SMP Negeri 2 Takalar sebagai mitra mengalami masalah pada sistem absensi siswa dilingkungan sekolah, pelaksanakan absensi siswa hanya dapat dilakukan oleh 1 guru tiap angkatan dikarenakan adanya kebijakan larangan membawa gawai bagi siswa, dengan total 3000 siswa, guru melakukan absensi sejak pukul 06 pagi dan seringkali molor hingga pukul 09 pagi waktu setempat. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan mendukung transformasi digital di SMP Negeri 2 Takalar melalui penerapan sistem absensi otomatis berbasis QR Code terintegrasi web monitoring Pelaksanaan dilakukan dalam lima tahap partisipatif: (1) analisis kebutuhan mitra melalui wawancara dengan kepala sekolah, guru, dan operator; (2) pengembangan prototipe sistem menggunakan PHP, MySQL, dan Raspberry Pi; (3) instalasi sistem di gerbang masuk serta ruang administrasi, disertai penyerahan 3.000 kartu QR kepada sekolah; (4) implementasi dan pendampingan operator selama dua kali sesi; serta (5) sosialisasi kepada siswa sebagai pengguna utama. Melalui sistem ini, setiap siswa memiliki kartu identitas berisi QR Code unik yang dipindai menggunakan perangkat pemindai pada saat datang dan pulang sekolah. Data hasil pemindaian secara otomatis dikirim dan ditampilkan pada website real-time monitoring, sehingga guru dan pihak sekolah dapat memantau kehadiran siswa secara langsung. Implementasi sistem menunjukkan peningkatan efisiensi proses absensi, pengurangan kesalahan pencatatan, serta kemudahan dalam rekap data kehadiran harian. Selain itu, kegiatan ini meningkatkan pemahaman guru terhadap pemanfaatan teknologi informasi untuk mendukung tata kelola administrasi yang akurat, cepat, dan transparan. Hasil kegiatan ini menjadi langkah konkret menuju digitalisasi sekolah berbasis kebutuhan dan kebijakan lokal.