Claim Missing Document
Check
Articles

Efektivitas Pembelajaran Al-Qur’an Melalui Tutor Sebaya terhadap Peningkatan Kemampuan Membaca Al-Qur’an Siswa Kelas 1 DTA Nurul Anwar (Bandung) Rifa Siti Ayu Bakta; Erhamwilda; Khambali
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v4i2.15668

Abstract

Abstract. Learning to read the Qur'an in schools is often ineffective. This can be attributed to a number of factors, including low interaction between teachers and students and between students and other students. This results in a less conducive atmosphere, often even causing a tense classroom atmosphere and a hesitant attitude to ask questions and become a boring routine.The purpose of this study is to find out the ability to read the Qur'an of students before and after using the peer tutor learning method, as well as to find out the learning process of reading the Qur'an through peer tutors in grade 1 students of DTA Nurul Anwar Bandung. This study uses a qualitative approach with the Classroom Action (PTK) research method which focuses on a problem, namely the lack of ability of DTA Nurul Anwar students to read the Qur'an. The subject of this study is 20 students in grade 1 of DTA Nurul Anwar. Data acquisition in this study uses observation, interview and documentation techniques. Based on the results of data analysis through the observation process carried out, it can be concluded that there is a significant improvement in the ability to read the Qur'an in grade 1 of DTA Nurul Anwar using the peer tutor method. This is marked by the results of the percentage of the initial test (pretest) of 25%, the results of the evaluation of the first cycle of 45%, the results of student observation in the first cycle of 64%, the results of student evaluation in the second cycle of 85%, the results of student observation in the second cycle of 82.9% and the results of the final test (post-test) of 90%. Abstrak. Kegiatan pembelajaran membaca Al-Qur’an di sekolah seringkali tidak efektif. Hal ini dapat dikaitkan dengan sejumlah faktor, termasuk rendahnya interaksi antara guru dengan siswa serta antara siswa dengan siswa lain. Hal ini mengakibatkan suasana yang kurang kondusif, bahkan seringkali menimbulkan suasana kelas yang tegang serta sikap sungkan bertanya dan menjadi rutinitas yang membosankan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kemampuan membaca Al-Qur’an siswa sebelum dan sesudah menggunakan metode pembelajaran tutor sebaya, serta untuk mengetahui proses pembelajaran membaca Al-Qur’an melalui tutor sebaya pada siswa kelas 1 DTA Nurul Anwar Bandung. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang berfokus pada suatu permasalahan yakni kurangnya kemampuan siswa DTA Nurul Anwar dalam membaca Al-Qur’an. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas 1 DTA Nurul Anwar yang berjumlah 20 siswa. Perolehan data dalam penelitian ini menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Berdasarkan hasil analisis data melalui proses observasi yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa terdapat peningkatan yang signifikan terhadap kemampuan membaca Al-Qur’an pada kelas 1 DTA Nurul Anwar dengan menggunakan metode tutor sebaya. Hal ini ditandai dari hasil persentase tes awal (pretest) sebesar 25%, hasil evaluasi siklus I sebesar 45%, hasil observasi siswa pada siklus I sebesar 64%, Hasil evaluasi siswa pada siklus II sebesar 85%, hasil observasi siswa pada siklus II sebesar 82,9 % dan hasil tes akhir (post-test) sebesar 90%.
The Hubungan Bimbingan Orangtua dalam Membentuk Pribadi yang Tidak Sombong dan Marah terhadap Kecenderungan Anak pada Perilaku Bullying di Desa Sindangsari Garut Salma Wildani Siti Hafsah; Erhamwilda; Asep Dudi Suhardini
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v4i2.15691

