Claim Missing Document
Check
Articles

Peran Orangtua Asuh terhadap Pembinaan Akhlak Anak di Salah Satu Panti Asuhan di Kota Bandung Ananda Yusfa Rahman; Erhamwilda; Eko Surbiantoro
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v4i2.14415

Abstract

Abstract. Children without parents and from economically disadvantaged families often face various challenges in their moral development. The importance of a structured and systematic mentoring pattern in orphanages not only influences the individual moral development of children but also has the potential to shape a generation with strong moral values who contribute positively to society in the future. The objectives of this study are to describe (1) the planning (2) the implementation and (3) the evaluation. In this research, a qualitative descriptive approach was employed; data collection was conducted through observation, interviews, and documentation. The data were analyzed using qualitative analysis, which involved data reduction, data display, and conclusion drawing/verification. The results of the study indicate that (1) planning begins with a thorough analysis of the initial moral conditions through observation and interviews to design a program tailored to the needs of children. The program aims to develop moral values, positive behaviors, social skills, and integrity through a structured curriculum with various activities and self-reflection. (2) Implementation is based on meticulous observation, interviews, and needs analysis to ensure relevance and effectiveness. Foster parents play a key role as role models and provide continuous guidance, addressing challenges from diverse family backgrounds with strict rules and creative approaches. (3) Periodic evaluation through observation, behavior recording, and discussions help identify positive changes, with program adjustments made according to feedback and children's development. Abstrak. Anak-anak yang tidak memiliki orang tua dan berasal dari keluarga dengan keterbatasan ekonomi sering menghadapi berbagai tantangan dalam perkembangan akhlaknya. Pentingnya pola pembinaan yang terstruktur dan sistematis di panti asuhan bukan hanya mempengaruhi perkembangan akhlak anak-anak secara individual, tetapi juga berpotensi untuk membentuk generasi yang memiliki nilai-nilai akhlak yang kuat dan berkontribusi positif dalam masyarakat di masa depan. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan (1) Perencanaan pembinaan akhlak anak di salah satu panti asuhan di Kota Bandung(2) Pelaksanaan pembinaan akhlak anak di salah satu panti asuhan di Kota Bandung (3) Evaluasi pembinaan akhlak anak di salah satu panti asuhan di Kota Bandung. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif; pengumpulan data dilakukan dengan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Kemudian, penelitian ini dianalisis dengan menggunakan analisis kualitatif, yang mencakup reduksi data, penampilan data, dan verifikasi/menarik kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) perencanaan dimulai dengan analisis mendalam terhadap kondisi awal akhlak melalui observasi dan wawancara untuk merancang program yang sesuai dengan kebutuhan anak-anak. Program bertujuan mengembangkan nilai-nilai moral, perilaku positif, kemampuan sosial, dan integritas melalui kurikulum terstruktur dengan berbagai kegiatan dan refleksi diri. (2) Pelaksanaan didasarkan pada observasi teliti, wawancara, dan analisis kebutuhan untuk memastikan relevansi dan efektivitas. Pengasuh berperan sebagai teladan dan memberikan bimbingan terus-menerus, menghadapi tantangan latar belakang keluarga dengan peraturan ketat dan pendekatan kreatif. (3) Evaluasi berkala melalui observasi, pencatatan perilaku, dan diskusi membantu mengidentifikasi perubahan positif, dengan penyesuaian program sesuai masukan dan perkembangan anak-anak.
Implementasi Model Pembelajaran Beyond Center and Circle Time (BCCT) pada Mata Pelajaran PAI Siswa Kelas Intensif di MI Al-Furqon I Bandung Nurdila; Erhamwilda; Khambali
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v4i2.14442

