Claim Missing Document
Check
Articles

Found 39 Documents
Search

Surveilans Pasif dan Aktif Kejadian Infeksi Terkait Pelayanan Kesehatan di RSUD Provinsi NTB, 2017 Eustachius Hagni Wardoyo; Edi Prasetyo Wibowo; I Gede Jayantika; I Gst Alit Rai Sudiadnya; Rolly Armand
The Indonesian Journal of Infectious Diseases Vol. 4 No. 1 (2018): The Indonesian Journal of Infectious Diseases
Publisher : Rumah Sakit Penyakit Infeksi Prof Dr. Sulianti Saroso

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32667/ijid.v4i1.43

Abstract

Pendahuluan: Surveilans Health-care Associated Infections (HAIs) atau kejadian infeksi terkait pelayanan kesehatan dapat dilakukan baik secara aktif maupun pasif sesuai sumber daya yang dimiliki. Penelitian ini bertujuan mengetahui insidensi dan perbandingan hasil surveilans pasif dan aktif 4 jenis HAIs di RSUD Provinsi Nusa Tenggara Barat periode Januari-Oktober 2017. Empat jenis HAIs tersebut adalah Ventilator-associated Pneumonia (VAP), Catheter-associated Urinary Tract Infection (CAUTI), Central Line-associated Blood Stream Infection (CLABSI) dan Surgical Site infection (SSI). Metode: Surveilans pasif menggunakan data sekunder dengan menelusuri rekam medis, sedangkan surveilans aktif berdasarkan laporan Tim Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI). Hasil: Tidak ada perbedaan indikator yang digunakan dalam form VAP dan CLABSI pada surveilans pasif dan aktif. Namun pada form CAUTI dan SSI tidak mencantumkan gejala infeksi dan gejala panas di lokasi infeksi pada surveilans aktif. Perbandingan hasil surveilans pasif dan aktif berturut-turut adalah VAP 24,9 dan 0 per 1.000 ventilator days, CAUTI 49 dan 12 per 1.000 catheter days, CLABSI 18 dan 9 per 1.000 central line days, serta SSI 1,9 dan 1,4%. Kesimpulan: Ada perbedaan insidensi keempat jenis HAIs pada surveilans pasif dan aktif, karena penggunaan metodologi yang berbeda.
Optimasi Ekstraksi DNA dari Spesimen Feses Pasien Kanker Kolorektal Eustachius Hagni Wardoyo; Yunita Sabrina; Dewi Suryani; Ramses Indriawan
The Indonesian Journal of Infectious Diseases Vol. 6 No. 1 (2020): The Indonesian Journal of Infectious Disease
Publisher : Rumah Sakit Penyakit Infeksi Prof Dr. Sulianti Saroso

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32667/ijid.v6i1.108

Abstract

Latar Belakang: Pasien kanker kolorektal sering mengalami diare, baik itu karena konsekuensi langsung akibat penyakit, efek samping kemoterapi/radioterapi, atau karena adanya infeksi. Perubahan konsistensi feses pasien kolorektal dalam kemoterapi menyebabkan perubahan komposisi feses (jumlah sel bakteri, komposisi inhibitor) yang berbeda pada feses manusia normal. Konsekuensinya ekstraksi DNA bakterial dari feses pasien kanker kolorektal dalam kemoterapi perlu dilakukan optimasi. Tujuan penelitian untuk mendapatkan protokol DNA optimal dari feses cair pasien kolorektal. Metode: Ekstraksi DNA menggunakan Quick-DNA™ Fecal/Soil Microbe Miniprep Kit (Zymoresearch). Terdapat 3 pilihan protokol yang dilakukan, yang mana 2 protokol lainnya yang merupakan modifikasi dari protokol standar yang mengikuti prinsip: 1. Disrupsi mekanis untuk memisahkan sel bakteri dari materi feses dengan modifikasi lama sentrifugasi, 2. Proses binding DNA dengan modifikasi kecepatan sentrifugasi, 3. Proses mendapatkan DNA elusi dengan modifikasi gradien volume buffer DNA. Protokol standar diaplikasikan pada feses kontrol berpasangan usia dan jenis kelamin dan feses sampel, sedang 2 protokol lainnya diaplikasikan hanya pada feses sampel. Rasio absorbansi A260/280 ≥ 1.8 menggunakan Nanodrop™ di aplikasikan pada konsentrasi DNA yang dinyatakan sebagai DNA murni. Pemeriksaan dilakukan sebanyak 3 kali dan reratanya dilaporkan dalam penelitian ini. Hasil: Rasio absorbansi sebesar A260/280 ≥1.8 didapatkan pada protocol ketiga yakni dengan rerata rasio absorbansi A260/280 1.81, sedangkan pada protokol 2 dan 3 feses sampel menunjukkan rerata rasio absorbansi A260/280 1.79 dan 1.81. Kesimpulan: Protokol ketiga dalam penelitian ini merupakan protokol optimal untuk ekstraksi DNA pada sampel feses pasien pasien kanker kolorektal paska keoterapi
Analysis of the Restriction of Vancomycin Use in Hospitals Before, During and After the Implementation of the Antimicrobial Resistance Control Program (ARCP) Eustachius Hagni Wardoyo; Didit Yudhanto; I Gede Yasa Asmara; Claresta Salsabila; Ajeng Retno
The Indonesian Journal of Infectious Diseases Vol. 6 No. 2 (2020): The Indonesian Journal of Infectious Disease
Publisher : Rumah Sakit Penyakit Infeksi Prof Dr. Sulianti Saroso

