Claim Missing Document
Check
Articles

Growth and Production of Cassavas in Intercropping System with Cowpeas Sinaga, Intan Lorenza; Suwarto, Suwarto; Purnamawati, Heni; Guntoro, Dwi
Journal of Tropical Crop Science Vol. 11 No. 02 (2024): Journal of Tropical Crop Science
Publisher : Department of Agronomy and Horticulture, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jtcs.11.02.128-136

Abstract

Cassava is one of the most important commodities worldwide, serving as a crucial food source due to its rich content of nutrients such as carbohydrates, protein, fat, calcium, and magnesium. Cassava is a perennial crop with slow growth, necessitating the selection of intercrops with shorter harvest periods. Cowpea, a legume high in protein, is widely cultivated and suitable for intercropping with cassava. Intercropping these crops involves adjusting planting distances to optimize yield. This study aims to determine the optimal planting distance in an intercropping system that yields the highest productivity for the cassava variety “Mangu” and the cowpea varieties “Albina” and “Uno”. The research was conducted from January to June 2023 at the IPB Experimental Farm in Sawahbaru, Dramaga, Bogor, on Latosol soil, at an altitude of 207 meters above sea level. The study utilized a randomized complete block design with a single factor: the intercropping system pattern. The patterns tested were 1:2 (one row of cassava with two rows of cowpea) and 1:3 (one row of cassava with three rows of cowpea), consisting of: P1: “Mangu” and “Uno” 1:2; P2: “Mangu” and “Uno” 1:3; P3: “Mangu” and “Albina” 1:2; P4: “Mangu” and “Albina” 1:3; P5: “Mangu” monoculture; P6: “Uno” monoculture; P7: “Albina” monoculture. The results indicated that the P3 planting system yielded the highest crown height at 1, 5, and 6 months after planting (MAP), the highest canopy diameter at 4 months after planting, tuber production, and 100 seed weight of cowpea. The P4 system produced the highest stem diameter, number of leaves, number of pods, pod dry weight, and seed dry weight at 9 months after planting.
Penentuan Dosis Optimum Pemupukan N, P, dan K pada Tanaman Kacang Bogor [Vigna subterranea (L.) Verdcourt] Lestari, Sri Ayu Dwi Ayu Dwi; Melati, Maya; Purnamawati, Heni
Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy) Vol. 43 No. 3 (2015): Jurnal Agronomi Indonesia
Publisher : Indonesia Society of Agronomy (PERAGI) and Department of Agronomy and Horticulture, Faculty of Agriculture, IPB University, Bogor, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (346.532 KB) | DOI: 10.24831/jai.v43i3.11244

Abstract

ABSTRACTBambara groundnut is considered tolerant to drought and unfertile soil; therefore, has higher potential to be cultivated. The average yield of dry pod weight from agricultural fields in Indonesia is still low (< 4 ton ha-1); hence, the cultivation technique must be improved. Fertilizer is the main input to increase yield of Bambara groundnut, but the optimum rates of N, P, and K have not been determined. Therefore, the objectives of the research were to determine the optimum rate of N, P, and K fertilizer for Bambara groundnut production. Three parallel experiments were conducted at Cikarawang Experimental State, Dramaga, Bogor from March to July 2013. Each experiment tested different rates of N or P or K fertilizer with compeletely randomized block design and three replications. The fertilizer rates were 0, 50, 100, 150, and 200% of recommendation rate (100% N = 100 kg Urea ha-1, 100% P = 150 kg SP-36 ha-1, 100% K = 75 kg KCl ha-1). The results showed that leaf P content increased linearly with N fertilizer application. Leaf N content linearly decreased with P fertilizer application. Leaf P content and shoot dry weight quadratically increased with K fertilizer application. The optimum rates of N and P fertilizer was unable to be determined due to insignificant response of several variables. Optimum rate of K fertilizer ranged 86.4-118.95 kg KCl ha-1.Keywords: leaf nutrients, multi nutrient response, recommendation rate
Produksi Kacang Tunggak (Vigna unguiculata [L.] Walp) dengan Input Pupuk Rendah Fadillah, Resti; Purnamawati, Heni; Supijatno
Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy) Vol. 48 No. 1 (2020): Jurnal Agronomi Indonesia
Publisher : Indonesia Society of Agronomy (PERAGI) and Department of Agronomy and Horticulture, Faculty of Agriculture, IPB University, Bogor, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (429.077 KB) | DOI: 10.24831/jai.v48i1.27597

