Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

PENYULUHAN TENTANG CEGAH STUNTING MENUJU DESA SEHAT Finaul Asyura; Safrizan Safrizan; Rafni Fajriati; Periskila Dina Kali Kulla
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 5, No 2 (2023): OKTOBER 2023
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di desa Surien Kecamatan Meuraxa Kabupaten Banda Aceh masih ada ditemukan stunting. Stunting menjadi penting untuk ditangani karena menyangkut kualitas sumber daya manusia. Stunting selain bereziko pada hambatan pertumbuhan fisik dan kerentanan terhadap penyakit, juga menyebabkan hambatan perkembangan kognitif yang akan berpengaruh pada tingkat kecerdasan dan produktivitas anak di masa depan. Faktor penyebabnya adalah kurangnya asupan gizi, penyakit infeksi, kurangnya pengetahuan ibu tentang stunting, pola asuh yang salah, sanitasi dan hygiene yang buruk dan rendahnya pelayanan kesehatan. Selain itu masyarakat belum menyadari anak stunting sebagai suatu masalah, karena anak stunting ditengah-tengah masyarakat terlihat sebagai anak dengan aktivitas yang normal. Dengan melihat permasalahan mitra ini, maka program Kemitraan Masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan informasi kepada masyarakat agar dapat mencegah dan mengatasi masalah stunting. Hasil yang dicapai pada kegiatan Program Kemitraan Masyarakat ini, yaitu, peserta memiliki pengetahuan tentang: (a) pengertian stunting dan ciri-cirinya; (b) penyebab terjadinya stunting; (c) dampak stunting; (d) cara mencegah dan mengatasi stunting; dan (e) cara meningkatkan kualitas pelayanan gizi pada anak. Kata Kunci: Pengetahuan, Penyuluhan. Stunting Abstract In Surien Village, Meuraxa District, Banda Aceh Regency, stunting is still found. Stunting is important to handle because it concerns the quality of human resources. Stunting, apart from having the risk of hampering physical growth and susceptibility to disease, also causes barriers to cognitive development which will affect the level of intelligence and productivity of children in the future. The causative factors are lack of nutritional intake, infectious diseases, lack of maternal knowledge about stunting, wrong parenting patterns, poor sanitation and hygiene and poor health services. Apart from that, the community is not yet aware of stunted children as a problem, because stunted children in society are seen as children with normal activities. By looking at the problems of these partners, the Community Partnership program aims to provide knowledge and information to the community so they can prevent and overcome the problem of stunting. The results achieved in this Community Partnership Program activity are that participants have knowledge about: (a) the meaning of stunting and its characteristics; (b) causes of stunting; (c) impact of stunting; (d) how to prevent and overcome stunting; and (e) how to improve the quality of nutrition services for children Keywords: Knowledge, Extension. Stunting.
