Claim Missing Document
Check
Articles

Pelatihan digitalisasi sumber belajar, asesmen, dan evaluasi pembelajaran berbasis ChatGPT bagi guru SMPN 9 Payakumbuh Indra Saputra; Hayatunnufus Hayatunnufus; Siska Miga Dewi; Reflianto Reflianto; Elviza Yeni Putri; Melda Mahniza
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 4 (2024): December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i4.26825

Abstract

AbstrakLatar belakang kegiatan Program Kemitraan Masyarakat (PKM) berkaitan dengan kondisi sumber belajar tekstual yang ada belum mampu memenuhi kebutuhan kelas digital yang dinamis. Selain itu, asesmen dan evaluasi pembelajaran yang belum melibatkan teknologi digital secara optimal berdampak pada kurangnya akurasi dalam mengukur perkembangan kompetensi siswa. Tujuan dari kegiatan PKM yang diwujudkan dalam bentuk pelatihan adalah meningkatkan kompetensi guru dalam konteks digitalisasi sumber belajar, asesmen, dan evaluasi dengan menggunakan ChatGPT. Metode pelatihan yang digunakan adalah ceramah, diskusi, demonstrasi dan praktik. Kegiatan pelatihan ini dilaksanakan pada tanggal 24 Agustus 2024. Peserta pelatihan adalah guru SMPN 9 Payakumbuh yang berjumlah 31 orang. Latar belakang keahlian peserta mencakup semua mata pelajaran seperti Pendidikan Agama dan Budi Pekerti, Bahasa Indonesia, Matematika, IPA, IPS, Bahasa Inggris, PPKn, Seni Budaya, dan Informatika. Kegiatan pelatihan ini diawali dengan tahap perencanaan yang mencakup koordinasi terkait kebutuhan pelatihan dan sasaran pelatihan. Tahap pelaksanaan diawali dengan proses penyampaian materi dan diskusi serta dilanjutkan proses demonstrasi dan praktik dalam konteks digitalisasi sumber belajar, asesmen dan evaluasi berbasis ChatGPT. Tahapan terakhir pelatihan adalah evaluasi yang mengukur capaian kegiatan pelatihan. Hasil pelatihan mendeskripsikan bahwa peserta dapat mengikuti kegiatan dengan penuh antusias. Selanjutnya, peserta juga dapat memenuhi beberapa indicator ketercapaian kegiatan pelatihan antara lain mampu melakukan proses digitalisasi sumber belajar dalam bentuk modul dan dan buku elektronik. Selanjutnya, peserta juga mampu Menyusun instrument asesmen dan evaluasi dengan menggunakan Chat GPT. Beberapa indicator tersebut mengindikasikan bahwa tujuan pelaksanaan pelatihan dapat tercapai dengan baik. Rekomendasi untuk kegiatan ini adlaah agar pelatihan dapat dilaksanakan secara berkelanjutan agar hasil pelatihan dapat diimplementasikan dengan maksimal. Kata kunci: asesmen; evaluasi; ChatGPT; sumber belajar AbstractThe Community Partnership Program (PKM) addresses the limitations of existing textual learning resources in meeting the needs of dynamic digital classrooms. Additionally, assessment and evaluation have not yet fully integrated digital technology, resulting in less accurate measurements of students' competencies. The PKM program aims to improve teachers' skills in digitalizing learning resources, assessment, and evaluation using ChatGPT. Training methods included lectures, discussions, demonstrations, and hands-on practice. This training activity was conducted on August 24, 2024. The participants, 31 teachers from SMPN 9 Payakumbuh, covered various subjects like Religious Education, Mathematics, Science, Social Studies, and Informatics. The training began with planning, followed by material delivery, discussions, and practical sessions focused on digitalizing learning resources and using ChatGPT for assessments. The final evaluation measured the program's success. Participants were enthusiastic, meeting key objectives such as converting learning materials into e-books and developing assessment tools with ChatGPT. These outcomes indicate the training's success. The recommendation is to conduct ongoing training to ensure the effective implementation of the skills learned. Keywords: assessment; evaluation; ChatGPT; learning resources
Penyuluhan dan pelatihan pembuatan masker tradisional dari kulit buah asam kandis sebagai upaya pengembangan ekonomi masyarakat Nagari Salibutan Merita Yanita; Ringga Novelni; Siska Miga Dewi
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 2 (2025): March
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i2.28275

