Claim Missing Document
Check
Articles

Identifikasi Kadar Vitamin C Ekstrak Rosela (Hibiscus sabdariffa L.) Hasil Ekstraksi Berbantu Gelombang Mikro Rosalinda, S.; Azizah, Ise Wafiq; Nurjanah, Sarifah
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Vol 17, No 3 (2023): TEKNOTAN, Desember 2023
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jt.vol17n3.2

Abstract

Bunga rosela (Hibiscus sabdariffa L.) merupakan salah satu tanaman yang memiliki banyak manfaat bagi kesehatan, diantaranya memiliki kandungan vitamin C yang cukup tinggi. Vitamin C dibutuhkan oleh manusia untuk menjaga metabolisme tubuh. Vitamin C memiliki sifat mudah teroksidasi oleh udara, panas dan cahaya sehingga diperlukan metode ekstraksi yang tepat untuk memperoleh vitamin C dari ekstrak. Ekstraksi berbantu gelombang mikro merupakan metode ekstraksi modern yang dipilih karena sesuai untuk ekstraksi senyawa termolabil, dapat mempersingkat waktu ekstraksi dan meningkatkan hasil ekstraksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh level daya, volume dan waktu ekstraksi terhadap kandungan vitamin C ekstrak rosela. Metode penelitian yang dilakukan adalah eksperimental laboratorium dengan analisis deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa level daya, volume pelarut dan waktu ekstraksi berpengaruh terhadap kadar vitamin C ekstrak rosela. Vitamin C tertinggi diperoleh pada perlakuan level daya 50%, volume pelarut 300 mL dan waktu ekstraksi 3 menit yaitu sebesar 21,527 mg/100g.
Ekstraksi Minyak Atsiri Kulit Jeruk Nipis (Citrus aurantifolia (Christm) Swingle) dengan Perbedaan Waktu Pengeringan Putri, Farinissa Deliana; Nurjanah, Sarifah; Widyasanti, Asri; Nuranjani, Farah
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Vol 17, No 3 (2023): TEKNOTAN, Desember 2023
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jt.vol17n3.7

Abstract

Kulit jeruk nipis (Citrus aurantifolia (Christm) Swingle) merupakan bagian dari buah jeruk nipis yang minim dimanfaatkan. Adanya kandungan minyak atsiri di dalamnya dapat menjadi nilai jual yang tinggi untuk kulit jeruk nipis. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui kondisi optimum dari bahan berdasarkan lama waktu pengeringan terhadap rendemen yang dihasilkan. Pengeringan dilakukan dengan cara kering angin. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimental menggunakan analisis deskriptif dengan variabel bebas adalah kondisi bahan baku yaitu segar, kering angin 1 hari, kering angin 2 hari, kering angin 3 hari, dan kering angin 4 hari. Setiap perlakuan dilakukan pengulangan sebanyak 2 kali. Ekstraksi dilakukan dengan metode hidrodistilasi selama 4 jam dan rasio pelarut 1:9 (b/v). Pengujian dilakukan terhadap kadar air bahan, nilai rendemen, warna, densitas, indeks bias, dan GC-MS. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa kondisi bahan kering angin selama 4 hari memberikan nilai rata - rata rendemen yang paling tinggi yaitu 3,42% dengan warna dan nilai rata – rata densitas yang memenuhi standar ISO 3519:2005 yaitu warna bening kekuningan dan 0,862 g/cm2.  Nilai indeks bias minyak atsiri kulit jeruk nipis berkisar antara 1,472 – 1,473 dan hasil GC-MS yang menunjukkan terdapat 3 senyawa komponen utama yaitu limonene (40,44%), β-Pinene (23,59%), dan citral (6,93%).
PROFIL MUTU MINYAK ATSIRI KULIT LEMON (Citrus limon (L.) Burm.f. var. Eureka) BERDASARKAN PERBEDAAN WARNA KEMATANGAN DAN KADAR AIR Ruth Anggia Assyera; Sarifah Nurjanah; Asri Widyasanti; Nurul Ainina
Jurnal Teknologi Pertanian Vol. 24 No. 3 (2023)
Publisher : Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtp.2023.024.03.5

