Claim Missing Document
Check
Articles

THE EFFECTIVENESS OF DEVELOPING SCIENCE E-MODULES BASED PROJECT-BASED LEARNING TO IMPROVE THE COMMUNICATION SKILLS OF GRADE 5th STUDENTS Asriani Asriani; Retno Triwoelandari; Hambari
Jurnal Cakrawala Pendas Vol. 9 No. 4 (2023)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jcp.v9i4.6502

Abstract

21st century teachers are required to be able to integrate information and communication technology (ICT) in the learning process. In addition, teachers must be able to equip students with skills needed in the 21st century, one of which is communication skills. Science as a subject studied since elementary school is related to communication skills.  Therefore, this study aims to develop a project-based learning science learning e-module to improve the communication skills of grade 5 elementary school/ MI students. In addition, this study is focused on knowing the development process, feasibility and effectiveness in improving students' communication skills. The development of the e-module is carried out using the Research and Development (R&D) 4D model and data collection was carried out through interviews, observations and questionnaires. Meanwhile, data analysis was carried out by measuring the validity of the e-module by material experts, linguists and media experts while to determine the effectiveness of normality, homogeneity and hypothesis tests of independent samples t-test.  Based on the overall feasibility test results, a score of 81.9% was obtained, which means that the e-modules that have been developed are very valid and suitable for use in science learning. In addition, the effectiveness test was carried out using the SPSS FOR Windows 26 application from posttest and pretest data in the control class and experimental class, obtained Sig. (2-Tailed) results of 0.001 or less than 0.05 which means there is a significant difference. Thus, it can be concluded that the project-based learning e-module of science learning is declared effective for improving students' communication skills. Keywords: Effectiveness, Development, E-module, Communication Skills. Guru abad 21 didituntut untuk mampu mengintegrasikan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) dalam proses pembelajaran. Selain itu, guru harus mampu membekali siswa dengan keterampilan yang dibutuhkan di abad 21, salah satunya keterampilan komunikasi. IPA sebagai mata pelajaran yang dipelajari sejak SD berkaitan dengan keterampilan komunikasi.  Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan e-modul pembelajaran IPA berbasis project based learning untuk meningkatkan keterampilan komunikasi siswa kelas 5 SD/MI. Selain itu, penelitian ini difokuskan untuk mengetahui proses pengembangan, kelayakan dan keefektifannya dalam meningkatkan keterampilan komunikasi siswa. Pengembangan e-modul dilakukan menggunakan metode Research and Development (R&D) model 4D dan pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi serta angket. Adapun, analisis data dilakukan dengan mengukur validitas e-modul oleh ahli materi, ahli bahasa dan ahli media sedangkan untuk mengetahui efektivitas dilakukan uji normalitas, homogenitas dan uji hipotesis independent samples t-test.  Berdasarkan hasil uji kelayakan secara keseluruhan diperoleh skor 81,9% yang berarti e-modul yang telah dikembangkan sangat valid dan layak digunakan dalam pembelajaran IPA. Selain itu, uji efektivitas dilakukan dengan menggunakan aplikasi SPSS FOR Windows 26 dari data posttest dan pretest di kelas kontrol dan kelas eksperimen, didapatkan hasil Sig.(2-Tailed) 0,001 atau kurang dari 0,05 yang berarti terdapat perbedaan yang signifikan. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa e-modul pembelajaran IPA berbasis project based learning dinyatakan efektif untuk meningkatkan keterampilan komunikasi siswa.
DEVELOPMENT OF PROJECT-BASED LEARNING SCIENCE E-MODULE TO IMPROVE COLLABORATION SKILLS OF ELEMENTARY SCHOOL STUDENTS Retno Triwoelandari; Ega Widya Handayani; Suyud Arif
Jurnal Cakrawala Pendas Vol. 9 No. 4 (2023)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jcp.v9i4.6611