PENYULUHAN KESEHATAN TENTANG DIARE DI SEKOLAH MENENGAH ATAS NEGERI 1 KRUENG BARONA JAYA Finaul Asyura; Zahrawati Zahrawati; Sri Mutia
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 5, No 1 (2023): April 2023
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional disebutkan bahwa Perguruan Tinggi wajib melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi, yaitu: pengajaran, penelitian dan pengabdian pada masyarakat. Program pengabdian kepada masyarakat juga dilaksanakan oleh Universitas Ubudiyah Indonesia secara berkala dalam satu semester atau pun pertahun akademik. Sebagai salah satu bentuk pengabdian kepada masyarakat yang dapat dilakukan oleh Universitas Ubudiyah Indonesia adalah: penyuluhan kesehatan tentang diare di Sekolah Menengah atas Negeri 1 Krueng Barona Jaya. Penyakit diare adalah penyakit yang sampai saat ini masih menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat yang penting karena sering menimbulkan Kejadian Luar Biasa (KLB) dan jika penanganannya tidak tepat dapat berujung pada kematian. Oleh karena itu, Permasalahan pada mitra yakni pengetahuan tentang cara pencegahan dan pengobatan diare masih sangat kurang, Tim Pengabdian ingin melakukan penyuluhan berupa edukasi poster dan leaflet pada anak anak. penyuluhan yang dilakukan melalui pengabdian masyarakat ini membantu para siswa memahami akan  pentingnya menjaga kesehatan dan bagaimana melakukan pencegahan diare, dimana semua itu  dapat dilakukan dengan membuang sampah pada tempatnya atau menjaga kebersihan lingkungan,  menggunakan air bersih untuk kebutuhan sehari hari, mencuci tangan sebelum makan, menutup makanan atau menjaga kebersihan makanan, menggunakan jamban dan membuang tinja anak pada tempat yang tepat.Kata Kunci: Penyuluhan, Kesehatan, Diare.In Law Number 20 of 2003 concerning the National Education System it is stated that Higher Education is obliged to carry out the Tri Dharma of Higher Education, namely: teaching, research and community service. Community service programs are also carried out by the University of Ubudiyah Indonesia periodically in one semester or even per academic year. As a form of community service that can be carried out by the University of Ubudiyah Indonesia, namely: health education about diarrhea at 1 Krueng Barona Jaya State Senior High School. Diarrheal disease is a disease that is still an important public health problem because it often causes Extraordinary Events (KLB) and if handled improperly can lead to death. Therefore, the problem with partners is that knowledge about how to prevent and treat diarrhea is still lacking. The Community Service Team wants to conduct counseling in the form of educational posters and leaflets for children. counseling conducted through community services helps students understand the importance of maintaining health and how to prevent diarrhea, all of which can be done by disposing of trash in its place or keeping the environment clean, using clean water for daily needs, washing hands before eating, closing food or keeping food clean, using latrines and disposing of child feces in the right place.Keywords: Counseling, Health, Diarrhea
PENINGKATAN KUALITAS GENERASI SADAR KESEHATAN REPRODUKSI REMAJA DI SMA NEGERI 1 KRUENG BARONA JAYA, KABUPATEN ACEH BESAR Ulfa Husna Dhirah; Alfitri Wahyuni; Raudhatun Nuzul ZA; Finaul Asyura; Syarifah Yanti Astryna; Soraya Lestari; Annisa Qadrunnada; Sahbainur Rezeki; Syarifah Naja; Siti Afsah
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 7, No 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakKesehatan reproduksi remaja merupakan salah satu isu strategis dalam pembangunan sumber daya manusia yang berkualitas. Rendahnya pemahaman remaja tentang kesehatan reproduksi dapat berdampak pada meningkatnya risiko perilaku berisiko, kehamilan tidak diinginkan, dan penyakit menular seksual. Berdasarkan hasil observasi awal di SMA Negeri 1 Krueng Barona Jaya, ditemukan bahwa sebagian besar siswa belum memiliki pengetahuan yang memadai mengenai kesehatan reproduksi, terutama terkait perubahan fisik dan psikologis pada masa pubertas, pentingnya menjaga kebersihan organ reproduksi, serta pencegahan perilaku seksual berisiko. Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas generasi sadar kesehatan reproduksi melalui pendekatan edukasi interaktif, diskusi kelompok terarah, dan pembentukan duta kesehatan reproduksi sekolah. Metode pelaksanaan meliputi pre-test untuk mengukur tingkat pengetahuan awal, pemberian materi edukasi dengan media audiovisual dan modul cetak, simulasi, serta post-test untuk evaluasi efektivitas kegiatan. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan, sikap, dan keterampilan remaja dalam menjaga kesehatan reproduksi, serta membentuk lingkungan sekolah yang mendukung perilaku hidup sehat. Hasil PKM ini diharapkan menjadi model pemberdayaan remaja berbasis sekolah yang dapat direplikasi di wilayah lain untuk mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) poin 3, yaitu menjamin kehidupan sehat dan mendukung kesejahteraan bagi semua pada segala usia.
