Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh Pola Asuh Orang Tua terhadap Pemberian Makanan Gizi Seimbang pada Anak Usia 4-6 Tahun Syamsiah Iskandar; Erhamwilda; Arif Hakim
Bandung Conference Series: Early Childhood Teacher Education Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Early Childhood Teacher Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (202.395 KB) | DOI: 10.29313/bcsecte.v2i2.4418

Abstract

Abstract. Parenting patterns are parenting practices applied by parents in meeting the physical and non-physical needs of children. The provision of balanced nutrition is a way for parents to provide food to their children by taking into account the nutritional needs of children, which are processed in various ways according to the nutritional needs of children. The purpose of this research is to find out how much parenting style is about giving balanced nutrition to children.The research conducted is ex post facto quantitative research, the subject of this research is the parents of children aged 4-6 years in the city of Bandung as many as 98 parents. data collection techniques through questionnaires. The data analysis technique uses simple regression analysis where to see whether or not there is an effect using the t test. The results showed that there was an influence of parenting patterns on the provision of balanced nutrition to children by 28.1%. Abstrak. Pola asuh orangtua adalah praktik-praktik pengasuhan yang diterapkan oleh orang tua dalam memenuhi kebutuhan fisik maupun non fisik anak. pemberian makanan gizi seimbang merupakan cara orangtua memberikan makanan kepada anak dengan memperhatikan kebutuhan nutrisi anak, yang diolah dengan bervariasi sesuai dengan kebutuhan gizi anak. tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar pola asuh orangtua terhadap pemberian makanan gizi seimbang pada anak. Penelitian yang dilakukan adalah penelitian kuantitatif ex post facto, subjek penelitian ini adalah orangtua dari anak usia 4-6 tahun di kota bandung sebanyak 98 orangtua. teknik pengumpulan data melalui kuesioner. Teknik analisis data menggunakan analisis regresi sederhana dimana untuk melihat ada atau tidaknya pengaruh menggunakan uji t. Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh yang lemah pola asuh orangtua terhadap pemberian makanan gizi seimbang pada anak sebesar 28.1%.
Meningkatkan Perkembangan Sosial-Emosional Anak Usia 4-5 Tahun melalui Program Bercerita di Kober Riyadlul Ulum Nila Nur sinta; Erhamwilda; Nurul Afrianti
Bandung Conference Series: Early Childhood Teacher Education Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Early Childhood Teacher Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (48.212 KB) | DOI: 10.29313/bcsecte.v2i2.4486

Abstract

Abstract. The social-emotional abilities studied were putting on and untying their own shoelaces, willing to part with their mother without crying, daring to ask and answering questions, tidying up toys after use, being able to complete their own tasks, telling their own tasks, throwing garbage in its place, listening. stories and opinions of friends, able to help and help friends who are in trouble, greet friends and invite to play, able to queue, willing to cooperate with other friends, and persuade friends who are crying. This type of research is classroom action research developed by Kurt Lewin. The subjects of this study were 9 children of Group A Kober Riyadlul Ulum Banjaran. The method of data collection is through observation and documentation. The data analysis technique used was descriptive analysis. The results showed that social-emotional abilities can be improved through storytelling activities. The results of the observations can be seen from the increasing social-emotional abilities of children in each cycle. During the pre-cycle, it shows that there are still many children who are not able to be independent, have not been able to believe in themselves, have not been able to interact with other friends. After improvements were made in Cycle I, the results showed an increase in the child's ability to begin to develop in showing independence, and interacting with other friends. Then in Cycle II, the results showed that more and more children were self-confident and began to be independent and play with other friends. And in Cycle III, it shows that many children are able to be confident, be independent, and interact with other friends. Abstrak. Kemampuan sosial-emosional yang diteliti yaitu memasang dan membuka tali sepatu sendiri, mau berpisah dengan ibu tanpa menangis, berani bertanya dan menjawab pertanyan, merapikan mainan setelah selesai digunakan, mampu menyelesaikan tugas sendiri, menceritakan tugas yang dibuat sendiri, membuang sampah pada tempatnya, mendengarkan cerita dan pendapat temannya, mampu menolong dan membantu teman yang sedang kesusahan, menyapa teman dan mengajak bermain, mampu mengantri, mau bekerjasama dengan teman lain, dan membujuk temannya yang sedang menangis. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang dikembangkan oleh Kurt Lewin. Subjek penelitian ini adalah 9 anak Kelompok A Kober Riyadlul Ulum Banjaran. Metode pengumpulan data melalui pengamatan /observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan secra analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukan bahwa kemampuan sosial-emosional dapat ditingkatkan melalui kegiatan bercerita. Hasil observasi dapat dilihat dari meningkatnya kemampuan sosial-emosi anak pada setiap siklusnya. Pada saat pra siklus menunjukan bahwa masih banyak anak yang belum mampu mandiri, belum mampu percaya diri, belum mampu berinteraksi dengan teman lainnya. Setelah dilakukan perbaikan pada Siklus I menunjukkan hasil mulai terjadi peningkatan kemampuan anak menjadi mulai berkembang dalam menunjukkan kemandirian, dan berinteraksi dengan teman lainnya. Kemudian pada Siklus II menunjukan hasil semakin banyak anak yang perecaya diri dan mulai mandiri dan bermain dengan teman lainnya. Dan pada Siklus III menunjukan banyak anak yang mampu percaya diri, bersikap mandiri, dan berinteraksi dengan teman lainnya.
Pola Asuh Orang Tua dalam Membentuk Perilaku Sopan Santun Berbicara Anak Usia Dini (4 -6 Tahun) di Kecamatan Cileunyi Kabupaten Bandung Dini Aisyah Fauziah; Erhamwilda; Dinar Nur Inten
Bandung Conference Series: Early Childhood Teacher Education Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Early Childhood Teacher Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (131.01 KB) | DOI: 10.29313/bcsecte.v2i2.4589

