Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search
Journal : Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)

Pengaruh Penambahan Inhibitor Alami dari Ekstrak Kulit Buah Manggis Terhadap Laju Korosi Baja ST 41 Elviana, Suci; Ibrahim, Ishak; Muarif, Agam; Zulnazri, Zulnazri; Sylvia, Novi
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 4 No. 4 (2024): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) - Agustus 2024
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v4i4.15200

Abstract

Korosi adalah sebuah proses pengkaratan, korosi sering terjadi pada logam yang mengalami proses penurunan mutu terhadap fungsinya yang disebabkan karena lingkungan yang korosif baik itu berupa udara, air maupun lainnya. Penanganan masalah korosi dapat dilakukan dengan menambahkan inhibitor korosi dari ekstrak kulit buah manggis yang mengandung tanin dan dapat membentuk senyawa komplek dengan besi lll oksida pada permukaan logam. Inhibitor korosi merupakan suatu zat yang jika ditambahkan kedalam suatu lingkungan, dapat menurunkan laju korosi terhadap suatu logam. Pengaruh penambahan inhibitor alami dari ekstrak kulit buah manggis terhadap laju korosi pada baja ST 41 dilakukan pada penelitian di Laboratorium dengan menggunakan metode perendaman. Media korosif yang digunakan dalam penelitian adalah HCl 0,5 M yang telah ditambahkan inhibitor. Perendaman dilakukan dalam interval waktu 6 hari, 9 hari, 12 hari dan 15 hari dengan konsentrasi inhibitor 0,12 gr/ml, 0,14 gr/ml, 0,18 gr/ml, 0,24 gr/ml dan 0,36 gr/ml. Laju korosi dihitung dengan menggunakan metode weight loss, hasil pengujian yang dilakukan menunjukkan terjadinya korosi sumuran dipermukaan logam, Besarnya laju korosi dinyatakan sebagai besarnya kehilangan berat benda uji per satuan luas permukaan per satuan waktu perendaman. Dari hasil penelitian ditunjukkan bahwa laju korosi pada baja karbon rendah dalam lingkungan asam klorida menurun secara signifikan seiring meningkatnya konsentrasi inhibitor dan lamanya waktu perendaman. Penurunan ini terjadi karena adanya pembentukan lapisan pasif protektif pada permukaan plat baja, sehingga melindungi plat baja dari serangan korosi. Laju korosi terendah dan efisiensi inhibisi tertinggi diperoleh pada perendaman 15 hari dengan konsentrasi 0,36 gr/ml yaitu 19,713 mpy dan 57,22%.
PEMBUATAN BIOETANOL DARI KULIT PISANG RAJA MENGGUNAKAN SACCHAROMYCES CEREVISIAE DENGAN METODE HIDROLISIS DAN FERMENTASI putri, intan nanda; Zulnazri, Zulnazri; Muarif, Agam; Dewi, Rozanna; sylvia, novi; Authar, Mhammad
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 4 No. 2 (2024): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) - Mei 2024
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v4i2.14942

Abstract

Bioetanol merupakan cairan yang dibuat setelah karbohidrat (pati) difermentasi menggunakan bantuan mikroorganisme. Karbohidrat ini diekstraksi dari kulit pisang raja. Penelitian diperoleh melalui hidrolisis, distilasi asam klorida. Dalam proses pertama , konsentrasi ragi 5%, 10%, 15% dan waktu fermentasi 3, hingga 9 hari. Dalam proses kedua, konsentrasi ragi 5%, 10%, 15% dengan waktu fermentasi 3 hingga 9 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa yield dan densitas tertinggi terjadi pada konsentrasi ragi yang paling tinggi, yaitu pada konsentrasi ragi yang paling tinggi pada konsentrasi ragi 15% dengan waktu fermentasi 9 hari sebesar 5,7873% dan 3,9046 gr/ml, dan kadar bioetanol tertinggi pada konsentrasi ragi 15% dengan waktu fermentasi 9 hari sebesar 3,9046 gr/ml. sebesar 1,5085%. Nilai densitas bioetanol yang diperoleh memenuhi (SNI). Selain itu, uji GC-MS menunjukkan bahwa sampel uji memiliki kandungan senyawa samping serta etanol
PEMBUATAN PUPUK ORGANIK CAIR DARI LIMBAH SAYURAN DAN LIMBAH CAIR TAHU DENGAN BIOAKTIVATOR EM4 putri, Riska; Muarif, Agam; Kamar, Iqbal; Sylvia, Novi; Suryati, Suryati; Yosi, Andre
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 4 No. 4 (2024): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) - Agustus 2024
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v4i4.15367