SOSIALISASI PENCEGAHAN DAN PENGENDALIAN PENYAKIT TIDAK MENULAR DI GAMPONG CADEK KECAMATAN BAITUSSALAM Finaul Asyura; Cut Ratna Keumala; Chairanisa Anwar; Siti Samaniyah; Ulfa Husna Dhirah; Eva Rosdiana; Henny Febriani; Wirza Wirza
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 6, No 2 (2024): OKTOBER 2024
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Sosialisasi pencegahan dan pengendalian penyakit tidak menular (PTM) di Gampong Cadek, Kecamatan Baitussalam, berfokus pada upaya memperkenalkan masyarakat terhadap bahaya dan dampak PTM yang semakin meningkat. Penyakit seperti hipertensi, diabetes, dan penyakit jantung bukan hanya menyebabkan penurunan kualitas hidup, tetapi juga mengakibatkan beban ekonomi bagi keluarga dan masyarakat luas. Di wilayah pedesaan seperti Gampong Cadek, kesadaran mengenai PTM dan faktor risikonya sering kali masih rendah, yang menyebabkan peningkatan insidensi penyakit tersebut. Tujuan Kegiatan : untuk mengurangi angka kejadian PTM serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui perubahan pola hidup sehat dan pencegahan proaktif. Metode Pengabdian : Peningkatan pengetahuan dan pendekatan yang efektif dan partisipatif. Hasil Kegiatan : Kegiatan ini berhasil mencapai target sasaran utama, yaitu meningkatkan kesadaran kesehatan bagi warga desa dan mendorong penerapan pola hidup sehat. Lebih dari 80% peserta memahami faktor risiko PTM, dan sekitar 70% menunjukkan perubahan sikap terhadap pentingnya menjaga kesehatan secara proaktif. Selain itu, peserta juga menunjukkan antusiasme terhadap pemeriksaan kesehatan dasar yang disediakan selama kegiatan, seperti pengukuran tekanan darah dan kadar gula darah, yang berperan penting dalam mendeteksi dini risiko PTM.Kata kunci : Penyakit Tidak Menular, Pencegahan, PengendalianBackground: Socialization of prevention and control of non-communicable diseases (NCDs) in Gampong Cadek, Baitussalam District, focuses on efforts to introduce the community to the increasing dangers and impacts of NCDs. Diseases such as hypertension, diabetes, and heart disease not only cause a decrease in quality of life, but also result in an economic burden for families and the wider community. In rural areas such as Gampong Cadek, awareness of NCDs and their risk factors is often still low, which causes an increase in the incidence of these diseases. Activity Objectives: to reduce the incidence of NCDs and improve the quality of life of the community through changes in healthy lifestyles and proactive prevention. Community Service Method: Increasing knowledge and an effective and participatory approach. Activity Results: This activity succeeded in achieving the main target, namely increasing health awareness for villagers and encouraging the implementation of healthy lifestyles. More than 80% of participants understood the risk factors for NCDs, and around 70% showed a change in attitude towards the importance of proactively maintaining health. In addition, participants also showed enthusiasm for the basic health checks provided during the activity, such as measuring blood pressure and blood sugar levels, which play an important role in early detection of NCD risk.Keywords: Non-Communicable Diseases, Prevention, Control
MENGENAL DAN MENCEGAH PENULARAN TUBERKULOSIS: EDUKASI KESEHATAN DI LINGKUNGAN MASYARAKAT PUSKESMAS BAITURRAHMAN Siti Samaniyah; Finaul Asyura; Fitria Fitria; Murnia Suri; Syarifah Yanti Astryna; Syarifah Asyura; Kesumawati Kesumawati; Fauziah Andika; Muhammad Naufal; Ida Mukhlisa; Periskila Dina Kali Kulla
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 7, No 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tuberkulosis (TBC) merupakan penyakit menular yang masih menjadi masalah kesehatan serius di Indonesia. Kurangnya pemahaman masyarakat mengenai cara penularan dan pencegahan TBC menjadi salah satu faktor tingginya penyebaran penyakit ini.Tujuan Kegiatan pengabdian masyarakat ini untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran warga mengenai TBC melalui edukasi kesehatan di lingkungan Puskesmas Baiturrahman. Kegiatan dilaksanakan oleh tim dosen dan mahasiswa Universitas Ubudiyah Indonesia (UUI) beserta Apoteker Banda Aceh dengan metode penyuluhan interaktif, diskusi, dan pembagian media informasi edukatif. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman peserta mengenai gejala, cara penularan, dan langkah pencegahan TBC. Diharapkan kegiatan ini dapat mendorong kesadaran masyarakat untuk lebih peduli terhadap kesehatan paru-paru serta aktif dalam upaya pencegahan penularan TBC di lingkungan sekitarnya. 
