Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Efisiensi Pemasaran Jamur Tiram Di Kota Pontianak Bayu Try Wibowo; Erlinda Yurisinthae; Wanti Fitrianti
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol 6, No 4 (2022)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jepa.2022.006.04.7

Abstract

Penelitian ini di latarbelakangi oleh adanya perbedaan harga jamur tiram di tingkat konsumen dengan harga di tingkat petani dan dugaan adanya peran beberapa pedagang dalam memasarkan jamur tiram di Kota Pontianak. Berdasarkan kondisi tersebut, maka tujuan penelitian: (1) mengidentifikasi saluran pemasaran; (2) menganalisis margin pemasaran (3) menganalisis farmer’s share. Metode penentuan lokasi penelitian dilakukan secara purposive di Kota Pontianak. Selanjutnya penentuan sampel penelitian menggunakan metode snowball sampling, jumlah sampel ada 15 petani, 2 reseller, 2 retailer, dan 6 pengecer. Data diperoleh dengan wawancara dan dari beberapa referensi yang tersedia. Hasil penelitian di lapangan disajikan dalam bentuk tabel, kemudian dianalisis secara kuantitatif yang terdiri dari marjin pemasaran dan bagi hasil. Analisis kualitatif digunakan untuk menginterpretasikan hasil pengolahan data yang telah diperoleh. Berdasarkan penelitian yang dilakukan, diperoleh kesimpulan: (1) Pemasaran jamur tiram di Kota Pontianak terdiri dari 4 saluran pemasaran; (2) Total marjin pemasaran adalah sebagai berikut: Saluran I, marjin pemasaran Rp. 0; Saluran II, marjin pemasaran Rp.32.000; Saluran III, marjin pemasaran Rp.45.000; Saluran IV, marjin pemasaran Rp.40.000 (3) Bagian petani adalah sebagai berikut: Saluran I, bagian petani adalah 100%; Saluran II, bagian tani 69,3%; Saluran III, bagian petani 40%; Saluran IV, bagian petani 42,9%.
STRATEGI PENGEMBANGAN FOOD ESTATE DI KABUPATEN LANDAK Dwi Prasetiyo; Maswadi Maswadi; Wanti Fitrianti
Agros Journal of Agriculture Science Vol 24, No 3 (2022): Edisi Oktober
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v24i3.2309

Abstract

Strategi pengembangan program Food Estate di Kabupaten Landak merupakan tujuan dari penelitian ini dengan cara mengidentifikasi potensi sumber daya alam serta mendukung program yang dapat dilakukan sehingga bisa mendapatkan sebuah strategi. Lokasi penelitian dilakukan di Desa Sebakin Kecamatan Sengah Temila. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan responden sebesar 10 orang. Kriteria agroklimatologi, infrastruktur, aspek sosial ekonomi, sumber daya manusia, dan teknologi merupakan variabel dalam penelitian. Hasil penelitian ini didapatkan strategi prioritas yang optimal dari kriteria adalah sumber daya manusia, sedangkan dari sub kriteria adalah iklim, pendapatan, jalan, pengalaman kerja dan alat pertanian. Terdapat tiga komoditas yang menjadi alternatif yang prioritas yaitu komoditas padi, kelapa sawit dan jagung. Dinas Pertanian Kabupaten Landak perlu memperhatikan kriteria dan alternatif yang optimal dalam pengambilan kebijakan untuk meningkatkan strategi pengembangan food estate degan prioritas kriteria yang di dapat yaitu sumber daya manusia, agar memberikan pelatihan serta membentuk suatu kelembagaan terhadap petani. Upaya yang bisa dilakukan oleh pihak terkait seperti kegiatan pembinaan petani guna meningkatkan keterampilan dan pengetahuan petani dalam pengunaan teknologi dan budidaya secara berkelanjutan.
Strategi Pemasaran Pupuk Urea Komersil PT. XYZ Wilayah Kalimantan Barat Agung Setiawan; Eva Dolorosa; Wanti Fitrianti
AGRIBEST Vol 6, No 2 (2022): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/agribest.v6i2.6958