Abstract

Kacang tunggak memiliki prospek sebagai pengganti kedelai, sebagai bahan baku tempe. Perlu dikaji pemupukan dosis rendah pada produksi kacang tunggak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh aplikasi pupuk kandang dan Nitrogen terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman kacang tunggak. Penelitian dilakukan di Kebun Percobaan Cikabayan, Institut Pertanian Bogor, pada bulan Novemeber 2018-Maret 2019, dengan menggunakan rancangan split plot. Petak utama aplikasi pupuk kandang kambing terdiri dari tiga taraf yaitu 0, 2.5, dan 5 ton ha-1. Anak petak terdiri atas empat taraf yaitu 0, 15, 30, dan 45 kg pupuk N ha-1. Hasil penelitian menunjukkan pemberian pupuk kandang meningkatkan bobot segar daun, jumlah tandan bunga, pada 5 minggu setelah tanam (MST). Pemberian nitrogen meningkatkan bobot segar daun, indeks luas daun, bobot segar akar dan jumlah bunga pada 5 MST. Kombinasi pemberian pupuk organik dengan dosis 2.5 ton ha-1 dan pupuk nitrogen 45 kg ha-1 memberikan pertumbuhan dan produksi yang cenderung lebih baik daripada tanpa pemupukan. Dengan demikian kacang tunggak dapat diproduksi dengan input pupuk kandang dan N yang rendah. Kata kunci: bobot segar daun, indeks luas daun, tandan bunga
Laju Pengisian Biji pada Beberapa Varietas Kedelai dengan Berbagai Ukuran Biji Iskandar Lubis; Purnamawati, Heni; Atmaja, ian Surya Fitra
Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy) Vol. 48 No. 2 (2020): Jurnal Agronomi Indonesia
Publisher : Indonesia Society of Agronomy (PERAGI) and Department of Agronomy and Horticulture, Faculty of Agriculture, IPB University, Bogor, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (452.327 KB) | DOI: 10.24831/jai.v48i2.29842

Abstract

Nitrogen merupakan unsur yang mempengaruhi pertumbuhan dan produksi tanaman kedelai. N yang tersedia untuk tanaman akan mempengaruhi luas daun pertanaman, bobot kering tanaman, dan produksi tanaman. Produksi tanaman kedelai berkaitan dengan akumulasi laju pengisian biji selama fase pengisian biji (R5-R7). Tujuan penelitian ini adalah mengevaluasi pengaruh N dan ukuran biji kedelai terhadap laju pengisian biji. Percobaan dilaksanakan pada bulan Juli sampai November 2019 di Kebun Pendidikan Cikabayan, Departemen Agronomi dan Hortikultura, Fakultas Pertanian, IPB. Percobaan menggunakan rancangan kelompok lengkap teracak dengan dua faktor dan tiga ulangan. Faktor yang pertama merupakan dosis urea sebesar 0 dan 50 kg urea ha-1. Faktor kedua merupakan varietas kedelai yang memiliki ukuran biji berbeda. Varetas yang digunakan yaitu Tanggamus, Anjasmoro, Grobogan, Biosoy 1. Hasil penelitian menunjukkan dosis N yang diberikan ke tanaman tidak berpengaruh signifikan terhadap terhadap laju pengisian biji, tetapi cenderung dapat meningkatkan laju pengisian biji pada akhir periode pengisian biji. Dosis N mempengaruhi besarnya N yang diremobilisasi dan cenderung meningkatkan bobot kering yang diremobilisasi walaupun tidak berbeda nyata. Kata kunci: bobot kering, laju asimilasi bersih, laju pengisian biji, laju pertumbuhan tanaman, ukuran biji
Seleksi Generasi Awal untuk Toleransi terhadap Suhu Tinggi pada Padi Wirnas, Desta; Jaisyurahman, Usamah; Marwiyah, Siti; Trikoesoemaningtyas; Purnamawati, Heni; Sutjahjo, Surjono Hadi
Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy) Vol. 48 No. 2 (2020): Jurnal Agronomi Indonesia
Publisher : Indonesia Society of Agronomy (PERAGI) and Department of Agronomy and Horticulture, Faculty of Agriculture, IPB University, Bogor, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (336.715 KB) | DOI: 10.24831/jai.v48i2.30210

