Claim Missing Document
Check
Articles

PERBANDINGAN ANTARA MARINE ACOUSTIC REMOTE SENSING DAN SWEPT AREA TRAWL DALAM PENDUGAAN DENSITAS IKAN DEMERSAL DI PERAIRAN TARAKAN Simbolon, Domu; Priatna, Asep; Hestirianoto, Totok; Purbayanto, Ari
Jurnal Penginderaan Jauh dan Pengolahan Data Citra Digital Vol. 12 No. 2 (2015)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30536/inderaja.v12i2.3312

Abstract

The use of hydroacoustic surveys simultaneously with trawl swept area is expected to complement and increase the accuracy each other in estimation of the fish stock resources, especially demersal fish. Therefore, advantages and disadvantages of each method will be disclosed. The purpose of this study was to compare the density of demersal fish from detection of hydroacoustic surveys toward catches of bottom trawl, and to determine the factors that influence differences in fish density estimated of swept area and acoustic method. The study was conducted on May, August and November 2012 around Tarakan waters, North Borneo, using echo sounder Simrad EY60-120 kHz and bottom trawl simultaneously to measure density of demersal fish. Demersal fish density estimation of the two methods showed a highly significant difference. Difference in the estimation of fish density was affected by catchability, dead zone area of trawling, and fish behavior.
PERSEPSI NELAYAN TERHADAP RUMPON PORTABLE DI PELABUHAN PERIKANAN PANTAI LARANGAN, KABUPATEN TEGAL Yusfiandayani, Roza; Imron, Mohammad; Mawardi, Wazir; Baskoro, Mulyono S.; Simbolon, Domu; Prasetiyo, Shidiq Lanang; Raihan, M. Reza; Rahmad, Adrul; Azis, Ravy Nur; Wahdati, Fajriyah Cahyani
Jurnal Teknologi Perikanan dan Kelautan Vol 14 No 1 (2023): MEI 2023
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3013.593 KB) | DOI: 10.24319/jtpk.14.13-24

Abstract

Perairan Karang Jeruk merupakan kawasan konservasi ekosistem terumbu karang yang terletak di Dukuh Larangan (Desa Munjungagung, Kabupaten Tegal, di Provinsi Jawa Tengah) yang memiliki kekayaan sumber daya perikanan yang baik. Alat tangkap yang banyak terdapat di perairan Karang Jeruk adalah payang gemplo dan mini purse seine. Penggunaan teknologi rumpon portable diharapkan dapat menciptakan daerah penangkapan ikan dan mengantisipasi timbulnya degradasi daerah penangkapan ikan. Tujuan dari kegiatan ini adalah menganalisis persepsi nelayan terhadap penggunaan inovasi rumpon portable di perairan Karang Jeruk, Kabupaten Tegal. Penelitian ini menggunakan metode wawancara dan experimental fishing. Data persepsi nelayan dilakukan dengan cara wawancara menggunakan kuesioner kepada 50 nelayan payang gemplo dan mini purse seine, dengan penentuan responden secara accidental sampling. Seluruh nilai persepsi nelayan terhadap rumpon portable dikelompokkan menjadi 3 kategori, sebagian besar nelayan memiliki persepsi pada tingkat tinggi sebanyak 38 orang (76%), tingkat sedang sebanyak 11 orang (22%), dan tingkat rendah hanya 1 orang (2%). Penggunaan rumpon portable memiliki keunggulan diantaranya: produktivitas tangkapan yang banyak, jenis tangkapan beragam, dan komposisi ikan kategori layak tangkap yang banyak.
YELLOWFIN TUNA (Thunnus albacares) FISHERIES SUSTAINABILITY: A WEIGHT-LENGTH ANALYSIS IN THE WEST SUMATERA WATERS: KEBERLANJUTAN PERIKANAN TUNA SIRIP KUNING (Thunnus albacares): ANALISIS PANJANG BERAT DI PERAIRAN SUMATERA BARAT Siregar, Emma Suri Yanti; Simbolon, Domu; Wahju, Ronny Irawan; Yulianto, Irfan; Siregar, Vincentius P.
Jurnal Teknologi Perikanan dan Kelautan Vol. 16 No. 3 (2025): AUGUST 2025
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24319/jtpk.16.282-293