Abstract

Pupuk urea merupakan salah satu faktor produksi pertanian sehingga mempunyai peran yang strategis dalam mendukung ketahanan pangan nasional.PT. XYZsebagai pelopor industri pupuk urea di Indonesiajuga melakukan aktivitas pemasaran, dan pemberian jasa serta usaha lain yang terkait industri pupuk. Penjualan pupuk urea komersil PT. XYZ Kalimantan Barat mengalami fluktuasi yang disebabkan oleh banyaknya produk pesaing yang berumunculan, kekurangan tenaga kerja dibidang lapangan (penyuluh), tersebarnya isu tentang bahaya pemakaian pupuk kimia dan penjualan produk urea komersil yang hanya terfokus pada kemasan 50 kg. Metode deskriptif kualitatif digunakan dalam penelitian ini, kemudian dilakukan wawancara secara mendalam sebagaimetode pengambilan data yang berkaitan dengan indikatorbauran pemasaran. Tujuan penelitian ini menyusun alternatif strategi pemasaran melalui pendekatan analisis SWOT. Hasil penelitian menunjukkan posisi PT. XYZ Kalimantan Barat terletak pada titik (1.069;-0.270) atau pada kuadran 2 yaitu strategi diversifikasi. Posisi ini merupakan situasi dimana perusahaan menggunakan kekuatan yang ada untuk mengurangi dampak dari ancaman. Strategi pemasaran yang dapat diimplementasikan adalah Melakukan inovasi produk tanpa mengurangi mutu dan kandungan formula yang sesuai ketentuan SNI, Meningkatkan kualitas kemasan agar menjadi lebih eksklusif, Mengefisienkan biaya distribusi dengan menggunakan model transportasi.
Analisis Keberlanjutan Usahatani Kelapa Sawit Swadaya di Kecamatan Sekadau Hilir Kabupaten Sekadau Maswadi Maswadi; Nalius Nalius; Wanti Fitrianti
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 21, No 3 (2023): July 2023
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.21.3.675-683

Abstract

Kelapa sawit adalah komoditas perkebunan unggulan Indonesia yang berkontribusi terhadap kesejahteraan ekonomi masyarakat pedesaan, kebutuhan akan minyak kelapa sawit yang cukup besar di Indonesia menyebabkan semakin meningkat juga dalam perluasan lahan perkebunan kelapa sawit. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keberlanjutan usahatani kelapa sawit dengan menggunakan metode Rap-Palmoil melalui metode Multi dimensional Scalling (MDS). Analisis MDS secara multidimensional terdiri dari aspek ekonomi, ekologi, sosial, teknologi dan kelembagaan. Penelitian ini dilakukan di dua Desa yaitu Desa Seberang Kapuas dan Engkersik Kecamtan Sekadau Hilir Kabupaten Sekadau. Data yang digunakan dalam penelitian adalah data sekunder dan primer, data sekunder diperoleh dari badan pusat statistic, serikat petani kelapa sawit dan literatur lain yang mendukung peneltian ini, sedangkan data primer di peroleh dari wawancara kepada petani. Responden dalam penelitian ini adalah petani kelapa sawit yang berjumlah 36 petani. Hasil analisis keberlanjutan menunjukkan pada Desa Seberang Kapuas dari dimensi ekonomi 66,59,  sosial 64,59,  kelembagaan 62,16 masuk kategori cukup berkelanjutan untuk dimensi ekologi 37,33 dan teknologi 48,85 masuk kategori tidak berkelanjutan, sedangkan Desa Engkersik dimensi ekonomi 64,74, sosial 68,69 dan kelembagaan 57,07 masuk kategori cukup berkelanjutan sedangkan dimensi ekologi 43,74 dan teknologi 48,59 masuk kategori tidak berkelanjutan. dimensi yang masuk dalam status cukup keberlanjutan agar dipertahankan dan sebaiknya ditingkatkan lagi supaya dapat menjadi status sangat berkelanjutan
Analisis Pengambilan Keputusan Konsumen dalam Pembelian Sayur Online di Kota Pontianak Ayu Safitri; Maswadi Maswadi; Wanti Fitrianti
JIA (Jurnal Ilmiah Agribisnis) : Jurnal Agribisnis dan Ilmu Sosial Ekonomi Pertanian Vol. 8 No. 4 (2023)
Publisher : Department of Agribusiness, Halu Oleo University Jointly with Perhimpunan Ekonomi Pertanian Indonesia - Indonesian Society of Agricultural Economics (PERHEPI/ISAE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37149/jia.v8i4.663

