Claim Missing Document
Check
Articles

Peramalan Beban Jangka Panjang Sistem Kelistrikan Kota Palu Menggunakan Metode K Logika Fuzzy Maryantho Masarrang; Erni Yudaningtyas; Agus Naba
Jurnal EECCIS Vol 9, No 1 (2015)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (452.374 KB)

Abstract

Long-term load forecasting is intended to estimate the electrical load on an annual time period. It has an important role in the real control and security functions of an energy management system. This study is focused on designing long-term load forecasting in Palu electrical systems by using mamdani fuzzy logic method. The process of long term load forecasting is done by providings inputs; the number of customers, PDRB, and the power used for residences, businesses and public load at the previous year into the fuzzy logic system so that it is produced an output: the power used for the next year. The shows that mamdani fuzzy logic provide high level accuracy of forecasting and very small value of MSE.Index Terms:- fuzzy logic, MSE value, number of consumers, PDRB, the power used
Knowledge Management System untuk Diagnosis Infeksi Nosokomial Taufiq Rizaldi; M. Aziz Muslim; Erni Yudaningtyas
Jurnal EECCIS Vol 8, No 2 (2014)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (715.228 KB)

Abstract

Diagnosis awal terjadinya infeksi nosokomial merupakan langkah penting untuk pencegahan terjadinya infeksi yang lebih parah. Terbatasnya jumlah tenaga medis ahli untuk penentuan terjadinya infeksi pasca operasi serta kurangnya penyebaran pengetahuan, tingkat pengetahuan tentang infeksi dan penanggulangan yang dimiliki perawat menyebabkan tingkat terjadinya infeksi masih cukup tinggi. Knowledge Management System merupakan sebuah portal dari Knowledge Management yang didalamnya dapat diaplikasikan sebuah organizational intelligence atau kecerdasan organisasional untuk melakukan proses diagnosis terjadinya infeksi. Pada penelitian ini metode Case Base Reasoning diimplementasikan pada Knowledge Management System untuk melakukan proses diagnosis. Metode Case Base Reasoning menggunakan kasus lama untuk mendapatkan hasil diagnosis untuk kasus baru. Hasil dari penelitian ini adalah diagnosis terjadinya infeksi atau tidak yang dihasilkan berdasarkan kemiripan kasus (similarity) dan proses learning yang dilakukan oleh sistem. Hasil validasi yang dilakukan pada sistem menunjukkan tingkat keberhasilan sebesar 96%. Berdasarkan validasi yang ditunjukan oleh Receiver Operator Characteristic (ROC) Curve, sistem memiliki tingkat akurasi sebesar 81,25% dan berada pada area good.Kata Kunci—Case Base Reasoning, Infeksi Nosokomial, Knowledge Management, Knowledge Management System, organizational intelligence, similarity.
SISTEM MONITORING TINGKAT KELEMBAPAN TANAH DENGAN NODEMCU ESP8266 DAN BLYNK Faiz Mahrus Alaudin; Erni Yudaningtyas; Rusmi Ambarwati
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 10, No 2 (2022)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPerkembangan Teknologi merupakan fenomena yang mengubah tatanan kehidupan manusia dari berbagai bidang kehidupan salah satunya adalah bidang agrikultural, sudah banyak teknologi yang dikembangkan demi meningkatkan kualitas dan kuantitas agrikultur di Indonesia. Kelembapan tanah merupakan salah satu faktor yang memberikan pengaruh yang cukup signifikan terhadap hasil panen suatu komoditas seperti cabai dan tanaman buah buahan. Oleh karena itu pengaplikasian perkembangan teknologi untuk mengamati dan mengontrol tingkat kelembapan tanah akan sangat berguna untuk dikembangkan. Nodemcu merupakan salah satu mikrokontroler yang sering digunakan untuk keperluan sistem otomatis sederhana, khususnya sistem yang memerlukan koneksi dengan jaringan internet. Pada peneilitan ini akan digunakan Nodemcu EPS8266. Untuk menjalankan fungsi monitoring tingkat kelembapan tanah maka diperlukan sensor yang dapat membaca tingkat kelembapan tanah secara realtime yakni sensor kelembapan tanah atau soil moisture sensor. Untuk menyimpan hasil pembacaan dari sensor, maka diperlukan sebuah database, database yang digunakan adalah database MYSQL. Selain perangkat keras dan database, sistem ini juga memerlukan user interface sederhana yang dapat menampilkan nilai tingkat kelembapan tanah dan switch untuk mengaktifkan dan mematikan relay yang akan dihubungkan dengan pompa