Claim Missing Document
Check
Articles

Strengthening Independent Character Through P5 at State Senior High School Jefri; Marzuki
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 11 No 5 (2025): May
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v11i5.11008

Abstract

This study aims to analyze the impact of the implementation of the Pancasila Student Profile Strengthening Project (P5) on the development of independent character among students at SMA Negeri 1 Tanjung Palas Utara. Employing a qualitative case study design, data were collected through observation, interviews, and document analysis. Thematic analysis was used to interpret the data. The findings indicate that P5 enhances students’ independence, as shown by their increased initiative in completing tasks, improved time management, and willingness to take on leadership roles in school projects. Teachers observed that students became more proactive and less dependent on instructions. However, challenges emerged, such as students’ initial reluctance to act independently due to past teacher-centered habits and limited access to learning materials. Strategies to overcome these issues included structured mentoring, peer collaboration, and the integration of digital tools. The study concludes that P5 provides an effective framework for fostering self-reliance and resilience, contributing to the holistic development of students in alignment with Pancasila values.
Upaya Guru Pendidikan Pancasila dalam Penguatan Karakter Nasionalisme melalui Lagu Nasional Annisa Herlina Agustin; Marzuki
Didaktika: Jurnal Kependidikan Vol. 14 No. 4 Nopember (2025): Didaktika Jurnal Kependidikan
Publisher : South Sulawesi Education Development (SSED)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58230/27454312.3151

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi upaya Guru Pendidikan Pancasila dalam memperkuat karakter nasionalisme melalui media lagu nasional. Tedapat fenomena melemahnya karakter nasionalisme di SMA Negeri 1 Pedes Kabupaten Karawang akibat dari era globalisasi yang ditandai dengan maraknya konten-konten lagu modern seperti lagu barat dan lagu K-Pop di ruang digital. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif dengan mekanisme mengumpulkan data secara mendalam, melalui wawancara, observasi dan dokumentasi dengan siswa dan guru sebagai informan, serta analisis terhadap penerapan kurikulum dalam Pendidikan Pancasila. Hasil dari penelitian membuktikan bahwa strategi guru dalam upaya penguatan karakter nasionalisme siswa menggunakan lagu nasional sebagai media pembelajaran dengan cara pembiasaan atau habituasi yang diintegrasikan melalui berbagai kegiatan sekolah dapat meningkatkan pemahaman siswa tentang makna lagu nasional, tetapi juga dapat memupuk semangat nasionalisme dalam diri siswa. Upaya guru meliputi perancangan pembelajaran berbasis nilai, kolaborasi dengan guru seni dan pembina ekstrakurikuler serta rutinitas melantunkan lagu nasional dalam pembelajaran Pendidikan Pancasila serta menganalisis nilai-nilai yang terkandung dalam lagu nasional. Penelitian ini mengungkapkan bahwa lagu nasional berfungsi sebagai simbol kenegaraan, sekaligus sebagai media efektif dalam menguatkan karakter nasionalisme siswa di era globalisasi.
Implikasi Pendidikan Pancasila Terhadap Upaya Pencegahan Kasus Bunuh Diri Remaja Martini; Marzuki
Jurnal Riset Sosial Humaniora dan Pendidikan Vol. 5 No. 1 (2026): Maret: Jurnal Riset Sosial Humaniora, dan Pendidikan (Soshumdik)
Publisher : LPPM Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56444/soshumdik.v5i1.3244

Abstract

The phenomenon of adolescent suicide is a significant and increasing mental health problem in various countries, including Indonesia, influenced by complex social, psychological, and economic pressures. This study aims to analyze the relevance of Pancasila Education in efforts to prevent adolescent suicide cases. The method used is a literature review by analyzing and synthesizing national and international scientific articles published from 2021 to 2025. This study is not yet applied; it only aims to build a theoretical construct regarding the contribution of Pancasila values ​​to adolescent mental health. The results of the study indicate that Pancasila values, namely the values ​​of divinity, humanity, unity, deliberation, and social justice, can build spirituality, empathy, social bonds, communication skills, and a sense of justice in adolescents. The implementation of these values ​​in the character learning process can foster mental resilience, social awareness, and life expectancy, thus Pancasila Education has relevance as a preventive strategy in supporting the prevention of suicide cases in adolescents.
The role of parents and society in value education and civic education Ravita Mega Saputri; Marzuki Marzuki
Jurnal Civics: Media Kajian Kewarganegaraan Vol 18, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jc.v18i2.38871

