Claim Missing Document
Check
Articles

Efektivitas Kartu Kuartet Berbasis Multimedia Terhadap Perubahan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat Berdasarkan Teori Health Promotion Model Fitriani Fadillah; Teuku Tahlil; Hermansyah Hermansyah
Jurnal Ilmu Keperawatan Vol 5, No 1 (2017): Jurnal Ilmu Keperawatan (JIK) Volume V No.1 Januari-Juni 2017
Publisher : Jurnal Ilmu Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di sekolah merupakan upaya memberdayakan siswa, guru, dan masyarakat lingkungan sekolah agar berperan aktif mewujudkan sekolah sehat. Banyak  metode dan media promosi kesehatan digunakan untuk meningkatkan PHBS di sekolah, salah satunya adalah kartu kuartet berbasis multimedia. Media penyuluhan kesehatan ini memiliki pengaruh yang signifikan dalam meningkatkan perilaku hidup bersih dan sehat melalui pengetahuan, sikap dan tindakan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan skor nilai pengetahuan, sikap, tindakan dan perilaku sebelum dan sesudah diberikan penyuluhan kesehatan menggunakan kartu kuartet berbasis multimedia di SMP Negeri I Sidamanik Sumatera Utara. Penelitian ini menggunakan desain quasy eksperiment dengan desain one group pretest-posttest design pada 32 orang siswa SMP Negeri I Sidamanik kelas VIII sebanyak 8 kelas yang memiliki peringkat 1-4. Penelitian ini menggunakan alat ukut kuesioner dan lembar observasi. Analisis data menggunakan data univariat dan bivariat dengan uji paired sample t-test dan Wilcoxon signed rank. Hasil penelitian didapatkan adanya perubahan perilaku (p=0.003) dengan pengetahuan (p = 0.002), sikap (p = 0.001) dan  tindakan (p = 0.000) sebelum dan sesudah diberikan penyuluhan kesehatan menggunakan kartu kuaret berbasis multimedia tentang PHBS di sekolah. Disimpulkan dalam penggunaan kartu kuartet berbasis multimedia efektif dalam merubah perilaku siswa tentang PHBS di sekolah. Kata kunci: PHBS tatanan sekolah, Perilaku, kartu kuartet, multimedia, Health Promotion Model  Abstract The Clean and Healthy Living Behavior (CHLB) at school was mean empower students, teachers, and the people around school in order make an active role to create a healthy school. There is lot of method and health promotion media used to increase the CHLB at school, one of them is quartet card base on multimedia. The healthy information has a significant influence to increase the clean and healthy living behavior by knowledge, attitude, and practice. The aim of this research is to know the score difference,  knowledge value, attitude, action, before and after behavior healthy information of quartet card base of multimedia given at Junior High School 1 Sidamanik North Sumatra. This research used quasy eksperiment design with one group pretest-posttest design in 32 students of Junior High School 1 Sidamanik, VII grade as many eight which procure 1-4 rank. This research used quesioer measure tool and observation sheet. Data analyze used  the univariant and bivariant data with paired sample t-test and Wilcoxon signed rank. The result of research existence established  behavior changes (p=0.003) by knowledge (p = 0.002), attitude (p = 0.001) and action (p = 0.000) before and after behavior healthy information of quartet card base on multimedia given about CHLB at school. The conclusion in using a of quartet card base of multimedia is effective to change the students behavior about CHLB at school.  Key words: CHLB the order of school, Behavior, quartet card, multimedia, Health Promotion  Model
Faktor Keluarga Yang Mempengaruhi Perilaku Merokok Pada Siswa Sekolah Menengah Pertama Nurul Septiana, Syahrul, Hermansyah
Jurnal Ilmu Keperawatan Vol 4, No 1 (2016): Jurnal Ilmu Keperawatan (JIK) Volume IV No.1 Januari-Juni 2016
Publisher : Jurnal Ilmu Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (469.431 KB)