Abstract

Abstract. This study is titled "The Relationship Between Parental Guidance in Shaping a Humble and Emotionally Controlled Personality with the Tendency of Children to Engage in Bullying Behavior." The main issue faced is the high level of bullying among adolescents, which is suspected to be related to the lack of parental guidance in teaching humility and emotional control. The research questions are: 1. What is the level of parental guidance in teaching children to control arrogance and anger according to Islamic teachings? 2. How is the tendency of children to engage in bullying behavior? 3. Is there a relationship between the level of parental guidance in teaching children to control arrogance and anger according to Islamic teachings and the tendency of children to engage in bullying? The objective of this study is to analyze the relationship between parental guidance in shaping a humble personality and controlling anger with the tendency of children to engage in bullying. The research method used is quantitative with a correlational approach. Data was collected through questionnaires distributed to parents and children in Desa Sindangsari. Data analysis was performed using the coefficient of determination (R²) and F-test to test the hypotheses. The results indicate that parental guidance in preventing arrogance and controlling anger together has a significant impact on the tendency of children to engage in bullying, meaning that more than half of the variation observed in the variables has a strong relationship. The analysis also shows a significant effect between parental guidance and the tendency of children to engage in bullying. Based on these results, it is recommended that parents be more consistent in providing guidance to shape a humble personality in their children and help them manage anger to reduce bullying tendencies among children. Abstrak. Penelitian ini berjudul "Hubungan Bimbingan Orangtua Dalam Membentuk Pribadi Yang Tidak Sombong dan Marah Terhadap Kecenderungan Anak Pada Perilaku Bullying". Permasalahan utama yang dihadapi adalah tingginya tingkat bullying di kalangan anak remaja yang diduga berkaitan dengan kurangnya bimbingan orangtua dalam mengajarkan sikap rendah hati dan pengendalian emosi. Rumusan masalah yang diajukan ialah; 1. Bagaimana tingkat bimbingan orangtua dalam mengajarkan anak mengendalikan tidak sombong dan marah dalam ajaran Islam? 2. Bagaimana kecenderungan anak melakukan perilaku bullying? 3. Adakah hubungan antara tingkat bimbingan orangtua dalam mengajarkan anak mengendalikan tidak sombong dan marah dalam ajaran Islam dengan kecenderungan anak melakukan bullying?. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan antara bimbingan orangtua dalam membentuk pribadi yang tidak sombong dan mengendalikan emosi marah dengan kecenderungan anak melakukan bullying. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan korelasional. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang disebarkan kepada orangtua dan anak-anak di Desa Sindangsari. Analisis data dilakukan menggunakan uji koefisien determinasi (R2) dan uji F untuk menguji hipotesis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bimbingan orangtua dalam mencegah sifat sombong dan mengendalikan emosi marah secara bersama-sama berpengaruh penting terhadap kecenderungan anak melakukan bullying dengan kata lain, bahwa lebih dari setengah variasi yang terjadi pada variabel yang diamati mempunyai hubungan yang cukup kuat. Analisis juga menunjukkan bahwa adanya pengaruh yang penting antara variabel bimbingan orangtua dan kecenderungan anak melakukan bullying. Dari hasil ini, disarankan agar orangtua lebih konsisten dalam memberikan bimbingan untuk membentuk pribadi anak yang tidak sombong dan mampu mengendalikan emosi marah guna mengurangi kecenderungan bullying di kalangan anak-anak.
Hubungan Antara Kesadaran Diri Dengan Pengetahuan Tentang Shalat Lima (5) Waktu Pada Siswa SMA SLTA Kota Bandung Nur Aida Fatimah; Erhamwilda; Surbiantoro, Eko
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v4i2.15701

