Claim Missing Document
Check
Articles

Found 39 Documents
Search

Pengembangan Modul Ajar Pendidikan Agama Islam dalam Kurikulum Merdeka: Kajian Konseptual tentang Komponen, Prosedur, dan Prinsip Pengembangannya M Masruni; Hilmi Mizani; Syaiful Bahri Djamarah
Takuana: Jurnal Pendidikan, Sains, dan Humaniora Vol. 5 No. 1 (2026): Takuana (April-June)
Publisher : MAN 4 Kota Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56113/takuana.v5i1.514

Abstract

This article discusses the development of teaching modules as instructional tools in the implementation of the Merdeka Curriculum. Teaching modules are a transformation of lesson plans, known as Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), which function not only as administrative documents but also as flexible, contextual, and student-centered learning guides. This article uses a library research method by examining and analyzing various relevant written sources, including books, journal articles, educational regulations, and previous research findings. The findings show that teaching modules have several characteristics, namely self-instructional, self-contained, stand-alone, adaptive, and user-friendly. In addition, teaching modules consist of general information, core components, and appendices. Effective teaching module development should consider diagnostic assessment, student characteristics, the Pancasila Student Profile, and the principles of being essential, engaging, meaningful, challenging, relevant, contextual, and continuous. Therefore, teaching modules serve as important instruments for teachers in designing innovative, differentiated, meaningful learning that meets students’ needs.
Menyusun Borang Akreditasi Sekolah/Madrasah Muhammad Agussalim; Husnul Yakin; Hilmi Mizani
JIS: Journal Islamic Studies Vol. 4 No. 2 (2026): Mei-Agustus 2026
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/jis.v4i2.1869

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis langkah-langkah sistematis dalam menyusun borang akreditasi sekolah/madrasah yang efektif dan berkualitas. Akreditasi merupakan instrumen penting dalam penjaminan mutu pendidikan yang dilaksanakan oleh Badan Akreditasi Nasional Sekolah/Madrasah (BAN-S/M) untuk menilai kelayakan satuan pendidikan berdasarkan delapan standar nasional pendidikan. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur dengan menganalisis berbagai dokumen resmi BAN-S/M, peraturan perundangan terkait pendidikan, serta literatur ilmiah dari jurnal dan buku yang relevan dengan topik akreditasi pendidikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyusunan borang akreditasi yang berkualitas memerlukan pemahaman mendalam terhadap instrumen akreditasi, pembentukan tim yang solid, pengumpulan data yang valid dan sistematis, dokumentasi yang lengkap, serta verifikasi internal yang menyeluruh. Temuan penting lainnya mengindikasikan bahwa komitmen kepala sekolah, kapasitas sumber daya manusia, dan dukungan pemangku kepentingan menjadi faktor kritis dalam menentukan kualitas borang akreditasi. Sekolah/madrasah yang melakukan persiapan matang dalam penyusunan borang cenderung memperoleh nilai akreditasi yang lebih baik dibandingkan dengan sekolah yang kurang mempersiapkan diri. Penelitian ini memberikan rekomendasi praktis bagi kepala sekolah, operator, dan tim akreditasi dalam menyusun borang yang memenuhi standar kualitas secara optimal.
Komponen Utama dalam Instrumen Akreditasi Sekolah/Madrasah: (Mutu Lulusan dan Proses Pembelajaran) Dhiya Aulia; Abdillah Agung Himayanta; Husnul Yaqin; Hilmi Mizani
JIS: Journal Islamic Studies Vol. 4 No. 2 (2026): Mei-Agustus 2026
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/jis.v4i2.1928

