Claim Missing Document
Check
Articles

PENGUATAN NILAI BUDAYA LOKAL MELALUI PELATIHAN TRADISI MAKKOBAR UNTUK MUDA-MUDI DI DESA SITARATOIT KECAMATAN ANGKOLA BARAT KABUPATEN TAPANULI SELATAN Gajah, Nurhamidah; Puansah, Irman; Syah Pulungan, Darman; Gajah, Rahmadi; Mahera, Wandi
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 10 (2023): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v6i10.3882-3887

Abstract

Tradisi Makkobar merupakan salah satu bentuk komunikasi lisan dalam budaya Batak Angkola yang berfungsi sebagai media penyampaian pesan moral, pendidikan karakter, dan penguatan nilai-nilai sosial. Namun, modernisasi dan pergeseran budaya menyebabkan tradisi ini mulai ditinggalkan, terutama oleh generasi muda. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses pelatihan tradisi Makkobar bagi muda-mudi Desa Sitaratoit serta mengidentifikasi efektivitasnya dalam memperkuat nilai budaya lokal. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif deskriptif melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan evaluasi pelatihan menggunakan lembar penilaian. Pelatihan dilaksanakan secara interaktif melalui metode demonstrasi, praktik langsung, dan diskusi kelompok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelatihan meningkatkan pemahaman peserta mengenai struktur Makkobar, makna simbolik, serta nilai moral yang terkandung di dalamnya. Evaluasi pre-test dan post-test menunjukkan peningkatan skor rata-rata sebesar 27 poin, menandakan adanya peningkatan signifikan pada aspek pengetahuan budaya, kemampuan bertutur, dan rasa percaya diri dalam mempraktikkan tradisi Makkobar. Pelatihan ini juga memperkuat kesadaran budaya, identitas lokal, serta memotivasi peserta untuk melestarikan tradisi sebagai bagian dari warisan leluhur. Temuan ini menunjukkan bahwa pelatihan tradisi Makkobar dapat menjadi strategi efektif dalam revitalisasi budaya lokal di tengah tantangan modernisasi
EDUKASI MANAJEMEN KEUANGAN RUMAH TANGGA BAGI IBU-IBU PKK KELURAHAN SIPIROK KABUPATEN TAPANULI SELATAN Parapat, Natalia; Rosyinah Hasibuan, Yenni; Puansah, Irman; Syah Pulungan, Darman; Idayanti, Rahma; Mutiara Ritonga, Khofifah
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 7 (2024): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v7i7.2817-2824

Abstract

Edukasi manajemen keuangan rumah tangga merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga, khususnya di daerah pedesaan yang rentan terhadap fluktuasi pendapatan seperti Kelurahan Sipirok, Kabupaten Tapanuli Selatan. Dengan tingkat kemiskinan mencapai 12,5%, ibu-ibu rumah tangga sebagai anggota PKK memerlukan keterampilan untuk mengelola pengeluaran, tabungan, dan utang secara efektif. Penelitian ini mengimplementasikan program edukasi partisipatif bagi 50 ibu-ibu PKK melalui pendekatan campuran kualitatif dan kuantitatif dalam kerangka pengabdian masyarakat. Metode penelitian meliputi survei pra-dan-pasca edukasi menggunakan kuesioner Likert skala 1-5, observasi partisipan selama tiga sesi workshop interaktif yang mencakup pengantar konsep, praktik anggaran, dan strategi tabungan, serta wawancara mendalam dengan 10 responden terpilih. Analisis data menggunakan statistik deskriptif dan uji t-paired untuk data kuantitatif, serta analisis tematik untuk data kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan dalam pengetahuan sebesar 75,1% dan perilaku sebesar 51,9%, dengan partisipasi tinggi selama workshop dan laporan positif dari wawancara mengenai penerapan praktis di rumah tangga. Temuan ini didukung oleh teori experiential learning Kolb (1984) dan andragogi Knowles (1980), serta sejalan dengan studi Marpaung et al. (2022) tentang pencatatan keuangan. Kesimpulan menekankan efektivitas program dalam membangun ketahanan ekonomi keluarga, dengan rekomendasi untuk pengulangan tahunan, integrasi dengan program pemerintah seperti PKH, dan perluasan ke daerah serupa. Penelitian ini berkontribusi pada penguatan peran perempuan dalam ekonomi lokal, mengurangi risiko kemiskinan, dan mendukung pembangunan berkelanjutan di daerah pedesaan Indonesia
PENINGKATAN KEMAMPUAN LITERASI DAN NUMERASI ANAK MELALUI KEGIATAN BELAJAR DI LUAR JAM SEKOLAH DI DESA PAGARAN GALA-GALA KECAMATAN PANYABUNGAN SELATAN KABUPATEN MANDAILING NATAL Puansah, Irman; Nurpaisah, Yola; Wahyuni, Dita; Wahyudi Gultom, Ahmad; Ramadhani, Lia
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 2 (2024): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v7i2.781-785

