Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

Hubungan Panjang Berat dan Ukuran Layak Tangkap Ikan Nilem (Osteochilus waandersii) Hasil Tangkapan Bagan Tancap di Danau Kerinci Getra Risliandi Afisal; Filawati Filawati; Heru Handoko
Jurnal Ilmu Perairan (Aquatic Science) Vol. 12 No. 1 (2024): Maret
Publisher : LPPM Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/

Abstract

Danau Kerinci merupakan salah satu wilayah kabupaten di Indonesia untuk kawasan minapolitan perairan umum daratan. Aktivitas nelayan di danau Kerinci dilakukan di siang dan malam hari menggunakan alat tangkap bagan tancap yang beroperasi di siang dan malam hari. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan panjang berat dan ukuran layak tangkap ikan nilem (Osteochilus waandersii) hasil tangkapan bagan tancap di Danau Kerinci. Penelitian ini dilakukan di Danau Kerinci pada tanggal 03 Juli - 03 Agustus 2022. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei. Penetapan responden penelitian berdasarkan teknik random sampling yang mana dari dari jumlah nelayan hanya diambil 10% dari total nelayan di desa Koto Petai dan desa Pulau Tengah selama 16 kali penangkapan. Peubah yang diamati dalam penelitian ini adalah komposisi hasil tangkapan, ukuran selang kelas ikan, hubungan panjang berat, dan ukuran layak tangkap ikan nilem. Hasil penelitian alat tangkap bagan dengan komposisi yaitu ikan nilem (26%), nila (32%), dan barau (42%). hasil tangkapan nilem yang tertangkap berjumlah 191 ekor, nilem, yaitu 12,19 cm dengan berat rata-rata 20,00 g, selang kelas panjang nilem dengan hasil tangkapan terbanyak terdapat pada ukuran kelas 13,0-14,2 cm sebanyak 57 ekor, dan yang terendah berada pada ukuran 11,7-12,9 cm sebanyak 16 ekor, dan hasil analisa hubungan panjang berat didapatkan nilai b sebesar 2,79. Disimpulkan bahwa hubungan panjang berat ikan nilem yang tertangkap menggunakan bagan tancap dan tangkul yang berjumlah 191 ekor bersifat allometrik negatif (2,79) menunjukkan bahwa nilai b<3, artinya pertumbuhan panjang tubuh lebih cepat dari pada pertumbuhan berat tubuh. Presentase ukuran layak tangkap ikan nilem sebanyak 74,35% dan tidak layak tangkap sebanyak 25,65%.
Keanekaragaman Crustacea dengan Menggunakan Alat Tangkap Sondong di Perairan Mendahara Ilir Kabupaten Tanjung Jabung Timur Prizky Nanda Mawaddah; Filawati Filawati; Nelwida Nelwida; Fauzan Ramadhan; Lisna Lisna; M. Afdal
Jurnal Ilmu Perairan (Aquatic Science) Vol. 10 No. 3 (2022): November
Publisher : LPPM Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/