Abstract

Abstract. This research was conducted at MI Al-Furqon 1 Bandung intensive grades 1-4, this research uses a qualitative approach with qualitative descriptive methods. The results showed (1) The planning of the BCCT learning model in MI has been going well, by utilizing innovative learning media and instilling the values of adab and morals and has a specialty that is in TFP (Term, Fact and Principle) or teaching modules that are linked to the postulates of the Qur'an and hadith in the lesson plan. (2) The implementation of the BCCT learning model in PAI subjects consists of environmental footing, namely determining the location and learning media, initial footing, namely inviting students to pray and then conveying the rules in learning, individual footing, namely the teacher provides motivation to students and footing after work (recalling), namely the teacher asks students to retell the activities that have been carried out. (3) Evaluation of the BCCT learning model emphasizes parental involvement and assessment of student understanding and behavior. (4) The advantages are the development of religious and moral practices such as Monday-Thursday fasting and tahfidz with the 18 Muslim attitudes program, the weaknesses are facilities and infrastructure that need to be improved. So, it can be concluded that the application of the BCCT model at MI Al-Furqon I Bandung has the potential as an effective learning model in improving PAI learning with improvements to its facilities and infrastructure. Abstrak. Penelitian ini dilaksanakan di MI Al-Furqon 1 Bandung kelas 1-4 intensif, penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan (1) Perencanaan model pembelajaran BCCT di MI telah berjalan dengan baik, dengan memanfaatkan media pembelajaran inovatif dan penanaman nilai-nilai adab dan akhlak serta memiliki kekhasan yaitu di dalam TFP (Term, Fact and Principle) atau modul ajar yang dihubungkan dengan dalil Al-qur’an dan hadits dalam RPP. (2) Penerapan model pembelajaran BCCT pada mata pelajaran PAI terdiri dari pijakan lingkungan yaitu menentukan lokasi dan media pembelajaran, pijakan awal yaitu mengajak siswa berdoa lalu menyampaikan aturan dalam pembelajaran, pijakan individu yaitu guru memberikan motivasi kepada siswa dan pijakan setelah bekerja (recalling) yaitu guru meminta siswa untuk menceritakan kembali kegiatan yang telah dilakukan. (3) Evaluasi model pembelajaran BCCT menekankan keterlibatan orang tua dan penilaian terhadap pemahaman serta perilaku siswa. (4) Kelebihannya yaitu pembinaan praktik agama dan akhlak seperti shaum senin kamis dan tahfidz dengan program 18 sikap muslim, kelemahannya yaitu sarana dan prasarana yang perlu diperbaiki. Jadi, dapat disimpulkan bahwa penerapan model BCCT di MI Al-Furqon I Bandung memiliki potensi sebagai model pembelajaran yang efektif dalam meningkatkan pembelajaran PAI dengan perbaikan pada sarana dan prasarananya.
Pembelajaran Wudhu dan Shalat Bagi Anak Berkebutuhan Khusus di Salah Satu Pusat Kegiatan Belajar Masyarkat Kota Bandung Ghina Yusriyah Shidiq; Erhamwilda
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v4i2.14649