Abstract

AbstrakGamaran merupakan salah satu Korong yang terdapat di Nagari Salibutan. Berdasarkan observasi di lapangan terdapat hutan sosial yang luasnya mencapai 2.800 hektar di Korong Gamaran yang membudidayakan tanaman asam kandis. Asam kandis ini biasanya diolah oleh Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS) Kandis Bundo Gamaran. Berdasarkan hasil wawancara dengan ketua KUPS Kandis Bundo Gamaran, untuk saat ini KUPS hanya menghasilkan produk olahan buah asam kandis dalam bidang kuliner dan olahan bumbu. Diketahui bahwa buah asam kandis memiliki aktivitas antioksidan sehingga bisa dikembangkan dalam bidang kecantikan seperti masker tradisional untuk perawatan kulit wajah. Namun KUPS Kandis Bundo Gamaran ini belum memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam hal tersebut. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan terhadap KUPS Kandis Bundo Gamaran tentang proses pembuatan masker tradisional berbahan dasar asam kandis sehingga bisa menghasilkan inovasi produk turunan dari asam kandis yang memiliki nilai jual yang lebih. Metode pelatihan yang digunakan adalah ceramah, diskusi, demonstrasi dan praktik. Peserta pelatihan adalah anggota KUPS Bundo Gamaran yang berjumlah 20 orang. Kegiatan pelatihan ini diawali dengan tahap perencanaan yang mencakup koordinasi terkait kebutuhan pelatihan dan sasaran pelatihan. Tahap pelaksanaan diawali dengan proses penyampaian materi dan diskusi serta dilanjutkan proses demonstrasi dan praktik pembuatan masker tradisional berbahan dasar asam kandis. Tahapan terakhir pelatihan adalah evaluasi yang mengukur capaian kegiatan pelatihan. Hasil pelatihan menggambarkan bahwa peserta dapat mengikuti kegiatan dengan penuh antusias. Selanjutnya, peserta juga dapat memenuhi beberapa indikator ketercapaian kegiatan pelatihan antara lain memahami manfaat buah asam kandisi dalam bidang kecantikan. Selanjutnya, peserta juga memahami dan mampu membuat masker tradisonal. Beberapa indikator tersebut mengindikasikan bahwa tujuan pelaksanaan pelatihan dapat tercapai dengan baik. Kata kunci: KUPS Kandis Bundo Gamaran; buah asam kandis; masker tradisional. Abstract Gamaran is one of the Korongs in Nagari Salibutan. Based on observations in the field, there is a social forest covering an area of 2,800 hectares in Korong Gamaran which cultivates kandis acid plants. Kandis acid is usually processed by the Kandis Bundo Gamaran Social Forestry Business Group (KUPS). Based on the results of an interview with the chairman of KUPS Kandis Bundo Gamaran, currently KUPS only produces processed kandis acid fruit products in the culinary and spice processing sectors. It is known that kandis tamarind fruit has antioxidant activity so it can be developed in the beauty sector such as traditional masks for facial skin care. However, KUPS Kandis Bundo Gamaran does not yet have the knowledge and skills in this matter. This service activity aims to provide knowledge and skills to KUPS Kandis Bundo Gamaran regarding the process of making traditional masks made from kandis acid so that they can produce innovative products derived from kandis acid which have greater selling value. The training methods used are lectures, discussions, demonstrations and practice. The training participants were 20 members of KUPS Bundo Gamaran. This training activity begins with a planning stage which includes coordination regarding training needs and training targets. The implementation phase begins with the process of delivering material and discussions and continues with the demonstration process and practice of making traditional masks made from kandis acid. The final stage of training is evaluation which measures the achievements of training activities. The results of the training illustrate that participants were able to participate in the activities with enthusiasm. Furthermore, participants can also fulfill several indicators of achievement of training activities, including understanding the benefits of kandisi tamarind fruit in the field of beauty. Furthermore, participants also understand and are able to make traditional masks. Several indicators indicate that the objectives of implementing the training can be achieved well. Keywords: KUPS Kandis Bundo Gamaran; kandis acid; traditional masks
Transformasi evaluasi pembelajaran berbasis AI: Pelatihan Chatbot AI bagi Pendidik SMPN 9 Payakumbuh Indra Saputra; Hayatunnufus Hayatunnufus; Siska Miga Dewi; Elviza Yeni Putri; Melda Mahniza; Reflianto Reflianto; Feriantano Sundang Pranata
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 3 (2025): May
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i3.30792