Abstract

Angka kebutuhan minyak atsiri lemon terus meningkat untuk keperluan industri pangan, farmasi, dan kimia sehingga perlu memiliki karakteristik dasar yang memenuhi standar internasional seperti ISO 855:2003 atau pun EFSA 2021. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh warna kematangan dan kadar air pada kulit lemon varietas California terhadap rendemen dan profil mutu minyak atsiri yang dihasilkan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimental dengan analisis deskriptif. Kulit lemon kuning (YG-stage) dan kulit lemon hijau (G-stage) disiapkan dalam dua kondisi, yaitu segar dan kering angin selama 3 hari untuk kemudian diekstrak menggunakan metode hidrodistilasi dengan rasio bahan-pelarut 1:9 (b/v) selama 4 jam pada suhu 88,3–91,0°C. parameter yang diamati meliputi aroma, warna, bobot jenis, indeks bias, dan fraksi senyawa kimia melalui analisis GC-MS. Kulit lemon kuning yang dikering-anginkan (KA = 12,79%bb) menghasilkan rendemen minyak atsiri tertinggi (2,45 ± 0,54%) dengan profil mutu memiliki aroma yang paling mendekati kulit lemon segar, warna kuning muda jernih, nilai indeks bias 1,4735 ± 0,0006, nilai bobot jenis 0,854 ± 0,002 g/mL, dan kadar fraksi senyawa D-Limonene (71,71%), -Terpinene (10,44%), -Cymene (3,73%) -Pinene (2,05%), dan -Myrcene (2,04%) sehingga memenuhi standar ISO 855:2003.
Financial feasibility analysis of establishing a red ginger essential oil agro-industry Nurfauziah, Isni; Nurjanah, Sarifah; Thoriq, Ahmad; Ainina, Nurul
Journal of Systems Engineering and Management Vol 2, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/joseam.v2i1.19333

Abstract

Red ginger is a commodity that is capable of producing antioxidants which can also be processed into various kinds of products, one of which is red ginger essential oil. Red ginger oil production business has good prospects, with the reason that not many producers produce red ginger essential oil, the possibility of profit is quite large, and the nature of red ginger which is an antioxidant commodity increases the opportunity for red ginger essential oil to be needed in the community. The purpose of this research is to analyze the financial feasibility of establishing a red ginger essential oil agro-industry. The method used in this research is descriptive quantitative. Data processing carried out in this study uses three working capital scenarios, namely 100% personal capital, conventional bank loans with a ratio of 50:50, and Islamic bank loans, with the NPV feasibility parameter (Net Present Value), IRR (Internal Rate of Return), BCR (Benefit Cost Ratio), and PBP (Payback Period). The results of this study indicate that all scenarios have NPV values of IDR 46.333.705.188, IDR 44.872.421.424, and IDR 46.386.954.684 respectively, IRR values of 14,29%, 13,37%, and 13,77%, BCR were 2,06, 1.92 and 1.98, and PBP values were 8 months, 8 months and 8 months. These values indicate that the establishment of this essential oil agro-industry is feasible, with the best planning falling into a scenario with the entire working capital of the founder. However, if personal capital financing has problems, borrowing through Islamic banks is the methodnet profit sharing can be an alternative.
Nitrogen Nanobubbles on Viola cornuta growth and its effect on post-harvest quality Rosalinda, S.; Pusponegoro, Annisa; Alam, Hilman Syaeful; Destiana, Irna Dwi; Nurjanah, Sarifah; Widyasanti, Asri; Fawaiz, Husni Syamil
Advances in Food Science, Sustainable Agriculture and Agroindustrial Engineering (AFSSAAE) Vol 7, No 4 (2024)
Publisher : Advances in Food Science, Sustainable Agriculture and Agroindustrial Engineering (AFSSAAE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.afssaae.2024.007.04.3

