Claim Missing Document
Check
Articles

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Siklus Menstruasi pada Remaja Putri di SLTP Negeri 1 Kalumpang: Factors Affecting the Mentrual Cycle in Adolescent Women at the SLTP Negeri 1 Kalumpang Tia Russy Yana Septiani; Novita Dewi Iswandi; Noval Noval; Laurensia Yunita
Jurnal Surya Medika (JSM) Vol. 12 No. 1 (2026): Jurnal Surya Medika (JSM)
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/jsm.v12i1.12808

Abstract

Menstruasi adalah proses fisiologis yang terjadi sebagai respons terhadap perubahan hormonal dalam tubuh, dan biasanya di mulai pada usia remaja. Tujuan penelitian ini yaitu menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi siklus menstruasi pada remaja putri di SLTP Negeri 1 Kalumpang. Metode : Jenis penelitian ini analitik dengan desain cross sectional. Sampel sebanyak 41 orang menggunakan teknik sampling yaitu total sampling. Hasil: Mayoritas responden memiliki siklus menstruasi yang tidak normal yaitu (58,5%) dan yang memiliki siklus menstruasi normal sebanyak (41,5%). Mayoritas responden memiliki status gizi kategori baik sebanyak (43,9%), status gizi dengan kategori kurus sebanyak (39%), status gizi dengan kategori gemuk sebanyak (17,1%). Kebanyakan responden memiliki tingkat stres dengan kategori normal sebanyak (51,5%), tingkat stres dengan kategori ringan sebanyak (4,9%), tingkat stres dengan kategori sedang sebanyak (19,5%), tingkat stres dengan kategori parah sebanyak (17,1%), tingkat stres dengan kategori sangat parah sebanyak (7,3%). Mayoritas responden memiliki pola tidur dengan kategori buruk sebesar (51,2%) dan dengan kategori baik berjumlah (48,8%). Hasil uji statistik status gizi nilai p <0,001, tingkat stres nilai p 0,003 dan pola tidur nilai p 0,028. Kesimpulan: Ada hubungan antara status gizi, tingkat stres dan pola tidur dengan siklus mentruasi pada remaja putri, sehingga diharapkan untuk memperhatikan status gizi, tingkat stress dan pola tidur agar siklus menstruasi normal.
Hubungan Pengetahuan Tenaga Kesehatan Terhadap Pengelolaan Vaksin Di Puskesmas Tampang Tumbang Anjir Widia Rahayu Fitriani; Noval Noval; Risyda Komaliya; Tuti Alawiyah
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 4 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i4.1086

Abstract

Latar Belakang: Pengelolaan vaksin yang baik merupakan faktor penting dalam keberhasilan program imunisasi karena berpengaruh langsung terhadap mutu, keamanan, dan efektivitas vaksin. Vaksin merupakan produk biologis yang sensitif terhadap perubahan suhu sehingga memerlukan penerapan sistem rantai dingin (cold chain) yang sesuai standar. Puskesmas sebagai fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama memiliki peran strategis dalam proses penerimaan, penyimpanan, pemeliharaan sarana cold chain, serta pendistribusian vaksin. Pengetahuan tenaga kesehatan menjadi salah satu faktor penentu keberhasilan pengelolaan vaksin. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan tenaga kesehatan serta menganalisis hubungan pengetahuan dengan pengelolaan vaksin di Puskesmas Tampang Tumbang Anjir, Kabupaten Gunung Mas, Kalimantan Tengah. Metode: Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian sebanyak 38 tenaga kesehatan yang terlibat dalam pengelolaan vaksin, diambil dengan metode total sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner yang menilai pengetahuan dan praktik pengelolaan vaksin meliputi penerimaan, penyimpanan, pemeliharaan sarana cold chain, dan distribusi vaksin. Analisis data dilakukan secara deskriptif dan menggunakan uji korelasi Pearson Product Moment. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang kuat dan positif antara tingkat pengetahuan dengan pengelolaan vaksin di Puskesmas Tampang Tumbang Anjir. Nilai korelasi Spearman berada pada rentang 0,676–0,707, yang menandakan bahwa semakin baik pengetahuan responden, semakin baik pula pengelolaan penerimaan, penyimpanan, pemeliharaan sarana cold chain, dan distribusi vaksin. Kesimpulan: Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat hubungan yang bermakna antara pengetahuan tenaga kesehatan dan pengelolaan vaksin. Peningkatan kompetensi melalui pelatihan dan supervisi berkelanjutan perlu dilakukan untuk mengoptimalkan pengelolaan vaksin di Puskesmas.
Efektivitas Pemberian Amlodipine melalui Sublingual dan Via Oral dalam Menurunkan Hipertensi Novita Sari; Muhammad Riduansyah; Noval Noval
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol. 8 No. 1 (2026): Februari 2026, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v8i1.1497