Abstract

AbstrakPrevalensi merokok pada remaja (≥15 tahun) di Indonesia cenderung meningkat setiap tahunnya. Salah satu penyebabnya adalah faktor keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor keluarga yang berhubungan dengan perilaku merokok pada siswa Sekolah Menengah Pertama melalui metode survei analitik dengan pendekatan cross sectional terhadap 367 orang. Pengumpulan data dilakukan selama bulan september sampai dengan oktober tahun 2015 pada 7 SMP Negeri di Kabupaten Aceh Besar menggunakan kuesioner untuk mengidentifikasi struktur keluarga, aktivitas keluarga, konflik keluarga, dukungan orang tua, kontrol orang tua, serta perilaku merokok dengan menggunakan uji statistik chi square. Hasil penelitian menunjukkan prevalensi merokok pada siswa SMP Negeri di Kabupaten Aceh Besar cukup tinggi yaitu 43,6%. Perilaku merokok berhubungan dengan struktur keluarga yang tidak utuh (p=0,000); aktivitas keluarga yang kurang (p=0,000), konflik keluarga (p=0,000); kurangnya dukungan orang tua (p=0,001); dan kurangnya kontrol orang tua (p=0,000). Struktur keluarga yang tidak utuh merupakan faktor yang paling dominan mempengaruhi perilaku merokok (OR= 2,946). Intervensi perlu dikembangkan untuk mencegah perilaku merokok dengan memperkuat hubungan antara orang tua dan anak, serta meningkatkan kemampuan orang tua dalam mengasuh dan mengontrol perilaku anak.Kata Kunci: Perilaku merokok, remaja, keluarga. AbstractThe prevalence of smoking behavior among adolescents (≥15 years) in Indonesia tends to increasing every year. This can be caused by family factor.This study aimed to identify family factors associated to smoking behavior in Junior High School students through analytic survey method with cross sectional design. Respondents in this research were 367 students. Data collected on September to October 2015 in 7 Junior High School in Aceh Besar using questionnaire to identify family structure, family activities, family conflict, parental support, parental control, and the smoking behavior by using chi-square test.The results showed the prevalence of smoking behavior among the Junior High School students in Aceh Besar district was high (43.6%). Smoking behavior is associated with non-intact family structure (p=0.000); lack of family activities (p=0.000); family conflict (p= 0.000); lack of parental support (p= 0.001); and lack of parental control (p=0.000). Non-intact family structure was the most dominant contributors to adolescent smoking behavior (OR= 2.946). Interventions should be developed to prevent smoking behavior among adolescent by strengthening the relationship between parents and children, as well as improve the ability of parenting and monitoring skills to control child's behavior.Keywords: Smoking behavior, adolescent, family.
Pendidikan Kesehatan Dalam Peningkatan Pengetahuan, Sikap Dan Keterampilan Keluarga Dengan Hipertensi - Pilot Study Ainal Mardhiah, Asnawi Abdullah, Hermansyah
Jurnal Ilmu Keperawatan Vol 3, No 2 (2015): Jurnal Ilmu Keperawatan (JIK) Volume III No.2 Juli - Desember 2015
Publisher : Jurnal Ilmu Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (386.956 KB)

Abstract

Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Malaria Berdasarkan Model Community As Partner Pada Pekerja Tambang Emas Gunong Ujeun Ernani Wijaya; Hermansyah Hermansyah; Rusli Yusuf
Jurnal Ilmu Keperawatan Vol 5, No 2 (2017): Jurnal Ilmu Keperawatan (JIK) Volume V No.2 Juli-Desember 2017
Publisher : Jurnal Ilmu Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (585.604 KB)