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara mutu lulusan dan proses pembelajaran dalam sistem akreditasi sekolah/madrasah serta mengevaluasi efektivitas instrumen akreditasi dalam meningkatkan kualitas pendidikan. Permasalahan utama dalam penelitian ini adalah masih adanya kesenjangan antara standar akreditasi dengan implementasi proses pembelajaran di lapangan yang berdampak pada mutu lulusan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif korelasional. Populasi penelitian terdiri atas sekolah/madrasah yang telah mengikuti proses akreditasi, dengan sampel yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui angket, dokumentasi, dan analisis instrumen akreditasi yang mengacu pada Instrumen Akreditasi Satuan Pendidikan (IASP 2020). Data dianalisis menggunakan teknik statistik deskriptif dan korelasi untuk mengidentifikasi hubungan antara kualitas proses pembelajaran dan mutu lulusan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pembelajaran memiliki hubungan positif dan signifikan terhadap mutu lulusan. Sekolah/madrasah dengan kualitas pembelajaran yang baik cenderung memiliki capaian mutu lulusan yang lebih tinggi. Selain itu, implementasi akreditasi berbasis kinerja terbukti mampu mendorong peningkatan budaya mutu, penguatan manajemen sekolah, dan perbaikan proses pembelajaran secara berkelanjutan. Namun demikian, penelitian juga menemukan adanya keterbatasan instrumen akreditasi dalam mengukur aspek karakter dan keterampilan abad ke-21 secara komprehensif. Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap pengembangan teori penjaminan mutu pendidikan dan praktik akreditasi sekolah/madrasah melalui penguatan hubungan antara proses pembelajaran dan mutu lulusan sebagai indikator utama kualitas pendidikan.
Kerangka Strategis Desain Pembelajaran Pendidikan Agama Islam dalam Menghadapi Tantangan Kurikulum Kontemporer Muhammad Rizqo Qolbiy; Hilmi Mizani; Syaiful Bahri Djamarah
JIS: Journal Islamic Studies Vol. 4 No. 2 (2026): Mei-Agustus 2026
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/jis.v4i2.1971

Abstract

Desain pembelajaran merupakan komponen fundamental yang menentukan keberhasilan proses pendidikan, termasuk dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI). Namun demikian, berbagai permasalahan masih ditemukan dalam praktik pembelajaran PAI, seperti dominasi metode ceramah, rendahnya keterlibatan peserta didik, serta kurang optimalnya pemanfaatan teknologi dan media pembelajaran. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis konsep perumusan strategi dalam desain pembelajaran Pendidikan Agama Islam serta mengidentifikasi langkah-langkah strategis yang dapat diterapkan dalam proses pembelajaran. Penelitian ini menggunakan metode studi kepustakaan (library research) dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Data diperoleh dari berbagai sumber ilmiah berupa buku, artikel jurnal, dan dokumen akademik yang relevan dengan desain pembelajaran dan strategi pembelajaran PAI. Hasil kajian menunjukkan bahwa strategi dalam desain pembelajaran PAI harus disusun secara sistematis melalui analisis kebutuhan peserta didik, perumusan tujuan pembelajaran, pemilihan metode dan media yang sesuai, serta pelaksanaan evaluasi yang berkelanjutan. Strategi yang dirancang secara tepat dapat meningkatkan efektivitas pembelajaran, keterlibatan peserta didik, serta pencapaian tujuan pendidikan Islam secara komprehensif. Oleh karena itu, guru PAI dituntut memiliki kompetensi dalam merancang strategi pembelajaran yang adaptif, inovatif, dan relevan dengan perkembangan zaman.
Evaluasi Desain Pembelajaran PAI Berbasis Constructive Alignment Reza Setya Rachman; Hilmi Mizani; Syaiful Bahri Djamarah; Sheila Rosalia
JIS: Journal Islamic Studies Vol. 4 No. 2 (2026): Mei-Agustus 2026
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/jis.v4i2.2006

Abstract

Evaluasi desain pembelajaran Pendidikan Agama Islam penting dilakukan untuk memastikan bahwa pembelajaran tidak hanya memenuhi kelengkapan administratif, tetapi juga memiliki keselarasan pedagogis dalam membentuk pemahaman keagamaan, sikap spiritual, dan akhlak peserta didik. Dalam praktiknya, desain pembelajaran PAI sering dinilai dari keberadaan perangkat ajar, seperti tujuan, materi, metode, dan asesmen, namun belum banyak dikaji dari hubungan fungsional antara capaian pembelajaran, aktivitas belajar, asesmen, dan internalisasi nilai Islam. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi desain pembelajaran PAI melalui kerangka constructive alignment. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi pustaka melalui penelaahan literatur yang relevan tentang desain pembelajaran, Pendidikan Agama Islam, asesmen, internalisasi nilai, dan constructive alignment. Hasil kajian menunjukkan bahwa desain pembelajaran PAI yang bermutu perlu dibangun melalui keselarasan antara capaian pembelajaran yang jelas, aktivitas belajar yang aktif dan reflektif, asesmen yang autentik, serta internalisasi akhlak yang terintegrasi dalam proses pembelajaran. Temuan ini menegaskan bahwa evaluasi desain pembelajaran PAI tidak cukup diarahkan pada kelengkapan dokumen, tetapi harus menilai keterpaduan antar-komponen pembelajaran. Dengan demikian, constructive alignment dapat menjadi kerangka evaluasi yang lebih utuh, bermakna, dan relevan untuk memperkuat kualitas pembelajaran PAI yang berorientasi pada pembentukan akhlak peserta didik.
Desain Pembelajaran Berbasis Deep Learning dalam Mewujudkan Pembelajaran Mindful, Meaningful, dan Joyful Munawarah; Mutmainah; Hilmi Mizani; Syaiful Bahri Djamarah
JIS: Journal Islamic Studies Vol. 4 No. 2 (2026): Mei-Agustus 2026
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/jis.v4i2.2016