Abstract

Hipertensi merupakan kondisi serius yang dapat menyebabkan komplikasi seperti stroke, gagal jantung, dan kerusakan ginjal apabila tidak dikendalikan dengan baik. Salah satu tantangan dalam penanganan hipertensi adalah sulitnya mencapai kontrol tekanan darah yang optimal, terutama akibat ketidak patuhan dalam pengobatan, stres akut, konsumsi alkohol berlebih, atau adanya penyakit penyerta. Pemberian obat antihipertensi yang tepat, disesuaikan dengan karakteritik pasien, sangat penting mencegah komplikasi tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas pemberian amlodipine melalui sublingual dan via oral dalam menurunkan hipertensi di puskesmas pekauman. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain “Quasi pre experiment Nonequivalen kontrol group desain’’ Jumlah sampel sebanyak 54 orang hipertensi yang dipilih secara purposive. Data dikumpulkan menggunakan lembar cheklis  dan dianalisis menggunakan uji Mann-Whitney Test. Penelitian menunjukkan adanya penurunan signifikan tingkat hipertensi setelah diberikan intervensi dengan nilai p = 0,001 (p < 0,05). Pemberian amlodipine melalui sublingual dan oral terbukti efektif dalam menurunkan tekanan darah pada pasien hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Pekauman.
Pengaruh Musik Relaksasi Terhadap Penurunan Kecemasan Ibu Hamil Trimester III Menjelang Persalinan Di PMB Siti Saidah Mentari Leha; Yayuk Puji Lestari; Noval Noval; Meldawati Meldawati
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.1186

Abstract

Latar Belakang: Kecemasan pada ibu hamil trimester III menjelang persalinan merupakan masalah psikologis umum yang dapat memengaruhi kondisi fisik, psikologis, dan proses persalinan. Terapi musik relaksasi merupakan metode nonfarmakologis efektif untuk menurunkan kecemasan melalui stimulasi fisiologis dan psikologis. Tujuan: Mengetahui pengaruh musik relaksasi terhadap penurunan tingkat kecemasan ibu hamil trimester III di PMB Siti Saidah, Kota Banjarmasin. Metode: Penelitian quasi-eksperimen dengan desain pretest-posttest tanpa kelompok kontrol. Sampel 21 ibu hamil trimester III dipilih secara purposive sampling. Intervensi musik relaksasi diberikan 20–30 menit per sesi, dan tingkat kecemasan diukur sebelum dan sesudah intervensi menggunakan skala standar. Analisis data menggunakan uji t berpasangan. Hasil: Sebelum intervensi, tingkat kecemasan: 22,5% ringan, 30% sedang, 27,5% berat, dan 20% sangat berat. Setelah musik relaksasi, 52,4% ringan, 33,3% sedang, 14,3% berat, dan 0% sangat berat. Rata-rata skor kecemasan menurun dari 25,4 ± 6,2 menjadi 16,8 ± 4,5, dengan penurunan signifikan (p < 0,001). Kesimpulan: Musik relaksasi terbukti menurunkan kecemasan ibu hamil trimester III menjelang persalinan. Penurunan skor rata-rata sebesar 8,6 poin menunjukkan intervensi signifikan secara klinis. Terapi ini aman, mudah diterapkan, ekonomis, dan dapat menjadi alternatif nonfarmakologis bagi bidan dan tenaga kesehatan.
Formulasi dan Evaluasi Permen Gummy Ekstra Daun Kelor (Moringa Oleifera) Sebagai Pencegahan Stunting: Formulasi and Evaluation of Moringa Leaf Extrack Gummy Candy (Moringa Oleifera) as Stunting Prevention Nadia Oktavia Winda; Noval Noval; Ali Rakhman Hakim; Seria Budi
Jurnal Surya Medika (JSM) Vol. 11 No. 3 (2025): Jurnal Surya Medika (JSM)
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/jsm.v11i3.11937