Abstract

The need for 4C competencies in the era of Industrial Revolution 4.0 and Society 5.0 is driving this research. Indonesia's low ranking in the PISA science category, placing 71st out of 80 countries, emphasizes the urgency of this study. Education has introduced 21st-century learning to meet these demands. In the science learning process, effective collaboration skills are crucial and require teachers to use suitable learning models. However, there is a shortage of relevant teaching materials, especially at the basic education level, in this digital era. This research aims to develop an effective project-based learning e-module that enhances collaboration skills in fifth-grade students. The development method follows the 4D model by Thiagarajan, involving the Define, Design, Development, and Dissemination stages. The research uses interviews, questionnaires, and observations as instruments. The results validate the project-based learning e-module for science, with media expert validation at 87%, linguist validation at 79%, and material expert validation at 80%. Moreover, student responses to individual, small group, and large group tests were 88%, 80%, and 83%, respectively. Using the independent sample t-test in SPSS 26 for Windows, quantitative analysis demonstrates a significant average difference in final observation scores between the experimental and control groups, with a difference of 2.381. This outcome yields a two-tailed p-value of 0.000 from the respondents in both groups. In conclusion, the use of e-modules in learning effectively improves students' collaboration skills. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan akan kompetensi 4C yang penting di era revolusi industri 4.0 dan society 5.0. Rendahnya peringkat Indonesia pada hasil PISA kategori sains, berada di peringkat 71 dari 80 negara, menambah urgensi dari penelitian ini. Dalam upaya memenuhi tuntutan tersebut, pendidikan telah beradaptasi dengan memperkenalkan pembelajaran abad 21. Keterampilan kolaborasi yang baik diperlukan dalam proses penemuan pada pembelajaran IPA, hal ini menjadi tuntutan bagi para guru dalam menggunakan model pembelajaran yang dapat memenuhi kebutuhan tersebut. Namun, di era digital ini, terutama pada tingkat pendidikan dasar, masih terdapat kekurangan dalam ketersediaan bahan ajar yang sesuai dengan kebutuhan zaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan e-modul pembelajaran IPA berbasis project based learning yang meningkatkan keterampilan kolaborasi siswa kelas 5 SD secara efektif. Metode pengembangannya menggunakan model 4D dari Thiagarajan, yaitu Define, Design, Development, dan Dissemination. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara, angket, dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa e-modul pembelajaran IPA berbasis project based learning ini valid dengan hasil validasi ahli media sebesar 87%, validasi ahli bahasa 79%, dan validasi ahli materi 80%. Selain itu, respons siswa pada uji perorangan sebesar 88%, uji kelompok kecil 80%, dan uji kelompok besar 83%. Analisis kuantitatif dengan uji Independent Sample T-Test menggunakan SPSS 26 for Windows menunjukkan adanya perbedaan rata-rata hasil observasi akhir antara kelas eksperimen dan kelas kontrol sebesar 2,381. Hasil ini diperoleh dari responden kelas eksperimen dan kelas kontrol, dengan p-value sig (2-tailed) sebesar 0,000. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penggunaan e-modul dalam pembelajaran telah meningkatkan keterampilan kolaborasi siswa.
THE APPLICATION OF THE DISCOVERY LEARNING MODEL IN THE INDEPENDENT CURRICULUM TO STUDENTS' CRITICAL THINKING SKILL Dina Fauziyyah Qoyyimah Ajhari Hakim; Retno Triwoelandari; Ikhwan Hamdani
Auladuna: Jurnal Pendidikan Dasar Islam Vol 11 No 1 (2024): JUNE
Publisher : Department of Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Universitas Islam Negeri Alauddin Makass

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/auladuna.v11i1a10.2024

Abstract

Abstract This study aims to see the effect of applying discovery learning model in the Merdeka Curriculum on the critical thinking skills of grade 5 students in science subjects. This study uses a quantitative approach in the type of pre-experimental design in the form of a one-group pretest-posttest design. Data was collected using instruments in the form of pretests and posttests. This research was conducted at SD IT Baitussalam grade 5 in Tajurhalang District, Bogor Regency. The data obtained were analysed using paired sample t-test. The results of the study stated that there was an effect of the application of the independent curriculum discovery learning model on the critical reasoning of grade 5 students in science subjects. After the implementation of the independent curriculum, students' critical reasoning skills increased. The implication of this research confirms the importance of discovery learning as an effective learning model in improving students' critical thinking skills.
THE EFFECTIVENESS OF DEVELOPING SCIENCE E-MODULES BASED PROJECT-BASED LEARNING TO IMPROVE THE COMMUNICATION SKILLS OF GRADE 5th STUDENTS Asriani Asriani; Retno Triwoelandari; Hambari
Jurnal Cakrawala Pendas Vol. 9 No. 4 (2023)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jcp.v9i4.6502