air. Dengan adanya sistem monitoring tingkat kelembapan tanah dengan nodemcu ini, tingkat kelembapan tanah pada lahan pertanian dapat tetap terjaga dan memiliki nilai yang tetap, kelembapan tanah akan berada pada titik ideal sehingga tanaman dapat tumbuh dengan baik. Selain meningkatkan hasil budidaya dalam hal kuantitas, kualitas panen yang dihasilkan pun akan meningkat.Kata Kunci : Kelembapan Tanah, Nodemcu ESP8266, Sensor Kelembapan Tanah, Database MySQLAbstractTechnological development is a phenomenon that changes the order of human life from various fields of life, one of which is the agricultural sector, many technologies have been developed to improve the quality and quantity of agriculture in Indonesia. Soil moisture is one of the factors that has a significant influence on the yield of a commodity such as chili and fruit crops. Therefore, the application of technological developments to observe and control the level of soil moisture will be very useful for development. Nodemcu is one of the microcontrollers that is often used for the purposes of simple automated systems, especially systems that require a connection to the internet network. In this research, Nodemcu EPS8266 will be used. To carry out the function of monitoring the level of soil moisture, a sensor that can read the level of soil moisture in real time is needed, namely a soil moisture sensor or soil moisture sensor. To store the readings from the sensor, a database is needed, the database used is a MYSQL database. In addition to hardware and databases, this system also requires a simple user interface that can display the value of the soil moisture level and a switch to activate and deactivate the relay that will be connected to the water pump. With the monitoring system for the level of soil moisture with this node, the level of soil moisture on agricultural land can be maintained and has a fixed value, soil moisture will be at the ideal point so that plants can grow well. In addition to increasing cultivation yields in terms of quantity, the quality of the harvest produced will also increase.Index Terms : Soil Moisture, Nodemcu ESP8266, soil moisture sensor, MYSQL database. 
RANCANG BANGUN KONTROLER ON-OFF TIGA POSISI PADA SISTEM KONTROL TEMPERATURE Jhosua Christian Tampubolon; Mochammad Rusli; Erni Yudaningtyas
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 8, No 2 (2020)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kontroler on-off tiga posisi memiliki perbedaan mendasar jika dibandingkan dengan kontroler on-off dua posisi, yaitu pada kontroler on-off tiga posisi memiliki tiga kondisi, berbeda dengan dua posisi yang hanya memiliki dua kondisi. Dua kontroler ini diuji pada Temperature Controlled System 734 12 dan dibandingkan dengan kontroler on-off dua posisi. Penelitian ini menggunakan tiga nilai setpoint yang sama tiap kontroler, serta dengan gangguan yang sama. Kontroler on-off tiga posisi menghasilkan kinerja yang lebih baik dalam daya kontroler untuk mencapai setpoint yang tinggi, respons transien yang lebih cepat, serta masa lifetime kontroler yang lebih lama, dibanding dengan kontroler on-off dua posisi. Pada penelitian ini juga membuktikan adanya kondisi mengapung yang terjadi pada kontroler on-off tiga posisi Kata Kunci: Kontroler on-off tiga posisi, kontroler on-off dua posisi, Temperature Controlled System 734 12, kondisi mengapung.   ABSTRACT Three-position on-off controller have a basic difference when compared with two position on-off controller, i.e. three-position on-off controller has three condition, different with two-position which is only has two condition. These two controllers are tested on plant Temperature Controlled System 734 12 and compared with two-position on-off controller. The experiment uses three value of setpoint which is similar for each other controllers, also with the same disturbance.  Three-position on-off controller produces better performance in given power for high value setpoint, faster transient response, and longer controller lifetime, compared to two-position on-off controller. This experiment also proved the existence of the floating condition that occur in the three-position on-off controller. Keywords: Three-position on-off controller, two-position on-off controller, Temperature Controlled System 734 12, floating condition.