Abstract

The role of people and society is very important in children's growth, because with the education provided by parents and the community to instill value education and civic education. This paper is a qualitative research using literature review method, the data is then analyzed and studied inductively. The results of this study indicate that the role of people as first educators in the family environment has an influence on children's personality development and supports children's education. Meanwhile, the role of the community in value education and civic education is its role as the organizer and implementation of quality education in everyday life in society. However, an obstacle is an obstacle in instilling value education and citizenship education both in the family or community environment that does not support the formation of a value. The efforts of parents and society in instilling value education and civic education properly for children by realizing a culture of mutual cooperation, not littering, and reprimanding children for taking bad actions.
Internalisasi Etika Demokrasi Digital Berbasis Kearifan Lokal Bima dalam Penguatan Nasionalisme dan Persatuan Siswa Madrasah Munawir Hadi; Marzuki Marzuki; Muhammad Dodi Alfiansyah
De Cive : Jurnal Penelitian Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol. 5 No. 5 (2025): Volume 5 Nomor 5 Tahun 2025
Publisher : Actual Insight

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56393/decive.v5i5.4306

Abstract

Ruang digital memperluas partisipasi siswa madrasah, tetapi juga memperbesar paparan hoaks, ujaran kebencian, dan polarisasi identitas. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan kecenderungan etika demokrasi digital berbasis kearifan lokal Bima dalam penguatan nasionalisme dan persatuan siswa MTsN 4 Bima. Penelitian menggunakan survei deskriptif kuantitatif terhadap 100 siswa melalui angket Likert 29 butir. Data dianalisis dengan persentase, rerata, kategori kecenderungan, dan reliabilitas Cronbach’s Alpha. Hasil menunjukkan reliabilitas keseluruhan 0,941; rerata etika demokrasi digital 4,45, nasionalisme 4,53, dan persatuan 4,46, semuanya sangat tinggi. Namun, skor tinggi dibaca secara kritis karena instrumen self report berpotensi mengandung bias kepatutan sosial dan belum membuktikan perilaku digital aktual. Temuan terendah terdapat pada ketahanan terhadap ujaran kebencian, penolakan konten pemecah belah, dan pengutamaan kepentingan bersama. Nilai Maja Labo Dahu, Nggahi Rawi Pahu, dan Tahompara Ndai Sura Dou Labo Dana dapat menjadi filter etis untuk menautkan literasi kritis, kesantunan digital, nasionalisme, dan persatuan dalam pembelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan.
Penguatan Nilai Pancasila melalui Pendidikan Kewarganegaraan: Sinergi Keluarga dan Masyarakat di Era Digital Titis Bintang Sugiarti; Marzuki Marzuki
De Cive : Jurnal Penelitian Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol. 5 No. 6 (2025): Volume 5 Nomor 6 Tahun 2025
Publisher : Actual Insight

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56393/decive.v5i6.4324

Abstract

Penelitian ini mengkaji pentingnya keterlibatan keluarga dan masyarakat dalam mendukung pendidikan karakter berbasis Pancasila di era digital. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan desain integratif, kolaboratif, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi. Subjek penelitian terdiri atas 15 informan, meliputi siswa SMP, orang tua atau wali, serta tokoh masyarakat dari dua sekolah di Yogyakarta. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan triangulasi dokumen, kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keluarga berperan sebagai agen utama dalam menanamkan nilai-nilai Pancasila melalui keteladanan, pembiasaan positif, serta pengawasan penggunaan teknologi digital. Anak cenderung lebih mudah meniru perilaku nyata orang tua dibandingkan hanya menerima nasihat verbal. Selain itu, masyarakat menjadi ruang aktualisasi nilai melalui kegiatan sosial seperti gotong royong, toleransi, dan kepedulian sosial. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penguatan karakter Pancasila memerlukan sinergi keluarga, masyarakat, dan sekolah guna membentuk generasi muda yang berintegritas, berwawasan kebangsaan, adaptif terhadap perkembangan zaman, dan berakhlak mulia.
Literasi Digital Masyarakat Perkotaan Untuk Memerangi Hoaks dan Disinformasi Sebagai Penguat Karakter Kewarganegaraan Wahyu Wahyu; Marzuki Marzuki
De Cive : Jurnal Penelitian Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol. 5 No. 7 (2025): Volume 5 Nomor 7 Tahun 2025
Publisher : Actual Insight