Abstract

Mayoritas masyarakat di Mendahara ilir berprofesi sebagai nelayan Sondong merupakan alat tangkap yang banyak dioperasikan oleh nelayan di Mendahara ilir. Alat tangkap Sondong adalah alat tangkap aktif yang tujuan operasinya adalah menangkap udang. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui Keanekaragaman Crustacea dengan menggunakan alat tangkap Sondong di Perairan Mendahara Ilir Kabupaten Tanjung Jabung Timur. Penelitian ini dilakukan di Perairan Mendahara Ilir Kabupaten Tanjung Jabung Timur selama 30 hari, dari tanggal 15 Desember 2021 sampai 15 Januari 2022. Metode yang di gunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen. Data yang di himpun dalam penelitian ini adalah jumlah total udang dan ikan (ekor), berat per jenis dan berat total udang dan ikan (kg), dan parameter lingkungan. Analisis data yang digunakan adalah komposisi jenis, indeks keanekaragaman, indeks keseragaman dan indeks dominansi. Hasil dari penelitian ini Jumlah hasil tangkapan yang didapat selama penelitian sebanyak 776,62 kg. Hasil tangkapan crustacea di Mendahara Ilir adalah udang loreng (Parapenaeopsis sculptilis), udang kapur (Metapenaeus dopsoni), udang jerbung (Penaeus merguiensis), udang agogo (P.indicus), udang mantis (Harpiosquilla raphidea), rajungan (Portunus pelagicus), belangkas (Carcinoscorpius). Selain itu hasil tangkapan sampingan (By-Catch) sondong seperti ikan selar (Selaroides leptolepi), gulamah (Johnius trachycephalus), Pari (Dasyatis sp), ikan lidah (Cynoglossus lingua). Hasil tangkapan tertinggi, yaitu udang Loreng sebanyak 196,2 kg hasil tangkapan terendah yaitu udang mantis sebanyak 2,63 kg, hasil indeks keanekaragaman 0,98, indeks keseragamannya yaitu 0,50 dan dominansi yaitu 0,43. Kesimpulannya adalah Keanekaragaman crustacea hasil tangkapan sondong di perairan Mendahara Ilir Kabupaten Tanjung Jabung Timur termasuk dalam kategori sedang, indeks keseragaman sedang dan dominansi rendah.
Hubungan Panjang Berat dan Ukuran Layak Tangkap Ikan Nilem (Osteochilus waandersii) Hasil Tangkapan Bagan Tancap di Danau Kerinci Afisal, Getra Risliandi; Filawati, Filawati; Handoko, Heru
Jurnal Ilmu Perairan (Aquatic Science) Vol. 12 No. 1 (2024): Maret
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/

Abstract

Danau Kerinci merupakan salah satu wilayah kabupaten di Indonesia untuk kawasan minapolitan perairan umum daratan. Aktivitas nelayan di danau Kerinci dilakukan di siang dan malam hari menggunakan alat tangkap bagan tancap yang beroperasi di siang dan malam hari. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan panjang berat dan ukuran layak tangkap ikan nilem (Osteochilus waandersii) hasil tangkapan bagan tancap di Danau Kerinci. Penelitian ini dilakukan di Danau Kerinci pada tanggal 03 Juli - 03 Agustus 2022. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei. Penetapan responden penelitian berdasarkan teknik random sampling yang mana dari dari jumlah nelayan hanya diambil 10% dari total nelayan di desa Koto Petai dan desa Pulau Tengah selama 16 kali penangkapan. Peubah yang diamati dalam penelitian ini adalah komposisi hasil tangkapan, ukuran selang kelas ikan, hubungan panjang berat, dan ukuran layak tangkap ikan nilem. Hasil penelitian alat tangkap bagan dengan komposisi yaitu ikan nilem (26%), nila (32%), dan barau (42%). hasil tangkapan nilem yang tertangkap berjumlah 191 ekor, nilem, yaitu 12,19 cm dengan berat rata-rata 20,00 g, selang kelas panjang nilem dengan hasil tangkapan terbanyak terdapat pada ukuran kelas 13,0-14,2 cm sebanyak 57 ekor, dan yang terendah berada pada ukuran 11,7-12,9 cm sebanyak 16 ekor, dan hasil analisa hubungan panjang berat didapatkan nilai b sebesar 2,79. Disimpulkan bahwa hubungan panjang berat ikan nilem yang tertangkap menggunakan bagan tancap dan tangkul yang berjumlah 191 ekor bersifat allometrik negatif (2,79) menunjukkan bahwa nilai b<3, artinya pertumbuhan panjang tubuh lebih cepat dari pada pertumbuhan berat tubuh. Presentase ukuran layak tangkap ikan nilem sebanyak 74,35% dan tidak layak tangkap sebanyak 25,65%.
The Effect of Light Color of Lamp on Bagan Tancap Catching Equipment on Catches in the Waters of Sadai Village South Bangka Regency Gunawan, Irvan; Lisna, Lisna; Ramadhan, Fauzan; Filawati, Filawati; Nelwida, Nelwida; Nurhayati, Nurhayati
Jurnal Perikanan dan Kelautan Vol. 28 No. 2 (2023): June
Publisher : Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/