Abstract

Currently, to meet daily needs, it can not only be purchased offline but can also be purchased online, including the acquisition of fresh vegetables. The writer aims to identify factors determining consumer decisions in purchasing vegetables online in Pontianak City. The research occurred in Pontianak City, the provincial capital, from June to July. Respondents amounted to 110 people. The writer used a purposive sampling technique to determine the sampling method for this research. The variables under scrutiny encompass consumer decision-making (Y), cultural factors (X1), social factors (X2), personal factors (X3), and psychological factors (X4). The analytical approach of choice is Structural Equation Modeling (SEM). Before conducting data analysis, the data obtained will be tested by testing the validity and reliability first. Subsequently, a fit assessment will be shown to gauge the stages of congruence or Goodness Of Fit (GOF) between the data and the proposed model. The analysis result explains the factors that positively impact consumer decision-making in buying vegetables online are cultural and psychological factors. This is due to the perceptions and attitudes of consumers who are open to new existing cultures so that consumers prefer and want to try the current culture. Psychological factors lead to consumer perceptions and beliefs about buying vegetables online, which creates the desire and encouragement to try buying vegetables online. The better the consumer's perception, the more confident it is for customers to try to repurchase vegetable products online. Consumer knowledge about online shopping is also impactable in making purchasing decisions, and it is because the higher the consumer's knowledge about online shopping, the higher the decision to buy vegetables online.
Pilihan tipe co-management konservasi hutan rawa mangrove dalam kasus kehadiran kelompok peduli pesisir Septia Wulandari Tia; Wanti Fitrianti
Holistic: Journal of Tropical Agriculture Sciences Vol. 1 No. 1: (July) 2023
Publisher : Institute for Advanced Science, Social, and Sustainable Future

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61511/hjtas.v1i1.2023.85

Abstract

It is not yet known whether the success of mangrove swamp forest conserva-tion in Setapuk Besar was driven more by the participation of members of the coastal care group or by involving non-members. It is important to analyse this problem, in order to determine the option co-management types, after the mangrove forest rehabilitation activities is deemed successful. This study aims to analyze the implications of the presence of coastal care groups and community participation on the option types of co-management mangrove forest conservation. The research method uses a quantitative and qualitative approach. Quantitative data were collected through structured interviews with 90 respondents, while the analytical tools used descriptive methods and the difference test of Mann Whitney-U. The results of the study show that the level of understanding and participation of group members has significantly higher qualifications than non-members, so this indicates that there is still a high gap. This difference in understanding and participation is shown in the high ability of group members to analyze, interpret, understand environmental conditions, as well as their concern for consevation activities. The success of conservation which still relies on the participation of group members needs to be continuously improved by improving its management capacity, so that the level of participation can be higher by involving most members of the community. In this regard, considering that there is a real role for the coastal care group but there are gap of understanding and participation, the option about co-management form that considered appropriate is cooperative type.
Motivasi Petani dalam Integrasi Sapi pada Kawasan Perkebunan Kelapa Sawit Qohhaarudin Barokah Trisbyono; Novira Kusrini; Wanti Fitrianti
JIA (Jurnal Ilmiah Agribisnis) : Jurnal Agribisnis dan Ilmu Sosial Ekonomi Pertanian Vol. 8 No. 5 (2023)
Publisher : Department of Agribusiness, Halu Oleo University Jointly with Perhimpunan Ekonomi Pertanian Indonesia - Indonesian Society of Agricultural Economics (PERHEPI/ISAE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37149/jia.v8i5.794

