Claim Missing Document
Check
Articles

TRANSFER TEKNOLOGI PERTANIAN BERBASIS ORGANIK DI DESA PARIT KELADI II, KECAMATAN SEI KAKAP Romiyanto, Romiyanto; Fitrianti, Wanti; Indrawati, Urai Suci Yulies Vitri
Jurnal Abdimas Ilmiah Citra Bakti Vol. 6 No. 4 (2025)
Publisher : STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jailcb.v6i4.6228

Abstract

Poktan Bersatu Karya Tani di Desa Parit Keladi II, Kecamatan Sei Kakap, merupakan kelompok tani yang membudidayakan sayuran buah dan padi pada lahan sulfat masam. Kelompok ini terdiri dari 10 orang petani yang selama ini menghadapi berbagai kendala kesuburan tanah, seperti kahat unsur hara makro dan mikro, tingginya bahan organik, keberadaan pirit, serta tingginya unsur Fe dan Al yang bersifat toksik bagi tanaman. Kondisi tersebut menyebabkan penurunan produktivitas sayuran buah dan padi dari tahun ke tahun. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan mentransfer teknologi pembuatan pupuk organik berbasis biochar sekam padi dan kompos enceng gondok yang diperkaya dengan pukan ayam. Enceng gondok yang melimpah di sepanjang sungai dan parit di Kecamatan Sei Kakap selama ini menjadi gulma dan menyebabkan pendangkalan perairan, sehingga pemanfaatannya sebagai kompos menjadi solusi inovatif dan ramah lingkungan. Kegiatan PKM ini mencakup penyuluhan mengenai pentingnya biochar sekam padi sebagai amelioran tanah serta metode pembuatannya dengan kontiki sederhana. Pelatihan diberikan dalam bentuk praktik langsung, meliputi persiapan bahan baku sekam padi, proses pembakaran menjadi biochar, penyiraman biochar, panen dan penyimpanan, serta pembuatan kompos enceng gondok diperkaya pukan ayam menggunakan bak komposter berbahan terpal. Sebelum kegiatan berlangsung, sebagian besar peserta belum memahami konsep biochar, kompos enceng gondok diperkaya pukan ayam, serta manfaatnya bagi lahan pertanian. Setelah kegiatan selesai, 90% peserta mampu membuat biochar dengan benar dan mengaplikasikannya di lahan pertanian untuk budidaya sayuran buah dan padi.
BIOCHAR DAN PEMASARAN DIGITAL : MENGOPTIMALKAN PRODUKSI JERUK DAN PENDAPATAN PETANI TEBAS Hazriani, Rini; Romiyanto, Romiyanto; Fitrianti, Wanti; Indrawati, Urai Suci Yulies Vitri
Jurnal Abdimas Ilmiah Citra Bakti Vol. 6 No. 4 (2025)
Publisher : STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jailcb.v6i4.6270

Abstract

Kecamatan Tebas merupakan daerah penghasil jeruk siam khas Pontianak, namun produksi jeruk menurun setiap tahun akibat tanah Sulfat Masam yang kurang subur. Kelompok Tani Tanjung Pandan I, yang terdiri dari 15 petani, menghadapi kesulitan dalam meningkatkan produksi dan pendapatan jeruk. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mentransfer teknologi pembuatan biochar sekam padi, kompos pukan sapi, serta olahan jeruk siam menjadi sirup dan selai yang manis tanpa rasa pahit, sehingga meningkatkan produksi dan nilai jual jeruk. Metode yang diterapkan meliputi penyuluhan mengenai pentingnya biochar dan kompos untuk kesuburan tanah, teknik pembuatan biochar dan kompos, serta pelatihan pembuatan sirup dan selai jeruk. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa sebelum pelatihan sebagian besar peserta belum memahami biochar, kompos, dan olahan jeruk, sedangkan setelah kegiatan, 90% peserta mampu membuat biochar, kompos, sirup, dan selai jeruk dengan benar. Kesimpulannya, kegiatan ini berhasil meningkatkan kapasitas teknis petani dalam produksi dan pengolahan jeruk, serta potensi pendapatan melalui penerapan teknologi tepat guna.
Food Waste Management Hotel Restaurant in Pontianak City Erval Alziansyah; Maswadi Maswadi; Wanti Fitrianti
Interdisciplinary Social Studies Vol. 5 No. 1 (2025): Interdisciplinary Social Studies
Publisher : International Journal Labs