Abstract

21st century teachers are required to be able to integrate information and communication technology (ICT) in the learning process. In addition, teachers must be able to equip students with skills needed in the 21st century, one of which is communication skills. Science as a subject studied since elementary school is related to communication skills.  Therefore, this study aims to develop a project-based learning science learning e-module to improve the communication skills of grade 5 elementary school/ MI students. In addition, this study is focused on knowing the development process, feasibility and effectiveness in improving students' communication skills. The development of the e-module is carried out using the Research and Development (R&D) 4D model and data collection was carried out through interviews, observations and questionnaires. Meanwhile, data analysis was carried out by measuring the validity of the e-module by material experts, linguists and media experts while to determine the effectiveness of normality, homogeneity and hypothesis tests of independent samples t-test.  Based on the overall feasibility test results, a score of 81.9% was obtained, which means that the e-modules that have been developed are very valid and suitable for use in science learning. In addition, the effectiveness test was carried out using the SPSS FOR Windows 26 application from posttest and pretest data in the control class and experimental class, obtained Sig. (2-Tailed) results of 0.001 or less than 0.05 which means there is a significant difference. Thus, it can be concluded that the project-based learning e-module of science learning is declared effective for improving students' communication skills. Keywords: Effectiveness, Development, E-module, Communication Skills. Guru abad 21 didituntut untuk mampu mengintegrasikan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) dalam proses pembelajaran. Selain itu, guru harus mampu membekali siswa dengan keterampilan yang dibutuhkan di abad 21, salah satunya keterampilan komunikasi. IPA sebagai mata pelajaran yang dipelajari sejak SD berkaitan dengan keterampilan komunikasi.  Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan e-modul pembelajaran IPA berbasis project based learning untuk meningkatkan keterampilan komunikasi siswa kelas 5 SD/MI. Selain itu, penelitian ini difokuskan untuk mengetahui proses pengembangan, kelayakan dan keefektifannya dalam meningkatkan keterampilan komunikasi siswa. Pengembangan e-modul dilakukan menggunakan metode Research and Development (R&D) model 4D dan pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi serta angket. Adapun, analisis data dilakukan dengan mengukur validitas e-modul oleh ahli materi, ahli bahasa dan ahli media sedangkan untuk mengetahui efektivitas dilakukan uji normalitas, homogenitas dan uji hipotesis independent samples t-test.  Berdasarkan hasil uji kelayakan secara keseluruhan diperoleh skor 81,9% yang berarti e-modul yang telah dikembangkan sangat valid dan layak digunakan dalam pembelajaran IPA. Selain itu, uji efektivitas dilakukan dengan menggunakan aplikasi SPSS FOR Windows 26 dari data posttest dan pretest di kelas kontrol dan kelas eksperimen, didapatkan hasil Sig.(2-Tailed) 0,001 atau kurang dari 0,05 yang berarti terdapat perbedaan yang signifikan. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa e-modul pembelajaran IPA berbasis project based learning dinyatakan efektif untuk meningkatkan keterampilan komunikasi siswa.
DEVELOPMENT OF PROJECT-BASED LEARNING SCIENCE E-MODULE TO IMPROVE COLLABORATION SKILLS OF ELEMENTARY SCHOOL STUDENTS Retno Triwoelandari; Ega Widya Handayani; Suyud Arif
Jurnal Cakrawala Pendas Vol. 9 No. 4 (2023)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jcp.v9i4.6611