Abstract

AbstrakPerkembangan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) telah membuka peluang baru dalam dunia pendidikan, khususnya dalam proses evaluasi pembelajaran. Namun, di lapangan masih banyak guru yang belum memiliki pemahaman dan keterampilan yang memadai dalam memanfaatkan teknologi ini secara optimal. Kondisi ini juga ditemukan di SMPN 9 Payakumbuh, di mana sebagian besar guru masih menggunakan metode evaluasi konvensional yang kurang fleksibel, memakan waktu, dan belum mencerminkan kemampuan siswa secara akurat. Program Kemitraan Masyarakat (PKM) ini dilaksanakan untuk meningkatkan kompetensi guru dalam melakukan evaluasi pembelajaran berbasis AI, khususnya melalui pemanfaatan Chatbot AI seperti ChatGPT. Kegiatan pelatihan dilaksanakan pada 24 Agustus 2024 di SMPN 9 Payakumbuh, diikuti oleh 31 guru dari berbagai mata pelajaran. Metode pelatihan meliputi ceramah, diskusi, demonstrasi, dan praktik langsung. Materi difokuskan pada penggunaan ChatGPT untuk menyusun soal, menganalisis jawaban siswa, memberikan umpan balik otomatis, serta merancang evaluasi berbasis interaksi percakapan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta mampu menyusun instrumen evaluasi digital berbasis ChatGPT dan menunjukkan antusiasme tinggi terhadap penggunaan AI dalam pembelajaran. Disarankan agar pelatihan ini dilanjutkan secara berkala dan disertai dengan pendampingan untuk mendukung implementasi berkelanjutan di kelas. Kata kunci: Chatbot AI; evaluasi pembelajaran; ChatGPT; kompetensi guru; pelatihan. The rapid advancement of Artificial Intelligence (AI) has introduced new opportunities in the field of education, particularly in the area of learning assessment. However, many teachers, including those at SMPN 9 Payakumbuh, still rely on conventional evaluation methods that tend to be time-consuming, inflexible, and less accurate in reflecting students' competencies. This Community Partnership Program (PKM) was implemented to enhance teachers’ competencies in AI-based assessment by utilizing chatbot technology, specifically ChatGPT. The training was conducted on August 24, 2024, involving 31 teachers from various subject areas. The training methods included lectures, discussions, demonstrations, and hands-on practice. The content focused on the use of ChatGPT to design assessment questions, analyze student responses, provide automated feedback, and develop interactive, conversation-based evaluations. The results indicated that participants were able to develop AI-based digital assessment instruments and demonstrated high enthusiasm for integrating AI into teaching practices. It is recommended that similar training be conducted regularly and supported with mentoring to ensure sustainable implementation in classrooms. Keywords: Chatbot AI; learning assessment; ChatGPT; teacher competence; professional training.
Pengetahuan Dalam Penggunaan Sunscreen Pada Mahasiswa Fakultas Pariwisata Dan Perhotelan Susiladani Susiladani; Dian Ramadani; Hilmi Habibah; Siska Miga Dewi
Jurnal Manajemen Pariwisata dan Perhotelan Vol. 3 No. 1 (2025): Jurnal Manajemen Pariwisata dan Perhotelan
Publisher : International Forum of Researchers and Lecturers

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59581/jmpp-widyakarya.v3i1.4474

Abstract

Indonesia, as a tropical country, faces a high risk from ultraviolet (UV) radiation that can damage skin and health. This study aims to evaluate the knowledge and behavior regarding sunscreen use among students of the Faculty of Tourism and Hospitality. The method used is a survey with questionnaires distributed to respondents. Results indicate that although students are aware of the importance of using sunscreen, the usage rate remains low, and many do not choose safe products. These findings highlight the need for increased knowledge about proper sunscreen selection and the dangers of UV exposure. The implications of this research emphasize the importance of further education on correct sunscreen use, as well as the necessity for outreach activities to raise awareness about skin protection from sun exposure. Thus, it is hoped that adolescents can better maintain their skin health and reduce the risk of diseases caused by excessive UV exposure.
Project-Based Learning (PjBL) Model in E-Module as an Improvement of Critical Thinking in the Department of Cosmetology And Beauty Rahmi Oktarina; Siska Miga Dewi
The Indonesian Journal of Computer Science Vol. 12 No. 4 (2023): The Indonesian Journal of Computer Science
Publisher : AI Society & STMIK Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33022/ijcs.v12i4.3264