Abstract

Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan literasi dan numerasi anak-anak melalui kegiatan belajar di luar jam sekolah di Desa Pagaran Gala-gala, Kecamatan Panyabungan Selatan, Kabupaten Mandailing Natal. Kegiatan dilakukan melalui latihan membaca terstruktur, pembelajaran berhitung dasar, permainan edukatif, serta kegiatan pendampingan. Metode yang digunakan meliputi observasi, bimbingan belajar, serta evaluasi melalui tes formatif. Hasil pelaksanaan menunjukkan adanya peningkatan kemampuan membaca, pemahaman bacaan, serta keterampilan berhitung anak setelah mengikuti rangkaian kegiatan. Program ini berkontribusi bagi bidang pendidikan dengan memberikan bukti bahwa pembelajaran nonformal berbasis masyarakat dapat menjadi alternatif efektif dalam memperkuat kemampuan dasar anak-anak di wilayah pedesaan.
PELATIHAN PENGEMBANGAN USAHA SABLON PADA SAHABAT ALAM SUMATERA UTARA (SABA SUMUT) Pasaribu, Safran Efendi; Puansah, Irman; Ritonga, Soritua; Hadinata, Indra
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 10 (2022): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v5i10.3851-3855

Abstract

Pengabdian masyarakat yang akan dilaksanakan dengan melakukan Pelatihan Pengembangan Usaha Sablon Pada Sahabat Alam Sumatera Utara (SABA SUMUT) di Padangsidimpuan Tenggara. Hasil luaran yang akan dicapai adalah publikasi pada jurnal Martabe UM-Tapsel. Dalam pelaksanaan kegiatan dihaharapkan Mitra memahami pengembangan usaha sablon di lingkungan mereka, Mitra mengetahui teknik dan pembuatan sablon. Mitra mengetahui manajemen pengembangan usaha sablon, dan dapat melakukan inovasi terhadap produk-produk sablon yang dihasilkan. Kegiatan ini direncanakan dengan tahapan berupa : pertama menyiapkan peralatan dan berbagai bahan yang  dipergunakan pada tahap pelatihan dan juga memberikan materi yang akan dijelaskan kepada peserta pelatihan. Kedua melakukan pelatihan: dilakukan dengan praktek-praktek mengembangkan usaha sablon dengan langsung, melakukan pembinaan terhadap mitra dengan meneruskan program pelatihan sablon dan pengembangan usaha sablon, pendampingan dengan mengarahkan mitra membentuk sutau kelompok wira usaha dibidang sablon.
ENHANCING THE ROLE OF THE RUMAH DESA SEHAT AS A CONVERGENCE CENTER FOR ACCELERATING STUNTING MITIGATION IN MANDAILING NATAL REGENCY Puansah, Irman; Pulungan, Darman Syah; Saputra Harahap, Rahmat Haris; Baroroh, Riski
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 04 (2025): Volume 10 No. 04 Desember 2025 Build
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i04.37688