Abstract

Ikan tuna sirip kuning adalah komoditas perikanan bernilai tinggi dan sumber utama mata pencaharian nelayan di Sumatra Barat. Namun, intensifikasi penangkapan sering mengabaikan selektivitas alat tangkap, sehingga ikan belum layak tangkap turut tertangkap, mengganggu regenerasi populasi, menurunkan biomassa, dan meningkatkan risiko overfishing. Informasi ukuran layak tangkap penting untuk mendukung keberlanjutan perikanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui distribusi ukuran panjang ikan, pola pertumbuhan ikan dan menentukan tingkat kelayaktangkapan ikan tuna (Thunnus albacares). Data distribusi ikan, seperti panjang dan berat ikan dikumpulkan melalui pengukuran langsung terhadap hasil tangkapan nelayan. Distribusi ukuran dan berat ikan dianalisis secara deskriptif, sedangkan pola pertumbuhan ikan ditentukan menggunakan persamaan W=aLb. Jumlah ikan tuna yang berhasil diukur selama periode Juni - Agustus 2020 mencapai 398 ekor. Ikan yang paling dominan tertangkap berkisar antara 135-144 cm dengan berat 44-60 kg. Analisis distribusi ikan menghasilkan persamaan regresi y = 0,00005x2,7787, dengan nilai R² = 0,9575 dan nilai b = 2,4969. Nilai b yang lebih kecil dari 3 mengindikasikan pola pertumbuhan alometrik negatif, di mana pertumbuhan panjang ikan lebih dominan dibandingkan pertumbuhan beratnya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 81% ikan memenuhi kriteria layak tangkap, sedangkan 19% lainnya tergolong tidak layak tangkap. Penelitian ini memberikan kontribusi penting dalam mendukung pengelolaan perikanan tuna sirip kuning yang berkelanjutan berbasis ukuran layak tangkap.
Efek Rumah ikan terhadap kehadiran ikan karang Tahapary, Jacomina; Simbolon, Domu; Wiryawan, Budy
Jurnal Sumberdaya Akuatik Indopasifik Vol 8 No 1 (2024): Februari
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46252/jsai-fpik-unipa.2024.Vol.8.No.1.345

Abstract

The fish apartment is one of the concepts of artificial structures on the seabed where the design and construction are created to resemble the conditions of natural reefs. The fish apartment is designed with concrete material which is combined by utilizing waste pearl shells with the same construction but different in the application of the use of shells. This study was carried out for 6 months with 12 observations, which aimed to examine the treatment preferences of the fish apartment that have an impact on the presence of fish in the vicinity. The fish apartment is placed in two different locations to see the preference of the fish in the fish apartment. Data was collected using the visual census method to determine the effect of the fish apartment on the presence of fish using data analysis of variance (ANOVA) with the factorial randomized block design experimental method. The assessment of the effect of fish apartment on the presence of fish was carried out by treating the fish apartment construction itself, and other treatments that were also tested were sampling time, placement position, and repetition (groups). The types of fish observed in the fish apartment and its surroundings were 19 families on good coral reef locations, and 15 families on damaged coral reef locations. The number of fish observed was more in a fish apartment without pearl shells.
SISTEM BASIS DATA PRODUKSI IKAN BERBASIS SITUS WEB (WEBSITE) DI KABUPATEN SUKABUMI – JAWA BARAT Santausa, Imam Teguh; Mustaruddin; Simbolon, Domu; Santausa, Teguh
Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis Vol. 12 No. 2 (2020): Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis
Publisher : Department of Marine Science and Technology, Faculty of Fisheries and Marine Science, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jitkt.v12i2.30964