Abstract

Abstract. The main problem is formulated as follows: 1) How is the parenting pattern in shaping the behavior of polite speech for early childhood (4-6 years) in Cileunyi sub-district, Bandung district? 2) What are the obstacles faced by parents in shaping the polite behavior of speaking for early childhood (4-6 years) in Cileunyi sub-district, Bandung district? 3) How do parents overcome these obstacles, so that polite behavior is formed in early childhood (4-6 years) in Cileunyi sub-district, Bandung district? This research method uses quantitative research, with survey research methods. The population and sample of the study were all parents in Cileunyi District, Bandung Regency who had children aged 4-6 years. The main data collection tool is using a questionnaire. The questionnaire instrument before being used was tested to determine the validity and reliability of the instrument. Analysis of the data used is Univariate Analysis. The results showed that the parenting pattern owned by parents was mostly authoritarian parenting as much as 68.8% and the obstacles faced by parents were parents were confused in overcoming the polite behavior of children in their daily lives. .3% fall into the fairly good category. Applying habituation daily behavior towards children as one of the parents almost entirely 93.8% always tell children to say thank you when getting help from others with almost all of them being applied using the method of educating children through attention from parents 78.8%. Abstrak. Pokok masalah tersebut dirumuskan sebagai berikut: 1) Bagaimana pola asuh orang tua dalam membentuk perilaku sopan santun berbicara anak usia dini (4-6 Tahun) di kecamatan cileunyi kabupaten bandung? 2) Kendala apa yang dihadapi orang tua dalam membentuk perilaku sopan santun berbicara anak usia dini (4-6 Tahun) di kecamatan cileunyi kabupaten bandung? 3) Bagaimana cara orang tua mengatasi kendala tersebut,agar terbentuknya perilaku sopan santun berbicara pada anak usia dini (4-6 Tahun) di kecamatan cileunyi kabupaten bandung? Metode penelitian ini mengunakan penelitian kuantitatif, dengan metode penelitian Survei. Populasi dan sampel penelitian adalah seluruh orang tua di Kecamatan Cileunyi Kabupaten Bandung yang memiliki anak usia 4-6 Tahun. Alat pengumpul data yang utama menggunakan angket. Instrumen angket sebelumdigunakan, dilakukan pengujian untuk mengetahui validitas dan reliabilitas instrumen. Analisis data yang digunakan yaitu Analisis Univariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola asuh yang dimiliki orangtua yaitu sebagian besar pola asuh otoriter sebanyak 68,8% dan kendala yang dihadapi orangtua yaitu orangtua kebingungan mengatasi perilaku sopan santun anak dalam keseharian, Perilaku sopan santun berbicara anak usia dini yang diterapkan oleh orangtua hampir seluruhnya 76,3% masuk ke dalam kategori cukup baik. Menerapkan perilaku keseharian pembiasaan terhadap anak sebagai salah satunya orangtua hampir seluruhnya 93,8% selalu memberitahu anak untuk mengucapkan terimakasih apabila mendapatkan bantuan dari orang lain dengan hampir seluruhnya diaplikasikan menggunakan metode mendidik anak melalui perhatian dari orangtua 78,8%.
Analisis Kasus Anak yang Mengalami Kesulitan Makan di Usia 3-4 Tahun Salma Salsabila; Erhamwilda
Jurnal Riset Pendidikan Guru Paud Volume 2, No. 2, Desember 2022, Jurnal Riset Pendidikan Guru Paud (JRPGP)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrpgp.v2i2.1155

