Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : IKON

SOSIALIASASI PENCEGAHAN HOAX SEPUTAR INFORMASI COVID 19 DI KALANGAN REMAJA Windhi Tia Saputra; Ratu Nadya W; Ratu Laura M.B.P
Ikon --Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Vol 26 No 1 (2021): Vol. 26 No.1 April 2021 IKON
Publisher : Program studi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Persada Indonesia YAI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (607.489 KB)

Abstract

It has been more than a year since the Covid-19 virus was first discovered and spread around the world. The pandemic started in the city of Wuhan, China and has claimed many lives and tremendous effect of terror to people around the world. Because of the increasing of the pandemic, the Indonesian government as well as the rest of the world are taking steps to reduce and stop the spread of this deadly virus. Experts in the health sector are also moving quickly to observe the virus and find ways to eliminate this pandemic. In the midst of the activeness of health experts and the government in fighting this virus, various health information emerged to prevent and even kill the corona virus. However, not all of the information is true and we called them hoax. The spread of various hoax information during the pandemic is very massive. There are 1,387 hoax issues on various digital platforms. One of the effort to reduce hoax is provide counseling about hoax information. This Community Service activity is carried out in junior high school to increase youth's knowledge about the world of hoax and how to avoid them.
REPRESENTASI BUDAYA PARTIARKI DALAM IKLAN TELEVISI SARIWANGI VERSI #MARIBICARA Nadya Najna; Siti Maryam; Ratu Nadya W
Ikon --Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Vol 24 No 1 (2020): Vol 24 No 1 Bulan April 2020 IKON
Publisher : Program studi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Persada Indonesia YAI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (575.269 KB)

Abstract

Penindasan terhadap kaum perempuan melekat dalam masyarakat karena adanya budaya patriarki. Dalam budaya patriarki, laki-laki memegang kontrol dan hak dominan dalam masyarakat umum dan kehidupan rumah tangga sehingga menempatkan perempuan dalam posisi subordinat. Budaya patriarki yang ada pada masyarakat mau tidak mau ikut terepresentasikan oleh media massa termasuk iklan. Iklan yang mungkin dianggap deskripsi keseharian masyarakat, sehingga dianggap biasa atau normal saat menampilkan budaya yang patriarkis. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif yaitu analisis semiotik dengan metode analisis semiotika Roland Barthes. Iklan yang dianalisis dalam penelitian ini adalah iklan SariWangi versi #MariBicara. Tujuan penelitian adalah untuk (1) mengetahui bagimana budaya patriarki direpresentasikan dalam iklan televisi dan (2) mengetahui makna denotasi, konotasi, dan mitos dari bentuk-bentuk patriarki dalam iklan televisi. Konsep dan teori yang digunakan sebagai acuan dalam penelitian ini adalah budaya patriarki dan teori kelompok bungkam. Hasil penelitian adalah ditemukannya representasi budaya patriarki dalam iklan SariWangi versi #MariBicara berupa pembagian peran, otoritas dalam pengambilan keputusan, dan ketimpangan gender. Bentuk-bentuk pembungkaman juga direpresentasikan dalam iklan ini.
OPTIMALISASI PEMANFAATAN INTERNET SEBAGAI MEDIA HIBURAN DAN EDUKASI BAGI REMAJA DI TENGAH WABAH COVID-19 Rut Rismanta Silalahi; Puri Bestari Mardani; Ratu Nadya W
Ikon --Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Vol 24 No 3 (2020): Vol. 24 No. 3 Desember 2020 IKON
Publisher : Program studi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Persada Indonesia YAI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (555.346 KB)