Abstract

Indonesia menghadapi masalah gizi serius, ditandai dengan kasus stunting. Stunting mengakibatkan dampak buruk seperti penurunan kekebalan tubuh, rendahnya produktivitas serta kualitas Pendidikan. Salah satu upaya pencegahan stunting adalah perbaikan gizi melalui konsumsi daun kelor (Moringa oleifera) yang kaya nutrisi. Namun, konsumsi daun kelor kurang disukai anak-anak karena rasa dan tampilannya. Oleh karena itu, diperlukan pengembangan sediaan yang menarik, seperti perman gummy. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahuai formulasi sediaan permen gummy ekstrak daun kelor (Moringa oleifera) yang optimal dan mengetahui pengaruh kombinasi variasi konsetrasi gelatin dan karagenan sediaan permen gummy ekstrak daun kelor (Moringa oleifera). Penelitian ini dilakukan menggunakan desain eksperimental dengan rancangan penelitian quasi eksperimental dengan one-group posttest-only. Hasil Formulasi permen gummy dengan variasi gelatin dan karagenan menghasilkan formulasi optimal pada F3 dengan gelatin 467 mg dan karagenan 67 mg, yang disukai berdasarkan uji hedonik dan memenuhi kriterian keseragaman bobot, pH, serta kekenyalan. Analisis menggunakan Simplex Lattice Design (SLD) menunjukkan bahwa karagenan lebih berpengaruh pada peningkatan pH, sedangkan gelatin meningkatkan kekenyalan permen gummy. Hasil formulasi yang paling baik berdasarkan evaluasi organoleptik, keseragaman bobot dan evaluasi hedonik dengan menggunakan metode Simplex Lattice Design (SLD) adalah formulasi 3. Kombinasi gelatin dan karagenan memiliki pengaruh terhadap evaluasi pH dan kekenyalan. Dan tidak memiliki pengaruh pada evaluasi organoleptik, keseragaman bobot, dan hedonik
Pengaruh Budaya Akseptor KB terhadap Penggunaan KB IUD di Wilayah Kerja Puskesmas Paringin Tahun 2022 Mahmudah Mahmudah; Istiqamah Istiqamah; Noval Noval; Ika Friscila
Jurnal Rumpun Ilmu Kesehatan Vol. 3 No. 3 (2023): November: Jurnal Rumpun Ilmu Kesehatan
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jrik.v3i3.2585

Abstract

. IUDs are one of the most effective and safe long-acting contraceptives, but the use of this method of contraception is still very low. The purpose of the study was to determine the influence of birth control acceptor culture on the use of IU birth control. The research method is a quantitative analytical survey with a cross sectional approach. The population is all family planning acceptors who visited the Paringin City Health Center, Balangan Regency, South Kalimantan from September to November 2022, totaling 111 people with an accidental sampling technique of 53 respondents. Chi square data analysis technique. The results showed that the majority used contraception as much as 32 (60.4%), good knowledge as much as 24 (45.3%), positive attitude as much as 26 (49.1%), positive confidence as much as 32 (60.4%), positive value as much as 35 (66%). There is an influence of attitude (pvalue 0.033), trust (pvalue 0.000) and value on IUD birth control use with value (pvalue 0.000). There was no effect of birth control acceptor knowledge on IUD KB Use (pvalue 0.379). The implication of the research results is that health workers through stakeholders can provide education or information about contraception.