Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

The Effect of Light Color of Lamp on Bagan Tancap Catching Equipment on Catches in the Waters of Sadai Village South Bangka Regency Irvan Gunawan; Filawati Filawati; Nelwida Nelwida; Nurhayati Nurhayati; Lisna Lisna; Fauzan Ramadan
Jurnal Perikanan dan Kelautan Vol 28, No 2 (2023): June 2023
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine, Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jpk.28.2.189-196

Abstract

Fishermen in the waters of Sadai Village mostly use the Bagan tancap by catching using different colors of lights. The study aimed to determine the effect of light colors (white, red, yellow, green, and blue) on the Bagan tancap fishing gear on catches in the waters of  Sadai Village, South Bangka Regency. This research was conducted on April 28 - May 28 2022 in the waters of Sadai Village, South Bangka Regency. The methodused is an experimental method using a randomized block design (RBD) and Duncan's further test. The data collected includes the type of catch, the total weight of the catch, the number of catches, and environmental parameters. The results showed that the treatment of different light colors affected the number (fish) and weight (kg) of the catches on the Bagan tancap. The composition of the catch on the Bagan tancap for the species caught is squid (Loligosp) and Curvespine cuttlefish (Sepia recurvirostra) which are the main catch (HTU) while Starry triggerfish (Abalistes stellaris), mackerel (Rastrelliger brachysoma), Yellowtail scad (Atule mate), and Doublewhip threadfin bream (Nemipterus nematophorus) are by-catch. Based on the results, it can be concluded that blue light is a good color for catches in the form of number (fish) and weight (kg) on the Bagan tancap fishing gear
Rasio Efisiensi Protein Ransum Ayam Broiler yang Diberi Lactobacillus plantarum dan Mannan Oligosakarida Hasil Hidrolisis Bungkil Inti Sawit Eka Viana Fitrianingsih; Mairizal; Filawati
Journal of Livestock and Animal Health Vol. 6 No. 2 (2023): August
Publisher : Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32530/jlah.v6i2.28

Abstract

Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mengetahui rasio efesiensi protein ransum pada ayam broiler yang diberi Lactobacillus plantarum dan Mannan oligosakarida (MOS) hasil hidrolisis bungkil inti sawit. Materi yang dipergunakan meliputi 270 ekor DOC strain MB 202 platinum. Ransum yang dipergunakan berupa ransum komersial Novo 511 non antibiotic growth promotor (non AGP). Rancangan yang digunakan ialah acak lengkap berpola faktorial 3 × 3 dengan 3 ulangan. Faktor A merupakan pemberian MOS hasil hidrolisis BIS dengan taraf yakni 0%, 0,50%, dan 1% dan faktor B merupakan pemberian Lactobacillus plantarum dengan taraf yakni 0%, 0,50%, dan 1%. Peubah yang diamati meliputi konsumsi ransum, konsumsi protein ransum, PBB serta rasio efisiensi protein. Data hasil penelitian dianalisis menggunakan ANOVA, nilai yang berbeda antar perlakuan diuji lanjut dengan DMRT 5%. Hasil penelitian menunjukan penambahan Lactobacillus plantarum, MOS, dan interaksi keduanya di dalam ransum memberikan pengaruh yang nyata (P kecil dari 0,05) terhadap konsumsi ransum, konsumsi protein ransum, PBB serta rasio efisiensi protein ransum. Kesimpulan diperoleh adalah pemberian MOS hasil hidrolisis BIS sebanyak 1% melalui kombinasi Lactobacillus plantarum sebanyak 1% dalam ransum mampu meningkatkan rasio efisiensi protein ransum ayam broiler.
Perempuan dan Ekonomi Kreatif: Membangun Kemandirian Peserta Didik di Era Digital Madrasah Aliyah Darul Fallaah Unismuh Kecamatan Bungaya, Kabupaten Gowa Filawati, Filawati; Ita Rosvita; Bungatang, Bungatang
Abdimas Langkanae Vol. 4 No. 2 (2024)
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/jpm.v4i2.309