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55324/iss.v5i1.961

Abstract

This study aims to analyze food waste management in star hotels in Pontianak City with a case study of Aston Pontianak Hotel Restaurant, as well as formulate alternative reduction efforts. The background of the research is the high generation of food waste in Indonesia and the absence of a special policy on food loss and waste, while hotels are one of the significant producers of food waste. The research was conducted in September-November 2023 with a qualitative descriptive approach using purposive sampling techniques on chefs, waitresses, and breakfast visitors, and supported by secondary data. Data was collected through observation, interviews, and questionnaires, then analyzed descriptively. The results showed that food waste appeared most at the receiving, storage, and production stages in the Operating Control Cycle, and the amount of generation was greatly influenced by the number of visitors and consumer behavior during the buffet (food taste was not suitable and the portion was excessive). Respondents assessed reducing the size of cutlery and consumer education as the most preferred method to reduce food waste. This study recommends improving menu management, strengthening kitchen training, and establishing a more sustainable food waste treatment system.
Strengthening Agricultural Regeneration: Determinants of Young Farmers’ Performance in Sub-Urban Villages Sudrajat, Jajat; Fitrianti, Wanti; Suyatno, Adi
AGRARIS: Journal of Agribusiness and Rural Development Research Vol. 11 No. 2: July-December 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/agraris.v11i2.503

Abstract

Farmer regeneration in Indonesia is faced with severe challenges, and it is predicted that this may lead to a decrease in the national food production ability. Therefore, strategic effort is required to facilitate the regeneration process. In this study, we aimed to analyze the dynamics of farmer regeneration in sub-urban villages and the determinants of the farming performance of a young farmer. The research method employed a mixed approach between qualitative and quantitative perspectives. In the quantitative method, we purposively selected 51 young farmers as samples for interview. The qualitative approach was used to explain the dynamics of regeneration behavior, whereas the quantitative approach based on Spearman correlation was used to analyze a few critical variables, which exhibited a strong correlation with a young farmer farming performance. The research results revealed a dynamic behavior of a farmer child, determining their entry into or exit from agriculture, and that farming income was the main determinant of decision-making in entering the agriculture sector. The analysis further revealed that a young farmer farming performance correlated significantly with their agricultural entrepreneurship orientation, which covers the feeling of confidence, patience, and perseverance in farming. Further, their farming performance was also correlated significantly with access to external finance  and agricultural education in the family. These results provide valuable insights regarding the importance of the empowerment strategy, particularly at farmer household level, in encouraging effective farmer regeneration.
Paradoks Feminisasi Pertanian: Waktu, Kontrol Pendapatan, dan Keadilan Nilai dalam Perspektif Intra Rumah Tangga Wanti Fitrianti; Jajat Sudrajat; Adi Suyatno
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i1.7382

Abstract

The feminization of agriculture signifies a structural shift in the global agrarian landscape, marked by changing gender dynamics in rural labor and persistent disparities in intra-household resource allocation. This study examines three critical dimensions of this phenomenon time allocation, income control, and value equity within farming households in developing countries. Utilizing a descriptive qualitative approach through a Systematic Literature Review (SLR) of peer-reviewed studies published between 2015-2025, the analysis synthesizes current evidence on gendered labor patterns and decision-making hierarchies.Findings reveal that time allocation is not merely a logistical concern but a reflection of entrenched gendered power relations. Women’s labor is frequently perceived as flexible and inexhaustible, enabling its systematic deployment in low-visibility, undervalued tasks reinforcing structural invisibility and time poverty. Despite increased female engagement in production, processing, and market activities contributing significantly to commercial outputs economic benefits are often redirected under male control, with minimal shift in decision-making authority. This underscores a central paradox: the feminization of labor does not equate to the feminization of power. Instead, agricultural commercialization may intensify the exploitation of women’s labor by integrating it into value chains without equitable returns.Consequently, women face escalating workloads without commensurate enhancements in autonomy or well-being. A persistent inequity in recognition persists: women’s time, skills, and contributions are rarely translated into rights over income, assets, or public acknowledgment. Within household dynamics, this manifests as an unequal sharing of domestic responsibilities, further constraining women’s opportunities for education, health, and economic advancement.Thus, the feminization of agriculture, absent transformative interventions, risks entrenching gendered inequalities rather than fostering empowerment. Sustainable rural development requires policies that challenge asymmetrical labor valuation, redistribute care burdens, and ensure equitable control over resources.
Analisis Perubahan Pendapatan Petani pada Masa Replanting Kelapa Sawit Aldieyansah, Ilfan; Sudrajat, Jajat; Fitrianti, Wanti
Mimbar Agribisnis : Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis Vol 12, No 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ma.v12i1.21405