Abstract

Abstrak. Kesadaran diri didalam beribadah menjadikan komponen penting diri mereka sendiri agar lebih memahami lebih dalam tentang siapa mereka sebenarnya. Penelitian ini dilakukan dari beberapa sekolah secara acak. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan jenis pendekatan korelasi pearson yang merupakan korelasi sederhana yang melibatkan satu variabel terikat (dependent) dan satu variabel bebas (independent). Dan menggunakan penelitian lapangan (filed research). Didalam skripsi ini peneliti juga melibatkan 2 kelas pada setiap sekolah. Hasil dari skripsi ini, peneliti dapat mengetahui bahwa hubungan antara kesadaran diri dengan pengetahuan ibadah tentang shalat pada siswa dapat dilihat dalam tabel dengan nilai r hitung > r tabel atau 0,106 > 0,124. Dapat disimpulkan bahwa H0 diterima dan H1 ditolak. Artinya antara hubungan antara kesadaran diri dengan pengetahuan ibadah tentang shalat pada siswa terdapat hubungan yang sangat rendah. Hal tersebut memiliki nilai di angka 0,00-0,20 maka hasil tersebut dapat dikatakan tidak signinfikan. Maka dapat disimpulkan bahwa Pengetahuan ibadah tentang shalat yang diketahui siswa, belum tentu dapat menjadikan siswa mempunyai kesadaran terhadap dirinya sendiri, harus diniatkan dari diri sendiri. Meskipun seseorang itu sudah diajarkan mengenai ibadah sekalipun, dan dicontohkan tetap saja belum tentu membuat anak itu sadar akan kepentingan shalat, dan ingin melakukannya. Dapat ditarik kesimpulan bahwa kesadaran diri tidak mempunyai hubungan signifikan terhadap pengetahuan ibadah tentang shalat.
Implementasi Metode Murajaah dalam Meningkatkan Kualitas Hafalan Alquran Juz 30 pada Murid Kelas IV di Madrasah Diniyah Ula Persis Al Jihad Kecamatan Bojongloa Kidul Kota Bandung Rafliansyah Khairullah; Erhamwilda; Khambali
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v4i2.15762

Abstract

Abstract. This thesis explains the implementation of the murajaah method in improving the quality of memorization of the 30th Juz of the Quran among 4th-grade students at Madrasah Diniyah Ula Persis Al Jihad, Bojongloa Kidul District, Bandung City. This research uses a qualitative approach with a descriptive type, aimed at collecting data on the implementation of the murajaah method in enhancing the memorization quality of the 30th Juz of the Quran among 4th-grade students at Madrasah Diniyah Ula Persis Al Jihad, Bojongloa Kidul District, Bandung City. The data collection techniques used are triangulation, which includes interviews, observation, and documentation. The findings of this study are that 10 minutes before class starts (with the murajaah technique with classmates) and 10 minutes before going home (with the murajaah technique with the homeroom teacher). The murajaah strategy involves looking at the Quran (for those who do not have a murajaah schedule) and without looking at the Quran (for those who have a murajaah schedule). After conducting murajaah with classmates, the homeroom teacher provides feedback and suggestions to the students on the murajaah schedule and discusses tajweed knowledge. The inhibiting factors include difficulties in application, lack of habit, difficulty finding time, and the large number of lessons to be covered daily. The supporting factors include it being fun, not boring, and having many friends. Abstrak. Skripsi ini menjelaskan mengenai implementasi metode murajaah dalam meningkatkan kualitas hafalan Alquran juz 30 pada murid kelas IV di madrasah diniyah ula persis Al Jihad Kecamatan Bojongloa Kidul Kota Bandung. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif yang bertujuan untuk mengumpulkan data mengenai implementasi metode murajaah dalam meningkatkan kualitas hafalan Alquran juz 30 pada murid kelas IV di madrasah diniyah ula persis Al Jihad Kecaamatan Bojongloa Kidul Kota Bandung. Teknik pengumpulan data menggunakan triangulasi atau wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil dalam penelitian ini adalah 10 menit sebelum mulai pelajaran (dengan teknik murajaah bersama teman sekelas) dan 10 menit sebelum pulang (dengan teknik murajaah bersama wali kelas). Strategi murajaahnya ialah melihat Alquran (bagi yang tidak mendapatkan jadwal murajaah) dan tanpa melihat Alquran (bagi yang mendapatkan jadwal murajaah). Setelah melakukan murajaah bersama teman sekelas, wali kelas memberi masukan dan saran kepada murid yang mendapatkan jadwal murajaah serta membahas mengenai ilmu tajwid. Faktor penghambatnya ialah kesulitan dalam pengaplikasiannya, belum terbiasa, susah mencari waktu, banyaknya pelajaran yang harus dibahas perharinya. Faktor pendukung ialah seru, tidak membosankan, banyak teman.
Permainan Kooperatif untuk Mengurangi Perilaku Agresif Anak Usia Dini di TK Al-Istiqomah Ridolloh Desa Bumiwangi Kecamatan Ciparay Kabupaten Bandung Sri Rosita; Erhamwilda; Nurul Afrianti
Bandung Conference Series: Early Childhood Teacher Education Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Early Childhood Teacher Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsecte.v3i1.7685