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32667/ijid.v6i2.109

Abstract

Background: A policy restricting the use of vancomycin was a pilot project for the implementation of the Antimicrobial Resistance Control Program (ARCP) in RSUD Nusa Tenggara Barat in 2018. There were three phases of the ARCP in hospitals, namely preparation, execution, and monitoring. This research aimed to evaluate the quality of vancomycin prescribing before, during, and after the implementation of ARCP in 2017–2019. Method: Descriptive analysis was conducted of all the vancomycin prescriptions before, during, and after the implementation of ARCP in 2018. All medical records of cases requiring vancomycin prescriptions during the research period was evaluated: patient characteristics, culture test results, and clinical diagnoses. The quality of vancomycin prescriptions, which was expressed as follows: “Vancomycin prescriptions are intended only for infections caused by Gram-positive pathogens, particularly Staphylococcus aureus, that are resistant to methicillin (MRSA), Enterococcus sp (Vancomycin-sensitive enterococci)” was evaluated. Results: There were sixty-one cases of vancomycin prescribing; 21 female and 40 male patients, with a mean age of 23 years (0–82 years). Overall, there were 41 positive cultures, 5 negative cultures, and 15 no-cultures. The diagnoses were moderate to severe infections: sepsis, pneumonia, post-surgery infections, CNS infections, low birth weight, septic shocks, and chronic obstructive lung diseases. The urinary tract infection was present as a mild infection. The prescription quality indicators ‘vancomycin is prescribed only for moderate to severe infections’ and ‘prescribed only for Gram-positive pathogens’ altogether increased. Conclusion: There was improvement in the vancomycin prescription quality after the implementation of the vancomycin restriction policy.
Physical Measurement Analysis in Pre-Utility Covid-19 Isolation Room: A Case Study Universitas Mataram Teaching Hospital Eustachius Hagni Wardoyo; Ida Bagus Alit; Monalisa Nasrul; Didit Yudhanto; Prima Belia Fathana; Rini Srikus Saptaningtyas
The Indonesian Journal of Infectious Diseases Vol. 7 No. 2 (2021): The Indonesian Journal of Infectious Disease
Publisher : Rumah Sakit Penyakit Infeksi Prof Dr. Sulianti Saroso