Abstract

This study aims to analyze the changes in income experienced by farmers in Parindu District due to their oil palm plantations entering the replanting phase. During this phase, oil palm production ceases for approximately 3 to 4 years, resulting in a temporary interruption in income from the commodity. This study used a descriptive method with quantitative and qualitative approaches to answer the predetermined research questions. Data were collected from primary and secondary sources, with a sample size of 68 oil palm farmers. The research findings indicate that before replanting, farmers relied heavily on oil palm plantations as their primary source of income. However, when replanting begins, income from this sector is no longer available, forcing farmers to seek alternative sources of income through non-oil palm on-farm, off-farm, and non-farm activities. Furthermore, farmers need to design appropriate financial strategies to meet their needs and cover household expenses during the replanting period.
KESIAPAN PETANI PLASMA MENGHADAPI REPLANTING KELAPA SAWIT DI KECAMATAN BELITANG KABUPATEN SEKADAU Prasetyo, Hanang; Maswadi, Maswadi; Fitrianti, Wanti
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 15 No. 2
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v15i2.103539

Abstract

Replanting adalah upaya penanaman ulang pada tanaman perkebunan yang telah melewati masa produktifnya. Replanting menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan produksi dan produktivitas kelapa sawit. Kesiapan petani didefinisikan sebagai kondisi menyeluruh yang memungkinkan individu untuk mengaplikasikan beragam situasi dan metode usahatani secara efektif. Penelitian ini bertujuan untuk meneliti faktor apa saja yang paling signifikan mempengaruhi kesiapan petani dalam melakukan replanting kelapa sawit di Kecamatan Belitang Kabupaten Sekadau. Penelitian ini menggunakan analisis regresi logistik yang digunakan untuk mencari hubungan variabel yang bersifat dikotomus (berskala nominal atau ordinal dengan dua kategori) atau polikotomus (mempunyai skala nominal atau ordinal). Data dikumpulkan dari petani melalui wawancara dan observasi lapangan langsung. Hasil menunjukkan kesiapan petani untuk melaksanakan program replanting didorong oleh faktor-faktor internal yang krusial, utamanya adalah penurunan drastis hasil produksi dan umur tanaman yang telah memasuki fase tidak produktif. Melalui analisis regresi logistik, ditemukan bahwa variabel seperti umur petani, tingkat pendidikan, dan jumlah tanggungan tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap kesiapan petani. Sebaliknya, pendapatan tambahan terbukti menjadi variabel yang berpengaruh nyata dan positif, memberikan landasan finansial yang kuat bagi petani untuk memulai program replanting. Variabel tabungan juga turut memengaruhi kesiapan petani secara parsial, berperan sebagai dana mitigasi risiko.
Relasi Inti-Plasma: Studi Kasus di Perkebunan Kelapa Sawit PT XYZ Nabilla, Kansa; Sudrajat, Jajat; Fitrianti, Wanti
Journal of Integrated Agribusiness Vol 7 No 2 (2025): Journal of Integrated Agribusiness
Publisher : Jurusan Agribisnis, Fakultas Pertanian, Perikanan dan Kelautan Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33019/jia.v7i2.6941

Abstract

Relasi inti-plasma pada perkebunan kelapa sawit dibangun sebagai bentuk kerja sama yang saling menguntungkan antara petani plasma dan perusahaan inti. Akan tetapi, dalam implementasinya, relasi tersebut cenderung bergeser menjadi hubungan eksploitatif yang menciptakan ketidakadilan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ketimpangan relasi inti-plasma dan mengidentifikasi indikator yang menjadi penyebabnya. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini ialah GAP analisis, analisis pendapatan dan analisis keadilan prosedural. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola kemitraan yang dijalankan belum sepenuhnya mencerminkan prinsip keadilan dan saling menguntungkan sebagaimana yang seharusnya menjadi dasar dalam suatu kemitraan. Melalui analisis keadilan prosedural ditemukan bahwa indikator, seperi saluran komunikasi, resolusi konflik, dan kekuatan penyeimbang hanya berada pada tingkat moderat. Sementara transparansi kebijakan dan perjanjian informal tergolong parameter lemah.
Efisiensi Teknis Produksi Tandan Buah Segar (TBS) Kelapa Sawit: Studi pada Afdeling I dan II Kebun S PTPN IV Regional V, Kalimantan Barat Ardiano, Nikolas; Yurisinthae, Erlinda; Fitrianti, Wanti
Jurnal Agro Industri Perkebunan Vol 14 No 1 (2026): March
Publisher : Politeknik Negeri Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25181/jaip.v14i1.4458