Abstract

Abstract. This classroom action research was motivated by the anxiety of researchers and teachers regarding aggressive behavior which is an act of hurting or harming other people both physically and verbally. This study aims to determine the implementation of cooperative game activities carried out by researchers and teachers to reduce aggressive behavior in early childhood. This research was conducted from February to April 2023, taking place at Al-Istiqomah Ridolloh Kindergarten, Bumiwangi Village, Ciparay District, Bandung Regency. The method used in this research is Classroom Action Research which refers to Kurt Lewin's pattern of action, which consists of planning, implementing, observing and reflecting. This research was carried out in four cycles. The techniques used for data collection in this study include observation, interviews and documentation. This research was carried out collaboratively between researchers and other teachers. The results showed that in the first cycle there were four children who showed aggressive behavior, then in the second cycle it was reduced to one child, then in the third cycle no children showed aggressive behavior as well as in the fourth cycle none of the children showed aggressive behavior. It was concluded that cooperative play is able to reduce aggressive behavior of early childhood in Al-istiqomah ridolloh Kindergarten, Bumiwangi Village, Ciparay District, Bandung Regency. Abstrak. Penelitian tindakan kelas ini dilatarbelakangi oleh keresahan peneliti dan guru-guru mengenai perilaku agresif yang merupakan suatu tindakan menyakiti atau merugikan orang lain baik secara fisik maupun verbal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan kegiatan permainan kooperatif yang dilakukan peneliti dan guru-guru untuk mengurangi perilaku agresif anak usia dini. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari sampai April 2023, bertempat di TK Al-Istiqomah Ridolloh Desa Bumiwangi Kecamatan Ciparay Kabupaten Bandung. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Penelitian Tindakan Kelas yang merujuk pada pola tindakan Kurt Lewin, yang terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi, penelitian ini dilaksanakan sebanyak empat siklus. Teknik yang digunakan untuk pengumpulan data dalam penelitian ini diantaranya yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Penelitian ini dilaksanakan secara kolaboratif antara peneliti dan guru-guru lainnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada siklus pertama terdapat empat anak yang menunjukkan perilaku agresif, selanjutnya pada siklus kedua berkurang menjadi satu orang anak, kemudian pada siklus ke tiga tidak ada anak yang menunjukkan perilaku agresif begitu juga pada siklus keempat tidak satupun anak menunjukkan perilaku agresif. Disimpulkan bahwa permainan kooperatif mampu mengurangi perilaku agresif anak usia dini di TK Al-istiqomah ridolloh desa bumiwangi kecamatan ciparay kabupaten bandung.
Peran Pola Asuh Orang Tua terhadap Perkembangan Perilaku Prososial Anak Usia 5 - 6 Tahum di Sekolah TK Smart Kindergarten Cahyani, Novianti Ayu; Erhamwilda; Mulyani, Dewi
Bandung Conference Series: Early Childhood Teacher Education Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Early Childhood Teacher Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsecte.v3i1.9092