Abstract

PKM ini bertujuan untuk meningkatkan peran pendidikan dan ekonomi kreatif bagi peserta didik di Pondok Pesantren Darul Fallah Kecamatan Bungaya, Kabupaten Gowa. Kegiatan ini juga fokus pada peningkatan kualitas pendidikan dengan memberikan akses informasi serta materi yang dapat mendukung pembelajaran dan keterampilan hidup yaitu pemahaman tentang pentingnya pendidikan bagi perempuan, keterampilan kewirausahaan, serta pemanfaatan teknologi dalam ekonomi digital. Diharapkan melalui pemberdayaan ini, peserta didik dapat mengembangkan potensi diri mereka, baik dalam bidang pendidikan maupun ekonomi kreatif, sehingga mereka dapat menjadi individu yang mandiri, berdaya saing, dan mampu memberikan kontribusi positif terhadap masyarakat sekitar. Program ini tidak hanya berfokus pada peningkatan pengetahuan dan keterampilan, tetapi juga pada pembentukan karakter yang kuat dan siap menghadapi tantangan global.
Pelatihan Menulis Puisi bagi Siswa di SMA 13 Makassar Abidin, Aslan; Ridwan, Ridwan; Filawati, Filawati
Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat SEMINAR NASIONAL 2024:PROSIDING EDISI 10
Publisher : Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Pelatihan menulis puisi bagi siswa di SMA 13 Makassar bertujuan untuk menggali potensi kreativitas siswa dalam menulis puisi serta meningkatkan kemampuan ekspresi diri melalui media sastra. Pelatihan ini diadakan sebagai respons terhadap kurangnya perhatian terhadap pengembangan keterampilan menulis di kalangan siswa, terutama dalam bentuk puisi yang kaya akan nilai estetika dan ekspresi pribadi. Dalam pelatihan ini, siswa diperkenalkan pada teknik dasar menulis puisi, mulai dari pemahaman struktur, penggunaan bahasa yang puitis, hingga cara mengungkapkan ide dan perasaan secara kreatif. Selain itu, pelatihan juga melibatkan diskusi interaktif dan latihan menulis secara langsung, yang bertujuan untuk mengasah keterampilan dan memperkuat rasa percaya diri siswa dalam menuangkan ide-ide mereka dalam bentuk puisi. Hasil dari pelatihan ini diharapkan dapat meningkatkan apresiasi siswa terhadap sastra, serta memberikan mereka sarana untuk mengekspresikan pikiran dan perasaan melalui kata-kata. Dengan pendekatan yang menyenangkan dan aplikatif, diharapkan siswa dapat menghasilkan karya puisi yang tidak hanya mencerminkan kreativitas, tetapi juga membentuk karakter positif dalam diri mereka. Kata kunci: Pelatihan, menulis puisi
The Effect of Light Color of Lamp on Bagan Tancap Catching Equipment on Catches in the Waters of Sadai Village South Bangka Regency Gunawan, Irvan; Filawati, Filawati; Nelwida, Nelwida; Lisna, Lisna; Ramadhan, Fauzan
Jurnal Perikanan dan Kelautan Vol. 28 No. 2 (2023): June
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine, Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/

Abstract

Fishermen in the waters of Sadai Village mostly use the Bagan tancap by catching using different colors of lights. The study aimed to determine the effect of light colors (white, red, yellow, green, and blue) on the Bagan tancap fishing gear on catches in the waters of Sadai Village, South Bangka Regency. This research was conducted on April 28 - May 28 2022 in the waters of Sadai Village, South Bangka Regency. The method used is an experimental method using a randomized block design (RBD) and Duncan's further test. The data collected includes the type of catch, the total weight of the catch, the number of catches, and environmental parameters. The results showed that the treatment of different light colors affected the number (fish) and weight (kg) of the catches on the Bagan tancap. The composition of the catch on the Bagan tancap for the species caught is squid (Loligo sp) and Curvespine cuttlefish (Sepia recurvirostra) which are the main catch (HTU) while Starry triggerfish (Abalistes stellaris), mackerel (Rastrelliger brachysoma), Yellowtail scad (Atule mate), and Doublewhip threadfin bream (Nemipterus nematophorus) are by-catch. Based on the results, it can be concluded that blue light is a good color for catches in the form of number (fish) and weight (kg) on ​​the Bagan tancap fishing gear.
The Effect of Light Color of Lamp on Bagan Tancap Catching Equipment on Catches in the Waters of Sadai Village South Bangka Regency Gunawan, Irvan; Filawati, Filawati; Nelwida, Nelwida; Lisna, Lisna; Ramadhan, Fauzan
Jurnal Perikanan dan Kelautan Vol. 28 No. 2 (2023): June
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine, Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/

Abstract

Fishermen in the waters of Sadai Village mostly use the Bagan tancap by catching using different colors of lights. The study aimed to determine the effect of light colors (white, red, yellow, green, and blue) on the Bagan tancap fishing gear on catches in the waters of Sadai Village, South Bangka Regency. This research was conducted on April 28 - May 28 2022 in the waters of Sadai Village, South Bangka Regency. The method used is an experimental method using a randomized block design (RBD) and Duncan's further test. The data collected includes the type of catch, the total weight of the catch, the number of catches, and environmental parameters. The results showed that the treatment of different light colors affected the number (fish) and weight (kg) of the catches on the Bagan tancap. The composition of the catch on the Bagan tancap for the species caught is squid (Loligo sp) and Curvespine cuttlefish (Sepia recurvirostra) which are the main catch (HTU) while Starry triggerfish (Abalistes stellaris), mackerel (Rastrelliger brachysoma), Yellowtail scad (Atule mate), and Doublewhip threadfin bream (Nemipterus nematophorus) are by-catch. Based on the results, it can be concluded that blue light is a good color for catches in the form of number (fish) and weight (kg) on ​​the Bagan tancap fishing gear.
Hubungan Panjang Berat dan Ukuran Layak Tangkap Ikan Nilem (Osteochilus waandersii) Hasil Tangkapan Bagan Tancap di Danau Kerinci Getra Risliandi Afisal; Filawati Filawati; Heru Handoko
Jurnal Ilmu Perairan (Aquatic Science) Vol. 12 No. 1 (2024): Maret
Publisher : LPPM Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/