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56393/decive.v5i7.4352

Abstract

Kemajuan pesat teknologi informasi pada era digital telah menghadirkan ancaman nyata dalam bentuk hoaks dan disinformasi yang merusak tatanan kehidupan masyarakat di wilayah perkotaan. Kajian ini bertujuan menginvestigasi kontribusi literasi digital dalam membentengi karakter warga di tengah derasnya gelombang hoaks dan disinformasi, dengan mengambil lokasi penelitian di Kecamatan Gondokusuman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Metodologi yang diterapkan adalah pendekatan fenomenologis kualitatif, dengan menghimpun data melalui wawancara semi-terstruktur mendalam, pengamatan partisipatif, dan telaah dokumen terhadap tujuh informan yang ditentukan secara purposif, mencakup warga biasa, pemimpin komunitas digital, aktivis media sosial, serta praktisi pendidikan. Temuan penelitian mengungkap: (1) kapasitas literasi digital warga Gondokusuman tergolong pada level menengah; (2) persebaran hoaks dan disinformasi memberikan dampak yang substansial terhadap degradasi nilai-nilai kewarganegaraan; (3) literasi digital terbukti berkontribusi positif dalam membangun ketahanan karakter kewarganegaraan. Model PLDK mengejawantahkan nilai-nilai kearifan lokal melalui tiga komponen pokok, yaitu gotong royong digital sebagai pijakan kolaborasi verifikasi informasi, musyawarah komunitas sebagai wahana penyelesaian konflik disinformasi, serta pranata sosial lokal sebagai jalur distribusi literasi kritis kepada khalayak luas. Rekomendasi penelitian mencakup perlunya mengintegrasikan Model PLDK ke dalam kurikulum PKn dan memperkuat ekosistem informasi yang bertumpu pada semangat gotong royong digital.
Problem-Based Flipped Learning and Students’ Moral Judgment: The Mediating Role of Moral Sensitivity in Civic Education Selly Rahmawati; Marzuki Marzuki; Victor Novianto; Sharifah Zannierah Syed Marzuki
Journal of Educational Science and Technology (EST) Volume 12 Number 1 April 2026
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/est.v12i1.85364

Abstract

Moral reasoning has become an increasingly important issue in higher education due to the growing complexity of ethical dilemmas in digital society. However, Civic Education instruction in higher education remains predominantly normative and content-oriented, with limited emphasis on reflective moral reasoning and ethical decision-making. Previous flipped learning studies have primarily focused on academic achievement, engagement, and critical thinking, while limited empirical research has examined the integration of Problem-Based Flipped Learning (PBFL) with moral development constructs, particularly Moral Sensitivity and Moral Judgment, within a structural mediation framework. Therefore, this study aimed to examine the structural relationships among PBFL, Moral Sensitivity, and Moral Judgment in Civic Education learning. This study employed a quantitative cross-sectional survey design with construct validation and structural modeling. The study involved 330 students enrolled in Civic Education courses in the Primary School Teacher Education Program. Moral Judgment was measured using contextual moral dilemma instruments developed from Kohlberg’s moral development theory and Rest’s Neo-Kohlbergian framework. Data were analyzed using covariance-based Structural Equation Modeling (CB-SEM) with jamovi version 2.6.44. The results demonstrated that PBFL had significant positive effects on Moral Sensitivity and Moral Judgment. Moral Sensitivity also significantly influenced Moral Judgment and partially mediated the relationship between PBFL and Moral Judgment. The structural model demonstrated satisfactory validity, reliability, and model fit indices. These findings indicate that PBFL effectively enhances students’ moral awareness, reflective reasoning, and ethical decision-making through authentic problem analysis, collaborative inquiry, and reflective deliberation. This study contributes theoretically by extending flipped learning research into the domain of moral development through the integration of flipped learning, Problem-Based Learning, and moral development theory within a mediation model. Practically, PBFL offers an innovative pedagogical approach for strengthening reflective and morally responsible citizenship in Civic Education learning.
Studi Kasus Internalisasi Pancasila Melalui Program Garuda Hijau Untuk Meningkatkan Kesadaran Lingkungan Berbasis Tujuan Pembangunan Berkelanjutan Venny Rika; Marzuki Marzuki; Yayuk Hidayah
De Cive : Jurnal Penelitian Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol. 5 No. 10 (2025): Volume 5 Nomor 10 Tahun 2025
Publisher : Actual Insight