Abstract

Desain pembelajaran dalam Kurikulum Deep Learning merupakan pendekatan yang berorientasi pada penguasaan konsep secara mendalam, pengembangan berpikir kritis, dan pembelajaran yang bermakna. Artikel ini bertujuan mengkaji konsep desain pembelajaran dalam Kurikulum Deep Learning, implementasi prinsip-prinsipnya, serta peran guru dalam menciptakan pembelajaran yang mindful, meaningful, dan joyful. Penelitian menggunakan metode studi kepustakaan (library research) dengan pendekatan deskriptif-analitis melalui analisis berbagai buku, artikel ilmiah, dan dokumen yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa desain pembelajaran berbasis Deep Learning menekankan penyederhanaan materi esensial, pembelajaran berbasis inkuiri, asesmen autentik, dan keterkaitan pembelajaran dengan konteks nyata. Guru berperan sebagai perancang, fasilitator, inovator, dan evaluator yang mendorong keterlibatan aktif peserta didik. Penerapan pendekatan ini berpotensi meningkatkan kemampuan berpikir kritis, kreativitas, kolaborasi, serta kemandirian belajar sehingga mendukung pembelajaran yang lebih berkualitas dan relevan dengan tuntutan abad ke-21.
Analisis Faktor-Faktor yang Memengaruhi Pemilihan Metode Pembelajaran oleh Guru Pendidikan Agama Islam Indah Rahmawati; Hilmi Mizani; Syaiful Bahri Djamarah
JIS: Journal Islamic Studies Vol. 4 No. 2 (2026): Mei-Agustus 2026
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/jis.v4i2.2021

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi pemilihan metode pembelajaran oleh guru Pendidikan Agama Islam (PAI). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Informan penelitian terdiri atas tiga guru PAI di MIS (Madrasah Ibtidaiyah Swasta), MTs (Madrasah Tsanawiyah), dan MIN (Madrasah Ibtidaiyah Negeri). Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur dan dokumentasi modul ajar. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode yang paling sering digunakan adalah ceramah, tanya jawab, dan diskusi. Pemilihan metode pembelajaran dipengaruhi oleh karakteristik anak didik, tujuan pembelajaran, situasi pembelajaran, fasilitas, dan faktor guru. Selain itu, ditemukan faktor tambahan yaitu dukungan institusi sekolah yang juga memengaruhi pemilihan metode pembelajaran oleh guru. Temuan ini menunjukkan bahwa pemilihan metode pembelajaran tidak hanya dipengaruhi oleh aspek pedagogis, tetapi juga oleh konteks institusional di sekolah.
Development of an Adaptive Gamification Learning Model Based on Artificial Intelligence to Create an Interactive, Personalized, and Enjoyable Learning Environment Siti Lufniyah; Hilmi Mizani
EduCurio: Education Curiosity Vol 4 No 3 (2026): Mei-Agustus 2026
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/ecu.v4i3.2056

Abstract

The rapid advancement of digital technology and Artificial Intelligence (AI) has transformed education, requiring innovative approaches that enhance learner engagement and experiences. Although gamification effectively increases motivation and participation, most implementations remain static and fail to address individual learning needs. This study proposes an Adaptive AI-Based Gamification Learning Model that integrates dynamic challenges, personalized rewards, intelligent feedback, and real-time learning analytics. Using a conceptual research approach and literature review, the study develops a framework combining gamification, adaptive learning, and AI-driven personalization. The findings suggest that AI-enhanced gamification can improve motivation, engagement, self-regulated learning, and academic outcomes through continuous adaptation to learners’ abilities, preferences, and progress. The proposed framework contributes to educational technology research by offering a learner-centered model for more effective and adaptive instruction in the digital era.
Integrasi Pendekatan Deep Learning dan Kurikulum Berbasis Cinta dalam Pendidikan Agama Islam: Sebuah Model Struktural untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis, Pembentukan Karakter, dan Pembelajaran Bermakna Muhammad Alfi Hidayat; Hilmi Mizani; Syaiful Bahri Djamarah
JIS: Journal Islamic Studies Vol. 4 No. 2 (2026): Mei-Agustus 2026
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/jis.v4i2.2049