Abstract

Abstrak Kabupaten Aceh Jaya sangat rawan dengan penyakit malaria, ini disebabkan banyaknya masyarakat terutama di Gunong Ujeun Kecamatan Krueng Sabee yang melakukan penambangan emas sehingga berdampak terhadap tingginya angka kejadian malaria dan  hingga saat ini  angka Annual Parasite Incidence (API)  per 1000 penduduk yaitu 0,2 %. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian malaria berdasarkan model Community As Partner pada pekerja tambang Emas Gunong Ujeun Kecamatan Krueng Sabee Kabupaten Aceh Jaya tahun 2016. Desain penelitian yang digunakan adalah survei analitik dengan pendekatan cross sectional yang dilaksanakan pada tanggal 30 Agustus s.d 28 September 2016. Sampel dalam penelitian ini adalah para pekerja tambang emas Gunong Ujeun sebanyak 100 responden.  Uji statistik yang digunakan adalah uji chi-square dengan menggunakan program komputer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kejadian malaria berhubungan dengan faktor faktor perumahan (p = 0,000), pendidikan kesehatan (p = 0,016), keamanan/keselamatan (p = 0,013), pelayanan kesehatan ( p = 0,002 ), ekonomi (p = 0,004) dan faktor yang paling dominan pengaruhnya dengan kejadian malaria adalah faktor pendidikan kesehatan sehingga  faktor yang berhubungan dengan kejadian malaria tersebut menjadi model Community As Partner. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah terdapat hubungan antara perumahan, pendidikan kesehatan, Keamanan/ keselamatan, pelayanan kesehatan, ekonomi, dengan kejadian malaria berdasarkan model Community As Partner pada pekerja tambang emas Gunong Ujeun dan diharapkan pada para pekerja tambang emas dapat meningkatkan pengetahuan dengan mendapatkan informasi baik secara langsung maupun tidak langsung tentang pencegahan malaria.Kata Kunci : Kejadian Malaria, Community As Partner, Pekerja Tambang Emas.  AbstractThe district of Aceh Jaya is very vulnerable to malaria, due to the large number of people, especially in Gunong Ujeun Krueng Sabee sub-district, which is mining gold so that the impact of malaria incidence and the number of Annual Parasite Incidence (API) per 1000 population is 0.2% . The purpose of this study was to determine factors related to malaria incidence based on Community As Partner model in Gunong Ujeun Gold mine at Krueng Sabee District of Aceh Jaya Regency in 2016. The research design used was analytical survey with cross sectional approach which was conducted on 30 August to September 28, 2016. Samples in this study were Gunong Ujeun gold miners as many as 100 respondents. The statistical test used is chi-square test using computer program. The results showed that the incidence of malaria was related to housing factor (p = 0,000), health education (p = 0.016), safety / safety (p = 0,013), health services (p = 0,002), economy (p = 0,004) The most dominant effect with the incidence of malaria is a factor of health education so that factors associated with the incidence of malaria is a model of Community As Partner. It is expected that all gold miners in the Gunong Ujeun area use mosquito nets and prevent mosquito bites and take chemoprophylaxis and other drugs as directed so as to avoid malaria and continuous health education can be provided by health workers to improve workers' knowledge on malaria prevention, Health facilities closest to the completefacilitiesandinfrastructure. Keyword: Malaria Incident, Community As Partner, Golg Mining Wolkers
Pengaruh Peer Group Terhadap Peningkatan Pengetahuan Kesehatan Reproduksi Remaja Suriani, Hermansyah
Jurnal Ilmu Keperawatan Vol 3, No 1 (2015): Jurnal Ilmu Keperawatan (JIK) Volume III No.1. Januari - Juni
Publisher : Jurnal Ilmu Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (253.216 KB)

Abstract

AbstrakPengetahuan remaja di Indonesia mengenai masalah kesehatan reproduksi memang masih minim. Banyak remaja tidak mengindahkan bahkan tidak tahu dampak dari prilaku seksual mereka terhadap kesehatan reproduksi baik dalam waktu yang cepat maupun dalam waktu yang lebih panjang. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatan pengetahuan remaja pada kelompok peer group. Metode Penelitian menggunakan desain pre test and post test design. Penelitian dilaksanakan di SMP Negeri 2 Lhoksukon sebagai kelompok  peer group. Teknik pengambilan sampel dengan cara total sampel, jumlah responden kelompok  peer group sebanyak 82 responden dan Pengolahan data menggunakan sistem SPSS. Untuk menjawab hipotesis penelitian  menggunakan rumus   paired t-test didapatkan nilai p.value = 0.000. Disimpulkan bahwa penyampaian pendidikan kesehatan  oleh  peer group berpengaruh terhadap peningkatan pengetahuan remaja di SMP Negeri 2 Lhoksukon Kabupaten Aceh Utara.Kata kunci : peer group, pengetahuan, kesehatan, reproduksi, remaja Abstract Indonesian adolescents’ knowledge on reproductive health is very limited. Many of them do not have much knowledge and simply ignore the effects of their sexual behaviors towards their reproductive health, either for the short or long term effects. This study aimed to increase the adolescent knowledge on the peer group. The research method used was by implementing the pre-test and post-test design. The study was conducted in the public junior high schools SMP Negeri 2 Lhoksukon (as the peer group) and SMP Negeri 4 Cot Girek (as the non-peer group). The sampling technique was done by employing the total sample, which had 82 respondents for the peer group and 79 respondents for the non-peer group.The data processing was done by SPSS. The paired t-test was used to answer the research hypothesis obtaining the p-value of 0.000. Thus, it can be concluded that the delivery of health education by the peer group has significantly influenced the increase of the adolescent knowledge in SMP Negeri 2 Lhoksukon, North Aceh District. Keywords: peer group,knowledge, reproductive health, adolescents 
Komunikasi Dan Koordinasi Kader Dengan Pelaksanaan Posbindu Lansia Maulida, Hermansyah, Mudatsir
Jurnal Ilmu Keperawatan Vol 3, No 2 (2015): Jurnal Ilmu Keperawatan (JIK) Volume III No.2 Juli - Desember 2015
Publisher : Jurnal Ilmu Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (535.928 KB)