Abstract

Abstract. Every human being requires education to enhance their individual potential, including children with special needs or individuals with disabilities. These children require specialized educational services tailored to their specific needs or conditions. Obtaining Islamic religious education is a right for children with special needs, with one fundamental aspect being the introduction to ablution (wudhu) and prayer (shalat). This research aims to describe (1) The learning process of ablution and prayer for children with special needs in a community learning center (PKBM) in Bandung City, (2) The approach used by teachers for children with special needs in this PKBM, and (3) The evaluation of ablution and prayer learning for children with special needs in the PKBM. This study employs a descriptive qualitative approach, combining direct observation methods and in-depth interviews with responsible teachers and administrative staff of the PKBM. The observation focus includes teacher conditions, teaching strategies, and student responses. Interviews were conducted to gain insights into the learning process, implementation, and evaluation. The research results indicate that this PKBM adopts an adapted learning approach, using demonstration and prompting methods to facilitate understanding among children with special needs. The main challenges identified include the diversity of learners' needs and resource limitations. Nevertheless, the program shows a positive impact in improving children's ability to perform ablution and prayer. Abstrak. Pada hakikatnya setiap manusia memerlukan pendidikan untuk meningkatkan potensi dalam dirinya masing-masing. Setiap manusia disini termasuk dengan anak yang berkebutuhkan khusus atau orang penyandang disabilitas. Anak berkebutuhan khusus membutuhkan pelayanan pendidikan yang khusus, dengan disesuaikannya pada kekurangan atau kelainan masing-masing anak. Memperoleh pendidikan agama islam adalah hak bagi anak berkebutuhan khusus salah satu aspek dasarnya adalah memperkenalkan wudhu dan shalat. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan (1) Proses pembelajaran wudhu dan shalat bagi anak berkebutuhan khusus di salah satu pusat kegiatan belajar masyarakat (PKBM) Kota Bandung (2) Pendekatan yang digunakan oleh guru kepada anak berekebutuhan khusus di salah satu satu pusat kegiatan belajar masyarakat (PKBM) Kota Bandung (3) Evaluasi pembelajaran wudhu dan shalat bagi anak berkebutuhan khusus di salah satu pusat kegiatan belajar masyarakat (PKBM) Kota Bandung. Pada penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, penelitian ini menggabungkan metode observasi langsung dan wawancara mendalam dengan guru penanggung jawab serta staf administrasi PKBM. Fokus observasi meliputi kondisi guru, strategi pengajaran, dan respons peserta didik. Wawancara dilakukan untuk memperoleh wawasan mengenai proses pada pembelajaran, implementasi, dan evaluasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PKBM ini mengadopsi pendekatan pembelajaran yang disesuaikan, menggunakan metode demonstrasi dan prompting untuk memfasilitasi pemahaman anak-anak berkebutuhan khusus. Tantangan utama yang diidentifikasi meliputi keragaman kebutuhan peserta didik dan keterbatasan sumber daya. Meskipun demikian, program ini menunjukkan dampak positif dalam meningkatkan kemampuan anak-anak dalam melaksanakan wudhu dan shalat.
Hubungan Pola Asuh Islami Orang Tua terhadap Kebiasaan Ibadah Shalat pada Anak Usia SD di Kelurahan Babakan Ciamis Kota Bandung Winda Sri Asih Rahmanda; Erhamwilda; Eko Surbiantoro
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v4i2.15320

Abstract

Abstract. The concept of parenting in the Islamic perspective is more oriented towards the practice of nurturing rather than the style of parenting within a family. According to Nashih Ulwan, parenting is described as a method of education that has an impact on children. This research aims to understand how Islamic parenting patterns are applied by parents towards the prayer habits of elementary school children in Babakan Ciamis, Bandung City. This research uses a quantitative approach with data collection techniques; the researcher employs questionnaires, observations, and documentation. In this study, there were 95 respondents. Based on the analysis and processing of data, the average for variable X is 43.40, categorized as sufficient, and the average for variable Y is 18.91, also categorized as sufficient. The result of the correlation test analysis is 0.008, which indicates a low level of relationship between variables X and Y with a positive direct correlation. It can be concluded that there is a relationship between the Islamic parenting style of parents and the prayer habits of elementary school children in the Babakan Ciamis area of Bandung City. Abstrak. Konsep Pola asuh dalam perspektif Islam lebih berorientasi pada praktik pengasuhan, bukan pada gaya pola asuh dalam sebuah keluarga. Menurut Nashih ulwan mendeskripsikan pengasuhan yang lebih mengarah kepada metode pendidikan yang berpengaruh terhadap anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pola asuh islami yang diterapkan oleh orang tua terhadap kebiasaan ibadah shalat pada anak usia SD di Kelurahan Babakan Ciamis Kota Bandung. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik pengumpulan data, peneliti menggunakan kuesioner (angket), observasi, dan dokumentasi. Dalam penelitian ini sebanyak 95 reponden. Berdasarkan analisis dan pengolahan data diperoleh rata-rata untuk variabel X sebesar 43,40 dengan kategori cukup dan diperoleh rata-rata untuk variabel Y sebesar 18,91 dengan kategori cukup. Hasil nilai analisis Uji Korelasi sebesar 0,008 yang artinya tingkat hubungan antara variabel X dan Y pada tingkat rendah dengan hubungan positif yang searah, yang dapat disimpulkan bahwa mempunyai hubungan antara pola asuh islami orang tua dengan kebiasaan ibadah shalat pada anak usia SD di Kelurahan Babakan Ciamis Kota Bandung.
The Implementasi Program Pembelajaran Moderasi Beragama Melalui Penanaman Akidah Akhlak di MAN 1 Kota Bandung M. Noval Asgaf; Erhamwilda
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v4i2.15395