Abstract

Abstract. When an early child enters the school environment, they show prosocial behavior that is visible when they begin to interact and socialize with their peers. With the characteristics of child learning acquired through the imitation of adult behavior, their basic abilities in prosocial behavior are picked up from the upbringing and cultivation of both parents at home as the primary source of the child's first education. From the 27 children in Smart Kindergarten class B, there are four who appear to be more prominent in prosocial behavior than the other children. Among the four children, there are two who have developed very well and consistently, while the other two are still developing according to expectations and are beginning to develop. This research uses case study methods intended to demonstrate how parenting can play a role in the development of children's prosocial behavior in school. Data collection techniques using interviews and observations The results obtained through this research show that a kind of democratic and consistent parenting generates a child’s well-developed prosocial behavior. Parents who are newly trying to implement the democratic parenting model generate children whose prosocial behavior develops according to expectations, while the child whose prosocial behavior begins to develop is retrieved by parents who apply the permissive parenting model. Abstrak. Pada saat anak usia dini memasuki lingkungan sekolah, anak menunjukan perilaku prososial yang terlihat ketika anak mulai berinteraksi dan bersosialisasi dengan teman sebaya. Dengan karakteristik pembelajaran anak yang didapat melalui meniru tingkah laku orang dewasa, kemampuan dasar anak dalam perilaku prososial pada anak tidak lepas dari pengasuhan dan pembiasaan kedua orang tua di rumah sebagai sumber utama anak dalam mendapat pendidikan pertamanya. Dari sejumlah 27 anak kelas B di TK Smart Kindergarten terdapat empat anak yang perilaku prososialnya terlihat lebih menonjol dibanding anak-anak lainnya. Diantara keempat anak tersebut, terdapat dua anak yang perkembangan perilaku prososialnya sudah berkembang sangat baik dan konsisten sedangkan dua anak lainnya masih berkembang sesuai harapan dan mulai berkembang. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus yang bermaksud untuk menunjukan bagaimana pola asuh orang tua dapat berperan dalam perkembangan perilaku prososial anak di sekolah. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara dan observasi. Hasil yang didapat melalui penelitian ini adalah jenis pola asuh orang tua yang demokratis dan konsisten menghasilkan perilaku prososial anak yang berkembang sangat baik. Orang tua yang baru mencoba menerapkan jenis pola asuh demokratis menghasilkan anak yang perilaku prososialnya berkembang sesuai harapan, sedangkan anak yang perilaku prososialnya mulai berkembang dihasilkan dari orang tua yang menerapkan jenis pola asuh permisif.
Penerapan Teknik Token Economy dalam Meningkatkan Kedisiplinan Anak Usia 5 - 6 Tahun di Kelompok Bermain Taman Ceria Bandung Maryono, Awanis Ghassani; Erhamwilda; Dewi Mulyani
Bandung Conference Series: Early Childhood Teacher Education Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Early Childhood Teacher Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsecte.v3i1.9160

Abstract

Abstract. This research is motivated by the discipline of children aged 5-6 years in the Taman Ceria Bandung Playgroup which is not optimal. The purpose of this research is to improve children's discipline through the application of token economy techniques. The research method used is collaborative action research or collaborative classroom action research. The research subjects were children aged 5-6 years, totaling 8 people consisting of 4 boys and 4 girls. Data collection techniques using observation and documentation. The data analysis technique performed was a qualitative descriptive analysis. Success indicators set at least 75% average score per child. The research was carried out in two cycles. The results of this study indicate that there is an increase in discipline after implementing the token economy technique. Referring to the percentage of Arikunto's assessment indicators in the pre-cycle observations, it showed that 5 out of 8 children had an average score that entered the growing category. In Cycle 1 it showed that 8 children had an average score that entered the developing category as expected. In cycle 2 it shows that 7 children with an average score enter the very well developed category and 1 child with an average score enter the developing category according to expectations. This shows an increase in discipline using the token economy technique. Abstrak. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kedisiplinan anak usia 5-6 tahun di Kelompok Bermain Taman Ceria Bandung yang belum optimal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan kedisiplinan anak melalui penerapan teknik token economy. Metode penelitian yang digunakan adalah collaborative action research atau penelitian tindakan kelas kolaboratif. Subjek penelitian adalah anak umur 5-6 tahun yang berjumlah 8 orang terdiri dari 4 orang laki-laki dan 4 orang perempuan. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan adalah analisis deskriptip kualitatif. Indikator keberhasilan yang ditetapkan minimal 75% rata-rata skor per anak. Penelitian dilaksanakan dalam dua Siklus. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa adanya peningkatan kedisiplinan setelah diterapkan teknik token economy. Merujuk pada presentase indicator penilaian Arikunto pada observasi Pra Siklus menunjukan 5 dari 8 anak memiliki rata-rata skor yang memasuki kategori mulai berkembang. Pada Siklus 1 menunjukan 8 anak memiliki rata-rata skor yang memasuki kategori berkembang sesuai harapan. Pada siklus 2 menunjukan bahwa 7 anak rata-rata skor memasuki kategori berkembang sangat baik dan 1 anak rata-rata skor memasuki kategori berkembang sesuai harapan. Hal ini menunjukan adanya peningkatan kedisiplinan menggunakan teknik token economy.
Implementasi Kurikulum Merdeka Belajar dalam Meningkatkan Jati Diri Anak Usia Dini di TK Persis Tarogong Garut Tazkia, Alma Husnu; Erhamwilda; Arif Hakim
Bandung Conference Series: Early Childhood Teacher Education Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Early Childhood Teacher Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsecte.v3i1.9263