KONTROL POSISI SUDUT MOTOR DC MENGGUNAKAN KONTROLER PI MRAC PADA CAMERA STABILIZER 3DOF Ikrar Dionata; Mochammad Rusli; Erni Yudaningtyas
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 7, No 4 (2019)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Divisi FW merupakan salah satu kategori lomba pada Kontes Robot Terbang Indonesia (KRTI) yang diadakan oleh DIKTI dengan tema “Monitoring dan Mapping Area Perkebunan” yang menggunakan kamera pada pesawat tipe fixed-wing.  Pesawat diharapkan mampu melakukan take off, mengirimkan data terbang, mengirim dan menayangkan secara langsung video yang diperoleh ke Ground Control Station. Kualitas live video seperti kejernihan, kontinuitas, dan fokus gambar menjadi unsur penting dalam penilaian. Aliran udara yang tidak terduga akan menyulitkan pesawat dalam proses pengambilan gambar dan video. Salah satu mekanisme yang sering digunakan untuk menjaga keseimbangan kamera yaitu camera stabilizer, dengan motor DC sebagai aktuator, rotary encoder sebagai sensor posisi sudut motor DC dan IMU sebagai sensor keseimbangan. Kontroler yang digunakan adalah Proportional Integral (PI). Motode penentuan parameter kontroler PI menggunakan teknik model reference adaptive control (MRAC) dengan aturan MIT. Dari hasil percobaan, respon sistem dengan gangguan pada motor DC 1, 2 dan 3 sebesar   ,  serta setpoint memiliki nilai , , , , , , , , , recovery time , recovery time dan recovery time .   Kata Kunci: Motor DC, Kontroler PI, MRAC, Aturan MIT, Camera Stabilizer, 3 DOF. ABSTRACT FW Division is one of the categories of competitions in Kontes Robot terbang Indonesia (KRTI) held by DIKTI with the theme "Monitoring and Mapping of Plantation Areas" which uses cameras on fixed-wing type aircraft. The aircraft is expected to be able to take off, send flying data, send and broadcast video directly to the Ground Control Station. The quality of live videos such as clarity, continuity, and focus on images are important elements in the assessment. Unexpected air flow will complicate the aircraft in the process of taking pictures and videos. One mechanism that is often used to maintain the balance of the camera is a camera stabilizer, with a DC motor as an actuator, a rotary encoder as a sensor for the angular position of the DC motor and the IMU as a balance sensor. The controller used is Proportional Integral (PI). The method for determining PI controller parameters using a model reference adaptive control (MRAC) technique with MIT rules. From the result of the experiment, the response of the system with interference on DC motor 1, 2 and 3 is 27.7 °, -12.56°, -14.33° and a setpoint of 30° has value , , , , , , , , , recovery time , recovery time and recovery time . Keywords: DC Motor, PI Controller, MRAC, MIT rules, Camera Stabilizer, 3 DOF 
PENGONTROLAN SUHU DAN KELEMBAPAN PADA BUDIDAYA SEMUT RANGRANG MENGGUNAKAN KONTROL LOGIKA FUZZY Puguh Sasi Rizky Ramadhan; Erni Yudaningtyas; Goegoes Dwi Nusantoro
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 5, No 1 (2017)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Semakin berkembangnya teknologi saat ini memberikan dampak positif pada perkembangan dunia elektronik khususnya di bidang sistem kontrol.Pada saat  ini banyak teknologi yang  telah  menggunakan alat  otomatisasi kontrol.Hal tersebut disebabkan oleh  keinginan manusia untuk memenuhi kebutuhan dan mendapatkan fasilitas kemudahan dan efisiensi dalam berbagai macam hal.Semut rangrang (Oechophylla smaragdina) merupakan semut dengan ukuran cukup besar yang memiliki kemampuan dalam membentuk anyaman untuk sarangnya. Serangga ini bersifat teritorial sehingga biasa dimanfaatkan sebagai pengendali hama, selain sebagai agen pengendali hayati semut rangrang juga mempunyai nilai ekonomis yang tinggi, yaitu sebagai penghasil kroto (larva semut rangrang) yang digunakan para penghobi burung sebagai pakan ternaknya. Selama ini kebutuhan kroto masih mengandalkan tangkapan secara tradisional di alam bebas. Pencarian kroto di alam tidak selamanya memenuhi kebutuhan masyarakat terutama saat musim penghujan sedangkan permintaan di pasaran sangat tinggi, dengan demikian tidak salah jika permintaan sangat banyak dan jumlah kroto yang ada di pasaran habis dengan cepat. Selama ini banyak peternak kroto yang mengalami kegagalan panen karena cuaca yang tidak menentu, maka penulis merancang sebuah alat pengontrol suhu dan kelembaban pada budidaya semut rangrang dengan menggunakan control logika Fuzzy.Pada pengujian keseluruhan sistem ditentukan nilai setpoint sebesar 250C dan didapatkan parameter kontrol Time Delay (Td) = 4,5 menit, Time Rise (Tr) = 7,2 menit, Time Peak (Tp) = 9 menit, Time Settling (Ts) = 11 menit. Kata Kunci—Semut Rangrang, Fuzzy, Suhu, Kelembapan.