Abstract

Abstract. This research is titled "Implementation of Religious Moderation Learning Program Through Inculcation of Islamic Theology and Ethics at State Islamic Senior High School (MAN) 1 Bandung City". The main focus of the research is to analyze how religious moderation values are integrated into the teaching of Islamic theology and ethics to shape moderate religious understanding and attitudes among students. The research method used is qualitative descriptive. The qualitative method is commonly used in research processes to produce data presented in the form of spoken or written words from observable sources. With this method, the author obtains data through interviews, observation, and documentation study. From these stages, the author reveals the results of the interviews, quoting them to gain in-depth information and capture existing realities. The research subjects include the vice principal of curriculum, Islamic theology and ethics teachers, Islamic education teachers, and students of MAN 1 Bandung City. The research results show that the implementation of the religious moderation learning program through the inculcation of Islamic theology and ethics is carried out through: 1) Planning of the religious moderation learning program; 2) Implementation of the religious moderation program in both classrooms and dormitories; 3) Evaluation of the religious moderation learning program. With this implementation, it can be concluded that there is an improvement in students' application of religious moderation values in daily life, both within the school and dormitory environments. The challenges faced in this implementation include the lack of measurement tools to evaluate existing learning and the lack of motivation among students to actively participate in classroom learning. Abstrak. Penelitian ini dengan judul Implementasi Program Pembelajaran Moderasi Beragama melalui Penanaman Akidah Akhlak di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Kota Bandung. Fokus utama penelitian adalah menganalisis bagaimana nilai-nilai moderasi beragama diintegrasikan ke dalam pembelajaran akidah akhlak untuk membentuk pemahaman dan sikap keagamaan yang moderat pada siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Metode kualitatif merupakan metode yang biasa digunakan dalam proses penelitian dengan menghasilkan data yang disajikan dalam bentuk kata-kata secara lisan atau tulian dari narasumber yang dapat diamai. Adapun dengan metode ini penulis mendapatkan data melalui tahapan wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Selanjutnya dari hasil tahapan tersebut penulis mengungkapkan hasil dari wawancara tersebut dikutip untuk mendapatkan informasi yang mendalam dan mencakup realita yang ada. Adapun subjek penelitian meliputi wakasek kurikulum, guru akidah akhlak, guru PAI dan siswa MAN 1 Kota Bandung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi program pembelajaran moderasi beragama melalui penanaman akidah akhlak dilakukan dengan: 1) Perencanaan program pembelajaran moderasi beragama; 2) Pelaksanaan program moderasi beragama antara kelas dan asrama; 3) Evaluasi program pembelajaran moderasi beragama. Dengan adanya penerapan tersebut dapat disimpulkan bahwasaanya terjadinya peningkatan siswa dalam menerapkan nilai-nilai moderasi beragama dalam kehidupan sehari-hari baik itu di lingkup madrasah ataupun dalam lingkup asrama. Adapun tantangan yang dihadapi melalui implementasi ini yaitu kurangnya alat ukur dalam mengevaluasi pembelajaran yang ada dan kurangnya motivasi pada siswa untuk aktif dalam pembelajaran ketika di kelas.
Strategi Guru PAI Dalam Mencegah Perilaku Bullying Di SMPN 2 Karawang Barat Syakira Kaneisha Zahra Prameswary; Erhamwilda; Enoh
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v4i2.15424