PENINGKATAN LITERASI MASYARAKAT TENTANG INTERAKSI OBAT DENGAN HERBAL ‘OBATKU AMAN’ DI DESA RUMPET Siti Samaniyah; Finaul Asyura; Fitria Fitria; Fauziah Andika; Murnia Suri; Syarifah Asyura; Intan Saumi
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 7, No 2 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penggunaan obat herbal di masyarakat semakin meningkat karena dianggap lebih alami dan minim efek samping. Namun, pengetahuan masyarakat mengenai potensi interaksi antara obat modern (obat kimia) dengan herbal masih rendah, sehingga dapat menimbulkan risiko penurunan efektivitas terapi maupun peningkatan efek toksik. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan literasi masyarakat tentang interaksi obat dengan herbal melalui “Obatku Aman” di Desa Rumpet. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi interaktif, penyuluhan berbasis audiovisual, dan simulasi kasus interaksi obat-herbal yang sering dijumpai. Kegiatan ini dilaksanakan pada bulan September 2025. Sasaran kegiatan adalah masyarakat usia produktif dan lansia yang sedang atau berpotensi menggunakan obat dan herbal secara bersamaan. Evaluasi dilakukan dengan membandingkan hasil pre-test dan post-test mengenai pemahaman interaksi obat-herbal. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan tingkat pengetahuan masyarakat, dari rata-rata 50% sebelum penyuluhan menjadi 85% setelah pelaksanaan. Selain itu, peserta menunjukkan perubahan sikap dalam berkonsultasi kepada tenaga kesehatan sebelum menggunakan obat atau herbal secara bersamaan. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi model edukasi berkelanjutan untuk meningkatkan kesadaran dan keamanan penggunaan obat di tingkat masyarakat desa. Kata kunci: Literasi obat, Interaksi obat-herbal, Edukasi masyarakat, Keamanan penggunaan obat, Desa Rumpet. Abstract The use of herbal medicines is increasing in the community because they are considered more natural and have fewer side effects. However, public awareness of the potential interactions between modern (chemical) drugs and herbal medicines remains low, which can lead to a risk of reduced therapeutic effectiveness or increased toxic effects. This community service activity aims to increase public literacy about drug-herbal interactions through "Obatku Aman" in Rumpet Village. The methods used include interactive outreach, audiovisual-based counseling, and simulations of frequently encountered drug-herbal interactions. This activity will be carried out in September 2025. The target group is productive-age and elderly people who are currently or potentially using drugs and herbal medicines simultaneously. Evaluation will be conducted by comparing pre-test and post-test results regarding understanding of drug-herbal interactions. The results of the activity show a significant increase in the level of community knowledge, from an average of 50% before the counseling to 85% after the implementation. In addition, participants showed a change in attitude in consulting with health professionals before using drugs or herbal medicines simultaneously. This activity is expected to become a model for ongoing education to increase awareness and safety of drug use at the village level. Keywords: Drug literacy, drug-herb interactions, public education, drug safety, Rumpet Village.