Abstract

Abstract. Identity is a person's assessment and understanding of himself, both as an individual and as part of a certain group. It is important to introduce identity so that children can understand that they are creatures of Allah Subhanahu wa Ta'ala and all natural phenomena are part of His power. In addition, through the introduction of this individual identity, children also learn to know themselves, their surroundings, and how to interact socially so that they can properly respect themselves, others, and diversity. The independent curriculum is a suitable curriculum implemented in early childhood to improve identity, because it contains an independent curriculum structure, where this independent curriculum has three elements, one of which is identity. Persis Tarogong Kindergarten is one of the schools that has implemented an independent curriculum in its learning. The purpose of this study was to find out the implementation of the independent learning curriculum in improving early childhood identity. This study uses qualitative research methods and data generated through observation, interviews and documentation. The results of this study indicate that with an independent curriculum, children's identity increases not only in terms of identity but other aspects also increase, this is because children not only carry out and complete projects, but children also contribute to giving ideas and ideas about what activities children want in the project to be held. So that children are able to express their ideas into something real and also children will carry out activities according to their wishes and interests. These things will certainly improve aspects of development in children, one of which is identity. Abstrak. Jati diri merupakan penilaian dan pemahaman seseorang mengenai dirinya, baik sebagai pribadi maupun sebagai bagian dari kelompok tertentu. Penting untuk mengenalkan jati diri agar anak dapat memahami bahwa mereka adalah makhluk ciptaan Allah Subhanahu wa Ta'ala dan segala fenomena alam merupakan bagian dari kuasa-Nya. Selain itu, melalui pengenalan jati diri individu ini, anak-anak juga belajar mengenal diri sendiri, lingkungan sekitar, dan cara berinteraksi sosial sehingga mereka bisa menghargai diri sendiri, orang lain, serta keberagaman dengan baik. Kurikulum merdeka merupkan kurikulum yang cocok diimplementasikan pada anak usia dini untuk meningkatkan jati diri, dikarenakan didalamnya terdapat stuktur kurikulum merdeka, dimana kurikulum merdeka ini memiliki tiga elemen salah satunya Jati diri. TK Persis Tarogong merupakan salah satu sekolah yang sudah menerapkan kurikulum merdeka pada pembelajarannya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui implemetasikurikulum merdeka belajar dlaam meningkatkan jati diri anak usia din dini. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dan data yang dihasilkan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa dengan adanya kurikulum merdeka, jati diri anak menjadi meningkat tidak hanya aspek jati diri saja melainkan aspek-aspek lainnya pun ikut meningkat, hal ini dikarenakan anak-anak tidak hanya melaksanakan dan menyelesaikan projek, tetapi anak juga ikut andil dalam memberikan ide dan gagasan tentang kegiatan apa saja yang diinginkan anak dalam projek yang akan diadakan tersebut. Sehingga anak-anak mampu mengeluarkan idenya menjadi sesuatu yang nyata dan juga anak akan melakukan kegiatan sesuai keinginan dan minatnya, Halhal tersebut tentunya akan meningkatkan aspek-aspek perkembangan pada anak salah satunya jati diri
Peran Lingkungan terhadap Kesantunan Berbahasa Anak Usia 4 - 5 Tahun Shinta Mellani Salsabila; Erhamwilda; Dinar Nur Inten
Bandung Conference Series: Early Childhood Teacher Education Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Early Childhood Teacher Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsecte.v3i1.9291