Abstract

Limbah sayuran adalah hasil dari aktivitas pertanian, yang berasal dari  tanaman dengan kandungan bahan organik dan nutrisi yang melimpah. Di sisi lain, limbah cair dari produksi tahu mengandung unsur organik seperti karbohidrat, protein, dan lemak, sehingga dapat menjadi pilihan efektif untuk mengelola sampah organik. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh waktu fermentasi dengan variasi volume EM4 dari limbah cair sayuran dan limbah pada cair tahu terhadap kandungan C-Organik, nitrogen, pH dan C/N. Pupuk organik cair dari limbah sayuran dan limbah cair tahu dengan variasi waktu fermentasi (10 hari, 13 hari dan 16 hari), dan volume  Bioaktivator EM4 (50 ml, 60 ml dan 70 ml). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar C-Organik tertinggi didapat pada waktu fermentasi 13 hari dengan volume Bioaktivator EM4 60 ml yaitu 11,1%, kandungan nitrogen yaitu 0,99% dan untuk C/N yaitu 11,2%. Dari hasil kandungan yang diperoleh didapat volume Bioaktivator EM4 dan waktu fermentasi terbaik yaitu, pada waktu fermentasi 13 hari dengan volume Bioaktivator EM4 60 ml dan sudah memenuhi persyaratan Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) No: 261/KPTS/SR.310/M/4/2019. Hal ini dikarenakan pada waktu fermentai 13 hari sudah menghasilkan kadar pupuk terbaik dari masa fermentasi 16 hari. Kata Kunci:EM4, Limbah Sayuran, Limbah Cair Tahu, Pupuk Organik Cair.
Ekstraksi Minyak Biji Ketapang sebagai Bahan Baku Biodiesel Aulia, Yeni; Meriatna, Meriatna; Masrullita, Masrullita; Sylvia, Novi; Muarif, Agam; Ulfa, Raudhatul
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 2 No. 5 (2022): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) - Desember 2022
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v2i5.9116

Abstract

Ketapang merupakan salah satu tumbuhan yang memiliki kandungan minyak berkisar 60%, dimana minyak tersebut mengandung trigliserida yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku biodiesel. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisa pengaruh konsentrasi pelarut dan waktu ekstraksi terhadap kualitas minyak yang dihasilkan. Penelitian ini dilakukan dengan proses ekstraksi menggunakan pelarut non-polar (N-heksana) dan dilanjutkan dengan proses distilasi untuk memisahkan pelarutnya. Hasil penelitian diperoleh yield optimum pada konsentrasi 80% selama 4 jam sebesar 37,84%, densitas 0,84 gr/ml, viskositas 15,32 cP, kadar air 0,58%, dan kadar FFA 0,664%. Berdasarkan hasil analisa komposisi senyawa trigliserida didapat Metil palmitat 40,34%, metil linoleat 6,77%, metil oleat 34,04%. metil ricinoleat 6,74%, metil stearat 4,63%, metil trans-9-octadecenoat 6,64%, metil octadecanoat 0,85%.Berdasarkan hasil analisa, minyak biji ketapang yang diperoleh telah memenuhi syarat untuk dijadikan bahan baku pembuatan biodiesel.
PEMANFAATAN AMPAS TEBU UNTUK PEMBUATAN PULP pradana, ardie surya; Bahri, syamsul; Muarif, Agam; sylvia, novi; sulhatun, Sulhatun
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 4 No. 6 (2024): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)-December 2024
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v4i6.17823

Abstract

Pulp adalah bahan yang digunakan untuk membuat lembaran kertas. Dalam penelitian ini, ampas tebu digunakan sebagai bahan baku pembuatan pulp. Penelitian ini sudah pernah dilakukan sebelumnya pada enceng gondok menggunakan variasi pelarut H2SO4 dan NaOH. Namun pada penelitian ini dengan ampas tebu menggunakan variasi pelarut H2SO4 dan NaOH. Untuk membuat pulp, kadar selulosa di atas 40% dan kadar lignin di bawah 23% harus diperhitungkan. Pada penelitian ini, larutan NaOH 3% hingga 9% dan larutan H2SO4 3% hingga 9% digunakan sebagai pelarut dalam proses delignifikasi untuk membandingkan proses soda dengan proses sulfit. Menurut temuan penelitian, prosedur delignifikasi bekerja paling baik dengan larutan NaOH dibandingkan dengan larutan H2SO4. Karena NaOH dengan konsentrasi 9% menghasilkan kandungan selulosa maksimum sebesar 46%, kandungan lignin 8%, dan rendemen berkisar 53%. Larutan H2SO4 memberikan hasil tertinggi, berkisar antara 59% hingga 70%, meskipun hanya dapat mencapai selulosa tertinggi pada konsentrasi 9%, 46% selulosa, dan 12% kadar lignin. Kadar air ampas tebu berkisar antara 14% hingga 16%.
SINTESIS BIODIESEL DARI BIJI BUAH KETAPANG (Terminalia catappa Linn) MELALUI PROSES TRANSESTERIFIKASI IN SITU MENGGUNAKAN KATALIS HOMOGEN (NaOH) Sofiyani, Nurwardina; Zulmiardi, Zulmiardi; Meriatna, Meriatna; Hakim, Lukman; Nurlaila, Rizka; Muarif, Agam
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 5 No. 3 (2025): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)-June 2025
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v5i3.14119