Abstract

The goal of this research is to enhance learning and critical thinking abilities of Cosmetology and Beauty students in e-commerce courses through the implementation of interactive e-commerce e modules. This study uses a quasi-experimental approach with control groups for the pretest and posttest. Data collection was carried out using instruments in the form of open questionnaires and tests. The study's data analysis method is quantitative descriptive analysis, differentiation power analysis using T Test and qualitative descriptive analysis. The independent sample t test findings describe a Sig (2 Tailed) greater in the experimental class compared to the control class, it can be inferred that there is a substantial difference between the two groups. The overall findings support the usage of the e-module in e-commerce courses because it has been shown to enhance critical thinking abilities and learning outcomes.
Practicality of E-Module Utilizing Meta-Creative Strategies Rahmiati, Rahmiati; Putri, Mutia; Saputra, Indra; Astuti, Murni; Miga Dewi, Siska
The Indonesian Journal of Computer Science Vol. 12 No. 6 (2023): The Indonesian Journal of Computer Science
Publisher : AI Society & STMIK Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33022/ijcs.v12i6.3518

Abstract

This study aims to create an e-module for beauty and makeup research. It places its focus on evaluating the practicality of the e-module through the utilization of the meta-creative strategy approach. This evaluation is carried out by assessing it with two distinct groups, which are lecturers and students. The outhor employs a systematic approach in evaluating the e-module with the meta-creative strategy. The primary criteria for assessment include ease of media usage, time efficiency, interpretation ability and equvalency. The analysis results indicate a high level of practicality for the e-module with meta-creative strategy used in this learning process. The lecturer and students both rated it highly, with scores of 0,92 and 0.87 respectively. These score reflect the favorable reception from both groups of stakeholders. These findings lend support to the concept of meta-creativity e-module developments and underscore the potential of educational technology in enhancing the learning experience.
Inovasi Nail Art menggunakan Biji Wijen dengan Teknik Tempel 3D untuk Meningkatkan Kreativitas dalam Desain Kuku Dani, Ginal Ilmi; Rahmiati, Rahmiati; Astuti, Murni; Dewi, Siska Miga
TSAQOFAH Vol 5 No 5 (2025): SEPTEMBER
Publisher : Lembaga Yasin AlSys

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58578/tsaqofah.v5i5.7076

Abstract

This study aims to explore design innovation in Nail Art using sesame seeds through a three-dimensional (3D) applique technique as a creative medium for nail decoration. The method used is experimental with a descriptive quantitative approach. Six designs were developed based on three main themes: flora, fauna, and abstract, utilizing natural sesame seeds, food coloring, and nail polish. The designs were evaluated by seven panelists using four creativity indicators: fluency, flexibility, originality, and elaboration. The results show an average creativity score of 3.73, categorized as “highly creative,” with the highest score found in the fluency indicator at 3.80. These findings demonstrate that sesame seeds can serve as an innovative, aesthetic, and eco-friendly material in nail art. The study concludes that natural material-based innovation, such as the use of sesame seeds, has the potential to enrich Nail Art design development and contribute to enhancing creativity in beauty education. The implications suggest opportunities for utilizing local materials in sustainable and educational aesthetics industries.
Pelatihan asesmen dan evaluasi adaptif berbasis chatbot artificial intelligence bagi guru SMK Bidang Kecantikan dan Spa di Sumatera Barat Rahmiati Rahmiati; Hayatunnufus Hayatunnufus; Merita Yanita; Siska Miga Dewi; Febri Silvia; Indra Saputra
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 2 (2026): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i2.38840