Abstract

Abstract. The spoken language used by humans, including children, to communicate is called speaking. Because in this way the family environment has a very important role in cultivating national character for children and the younger generation. Basically, the environment is very influential on the development of children's behavior, one of which is the ability to speak politely. Research ”The Role of the Environment on Language Politeness in Children Aged 4-5 Years” Research entitled “The role of the environment on language politeness in children aged 4-5 years” was conducted using interview guide techniques, observation guidelines and documentation. Based on the observations that the researchers found, harsh words that children often utter are not only factors from the community environment, but from how parents educate children, what series children often watch, and so on. Causes of children using harsh language Consistency in educating and teaching children, researchers found factors that cause children to speak rudely where parents are not consistent in educating and teaching children. Abstrak. bahasa lisan yang digunakan oleh manusia termasuk anak-anak untuk berkomunikasi disebut dengan bicara. Sebab dengan cara ini lingkungan keluarga memiliki peran yang sangat penting dalam pembudayaan karakter bangsa bagi anak dan generasi muda. Pada dasarnya lingkungan sangat berpegaruh terhadap perkembangan perilaku anak salah satunya kemampuan berbahasa santun. Penelitian Peran Lingkungan Terhadap Kesantunan Berbahasa pada Anak Usia 4-5 Tahun» Penelitian dengan judul Peran lingkungan terhadap kesantunan berbahasa anak usia 4-5 tahun dilakukan dengan menggunakan teknik pedoman wawancara, pedoman observasi dan dokumentasi. Berdasarkan hasil pengamatan yang peneliti temukan, kata kasar yang sering diucapkan anak bukan hanya faktor dari lingkungan masyarakat saja, melainkan dari bagaimana cara orang tua dalam mendidik anak, serial apa saja yang sering anak tonton, dan lainnya. Penyebab anak berbahasa kasar Konsistensi dalam mendidik dan mengajar anak-anak, peneliti menemukan faktor penyebab anak berbahasa kasar yang dimana orang tua tidak konsisten dalam mendidik dan mengajar anak.
Analisis Pola Asuh Orang Tua yang Menikah Dini dan Kaitannya terhadap Perkembangan Anak 10030220007, Delia Swantiana; Erhamwilda; Eko Surbiantoro
Bandung Conference Series: Early Childhood Teacher Education Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Early Childhood Teacher Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsecte.v4i1.15033