Abstract

Fishermen in the waters of Sadai Village mostly use the Bagan tancap by catching using different colors of lights. The study aimed to determine the effect of light colors (white, red, yellow, green, and blue) on the Bagan tancap fishing gear on catches in the waters of Sadai Village, South Bangka Regency. This research was conducted on April 28 - May 28 2022 in the waters of Sadai Village, South Bangka Regency. The method used is an experimental method using a randomized block design (RBD) and Duncan's further test. The data collected includes the type of catch, the total weight of the catch, the number of catches, and environmental parameters. The results showed that the treatment of different light colors affected the number (fish) and weight (kg) of the catches on the Bagan tancap. The composition of the catch on the Bagan tancap for the species caught is squid (Loligo sp) and Curvespine cuttlefish (Sepia recurvirostra) which are the main catch (HTU) while Starry triggerfish (Abalistes stellaris), mackerel (Rastrelliger brachysoma), Yellowtail scad (Atule mate), and Doublewhip threadfin bream (Nemipterus nematophorus) are by-catch. Based on the results, it can be concluded that blue light is a good color for catches in the form of number (fish) and weight (kg) on ​​the Bagan tancap fishing gear.
Peningkatan Keterampilan Berbicara Melalui Metode Bercerita Bagi Lansia di Kampus Lorong K-apel Makassar Rosvita, Ita; Filawati, Filawati; Rahim, Ilma; Yunus, Andi Fatimah; Faisal, Faisal
Intisari: Jurnal Inovasi Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2025): Intisari: Jurnal Inovasi Pengabdian Masyarakat
Publisher : CV. Insight Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58227/intisari.v3i1.240

Abstract

Pelatihan peningkatan keterampilan berbicara melalui metode bercerita bertujuan untuk meningkatkan dan mengoptimalkan fungsi kognitif dan kemampuan psikososial lansia.  Kegiatan ini dilaksanakan di Kampus Lorong Dg. Jakking dengan melibatkan ibu-ibu Komunitas Anak Pelangi (K-apel) Makassar sebagai peserta utama. Peningkatan keterampilan berbicara dengan metode bercerita bagi para lansia Komunitas Pelangi (K-pel) Makassar dilakukan melalui lima tahapan, yaitu pembagian kelompok, permainan tebak kata, penayangan film pendek, refleksi diri, dan sesi berbagi cerita. Hasil pelatihan menunjukkan adanya peningkatan kemampuan berbicara dan kerja sama (kekompakan) lansia dalam kelompok. Selain itu, kegiatan ini turut memotivasi peserta (lansia) untuk lebih percaya diri dan berani berbicara di depan umum. Dengan demikian, kegiatan peningkatan keterampilan berbicara ini tidak hanya memberikan dampak positif bagi pengembangan kemampuan berbahasa, tetapi juga berkontribusi pada peningkatan kualitas hidup lansia yang lebih bahagia.
PELATIHAN MENULIS CERITA PENDEK SISWA KELAS III SDN MELAYU MUHAMMADIYAH MAKASSAR Filawati, Filawati; Tuflih, Muhammad Alfian; Lestari, Adhe Utami; Riska, Riska; Thafunnisa, Fathia Al
Jurnal Gembira: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3 No 02 (2025): APRIL 2025
Publisher : Media Inovasi Pendidikan dan Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan menulis cerita imajinatif siswa sekolah dasar melalui pendekatan berbasis imajinasi. Dengan melibatkan 15 siswa kelas III.C di SDN Melayu Muhammadiyah Makassar, pelatihan dilakukan secara bertahap mulai dari penggalian ide, penyusunan alur, penulisan draf, revisi, hingga presentasi karya. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui observasi, analisis karya tulis, dan tes pemahaman. Hasil menunjukkan bahwa 77% siswa berada pada kategori baik dalam menulis cerita, terutama dalam aspek kreativitas dan orisinalitas, serta pemahaman terhadap unsur cerita mencapai rata-rata 80%. Meskipun masih ditemukan kelemahan dalam struktur alur dan unsur latar, kegiatan ini terbukti efektif dalam meningkatkan kepercayaan diri, kemampuan berpikir kritis, dan ekspresi tertulis siswa. Temuan ini menunjukkan pentingnya integrasi pembelajaran kreatif dalam penguatan literasi di jenjang pendidikan dasar.
Keanekaragaman Crustacea dengan Menggunakan Alat Tangkap Sondong di Perairan Mendahara Ilir Kabupaten Tanjung Jabung Timur Mawaddah, Prizky; Filawati, Filawati; Nelwida, Nelwida; Ramadhan, Fauzan; Lisna, Lisna; M. Afdal, M. Afdal
Ilmu Perairan (Aquatic Science) Vol. 10 No. 3 (2022): oktober
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/