Abstract

Abstract. This study aims to find out and find data on eating habits in children who have difficulty eating, parenting patterns regarding parenting in terms of eating in children who have difficulty eating and data on growth and development in children who have difficulty eating. This research use qualitative approach with a case study method, with data collection techniques from observation sheets, interviews and documentation, with the subject of preschool children who have difficulty eating in Cibiru Hilir Village, Cileunyi District, East Bandung Regency. Based on the results of the study, it can be concluded that every child who has difficulty has its own causes. In growth and development of children who do not eat rice (case 1), gross motor skills such as jumping, kicking a ball, going up and down stairs, children are good but look sluggish, while in fine motor skills the child is still under guidance such as holding a pencil and crayon. lack of socializing in the school environment such as being picky about friends and when at home child always stays at home and does not mingle with surrounding environment, this is inversely proportional to the development of children who eat rice in case 2. Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menemukan data mengenai kebiasaan makan pada anak yang mengalami kesulitan makan, pola asuh orang tua mengenai pengasuhan dalam hal makan pada anak yang sulit makan dan data mengenai pertumbuhan dan perkembangan pada anak yang sulit makan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, dengan teknik pengumpulan data lembar observasi, wawancara dan dokumentasi, dengan subjek anak prasekolah yang kesulitan makan di Desa Cibiru Hilir, Kecamatan Cileunyi Kab Bandung Timur. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa setiap anak yang mengalami kesulitan memiliki penyebab nya masing-masing. Dalam pertumbuhan dan perkembangan anak yang tidak makan nasi (kasus 1), motorik kasar seperti meloncat, menendang bola, naik turun tangga anak sudah baik namun terlihat lamban, sedangkan pada motorik halus anak masih dalam bimbingan seperti memegang pensil dan krayon dan Pada perkembangan sosial anak kurang dalam bersosialisasi di lingkungan sekolah seperti pilih-pilih teman dan saat berada di rumah anak selalu berdiam diri di rumah dan tidak berbaur dengan lingkungan sekitarnya, hal tersebut berbanding terbalik dengan perkembangan anak yang makan nasi pada kasus 2.
MODEL HIPOTETIK ”PEER COUNSELING” DENGAN PENDEKATAN REALITY THERAPHY UNTUK SISWA SLTA (SATU INOVASI BAGI LAYANAN KONSELING DI SEKOLAH) Erhamwilda Erhamwilda
Ta'dib Vol 15, No 2 (2012)
Publisher : Universitas Islam Negeri Mahmud Yunus Batusangkar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31958/jt.v15i2.223

Abstract

Quantity and the quality of counseling services for senior high school students are still much lower that they are expected is suspected to be due to their low skill in mastering counseling approaches in one side and students’ tendency to consult their peers. Researches prove that peer counseling is more effective in developing students’ personality growth and solving several child, teenager and even parents’ problems. Reality Approach Counseling, a present-based orientation and realistic thinking encouragement, is believed to be appropriate for teenagers and therefore can be promoted as one of innovated techniques in carrying out peer counseling services in senior high schools.Kata kunci: peer counseling, konseling pendekatan realitas
Nilai-Nilai Pendidikan Menurut Al-Quran Surat An-Nisa Ayat 58 tentang Kompetensi Guru Muhammad Qais Arrasyid; Erhamwilda; Fitroh Hayati
Jurnal Riset Pendidikan Agama Islam Volume 3, No. 1, Juli 2023, Jurnal Riset Pendidikan Agama Islam (JRPAI)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrpai.v3i1.1883