Abstract

Viola cornuta is an edible flower known for its high antioxidant content and aesthetic appearance. Advanced technologies, such as nanobubbles, combined with optimized cultivation methods, can greatly improve floral quality. Nanobubbles, gas bubbles with a diameter of < 200 nm, can increase dissolved gas levels in liquids. This study aimed to analyze the application of nitrogen nanobubbles on Viola cornuta growth and its effect on post-harvest quality. The experiment was carried out where the plants were cultivated in pots with a Nutrient Film Technique (NFT) irrigation system without a gully cover. Nitrogen nanobubbles were dissolved in nutrient solution every 30 minutes in the morning, delivered at a flow rate of 1 liter per minute through a swirling-flow nozzle. The results revealed that the application of nanobubbles during cultivation did not significantly affect most growth parameters, except for fresh weight and color (CIE Lch). However, nanobubbles significantly enhanced post-harvest quality parameters, with the exception of shelf life. Furthermore, nitrogen nanobubbles demonstrated a positive effect flower number, root length, and flower antioxidant activity. This study suggests that nitrogen nanobubles hold potential for improving the quality of Viola cornuta. Future research is recommended to explore the use of drip irrigation system with the same medium as in this study or NFT without a soil medium.
Optimization of Microwave-Assisted Hydrodistillation from Indonesian White Pepper (Piper nigrum L.) Essential Oils Sekar Widyaningrum; Sarifah Nurjanah; Bambang Nurhadi; S. Rosalinda; Rienoviar Rienoviar
Jurnal Teknik Pertanian Lampung (Journal of Agricultural Engineering) Vol 14, No 2 (2025): April 2025
Publisher : The University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jtep-l.v14i2.362-371

Abstract

Pepper is one of the agricultural commodities that Indonesia widely exports. Pepper can be processed into various products, including essential oils. Pepper essential oil can be extracted using several methods, including the microwave. This method can speed up the essential oil extraction process. Optimization was carried out using the Box-Behnken design using the three independent parameters: solution ratio, time, and microwave power. The upper and lower limits used for the independent variables are solvent amount of 1,350 mL and 750 mL, time of 90 minutes and 60 minutes, and microwave power of 440 watts and 136 watts. The optimal data generated is treatment with a solvent amount of 1,050 mL, 90 minutes, and 440 watts of power, resulting in validation data of 99.046%. The optimal essential oil treatment gives a specific gravity of 0.8281, a refractive index of 1.4824, solubility in ethanol 1:2, acid number 0.739 mg KOH/g, ester number 19.599 mg KOH/g, and a hue value of 186,38 (green). Oil with optimum treatment also has an IC50 antioxidant activity of 32,919.9 ppm. Keywords: Antioxidant; Extraction; Microwave; Pepper; RSM.
Perbandingan antara metode hydrodistilation dan hydro steam distilation terhadap jumlah rendemen dan karakteristik aroma minyak terbang kulit jeruk lemon (Citrus limon L) Abil Fadila; Sarifah Nurjanah; S.Rosalinda Rosalinda
AGROINTEK Vol 18, No 4 (2024)
Publisher : Agroindustrial Technology, University of Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/agrointek.v18i4.18294

Abstract

Lemon contains essential oil compounds found in the peel, namely the flavedo. This section can produce essential oils by various methods, including the distillation method. Differences in distillation methods can affect the quality of essential oils. In the essential oil production process, paying attention to the distillation method and the samples of raw materials used is necessary. This study compares the process of extracting lemon peel oil using hydrodistillation and hydro-steam distillation methods.This research has enormous benefits for obtaining the best essential oils using a method that has stable quality and at a not too high cost. The process conditions are carried out by applying the influence factors of temperature, distillation time, and the ratio of raw materials to yield and aroma characteristics. The heating temperature is 100 oC, the distillation time is 4 hours, the raw material ratio is 1:5, as well as the pretreatment process of raw materials. The resulting steam is condensed, and the distillate, a mixture of oil and water, is separated using a separatory funnel. The oil is purified with anhydrous sodium sulfate (Na2SO4) to separate the oil from the remaining water. The best results were obtained from the research results in the hydrodistillation method with a heating temperature of 100 oC, a distillation time of 4 hours, and a raw material size of 1 cm with a % yield of 0.99%. As well as, the aroma produced is not too strong to get a value of 1 for the hydrodistillation method, and the aroma characteristics are quite strong with a scale of 3 produced by the hydro-steam distillation method. As well as the % yield value generated is 0.495%.
Aktivitas Antioksidan Ekstrak Bubuk Cabai Merah Besar dengan Metode DPPH Berdasarkan Variasi Jenis Pelarut Widyasanti, Asri; Kurnia, Ina; Nurjanah, Sarifah
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Vol 19, No 1 (2025): TEKNOTAN, April 2025
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jt.vol19n1.3

