol. 20 No. 2 (2012): Buletin PSP
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (204.596 KB)

Abstract

Tekanan yang cukup besar di daerah pesisir Teluk Banten mengakibatkan kerusakan lingkungan, di antaranya adalah pencemaran perairan. Hal ini berakibat kepada penurunanhasil tangkapan nelayan. Pengembangan wilayah penangkapan sangat dibutuhkan untuk mengurangi tekanan penangkapan di wilayah pesisir. Pengembangan kawasan (wilayah) berbasis komoditas unggulan merupakan salah satu konsep pengembangan wilayah yang ada. Kawasan Teluk Banten dapat dikatakan kawasan yang memiliki daya saing. Penelitian ini bertujuan untuk (1) menghitung bionomi sumber daya ikan; (2) menentukan komoditas unggulan perikanan tangkap di Teluk Banten. Model bionomi Gordon-Schaefer digunakan untuk menganalisis bionomi sumber daya ikan, dan komoditi unggulan dianalisis dengan metode skoring, nilai Location Quotient (LQ) dan indeks spesialisasi (IS) untuk menentukan keunggulan komparatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak seluruh jenis ikan menguntungkan secara ekonomi. Kembung, cumi-cumi, teri, tongkol, dan lemuru, merupakan jenis ikan pelagis yang layak dikembangkan. Adapun dari kelompok ikan demersal adalahrajungan, kakap merah, udang, kuwe, bawal hitam, ekor kuning, dan beloso. Berdasarkan metode skoring diperoleh bahwa rajungan, teri, dan cumi-cumi merupakan ikan yang dapat diunggulkan, hal ini juga sesuai dengan hasil perhitungan nilai LQ yang ketiganya bernilai lebih dari satu. Nilai IS sebesar 0,42 menunjukkan tingkat spesialisasi komoditi unggulan rendah di kawasan Teluk Banten, berarti konsentrasi komoditi unggulan cukup merata di kawasan Teluk Banten.Kata kunci: bionomi, komoditi unggulan, perikanan tangkap
MOBILITAS DAN ALIH STATUS NELAYAN SKALA KECIL DI PROVINSI SULAWESI UTARA (Mobility and Status Exchange of Small Scale Fishermanin North Sulawesi Province) Victoria E. N. Manoppo; Domu Simbolon; Rudy C. Tarumingkeng; Victor P. H. Nikijuluw
Buletin PSP Vol. 20 No. 3 (2012): Buletin PSP
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