PENGONTROLAN TEGANGAN KELUARAN MOTOR GENERATOR SET DC (TYPE 734 11) LEYBOLD DENGAN STRUKTUR STATE FEEDBACK CONTROL Rifqi Pratama Nugraha; Erni Yudaningtyas; Mochammad Rusli
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 4, No 3 (2016)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Generator merupakan alat yang paling sering digunakan untuk merubah energi yang ada dialam menjadi energi listrik. Namun salah satu masalah yang sering terjadi pada generator adalah saat generator mendapatkan pembebanan berubah-ubah, maka dapat mengakibatkan generator tersebut tidak bekerja dengan baik (tegangan keluaran tidak sesuai  dengan yang diinginkan), selain itu laboratorium sistem kontrol FTUB sedang membutuhkan modul praktikum tentang sistem kontrol modern. Sistem kontrol optimal, merupakan salah satu cabang keilmuan dari sistem kontrol modern, pada sistem kontrol optimal terdapat struktur statefeedback yang dapat melihat besar kebutuhan U (penjumlahan  input dengan hasil kali gain statefeedback dengan state) yang dibutuhkan sistem untuk mencapai steady. Pada penelitian kali ini dilakukan percobaan mengontrol tegangan keluaran sebuah prototype generator dc berupa Motor Generator Set DC(type 734 11) dimana generator dc dikopel oleh motor dc. Untuk mengontrol Plant tersebut, dalam penelitian ini dibutuhkan matriks R (matriks umpan balik) dan matriks M (matriks prafilter) dimana nilai matriks R dan M didapat dengan menyelesaikan persamaan Algebraic Riccati Equation. Nilai yang didapat untuk matriks R=  [-0.0001 0.6832] dan matriks M=[0.9927]. Respon sistem saat belum diberi matriks R dan M yaitu  error steady state yaitu 3% dan settling time 5 detik sedangkan  respon sistem setelah diberi matriks R dan M yaitu error steady state 3,6% dan settling time 1,5 detik.   Kata kunci: Sistem Kontrol Optimal, State Feedback, Tegangan Keluaran.