Abstract

Abstract. This research focuses on PAI Teachers' Strategies in Preventing Bullying Behavior. The goal is to become the main foundation in shaping the quality of a nation. In the midst of the rampant negative behavior of students, especially the phenomenon of bullying, prevention carried out by schools, supported by PAI teacher strategies, is the key in maintaining a safe and conducive learning environment. The approach used in this study is a qualitative approach, while the method used in this study is a descriptive analysis method with observation, interviews and documentation. Data The results of the study show that the strategies of pie teachers in preventing student bullying problems are: motivating students, giving good advice to students, and giving reprimands and punishments in the form of memorizing verses of the Qur'an to students in order to get a deterrent effect by not bullying again. Supporting Factors for Teachers in Schools to Work Together in Overcoming Bullying, There is a Program and the efforts made by the school in overcoming bullying, the existence of reprimands, punishments and sanctions in preventing bullying. Abstrak. Penelitian ini fokus pada Strategi Guru PAI Dalam Mecegah Perilaku Bullying. Tujuannya adalah menjadi landasan utama dalam membentuk kualitas suatu bangsa. Di tengah maraknya perilaku negatif siswa, terutama fenomena bullying, pencegahan yang dilakukan oleh sekolah, didukung oleh strategi guru PAI, menjadi kunci dalam menjaga lingkungan belajar yang aman dan kondusif.. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekaatan kualitatif, sedangkan metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah adalah metode analisis deskriptif dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Data Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahwa strategi guru pai dalam mencegah Masalah seputar intimidasi siswa termasuk mendorong siswa, menawarkan nasihat yang bijaksana, dan menghukum siswa dengan membuat mereka menghafal ayat-ayat dari Al-Qur'an untuk mencegah mereka menindas orang lain di masa depan. Sekolah telah menerapkan program dan inisiatif untuk memerangi bullying, serta tindakan seperti teguran, hukuman, dan sanksi untuk menghindari bullying. Aspek-aspek ini memberikan dukungan bagi instruktur di sekolah untuk berkolaborasi dalam memerangi bullying.
Pola Asuh Akhlak bagi Anak dalam Keluarga Pernikahan Dini Natatsa Syifaul Wardah; Erhamwilda; Sobar Al Ghazal
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v4i2.15552

Abstract

Abstract. The first and foremost educators are our own parents, where they are responsible for the progress and development of their children, because a child's success really depends on the care, attention and education provided by their parents. Education is an important aspect in the formation of quality personal or human resources. Moral education in the family is very important because religion can provide guidance on the right path, leading to a path that is approved by Allah. This is in accordance with the opinion that "religious education is a powerful coaching tool for students. The aim of this research is to find out and describe what aspects encourage and hinder moral education parenting patterns for children in early marriage families and to find out and describe the description and implementation of moral education parenting patterns for children in early marriage families in the Caringin Cikungkurak area. The method used in this research is a qualitative method with descriptive research type. This research was carried out in the Caringin Cikungkurak area of ​​Bandung. Data was analyzed using 3 stages, namely data reduction, data presentation and verification. The results of this research are that the parenting style of moral education for children in early marriage can provide quality moral education with various efforts. The implementation of moral education for children needs to be done by providing directed and controlled freedom so that children can explore within safe limits, and challenges such as lack of patience and difficulties in building communication can be overcome by learning and looking for the right information. Abstrak. Pendidik yang pertama dan utama adalah orang tua kita sendiri, dimana mereka bertanggung jawab terkait kemajuan dan perkembangan anak-anaknya, karena kesuksesan anak sangat tergantung dengan bagaimana cara pengasuhan, perhatian, dan pendidikan yang diberikan oleh orang tuannya. Pendidikan merupakan aspek penting dalam pembentukan pribadi atau sumber daya manusia yang berkualitas. Pendidikan akhlak dalam kelurga sangat penting karena agama dapat memberikan petunjuk ke jalan yang benar, menuntun ke jalan yang diridhai Allah. Hal ini sesuai dengan pendapat bahwa “Pendidikan Agama Merupakan Alat Pembinaan yang Ampuh Bagi Peserta Didik”. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mendeskripsikan aspek apa saja yang mendorong dan menghambat pola asuh pendidikan akhlak bagi anak dalam keluarga pernikahan dini serta untuk mengetahui dan mendeskripsikan gambaran dan implementasi pola asuh pendidikan akhlak bagi anak dalam keluarga pernikahan dini di daerah Caringin Cikungkurak. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Penelitian ini dilaksanakan di daerah Caringin Cikungkurak Bandung. Data dianalisis menggunakan 3 tahapan yaitu reduksi data, penyajian data dan verifikasi. Hasil dari penelitian ini adalah pola asuh pendidikan akhlak bagi anak dalam pernikahan dini dapat memberikan pendidikan akhlak yang berkualitas dengan berbagai upaya, impelementasi asuh pendidikan akhlak anak perlu dilakukan dengan memberikan kebebasan yang terarah dan terkontrol agar anak dapat bereksplorasi dalam batasan yang aman, dan tantangan seperti kurangnya kesabaran dan kesulitan dalam membangun komunikasi dapat diatasi dengan belajar dan mencari informasi yang tepat.
Pengaruh Pola Asuh Orangtua Karir Teerhadap Kedisiplinan Shalat Pada Anak Usia 7-12 Tahun di Desa Ciberes Annisa Ayu Saadah; Erhamwilda; Khambali
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v4i2.15636