Abstract

The high prevalence of stunting in Mandailing Natal Regency, although showing a declining trend in recent years, remains above the national target and therefore requires accelerated efforts through a convergence-based approach at the village level. This study aims to analyze the effectiveness of the implementation of the Rumah Desa Sehat (RDS) as a convergence center for accelerating stunting mitigation, identify its supporting and inhibiting factors, and formulate strategies for strengthening the institutional capacity of RDS. This research employed a qualitative descriptive method with data collected through in-depth interviews, participatory observations, and document analysis involving local government officials, village governments, health workers, Kader Pembangunan Manusia (KPM), and posyandu cadres. Data analysis was conducted using the interactive model of Miles & Huberman, consisting of data condensation, data display, and conclusion drawing. The findings reveal that RDS functions as a multisectoral coordination platform, a center for nutrition education, and a space for integrating various health services such as integrated posyandu and child growth monitoring. However, its implementation has not yet been optimal due to limited budget allocation, low human resource capacity, weak institutional documentation, and limited community participation. This study concludes that strengthening RDS requires dedicated financial support, clear institutional regulations, continuous capacity-building for cadres, stronger integration with the puskesmas, and improved community nutrition literacy. Optimizing the role of RDS is crucial for accelerating the reduction of stunting and reinforcing village-based health governance.
Peningkatan Rumah Desa Sehat sebagai Pusat Konvergensi dalam Percepatan Penanganan Stunting di Kabupaten Mandailing Natal Irman Puansah; Darman Syah Pulungan; Rahmat Haris Saputra Harahap; Wina Sifa Hani Gultom
Khatulistiwa: Jurnal Pendidikan dan Sosial Humaniora Vol. 6 No. 1 (2026): Maret : Khatulistiwa: Jurnal Pendidikan dan Sosial Humaniora
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/khatulistiwa.v6i1.9361

Abstract

The high prevalence of stunting in Mandailing Natal Regency, despite showing a declining trend in recent years, is still above the national target, thus requiring acceleration efforts through a convergence approach at the village level. This study aims to analyze the effectiveness of the implementation of Healthy Village Houses (RDS) as a center for the convergence of stunting handling acceleration, identify supporting and inhibiting factors, and formulate strategies to strengthen the RDS institution. The research used a qualitative descriptive method with data collection techniques including in-depth interviews, participatory observation, and documentation studies involving local government, village government, health workers, Human Development Cadres (KPM), and posyandu cadres. Data analysis was performed using the Miles & Huberman interactive model through the stages of data condensation, data presentation, and drawing conclusions. The results show that RDS functions as a multisectoral coordination platform, a nutrition education center, as well as a space for integrating various health services such as integrated posyandu and child growth and development monitoring. However, its implementation has not been optimal due to limited budget allocation, low human resource capacity, weak institutional documentation, and low community participation. The study concludes that strengthening RDS requires specific budget support, clear institutional regulations, capacity building for cadres, more intensive integration with health centers, and improving community nutrition literacy. Optimizing RDS is crucial to accelerate the reduction of stunting rates and strengthen village-based health governance.
Pelaksanaan Otonomi Desa dalam Mewujudkan Pemberdayaan Aparatur Pemerintah Desa Tambiski Nauli, Kecamatan Naga Juang Kabupaten Mandailing Natal Puansah, Irman; Ritonga, Soritua
Jurnal Ilmiah Muqoddimah: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hummaniora Vol 4, No 1 (2020): Pebruari 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jim.v4i1.2020.44-54

Abstract

Abstrak Dengan otonomi desa saat ini, sesungguhnya mengarahkan agar desa-desa yang berada di seluruh Indonesia tidak lagi memiliki ketergantungan yang mutlak terhadap Pemerintah Pusat, Provinsi, Kabupaten dan juga Pemerintah Kota. Akan tetapai mampu menjalakan aktifitas pemerintahan dan pemberdayaan masyarakat secara mandiri. Untuk mewujudkan otonomi desa tersebut, sesungguhnya telah dibarengai dengan turunnya dana desa yang dikeluarkan dari APBN dengan besaran tergantung desa yang bersangkutan, yang pengelolaannya dibebaskan kepada pemerintah desa yang bersangkutan dengan aturan yang berlaku. Pelaksanaan otonomi desa sesungguhnya belum dapat dipahami secara baik oleh Kepala Desa, Aparatur Pemerintahan Desa dan Badan Permusyawaratan Desa. Dengan kata lain penyelenggara Pemerintahan Desa belum paham akan tugas dan fungsinya masing-masing, struktur organisasinya sesungguhnya telah jelas akan tetapi bagaimana aplikasi dari struktur tersebut tidak jalan. Adapun yang menjadi tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Bagaimana pelaksanaan otonomi desa dan untuk mengetahui Bagaimana pemberdayaan aparatur Pemerintah desa Kata Kunci : Otonomi Desa, Pemberdayaan Aparatur, Pemerintah Desa
The Role of Political and Servant Leadership on Public Transparency and Trust Puansah, Irman; Mahmudah, Siti; Sarmento, Amândio de Araújo; Permana, Fadhila Sidiq; Wirata, Gede
Jurnal Ilmiah Manajemen Kesatuan Vol. 14 No. 1 (2026): JIMKES Edisi January 2026
Publisher : LPPM Institut Bisnis dan Informatika Kesatuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37641/jimkes.v14i1.4672