DESAIN DAN SIMULASI KONTROL OPTIMAL LQG (LINEAR QUADRATIC GAUSSIAN) DALAM PENGENDALIAN FLOW DAN TEMPERATUR FURNACE DI PT. ALP PETRO INDUSTRY Maulidani Rakhmad; Mochammad Rusli; Erni Yudaningtyas
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 5, No 4 (2017)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

  ABSTRAK Salah satu diantara berbagai proses itu terdapat satu proses penting yaitu Proses Distilasi Atmosferik. Proses Distilasi atmosferik ini bertujuan untuk memisahkan fraksi-fraksi yang terkandung dalam oli menjadi produk yang dikehendaki berdasarkan rentang titik didihnya pada tekanan atmosfer. Pada proses ini terjadi pemanasan minyak mentah oleh HE (Heat Exchanger), kemudian akan dilakukan pemanasan lanjut oleh furnace. Pada furnace, oli yang telah terdehidrasi (dehydrated oil) mengalami pemanasan maksimal hingga suhunya 370-375oC. Suhu ada furnace tidak boleh melebihi 385 oC untuk menghindari terjadinya cracking pada minyak. Salah satu gangguan dalam upaya pengendalian temperatur furnace adalah temperatur bahan bakar yang tidak menentu. Oleh karena itu diperlukan sistem kontrol yang dapat mengkoreksi gangguan yang muncul agar temperatur dapat terjaga dengan LQG (Linear Quadratic Gaussian). Respon yang ditunjukkan dari hasil percobaan mempunyai setling time sebesar 19,714 detik dan error steady state sebesar 0,145%. Kata Kunci: Furnace, LQG, LQR, Temperatur ABSTRACT One of the various processes there is an important process that is the Atmospheric Distillation Process. Atmospheric distillation process aims to separate the fractions contained in the oil into the desired product based on its boiling point range at atmospheric pressure. In this process, there is process of heating crude oil by HE (Heat Exchanger), then will be further heated by furnace. In the furnace, dehydrated oil heated up to 370-375oC. The temperature of the furnace should not exceed 385 ° C to avoid oil cracking. One of the disturbances in the effort to control the temperature of the furnace is the temperature of the fuel is not stabilized. Therefore, it is necessary to control system that can correct the disturbance that emerges so that the temperature can be maintained with LQG (Linear Quadratic Gaussian). The response shown from the experimental result has a settling time of 19,714 seconds and the steady state error of 0,145%. Keywords: Furnace, LQG, LQR, Temperature
PENGENDALIAN SUHU PADA SISTEM DISTILASI AIR LAUT MENGGUNAKAN YOKOGAWA DCS CENTUM VP Indra Dwi Cahya; Erni Yudaningtyas; n/a Purwanto
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 4, No 5 (2016)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Air bersih di daerah pesisir seperti kota Surabaya, menjadi hal yang sangat penting. Karena ketersediaan air dengan kebutuhan warga tidak sebanding. Dalam pemenuhan kebutuhan air diperlukan sebuah alat yang dapat mengatasi air bersih. Air laut memiliki kadar garam yang sangat tinggi, sehingga diperlukan penyaringan air untuk menghasilkan air tawar. Proses penyaringan air laut disebut dengan distilasi. Distilasi dapat mengubah air laut menjadi air tawar dengan 2 proses. Evaporasi dan kondensasi, adalah proses yang mengubah air menjadi uap kemudian diubah menjadi air tawar yang dapat digunakan untuk pemenuhan kebutuhan air bersih. Proses distilasi memerlukan alat yang bersifat massive (besar). Oleh karena itu dalam hal pengendalian prosesnya dibutuhkan sebuah Distributed Control