Abstract

Danau Kerinci merupakan salah satu wilayah kabupaten di Indonesia untuk kawasan minapolitan perairan umum daratan. Aktivitas nelayan di danau Kerinci dilakukan di siang dan malam hari menggunakan alat tangkap bagan tancap yang beroperasi di siang dan malam hari. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan panjang berat dan ukuran layak tangkap ikan nilem (Osteochilus waandersii) hasil tangkapan bagan tancap di Danau Kerinci. Penelitian ini dilakukan di Danau Kerinci pada tanggal 03 Juli - 03 Agustus 2022. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei. Penetapan responden penelitian berdasarkan teknik random sampling yang mana dari dari jumlah nelayan hanya diambil 10% dari total nelayan di desa Koto Petai dan desa Pulau Tengah selama 16 kali penangkapan. Peubah yang diamati dalam penelitian ini adalah komposisi hasil tangkapan, ukuran selang kelas ikan, hubungan panjang berat, dan ukuran layak tangkap ikan nilem. Hasil penelitian alat tangkap bagan dengan komposisi yaitu ikan nilem (26%), nila (32%), dan barau (42%). hasil tangkapan nilem yang tertangkap berjumlah 191 ekor, nilem, yaitu 12,19 cm dengan berat rata-rata 20,00 g, selang kelas panjang nilem dengan hasil tangkapan terbanyak terdapat pada ukuran kelas 13,0-14,2 cm sebanyak 57 ekor, dan yang terendah berada pada ukuran 11,7-12,9 cm sebanyak 16 ekor, dan hasil analisa hubungan panjang berat didapatkan nilai b sebesar 2,79. Disimpulkan bahwa hubungan panjang berat ikan nilem yang tertangkap menggunakan bagan tancap dan tangkul yang berjumlah 191 ekor bersifat allometrik negatif (2,79) menunjukkan bahwa nilai b<3, artinya pertumbuhan panjang tubuh lebih cepat dari pada pertumbuhan berat tubuh. Presentase ukuran layak tangkap ikan nilem sebanyak 74,35% dan tidak layak tangkap sebanyak 25,65%.
Keanekaragaman Crustacea dengan Menggunakan Alat Tangkap Sondong di Perairan Mendahara Ilir Kabupaten Tanjung Jabung Timur Prizky Nanda Mawaddah; Filawati Filawati; Nelwida Nelwida; Fauzan Ramadhan; Lisna Lisna; M. Afdal
Jurnal Ilmu Perairan (Aquatic Science) Vol. 10 No. 3 (2022): November
Publisher : LPPM Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/

Abstract

Mayoritas masyarakat di Mendahara ilir berprofesi sebagai nelayan Sondong merupakan alat tangkap yang banyak dioperasikan oleh nelayan di Mendahara ilir. Alat tangkap Sondong adalah alat tangkap aktif yang tujuan operasinya adalah menangkap udang. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui Keanekaragaman Crustacea dengan menggunakan alat tangkap Sondong di Perairan Mendahara Ilir Kabupaten Tanjung Jabung Timur. Penelitian ini dilakukan di Perairan Mendahara Ilir Kabupaten Tanjung Jabung Timur selama 30 hari, dari tanggal 15 Desember 2021 sampai 15 Januari 2022. Metode yang di gunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen. Data yang di himpun dalam penelitian ini adalah jumlah total udang dan ikan (ekor), berat per jenis dan berat total udang dan ikan (kg), dan parameter lingkungan. Analisis data yang digunakan adalah komposisi jenis, indeks keanekaragaman, indeks keseragaman dan indeks dominansi. Hasil dari penelitian ini Jumlah hasil tangkapan yang didapat selama penelitian sebanyak 776,62 kg. Hasil tangkapan crustacea di Mendahara Ilir adalah udang loreng (Parapenaeopsis sculptilis), udang kapur (Metapenaeus dopsoni), udang jerbung (Penaeus merguiensis), udang agogo (P.indicus), udang mantis (Harpiosquilla raphidea), rajungan (Portunus pelagicus), belangkas (Carcinoscorpius). Selain itu hasil tangkapan sampingan (By-Catch) sondong seperti ikan selar (Selaroides leptolepi), gulamah (Johnius trachycephalus), Pari (Dasyatis sp), ikan lidah (Cynoglossus lingua). Hasil tangkapan tertinggi, yaitu udang Loreng sebanyak 196,2 kg hasil tangkapan terendah yaitu udang mantis sebanyak 2,63 kg, hasil indeks keanekaragaman 0,98, indeks keseragamannya yaitu 0,50 dan dominansi yaitu 0,43. Kesimpulannya adalah Keanekaragaman crustacea hasil tangkapan sondong di perairan Mendahara Ilir Kabupaten Tanjung Jabung Timur termasuk dalam kategori sedang, indeks keseragaman sedang dan dominansi rendah.
Hubungan Panjang Berat dan Ukuran Layak Tangkap Ikan Nilem (Osteochilus waandersii) Hasil Tangkapan Bagan Tancap di Danau Kerinci Afisal, Getra Risliandi; Filawati, Filawati; Handoko, Heru
Jurnal Ilmu Perairan (Aquatic Science) Vol. 12 No. 1 (2024): Maret
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/