Abstract

Abstract. In the Family Circle, parents have influence in instilling prayer discipline in them. To instill prayer discipline, there is upbringing and parenting from parents for their children. Facts on the ground prove that every parent has a different way or method of parenting. This study aims to see the influence of career parenting on prayer discipline in children after 7-12 years. The purpose of this study is to find out how the parenting style of career parents affects prayer discipline in children aged 7-12 years, and to find out how much influence the parenting style of career parents has on prayer discipline in children aged 7-12 years in Ciberes Village. The method in this study uses a descriptive quantitative method. This research was carried out in Ciberes Village with a population of 30 people. The main data collection tool uses questionnaires and documents. The data analysis methods used were validity test, reliability test, normality test, homogeneity test and correlation test. Based on the results of data analysis through questionnaires using correlation tests, it can be concluded that there is a significant influence between career parenting and prayer discipline in children in Ciberes Village. The results were shown by Pearson Correlation of 0.858 with a confidence level of 95%. The results of the calculation stated that there was a Ho rejected and H1 accepted, in other words there was an influence of career parenting on prayer discipline in children aged 7-12 years. Abstrak. Di Kalangan Keluarga, orangtua memiliki pengaruh dalam menanamkan keidisplinan shalat pada mereka. Untuk menanamkan kedisiplinan shalat, adanya didikan dan pola asuh dari orangtua untuk ana-anaknya. Fakta di lapangan membuktikan bahwa setiap orangtua memiliki cara atau metode pola asuh yang berbeda-beda. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh pola asuh oarngtua karir terhadap kedisiplinan shalat pada anak usai 7-12 tahun. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui cara pola asuh orangtua karir terhadap kedisiplinan shalat pada anak usia 7-12 tahun, dan mengetahui seberapa besar pengaruh pola asuh orangtua karir terhadap kedisiplinan shalat pada anak usia 7-12 tahun di Desa Ciberes. Metode dalam penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Ciberes dengan populasi sebesar 30 orang. Alat pengumpulan data utama menggunakan kuesioner dan dokumen. Metode analisi data yang digunakan adalah uji validitas, uji reliabilitas, uji normalitas, uji homogenitas dan uji korelasi. Berdasarkan hasil Analisa data melalui angket dengan menggunakan uji korelasi dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara pola asuh orangtua karir dengan kedisiplinan shalat pada anak di Desa Ciberes. hasil tersebut ditunjukkan dengan pearson correlation 0,858 dengan tingkat kepercayaan sebesar 95%. Hasil perhitungan tersebut menyatakan bahwa terdapat maka Ho ditolak dan H1 diterima, dengan kata lain terdapat pengaruh pola asuh orangtua karir terhadap kedisiplinan shalat pada anak usia 7-12 tahun.
Analisis Pendidikan terhadap Problematika Remaja Nakal dan Peran Orang Tua dalam Pengasuhan Remaja Dina Aulia Adiningsih; Erhamwilda; Enoh
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v4i2.15639