Abstract

Transparency and public trust have become essential pillars for strengthening governmental legitimacy, particularly in democratic systems facing rising complexity and declining citizen confidence. This study aims to examine how the integration of political leadership and servant leadership can enhance institutional transparency and reinforce public trust. Using a qualitative literature study, the research analyzes scholarly articles, policy reports, and empirical studies published within the last decade. Data were collected through document analysis and evaluated using qualitative content analysis to identify thematic patterns related to leadership, transparency, and trust-building mechanisms. The findings indicate that servant leadership contributes significantly to ethical governance, open communication, and participatory decision-making, thereby promoting a transparency-oriented organizational culture. Meanwhile, political leadership provides the structural authority and policy direction necessary to institutionalize transparency through formal mechanisms such as open-government initiatives and public accountability systems. The integration of these two leadership approaches produces a synergistic effect: ethical values embedded in servant leadership are strengthened by the institutional power of political leadership, resulting in more consistent transparency practices and stronger public trust. This study offers strategic implications for public-sector leaders seeking to improve institutional legitimacy, accountability, and citizen engagement.
Spirituality Approach in Islamic Religious Education for Students: A Multidisciplinary Study Ningsih, Nikem Kurnia; Zakaria, Ahmad Masruhan; Subhan, Moh.; Sidiq, Umar; Puansah, Irman
Al-Hayat: Journal of Islamic Education Vol. 10 No. 1 (2026): Al-Hayat: Journal of Islamic Education
Publisher : LETIGES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35723/ajie.v10i1.295

Abstract

Every child, including those with disabilities, possesses spiritual and intellectual potential that can be nurtured through spirituality-based Islamic Religious Education (PAI) aligned with their individual dispositions. This study examines an integrative multidisciplinary approach to PAI for students with disabilities by connecting Islamic educational theology, inclusive education principles, and adaptive spiritual pedagogy. Employing a qualitative case study design at SLB Kemala Bhayangkari Trenggalek, data were collected through observations, interviews, and documentation, and analysed using the Miles and Huberman interactive model. The findings indicate that spirituality-based PAI learning, as perceived by teachers, extends beyond formal worship instruction to include the cultivation of character values such as honesty, responsibility, and tolerance, adjusted to students’ abilities and types of disabilities. Spiritual elements were systematically integrated into lesson plans (RPP) and Individual Learning Programs (PPI), while instructional materials were linked to values such as patience and gratitude. Teaching methods and media were adapted using lectures, visual materials, videos, and experiential activities to accommodate diverse learning needs. Teachers also reported challenges related to students’ varying emotional conditions, which were addressed through flexible and creative instructional strategies. This study contributes an integrative conceptual framework that positions spirituality as a mediating pedagogical construct linking Islamic theology, inclusive education, and adaptive multisensory practices, offering both theoretical and practical implications for the development of more humanistic and inclusive PAI learning models for students with disabilities.
PEMBINAAN PENGOLAHAN TUMBUHAN KENCUR (Kaemferia galanga L.) SEBAGAI KOMODITAS UTAMA BERWIRAUSAHA WARGA RANTING MUHAMMADIYAH SORKAM Uli Anto Hutagalung; Jalilah Azizah Lubis; Fatma Suryani Harahap; Irman Puansah; Mukti Simamora
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 1 (2023): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v6i1.319-325