Abstract

Oil palm production efficiency plays a crucial role in maintaining productivity and sustainability amid fluctuating yields and increasing input use. This study aims to measure the technical efficiency of palm oil production at PT Perkebunan Nusantara IV Regional V West Kalimantan, one of the largest plantations in the region. The method employed is non-parametric statistics, utilizing Data Envelopment Analysis (DEA) with an output-oriented approach and the Variable Return to Scale (VRS) assumption, based on panel data spanning five years (2019–2023). The study encompasses two divisions (Afdeling I and II), each comprising six different planting years to represent variations in plant age and productivity. Input variables include land area, labor, number of trees, NPK fertilizer, and plant age, while the output variable is fresh fruit bunch (FFB) production. The results showed that most plantation divisions with old and young planting years experienced production inefficiencies. Technical inefficiency is influenced by the distribution and management of inputs that are not yet optimal, as well as by the decline in plant population due to pest and disease attacks. These findings offer valuable insights for enhancing input allocation, optimizing field management, and promoting the sustainability of palm oil production in the future.
Analisis Keberlanjutan Perkebunan Kelapa Sawit Rakyat di Kecamatan Parindu Kabupaten Sanggau Robertus Imanuel; Maswadi; Wanti Fitrianti
Jurnal Riset Rumpun Ilmu Tanaman Vol. 5 No. 1 (2026): April: JURRIT: Jurnal Riset Rumpun Ilmu Tanaman
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jurrit.v5i1.8569

Abstract

Oil palm plantations are often confronted with the problem of uncontrolled land expansion and suboptimal management, which potentially threaten the sustainability of the business from environmental, social, and economic perspectives for surrounding communities. This condition calls for a comprehensive evaluation of management practices implemented by independent smallholders. This study aims to determine the sustainability status of smallholder oil palm plantations in Parindu Subdistrict, Sanggau Regency, assessed from five main dimensions: ecological, economic, social, institutional, and technological. In addition, the study analyzes attributes that have sensitivity levels affecting the future sustainability of oil palm farming as a basis for formulating improvement strategies. A total of 36 respondents were selected using purposive sampling techniques and in-depth interviews. The research method employed was quantitative descriptive using the Rap-Palmoil approach and qualitative descriptive supported by kite diagrams to clarify the analysis results. The findings indicate that the management status of oil palm plantations falls into the moderately sustainable category, with MDS values of 53.61 for Embala Village and 55.75 for Maju Karya Village. The dimensions that require priority improvement in both villages are the ecological and technological dimensions.
Co-Authors A.YUSRA, ABDUL HAMID Abdul Hamid A. Yusra Adi Suyatno Adi Suyatno Aditya Nugraha Agung Setiawan Agustia, Dini Aldieyansah, Ilfan Aliung, Aliung Aminuyati Anita Suharyani Ardiano, Nikolas ari krisnohadi Ari Natul Hidayah Assiddiq, Hasbi Ayu Safitri Bayo, Oktovorus Bayu Try Wibowo Boby, Antonius Dewi Kurniati Didik Wiranda Dwi Prasetiyo Dwi Prasetyo Dwi Raharjo DWI RAHARJO Dwi Zulfita Eli Yansih Erkulanus Wawan Erlinda Yurisinthae Erlinda Yurisinthae Erval Alziansyah Eva Dolorosa Eva Mulia Saputri Fariyanti, Anna Febian, Rachmad Febriana, Dega Febriansyah Febriansyah Fernando, Fachrozi Arif Handayani Handayani Hapzi Ali Hartoyo Hartoyo Hendi, Hendrikus Hiromitsu, Kuno Irwanto, Ignasius Ivan Sujana Jajat Sudarajat Jajat sudrajat Jitro Rian Atria Kartika, Anna Silviyana Kurniari, Dewi Kurniati*, Dewi Kusairi, Yudi Lestari, Mar'ah Lestari, Yuti Lilis Handayani Marisi Aritonang Marisi Aritonang Maswadi Maswadi Maswadi - Maswadi Maswadi Maswadi Maswadi Maswadi Maswadi Maswadi, Dhimaz Maulidi Maulidi Melaelika, Anastasia Muhamad Kardiansyah Nabilla, Kansa Nalius Nalius Naomi Claudia Situmorang Nelyanti, Oktavia Novira Kusrini Nur Arifin, Nur Nurliza Nurliza Nurul Huda Ori Winata Parulian, Joshua Popilianus, Hendra Prasetyo, Hanang Qohhaarudin Barokah Trisbyono rini hazriani Rini Hazriani Rini, Ratih Puspa Robertus Imanuel Romiyanto, Romiyanto Sabina Sabina Sahat Irawan Manik Sandini, Sari Sekarya Sembiring Meliala Septia Wulandari Tia Shenny Oktoriana Siswahyudianto Tamaulina Br Sembiring Taufiq Rahman Tia, Septia Wulandari U Edi Suryadi Urai Suci Yulies Vitri Indrawati Urrohmah, Syifa' Yohana Yohana Yopa Eka Prawatya Yufita, Franciska Yusman Syaukat Zakaria, Bagus Zusnita Anggraini