Abstract

Abstract. A professional teacher must have several competencies needed by a teacher. Competence is a form of work that is responsible for achieving a goal. These competencies include Pedagogic competencies, Professional competencies, personality competencies, and social competencies. Therefore, the formulation of the essence of Trustworthiness, Fairness and Competence according to experts emerged. (3) What are the educational values in QS An-Nisa verse 58 regarding teacher competence. This research used a descriptive-analytical collection technique, namely literature (Study Literature) with a study of interpretations, books, literature, notes, reports related to the subject matter of the research. From this study, it was concluded that educational values according to An-Nisa verse 58 concerning teacher competence. namely, (1) Trustworthy values regarding Teacher Competence, namely the teacher is obliged to have the ability, understanding, management, understanding, development, design, implementation and evaluation and understand competency standards and subject content standards and teaching materials in the curriculum, understand the structure , concepts, and scientific methods that cover teaching materials, understand the relationship between concepts related subjects. As well as applying scientific concepts in everyday life (2) Fair values regarding teacher competencies, namely teachers are obliged to have attitudes and treatments that are applied to their students and provide examples of good behavior in everyday life. Abstrak. Seorang guru profesional harus memiliki beberapa kompetensi yang dibutuhkan seorang guru. Kompetensi adalah bentuk pekerjaan yang bertanggung jawab untuk mencapai suatu tujuan. Kompetensi tersebut meliputi kompetensi Pedagogik, kompetensi Profesional, kompetensi kepribadian, dan kompetensi sosial.. Maka dari itu, munculah rumusan hakikat Amanah, adil dan Kompetensi menurut para ahli. (3) Bagaimana nilai-nilai pendidikan dalam QS An-Nisa ayat 58 tentang kompetensi Guru. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif-analitis teknik pengumpulan yaitu kepustakaan (Study Literature) dengan penelahan study terhadap tafsir, buku, literatur, catatan, laporan yang berhubungan dengan pokok masalah penelitian. Dari penelitian ini, disimpulkan bahwa Nilai-nilai pendidikan menurut An-Nisa ayat 58 tentang kompetensi guru. yaitu, (1) Nilai-nilai Amanah tentang Kompetensi Guru yaitu Guru berkewajiban mempunyai kemampuan, pemahaman, pengelolaan, pemahaman, pengembangan, perancangan, pelaksanaan dan evaluasi dan memahami standar kompetensi dan standar isi mata pelajaran serta bahan ajar yang ada dalam kurikulum, memahami struktur, konsep, dan metode keilmuan yang menaungi materi ajar, memahami hubungan konsep antar mata pelajaran terkait. Serta menerapkan konsep-konsep keilmuan dalam kehidupan sehari-hari (2) Nilai-nilai Adil tentang kompetensi Guru yaitu Guru berkewajiban mempunyai sikap dan perlakuan yang diaplikasikan kepada anak didiknya dan memberikan contoh prilaku baik dalam kehidupan sehari-hari.
Analisis Kasus Anak yang Mengalami Kesulitan Makan di Usia 3-4 Tahun Salma Salsabila; Erhamwilda
Jurnal Riset Pendidikan Guru Paud Volume 2, No. 2, Desember 2022, Jurnal Riset Pendidikan Guru Paud (JRPGP)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrpgp.v2i2.1155