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32667/ijid.v7i2.121

Abstract

Background: Negative pressure room is recommended for the treatment of COVID-19 patients. Aim this study to describe physical measurement analysis of isolation room Universitas Mataram Teaching Hospital. Methods: Newly developed negative pressure isolation room was physical measure using following instruments: anemometer, moisture meter, hygrometer and pressure gauge.  Results: This study showed physical measurement as follow: 1) ACH (air change per hour) 23.3 / hour [minimum: 12+ ACH]; 2) the difference in pressure gradient between the inpatient room and anteroom -30 Pa [minimum -15 Pa]; 3) the mean of air temperature 24.8°C [21-24]; 4) air humidity 58% [maximum 65%] and 5) concrete moisture 22.45%. Conclusion: The COVID-19 isolation room at the Universitas Mataram Teaching Hospital meets the standard criteria.
Aktivitas antibakteri propolis madu putih sumbawa terhadap pertumbuhan Staphylococcus epidermidis, Staphylococcus aureus dan Escherichia coli Wardoyo, Eustachius Hagni; Rosyunita; Rahim, Adelia Riezka; Arnawati, Ida Ayu; Haza, Saskia Safarina; Hulfifa, Lale Nandhita; Alamsyah, Abiel Dwi Cahya Firdaus; Validika, I Komang Satya; Hasbi, Nurmi
Jurnal Kedokteran Universitas Palangka Raya Vol 12 No 1 (2024): Jurnal Kedokteran Universitas Palangka Raya
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Silent pandemic is a health issue related to antimicrobial resistance. Currently, deaths due to antimicrobial resistance in the world reach 700 thousand people per year and it is predicted that by 2050 it could reach 10 million people. So exploring new alternative sources is a must. One ingredient that is often used as an infection medicine and health supplement is honey propolis. Sumbawa white honey propolis is a biological product that has not yet been widely explored for its potential as an antibacterial. The research aims to determine the phytochemical content and antibacterial potential of Sumbawa white honey propolis against Staphylococcus epidermidis, Staphylococcus aureus and Escherchia coli. This research is a true experiment research with a post-test only control group design. Propolis is extracted by maceration with propylene glycol as a solvent. The concentrations of propolis extract used are 100%, 75% and 50%. Chloramphenicol positive control and 10% DMSO negative control. The antibacterial test was detected in five replications on Mueller Hinton Agar media using the disk diffusion method by measuring the diameter of the inhibition zone. Data were analyzed statistically using the OneWay Anova test. Sumbawa white honey propolis contains flavonoids, tannins and triterpenoids. The results showed that propolis was unable to inhibit gram-negative E. coli bacteria with an inhibition zone diameter of 0 mm. Different results in gram positives, Sumbawa white honey propolis was able to inhibit the growth of S. epidermidis and S. aureus. The results showed that propolis was unable to inhibit gram-negative E. coli bacteria with an inhibition zone diameter of 0 mm. Different results in gram positives, Sumbawa white honey propolis was able to inhibit the growth of S. epidermidis and S. aureus. However, Sumbawa white honey propolis against both gram-positive bacteria was in the weak category compared to the positive control. This is because all the Sumbawa white honey propolis concentration series have an inhibitory zone diameter of ≤ 5 mm.
SIMULASI IMPLEMENTASI KESIAPSIAGAAN MODEL EMERGING-REEMERGING INFECTIOUS DISEASES (EREIDS) DI PELABUHAN LEMBAR Wardoyo, Eustachius Hagni; Widiastuti, Ida Ayu Eka; Yudhanto, Didit; Susani, Yoga Pamungkas; Affarah, Wahyu Sulistya; Dirja, Bayu Tirta; Sari, Putu Suwita; Nuriastuti, Novera; GD, Ni Made Saithanya; Putri, Dyah Ayu; P, Novanda Dila
Jurnal Pepadu Vol 5 No 4 (2024): Jurnal PEPADU
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/pepadu.v5i4.5882