North Sulawesi’s fisherman still predominated by traditional fisherman with small scale industry. This condition can trigger traditional fisherman perform a mobilization to get result of which is more to place/other area, because arrest its own region have been predominated by big scale fishermen. With condition of fisherman as elaborated above, hence require to be studied systematic and comprehensive related to Mobility and status Exchange of Small Scale Fisherman in North Sulawesi Province. Target of Research are: (1) Identifying fisherman mobility status in North Sulawesi Province., (2) Mapping factors/component having an effect on to mobility work of fisherman. Mapping resulted from impact mobility work of fisherman. Time and place of this research is conducted during 6 months, namely January 2011 up to June 2011. Research conducted in Province Sulawesi North, and intake of primary data focused at coastal countryside. Intake of sample determined by some example of region having the effort fishery catch able to deputize entire population exist in research region. Intake of fisherman household example conducted by withdrawal of random example "clustery" and is high rise (multi-stages). Type and Source Data Pursuant to target of research to reach, hence data which collected in this research consist of two type, that is: primary data and of secondary data. Analyze data which used in this research are: (1)  Descriptive Qualitative Analysis; (2) Analysis of SEM. Fisherman in North Sulawesi Province do mobility either through geographical and or work, mentioned on the basis of some consideration. As for geographical transfer of arrest area location to neighbor countryside, while transfer of work is transfer of fisherman become the non fisherman. Result of analysis of SEM mapping factors/component having an effect on to mobility work fisherman and map resulted from impact is mobility work fisherman.  Key words: mobility, small-scale fishermen, status exchange, and SEM
ANALISIS PERBANDINGAN HASIL TANGKAPAN BUBU MODIFIKASI DAN BUBU KONVENSIONAL NELAYAN SIBOLGA Lucien Pahala Sitanggang; Fedi Alfiadi Sondita; Ari Purbayanto; Domu Simbolon
Buletin PSP Vol. 20 No. 3 (2012): Buletin PSP
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Saat ini perkembangan kegiatan penangkapan ikan demersal di Pantai Barat mulai terhambat dengan adanya pelarangan beroperasi oleh pemerintah setempat. Bubu kawat merupakan salah satu alat tangkap nelayan Sibolga yang digunakan untuk  menangkap ikan demersal atau ikan yang berhabitat di sekitar terumbu karang. Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi teknik pengoperasian bubu kawat Pantai Barat Sumatera, untuk menganalisis tingkat produktivitas bubu modifikasi dan bubu konvensional dalam pengembangan perikanan demersal dan mengukur kinerja teknis pengoperasian bubu kawatmodifikasi sebagai hasil dari perbaikan alat tangkap. Penelitian ini dilaksanakan di Pantai Barat Sumatera. Hasil dari penelitian ini  menunjukkan teknik pengoperasian bubu kawat masih memerlukan beberapa perbaikan khususnya dari proses pendaratan bubu di dalam air. Hasil tangkapan rata-rata ikan target dari bubu konvensional milik nelayan 57,66% lebih rendah dari hasil tangkapan rata-rata ikan target bubu modifikasi yakni sebesar 75,28%. Hal ini menunjukkan bahwa nelayan masih membutuhkan pengembangan dan perbaikan metodepengoperasian untuk keberlanjutan usaha bubu mereka.     Kata kunci: bubu, demersal, Sibolga 
SISTEM BAGI HASIL PADA USAHA PENANGKAPAN MADIDIHANG SKALA KECIL DI KABUPATEN SERAM BAGIAN BARAT Ruslan HS Tawari; Domu Simbolon; Ari Purbayanto; Am Azbas Taurusman
Buletin PSP Vol. 21 No. 2 (2013): Buletin PSP
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (485.441 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk 1) mengevaluasi sistem bagi hasil yang berlaku di Kabupaten Seram Bagian Barat berdasarkan aspek proporsional, berkeadilan, berkeuntungan, dan berkelanjutan; 2) mensimulasikan alternatif pola bagi hasil dengan mempertimbangkan kebutuhan minimum nelayan dan pemilik; serta 3) menentukan pola bagi hasil yang ideal bagi kedua belah pihak. Metode analisis yang digunakan adalah analisis profit, analisis upah minimum provinsi (UMP), analisis break event point (BEP), serta simulasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa: 1) pola bagi hasil yang berlaku di lokasi studi belum memenuhi aspek bagi hasil yang proporsional, berkeadilan, berkeuntungan dan berkelanjutan 2) pendapatan nelayan berdasarkan pola bagi hasil yang berlaku masih berada di bawah UMP ideal, 3 )sistem bagi hasil yang ideal adalah dengan pola 52:48, dimana pemilik mendapatkan bagian 52 persen dan nelayan memperoleh 48 persen dari hasil tangkapan bersih.
POLA PEMANFAATAN DAERAH PENANGKAPAN IKAN UNTUK MEREDUKSI KONFLIK PERIKANAN TANGKAP DI PERAIRAN UTARA ACEH Nanda Rizki Purnama; Domu Simbolon; Mustaruddin Mustaruddin
Jurnal Teknologi Perikanan dan Kelautan Vol 6 No 2 (2015): NOVEMBER 2015
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3504.827 KB) | DOI: 10.24319/jtpk.6.149-158