Abstract

Abstract. Delinquent Adolescents are a symptom of social pathology in adolescents caused by a form of social neglect; ultimately leading to deviant behavior. The objectives of this research: (1) What are the characteristics of juvenile delinquent offenders in Ciracap Village, Jampang Kulon District. (2) How religious education is provided by the family to the perpetrator and the community environment where he lives. (3) What are the factors that influence the occurrence of naughty adolescent behavior seen from Islamic religious education. One type of descriptive qualitative research is research using a case study method or approach. This research focuses intensively on one particular object and studies it as a case. The case study method allows the researcher to remain holistic and significant. The results of the research show that the factors that cause Naughty Teenagers are caused by family factors, social factors, individual factors and environmental factors. Analysis of this case from the perspective of Islamic Religious Education is because naughty teenagers have a lack of faith and knowledge in themselves and in the teenager's own soul, they more quickly fall into disobedience. The role of parents is expected to grow and increase children's faith. Through his actions in providing guidance and fostering children's knowledge, appreciation, observations and experiences regarding the Islamic religion, children become human beings who continue to develop in terms of faith and devotion to Allah SWT and have noble morals. Therefore, the role of parents must be to set a good example and create a happy family in order to develop better morals. In the lives of teenagers, religion has a very important role because religion can help teenagers face all kinds of problems they face in their lives. Abstrak. Remaja Nakal Merupakan gejala patologı sosial pada remaja yang disebabkan oleh suatu bentuk pengabaian sosial yang; pada akhirnya menyebabkan perilaku menyimpang. Tujuan Penelitian ini: (1) Bagaimana Karakteristik Pelaku remaja nakal Di Desa Ciracap Kecamatan Jampang Kulon. (2) Bagaimana Pendidikan agama Yang diberikan oleh Keluarga kepada Pelaku dan Lingkungan Masyarakat di tempat tinggalnya. (3) Apa Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi terjadinya Perilaku remaja nakal Dilihat dari Pendidikan Agama Islam. Salah satu jenis penelitian kualitatif deskriptif adalah berupa penelitian dengan metode atau pendekatan studi kasus (Case Study). Penelitian ini memusatkan diri secara intensif pada satu obyek tertentu yang mempelajarinya sebagai suatu kasus. Metode studi kasus memungkinkan peneliti untuk tetap holistik dan signifikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor penyebab Remaja Nakal disebabkan karena faktor keluarga, faktor pergaulan, faktor individu, dan faktor lingkungan. Analisis kasus ini dari segi Pendidikan Agama Islam sebab remaja nakal sebagai kurangnya iman dan ilmu dalam diri dan jiwa remaja itu sendiri selingga, mereka lebih cepat terjerumus dalam kemaksiatan. Peran orang tua diharapkan dapat menumbuhkan dan meningkatkan keimanan anak. Melalui tindakannya dalam memberikan bimbingan dan memupuk pengetahuan, penghayatan, pengamatan serta pengalaman anak tentang agama Islam sehingga anak menjadi manusia yang terus berkembang dalam hal keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT serta berakhlak mulia. Oleh karena Itu peran orangtua harus memberi contoh atau teladan yang baik serta menciptakan keluarga yang bahagia guna perkembangan akhlak agar menjadi yang lebih baik. Dalam kehidupan remaja, agama mempunyai peranan yang sangat penting karena agama dapat membantu remaja dalam menghadapi segala macam persoalan yang dihadapi dalam hidupnya.
Upaya Guru Pendidikan Agama Islam dalam Menanamkan Nilai-Nilai Religius untuk Mencegah Kenakalan Remaja di Sekolah SMAN 9 Bandung Rissa Sahidah; Erhamwilda; Khambali
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v4i2.15665