Abstract

AbstrakKegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan untuk menjawab kebutuhan peningkatan kompetensi guru SMK bidang kecantikan dan spa di Sumatera Barat yang masih menghadapi tantangan dalam menerapkan asesmen pembelajaran adaptif dan memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI). Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan guru dalam memahami konsep asesmen adaptif serta mengintegrasikan AI Chatbot seperti ChatGPT dalam proses perancangan dan evaluasi pembelajaran agar lebih inovatif, autentik, dan efisien. Kegiatan dilaksanakan pada 2–3 Agustus 2025 di Program Studi Pendidikan Tata Rias dan Kecantikan, Fakultas Pariwisata dan Perhotelan, Universitas Negeri Padang, dengan melibatkan 25 guru dari lima sekolah mitra, yaitu SMKN 7 Padang, SMKN 6 Padang, SMKN 3 Payakumbuh, SMKN 1 Sijunjung, dan SMKN 2 Bukittinggi. Metode pelatihan meliputi sosialisasi, ceramah interaktif, demonstrasi, praktik langsung (hands-on training), dan refleksi bersama. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman guru terhadap prinsip asesmen adaptif serta keterampilan menggunakan ChatGPT untuk menyusun tujuan pembelajaran, indikator capaian, instrumen asesmen, dan rubrik penilaian berbasis AI. Peserta menunjukkan antusiasme tinggi dan kesiapan untuk mengimplementasikan asesmen digital di sekolah masing-masing. Kegiatan ini disarankan untuk dilanjutkan melalui pendampingan berkala dan pembentukan forum komunitas guru berbasis AI guna memperkuat keberlanjutan praktik asesmen adaptif berbasis teknologi di pendidikan vokasi. Kata kunci: asesmen adaptif; ChatGPT; kecerdasan buatan; guru smk; pembelajaran vokasi. AbstractThis community service activity was carried out to address the need to enhance the competencies of vocational school teachers in the field of beauty and spa in West Sumatra, who continue to face challenges in implementing adaptive learning assessment and utilizing Artificial Intelligence (AI) technologies. The primary objective of this program was to improve teachers’ understanding of adaptive assessment concepts and to train them in integrating AI chatbots, such as ChatGPT, into the process of instructional design and evaluation to make learning more innovative, authentic, and efficient. The activity was conducted on August 2–3, 2025, at the Department of Beauty and Cosmetology Education, Faculty of Tourism and Hospitality, Universitas Negeri Padang, involving 25 teachers from five partner vocational schools: SMKN 7 Padang, SMKN 6 Padang, SMKN 3 Payakumbuh, SMKN 1 Sijunjung, and SMKN 2 Bukittinggi. The training employed various methods, including socialization, interactive lectures, demonstrations, hands-on practice, and reflective discussions. The results indicated a significant improvement in teachers’ understanding of adaptive assessment principles and their ability to use ChatGPT to design learning objectives, achievement indicators, assessment instruments, and AI-based scoring rubrics. Participants demonstrated high enthusiasm and readiness to implement digital assessment practices in their respective schools. It is recommended that this program be continued through periodic mentoring and the establishment of an AI-based teacher community forum to ensure the sustainability of adaptive, technology-integrated assessment practices in vocational education. Keywords: adaptive assessment; ChatGPT; artificial intelligence; vocational teachers; vocational learning.
Penggunaan Poly Gel dalam Peningkatan Estetika Nail Art pada Teknik 3D Syahrani Gusvita; Siska Miga Dewi
YASIN Vol 6 No 4 (2026): AGUSTUS
Publisher : Lembaga Yasin AlSys

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58578/yasin.v6i4.10775

Abstract

Although 3D nail art is increasingly developing in the field of makeup and beauty, variations in poly gel application techniques for 3D nail art designs remain limited, which may affect customers’ interest in the designs offered. This study aims to describe the results of applying poly gel with flora motifs to 3D nail art designs in terms of beauty, neatness, texture, and preference. This study used a quantitative descriptive method with an experimental design. The object of the study was the use of poly gel in 3D technique nail art designs applied to false nails (fake nails) with flora motifs. The research procedure included the stages of preparation, experiment implementation, observation and assessment, data collection, data analysis, conclusion drawing, and recommendation formulation. The assessment was conducted by nine panelists consisting of two individuals from the hand care field, two individuals from nail art specialty salons, and five makeup and beauty students from the 2021 cohort who frequently use nail art. Data were collected through observation and documentation, and were then analyzed using a percentage formula. The results showed that the use of poly gel in 3D technique nail art received positive assessments in terms of beauty, neatness, texture, and preference. In terms of beauty, the designs were predominantly rated in the beautiful and very beautiful categories. In terms of neatness, most panelists rated the nail art results as neat to very neat. In terms of texture, the 3D nail art designs made with poly gel were assessed as having a smooth surface and being visually comfortable. In terms of preference, the panelists generally liked the 3D nail art designs using poly gel. The conclusion of this study affirms that poly gel with flora motifs can be used as an alternative material and technique in developing 3D nail art designs that are aesthetic, neat, smooth-textured, and favored by users.
Hubungan Pengetahuan Terhadap Perilaku Penggunaan Sunscreen pada Mahasiswa Tata Rias dan Kecantikan Jusnita; Siska Miga Dewi
Journal of Educational Administration and Leadership Vol. 5 No. 3 (2025): Vol 5 Issue 3 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jeal.v5i3.558