Abstract

The need for 4C competencies in the era of Industrial Revolution 4.0 and Society 5.0 is driving this research. Indonesia's low ranking in the PISA science category, placing 71st out of 80 countries, emphasizes the urgency of this study. Education has introduced 21st-century learning to meet these demands. In the science learning process, effective collaboration skills are crucial and require teachers to use suitable learning models. However, there is a shortage of relevant teaching materials, especially at the basic education level, in this digital era. This research aims to develop an effective project-based learning e-module that enhances collaboration skills in fifth-grade students. The development method follows the 4D model by Thiagarajan, involving the Define, Design, Development, and Dissemination stages. The research uses interviews, questionnaires, and observations as instruments. The results validate the project-based learning e-module for science, with media expert validation at 87%, linguist validation at 79%, and material expert validation at 80%. Moreover, student responses to individual, small group, and large group tests were 88%, 80%, and 83%, respectively. Using the independent sample t-test in SPSS 26 for Windows, quantitative analysis demonstrates a significant average difference in final observation scores between the experimental and control groups, with a difference of 2.381. This outcome yields a two-tailed p-value of 0.000 from the respondents in both groups. In conclusion, the use of e-modules in learning effectively improves students' collaboration skills. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan akan kompetensi 4C yang penting di era revolusi industri 4.0 dan society 5.0. Rendahnya peringkat Indonesia pada hasil PISA kategori sains, berada di peringkat 71 dari 80 negara, menambah urgensi dari penelitian ini. Dalam upaya memenuhi tuntutan tersebut, pendidikan telah beradaptasi dengan memperkenalkan pembelajaran abad 21. Keterampilan kolaborasi yang baik diperlukan dalam proses penemuan pada pembelajaran IPA, hal ini menjadi tuntutan bagi para guru dalam menggunakan model pembelajaran yang dapat memenuhi kebutuhan tersebut. Namun, di era digital ini, terutama pada tingkat pendidikan dasar, masih terdapat kekurangan dalam ketersediaan bahan ajar yang sesuai dengan kebutuhan zaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan e-modul pembelajaran IPA berbasis project based learning yang meningkatkan keterampilan kolaborasi siswa kelas 5 SD secara efektif. Metode pengembangannya menggunakan model 4D dari Thiagarajan, yaitu Define, Design, Development, dan Dissemination. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara, angket, dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa e-modul pembelajaran IPA berbasis project based learning ini valid dengan hasil validasi ahli media sebesar 87%, validasi ahli bahasa 79%, dan validasi ahli materi 80%. Selain itu, respons siswa pada uji perorangan sebesar 88%, uji kelompok kecil 80%, dan uji kelompok besar 83%. Analisis kuantitatif dengan uji Independent Sample T-Test menggunakan SPSS 26 for Windows menunjukkan adanya perbedaan rata-rata hasil observasi akhir antara kelas eksperimen dan kelas kontrol sebesar 2,381. Hasil ini diperoleh dari responden kelas eksperimen dan kelas kontrol, dengan p-value sig (2-tailed) sebesar 0,000. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penggunaan e-modul dalam pembelajaran telah meningkatkan keterampilan kolaborasi siswa.
CRITICAL THINKING SKILLS OF GRADE 5 STUDENTS ON SCIENCE LESSONS IN THE INDEPENDENT CURRICULUM Sofwatul Qurbah Kholilah; Retno Triwoelandari; Sutisna Sutisna
Jurnal Cakrawala Pendas Vol. 10 No. 3 (2024)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jcp.v10i3.9423