Abstract

This research holds significant importance in sustainable agricultural development in West Kalimantan, where the integration of cattle farming within oil palm plantations is an innovation that can impact farmers' economy, development, and social needs. The study was conducted in 2022, involving 130 respondents and employing both descriptive analysis and Structural Equation Modeling (SEM) methods. The analysis results reveal that farmers' motivation is influenced by internal and external factors such as experience, cosmopolitanism, external support, the availability of facilities, market guarantees, ease of integration, and perceived benefits from integration. This research provides a profound understanding of these dynamics, which can assist in designing more effective policies and strategies to promote and support the integration of cattle farming within oil palm plantations. Consequently, this research has the potential to significantly contribute to sustainable agricultural development and rural growth in Meliau District.
Analisis Sikap Konsumen Terhadap Konsumsi Buah Lokal di Kota Pontianak Eli Yansih; Wanti Fitrianti; Shenny Oktoriana
JEMSI (Jurnal Ekonomi, Manajemen, dan Akuntansi) Vol. 9 No. 6 (2023): Desember 2023
Publisher : Sekretariat Pusat Lembaga Komunitas Informasi Teknologi Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35870/jemsi.v9i6.1811

Abstract

Konsumsi buah yang semakin tinggi sejalan dengan meningkatnya pengetahuan gizi dan kesadaran masyarakat akan pentingnya mengonsumsi buah untuk kesehatan. Kecenderungan konsumen dalam memilih buah bermutu dan aman untuk dikonsumsi sudah semakin tinggi. Konsumen lebih memilih buah import, sedangkan disisi lain buah lokal (pisang, pepaya, dan jeruk) lebih segar dan alami karena tidak membutuhkan pengawet dalam proses distribusinya. Konsumen dihadapkan dengan berbagai macam atribut yang menggambarkan sikap konsumen dalam mengonsumsi buah lokal. Metode analisis data menggunakan multiatribut Fishbein. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sikap konsumen terhadap konsumsi buah lokal di Kota Pontianak. Jumlah responden dalam penelitian ini yaitu 96 orang. Penelitian ini berbentuk kuantitatif dengan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan alasan utama responden mengonsumsi buah lokal adalah manfaat, warna, dan rasa.
ANALISIS KELAYAKAN FINANSIAL USAHATANI LADA (Piper nigrum, L) DI DESA SUNGAI PALAH KECAMATAN GALING KABUPATEN SAMBAS Nurul Huda; Adi Suyatno; Wanti Fitrianti
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 3, No 3: Desember 2014
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v3i3.7477

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kelayakan finansial usahatani lada di desa Sungai Palah Kecamatan Galing Kabupaten Sambas. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survey. Lokasi penelitian dipilih secara sengaja yaitu di desa Sungai Palah dengan pertimbangan bahwa desa Sungai Palah merupakan salah satu desa sentral produksi lada di Kecamatan Galing. Jumlah sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebanyak 40 responden petani lada. Analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif dan kriteria investasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa biaya investasi usahatani lada adalah Rp.19.895.643 dengan biaya operasional Rp.41.602.139. Jika tingkat suku bunga Bank Rakyat Indonesia (Kabupaten Sambas) yang berlaku sekarang 12%, maka NPV yang dicapai adalah Rp.89.645.079 Net B/C Ratio sebesar 4,0 dan IRR sebesar 56,72% serta masa pengembalian  modalnya selama 3 tahun 6 bulan. Analisis sensitivitas menunjukkan apabila terjadi kenaikan biaya operasional (harga pupuk) sebesar 6,97%  dan apabila terjadi penurunan benefit (harga jual lada) sebesar 10%, maka usahatani lada di desa Sungai Palah Kecamatan Galing Kabupaten Sambas layak dijalankan.   Kata kunci : Analisis Kelayakan Finansial, Usahatani Lada, Desa Sungai Palah, Analisis Sensitivita
IMPACTS OF FOREST CONVERSION TO CROPLAND ON VILLAGES DEVELOPMENT CASE OF HUTAN PROTECTED FOREST PINANG LUAR – KUBU RAYA DISTRICT handayani handayani; Abdul Hamid A.Yusra; Wanti Fitrianti
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 3, No 3: Desember 2014
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v3i3.7503