PEMERIKSAAN DINI KADAR HEMOGLOBIN UNTUK DETEKSI ANEMIA PADA REMAJA PUTRI DI SEKOLAH MENENGAH ATAS NEGERI 8 KOTA BANDA ACEH Chairanisa Anwar; Finaul Asyura; Fitria Fitria
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 7, No 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakAnemia merupakan salah satu masalah kesehatan yang umum terjadi pada remaja putri, terutama akibat defisiensi zat besi yang berdampak pada penurunan konsentrasi hemoglobin dalam darah. Kondisi ini dapat memengaruhi pertumbuhan, prestasi belajar, dan kualitas hidup remaja. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk melakukan pemeriksaan dini kadar hemoglobin sebagai upaya deteksi awal anemia pada remaja putri di Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 8 Kota Banda Aceh. Metode yang digunakan meliputi edukasi kesehatan, pemeriksaan kadar hemoglobin menggunakan alat digital portabel (hemoglobinometer), serta pemberian konsultasi gizi berdasarkan hasil pemeriksaan. Kegiatan ini diikuti oleh 50 siswi dan dilaksanakan pada bulan Maret 2025. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa 38% partisipan mengalami anemia ringan hingga sedang. Temuan ini menunjukkan perlunya intervensi lebih lanjut, seperti pemberian suplemen zat besi, peningkatan asupan makanan bergizi, serta pemantauan kesehatan secara berkala di lingkungan sekolah. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran dan pengetahuan siswa serta pihak sekolah mengenai pentingnya deteksi dini dan pencegahan anemia.Kata kunci: anemia, remaja putri, hemoglobin, deteksi dini, pengabdian masyarakat  AbstractAnemia is a common health problem in adolescent girls, especially due to iron deficiency which results in decreased hemoglobin concentration in the blood. This condition can affect growth, academic achievement, and quality of life of adolescents. This community service activity aims to conduct early examination of hemoglobin levels as an effort to detect anemia in adolescent girls at State SeniorMiddle School (SMA) 8 Banda Aceh City. The methods used include health education, hemoglobin level examination using a portable digital device (hemoglobinometer), and providing nutritional consultation based on the results of the examination. This activity was attended by 50 female students and was carried out in March 2025. The results of the examination showed that 38% of participants experienced mild to moderate anemia. These findings indicate the need for further interventions, such as providing iron supplements, increasing nutritious food intake, and regular health monitoring in the school environment. This activity is expected to increase awareness and knowledge of students and schools regarding the importance of early detection and prevention of anemia.Keywords: anemia, adolescent girls, hemoglobin, early detection, community service
EDUKASI PRAKTEK MENYIKAT GIGI PADA ANAK TK DI KECAMATAN KRUENG BARONA JAYA KABUPATEN ACEH BESAR Nurdin Nurdin; Linda Suryani; Ida Fitria; Finaul Asyura; Henny Febriani
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 6, No 2 (2024): OKTOBER 2024
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Edukasi praktek menyikat gigi di TK juga dapat menjadi sarana penting untuk mengajarkan anak-anak tentang peran makanan dalam menjaga kesehatan gigi. Anak-anak sering kali mengonsumsi makanan manis yang berpotensi menyebabkan karies. Melalui edukasi, mereka diajarkan untuk membatasi konsumsi makanan yang tinggi gula dan menjaga pola makan yang sehat untuk mendukung kesehatan gigi. Dengan upaya edukasi dan demontrasi menyikat gigi dapat membantu anak-anak usia TK memahami dan mempraktikkan teknik yang tepat secara langsung dan meningkatkan minat anak dalam merawat kebersihan gigi dan mulut, serta memperkuat kebiasaan menyikat gigi secara rutin. Tujuan Kegiatan : untuk meningkatkan kesadaran dan pengetahuan masyarakat, khususnya anak-anak dan, tentang pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut secara teratur. Program ini bertujuan untuk membangun kebiasaan menyikat gigi yang benar, mengajarkan teknik menyikat yang efektif, serta mendorong penggunaan pasta gigi berfluorida sebagai langkah pencegahan terhadap karies dan penyakit gusi. Metode Pengabdian : Peningkatan pengetahuan dan