Abstract

Abstract. This study aims to find out and find data on eating habits in children who have difficulty eating, parenting patterns regarding parenting in terms of eating in children who have difficulty eating and data on growth and development in children who have difficulty eating. This research use qualitative approach with a case study method, with data collection techniques from observation sheets, interviews and documentation, with the subject of preschool children who have difficulty eating in Cibiru Hilir Village, Cileunyi District, East Bandung Regency. Based on the results of the study, it can be concluded that every child who has difficulty has its own causes. In growth and development of children who do not eat rice (case 1), gross motor skills such as jumping, kicking a ball, going up and down stairs, children are good but look sluggish, while in fine motor skills the child is still under guidance such as holding a pencil and crayon. lack of socializing in the school environment such as being picky about friends and when at home child always stays at home and does not mingle with surrounding environment, this is inversely proportional to the development of children who eat rice in case 2. Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menemukan data mengenai kebiasaan makan pada anak yang mengalami kesulitan makan, pola asuh orang tua mengenai pengasuhan dalam hal makan pada anak yang sulit makan dan data mengenai pertumbuhan dan perkembangan pada anak yang sulit makan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, dengan teknik pengumpulan data lembar observasi, wawancara dan dokumentasi, dengan subjek anak prasekolah yang kesulitan makan di Desa Cibiru Hilir, Kecamatan Cileunyi Kab Bandung Timur. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa setiap anak yang mengalami kesulitan memiliki penyebab nya masing-masing. Dalam pertumbuhan dan perkembangan anak yang tidak makan nasi (kasus 1), motorik kasar seperti meloncat, menendang bola, naik turun tangga anak sudah baik namun terlihat lamban, sedangkan pada motorik halus anak masih dalam bimbingan seperti memegang pensil dan krayon dan Pada perkembangan sosial anak kurang dalam bersosialisasi di lingkungan sekolah seperti pilih-pilih teman dan saat berada di rumah anak selalu berdiam diri di rumah dan tidak berbaur dengan lingkungan sekitarnya, hal tersebut berbanding terbalik dengan perkembangan anak yang makan nasi pada kasus 2.
Komptensi Guru Pendidikan Agama Islam Non Pendidikan Luar Biasa (PLB) di SLB X Kota Bandung Viny Apriyantie; Erhamwilda; Enoh Nuroni
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v4i2.13950

Abstract

Abstract. Ideally, teachers in SLB have a special education background to be able to perform their duties and roles in achieving learning objectives. However, the reality in the field is often different. Many of the teachers who teach in SLB come from non-Developmental Education backgrounds, one of which is the PAI teacher at SLB X Bandung City who is also an individual with low vision. Teachers who do not have a special education background usually have limited theoretical and practical knowledge related to children with disabilities. The purpose of this study was to determine the competencies possessed by non PLB PAI teachers who teach at SLB X in Bandung City. The research used descriptive qualitative methods, with data collection tools in the form of interviews, observation, and documentation. The data sources in this study came from key informants, namely the vice principal of SLB X in the field of curriculum, SLB X students, one of the teachers who taught at SLB X, while the core informants were PAI teachers of SLB X Bandung City. Based on the results of the research, although the PAI teacher does not have a PLB background, the teacher can still teach PAI to children with disabilities because of the teacher's condition who is also an individual with low vision, the personal condition also affects the teacher's success in teaching because the teacher can apply his experience and understanding to students who face similar obstacles. However, in terms of theories related to special education, teachers still have limitations. Abstrak. Idealnya, guru di SLB memiliki latar belakang pendidikan luar biasa untuk dapat melakukan tugas dan peran dalam mencapai tujuan pembelajaran. Namun, kenyataan di lapangan seringkali berbeda. Banyak guru yang mengajar di SLB berasal dari latar belakang pendidikan non PLB, salah satunya guru PAI di SLB X Kota Bandung yang juga merupakan individu dengan tunanetra (low vision). Guru yang tidak memiliki latar belakang pendidikan khusus biasanya memiliki pengetahuan teoritis dan praktis yang terbatas terkait ABK. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kompetensi yang dimiliki oleh guru PAI non PLB yang mengajar di SLB X Kota Bandung. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif, dengan alat pengumpulan data berupa wawancara, observasi, dan dokumentasi. Sumber data dalam penelitian ini berasal dari informan kunci yaitu wakil kepala sekolah SLB X bidang kurikulum, siswa SLB X, salah satu guru yang mengajar di SLB X, sedangkan informan inti yaitu guru PAI SLB X Kota Bandung. Berdasarkan hasil penelitian, meskipun guru PAI tidak berlatar belakang PLB, namun guru tetap bisa mengajar PAI pada ABK karena kondisi guru yang juga merupakan individu dengan tunanetra (low vision), kondisi pribadi ini turut mempengaruhi keberhasilan guru dalam mengajar karena guru dapat mengaplikasikan pengalaman dan pemahamannya kepada peserta didik yang menghadapi hambatan serupa. Namun, dalam hal teori-teori yang berkaitan dengan Pendidikan Luar Biasa (PLB) guru masih memiliki keterbatasan.
Pengaruh Menonton Drama Korea terhadap Gaya Hidup Remaja Muslim Yurika Nur Prasetya; Erhamwilda; Enoh Nuroni
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v4i2.14226