Abstract

Dampak suhu tinggi pada pertumbuhan dan produktivitas padi dapat dikurangi dengan menanam varietas toleran. Tujuan penelitian ini adalah memperoleh informasi tentang kendali genetik karakter hasil populasi bersegregasi padi pada dua tingkat stress suhu tinggi serta mengidentifikasi genotipe toleran. Penelitian dilakukan dari Agustus 2016 hingga Februari 2017. Saat fase vegetatif maksimum tetua dan populasi F3 diperlakukan di bawah dua kondisi suhu, yaitu di lantai jemur dan rumah kaca dengan suhu maksimum dan minimum rata-rata masing-masing 38.89/22,67 °C dan 41.62/23.32 °C. Karakter yang diamati adalah hasil dan komponen hasil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi suhu tinggi mempengaruhi pertumbuhan dan hasil pada tetua dan populasi F3. Terdapat keragaman karakter agronomi padi pada kondisi cekaman suhu tinggi. Jumlah gabah isi per malai adalah satu-satunya karakter yang dikendalikan oleh aksi gen aditif dengan nilai heritabilitas tergolong tinggi pada cekaman suhu di lantai jemur dan dalam rumah kaca sehingga karakter ini dapat digunakan untuk mengidentifikasi individu toleran pada generasi awal. Terdapat 13 individu yang toleran terhadap cekaman suhu tinggi berdasarkan nilai SSI. Karakter bobot gabah isi dikendalikan oleh gen-gen non aditif sehingga dianjurkan seleksi untuk peningkatan bobot gabah isi dilakukan pada generasi lanjut. Metode SSD direkomendasikan sebagai metode untuk perbaikan toleransi terhadap suhu tinggi dikombinasikan dengan metode shuttle breeeding. Kata kunci: fertilitas, indeks, perubahan iklim, toleran
Pertumbuhan dan Hasil Buncis Tegak di Bawah Naungan di Dataran Rendah Dian Diani Tanjung; Heni Purnamawati; Anas Dinurrohman Susila
Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy) Vol. 49 No. 2 (2021): Jurnal Agronomi Indonesia
Publisher : Indonesia Society of Agronomy (PERAGI) and Department of Agronomy and Horticulture, Faculty of Agriculture, IPB University, Bogor, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (388.442 KB) | DOI: 10.24831/jai.v49i2.34430

Abstract

Buncis tegak (Phaseolus vulgaris L.) berpotensi ditanam di dataran rendah dan menjadi tanaman sela, akan tetapi terkendala suhu tinggi dan intensitas cahaya rendah di bawah naungan yang mempengaruhi pertumbuhan tanaman. Tujuan penelitian adalah memperoleh informasi pertumbuhan dan hasil buncis tegak terkait adaptasinya terhadap naungan. Penelitian dilaksanakan di Kebun Percobaan Pusat Kajian Hortikultura Tropika (PKHT) IPB, ketinggian tempat 250 m dpl, dari bulan Oktober 2019 hingga Januari 2020. Percobaan menggunakan rancangan petak tersarang dua faktor dengan empat ulangan. Faktor pertama tiga taraf naungan, yaitu 0, 25, dan 50%. Faktor kedua buncis tegak varietas Balitsa 2, Balitsa 3, dan buncis rambat Lebat 3 sebagai pembanding. Hasil menunjukkan ketiga varietas buncis baik tipe pertumbuhan tegak maupun rambat dapat ditanam di bawah naungan dengan naungan terbaik 25%. Tanaman buncis di bawah naungan 25% mampu mempertahankan jumlah daun, jumlah cabang, mempercepat umur berbunga, dan mempertahankan komponen hasil tetap optimal. Naungan pada buncis tegak meningkatkan tinggi tanaman dan diameter batang sehingga resiko rebah menurun. Varietas buncis tegak terbaik yang dapat tumbuh di dataran rendah adalah Balitsa 3 karena tanaman lebih tinggi, diameter batang besar, jumlah daun dan cabang lebih banyak, berbunga lebih cepat, serta komponen hasil besar. Kata kunci: adaptasi, Balitsa, buncis tipe tegak, intensitas cahaya
Peranan GA3 terhadap Kerontokan dan Kualitas Buah Jeruk Pamelo Berbiji dan Tidak Berbiji Kalsum, Ummu; Slamet Susanto; Ahmad Junaedi; Nurul Khumaida; Heni Purnamawati
Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy) Vol. 49 No. 3 (2021): Jurnal Agronomi Indonesia
Publisher : Indonesia Society of Agronomy (PERAGI) and Department of Agronomy and Horticulture, Faculty of Agriculture, IPB University, Bogor, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (390.413 KB) | DOI: 10.24831/jai.v49i3.38306