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan menguji model struktural yang mengintegrasikan Deep Learning dan Kurikulum Berbasis Cinta dalam Pendidikan Agama Islam guna meningkatkan kemampuan berpikir kritis, pembentukan karakter, dan pembelajaran bermakna peserta didik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain survei eksplanatori. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang diberikan kepada siswa sekolah menengah atas yang mengikuti mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dan dianalisis menggunakan Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM). Model yang diusulkan terdiri atas lima konstruk utama, yaitu Deep Learning, Kurikulum Berbasis Cinta, Kemampuan Berpikir Kritis, Pembentukan Karakter, dan Pembelajaran Bermakna. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Deep Learning berpengaruh positif dan signifikan terhadap kemampuan berpikir kritis peserta didik, sedangkan Kurikulum Berbasis Cinta memberikan kontribusi signifikan terhadap pembentukan karakter. Selain itu, Deep Learning dan Kurikulum Berbasis Cinta secara langsung berpengaruh terhadap pembelajaran bermakna. Kemampuan berpikir kritis dan pembentukan karakter juga terbukti memiliki pengaruh positif yang signifikan terhadap pembelajaran bermakna serta berperan sebagai variabel mediasi dalam model yang diusulkan. Evaluasi model struktural menunjukkan nilai R² dan Q² yang memuaskan, yang mengindikasikan kemampuan penjelasan dan prediksi model yang kuat. Temuan ini menunjukkan bahwa integrasi Deep Learning dan Kurikulum Berbasis Cinta dapat mendorong pendekatan Pendidikan Agama Islam yang lebih holistik dengan memperkuat secara simultan dimensi kognitif, afektif, dan moral dalam pembelajaran. Penelitian ini memberikan kontribusi teoretis melalui pengajuan model konseptual baru dalam Pendidikan Agama Islam serta menawarkan implikasi praktis bagi guru, sekolah, dan pembuat kebijakan dalam merancang pengalaman belajar yang lebih humanis, reflektif, dan bermakna.
Penerapan Kerangka Mindful, Meaningful, dan Joyful dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Kontemporer Mutmainah; Munawarah; Hilmi Mizani; Syaiful Bahri Djamarah
JIS: Journal Islamic Studies Vol. 4 No. 2 (2026): Mei-Agustus 2026
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/jis.v4i2.2077

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan rekonstruksi konseptual desain pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) kontemporer melalui integrasi tiga pilar kurikulum Deep Learning, yaitu Mindful, Meaningful, dan Joyful. PAI di era modern kerap menghadapi tantangan berupa "obesitas kurikulum" yang menekankan keluasan materi tekstual daripada kedalaman pemahaman, sehingga memicu krisis kesadaran religius pada peserta didik. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif melalui metode analisis kritis-konseptual, penelitian ini membedah reposisi komponen instruksional PAI. Hasil kajian menunjukkan bahwa pilar Mindful berhasil membangkitkan kesadaran eksistensial keagamaan (muraqabah); pilar Meaningful menjembatani teks teologis dengan fenomena sosial kontemporer melalui pembelajaran berbasis fenomena; dan pilar Joyful menumbuhkan kepuasan intelektual (ladzah al-ma'rifah) melalui tantangan kognitif yang seimbang. Implementasi kerangka ini merekonstruksi peran guru PAI dari sekadar penyampai materi administratif menjadi perancang instruksional (instructional designer) menggunakan pendekatan Understanding by Design (UbD), serta menggeser model evaluasi dari yang bersifat kaku berbasis produk menuju asesmen otentik berbasis proses (evidence of thinking). Kesimpulannya, model pembelajaran ini menawarkan transformasi pedagogis keagamaan yang tidak hanya mencetak kecerdasan kognitif, melainkan juga memanusiakan ruang kelas dan menginternalisasikan nilai-nilai spiritual secara mendalam.