Abstract

PERSEPSI PASIEN STROKE TENTANG DUKUNGAN PASANGAN DI BANDA ACEH Ainal Mardiah; Nurleli, Nurleli; Hermansyah, Hermansyah
Idea Nursing Journal Vol 6, No 2 (2015): Idea Nursing Journal
Publisher : Fakultas Keperawatan-Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (82.538 KB) | DOI: 10.52199/inj.v6i2.6536

Abstract

ABSTRAKStroke merupakan penyakit yang berpengaruh pada seluruh tubuh seperti kelumpuhan, defisit fungsi kognitif, kesulitan bicara, kesulitan emosional, kesakitan, dan masalah dalam kehidupan sehari-hari. Untuk proses pemulihan/rehabilitasi pasca stroke membutuhkan waktu yang lama dan dukungan sosial. Salah satu sumber dukungan sosial yang utama bagi penderita stroke yang telah menikah adalah pasangan. Penelitian  ini bertujuan untuk mengetahui pandangan pasien stroke tentang dukungan pasangan di Banda Aceh. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Teknik penentuan terhadap 6 orang informan ditentukan secara purposive dengan kriteria pasien stroke yang mempunyai pasangan yang merawat. Pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara mendalam menggunakan panduan wawancara yang berisi pertanyaan–pertanyaan terbuka. Hasil penelitian menunjukkan pasangan sudah memberikan dukungan terhadap penderita stroke baik dukungan penghargaan,  dukungan informasi, dukungan instrumental maupun dukungan emosional. Hal tersebut didapatkan dari  pasangan yang perhatian, memberi motivasi dan pengharapan untuk sembuh, selain itu juga dengan membantu saat latihan, mengantar berobat, serta memenuhi segala kebutuhan. Namun keterbatasan pengetahuan dan penerimaan diri yang maladaptif sering membuat dukungan yang diterima tidak optimal terutama terhadap rehabilitasi fungsi seksual. Kepada pasangan diharapkan dapat mencari informasi lebih banyak tentang perawatan stroke di rumah, dan  kepada tim pemberi pelayanan kesehatan dapat memberikan informasi yang komprehensif baik kepada penderita maupun pasangan.Kata kunci: Pasien stroke, dukungan, pasangan ABSTRACTStroke can affect the whole body such as paralysis, cognitive deficits, speech difficulties, emotional difficulties, pain, and problems in daily life. The recovery process in post-stroke patients take a long time and also require social support because they are not able to solve their own problems. One of the main sources of social support for stroke survivors who had married was their spouse. This study aimed to determine the perception of stroke patients to the spousal support. Research Methods was Qualitative research with a phenomenology approach. Six informants were determined purposively who meet the criteria which is stroke patients who have a spouse who cared for. The method of data collection was done by in-depth interviews. The analysis used was content analysis. This study found that the stroke patient spouses already provide good support in term of appraisal support, informasional support, instrumental support, and emosional support . However the lack of knowledge and maladaptive self acceptance made their support was not optimal, especially for the rehabilitation of sexual function. Conclusion: To the stroke patient spouses are expected to seek more information about home care for stroke patients and to the team of health care providers should provide comprehensive information to both the patient and the spouse. Keywords: stroke patients, support, spausal
POLA SEBARAN KASUS DEMAM BERDARAH DENGUE PASCATSUNAMI DI WILAYAH KOTA BANDA ACEH . Hermansyah
Idea Nursing Journal Vol 4, No 3 (2013): Idea Nursing Journal
Publisher : Fakultas Keperawatan-Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52199/inj.v4i3.1516