Abstract

Kerontokan buah sering terjadi dan menyebabkan rendahnya panen buah. Informasi penggunaan hormon GA3 dalam menekan kerontokan buah pada jeruk pamelo masih belum tersedia. Riset ini bertujuan untuk mengkaji peranan GA3 terhadap kerontokan dan kualitas buah jeruk pamelo berbiji dan tidak berbiji. Penelitian ini dilaksanakan pada Desember 2019 sampai Juni 2020 di Desa Tambakmas, Kecamatan Sukomoro Kabupaten Magetan. Desain percobaan menggunakan rancangan tersarang, dimana faktor utama adalah kultivar (Bali Merah 1 dan Bali Merah 2) dan faktor tersarang adalah penyemprotan GA3 (tanpa disemprot GA3, penyemprotan GA3 pada 1 minggu setelah antesis (MSA) dan penyemprotan GA3 pada 1 dan 3 MSA). Bali Merah 1 tergolong pada pamelo berbiji, sedangkan Bali Merah 2 adalah pamelo tidak berbiji. Peubah pengamatan meliputi konsentrasi GA3 buah pada 4, 5, dan 6 MSA, final set, jumlah buah rontok, bobot dan diameter buah, bagian dapat dimakan (BDD), padatan terlarut total (PTT), asam tertitrasi total (ATT), rasio PTT/ATT dan vitamin C. Hasil menunjukkan bahwa penyemprotan GA3 meningkatkan final set namun tidak memberikan pengaruh nyata pada bobot buah, diameter buah, ATT, rasio PTT/ATT dan kandungan vitamin C. Penyemprotan GA3 pada 1 dan 3 MSA menekan jumlah buah rontok serta meningkatkan konsentrasi GA3 buah pada 4, 5, dan 6 MSA, BDD dan PTT buah. Kata kunci: asam tertitrasi total, final set, padatan terlarut total, Vitamin C
Pertumbuhan dan Produksi Jagung Manis yang Ditumpangsarikan dengan Kacang Tunggak pada Lahan Pasca Tambang Batu Andesit Salsabila; Heni Purnamawati; Munif Ghulamahdi
Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy) Vol. 50 No. 1 (2022): Jurnal Agronomi Indonesia
Publisher : Indonesia Society of Agronomy (PERAGI) and Department of Agronomy and Horticulture, Faculty of Agriculture, IPB University, Bogor, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (443.546 KB) | DOI: 10.24831/jai.v50i1.39312