Abstract

Abstract. This research was conducted on teenagers aged 12-22 years who like Korean dramas with the aim of finding out the effect of watching Korean dramas on teenagers' lifestyles. This research uses a quantitative approach with survey methods which are included in correlation research. The type of sampling used Side Nonprobability with Purposive Sampling technique due to certain considerations, namely teenagers aged 12-22 years who like Korean dramas. The research results show 1) The intensity of teenagers in watching Korean dramas obtained a total percentage of 57.09% in the quite high category. 2) the lifestyle of teenagers who tend to watch Korean dramas gets a total percentage of 62.2% in the high category. 3) the relationship between watching Korean dramas and teenagers' lifestyles obtained a coefficient value of 0.688 with a positive relationship in the strong category between variable X and variable Y. 4) the positive impact of Korean culture is that it provides inspiration and motivation to study abroad, and other impacts is in the Korean education system which can be used as an example to improve the quality and quantity of education in the country. Negative impacts such as procrastination, namely delaying prayer times, neglect of parental duties, and the tendency to watch late at night can be signs of an obsessive tendency towards Korean drama content. Abstrak. Penelitian ini dilakukan kepada remaja berusia 12-22 tahun yang menyukai drama Korea dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh menonton drama Korea terhadap gaya hidup remaja. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei yang termasuk ke dalam penelitian korelasi. Jenis pengambilan sampel menggunakan Nonprobability Samping dengan teknik Sampling Purposive karena adanya pertimbangan tertentu yaitu remaja berusia 12-22 tahun yang menyukai drama Korea. Hasil penelitian menunjukan 1) Intensitas remaja dalam menonton drama Korea memperoleh total persentase sebesar 57,09% dengan kategori cukup tinggi. 2) gaya hidup remaja yang kecenderungan menonton drama Korea memperoleh total persentase sebesar 62,2% dengan kategori tinggi. 3) hubungan antara menonton drama Korea terhadap gaya hidup remaja memperoleh nilai koefisien sebesar 0,688 dengan hubungan yang positif dengan kategori kuat antara variabel X dengan variabel Y. 4) dampak positif budaya Korea adalah memberi inspirasi dan motivasi untuk menempuh Pendidikan diluar negeri, dan dampak lainnya adalah dalam sistem Pendidikan di Korea yang bisa dijadikan contoh untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas Pendidikan di dalam Negeri. Untuk dampak negatif seperti prokrastinasi yaitu menunda waktu shalat, melalaikan tugas dari orangtua, dan kecenderungan untuk menonton hingga larut malam bisa merupakan tanda adanya kecenderungan obsesif terhadap konten drama Korea tersebut.
Pembelajaran Berdiferensiasi pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam dalam Meningkatkan Minat Belajar Siswa Kelas V SDN 044 Cicadas Awigombong Bandung Niko Apriyanto; Erhamwilda
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v4i2.14362

