AbstrakKegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan untuk menjawab kebutuhan peningkatan kompetensi guru SMK bidang kecantikan dan spa di Sumatera Barat yang masih menghadapi tantangan dalam menerapkan asesmen pembelajaran adaptif dan memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI). Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan guru dalam memahami konsep asesmen adaptif serta mengintegrasikan AI Chatbot seperti ChatGPT dalam proses perancangan dan evaluasi pembelajaran agar lebih inovatif, autentik, dan efisien. Kegiatan dilaksanakan pada 2–3 Agustus 2025 di Program Studi Pendidikan Tata Rias dan Kecantikan, Fakultas Pariwisata dan Perhotelan, Universitas Negeri Padang, dengan melibatkan 25 guru dari lima sekolah mitra, yaitu SMKN 7 Padang, SMKN 6 Padang, SMKN 3 Payakumbuh, SMKN 1 Sijunjung, dan SMKN 2 Bukittinggi. Metode pelatihan meliputi sosialisasi, ceramah interaktif, demonstrasi, praktik langsung (hands-on training), dan refleksi bersama. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman guru terhadap prinsip asesmen adaptif serta keterampilan menggunakan ChatGPT untuk menyusun tujuan pembelajaran, indikator capaian, instrumen asesmen, dan rubrik penilaian berbasis AI. Peserta menunjukkan antusiasme tinggi dan kesiapan untuk mengimplementasikan asesmen digital di sekolah masing-masing. Kegiatan ini disarankan untuk dilanjutkan melalui pendampingan berkala dan pembentukan forum komunitas guru berbasis AI guna memperkuat keberlanjutan praktik asesmen adaptif berbasis teknologi di pendidikan vokasi. Kata kunci: asesmen adaptif; ChatGPT; kecerdasan buatan; guru smk; pembelajaran vokasi. AbstractThis community service activity was carried out to address the need to enhance the competencies of vocational school teachers in the field of beauty and spa in West Sumatra, who continue to face challenges in implementing adaptive learning assessment and utilizing Artificial Intelligence (AI) technologies. The primary objective of this program was to improve teachers’ understanding of adaptive assessment concepts and to train them in integrating AI chatbots, such as ChatGPT, into the process of instructional design and evaluation to make learning more innovative, authentic, and efficient. The activity was conducted on August 2–3, 2025, at the Department of Beauty and Cosmetology Education, Faculty of Tourism and Hospitality, Universitas Negeri Padang, involving 25 teachers from five partner vocational schools: SMKN 7 Padang, SMKN 6 Padang, SMKN 3 Payakumbuh, SMKN 1 Sijunjung, and SMKN 2 Bukittinggi. The training employed various methods, including socialization, interactive lectures, demonstrations, hands-on practice, and reflective discussions. The results indicated a significant improvement in teachers’ understanding of adaptive assessment principles and their ability to use ChatGPT to design learning objectives, achievement indicators, assessment instruments, and AI-based scoring rubrics. Participants demonstrated high enthusiasm and readiness to implement digital assessment practices in their respective schools. It is recommended that this program be continued through periodic mentoring and the establishment of an AI-based teacher community forum to ensure the sustainability of adaptive, technology-integrated assessment practices in vocational education. Keywords: adaptive assessment; ChatGPT; artificial intelligence; vocational teachers; vocational learning.