Abstract

This research is motivated by the fact that in the 21st century, the learning process is no longer centered on educators (teacher-centered learning) but is centered on students (student-centered learning), learning consists of skills known as "The 4C Skills". Indonesia's low ranking in the PISA results designed by the OECD in 2018, was ranked 71st in the science category. Students' critical thinking abilities are needed in the learning process, especially in science learning in the independent curriculum, but each student has different essential thinking abilities. In the independent curriculum, the learning process is to meet the needs of the students, both in terms of planning learning and conditioning the classroom atmosphere and giving freedom to students to be active in learning. This research aims to determine the critical thinking abilities of grade 5 students in science lessons in the independent curriculum at SDI Al Azhar 27. The research method uses a combination research method with a concurrent triangulation design model. The instruments used in this research were tests, observations, and interviews. The results of the research show that students' critical thinking abilities before using the independent curriculum and students' critical thinking abilities after using the independent curriculum have increased. Quantitative analysis using the Paired Sample T-Test using SPSS 26 for Windows shows that the average value ranges from 85.00 to 90.90. Thus, it can be concluded that there is a significant increase in students' critical thinking abilities.
EFEKTIFITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM BERBASIS MULTIMEDIA DALAM MENINGKATKAN KREATIVITAS SISWA SMP NEGERI 14 KOTA BOGOR Rusmianing Fatharani; Retno Triwoelandari
Journal Fascho in Education Conference-Proceedings Vol. 1 No. 1 (2020): SEMNASLIT STKIP MUHAMMADIYAH BOGOR 2020
Publisher : STKIP Muhammadiyah Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh asumsi dan pandangan umum yang menyatakan bahwa pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) secara mayoritas dianggap membosankan bagi siswa sekolah menengah pertama (SMP) sehingga menurunkan kreativitas pada diri siswa. Untuk mengantisipasi hal tersebut, penggunaan teknologi multimedia dalam meningkatkan kreativitas siswa harus dimaksimalkan. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah Bagaimana keefektifitasan pembelajaran PAI berbasis multimedia di SMP Negeri 14? Bagaimanakah penggunaan multimedia dalam pembelajaran PAI di kelas? Apakah pembelajaran PAI berbasis multimedia dapat meningkatkan kreativitas siswa?. Pendekatan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas. Lokasi penelitian terletak di SMP Negeri 14 Kota Bogor. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara, tes, dan dokumentasi. Dalam penelitian ini penentuan jumlah sampel diambil dari kelas 8 di SMP Negeri 14 kota Bogor, sedangkan teknik pengambilan sampel menggunakan sample representatif. Teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik analisis deskriptif dan data. Hasil olah data penelitian menunjukkan kesimpulan: Terdapat peningkatan kreativitas siswa dengan memaksimalkan penggunaan teknologi multimedia dalam setiap pembelajaran pendidikan agama Islam ditandai dengan perolehan observasi kreativitas siswa dan nilai pendidikan Agama Islam di SMP Negeri 14 Kota Bogor.
PENGARUH METODE INSERSI PADA PEMBELAJARAN ILMU PENGETAHUAN ALAM (IPA) TERHADAP KARAKTER RELIGIUS SISWA KELAS 5 SD AL AZHAR SYIFA BUDI CIBINONG Yatini; Retno Triwoelandari
Akrab Juara : Jurnal Ilmu-ilmu Sosial Vol. 9 No. 4 (2024): November
Publisher : Yayasan Azam Kemajuan Rantau Anak Bengkalis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan karakter religius yang dimiliki siswa pada kelas yang sudah menerapkan metode Insersi dengan kelas yang tidak menerapkan metode Insersi pada pembelajaran IPA kelas V di SD Al-Azhar Syifa Budi Cibinong Bogor. Sampel dalam penelitian ini adalah dua kelas; kelas kontrol dan kelas ekperimen masing-masing 48 siswa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adlah metode eksperimen kuasi. Pengumpulan data menggunakan pretest dan posttest. Data-data tersebut dianalisis melalui Uji t dengan Paired Samples Test dan uji t Independent Samples Test.
Strategi Guru Bimbingan dan Konseling Dalam Mengatasi Perilaku Bullying di SMAIT Al-Madinah : Guidance and Counseling Teachers' Strategies in Overcoming Bullying Behavior at SMAIT Al-Madinah Fachry Rizky Maulana; Retno Triwoelandari; Ikhwan Hamdani
CONS-IEDU: Jurnal Program Studi Bimbingan Dan Konseling Islam Vol 5 No 1 (2025): CONS IEDU
Publisher : Program Studi Bimbingan Konseling Islam, Fakultas Tarbiyah Dan Ilmu Keguruan, Institut Ummul Quro Al-Islami Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51192/cons.v5i1.1215

Abstract

Basically, education plays an important role in shaping student behavior. In fact, the current condition of education is very worrying for all parties, both in the school environment and in daily life outside of school, problems often arise in relationships. Violence committed by students at school is bullying. Guidance and counseling are currently very much needed, especially in the world of education, because they function to deal with problems faced by students, one of which is bullying behavior. This research was conducted to find out 1) To find out the forms of bullying that occur at SMAIT AL-Madinah. 2) To find out the strategies of Guidance and Counseling teachers in dealing with bullying behavior that occurs at SMAIT Al-Madinah. 3) To find out the obstacles for Guidance and Counseling teachers in dealing with bullying behavior in class XI SMAIT Al-Madinah students. The research method used in this research is descriptive qualitative. This is because researchers want to know the strategies of guidance and counseling teachers in dealing with bullying behavior at SMAIT Al-Madinah. Researchers collect data directly from the field through observation, interviews and documentation. The analysis technique uses data reduction analysis, data presentation and conclusions. Based on the results of this research, it can be concluded as follows 1). The forms of bullying that occur at SMAIT Al-Madinah are verbal bullying, physical bullying and cyberbullying. This bullying behavior has a bad impact on both the victim and the perpetrator. The impact that occurs on victims of bullying is anxiety, fear and a feeling of wanting revenge. Meanwhile, the impact that occurs on bullies is that they think they are greater and cooler. 2). Guidance and counseling teachers' strategies for dealing with bullying behavior include implementing guidance and counseling services, collaborating with other parties and implementing a point system that applies to students.
Model Pendidikan Karakter di Pesantren Modern Perspektif KH. Imam Zarkasyi Syarifah Gustiawati Mukri; Retno Triwoelandari; Noor Isna Alfaein; Nazwa Aulia
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 4 No. 1: Desember 2024
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v4i1.7106