Abstract

Cabai memiliki kemampuan dalam menangkap radikal bebas karena mengandung senyawa antioksidan alami yang bernama capcaisin dan flavonoid yang dapat meningkatkan fungsi kognitif otak. Kandungan senyawa antioksidan pada cabai dapat diperoleh melalui proses ekstraksi. Proses ekstraksi bahan aktif dipengaruhi oleh beberapa faktor penentu diantaranya jenis pelarut, ukuran bahan,  rasio bahan- pelarut, dan metode ekstraksi.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelarut yang paling efektif dalam memperoleh rendemen ekstrak bubuk cabai dan untuk menentukan aktivitas antioksidan pada hasil ekstrak bubuk cabai, kemudian dibandingkan dengan besar aktivitas antioksidan pada BHT sebagai antioksidan sintetik. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimental dengan analisis deskriptif, sedangkan untuk teknis pengujian aktivitas antioksidan dilakukan dengan menggunakan metode DPPH. Jenis cabai yang digunakan adalah cabai merah besar  varietas TW dan pelarut yang digunakan adalah etanol 70%, etil asetat p.a, heksana p.a, petroleum eter p.a, dan kloroform p.a. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahwa etanol 70% merupakan pelarut yang paling efektif dalam mengekstrak senyawa antioksidan dari bubuk cabai, dengan nilai rendemen tertinggi 2,47%. Namun, aktivitas antioksidan ekstrak etanol 70% yang diukur dengan metode DPPH masih tergolong sangat lemah (IC50 = 1169,95 ppm), jauh di bawah nilai IC50 BHT sebagai standar (20,023 ppm). Hasil ini mengindikasikan bahwa senyawa antioksidan dalam cabai merah besar varietas TW yang terekstrak oleh etanol 70% belum cukup potensial untuk menggantikan antioksidan sintetik seperti BHT.
Optimasi kondisi proses pengeringan ampas wortel menggunakan RSM dan pemanfaatannya sebagai masker gel peel off Widyasanti, Asri; Namira, Tiara; Nurjanah, Sarifah
AGROINTEK Vol 19, No 3 (2025)
Publisher : Agroindustrial Technology, University of Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/agrointek.v19i3.20431

Abstract

Carrot pulp is a by-product of juice production with a source of pectin and carotene precursors of vitamin A. One way to use carrot pulp is through a drying process, such as convection drying, to produce carrot pulp flour. The purpose of this study was to determine the optimal conditions for drying carrot pulp using a food dehydrator, to determine the characteristics of carrot pulp powder under optimal conditions, and to determine the potential of carrot pulp powder in preparing peel off gel masks. The parameters in this study were moisture content, ash content, and drying yield. In addition, the parameters observed in the optimum carrot pulp flour were color and antioxidant activity. The dryer used was a food dehydrator operating at a temperature range of 45°C to 65°C for a duration of 20 to 26 hours. This research method was an experimental method with optimization using the Response Surface Methodology (RSM) type Central Composite Design (CCD) in the Design Expert 13 application. RSM determined the optimal drying process condition to be 65°C for 26 hours. This condition resulted in a product with a moisture content of 3.033%, an ash content of 5.326% and a drying yield of 11.062%. Carrot pulp flour produced under optimal drying conditions, when formulated into a peel off gel mask preparation, exhibited a drying time of 15-21 minutes.
Pemanfaatan Minyak Jelantah Terolah dan Minyak Atsiri Sereh Wangi sebagai Sabun Kertas di Aptransuber, Bandung Widyasanti, Asri; Nurjanah, Sarifah; Nuranjani, Farah
ABDIMASKU : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT Vol 8, No 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : LPPM UNIVERSITAS DIAN NUSWANTORO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62411/ja.v8i3.3124