Abstract

Tujuan dilaksanakan pembinaan diharapkan pendampingan mengarahkan warga Muhammadiyah Sorkam termotivasi berwirausaha dibidang pengolahan umbi kencur, yang dapat meningkatkan perekonomian warga Muhammadiyah. Menjadi kelompok kreatif dengan menjadikan tanaman khas hasil dari daerah sendiri sebagai objek berkeatifitas dalam memulai wirausaha kecil. Pengabdian ini dilaksanakan di gedung sekolah SMAN 1 Sorkam dan Madrasah Muhamadiyah Sorkam dilaksanakan secara protokol kesehatan. Pembinaan manajemen keuangan dan pelatihan pengolahan kencur pada warga Muhammadiyah Sorkam berlangsung 2 kali pertemuan dengan 2 hari pada jangka waktu berbeda, warga merespon kegiatan pelatihan yang berlanjut pada pemahaman pengembangan usaha rumah tangga. Dengan menggunakan kencur dalam bentuk produk dagangan homemade, warga diberikan pelatihan dengan teknik manajemen keuangan dalam berwirausaha, pengolahan kencur untuk produk dagang. Kemudian diberikan materi cara mengatur keuangan dan cara pengolahan makanan produk dagang berbahan dasar kencur, warga juga mengetahui teknik pengemasan dan pembuatan logo jual yang menarik. Pelaksanaan pelatihan diberikan praktek manajemen keuangan berwirausaha secara langsung, pembinaan warga dilanjutkan pelatihan pengolahan umbi kencur. Luaran pengabdian ini diharapkan warga Muhamaddiyah terkhusus ibu –ibu Aisiyah dan para putri Nasyiatul Aisiyah termotivasi berwirausaha tanaman khas kencur dari hasil alam daerah sendiri, dan dapat meningkatkan perekonomian warga tersebut. Membentuk UMKM baru yang cinta lingkungan dan dari alam didapatkan bahan dasar untuk berwirausaha.
Co-Authors Ahmad Wahyudi Gultom Ahmad Yamin Hasibuan Ali Sahbana Anggi Aulia Hutasuhut Anwar Sulaiman Nasution Aruan, Vernando Maruli Astiakurnia Putri, Ratih D Soedarwo, Vina Salviana Darmansyah Pulungan Dedy Suhendra Dita Wahyuni Effan Zulfiqar Fadhila Sidiq Permana Fatma Suryani Harahap Fauzi Siregar, Rahmat Fitranita, Vika Fitri Agustina Lubis Gajah, Rahmadi Gede Wirata Gultom, Ahmad Wahyudi Hadinata, Indra Harahap, Rahmat HarisSaputra Hasayangan, Angkasa Putra Hoirun Nisa Siregar Idayanti, Rahma Indra Hadinata Ismi Alwi Nasution Jalilah Azizah Lubis Khoiruddin Nasution Khoirudin Nasution Lia Ramadhani Mahera, Wandi Melisa Aulia Koto Moh. Subhan Muhammad Afif Muksana Pasaribu Mukti Simamora Muri Entia Melati Lubis Mutiara Lubis Mutiara Ritonga, Khofifah Nasution, Irwan Syah Nasution, Ismi Alwi Natalia Parapat Nikem Kurnia Ningsih Nikmah Sari Hasibuan Nurhamida Fitri Simatupang Nurhamidah Gajah Nurpaisah, Yola Oman Sukmana Parapat, Natalia Pratiwi, Puji Pulungan, Darmansyah Rahmat Haris Saputra Harahap Ramadhani, Lia Riski Baroroh Ritonga, Soritua Robinson robinson Rosyinah Hasibuan, Yenni Safran Efendi Pasaribu Sahbana, Ali Saputra Harahap, Rahmat Haris Sarmento, Amândio de Araújo Simatupang, Nuratika Siregar, Adek Kholijah Siregar, Yessi Siti Mahmudah Soritua Ritonga Soritua Ritonga Soritua Ritonga Sutan Siregar Syah Pulungan, Darman Telaumbanua, Anita Triputrajaya, Andi Ihsan Uli Anto hutagalung Umar Sidiq Wahyudi Gultom, Ahmad Wahyuni, Dita Wina Sifa Hani Gultom Yessi Siregar Yola Nurpaisah Zakaria, Ahmad Masruhan Zulfiqar, Effan