Abstract

Pendidikan karakter dalam sistem Pendidikan di Indonesia masih menjadi topik pembahasan yang serius dalam konsep dan implementasi di Lembaga Pendidikan. Pemikiran KH. Imam Zarkasyi sebagai salah satu pendiri pondok pesantren Gontor, memiliki pengaruh yang besar dalam pembentukan, penanaman dan implementasi serta evaluasi dalam pengembangan potensi peserta didik baik secara akademik dan ketrampilan praktis dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini mengkaji tentang model Pendidikan karakter di pesantren modern, sebagai acuan dalam Pendidikan di Lembaga Pendidikan formal. Penelitian ini juga membahas tentang nilai-nilai pendidikan pembentuk karakter santri modern serta strategi pendekatan pendidikan karakter yang dilaksanakan di pesantren modern. Kajian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif, data primer dan sekunder diperoleh dari hasil pengamatan jurnal dan literatur yang terkait yang kemudian dianalisis secara kualitatif. Hasil kajian ini menyimpulkan bahwa model pendidikan karakter di pesantren modern mencerminkan integrasi nilai-nilai agama dan prinsip-prinsip Pendidikan karakter yang holistik dari aspek spiritual, intelektual, emosional dan sosial. Nilai-nilai esensi pembentuk karakter santri tersebut dikembangkan bersumber dari falsafah hidup pondok modern yaitu panca jiwa dan motto pondok. Sehingga, karakter santri dapat berkembang seiring proses pembelajaran, lalu menciptakan kultur pesantren, melalui kegiatan kokurikuler dan ektrakulikuler.
Co-Authors Abrista Devi Ahmad Mulyadi Kosim Ahmad Sobari Ahmad Sururi Akmal Ferdiansyah Alfaien, Noor Isna Alfiyah Fathekhahsari Amalia Hasanah Andini Rahmawati Annisa Nur Faujiah Asriani Asriani Ayu Mandasari Bayu Rizki Amali Dewi Anggrayni Dina Fauziyyah Qoyyimah Ajhari Hakim Dita Hildayatni Dwi Gusti Ayu Ega Widya Handayani Erni Ermawati Fachry Rizky Maulana Fahmi Irfani Fajar Royan Safarullah Fakhri Muhammad Fenti Nurjanah H. Kholil Nawawi Halimah Tussakdiah Hambari, Hambari Hanif Aruni Hilman Hakiem Ibdalsyah Ibdalsyah Ikhwan Hamdani Ilma Siti Anisa Intan Rahma Utami Irfan Supriatna Irma hanifa Irma Yunita Irpan Hakim Ivan Wirayumar Kafa Sakinah Kamalludin Khaerun Nisa Khaidir Fadil Kholil Nawawi L. Latifah LATIFAH M. Kholil Nawawi M. Kholil Nawawi Maemunah Sa’diyah Mapinda Puspasari Maryati Maryati Muhammad Fahri Muhammad Faishal Hidayat Muhammad Zufar Nada Khoerunnisa Nazwa Aulia Nazwa Aulia Noerlita Sari Noor Isna Alfaein Noor Isna Alfaein Nurcahyanie, Yunia Nurul Luthfiani Pamungkas Oking Setia Priyatna Putri Rahayu Pertiwi Putri Ria Angelina Rahayu, Wanti Rahmatsyah Rahmatsyah Redha Mawaddah Rifki Wardatul Janah Rita Oktaviani Rita Wulansari Rusmianing Fatharani SANTI LISNAWATI Siti Mariyam Siti Mayyuthi'i Ristiani Siti Nurmala Siti Rosada Siti Sofia Nurlatifah Sofwatul Qurbah Kholilah Sri Nurul Milla Suhendra Suhendra Sutisna Sutisna Suyud Arif Suyud Arif Suyud, Suyud Syaiful Syaiful Syarifah Gustiawati Mukri Tedo Harischandra G Tohir Solehudin Wanti Rahayu Yatini yatini yatini Yono Yono Yuliyanti Rahma Putri Zahara Aulia Rahmah Zahid Mubarok