Abstract

Forest conversion activities into non forestry purposes impacts on decreasing of forest function as a main role sustainable development, especially as water regulators and as carbon storage. Therefore, deforestation not only causes a direct loss of forest habitat but also leads to indirect impacts as ecosystem services deteriorate or fail.  Forests provide ecosystem services that include the regulation of weather and climate at local, regional and even global levels.  Existence of protected forest Pinang Luar  ± 3.228 acres take an important part and people living in the area has a high dependency on the forest. Farming activities become a treat to the forest and their indications show that cropland and palm estate already in the forest area. Land cover changes in protected forest Pinang luar at 2003 – 2012 impacts on villages at ring 1 area hierarchy decrease cause by population growth are not followed by the additional of infrastructures in economy, health and education. It is also caused by land conversion that occurred in the protected forest Pinang Luar. In the period 2003 - 2012, the villages directly affected (ring 1) have a level area hierarchy is much worse compared to villages that are not directly affected (Ring 2). And it affected to the development of the villages in the ring 2 which is better than the village at ring 1. These conditions happen because at the village in ring 1 change only on land not on the impact on the level of development that could affect the region hierarchy. This is in contrast with the ring 2 villages where the changes occur not only on land but also on its impact on the development so as to enhance the region hierarchy in ring 2 villages. Key words : Forest conversion, Hierarchy Level, Ring 1 Village, Ring 2 Village.
Co-Authors Abdul Hamid A. Yusra Abdul Hamid A.Yusra Adi Suyatno Adi Suyatno Agung Setiawan Agustia, Dini Aliung, Aliung Alziansyah, Erval Aminuyati Anita Suharyani ari krisnohadi Ari Natul Hidayah Assiddiq, Hasbi Ayu Safitri Ayuni, Ayuni Bayo, Oktovorus Bayu Try Wibowo Boby, Antonius Dewi Kurniati Didik Wiranda Dwi Prasetiyo Dwi Prasetyo DWI RAHARJO Dwi Raharjo Dwi Zulfita Eli Yansih Erkulanus Wawan Erlinda Yurisinthae Erlinda Yurisinthae Eva Dolorosa Fariyanti, Anna Febian, Rachmad Febriana, Dega Febriansyah Febriansyah Handayani Handayani Hapzi Ali Hartoyo Hartoyo Hendi, Hendrikus Hiromitsu, Kuno Indrawati, Urai Suci Yulies Vitri Irwanto, Ignasius Ivan Sujana Jajat Sudarajat Jajat sudrajat Jitro Rian Atria Kartika, Anna Silviyana Kurniari, Dewi Kurniati*, Dewi Kusairi, Yudi Lestari, Mar'ah Lestari, Yuti Lilis Handayani Marisi Aritonang Marisi Aritonang Maswadi Maswadi Maswadi - Maswadi Maswadi Maswadi Maswadi Maswadi Maswadi Maulidi Maulidi Melaelika, Anastasia Muhamad Kardiansyah Nalius Nalius Naomi Claudia Situmorang Nelyanti, Oktavia Novira Kusrini Novira Kusrini Nur Arifin, Nur Nurliza Nurliza Nurul Huda Parulian, Joshua Popilianus, Hendra Qohhaarudin Barokah Trisbyono Ratih Puspa Rini Rini Hazriani rini hazriani Romiyanto, Romiyanto Sabina Sabina Sahat Irawan Manik Sandini, Sari Sekarya Sembiring Meliala Septia Wulandari Tia Shenny Oktoriana Tamaulina Br Sembiring Taufiq Rahman Tia, Septia Wulandari U Edi Suryadi Yohana Yohana Yopa Eka Prawatya Yufita, Franciska Yusman Syaukat Zakaria, Bagus