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56393/decive.v5i10.4318

Abstract

Krisis lingkungan global saat ini menuntut penguatan karakter peduli lingkungan melalui pembelajaran di sekolah, namun integrasi ideologi nasional dengan isu keberlanjutan seringkali hanya berhenti pada tataran teoretis. Penelitian ini hadir untuk mengisi celah tersebut dengan mengeksplorasi implementasi praktis nilai Pancasila melalui Program Garuda Hijau di SMP NationalHigh Jakarta School yang sejalan dengan tujuan SDGs, khususnya poin 9,12,13,15 dan 17. Metode yang dipergunakan pendekatan mixed methods dengan desain studi kasus, melalui observasi, wawancara, dokumentasi, serta kuesioner pre-test dan post-test pada 40 siswa kelas 9 dalam jangka waktu 1 semester (6 bulan). Hasil menunjukkan bahwa rata-rata skor pre-test sebesar M = 3.17 (SD = 0.55) meningkat dari hasil post-test M = 4.24 (SD = 0.52) dengan selisih ΔM = 1.07, yang setara dengan peningkatan dari 70% menjadi 88%. Uji paired sample t-test menunjukkan perbedaan yang signifikan, t(39) ≈ 9.85, p < .001, sehingga program terbukti efektif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program GARUDA Hijau berhasil menginternalisasikan nilai Pancasila dari teori menjadi aksi nyata melalui enam kegiatan utama: Gema Plastik, Audit Deteksi, Reforestasi, Upcycling Art, Digital Kampanye dan Aksi Kompos.
Internalisasi Pendidikan Khas Kejogjaan dalam Pembelajaran Pendidikan Pancasila untuk Membentuk Karakter Jalma Kang Utama Khoiriyaningsih khoiriyaningsih; Marzuki Marzuki; Annisa Istiqomah
De Cive : Jurnal Penelitian Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol. 5 No. 11 (2025): Volume 5 Nomor 11 Tahun 2025
Publisher : Actual Insight

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56393/decive.v5i11.4509

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi Pendidikan Khas Kejogjaan (PKJ) sebagai sarana internalisasi nilai-nilai lokal dalam pembelajaran Pendidikan Pancasila untuk membentuk karakter Jalma Kang Utama. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif yang didukung data kuantitatif. Data dikumpulkan melalui wawancara dengan kepala sekolah/wakil kepala sekolah bidang kurikulum, guru Pendidikan Pancasila, dan 20 murid, penyebaran angket kepada 63 murid, observasi pembelajaran, serta analisis dokumentasi perangkat ajar dan hasil presentasi peserta didik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai unggah-ungguh, andhap asor, ngajeni, gotong royong, tanggung jawab, dan hamemayu hayuning bawana terinternalisasi melalui kebijakan sekolah, budaya 5S, dialog budaya, pemanfaatan media digital, diskusi, presentasi, refleksi, dan asesmen sikap. Temuan utama penelitian ini menegaskan bahwa PKJ tidak hanya berfungsi sebagai program pelestarian budaya, tetapi juga sebagai strategi pedagogis dalam Pendidikan Pancasila yang mengintegrasikan pendidikan nilai, pendidikan karakter, dan civic disposition. Dengan demikian, Jalma Kang Utama menjadi representasi lokal warga negara yang santun, bertanggung jawab, dan berkeadaban, serta relevan untuk memperkuat pembentukan karakter peserta didik pada era digital.