Abstract

Revegetasi merupakan upaya memperbaiki kondisi tanah akibat penambangan melalui penambahan bahan organik dan penanaman sehingga nilai ekologis serta ekonomi tanah meningkat. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan informasi terkait pertumbuhan, produksi, nisbah kesetaraan lahan jagung manis yang ditumpangsarikan dengan kacang tunggak pada lahan pasca tambang batu andesit. Percobaan dilakukan di lahan bekas tambang PT. Diaz Pratama Utama, Kabupaten Serang, Provinsi Banten, pada bulan Maret hingga Juni 2020. Penelitian disusun berdasarkan rancangan faktorial kelompok lengkap teracak yang terdiri atas dua faktor yaitu jumlah baris tanaman kacang tunggak sebagai tanaman sela dan dosis pupuk kandang kambing. Faktor tanaman sela terdiri atas satu baris dan dua baris kacang tunggak. Faktor dosis pupuk kandang kambing terdiri atas 4 taraf yaitu 0, 5, 10, dan 15 ton ha-1. Setiap kombinasi perlakuan diulang sebanyak 4 kali. Hasil penelitian menunjukkan pemberian pupuk kandang kambing 10 ton ha-1 dan pola dua baris tanaman sela kacang tunggak memberikan pengaruh yang terbaik terhadap karakter pertumbuhan jagung manis dan menghasilkan produktivitas jagung manis tertinggi yaitu 12.2 ton ha-1. Penanaman jagung manis dengan pemberian pupuk kandang kambing 10 ton ha-1 dan dua baris tanaman kacang tunggak meningkatkan efisiensi penggunaan lahan sebesar 56%. Kata kunci: C-organik, produktivitas, revegetasi, serapan hara, tanaman sela
Variability Response of Growth of 17 Taro Genotype Under Drought and Flooding Cahyanti, Lutfy Ditya; Sopandie, Didy; Santosa, Edi; Purnamawati, Heni
Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy) Vol. 50 No. 2 (2022): Jurnal Agronomi Indonesia
Publisher : Indonesia Society of Agronomy (PERAGI) and Department of Agronomy and Horticulture, Faculty of Agriculture, IPB University, Bogor, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (358.977 KB) | DOI: 10.24831/jai.v50i2.41814

Abstract

Salah satu alternatif sumber bahan pangan ditengah terjadinya perubahan iklim adalah tanaman talas. Selain sebagai sumber karbohidrat, tanaman talas dapat beradaptasi dengan berbagai kondisi agroklimat sehingga mudah ditemukan di seluruh Indonesia Tujuan penelitian ini adalah memperoleh informasi genotipe tanaman talas yang mampu beradaptasi pada cekaman kekeringan dan genangan. Penelitian menggunakan rancangan petak terbagi dengan petak utama perlakuan cekaman air yang terdiri dari 2 taraf, yaitu tadah hujan dan genangan, sedangkan anak petak adalah 17 genotipe tanaman talas. Pada parameter pertumbuhan tanaman talas umur pengamatan 20 minggu setelah tanam, genotipe tanaman talas berpengaruh sangat nyata pada tinggi tanaman, diameter batang, jumlah anakan dan lebar tajuk tanaman; adapun perlakuan air memberikan pengaruh yang sangat nyata pada tinggi tanaman dan jumlah anakan, serta memberikan pengaruh yang nyata pada diameter batang dan lebar tajuk. Hasil penelitian menunjukkan pertumbuhan semua genotipe talas lebih vigor pada perlakuan air tadah hujan, dimana genotipe tanaman talas memiliki tinggi tanaman, diameter batang, lebar tajuk, jumlah anakan dan diameter umbi yang lebih baik bila dibandingkan dengan perlakuan genangan. Kata kunci: adaptasi, genangan, kekeringan, perubahan iklim, stres
Growth and yield responses of two cowpea (Vigna unguiculata L.) varieties on different irrigation levels Mentari, Bunga Permata; Purnamawati, Heni; Sulistyono, Eko
Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy) Vol. 51 No. 3 (2023): Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy)
Publisher : Indonesia Society of Agronomy (PERAGI) and Department of Agronomy and Horticulture, Faculty of Agriculture, IPB University, Bogor, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24831/jai.v51i3.48235