pendekatan yang efektif dan partisipatif. Hasil Kegiatan : Hasil pengabdian masyarakat terkait praktik menyikat gigi pada anak-anak TK menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam pengetahuan dan kebiasaan menjaga kesehatan gigi. Setelah diberikan edukasi dan demonstrasi menyikat gigi yang benar, 90% anak mampu memahami dan menjelaskan teknik yang tepat, dibandingkan dengan hanya 40% sebelum program dilaksanakan. Selain itu, kebiasaan menyikat gigi anak-anak juga mengalami perbaikan. Sebelumnya, sebagian besar hanya menyikat gigi satu kali sehari atau tidak teratur, namun setelah program, 85% anak melaporkan bahwa mereka mulai rutin menyikat gigi dua kali sehari. Observasi juga menunjukkan bahwa 80% anak mampu menerapkan teknik menyikat gigi yang lebih baik, termasuk membersihkan seluruh area gigi secara menyeluruh. Kata kunci : Menyikat, Gigi, Anak Background: Education on toothbrushing practices in kindergarten can also be an important means to teach children about the role of food in maintaining dental health. Children often consume sweet foods that have the potential to cause caries. Through education, they are taught to limit consumption of foods high in sugar and maintain a healthy diet to support dental health. With efforts to educate and demonstrate toothbrushing, it can help kindergarten children understand and practice the right techniques directly and increase children's interest in maintaining dental and oral hygiene, as well as strengthen the habit of brushing teeth regularly. Activity Objectives: to increase public awareness and knowledge, especially children and, about the importance of maintaining dental and oral health regularly. This program aims to build the habit of brushing teeth correctly, teach effective brushing techniques, and encourage the use of fluoride toothpaste as a preventive measure against caries and gum disease. Community Service Method: Increase knowledge and an effective and participatory approach. Activity Results: The results of community service related to toothbrushing practices in kindergarten children showed a significant increase in knowledge and habits of maintaining dental health. After being given education and demonstration on proper tooth brushing, 90% of children were able to understand and explain the proper technique, compared to only 40% before the program was implemented. In addition, children's tooth brushing habits also improved. Previously, most only brushed their teeth once a day or irregularly, but after the program, 85% of children reported that they started to routinely brush their teeth twice a day. Observations also showed that 80% of children were able to apply better tooth brushing techniques, including cleaning all areas of the teeth thoroughly.Keywords: Brushing, Teeth, Children
EDUKASI KESEHATAN TENTANG MANFAAT TANAMAN HERBAL UNTUK PENYEMBUHAN LUKA PADA IBU PASCA BERSALIN Eva Rosdiana; Mutiawati Mutiawati; Rulia Meilina; Fauziah Andika; Finaul Asyura; Febri Yusnanda
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 7, No 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakMasa nifas merupakan masa pemulihan pada ibu pasca persalinan. Masa nifas merupakan masa yang rentan karena organ reproduksi mengalami luka saat proses persalinan, sehingga dibutuhkan perawatan yang khusus agar luka persalinan dapat kembali pulih secara optimal. Salah satu perawatan  luka pasca bersalin yang menjadi tradisi di Aceh adalah penggunaan obat herbal sebagai jamu yang dikonsumsi pada masa nifas.  Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah memberikan pengetahuan ke pada ibu nifas tentang pemanfaatan tanaman herbal untuk penyembuhan luka pada ibu pasca bersalin. Kegiatan ini di laksanakan pada tanggal 03 Desember 2025 dengan jumlah peserta sebanyak 30 orang yang terdiri dari perangkat desa, kader posyandu, dan ibu nifas. Kegiatan pengabdian ini berjalan dengan sukses dan mendapatkan perhatian yang baik dari seluruh peserta sekaligus mendapatkan apresiasi dari perangkat desa. Kesimpulannya pelaksanaan edukasi kesehatan ini dapat memberikan tambahan pengetahuan ke pada peserta dan meningkatkan minat peserta untuk menggunakan bahan-bahan herbal sebagai obat tradisional untuk penyembuhan luka pasca persalinan.  
