Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

PENGOBATAN DAN PEMULIHAN KESEHATAN WARGA TERDAMPAK GEMPA CIANJUR DI DESA SUKAMULYA & MANGUNKERTA Zaenal Fanani; Rusnoto Rusnoto; Dwi Rizqi Roniawati; Tities Kusuma Pratama; Yunita Febrianti
Jurnal Abdimas Indonesia Vol 5, No 1 (2023): JURNAL ABDIMAS INDONESIA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jai.v5i1.1957

Abstract

21/11/2022 pukul 13:21:10 WIB. Gempa bermagnitudo 5,6 terjadi pada koordinat 6,84 LS -107,05 dan pada kedalaman 11 km. Kerusakan terparah terjadi di daerah yang terdiri dari breksi G. Gede (Qvyg) dan medan lava yang secara morfologi sebagian besar berbukit. Di kawasan Cugenang intensitasnya mencapai VII-VIII MMI (Modified Mercalli Intensity), ditandai dengan kerusakan bangunan yang luas terutama di Desa Gasol dan Sarampad de Cugenang. Selain sub zona Cugenang, kerusakan dengan intensitas hingga VII MMI juga sangat parah di sub zona Cianjur, Warungkondang dan Gekbrong.Dengan mempertimbangkan semua sumber gempa, baik sesar terestrial, subduksi, dan aktif tanah, serta kondisi geologi setempat (Vs30 dan kedalaman/ketebalan cekungan), hingga 1 Februari 2023 gempa susulan telah mencapai 385 kali.Melihat banyaknya korban jiwa dan kerusakan material dalam bencana gempa Cianjur, memberikan pelayanan pengobatan sederhana dan gratis kepada warga desa Sukamulya dan Mangunkerta yang terkena dampak gempa Cianjur merupakan salah satu kebutuhan yang mendesak.
FAKTOR SOSIAL DAN PENGETAHUAN TENTANG PENGGUNAAN ANTIBIOTIK PADA MASYARAKAT Zaenal Fanani; Irawati Indrianingrum; Lailatul Farikhah; Julia Winda Sari
JURNAL MEDIKA INDONESIA Vol 6, No 1 (2025): JURNAL MEDIKA INDONESIA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/.v6i1.2505

Abstract

Penggunaan antibiotik mulai mengalami pergeseran dari tahun ke tahun, tidak jarang masyarakat menggunakan antibiotik dengan tidak tepat. Berbagai faktor mempengaruhi tingkat pengetahuan pada kalangan masyarakat antara lain adalah faktor sosial. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan faktor sosial usia, jenis kelamin, tingkat pendidikan masyarakat dengan pengetahuan tentang penggunaan antibiotik pada masyarakat Desa Jatisarono Kulon Progo. Jenis penelitian ini adalah survei analitik keterkaitan variabel faktor sosial dan variabel pengetahuan tentang penggunaan antibiotik, dengan pendekatan cross sectional. Peneliti menggunakan metode purposive sampling, dengan kriteria inklusi warga usia 18-55 tahun dan mengkonsumsi antibiotik tanpa resep dokter. Jumlah sampel sebanyak 98 orang responden, dan pengambilan data pada periode Februari 2022. Analisis bivariat menggunakan uji chi square dan kendall tau, serta instrument yang digunakan adalah kuisioner dalam bentuk google form. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada hubungan antara usia dengan pengetahuan dalam penggunaan antibiotik responden dengan p value 0,317 (p0,05). Ada hubungan antara jenis kelamin dengan pengetahuan dalam penggunaan antibiotik responden dengan p value 0,042 (p0,05). Ada hubungan antara tingkat pendidikan dengan pengetahuan dalam penggunaan antibiotik responden dengan p value 0,000 (p0,05). Sehingga dapat disimpulkan terdapat hubungan antara faktor sosial dengan pengetahuan dalam penggunaan antibiotik pada masyarakat Desa Jatisarono Kulon Progo. Penelitian selanjutnya dapat melanjutkan studi yang tidak terbatas pada karakteristik responden, namun dapat memperluas faktor meliputi pekerjaan maupun ekonomi.
GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN SWAMEDIKASI PENGOBATAN DISMINOR PADA SANTRI TAKHASUS DI PONDOK PESANTREN HAJAR ASWAD YOGYAKARTA Windy Aulina; Zaenal Fanani; Emma Jayanti Besan
Nusantara Hasana Journal Vol. 5 No. 7 (2025): Nusantara Hasana Journal, December 2025
Publisher : Yayasan Nusantara Hasana Berdikari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59003/nhj.v5i7.1794

Abstract

Dysmenorrhea is a medical term used to describe pain experienced during menstruation, particularly in the lower abdominal area, occurring before or during the menstrual period. This condition is commonly known as menstrual pain or menstrual cramps. Limited understanding of dysmenorrhea self-medication is influenced by inadequate access to health information, especially regarding menstrual pain management. Therefore, this study was conducted to describe the level of knowledge of takhasus female students at Hajar Aswad Islamic Boarding School, Yogyakarta, regarding dysmenorrhea self-medication. This research employed a purposive sampling method, in which respondents were selected based on specific criteria. The sample size was determined using the Slovin formula. Data were collected through a questionnaire, and data analysis was conducted using a paired sample t-test with the assistance of Microsoft Excel and SPSS software. The results showed that after receiving educational intervention, there was a significant increase in students’ knowledge, with most respondents achieving a good knowledge category. The paired sample t-test results indicated a significant difference between pre-test and post-test scores (p-value = 0.000), demonstrating that educational intervention significantly improved students’ knowledge regarding dysmenorrhea self-medication.