Abstract

Pengelolaan limbah B3 rumah tangga merupakan isu penting yang perlu mendapat perhatian khusus, mengingat limbah seperti minyak jelantah yang dihasilkan sehari-hari dapat mencemari lingkungan jika tidak ditangani secara bijak dan berkelanjutan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan memberikan edukasi dan pelatihan kepada ibu rumah tangga di Apartemen Transit Ujungberung (Aptransuber) dan perwakilan PKK Kelurahan Pasir Endah, Bandung,mengenai pengolahan limbah rumah tangga berupa minyak jelantah menjadi produk yang bernilai tambah, yaitu sabun kertas aromaterapi berbahan dasar minyak atsiri sereh wangi. Limbah minyak jelantah yang umumnya dibuang sembarangan berpotensi mencemari lingkungan, sehingga diperlukan upaya edukatif dan aplikatif untuk mengurangi dampak negatifnya. Kegiatan ini melibatkan 23 peserta pelatihan, 20 mahasiswa KKN, serta 3 personil UPTD P3JB Dinas Perumahan dan Permukiman Provinsi Jawa Barat. Metode pelatihan mencakup pre-test, pemaparan materi, penyediaan modul dan video tutorial, serta praktik langsung pembuatan sabun kertas beraroma sereh. Hasil pre-test menunjukkan sebagian besar peserta belum memahami potensi pemanfaatan limbah rumah tangga, namun terjadi peningkatan skor pengetahuan dari 65,21% menjadi 79,50% setelah pelatihan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan keterampilan peserta dalam mengelola limbah menjadi produk higienis yang inovatif dan ramah lingkungan. Pelatihan ini berhasil meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kesadaran lingkungan masyarakat terhadap pengelolaan limbah rumah tangga.
Co-Authors Abdullah Md Zain Abil Fadila Ade Moetangad Kramadibrata Agil Firhan Iskandar Agnes Klarasitadewi Ahmad Thoriq Ainina, Nurul Akbar Hanif Dawam Abdullah, Akbar Hanif Dawam Anas Bunyamin Andina, Dwita Putri Andri Permana Annissa Ramadhanti Arinda Nur Ariva Asri Widyasant Asri Widyasanti Atiek Rostika Noviyanti Azizah, Ise Wafiq Bambang Nurhadi Boy Macklin Pareira Prawiranegara Budhi Indrawan David S. Marpaung Dedy Prijatna Dina Aprilia Dwi Merita Rosi Dwita Putri Andina E Gumbira-Sa’id - Efri Mardawati Eki Dwiyan Saputra Elazmanawati Lembong Ema Komalasari Etty Riani Fakhira, Qonita Raihani Fany Trihapsoro Farah Nuranjani Farah Nuranjani Fathia Salsabila Emmaputri Fawaiz, Husni Syamil Fitry Filianty Galih Adhi Respati Gumbira-Sa'id, E Handarto HARYONO Haryono Haryono Haryono Haryono Hilman Syaeful Alam Huda Nurul Quddus Ibrahim A. I. Ifmalinda Ilham Fajri Imas Siti Setiasih Indira Lanti Kayaputri Intan Aprilia Irene June Sidabutar Irmayanti, Maya Isti Sulistiani Jeremia Kristian Khaswar Syamsu Khaswar Syamsu - Kurnia, Ina Laily Rizki Safira Lita Fitriyani Khairunisa M. Ade Moetangad Kramadibrata Maya Damayanti Mimin Muhaemin Mochammad Rizal Mochammad Rizal Muhammad Gilang Ramadhan Muhammad Rizky Ramanda Muhammad Saukat Nadyah Rachma Dewi Namira, Tiara Nedia Cahyati Muchtarina Nedia Cahyati Muchtarina Nissa, Rossy Choerun Novia Dwi Anggraeni Nur Oktavia Benedicta Nuranjani, Farah Nurfauziah, Isni Nurpilihan Bafdal Nurul Ainina Nurul Ainina Pirdani Nur Fitri Prisilia Ratna Setyaningrum Puji Lestari Pusponegoro, Annisa Putri, Farinissa Deliana Qurratu’ain, Yona Rahmawati, Rahmi Reza Permana Aji Rienoviar Rienoviar Rienoviar, Rienoviar Rifki Amrullah Rizika Wulandari Rizky Mulya Sampurno Rizqi Putri Fathoni Rosalinda, Sari Roshita Ibrahim Rudi Adi Saputra Ruth Anggia Assyera S Rosalinda S. Rosalinda S. Rosalinda S. Rosalinda S. Rosalinda, S. S.Rosalinda Rosalinda Salman Hafidz Sarinarulita Rosalinda Sekar Widyaningrum Selly Harnesa Putri Septianti, Nur Alifa Shayana Junita Sudaryanto Zain Sudaryanto Zain Sudaryanto Zain Sudaryanto Zain Suprihatin - Suprihatin Suprihatin Thoriq, Ahmad Tio Febriananda Tita Rialita Totok Herwanto Totok Pujianto Totok Pujiyanto Wahyu Daradjat Wahyu Kristian Sugandi Widyaningrum, Sekar Yati B Yuliyati Yati B. Yuliyati Yeyen Nurhamiyah, Yeyen Yona Qurratu’ain Zahrah Eza Arpima Zhaqqu Ilham Alhafidz Zulfaa Irbah Zain ‪Irna Dwi Destiana