Abstract

Antisipasi dalam menghadapi ancaman EREIDs perlu dilakukan sebagai upaya pengurangan dampak buruk bagi penduduk. Sebagai tempat berkumpulnya orang banyak dalam jangka waktu lama, kapal penumpang merupakan salah satu tempat berisiko menjadi hotspot penularan EREIDs yang efektif. Simulasi kesiapsiagaan EREIDs bertujuan untuk penyajian model EREIDs dipelabuhan dan diskusi perbaikan model EREIDs. Pelaksanaan simulasi dilakukan secara hybrid mengundang Pelindo, KSOP, BKK dan operator kapal dengan materi: kesan data kesiapsiagaan EREIDs di Lembar, diskusi tupoksi masing-masing stakeholder dan menggali saran perbaikan kedepannya. Penyajian model EREIDs meliputi: 1) pengendalian teknis (1.1. fasilitas sarpras, 1.2. modifikasi sarpras dan 1.3 penyediaan instrument keselamatan), 2) pengendalian administratif (2.1. penyediaan SOP keselamatan, 2.2 Pelaksana SOP Keselamatan dan 2.3 Pengawasan pelaksanaan SOP keselamatan) dan 3) penggunaan alat pelindung diri (3.1. penyedia APD dan 3.2. Edukasi penggunaan APD). Secara kualitatif didapatkan bahwa peran utama stakeholder masing-masing: 1.1. Pelindo; 1.2. BKK; 1.3. Pelindo; 2.1. BKK; 2.2. Pelindo, Operator Kapal, KSOP; 2.3. BKK, KSOP; 3.1. Pelindo, BKK; 3.2. BKK. Adapun tantangan kesiapsiagaan EREIDs di Pelabuhan dan Kapal adalah koordinasi antar stakeholder, permintaan catatan kejadian, dan rekapitulasi insiden yang masih harus diselaraskan kembali. Dapat disimpulkan bahwa peningkatan kesiapsiagaan EREIDs dipelabuhan dan kapal merupakan penyiapan lintas sector dan lintas bidang intra dan inter stakeholder. Semua stakeholder memiliki peran krusial dalam mencegah masuknya wabah dari luar pulau dan mengirim wabah keluar pulau.
The Effect of Roasting Methods of Ingredients The Songgak Tribe Sasak Herbal on Active Compounds Using Gas Chromatography Mas Spectroscopy (Gc-Ms) Analysis) Agrijanti, Agrijanti; Kusuma Dewi, Lale Budi; Khusuma, Ari; Wardoyo, Eustachius Hagni
Jurnal Kesehatan Prima Vol 18, No 2 (2024): AUGUST
Publisher : poltekkes kemenkes mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32807/jkp.v18i2.1540

Abstract

Songgak is a concoction of the Sasak tribe of Lombok in West Nusa Tenggara. It consists of coffee mixed with groundwood, cloves, black pepper, coriander, and nutmeg. The original recipe involves roasting the spices before mixing them with coffee, namely using a frying pan over a stove. The roasting process is carried out without controlling the temperature and roasting time, so the roasted ingredients need to be standardized(Dewi et  al., 2021). GCMS is a tool used to analyze compounds in samples using chemical separation methods, mainly chromatography. The compounds in the mixture are separated in a chromatographic column. The separation mechanism between several compounds occurs due to differences in the solubility values of each in the moving solvent and differences in the absorption of each of the competing compounds into the stationary phase (Gross, 2017). In this research, variations will be carried out on spices, namely T1 original treatment of roasting spices over fire for 8 minutes, T2 drying spices in sunlight, T3 oven for 5 minutes, T5 oven for 5 minutes, T4 oven for 15 minutes and T5 oven for 15 minutes. In the T4 treatment, namely oven for 10 minutes, the results of the analysis of the substance content with the most types, namely 20 types, were obtained. The active anti-microbial compound found in all treatments was Hexadecanoic acid, 2-hydroxy-1-(h)(C19 H38 O4) BM:330, which helps inhibit the growth of cancer cells. (National Library Medicine, n.d.). Octadecanoic acid (CAS) Stear (C18 H34 O2) BM:282 Anti-inflammatory, Antiandrogenic Cancer prevention, Hypocholesterolemia Dermatigenic, 5-Alpha reductase inhibitor, Anemiagenic, Insecticide (Natarajan et al., 2019) and Tetradecanoic acid (CAS) Myris (C14 H28 O2) BM:228 as anti-inflammatory and anti-nociceptive. 
PELATIHAN BAHASA INGGRIS BAGI REMAJA SMP/SMA DESA LOYOK OLEH KKN-PMD UNIVERSITAS MATARAM 2023 Solihah, Maulida; Hidayat, Rizky; Jannah, Miftahul; Febriana, Rista; Sofiatuddin, Baiq; Gunawan, M. Haerul; Suazhari, Muhammad Adam; Andini, Ayu Fitri; Aimar, Lalu Muhammad Fascal; Haerunnisa, Baiq Vidia; Wardoyo, Eustachius Hagni
Jurnal Wicara Vol 1 No 6 (2023): Jurnal Wicara Desa
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/wicara.v1i6.3463