Abstract

Bahan bakar pengganti diesel yang ramah lingkungan dan dapat diperbarui, umumnya diperoleh dari minyak tumbuhan dan lemak hewan. Tumbuhan Ketapang memiliki kadar minyak sekitar 60%, yang mengandung trigliserida dan dapat digunakan sebagai bahan baku untuk biodiesel. Transesterifikasi in situ adalah penyederhanaan dari metode konvensional yang menghapus langkah-langkah ekstraksi minyak, degumming, dan esterifikasi yang bertujuan untuk mempersingkat proses produksi biodiesel. Penelitian produksi biodiesel dari biji buah ketapang sudah pernah dilakukan sebelumnya, namun pada penelitian ini pengolahan biodiesel dari biji buah ketapang dilakukan melalui proses transesterifikasi in situ. Pada penelitian ini sintesis biodiesel dari minyak biji ketapang (Terminalia catappa L.) melalui proses transesterifikasi in situ menggunakan katalis NaOH. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis pengaruh perbandingan berat biji ketapang terhadap solven (metanol) dan variasi waktu reaksi terhadap karakteristik biodiesel yang dihasilkan serta mengkaji biodiesel yang dihasilkan dengan menggunakan alat Gas Chromatography-Mass Spectrometry (GC-MS) dan menganalisa gugus fungsi metil ester menggunakan alat Fourier Transform Infra Red (FT-IR). Variabel bebas yang dipelajari adalah variasi perbandingan metanol:biji ketapang (1:20, 1:30 dan 1:40 %mol) dan waktu reaksi transesterifikasi in situ (120, 150, 180 dan 210 menit) dan diamati pengaruhnya terhadap kadar air, yield, densitas, viskositas, FFA, GC-MS, dan FT-IR. Yield tertinggi didapatkan pada variasi perbandingan 1:20 dengan waktu reaksi 210 menit sebesar 22,358 %mol dan hasil GC-MS pada variasi perbandingan 1:40 waktu reaksi 210 menit diperoleh asam oleat sebagai metil ester tertinggi adalah 50,08%.
PENAMBAHAN EKSTRAK BUAH MENGKUDU (Morinda citifolia L.) SEBAGAI BAHAN BAKU PEMBUATAN SABUN TRANSPARAN DARI MINYAK KELAPA MURNI (Virgin coconut oil) Ilhami, Gita Ayu; Zulnazri, Zulnazri; Dewi, Rozanna; Muarif, Agam; Mulyawan, Rizka
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 5 No. 1 (2025): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)-April 2025
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v5i1.19216

Abstract

Sabun adalah kebutuhan sekunder yang banyak digunakan setiap untuk membersihkan kotoran. Sabun transparan dibuat oleh reaksi saponifikasi antara trigliserida dari asam lemak minyak dan basa alkali (Natrium Hidroksida). Penelitian ini menggunakan metode saponifikasi dengan proses panas, di mana pemanasan dilakukan. Penelitian ini sebelumnya sudah pernah dilakukan, yang belum pernah dilakukan adalah berbeda karena menggunakan konsentrasi NaOH 25% dengan variasi 15 ml, 20 ml, 25 ml, dan 30 ml untuk membandingkan hasil sabun transparan yang terbaik. Penelitian ini juga mengeksplorasi ekstra buah mengkudu (Morinda citifolia L.) Digunakan sebagai bahan baku untuk membuat sabun  minyak kelapa murni (Virgin Coconut Oil) yang transfaran dengan variasi larutan NaOH yang sama. Hasil penelitian menunjukkan kadar air antara 13,44% hingga 16,62%, pH antara 9,32% hingga 10,05%, asam lemak bebas antara 1,23% hingga 3,35%, alkali bebas antara 2,1% hingga 2,0%, dan uji antibakteri antara 14,0% hingga 7%. Peningkatan variasi NaOH yang digunakan berdampak pada peningkatan pH, kadar air, dan asam lemak bebas, serta penurunan kadar anti bakteri dan alkali bebas.
PEMBUATAN PESTISIDA NABATI DARI DAUN KIRINYUH (Chromolaena Odorata) SEBAGAI ACTIVE INGREDIENTS DENGAN MENGGUNAKAN SABUN COLEK DAN MINYAK TANAH siregar, annisa febrianti; muarif, agam; ulfa, raudhatul; ibrahim, ishak; sulhatun, sulhatun; Fikri, Ahmad
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 5 No. 2 (2025): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)-Mei 2025
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v5i2.20605