Abstract

Danau Kerinci merupakan salah satu wilayah kabupaten di Indonesia untuk kawasan minapolitan perairan umum daratan. Aktivitas nelayan di danau Kerinci dilakukan di siang dan malam hari menggunakan alat tangkap bagan tancap yang beroperasi di siang dan malam hari. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan panjang berat dan ukuran layak tangkap ikan nilem (Osteochilus waandersii) hasil tangkapan bagan tancap di Danau Kerinci. Penelitian ini dilakukan di Danau Kerinci pada tanggal 03 Juli - 03 Agustus 2022. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei. Penetapan responden penelitian berdasarkan teknik random sampling yang mana dari dari jumlah nelayan hanya diambil 10% dari total nelayan di desa Koto Petai dan desa Pulau Tengah selama 16 kali penangkapan. Peubah yang diamati dalam penelitian ini adalah komposisi hasil tangkapan, ukuran selang kelas ikan, hubungan panjang berat, dan ukuran layak tangkap ikan nilem. Hasil penelitian alat tangkap bagan dengan komposisi yaitu ikan nilem (26%), nila (32%), dan barau (42%). hasil tangkapan nilem yang tertangkap berjumlah 191 ekor, nilem, yaitu 12,19 cm dengan berat rata-rata 20,00 g, selang kelas panjang nilem dengan hasil tangkapan terbanyak terdapat pada ukuran kelas 13,0-14,2 cm sebanyak 57 ekor, dan yang terendah berada pada ukuran 11,7-12,9 cm sebanyak 16 ekor, dan hasil analisa hubungan panjang berat didapatkan nilai b sebesar 2,79. Disimpulkan bahwa hubungan panjang berat ikan nilem yang tertangkap menggunakan bagan tancap dan tangkul yang berjumlah 191 ekor bersifat allometrik negatif (2,79) menunjukkan bahwa nilai b<3, artinya pertumbuhan panjang tubuh lebih cepat dari pada pertumbuhan berat tubuh. Presentase ukuran layak tangkap ikan nilem sebanyak 74,35% dan tidak layak tangkap sebanyak 25,65%.
The Effect of Light Color of Lamp on Bagan Tancap Catching Equipment on Catches in the Waters of Sadai Village South Bangka Regency Gunawan, Irvan; Lisna, Lisna; Ramadhan, Fauzan; Filawati, Filawati; Nelwida, Nelwida; Nurhayati, Nurhayati
Jurnal Perikanan dan Kelautan Vol. 28 No. 2 (2023): June
Publisher : Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/

Abstract

Fishermen in the waters of Sadai Village mostly use the Bagan tancap by catching using different colors of lights. The study aimed to determine the effect of light colors (white, red, yellow, green, and blue) on the Bagan tancap fishing gear on catches in the waters of Sadai Village, South Bangka Regency. This research was conducted on April 28 - May 28 2022 in the waters of Sadai Village, South Bangka Regency. The method used is an experimental method using a randomized block design (RBD) and Duncan's further test. The data collected includes the type of catch, the total weight of the catch, the number of catches, and environmental parameters. The results showed that the treatment of different light colors affected the number (fish) and weight (kg) of the catches on the Bagan tancap. The composition of the catch on the Bagan tancap for the species caught is squid (Loligo sp) and Curvespine cuttlefish (Sepia recurvirostra) which are the main catch (HTU) while Starry triggerfish (Abalistes stellaris), mackerel (Rastrelliger brachysoma), Yellowtail scad (Atule mate), and Doublewhip threadfin bream (Nemipterus nematophorus) are by-catch. Based on the results, it can be concluded that blue light is a good color for catches in the form of number (fish) and weight (kg) on ​​the Bagan tancap fishing gear.