Abstract

Loyok Village is one of the Tourism Villages in Sikur District, East Lombok Regency. Many tourists come both from within and outside the country to see and enjoy the tourist objects in Loyok Village such as the woven bamboo art shop and the beautiful views of the rice fields. The English language training activities conducted by the University of Mataram KKN-PMD 2023 aim to improve English language skills for junior high/high school youth in Loyok Village. It is hoped that this capacity building will benefit the people of Loyok Village to make it easier for them to communicate with foreign tourists who come to Loyok Village. The training was attended by 23 representative participants from each hamlet in Loyok Village. This training includes several Speaking materials such as Greeting, Asking and Giving Opinion, Agree and Disagree, and Asking and Giving Direction. This training activity is carried out for 3 weeks, namely every Wednesday, Thursday and Friday. This English training activity brings directly tutors who are experienced in speaking English.
PELAYANAN KESEHATAN PENYAKIT TIDAK MENULAR MASYARAKAT DESA SENGKOL KECAMATAN PUJUT LOMBOK TENGAH: DALAM RANGKA “UNIVERSITAS MATARAM MENGABDI 2024” Citami, Niko; Saputra, Nurman; Susani, Yoga Pamungkas; Wardoyo, Eustachius Hagni; Widiastuti, Ida Ayu Eka; Sari, Putu Suwita; Affarah, Wahyu Sulistya; Dirja, Bayu Tirta
Jurnal Abdi Insani Vol 12 No 6 (2025): Jurnal Abdi Insani
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v12i6.1927

Abstract

Penyakit Tidak Menular saat ini menjadi permasalahan yang menarik perhatian. Penyakit ini tidak dapat ditularkan melalui kontak langsung, makanan, atau air, melainkan gabungan dari faktor genetik, life style, dan lingkungan. PTM lazim terjadi dan memiliki dampak buruk bagi kesehatan masyarakat. Menurut WHO, cardiovascular disease, cancer, diabetes, dan PPOK menjadi penyebab kematian tertinggi pada PTM.  Sebagai rangkaian dari kegiatan UNRAM mengabdi, Program Studi Kedokteran Kelautan berkesempatan memberikan pelayanan kesehatan. Kegiatan ini bertujuan untuk melakukan pemeriksaan dan penapisan sebagai upaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Metode dalam kegiatan ini adalah partisipatif, meliputi perencanaan bersama desa, pemeriksaan tekanan darah dan mata, edukasi kesehatan, konsultasi, tindak lanjut melalui rujukan medis, serta pelaporan hasil, guna deteksi dini dan pencegahan hipertensi. Keberlangsungan acara ini dimulai dari proses koordinasi dengan perangkat desa, pemeriksaan kesehatan, serta rencana tindak lanjut. Peserta sebanyak 49 orang terdiri dari 32 orang laki-laki dan 17 orang perempuan. Hasil kegiatan pemeriksaan kesehatan di Balai Desa Sengkol menunjukkan partisipasi 49 orang (65,3% laki-laki, 34,7% perempuan), melebihi target 30 peserta. Ditemukan 33% prahipertensi, 21% hipertensi tahap 1, dan 4% hipertensi tahap 2. Pemeriksaan mata mendeteksi gejala awal katarak serta peningkatan kadar glukosa. Faktor risiko PTM seperti hipertensi dan riwayat kolesterol tinggi teridentifikasi, namun kontrol serta kepatuhan minum obat masih rendah. Edukasi telah diberikan, dan penapisan dini perlu digencarkan untuk mendukung pengendalian PTM secara berkelanjutan.
Derajat Kontaminasi SARS-CoV-2 di Poli Pinere: Sebuah Tinjauan Pustaka Pencegahan dan Pengendalian Infeksi di Rumah Sakit Mulya, Shania Hafitsa; Eustachius Hagni Wardoyo; Bayu Tirta Dirja; Dewi Suryani
Jurnal Kesehatan Qamarul Huda Vol. 10 No. 2 (2022): Desember 2022
Publisher : Universitas Qamarul Huda Badaruddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37824/jkqh.v10i2.2022.407