Abstract

Cowpea (Vigna unguiculata L.) or kacang tunggak in Indonesian belongs to the Leguminoceae family and is recently still a less commercial crop. This study was conducted to determine irrigation volume based on pan evaporation and its effects on the growth, yield, and irrigation water use efficiency (IWUE) of cowpea (Vigna unguiculata L.) grown in the plastic house. The amount of water applied was based on pan evaporation (Eo). This experiment used a split-plot randomized complete block design; the main plot was cowpea varieties (Albina and Uno), and subplots were irrigation volume (0.75, 1.50, 2.25, and 3.0 Eo). The data were subjected to analysis of variance; then, the means were compared using Duncan’s Multiple Range Test (DMRT). All tests were considered significant at p < 0.05. The experimental results showed that the water requirement during the vegetative phase for 5 consecutive weeks for the Albina variety was 2.91 Eo, 3.0 Eo, 3.0 Eo, 3.0 Eo, and 2.11 Eo; for the Uno variety was 3.0 Eo, 3 .0 Eo, 3.0 Eo, 2.94 Eo, and 2.10 Eo, respectively. For the Albina and Uno varieties at the generative phase, the plant water requirements were 1.66 Eo and 1.79 Eo, respectively. In cowpea farming, the optimum treatment for efficient water use or lowest usage of water was determined to be 2.25 Eo of irrigation volume combined with the Albina variety. Cowpea growth and productivity are significantly impacted by irrigation volume. Keywords: Albina variety; evaporation; kacang tunggak; Uno variety; water efficiency
Co-Authors , Yudiwanti , Yudiwanti . Sugiyanta, . Adji, Ibnu Surastyo Adolf Pieter Lontoh, Adolf Pieter Ahmad Ghozi Manshuri Ahmad Ghozi Mansyuri AHMAD JUNAEDI Ahmad Junaedi Alfian, Muhammad Sukma Alim Setiawan S Anas Dinurrohman Susila Anggita Perdana Arinal H.I. Nurrahma Arinal Haq Izzawati Nurrahma Arraudah, Rahayu Atikah Fajri Atmaja, ian Surya Fitra Aulia Rahmawati Aulia Rahmawati, Aulia Bagus Arrasyid Desta Wirnas Dian Diani Tanjung Didy Sopandie Dwi Guntoro Edi Santosa Edi Santosa Edi Santosa Eko Sulistyono Elisa Anggraeni Etty Pratiwi, Etty Evanila Silvia Fachrul Rohimin Iska Fadillah, Resti Fahmi, Muhammad Rasyid Noor Fibrika Rahmat Basuki, Fibrika Rahmat Fitratunnisah Fitri Alfiyah Gultom, Sandry Gustiningsih, Dini Hartini Kilbaren, Muji Higuchi, Hirokazu Hulu, Versi Putra Jaya Husna Hutabarat, Saut Mangasi Irfan Rabani Iska, Fachrul Rohimin Iskandar Lubis Iskandar Lubis Jaisyurahman, Usamah Juang Gema Kartika Jun-Ichi Sakagami Ketty Suketi Kondo, Tomohiro Kurniawan, Rizal Mahdi Kusumo, Yudiwanti W. E. Liana, Devi Luh Made Indah Sri Handari Adiputra Lutfy Ditya Cahyanti, Lutfy Ditya Magana, Richard Elisha Marimin , Marta Yuliani Velisitas Eklemis Maya Melati Maya Melati Mentari, Bunga Permata Muhamad Syukur Muhammad Sukma Alfian Munif Ghulamahdi Nofi Anisatun Rokhmah Noveria Sjafrina Nugroho, Sasmoyo Adi Nurgama, Prama Nurul Khumaida Nurul Khumaida Nurul Khumaida Odi Andanu Perdana, Anggita Prama Nurgama Purwono Ratna Suminar Rika Riyani Risna rusdan Riyanti, Shoni Rizal Mahdi Kurniawan Roedhy Poerwanto Safitri Nuraina Saidah, Faza Yasmin Salsabila Sandry Gultom Sapta Raharja Sasmoyo Adi Nugroho Saut Mangasi Hutabarat Shiraiwa, Tatsuhiko Shoni Riyanti Sinaga, Intan Lorenza Siregar, Valdi Muhamad Rafiansyah Siti Marwiyah Siti Marwiyah Slamet Susanto Sofyan Zaman Sri Astuti Rais Sri Astuti Rais Sri Ayu Dwi Ayu Dwi Lestari, Sri Ayu Dwi Ayu Dwi Sugiyanta Supijatno Surjono Hadi Sutjahjo Suwarto Suwarto Suwarto Syamsuwarni Rambe Tajuddin Bantacut Taufik Djatna Thresna Suci Riyandhini Titi Candra Sunarti TRI KOESOEMANINGTYAS Trikoesoemaningtyas Ummu Kalsum Ummu Kalsum Usamah Jaisyurahman Windi Habsari Yandra Arkeman Yandra Arkeman Yudiwanti W. E. Kusumo Yudiwanti Wahyu E. Kusumo Zuliati, Septiarini