Abstract

Pascatsunami telah terjadi peningkatan jumlah kasus penderita dan kematian akibat Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kota Banda Aceh dibanding sebelum tsunami. Studi spasial epidemiologi ini bertujuan untuk memahami pola sebaran kasus DBD menurut wilayah tsunami berat, tsunami ringan dan tidak tsunami dengan menggunakan Analisis Tetangga Terdekat. Pola sebaran kasus DBD di wilayah tsunami berat berbentuk mengelompok (Rn=0.379) dengan rata-rata jarak antar titik kasus terdekat adalah 118.1 meter dan dalam radius ≤100 meter terdapat 57.1% titik kasus yang tersebar pada 5 klaster, sedangkan di wilayah tsunami ringan berbentuk menyebar (Rn=0.500) dengan rata-rata jarak antar titik kasus terdekat adalah 74.4 meter dan dalam radius ≤100 meter terdapat 79.6% titik kasus yang tersebar pada 8 klaster, dan di wilayah tidak tsunami berbentuk menyebar (Rn=0.580) dengan rata-rata jarak antar titik kasus terdekat adalah 104.5 meter dan dalam radius ≤100 meter terdapat 77.5% titik kasus yang tersebar pada 6 klaster. Pola sebaran DBD ternyata berbeda antar wilayah sehingga modifikasi lingkungan dan intervensi perubahan perilaku harus dilakukan berdasarkan manajemen demam berdarah dengue berbasis wilayah.
EVALUASI TITIK EVAKUASI GEMPA BUMI DAN TSUNAMI PADA BADAN LAYANAN UMUM DAERAH RUMAH SAKIT JIWA ACEH Liza Safrina; Hermansyah, Hermansyah,; T. Budi Aulia
Idea Nursing Journal Vol 6, No 2 (2015): Idea Nursing Journal
Publisher : Fakultas Keperawatan-Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (431.605 KB) | DOI: 10.52199/inj.v6i2.6534