Abstract

Faktor pendorong terciptanya sistem basis data produksi ikan adalah lahirnya kebijakan yang diterbitkan Pemerintah, yaitu UU No. 45 tahun 2009 tentang Perikanan pasal 46 ayat 1 dan 2. Permasalahan yang ada di Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Sukabumi adalah tidak adanya sistem basis data produksi ikan berbasis situs web (website) yang mencakup Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI). Tujuan dari penelitian ini adalah menyusun sistem basis data produksi ikan berbasis situs web (website) di pelabuhan perikanan kelas D (PPI). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode pembuatan prototipe (prototyping). Keunggulan dari sistem basis data produksi ikan berbasis situs web (website) adalah kemampuan mengintegrasikan perhitungan dari produksi ikan per bulan, sehingga tidak perlu melakukan perhitungan atau memasukan (input) data produksi ikan per tahun. Berdasarkan hasil penelitian, sistem basis data produksi ikan berbasis situs web (website) mencakup empat Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) di Teluk Palabuhanratu, diantaranya PPI Cisolok, PPI Ciwaru, PPI Ujung Genteng, dan PPI Mina Jaya. Investor, nelayan, pengolah ikan, peneliti, dan masyarakat dapat mengakses data dan informasi produksi ikan di situs web (website) melalui menu produksi ikan per bulan, menu produksi ikan per tahun, menu produksi ikan selama beberapa tahun.
SEASONAL FISHING PATTERN OF MATURE NARROW-BARRED SPANISH MACKEREL (SCOMBEROMORUS COMMERSON) IN KEPULAUAN RIAU PROVINCE WATERS Fardilah, Muhammad Fajar Fajri; Sari, Tengku Ersti Yulika; Simbolon, Domu; Sondita, Muhammad Fedi Alfiadi; Putra, Demo Buana
Jurnal Penelitian Perikanan Laut (Albacore) Vol 9 No 4 (2025): Albacore
Publisher : Departemen PSP IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/core.9.4.%p

Abstract

Narrow-barred Spanish mackerel (Scomberomorus commerson) is one of the high-value commercial fish species exported from the Riau Archipelago. To meet export standards, this species must fulfill specific quality criteria to be considered suitable for export. This study aims to analyze the fishing season pattern and size structure of catchable Spanish mackerel (Scomberomorus commerson) in the waters of the Riau Archipelago. Data were collected through field surveys, direct observation of catches, and analysis of gillnet vessel logbook records from 2018 to 2022. Fishing productivity was calculated using catch per unit effort (CPUE), and the seasonal pattern was identified using the Simple Moving Average (SMA) method and monthly fishing season index (Mt,b). The results showed that the fishing season for Spanish mackerel occurs from January to May, with the peak season in February. The size structure analysis revealed that 87.6% of the sampled fish were larger than 61 cm, indicating that they had reached first maturity (catchable size). Nevertheless, a portion of smaller fish was still caught, highlighting the need for improved management of fishing gear and fishing grounds to support resource sustainability. These findings, once implemented, are expected to significantly improve the sustainability of Spanish mackerel populations, offering hope for the future of this species. These findings are expected to contribute to the implementation of precision fisheries management in Fisheries Management Area (FMA) 711. Key words: catchable size, catch per uni effort, fishing season pattern, precision fisheries, Spanish mackerel
Degradation of fishing grounds in North Waters of Banten Province, Indonesia Mario Limbong; Domu Simbolon; Ari Purbayanto; Roza Yusfiandayani; Khairul Amri
Depik Vol 12, No 3 (2023): DECEMBER 2023
Publisher : Faculty of Marine and Fisheries, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.13170/depik.12.3.34934