System (DCS). Dengan DCS, pengendalian proses evaporasi maupun kondensasi dapat secara mudah dimonitor. Dengan pemanfaatan graphic mode sebagai Human Manufactur Interface (HIS) yang dapat secara mudah diamati perubahan variable-variabel yang terjadi didalam proses pengendalian. Penggunaan DCS tidak lepas dari proses sensing sebagai masukan system. Proses sensing yang dipilih menggunakan PT100 dan transmitternya. PT100 unggul dalam rentan suhu yang tinggi dan dapat secara langsung bersentuhan dengan media yang diamati. Dalam hal pengendalian, digunakan pengendalian on-off pada actuator yang dipilih karena perubahan suhu memiliki akumulatif waktu yang lama dalam proses perubahannya. Dengan memanfaatkan pengedalian on-off pada aktuator berupa kipas Niddec Gamma 32, hasil dari proses kondensasi dapat dimaksimalkan Kata kunci : Distributed Control System (DCS), Distilasi, NIddec Gamma 32, PT100
PENGENDALIAN SUHU PADA PROSES PEMBUATAN KOMPOS ANAEROB DARI SAMPAH ORGANIK BERBASIS MIKROKONTROLER Wahyu Prasetyanto; Erni Yudaningtyas; Mochammad Rusli
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 3, No 4 (2015)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (81.093 KB)

Abstract

Sampah merupakan masalah yang harus mendapatkan perhatian lebih untuk ditangani khusunya di kota-kota besar seluruh Indonesia. Salah satu penanganan penumpukan sampah adalah dengan pembuatan pupuk. Sampah dapat diolah menjadi pupuk dengan proses fermentasi. Hasil dari proses fermentasi sampah organik adalah pupuk organik atau kompos.Penelitian ini difokuskan pada pengendalian suhu untuk proses pembuatan kompos Anaerob dari sampah organik berbasis mikrokontroler, dan kontroler proporsional integral differensial, sehingga diperoleh suatu desain pengendalian suhu yang tepat untuk proses fermentasi kompos.Perancangan dan pembuatan sistem pengendalian suhu pada alat fermentasi kompos pada penelitian ini berhasil dilakukan dengan menggunakan metode satu Ziegler-Nichols, didapatkan nilai parameter yang sesuai untuk sistem yaitu nilai Kp = 8,72, nilai Ki = 0,397, dan nilai Kd = 47,998. Sistem fermentasi kompos dapat mencapai set point 40° C, settling time (ts) = 103 detik, waktu tunda (td) = 11 detik, recovery time sebesar 68 detik, dan error steady state sebesar 1,6%. Didasari dengan nilai tersebut perancangan perangkat lunak untuk sistem pengendalian suhu menggunakan software pada Arduino ATmega2560 dapat bekerja dengan baik karena dapat menjaga suhu pada kisaran 40° C.Kata Kunci— Kompos, Organik, Pengendalian Suhu, Kontroler PID, Arduino Mega
Co-Authors Achmad Ernanda T. P. Achmad Rochman Putra Achmad Teguh Wibowo Adeck Aprilyan Kurniahadi Adhif Achmad Azzari Adi Jonathan Ginting Aditya Pramono Adyartama Prananda Nugraha Adytia Nugraha Afterina Wahyu P. Agung N. Pramudhita, Agung N. Agung Prastyo Wibowo Agus Naba Ahmad Akhyar Ahmad Fathan Halim Aidil Pandu Ibnu Yogiantare Aini, Fica Aida Nadhifatul Ajeng Atha Ardella Cahyanti Al Jihad Andi Saungnaga Alfin Fahmi Ilma Mafa'id Amalia, Zakiyah Ana Muslimah Andhika Muhammad Burhanuddin Endrawan Andy Purnomo Anggit Brahmasetio Anindya Dwi Risdhayanti Annisa Taufika Firdausi Ardi Idham Sadewa Arief Rahman Hidayat Asmungi, Gaguk Avian, Cries Avif Aulia Rachman Ayatullah, Mohamad Dimyati Bambang Siswojo Bambang Siswojo Bayu Prabarianto Canggih Katon Bagas D. Christopher Imantaka Dicacara, Marina Didit Afrian Nugraha Diki Okiandri Dina Caysar Dwi Utari Surya Dwija Wisnu