Abstract

Abstract. This research describes in depth the efforts of Islamic Religious Education (PAI) teachers in instilling religious values as a preventive effort against juvenile delinquency at SMAN 9 Bandung. This research is a field research with a qualitative approach. Data analysis involves three stages, namely data reduction, presentation, and conclusion. The results showed that (1) at SMAN 9 Bandung there were two types of juvenile delinquency which included mild to moderate forms. (2) The efforts of PAI teachers in preventing juvenile delinquency include: a) prevention in the classroom, b) out-of-class programs and activities, and c) collaboration between all school parties, PAI teachers, and BK teachers. (3) Supporting factors in this effort include a supportive school program and support from parents and religious leaders, while inhibiting factors include students' identity crisis and lack of attention to students. Abstrak. Penelitian ini mendeskripsikan secara mendalam upaya guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam menanamkan nilai-nilai religius sebagai upaya preventif terhadap kenakalan remaja di SMAN 9 Bandung. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan dengan pendekatan kualitatif. Analisis data melibatkan tiga tahap, yaitu reduksi data, penyajian, dan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) di SMAN 9 Bandung terdapat dua jenis kenakalan remaja yang termasuk ke dalam bentuk ringan hingga sedang. (2) Upaya guru PAI dalam mencegah kenakalan remaja mencakup: a) pencegahan di dalam kelas, b) program dan kegiatan luar kelas, dan c) kolaborasi antara seluruh pihak sekolah, guru PAI, dan guru BK. (3) Faktor pendukung dalam upaya ini antara lain program sekolah yang mendukung serta dukungan dari orang tua dan tokoh agama, sementara faktor penghambat meliputi krisis identitas siswa dan kurangnya perhatian terhadap siswa.
Co-Authors 10030218016, Raden Ashri Salsabila 10030219001, Nadya Oktaviani 10030220007, Delia Swantiana AA Sudharmawan, AA Adawiyah, Elis Adillah Siti Azzahra Aep Saepudin Afifah Ulya Ainurrohmah DCG Alma Husnu Ananda Yusfa Rahman Anne Andriane Annisa Ayu Saadah Arif Hakim Arif Hakim Asep Dudi Asep Dudi Suhardini Asysyipa Nur Azizah Ibrahim Awit Marwati Sakinah Ayi Sobarna Ayunda Fauziah, Najma Cahyani, Novianti Ayu Dewi Masitoh Dewi Mulyani Dewi Mulyani Diki Gustian Dina Aulia Adiningsih Dinar Nur Inten Dini Aisyah Fauziah Dwi Rizky Eko Surbiantoro Enoh Enoh Enoh Nuroni Fauziyyah Khoirunnisaa Fitroh Hayati Ghina Yusriyah Shidiq Hakim, Arif Hani Handayani Henderia Kustina Hirza Huriah Rachmah Ipah Arianti Iwan Sanusi Khambali Khambali, Khambali M. Noval Asgaf Mahabatillah, Kamila Maryono, Awanis Ghassani masnipal Mubiar Agustin Muhammad Qais Arrasyid Muhammad, Giantomi Mulyati, Husna Nadhira Putri Mulyana Natatsa Syifaul Wardah Niko Apriyanto Nila Nur sinta Nur Aida Fatimah Nuraini, Nabilah Nurdila Nurul Afrianti Nurul Afrianti, Nurul Rafliansyah Khairullah Rani Pratini Rasyid, A. Mujahid Ratu Iqlima Ghasanni Reni Mulyani Reuhulina Putri Perangin Angin Rifa Siti Ayu Bakta Rissa Sahidah Riza Fauzia Rizky Amalia Rozali, Zahra Putri Rustini, Rinrin Salma Hanifa Salma Salsabila Salma Wildani Siti Hafsah Salvia Kemala Sara Aulia Fathin Shinta Mellani Salsabila Sobar Al Ghazal Sri Rosita Surbiantoro, Eko Syakira Kaneisha Zahra Prameswary Syamsiah Iskandar Syifa Aghnia Zaenal Tatat Tarwiah Tazkia, Alma Husnu Via Eka Lestari Viny Apriyantie Winda Sri Asih Rahmanda Yeni Anggraeni Yurika Nur Prasetya Zahra Putri Rozali