Abstract

COVID-19 (Coronavirus Disease-2019) merupakan wabah yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2 dengan mode transmisi yang bervariasi. Wabah ini telah menyebar secara global dan telah dinyatakan sebagai pandemi global oleh WHO. Penularan COVID-19 bahkan dapat terjadi melalui kontaminasi lingkungan di Rumah Sakit termasuk ruang Poli Pinere sehingga diperlukan upaya pencegahan dan pengendalian. Metode yang digunakan dalam penelitian ini merupakan studi literatur yang relevan dari berbagai referensi dan terfokus pada upaya pencegahan, pengendalian dan derajat kontaminasi SARS-COV-2 di Poli Pinere Rumah Sakit. Pada lingkungan rumah sakit termasuk di Poli Pinere, kontaminasi SARS-CoV-2 dapat terjadi secara langsung dan tidak langsung di permukaan lantai, gagang pintu, meja samping tempat tidur, gagang jendela, pompa infus, ambu bag, bantal, monitor pasien, atas TV, peredam pembuangan udara, dan tempat duduk toilet. Dari kontaminasi inilah memungkinkan terjadinya penularan COVID-19 kepada tenaga kesehatan, pasien dan pengunjung. Pencegahan yang dapat dilakukan adalah melakukan prosedur disinfeksi, menerapkan personal protective equipment yang baik dan hand hygine. Perlu dilakukan upaya untuk mencegah dan mengendalikan penularan COVID-19 akibat kontaminasi di lingkungan Poli Pinere rumah sakit. Beberapa cara diantaranya yakni prosedur disinfeksi, menerapkan personal protective equipment yang baik dan hand hygiene.
Co-Authors Adnanto Wiweko Agrijanti, Agrijanti Ahmad Taufik S Aimar, Lalu Muhammad Fascal Ajeng Retno Akbar Gazali, Akbar Alamsyah, Abiel Dwi Cahya Firdaus Andini, Ayu Fitri Ardiana Ekawanti Arfi Syamsun Arnawati, Ida Ayu Bayu Tirta Dirja Bayu Tirta Dirja Candra Eka Puspitasari Catarina Budyono, Catarina Citami, Niko Claresta Salsabila Decky Aditya Zulkarnaen Dewi Suryani Dewi Suryani Dewi, Lale Budi Kusuma Didit Yudhanto Dini Suryani Dirja, Bayu Tirta Dwiana Ocvyanty Edi Prasetyo Wibowo Emira Alifia Enty Tjoa Enty, Enty Eva Triani Febriana, Rista Febriza Risti Widyastuthi GD, Ni Made Saithanya Gunawan, M. Haerul H Moehario, Lucky Haerunnisa, Baiq Vidia Hanifa, Nisa Isnaeni Hasbi, Nurmi - Haza, Saskia Safarina Hazaa, Saskia Safarina Hulfifa, Lale Nandhita Hulfifa, Lale Nandita I Gede Jayantika I Gede Yasa Asmara I Gst Alit Rai Sudiadnya Ida Ayu Eka Widiastuti Ida Bagus Alit Ika Primayanti Indratama, I Nyoman Yudayana John, Sonya Ananda Elya Khusuma, Ari Linda Silvana Sari Lucky H Moehario Miftahul Jannah Monalisa Nasrul Muhamad Ali Muhammad Ghalvan Sahidu Muhammad Luthfi Mulya, Shania Hafitsa Muthia Cenderadewi, Muthia Ni Made Amelia Ratnata Dewi Nuriastuti, Novera Nurmi , Hasbi Ocvyanty, Dwiana P, Novanda Dila Prima Belia Fathana Putri, Dyah Ayu Qurrata'yuni Pratiwi Rahim, Adelia Riezka Rahim, Adelya Riezka Raisya Hasina Ramses Indriawan Rizky Hidayat, Rizky Rizqullah, Rifqi Rolly Armand Rosyunita Rosyunita, Rosyunita Saputra, Nurman Sari, Putu Suwita Shania Hafitsa Mulya Sofiatuddin, Baiq Solihah, Maulida Srikus Saptaningtyas, Rini Suazhari, Muhammad Adam Teguh Sarry Hartono, Teguh Sarry Titi Pambudi Karuniawaty Triana Dyah Cahyawati Untari, Lania Pradiva Vaidika, I Komang Satya Validika, I Komang Satya Wahyu Sulistya Affarah Wahyu Sulistya Affarah, Wahyu Sulistya Yoga Pamungkas Susani Yohanes Juliantoni Yunita Sabrina Yunita Sabrina, Yunita