Abstract

Kirinyu adalah suatu gulma perdu berkayu yang tumbuh cepat, gampang untuk didapat, dan digunakan sebagai bahan baku pembuatan insektisida herbal dengan nama latin chromolaena odorata.tanaman ini mengandung bahan aktif alkaloid pirolidin, yang efektif dalam membasmi ulat dan menarik hama ke tanaman kebun, sehingga dapat digunakan untuk membuat insektisida herbal. Penelitian ini sudah dilakukan sebelumnya, yang belum pernah dilakukan dengan waktu perendaman 5, 10 dan 15 jam dengan berat daun kirinyu yang dipakai sebanyak 300, 350 dan 450 gram. Untuk mendapatkan insektisida herbal dari daun kirinyu, pertama-tama takar 150 gram daun kirinyu dan blender hingga halus. Selanjutnya, tambahkan bubuk daun kirinyu ke dalam wadah 2 liter, kemudian ditambahkan dengan 2 gram sabun dan 25 ml minyak tanah. Kemudian campuran daun kirinyu dengan bahan penambah direndam selama 2 jam kemudian disaring dan filtratnya diuji parameter uji LD50 pada jangkrik, kontak langsung dengan pestisida dan melalui pemberian residu pestisida pada tanaman daun Kirinyu. Penelitian kemudian dilanjutkan dengan berat daun Kirinyu sebesar 150 gram dan lama perendaman divariasikan yaitu 5, 10 dan 15 jam. Setelah 150 gram, pengujian dilakukan dengan berat daun kirinyu 200, 250, 300, dan 450 gram dengan waktu 5, 10 dan 15 jam dengan pengujian lainnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas insektisida alami daun kirinyu dipengaruhi secara nyata oleh lama perendaman dan berat bahan baku. sekarang
PENGARUH TEMPERATUR DAN WAKTU PIROLISIS PADA PEMBUATAN ASAP CAIR (Liquid Smoked) DARI LIMBAH PADAT NILAM (Pogostemon CablinBenth) Yanti, Eva; Ginting, Zainuddin; Muarif, Agam; Bahri, Syamsul; Dewi, Rozanna
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 5 No. 1 (2025): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)-April 2025
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v5i1.21159

Abstract

Asap cair merupakan material yang dihasilkan dari asap yang melintasi tabung dari ruang pembakaran yang berisi limbah nilam pilihan ke kondensor. Di kondensor, uap mendingin dan mengembun menjadi cairan, yang difasilitasi oleh masuknya air. Pirolisis merupakan metode konversi termal yang terkenal yang digunakan untuk menghasilkan bio-oil, arang, dan gas. Pirolisis limbah nilam sering kali melibatkan serangkaian proses kimia yang kompleks. Penelitian ini mencakup pirolisis limbah nilam pada suhu 250°C, 300°C, dan 350°C dalam reaktor unggun tetap yang dilengkapi dengan pemanas, keseimbangan, siklon, dan kondensor. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa pengaruh temperature dan waktu pirolisis pada pembuatan asap cair, hasil penelitian pembuatan asap cair dari limbah padat nilam didapat kondisi terbaik pada temperature 350oC dan waktu 150 menit, densitas terendah pada temperature 350oC sebesar 0,9916 dan pH tertinggi pada temperature 350oC sebesar 3,34
Pemanfaatan Limbah Tempurung Kelapa Menjadi Briket Arang Dengan Menggunakan Perekat Tepung Durian Yaqinnas, Haqqul; Muhammad, Muhammad; Zulnazri, Zulnazri; Muarif, Agam; Ulfa, Raudhatul
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 5 No. 05 (2025): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)-October 2025
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v5i05.19491