Abstract

Abstract. Marriage at a young age burdens girls with responsibilities that adults should do and that girls are not ready to do. Parents who marry early tend to have low education and lack knowledge about parenting, which can have an impact on children's development. The aim of this research is to analyze the parenting patterns of parents who marry early and their relationship to child development. The research results show that the parenting patterns of parents who marry early vary in supporting every aspect of children's development. Parenting tendencies that emerge include moral and religious development, parenting patterns that are applied include democratic, permissive, authoritarian and neglectful parenting patterns. In physical-motor development, the parenting style applied by parents is a tendency towards democratic and permissive parenting. In social-emotional development, the parenting patterns that are applied are tendencies towards authoritarian, democratic and permissive parenting patterns. In language development, the parenting patterns applied by parents tend to be democratic, authoritarian and permissive parenting patterns. Meanwhile, aspects of child development as a whole show good development and are in accordance with the level of achievement of the child's development, but there are several aspects that still require further attention to support more optimal development. Abstrak. Pernikahan pada usia muda membebani anak perempuan dengan tanggung jawab yang seharusnya dilakukan oleh orang dewasa dan belum siap untuk dilakukan oleh anak perempuan. Orang tua yang menikah dini cenderung berpendidikan rendah dan kurang dalam memiliki pengetahuan tentang pengasuhan, sehingga dapat berdampak pada perkembangan anak. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pola asuh orang tua yang menikah dini dan kaitannya terhadap perkembangan anak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola asuh orang tua yang menikah dini berbeda-beda dalam mendukung setiap aspek perkembangan anak. Kecenderungan pola asuh yang muncul diantaranya yaitu dalam perkembangan moral dan agama pola asuh yang diterapkan meliputi pola asuh demokratis, permisif, otoriter dan pengabaian. Pada perkembangan fisik-motorik pola asuh yang diterapkan oleh orang tua yaitu adanya kecenderungan pada pola asuh demokratis dan permisif. Pada perkembangan sosial-emosional pola asuh yang diterapkan yaitu adanya kecenderungan pola asuh otoriter, demokratis dan permisif. Pada perkembangan bahasa, pola asuh yang diterapkan orang tua memiliki kecenderungan pada pola asuh demokratis, otoriter, dan permisif. Sedangkan untuk aspek perkembangan anak secara keseluruhan menunjukkan perkembangan yang baik dan sesuai dengan tingkat pencapaian perkembangan anak, namun terdapat beberapa aspek yang masih memerlukan perhatian lebih lanjut untuk mendukung perkembangan yang lebih optimal
Co-Authors 10030219001, Nadya Oktaviani 10030220007, Delia Swantiana AA Sudharmawan, AA Adawiyah, Elis Adillah Siti Azzahra Aep Saepudin Afifah Ulya Ainurrohmah DCG Alma Husnu Ananda Yusfa Rahman Anne Andriane Annisa Ayu Saadah Arif Hakim Arif Hakim Asep Dudi Asep Dudi Suhardini Asysyipa Nur Azizah Ibrahim Awit Marwati Sakinah Ayi Sobarna Ayunda Fauziah, Najma Cahyani, Novianti Ayu Dewi Masitoh Dewi Mulyani Dewi Mulyani Diki Gustian Dina Aulia Adiningsih Dinar Nur Inten Dini Aisyah Fauziah Dwi Rizky Eko Surbiantoro Enoh Enoh Enoh Nuroni Fauziyyah Khoirunnisaa Fitroh Hayati Ghina Yusriyah Shidiq Hakim, Arif Hani Handayani Henderia Kustina Hirza Huriah Rachmah Ipah Arianti Iwan Sanusi Khambali Khambali, Khambali M. Noval Asgaf Mahabatillah, Kamila Maryono, Awanis Ghassani masnipal Mubiar Agustin Muhammad Qais Arrasyid Muhammad, Giantomi Mulyati, Husna Nadhira Putri Mulyana Natatsa Syifaul Wardah Niko Apriyanto Nila Nur sinta Nur Aida Fatimah Nuraini, Nabilah Nurdila Nurul Afrianti Nurul Afrianti, Nurul Rafliansyah Khairullah Rani Pratini Rasyid, A. Mujahid Ratu Iqlima Ghasanni Reni Mulyani Reuhulina Putri Perangin Angin Rifa Siti Ayu Bakta Rissa Sahidah Riza Fauzia Rizky Amalia Rozali, Zahra Putri Rustini, Rinrin Salma Hanifa Salma Salsabila Salma Wildani Siti Hafsah Salvia Kemala Sara Aulia Fathin Shinta Mellani Salsabila Sobar Al Ghazal Sri Rosita Surbiantoro, Eko Syakira Kaneisha Zahra Prameswary Syamsiah Iskandar Syifa Aghnia Zaenal Tatat Tarwiah Tazkia, Alma Husnu Via Eka Lestari Viny Apriyantie Winda Sri Asih Rahmanda Yeni Anggraeni Yurika Nur Prasetya Zahra Putri Rozali