Abstract

Pandemi Covid 19 yang terjadi saat ini membuat begitu banyak aktivitas kehidupan manusia terganggu, bahkan terhenti. Salah satunya adalah aktivitas di bidang pendidikan. Aturan social/physical distancing memaksa sekolah untuk meniadakan kegiatan belajar mengajar tatap muka dan menggantinya menjadi proses belajar daring di rumah. Kebijakan PSBB (Pembatasan Sosial Skala Besar) membuat semua orang harus berdiam di rumah dan tidak bepergian jika tidak ada keperluan mendesak. Selain belajar daring, para siswa menghabiskan waktu mereka sehari-hari untuk mengakses media sosial dan bermain game online. Tidak jarang mereka terlena dan waktu mereka pun habis terbuang percuma. Kondisi ini sangat disayangkan mengingat sebenarnya internet itu tidak hanya sebatas media sosial dan game online. Ada begitu banyak situs-situs edukatif dan hiburan yang bisa diakses dan dinikmati oleh para siswa. Situs-situs edukatif dan menghibur yang tadinya berbayar pun menjadi gratis selama masa pandemi ini. Hal ini lah yang mendorong kami untuk melakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PKM) dalam hal ini remaja, agar mereka mengetahui bahwa mereka bisa mengoptimalisasi penggunaan internet mereka untuk menambah wawasan mereka. Kegiatan ini dibagi menjadi tiga tahap. Pertama, para siswa diminta untuk menceritakan kegiatan yang mereka lakukan dengan internet untuk menghabiskan waktu di rumah. Kedua, tim PKM memberikan informasi mengenai situs-situs edukatif dan hiburan yang dapat mereka akses supaya wawasan mereka bertambah. Ketiga, para siswa ditugaskan untuk mencoba mengakses situs-situs yang sudah mereka ketahui dan menceritakan pengalaman serta apa yang mereka peroleh dari situs tersebut.
PENGARUH TERPAAN BERITA PETISI IKLAN SHOPEE VERSI BLACKPINK TERHADAP BRAND AWARENESS SHOPEE Ratu Nadya Wahyuningratna; Windhi Tia Saputra
Ikon --Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Vol 23 No 2 (2019): Vol. 23 No. 2 Agustus 2019 IKON
Publisher : Program studi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Persada Indonesia YAI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (615.368 KB)

Abstract

Beberapa waktu yang lalu, media sosial sempat dibuatramai dengan munculnya petisi berisikan penolakan terhadap penayangan iklan Shopee yang dibintangi oleh grup musik perempuan asal Korea yang bernama BLACKPINK. Petisi itu pertama kali dicetuskan oleh seorang wanita yang berprofesi sebagai dosen bernama Maimon Herawati. Melalui situs Change.org, Maimon Herawati mengalamatkan petisi tersebut kepada Komisi Penyiaran Indonesia atau KPI dan Shopee.Viralnya pemberitaan petisi iklan Shopee ini banyak disorot oleh media-media berita online bahkan hingga diberitakan di salah satu media Korea yaitu The Korea Herald dan muncul di banyak berita media online. Sebut saja Tribunnews, detik.com, BBC Indonesia, dan masih banyak media online lainnya. Usai petisi BLACKPINK ini menjadi viral, Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) merespon dengan melayangkan peringatan keras kepada 11 stasiun televisi yang menayangkan iklan Shopee BLACKPINK dan acara “Shopee Road to 12.12 Birthday Sale”. Penelitian ini sendiri di buat untuk mengetahui pengaruh dari terpaan berita petisi Iklan Shopee versi BLACKPINK tersebut terhadap brand awareness Shopee di Kalangan Masyarakat Kecamatan Karang Tanjung, Pandeglang Banten.Dalam penelitian ini, teori yang digunakan adalah teori S-O-R (Stimulus, Organism, Respon). Menurut stimulus response ini, efek yang ditimbulkan adalah reaksi khusus terhadap stimulus khusus, sehingga seseorang dapat mengharapkan dan memperkirakan kesesuaian antara pesan dan reaksi komunikan. Asumsi dasar dari model ini adalah media massa menimbulkan efek yang terarah, segera dan langsung terhadap komunikan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian eksplanatif, karena penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh antar variable yang telah dihipotesiskan. Yaitu untuk menentukan pengaruh terpaan berita petisi Iklan Shopee versi BLACKPINK terhadap brand awarenessShopee. Populasi dalam penelitian ini adalah masyarakat Kecamatan KarangTanjung, Pandeglang Banten. Dari hasil uji signifikansi, dimana t hitung lebih besar dibanding kan t tabel (t hitung> t Tabel), maka dari hasil penelitian ini diketahui bahwa adanya pengaruh antara pemberitaan tentang iklan Shopee versi “BlackPink” terhadap Brand Awareness Shopee.