Abstract

Mayoritas masyarakat di Mendahara ilir berprofesi sebagai nelayan Sondong merupakan alat tangkap yang banyak dioperasikan oleh nelayan di Mendahara ilir. Alat tangkap Sondong adalah alat tangkap aktif yang tujuan operasinya adalah menangkap udang. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui Keanekaragaman Crustacea dengan menggunakan alat tangkap Sondong di Perairan Mendahara Ilir Kabupaten Tanjung Jabung Timur. Penelitian ini dilakukan di Perairan Mendahara Ilir Kabupaten Tanjung Jabung Timur selama 30 hari, dari tanggal 15 Desember 2021 sampai 15 Januari 2022. Metode yang di gunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen. Data yang di himpun dalam penelitian ini adalah jumlah total udang dan ikan (ekor), berat per jenis dan berat total udang dan ikan (kg), dan parameter lingkungan. Analisis data yang digunakan adalah komposisi jenis, indeks keanekaragaman, indeks keseragaman dan indeks dominansi. Hasil dari penelitian ini Jumlah hasil tangkapan yang didapat selama penelitian sebanyak 776,62 kg. Hasil tangkapan crustacea di Mendahara Ilir adalah udang loreng (Parapenaeopsis sculptilis), udang kapur (Metapenaeus dopsoni), udang jerbung (Penaeus merguiensis), udang agogo (P.indicus), udang mantis (Harpiosquilla raphidea), rajungan (Portunus pelagicus), belangkas (Carcinoscorpius). Selain itu hasil tangkapan sampingan (By-Catch) sondong seperti ikan selar (Selaroides leptolepi), gulamah (Johnius trachycephalus), Pari (Dasyatis sp), ikan lidah (Cynoglossus lingua). Hasil tangkapan tertinggi, yaitu udang Loreng sebanyak 196,2 kg hasil tangkapan terendah yaitu udang mantis sebanyak 2,63 kg, hasil indeks keanekaragaman 0,98, indeks keseragamannya yaitu 0,50 dan dominansi yaitu 0,43. Kesimpulannya adalah Keanekaragaman crustacea hasil tangkapan sondong di perairan Mendahara Ilir Kabupaten Tanjung Jabung Timur termasuk dalam kategori sedang, indeks keseragaman sedang dan dominansi rendah.
Differences in Bait Types on Mangrove Crab (Scylla Serrata) Catches Using Folding Trap in Pangkal Babu Village. Sa'adah, Shopiyatus; Magwa, Rizky Janatul; Filawati, Filawati
Jurnal Media Akuakultur Indonesia Vol 5 No 2 (2025): Indonesian Journal of Aquaculture Medium
Publisher : Program Studi Budidaya Perairan Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/mediaakuakultur.v5i2.7266