Brata Edi Widjajanto Edi Widjajanto Eka Adhitya Dharmawan Eldoni Tuah Rito Purba Else Surya Ningsih Enov Asi Uliando Siahaan Faiz Mahrus Alaudin Fajar Destriwanta Fakhrur Rozi Faris Naufal Musthafa Fauzan Nusyura Fauzan Yushar Azman Fauzi, Mohamad Reza Feishal Reza Firda Ardyani Firda Aulia Pramita Firdausi, Reza Gabriella Yolanda Krisanti Galang Diky Aryudha Godam Ardianto Goegoes Dwi Nusantoro Goegoes Dwi Nusantoro Goegoes Dwi Nusantoro Goegoes Dwi Nusantoro Gregory Marcellino Kacaribu Hadi Suyono Hamles Leonardo Latupeirissa Hariyanto, Arya Dwijaya Harry Soekotjo Dachlan Harry Soekotjo Dachlan Heri Susanto Herma Nugroho R. A. K. Hermawan, Dimas Aga Yusuf Ibrahim, Mochammad Hesa Idam Almualif Ika Kustanti Ikrar Dionata Imam Fauzi Imam Khairi Indra Dwi Cahya Innike Sukirman Jabal Thareq Samudra Jhosua Christian Tampubolon Kenny Aldebaran Roberts Khabib, Achsanul Labaik Khafidzni Lalu Irjan Atmanegara M. Aziz Muslim M. Faisal Nur Ryas R. M. Hadafi Maulana I. M. Taofik Chulkamdi M.T., Dr. Ir. Erni Yudaningtyas Jendra Sesoca. M.T. S.T. Ir. Purwanto Made Putera Wiguna Marcia, Hadrian Wijaya Maryantho Masarrang Maryantho Masarrang Mas Mansyur Mas Mansyur, Mas Maulidani Rakhmad Mauludi, Mohammad Zidan Milala, Ebenezer Moch. Dhofir Moch. Hannats Hanafi Ichsan Moch. Rusli Mochammad Mukson Nunahar Mochammad Rusli, Mochammad Moechammad Sarosa Mohammad Azharul Iman Mokhammad Yudha Aringga Muchammad Nashiruddin Abdurrachman Muchammad Zufar Badubah Mudjirahardjo, Panca Muhamad Faishol Arif Muhammad Afham Azri Muhammad Aziz Muslim Muhammad Dheri Maulana Akbar Muhammad Farhan Jendrandhika Atdy Muhammad Iqbal Muhammad Malik Bukhara Muhammad Oktafian Ulal Ma'arif Muhammad Salman Al Farisi Muhammad Xavier Yusa Raffyan Zachary Muhammad Zulfikri Mustaghfirin Haris Prayogo n/a Purwanto n/a Rahamdwati n/a Retnowati Nadhifatul Aini, Fica Aida Nanang Sulistiyanto Nandana Wiragotra Napitupulu, Calvin Yohanes Nofriwanda, Alfi Nur Fitria, Nur Nurul Irfan AlFandy Nusantoro, Goegoes Dwi Okiandri, Diki P., Sholeh Hadi Persada, Tachta Pandu Ponco Siwindarto Pranandaru, Danu Prasetya, Agiel Marfil Prawidya Destarianto Prawiro, Sumarno Reto Puguh Sasi Rizky Ramadhan Purnomo Budi Santosa Purwono Budi Prasetyo R. A. K., Herma Nugroho R. Afin Priswiyandi Rabbani, Muhammad Rachman Bagus S. Radek Purnomo Raden Arief Setyawan Rahmad Angga Darul Quthni Rahmadwati, n/a Rahmadwati, n/a Raihan Adi Nugroho Rama Hasani Randy Endia Suranta Sembiring Rangga Pandu Purnama Rayhan Faiz Andhika Reynaldi Nugraha Reza, Feishal Rifky Justian Rifqi Hilman Wangsawinangun Rifqi Pratama Nugraha Risal Alfiandi Rizky Arissandi Rizqi Rahmawan Rohmatillah, Mahdin Ronald Dwi Nompunu Rosyik, Rizal Rusli, Mochammad Rusmi Ambarwati Rusmi Ambarwati Ryan Ardhika Salnan Ratih Asriningtias, Salnan Ratih Sholeh Hadi P. Siti Duratun Nasiqiati Rosady Siti Duratun Nasiqiati Rosady Subono, Subono Sukowati, Azizah Dian Sumarno Reto Prawiro Sunaryo Sunaryo Sunaryo, Sunaryo Suraduita Mupasanta Syafei, Muhammad Talifatim Machfuroh, Talifatim Taufiq Rizaldi Thomi Febriyan Lukhito Tri Nurwati Triandianzah, Dimas Umam, Busro Akramul Uslifatin Ni'mah Valen Kristian Eriski Vicentius Nyorendra Wahyu Gusti Habibi Wahyu Prasetyanto Wiam Mardliy Syahrir Wicaksana Rismawardi Willi Bangun Iswara Wirangga Luvianca Yana, Ade Amruchly Yogi Herlangga Yolanda Adi Setiawan Yoppy Yanuar Bayuaji Yoshiko, n/a Yudika Putra Perdana Pangaribuan Zakiyah Amalia Zartika, Putri Ayu