Abstract

Abstract. Changing times require educational institutions to innovate to improve education quality. Focusing on developing social skills, providing emotional support, and applying technology is crucial to meet globalization and Industrial Revolution 4.0 challenges. Education must consider individual interests and talents, employing a differentiated approach to create an inclusive, relevant learning environment. This research uses a qualitative approach and descriptive methods to explain differentiated learning in fifth-grade Islamic religious education. Through interviews, observations, and field studies, in-depth data is gathered to understand this phenomenon. The results show that the qualitative approach and descriptive method offer a comprehensive understanding of differentiated learning in Islamic religious education. At SDN 044 Cicadas Awigombong, this model has increased fifth graders' learning interest. Integrated planning, implementation, and evaluation allow students to learn according to their styles, promoting active participation and better material understanding. The differentiated learning approach in Islamic religious education has proven effective in creating an inclusive environment supporting students' holistic development. Teachers identify individual needs, organize modules by learning styles, and conduct holistic evaluations, increasing student engagement, academic achievement, and personal growth, making learning enjoyable. Abstrak. Perubahan zaman menuntut lembaga pendidikan untuk berinovasi guna meningkatkan mutu pendidikan. Berfokus pada pengembangan keterampilan sosial, memberikan dukungan emosional, dan menerapkan teknologi sangat penting untuk menghadapi tantangan globalisasi dan Revolusi Industri 4.0. Pendidikan harus mempertimbangkan minat dan bakat individu, menggunakan pendekatan yang berbeda untuk menciptakan lingkungan belajar yang inklusif dan relevan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan metode deskriptif untuk menjelaskan pembelajaran diferensiasi pada pendidikan agama Islam kelas V. Melalui wawancara, observasi, dan studi lapangan, data mendalam dikumpulkan untuk memahami fenomena ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan kualitatif dan metode deskriptif menawarkan pemahaman komprehensif tentang pembelajaran berdiferensiasi dalam pendidikan agama Islam. Di SDN 044 Cicadas Awigombong, model ini telah meningkatkan minat belajar siswa kelas V. Perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi terpadu menjadikan siswa untuk belajar sesuai dengan gaya mereka, mendorong partisipasi aktif dan pemahaman materi yang lebih baik. Pendekatan pembelajaran diferensiasi dalam pendidikan agama Islam terbukti efektif dalam menciptakan lingkungan inklusif yang mendukung perkembangan siswa secara holistik. Guru mengidentifikasi kebutuhan individu, mengatur modul berdasarkan gaya belajar, dan melakukan evaluasi holistik, meningkatkan keterlibatan siswa, prestasi akademik, dan pertumbuhan pribadi, sehingga menjadikan pembelajaran menyenangkan.
Co-Authors 10030218016, Raden Ashri Salsabila 10030219001, Nadya Oktaviani 10030220007, Delia Swantiana AA Sudharmawan, AA Adawiyah, Elis Adillah Siti Azzahra Aep Saepudin Afifah Ulya Ainurrohmah DCG Alma Husnu Ananda Yusfa Rahman Anne Andriane Annisa Ayu Saadah Arif Hakim Arif Hakim Asep Dudi Asep Dudi Suhardini Asysyipa Nur Azizah Ibrahim Awit Marwati Sakinah Ayi Sobarna Ayunda Fauziah, Najma Cahyani, Novianti Ayu Dewi Masitoh Dewi Mulyani Dewi Mulyani Diki Gustian Dina Aulia Adiningsih Dinar Nur Inten Dini Aisyah Fauziah Dwi Rizky Eko Surbiantoro Enoh Enoh Enoh Nuroni Fauziyyah Khoirunnisaa Fitroh Hayati Ghina Yusriyah Shidiq Hakim, Arif Hani Handayani Henderia Kustina Hirza Huriah Rachmah Ipah Arianti Iwan Sanusi Khambali Khambali, Khambali M. Noval Asgaf Mahabatillah, Kamila Maryono, Awanis Ghassani masnipal Mubiar Agustin Muhammad Qais Arrasyid Muhammad, Giantomi Mulyati, Husna Nadhira Putri Mulyana Natatsa Syifaul Wardah Niko Apriyanto Nila Nur sinta Nur Aida Fatimah Nuraini, Nabilah Nurdila Nurul Afrianti Nurul Afrianti, Nurul Rafliansyah Khairullah Rani Pratini Rasyid, A. Mujahid Ratu Iqlima Ghasanni Reni Mulyani Reuhulina Putri Perangin Angin Rifa Siti Ayu Bakta Rissa Sahidah Riza Fauzia Rizky Amalia Rozali, Zahra Putri Rustini, Rinrin Salma Hanifa Salma Salsabila Salma Wildani Siti Hafsah Salvia Kemala Sara Aulia Fathin Shinta Mellani Salsabila Sobar Al Ghazal Sri Rosita Surbiantoro, Eko Syakira Kaneisha Zahra Prameswary Syamsiah Iskandar Syifa Aghnia Zaenal Tatat Tarwiah Tazkia, Alma Husnu Via Eka Lestari Viny Apriyantie Winda Sri Asih Rahmanda Yeni Anggraeni Yurika Nur Prasetya Zahra Putri Rozali