PELATIHAN KADER KESEHATAN GIGI DALAM MENINGKATKAN STATUS KESEHATAN GIGI DAN MULUT PASCA PANDEMI COVID-19 DI KECAMATAN MEUKEK KABUPATEN ACEH SELATAN Wirza Wirza; Henny Febriani; Amiruddin Amiruddin; Finaul Asyura
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 5, No 2 (2023): OKTOBER 2023
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelatihan Kader kesehatan gigi dalam meningkatkan status kesehatan gigi dan mulut pasca pandemi covid-19 pada kader dapat menumbuhkan komitmen dari kalangan masyarakat dalam pelaksaan keselamatan pasien dan pengendalian infeksi yang sama sekali tidak boleh di abaikan. Kader kesehatan sebagai ujung tombak masyarakat perlu membekali diri dengan pengetahuan dan membantu upaya peningkatan derajat kesehatan gigi dan mulut yang optimal Kader ini harus di berikan penyeluhan /diklat yang berksimbungan dan terprogram. Selain sebagai pelaksaan rutin kader juga bertugas memberikan penyeluhan terkait dengan kesehatan ibu dan anak. Oleh karena itu, kader harus mengusai berbagai tehnik keterampilan dan pengetahuan. Dalam kegiatan ini di lakukan pelatihan pada kader dengan harapan kader dapat mentransfer pengetahuan yang di terima untuk di sampaikan kembali pada masyarakat terutama pada kelompok resiko tinggi penyakit gigi dan mulut. Kegiatan yang di lakukan lebih di arahkan pada pelayanan promotif, preventif yang di lakukan pada upaya kesehatan berbasis masyarakat, yang merupakan suatu bentuk kegiatan yang peran serta nya masyarakat di bidang kesehatan yang di kelola oleh kader dengan sasaran seluruh masyarakat. Metode yang di gunakan dalam pelatihan ini yaitu dengan pemberian kegitan pelatihan-pelatihan untuk peningkatan skill kader posyandu disertai dengan mengadakan kegiatan penyuluhan kepada masyarakat. Hasil kegiatan pengabdian masyarakat yang dilaksanakan adanya peningkatan yang signifikan sesudah dilaksanakan pelatihan kader di kecamatan Meukek Kabupaten Aceh Selatan. Dari hasil pengabdian masyarakat yang telah dilakukan oleh TIM pelaksana maka dapat disimpulkan bahwa adanya peningkatan pengetahuan terhadap materi kesehatan gigi dan mulut, keterampilan penyuluhan kesehatan gigi dan mulut dan Pelatihan menyikat gigi dengan tehknik yang baik dan benar. Kata kunci: dental health Education, Tooth brushing technique  Training dental health cadres in improving the status of dental and oral health after the Covid-19 pandemic among cadres can foster commitment from the community in implementing patient safety and infection control which must not be ignored. Health cadres as the spearhead of society need to equip themselves with knowledge and help efforts to increase the level of optimal dental and oral health. These cadres must be provided with ongoing and programmed counseling/training. Apart from carrying out routine activities, cadres are also tasked with providing counseling related to maternal and child health. Therefore, cadres must master various technical skills and knowledge. In this activity, training is carried out for cadres with the hope that cadres can transfer the knowledge they receive to be conveyed back to the community, especially in groups at high risk of dental and oral diseases. The activities carried out are more directed at promotional and preventive services carried out in community-based health efforts, which are a form of activity in which community participation in the health sector is managed by cadres targeting the entire community. The method used in this training is by providing training activities to improve the skills of posyandu cadres accompanied by holding outreach activities to the community. The results of community service activities carried out showed a significant increase after cadre training was carried out in Meukek sub-district, South Aceh Regency. From the results of the community service carried out by the implementing TEAM, it can be concluded that there has been an increase in knowledge of dental and oral health materials, dental and oral health education skills and training in brushing teeth using good and correct techniques. Keywords: dental health education, tooth brushing technique