Abstract

The high level of fishing activity with small fishing vessels has resulted in relatively high utilization of marine space in coastal areas, manifesting changes in fishing grounds. Thus, this research aimed to analyze water quality, fishing intensity and to determine the level of degradation of fishing grounds in the northern waters of Banten Province. This research was conducted from June to August 2023 in the northern waters of Banten Province. Data collection was carried out using survey, remote sensing, and interview methods. Water quality data consisting of sea surface temperature, brightness, salinity, light attenuation coefficient, total suspended solids, and chlorophyll-a were analyzed descriptively. Eco-friendly capture fisheries data were taken directly from 120 fishermen and analyzed based on the CCRF criteria. Degradation status was determined by combining weight of water quality conditions and eco-friendly capture fisheries. Based on the research results, the northern waters of Banten Province is in good condition for biota life. Fishing equipment is dominated by eco-friendly fishing gear. Nevertheless, several parts of northern waters in Banten Province have experienced light degradation of fishing areas (18.28%) and the heavy degradation (7.71%). The use of marine space for capture fisheries in the northern waters of Banten Province is relatively high, around 50 units of fishing gear for 1 hectare of water.Keywords:EnvironmentFishing intensityFishing gearSpatial mappingWater quality
Co-Authors Agung Nugraha Agus Atmadipoera Agustin Indrayanto Alberth Ch Nanlohy Alfa F.P Nelwan Alfi Sahri Remi Baruadi Am Azbas Taurusman Amiruddin Amiruddin Ari Purbayanto Arif Febrianto Asep Priatna Asep Priatna Azis, Ravy Nur Bambang Murdianto Bambang Murdiyanto Bambang Murdiyanto Bambang Murdiyanto Bawole, Dionisius Benediktus Jeujanan Bubun, Rita L. Budhi H. Iskandar Budhi H. Iskandar Budhi Hascaryo Iskandar Budi Wiryawan Budy Wiryawan Charles Bohlen Purba Charles Bohlen Purba D. Ernaningsih Dandi Rahmad Putra Daniel Monintja Daniel R Minintja Daniel R. Monintja Darmawan Delly Dominggas Paulina Matrutty Delly Dominggas Paulina Matrutty deni sarianto Didik Santoso Dwi Ernaningsih Dwi Putra Yuwandana Eko Sri Wiyono Emma Suri Yanti Siregar, Emma Suri Yanti Endratno Endratno Fardilah, Muhammad Fajar Fajri Febri, Suri Purnama Fedi Alfiadi Sondita Fis Purwangka Gogo Kamargo Handy Chandra Hanifa, Irfan Harahap, Antoni Harry Satriyanson Girsang Hartrisari Hardjomidjojo Hendro Wahyudi Hestirianoto, Totok Hidayani, Putri Azzahra Hutagalung, Revica Rosye Huwaida, Hanifah Indra Jaya Irfan Yulianto Iwan Gunawan Jacomina Tahapary Jacomina Tahapary John Haluan John Haluan Jonson Lumban Gaol Julia E. Astarini Julia Eka Astarini Khairul Amri Khairul Amri Kresna Handoyo Lucien Pahala Sitanggang M. Fedi A. Sondita M. Fedi A. Sondita M. Fedi A. Sondita M. Fedi Sondita Made Mahendra Jaya Mario Limbong Meizar Malanesia Mohammad Imron Mohammad Khotib Muhamad RE Prayitno Muhammad Fedi Alfiadi Sondita Muhammad Syahdan Muklis Muklis Mulyono S. Baskoro Muslim Tadjuddah Mustaruddin Nanda Rizki Purnama Nur Atika Hasibuan Nurwijayanti Onesimus Dhyas Dwi Atmajaya Prasetiyo, Shidiq Lanang Prihatin Ika Wahyuningrum Putra, Demo Buana Rahmad, Adrul Rahmat Rizqi Raihan, M. Reza Retno Muninggar Ridwan Sala Rika Rizkawati Ririn Irnawati Ririn Irnawati Ririn Irnawati Robert Tambun Ronny I. Wahju Roza Yusfiandayani Rudy C. Tarumingkeng Ruslan Husen Saban Tawari Sabila, Fathiha Rizki Samsul Bahri Santausa, Imam Teguh Santausa, Teguh Silvanus Maxwel Simange Silvia Silvia Siti Istiqomah Sri Yulina Wulandari Sugeng H. Wisudo Sugeng Hari Wisodo Sulaeman Martasuganda Sulaeman Martasuganda Sulaeman Martasuganda Supartono Supartono Suro Hari Wisudo Sutomo Sutomo Sutomo Sutomo T. Ersti Yulika Sari Tarigan, Daniel Julianto Thomas Nugroho Tiara, Tiara Titien Sofiati Toharo, Kasab Tri Wiji Nurani Ully Wulandari, Ully Victor P. H. Nikijuluw Victoria E. N. Manoppo Vincentius P Siregar Violitta, Susanti Rahayu Wahdati, Fajriyah Cahyani Wazir Mawardi Weni Damayanti Wesley Simanungkalit Widya Angela Fajrin Wikanti Asriningrum Wisudo, Suro Hari Yopi Novita Yopi Novita Zulkarnain Zulkarnain Zulkarnain