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat pengetahuan, perilaku penggunaan sunscreen, serta hubungan antara keduanya pada mahasiswa Tata Rias dan Kecantikan. Instrumen penelitian diuji validitas dan reliabilitasnya, dan seluruh item dinyatakan valid dengan reliabilitas pada kategori sedang hingga tinggi. Hasil analisis menunjukkan bahwa pengetahuan mahasiswa berada pada kategori baik dengan rata-rata persentase 81%, sedangkan perilaku penggunaan sunscreen berada pada kategori tinggi dengan rata-rata item antara 4,20–4,51. Namun, uji korelasi Pearson menunjukkan hubungan yang sangat lemah dan tidak signifikan antara pengetahuan dan perilaku (r = 0,123; Sig. = 0,308). Temuan ini mengindikasikan bahwa peningkatan pengetahuan tidak selalu diikuti oleh peningkatan perilaku, sehingga faktor lain seperti persepsi, kebiasaan, dan kontrol diri turut berpengaruh. Penelitian ini menegaskan perlunya edukasi praktis untuk meningkatkan perilaku perlindungan kulit.
Co-Authors Amelia Hanif Ariyani, FharaDita Asrah Rezki Fauzani Ayu, Nurisma Azhari, Nadya Chan, Putri Afsyari Dani, Ginal Ilmi Deana, Annisha Amelya Putri Dewi Safitri Dian Ramadani Dira Kusuma Dwilarani, Adinda Dzikra, Savira Zanni Ervina Vivin Pratiwi Fauzan Aulia Febri Silvia Feriantano Sundang Pranata Gusfadila, Nincy Hadiastuti, Hadiastuti Hannum, Lili Faridah Hasibuan, Nurhayya Putri Hayatunnufus Hayatunnufus Hayatunnufus Hayatunnufus Hilmi Habibah Hutasuhut, Nurul Inayah Indah Permata Sari Indah Purnama Sari Indra Saputra Indra Saputra It Fernando Putra Jusnita khairani, afdila Koto, Rahmat Desman Kurnia Sari, Syakira Lasmi, Nadia Luthfita, Shalsabilla maidi, asdita Melda Mahniza Mentari, Tyas Asih Surya Merita, Yanita Muhammad Adek Muhammad Adek, Muhammad Mukminan Murni Astuti Nadya Azhari naseha sainah, desi putri ramadona Naseha Sakinah Nesa Riska Pangesti Nindi Elisa Ningsih, Ratih Ayu Setia Novrita, Sri Zulfia Nurcahayani, Imas Nurhasanah Nurisma Ayu Nurul Aziza, Nurul Oktarina, Rahmi Pratiwi, Ervina Vivin Puji Hujria Suci Putra , It Fernando Putri, Angel Dasma Putri, Fani Yonita Putri, Fidella Eriza Putri, Mutia Putri, Nadila Dwi Putri, Rosima Rafikah Husni Rahmadani Vildira Rahmiati Rahmiati Rahmiati Rahmiati Rani, Yati Aisya rauzati, nursandrina Reflianto, Reflianto Reni Fitria Ringga Novelni Sari, Dinda Erinta Sari, Syakira Kurnia Sartika, Diza Savitri, Shallu Rahma Shallu Rahma Savitri Siska Yohanifa Siti Hajar Thaitami Susiladani Susiladani Syahrani Gusvita T, Miftahur Rahmi Anasti Tiara Annisa Tonapa, Jeny Cartika Try Syalsabila Vivi Harmanda Wanti, Hilda Windy Putri Rahmadani Yanita, Merita Yanti, Rini Fariska Yasmin, Nadya Yeni Elviza Febrianti YUPELMI, MIMI Zahira Zahira