Abstract

Konflik perikanan tangkap di perairan Utara Aceh merupakan persoalan konflik yang sedang terjadi sejak tahun 2005 sampai 2015. Konflik perikanan tangkap secara umum terjadi akibat sumberdaya ikan yang semakin berkurang sehingga terjadi persaingan yang tidak sehat dalam memperebutkan sumberdaya pada daerah penangkapan ikan yang sama. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis faktor-faktor penyebab dan dampak konflik perikanan tangkap serta menentukan pola pemanfaatan daerah penangkapan ikan untuk mereduksi konflik. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah  metode deskriptif dan AHP (Analitycal Hierarchy Process). Hasil analisis menunjukan bahwa faktor-faktor penyebab konflik perikanan tangkapan di perairan Utara Aceh adalah penggunaan cahaya lampu pada purse seine, perebutan daerah penangkapan ikan, penggunaan bom ikan, penggunaan trawl, pemutusan rumpon, dan illegal fishing. Dampak yang dihasilkan dari konflik perikanan tangkap adalah tergganggunya habitat sumberdaya ikan, menurunnyan hasil tangkapan  dan pendapatan nelayan tradisional serta pertikaian antar  nelayan di daerah penangkapan ikan yang diperebutkan.  Pola pemanfaatan yang dapat dikembangkan adalah (1) memberi perhatian dominan terhadap aspek biologi/SDI dalam setiap tindakan pemanfaatan, (2) meminimalisir terjadinya pemutusan rumpon (konflik utama), (3) menerapkan strategi penggelolaan dengan urutan prioritas: mediasi, arbitrase, negosiasi dan ganti rugi.
Co-Authors Agung Nugraha Agus Atmadipoera Agustin Indrayanto Alberth Ch Nanlohy Alfa F.P Nelwan Alfi Sahri Remi Baruadi Am Azbas Taurusman Amiruddin Amiruddin Ari Purbayanto Arif Febrianto Asep Priatna Asep Priatna Azis, Ravy Nur Bambang Murdianto Bambang Murdiyanto Bambang Murdiyanto Bambang Murdiyanto Bawole, Dionisius Benediktus Jeujanan Bubun, Rita L. Budhi H. Iskandar Budhi H. Iskandar Budhi Hascaryo Iskandar Budi Wiryawan Budy Wiryawan Charles Bohlen Purba Charles Bohlen Purba D. Ernaningsih Dandi Rahmad Putra Daniel Monintja Daniel R Minintja Daniel R. Monintja Darmawan Delly Dominggas Paulina Matrutty Delly Dominggas Paulina Matrutty deni sarianto Didik Santoso Dwi Ernaningsih Dwi Putra Yuwandana Eko Sri Wiyono Emma Suri Yanti Siregar, Emma Suri Yanti Endratno Endratno Fardilah, Muhammad Fajar Fajri Febri, Suri Purnama Fedi Alfiadi Sondita Fis Purwangka Gogo Kamargo Handy Chandra Hanifa, Irfan Harahap, Antoni Harry Satriyanson Girsang Hartrisari Hardjomidjojo Hendro Wahyudi Hestirianoto, Totok Hidayani, Putri Azzahra Hutagalung, Revica Rosye Huwaida, Hanifah Indra Jaya Irfan Yulianto Iwan Gunawan Jacomina Tahapary Jacomina Tahapary John Haluan John Haluan Jonson Lumban Gaol Julia E. Astarini Julia Eka Astarini Khairul Amri Kresna Handoyo Lucien Pahala Sitanggang M. Fedi A. Sondita M. Fedi A. Sondita M. Fedi A. Sondita M. Fedi Sondita Made Mahendra Jaya Mario Limbong Meizar Malanesia Mohammad Imron Mohammad Khotib Muhamad RE Prayitno Muhammad Fedi Alfiadi Sondita Muhammad Syahdan Muklis Muklis Mulyono S. Baskoro Muslim Tadjuddah Mustaruddin Nanda Rizki Purnama Nur Atika Hasibuan Nurwijayanti Onesimus Dhyas Dwi Atmajaya Prasetiyo, Shidiq Lanang Prihatin Ika Wahyuningrum Putra, Demo Buana Rahmad, Adrul Rahmat Rizqi Raihan, M. Reza Retno Muninggar Ridwan Sala Rika Rizkawati Ririn Irnawati Ririn Irnawati Ririn Irnawati Robert Tambun Ronny I. Wahju Roza Yusfiandayani Rudy C. Tarumingkeng Ruslan Husen Saban Tawari Sabila, Fathiha Rizki Samsul Bahri Santausa, Imam Teguh Santausa, Teguh Silvanus Maxwel Simange Silvia Silvia Siti Istiqomah Sri Yulina Wulandari Sugeng H. Wisudo Sugeng Hari Wisodo Sulaeman Martasuganda Sulaeman Martasuganda Sulaeman Martasuganda Supartono Supartono Suro Hari Wisudo Sutomo Sutomo Sutomo Sutomo T. Ersti Yulika Sari Tarigan, Daniel Julianto Thomas Nugroho Tiara, Tiara Titien Sofiati Toharo, Kasab Tri Wiji Nurani Ully Wulandari, Ully Victor P. H. Nikijuluw Victoria E. N. Manoppo Vincentius P Siregar Violitta, Susanti Rahayu Wahdati, Fajriyah Cahyani Wazir Mawardi Weni Damayanti Wesley Simanungkalit Widya Angela Fajrin Wikanti Asriningrum Wisudo, Suro Hari Yopi Novita Yopi Novita Zulkarnain Zulkarnain Zulkarnain