Abstract

Folding bubu fishing gear is one of the fishing gear operated to catch mangrove crabs in Pangkal Babu Village, catching mangrove crabs (Scylla serrata) using folding bubu fishing gear requires bait in an effort to increase catches effectively. This study aims to determine the difference in mangrove crab catches using stingray and tobul fish bait using folding bubu. This research was conducted in Pangkal Babu Village, Tanjung Jabung Barat on March 7 - April 7, 2024. The method used was experimental fishing. Data collected include the number, weight and width of mangrove crab catches, the number, weight, and width of the carapace of the catches are tabulated in the form of tables and graphs. The results showed that the number of mangrove crab catches was 27 with an average total weight of 407.8 g and an average carapace width of 198.4 mm. While the catch of mangrove crabs with tobacco fish treatment got 34 fish with an average weight of 602.4 g, and an average width of 267.6 mm. The results of the T test analysis showed that the bait type treatment had no significant effect (P> 0.05) on the number of mangrove crab catches, but had a significant effect (P < 0.05) on the weight and width of the mangrove crab carapace, From this study, it can be concluded that the use of tobacco fish bait in folding bubu fishing gear in Pangkal Babu Village resulted in higher carapace weight and width compared to the use of stingray bait.
The Effect of Light Color of Lamp on Bagan Tancap Catching Equipment on Catches in the Waters of Sadai Village South Bangka Regency Gunawan, Irvan; Lisna, Lisna; Ramadhan, Fauzan; Filawati, Filawati; Nelwida, Nelwida; Nurhayati, Nurhayati
Jurnal Perikanan dan Kelautan Vol. 28 No. 2 (2023): June
Publisher : Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/

Abstract

Fishermen in the waters of Sadai Village mostly use the Bagan tancap by catching using different colors of lights. The study aimed to determine the effect of light colors (white, red, yellow, green, and blue) on the Bagan tancap fishing gear on catches in the waters of Sadai Village, South Bangka Regency. This research was conducted on April 28 - May 28 2022 in the waters of Sadai Village, South Bangka Regency. The method used is an experimental method using a randomized block design (RBD) and Duncan's further test. The data collected includes the type of catch, the total weight of the catch, the number of catches, and environmental parameters. The results showed that the treatment of different light colors affected the number (fish) and weight (kg) of the catches on the Bagan tancap. The composition of the catch on the Bagan tancap for the species caught is squid (Loligo sp) and Curvespine cuttlefish (Sepia recurvirostra) which are the main catch (HTU) while Starry triggerfish (Abalistes stellaris), mackerel (Rastrelliger brachysoma), Yellowtail scad (Atule mate), and Doublewhip threadfin bream (Nemipterus nematophorus) are by-catch. Based on the results, it can be concluded that blue light is a good color for catches in the form of number (fish) and weight (kg) on ​​the Bagan tancap fishing gear.
Pengaruh Metode Case Method terhadap Hasil Belajar Mahasiswa Bahasa dan Sastra Indonesia pada Materi Pemerolehan Bahasa Anak Universitas Negeri Makassar Bungatang, Bungatang; Filawati, Filawati; Nurul Fitrayani
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 10 No. 3 (2024)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v10i3.3839

Abstract

Case method menjadi salah satu metode dalam pembelajaran yang bisa mengurangi kesenjangan antara teori dan praktik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh metode case method terhadap hasil belajar mahasiswa Bahasa dan sastra Indonesia pada materi pemerolehan bahasa anak Universitas Negeri Makassar. Penelitian ini menggunakan rancangkan eksperimen desain control group pretest-posttest design. Penentuan sampel dilakukan secara random sampling. Subjek penelitian adalah mahasiswa BSI angkatan 2021 tahun ajaran 2023/2024 kelas A dan B. Kelas A sebagai kelas eksprimen sedangkan kelas B menjadi kelas kontrol. Hasil analisis menunjukkan bahwa signifikansi besarnya 0,000 lebih kecil daripada α = 0,05. Dengan demikian H0 ditolak dan H1 diterima. Sehingga dapat disimpulkan bahwa metode pembelajaran studi kasus berpengaruh dalam meningkatkan hasil belajar mahasiswa dalam materi pemerolehan bahasa anak pada mahasiswa BSI Universitas Negeri Makassar