Abstract

Karena kurangnya sumber daya alam, pengembangan energi alternatif semakin penting. Salah satu cara untuk memanfaatkan energi alternatif adalah dengan menggunakan energi biomassa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kualitas briket arang dari limbah tempurung kelapa dan biji durian. Penelitian ini menggunakan perekat tepung durian dengan ukuran partikel arang 80 mesh dan larutan perekat 7gr, 10gr, 13gr, dan 15gr tepung durian. Metode karbonisasi digunakan untuk membuat briket arang untuk mengubah bahan baku dari zat organik menjadi karbon. Pada penelitian ini dilakukan uji kadar air, kadar abu, laju pembakaran, dan nilai kalor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbandingan bahan serbuk arang tempurung kelapa 80 gram dengan konsentrasi 7 gram perekat tepung durian memberikan kualitas briket arang terbaik yang memiliki karakteristik: kadar air 4,5361%, kadar abu 5,153%, laju pembakaran 0,26 gr/menit dan nilai kalor sebesar 6,33485 cal/g. Hasil briket ini telah memenuhi standar SNI 01-6235-2000 dengan minimal nilai kalor sebesar 5.000 cal/gr.
Co-Authors Ade Ikhsan Kamil Adi Setiawan Afra, Khalida Ahmad Fikri Ahmad Fikri Ahmad Fikri Al Usrah, Cut Rizka Amalia, Nabila Amalia, Nabuia Amri Amri Andri Nur rizky Annisa Aulia Ar Razi Arafah, Sadinda Arif Maulana Ashari, Muhammad Rayhan Aulia, Rauzatul Aulia, Yeni Authar, Mhammad Azhari Azhari Azhari Azhari Bakhtiar Bakhtiar Dedi Fariadi Dennis Eka Syahputra Dewi Kumala Sari Dini Rizki Eddy Kurniawan Elviana, Suci Eva Diana Faisal Faisal Fatnia, Fatnia Fibarzi, Wiza Ulfa Fioza Ozly Erian Firda, Hanisyah Gusti Indah Sari Ibrahim, Ishak Ilhami, Gita Ayu Isa, Muzamir Ishak Ibrahim Ishak Ishak Jalaluddin Jalaluddin Kamar, Iqbal Khairul Anshar Khairul Anshar Kurniawati Kurniawati Kurniawati Laksita Ika Paksi Laksono Trisnantoro Lubis, Muhammad Irvan Maulana Lukman Hakim Lukman Hakim Mainisa, Mainisa Maizuar Maizuar Marisa Fitria Marisa Fitria Maryanti Maryanti Masrullita Masrullita Masrullita, Masrullita Maulana Heru Mulya Medyan Riza Melianda Putri Wulandari Meriatna Meriatna Mhd Azrin Milarahma Yulianti Muhammad Muhammad Fahrur Rozi Muhammad Muhammad Muhammad Muhammad Muhammad Muhammad Mujiburrahman Mujiburrahman Mulyawan, Rizka Nabila Adhani Nabila Hamnasia Narul ZA Nasrul ZA Nasrul ZA Nasrul ZA, Nasrul Ningtiyas, Dinda Nissah, Khairun Novi Sylvia Nur Aisyah Nur Asiah Indah Rahayu Nurfikasari, Dara Nurhabiah Nurhabiah Nurlaila, Rizka Nurlian Nurlian Nurlian Nursakinah Nurul Islami, Nurul Nurwardina Sofiyani Pandey, Govinda Prashad pradana, ardie surya Purwoko, Agus Putri, Emilya Nirwana putri, intan nanda Ramadani, Fikri Fadli Rati Halimatussakdiyah Razi, Ar Retnowulan, Sri Rahayu Reza Dwi Fani Rini Meiyanti Riska Putri Ritonga, Renanda Pradila Rizka Mulyawan Rizka Mulyawan Rizka Mulyawan Rizka Mulyawan Rizka Nurlaila Rizki Ramadhan Rizki, Dini Rizzki Andira Roja Andesta Rozanna Dewi S, Syarifuddin Safrida, Riana Sandi, Nazlia Armita Sinta Morina siregar, annisa febrianti Siri, Danu Sofiyani, Nurwardina Sri Rahayu Retnowulan Subhan A Gani Subhan Subhan Sulhatun Sulhatun Suryati Suryati Suryati Suryati Syahrani, Irma Syamsul Bahri Syamsul Bahri Tsa Tsa Anindya Rakhim Ahmadi Ulfa, Raudhatul Wawan Atmaja Willy W Wiza Ulfa Fibarzi Wiza Ulfa Fibarzi yanti, eva Yaqinnas, Haqqul Yosi, Andre Yulisda, Desvina Zahara Firda Zainuddin Ginting Zulmiardi, Zulmiardi Zulnazri Zulnazri, Z