Abstract

ABSTRAKPembangunan Rumah Sakit Jiwa Aceh yang berjalan saat ini mengakibatkan terjadinya beberapa perubahan letak pada titik kumpul (assembly point) bahkan beberapa area evakuasi gempa bumi mengalami alih fungsi, sehingga dianggap sulit untuk melakukan mobilisasi ke area tersebut. Beberapa bangunan yang dipersiapkan untuk evakuasi tsunami tidak lagi memenuhi syarat untuk digunakan. Oleh sebab itu penelitian ini dilakukan untuk mendapatkan peta titik evakuasi yang efektif saat bencana gempa bumi dan tsunami pada BLUD Rumah Sakit Jiwa Aceh. Metode yang digunakan dalam penulisan ini adalah deskriptif  kualitatif yang terfokus pada penelitian lapangan dengan menggunakan metode diskusi kelompok terarah (FGD) yang dilakukan terhadap 8 staf yang dipilih berdasarkan pengalaman melakukan evakuasi saat gempa bumi dan tsunami serta telah mengikuti simulasi evakuasi bencana, serta terhadap 2 orang stakeholder. Hasil penelitian menunjukkan kesiapsiagaan staf saat sebelum dilakukan sosialisasi dan simulasi bencana adalah seluruh staf menyatakan sangat panik dan tidak mengetahui apa yang seharusnya dilakukan, sebagian besar staf menyatakan tidak mengetahui lokasi yang tepat dan aman untuk mengevakuasi pasien saat terjadi bencana. Setelah dilakukannya simulasi, sebagian besar staf tidak panik karena mereka sudah tahu arah dan lokasi evakuasi yang harus dilalui.Kata Kunci: Evaluasi, Titik Evakuasi, Gempa Bumi, Tsunami. ABSTRACTDeveloped of Aceh Mental Hospital now resulted many changes to the location of assembly point and some of the evacuation area earthquakes experienced over the function, so it is considered difficult to mobilize to the area. Some buildings are prepared for a tsunami evacuation is no longer eligible to use. Therefore, this study was conducted to get a map of an effective evacuation point when the earthquake and tsunami in Aceh Mental Hospital. The method used in this paper is a qualitative descriptive focused on field research using focus group discussions (FGDs) were conducted on 8 staff were chosen based on experience to evacuate when the earthquake and tsunami, and has followed the simulated evacuation, as well as against 2 stakeholders. The results showed the preparedness of staff time before socialization and disaster simulation is the entire staff stated very panic and do not know what should be done, most of the staff claimed not to know the exact location and safe to evacuate patients when a disaster occurs. After the simulation, most of the staff did not panic because they already know the direction and location of evacuation must be passed.Keywords: Evaluation, Evacuation Point, Earthquake, Tsunami.
KAJIAN PENANGANAN GIZI BALITA PADA KONDISI KEDARURATAN BENCANA BANJIR DI KECAMATAN SAMPOINIET KABUPATEN ACEH JAYA Salmayati Salmayati; Hermansyah Hermansyah; Agussabti Agussabti
Jurnal Kedokteran Syiah Kuala Vol 16, No 3 (2016): Volume 16 Nomor 3 Desember 2016
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Co-Authors Abdullah, Asnawi Abdullah, Asnawi Agus Mukholid Agussabti . Agussabti Agussabti Agustina Agustina Ainal Mardhiah Ainal Mardhiah Ainal Mardiah Alma, Siti Ambarwati, Rini Anisrina Anisrina Anwar Ahmad Aramico, Basri Ariska, Tasya Arnes Yuli Vandika Asnawi Abdullah Asnawi Abdullah Asnawi Abdullah Asnawi Abdullah Asnawi Abdullah Asnawi Abdullah Asniah Syamsuddin Aulina Adamy Aulina Adamy Basri Aramico, Basri Cholila, Cholila Cut Nasrulsyah Daiyana, Intan Depy Ismarita Dewi Susanna Dito Anurogo, Dito Ede Surya Darmawan Elmiadi Elmiadi Erlangga Galih Zulva Nugroho Ernani Wijaya Fahmi Ichwansyah Fahmi Ichwansyah Fahmi Ichwansyah Farrah Fahdhienie Febi Dwirahmadi Fida’ Husain Fitria, Ida Fitriani Fadillah Fitriani Fitriani Halimatussakdiah Halimatussakdiah Helly Susanti Hermansyah, Hermansyah Hilman Syarif Iklima Iklima Irma Suryani Irwan Saputra Irwan Saputra Ismail Ismail Ismail, Nizam Isneini Isneini Isneini Judijanto, Loso Jufrizal Jufrizal Kartini Kartini Kholis Ernawati Lathifah Hanum, Lathifah Lisnayana, Lisnayana Liza Safrina M. Marthoenis Maidar Maidar Maidar Maidar Maidar, Maidar Maidar, Maidar Marlina Masyudi Masyudi Mayang Indah Arinimi Meutia Zahara Misbahul Jannah Mohamad Firdaus Mudatsir Mudatsir Muhammad Ikhsan Muhammad Muhammad Mulyadi Mulyadi Munandar, Arief Munawarah, Zakiya Munazar Munazar Mursal, Mursal Nabela, Danvil Nisa, Nurul Hafizatun Nita Adlina Nizam Ismail Nizam Ismail Nova Perdana Nurhasanah, Nurhasanah Nurhayati Nurhayati Nurhayati Nurhayati Nurhayati, Nurhayati Nurjannah Nurjannah Nurjannah Nurjannah Nurjannah, Nurjannah Nurleli Nurleli Nurleli Nurleli Nurleli Nurleli, Nurleli Nuswatul Khaira Puspita, Kori Radhiah Zakaria Raharjo, Setio Budi Rahmil Azzati Rauzatul Jannah, Syarifah Riska Novita Ritawati Ritawati Rusli Yusuf Saiful Bakri Salmayati Salmayati Shannon Rutherford Sofyan Sufri Sri Alna Mutia Suryane Sulistiana Susanti Susanti, Helly Syarifah Rauzatul Jannah Syarifuddin Syarifuddin T. Budi Aulia Tahara Dilla Santi Tahlil, Teuku Taufik Umar Fahmi Ahmadi Wirda Hayati Wirda Hayati Zakaria, Radhiah Zakaria, Radhiah