Articles
Aplikasi PC Dekstop sebagai Penerima Data pada Implementasi Jaringan Mesh Berbasis XBee
Sugondo Hadiyoso
Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi (SNATI) 2015
Publisher : Jurusan Teknik Informatika, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Islam Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Abstrak—Monitoring secara terpusat menjadi salah satu isupenting yang telah banyak diimplementasikan untuk berbagaiaplikasi. Beberapa dilakukan secara online menggunakaninternet sebagai bentuk penerapan Internet of Things (IoT)maupun secara offline untuk cakupan yang relatif kecil.Kegiatan monitoring dapat dilakukan secara peer to peermaupun secara bersamaan dari beberapa node sensor sehinggamemerlukan aplikasi khusus yang dapat memonitor data secarabersamaan. Fokus pekerjaan yang dilakukan adalah membuataplikasi untuk menerima data dan merepresentasikan datadalam bentuk grafik dari seluruh sensor node pada jaringanMesh yang menggunakan transceiver XBee sebagai medianya.Data yang diterima dari setiap node akan dipisahkanberdasarkan penamaan node sehingga data dapatdirepresentasikan dengan benar sesuai data yang dikirimkanoleh setiap node. Dari hasil yang diperoleh, program aplikasiyang direalisasiakn dapat memisahkan data antara node yangsatu dengan node yang lain dengan nilai keberhasilan 100%.Kata kunci—Monitoring; Mesh; XBee; Node
Scrambling and De-Scrambling Implementation Using Linear Feedback Shift Register Method on FPGA
Manda Lurina;
Sugondo Hadiyoso;
Rina Pudji Astuti
IJAIT (International Journal of Applied Information Technology) Vol 01 No 01 (May 2017)
Publisher : School of Applied Science, Telkom University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.25124/ijait.v1i02.876
Digital broadband communications require a fast, functional and efficient system. In a digital communication system, a long sequence of bits '0' or '1' will inherits the loss of bit synchronization, and hence it can cause the false detection on the receiver. To avoid this, long sequence of bits will be randomized first so that long sequence of bits '0' or '1' can be removed. This randomization process is called scrambling and the circuit that works for the process is a scrambler. In the receiver there is a descrambler that serves to return the bits to their original information. This paper presents a design of scrambler and descrambler using a combination of Linear Feedback Shift Register (LFSR) with 15 registers, XOR logic gates, and Pseudo Random Binary Sequence (PRBS) generator structure with polynomial 1 + x14 + x15. One of the two main parts of LFSR is the shift register while the other is the feedback. In LFSR, the bits contained within the selected position in the shift register will be combined in a function and the result will be put back into this register's input bit. Feedback also makes the system more stable and no error occurrence. Then special tap is taken from a certain point in XOR and returned as a feedback register. The system is implemented on FPGA board Altera De0-Nano EP4CE22F17C6 Cyclone IV E. Resource memory required <1% of available memory. Bit rate that can be achieved with clock speed 50MHz is 335570.47 bps.
Design Of Mini ECG for High Mobility Athlete
Sugondo Hadiyoso;
Achmad Rizal;
Koredianto Usman;
Radian Sigit
INKOM Journal Vol 7, No 2 (2013)
Publisher : Pusat Penelitian Informatika - LIPI
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.14203/j.inkom.255
Electrocardiogram (ECG) is signal as a result of the electrical activity of the heart. ECG is taken by placing electrodes at a certain point a person's body. In this research made ​​digital ECG device that is used to monitor the condition of the heart of athlete. ECG is designed in small size that can be put on the waist with a mini LCD to view ECG signal graph. The system used 3 ECG leads with Einthoven triangle method. Electrodes are attached to the body taking electrical signal activity of the heart then the signal is amplified and filtered by signal conditioning. By Analog to Digital Converter signals are converted into digital data then the microcontroller reads data from ADC and displays graphs of signal and heart rate on the Nokia 5110’s LCD screen. Keywords: Electrocardiogram, Athlete, Einthoven, ADC, Nokia 5110
APLIKASI PRESENSI MENGGUNAKAN PENGENAL WAJAH BERBASIS OPENCV
Sugondo Hadiyoso
Jurnal Elektro dan Telekomunikasi Terapan (e-Journal) Vol 7 No 2 (2020): JETT Desember 2020
Publisher : Direktorat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Telkom
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.25124/jett.v7i2.2706
Penelitian ini merealisasikan sebuah aplikasi pencatat kehadiran otomatis menggunakan mekanisme pengenalan wajah. Metode pengenalan yang dipakai adalah metode Eigenface dengan algoritma Haar Cascade yang mampu mendeteksi dengan cepat dan realtime wajah manusia. Parameter pengujian yang dilakukan meliputi tiga kondisi yakni pengujian terhadap tipe wajah, terhadap jarak ke objek, dan terhadap delay waktu pembacaan objek. Seluruh kondisi tersebut mengacu pada tingkat keakuratan yang dinyatakan dalam FAR (False Acceptance Rate) dan FRR (False Rejection Rate). Hasil pengujian pertama terhadap tipe wajah menunjukkan nilai FAR pada tipe wajah berkacamata yakni 50%, sedangkan yang tidak berkacamata memiliki nilai FAR 51,6%. Pada pengujian kedua terhadap jarak antara smartphone dan wajah, menunjukkan nilai FAR pada jarak 20 cm yakni 57,1%, sedangkan pada jarak 30cm memiliki nilai FAR 43%. Pada pengujian terhadap delay pembacaan wajah, didapatkan hasil rata-rata delay sebesar 3,93 detik. Pengujian juga dilakukan terhadap delay deteksi, didapatkan hasil rata-rata delay sebesar 3,93 detik.
REALISASI PENGENDALI INTENSITAS CAHAYA LAMPU DENGAN KONTROL SUARA DAN GOOGLE ANDROID SPEECH RECOGNITION API
Yuli Sun Hariyani;
Cucu Fitri;
Sugondo Hadiyoso
Jurnal Elektro dan Telekomunikasi Terapan (e-Journal) Vol 1 No 1: JETT Desember (2014)
Publisher : Direktorat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Telkom
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (532.889 KB)
|
DOI: 10.25124/jett.v1i1.86
Dalam kehidupan sehari-hari setiap orang tidak dapat lepas dari cahaya untuk melakukan berbagai aktivitas di ruangan. Namun cahaya di ruangan harus disesuaikan dengan kebutuhan aktivitas masing-masing untuk menghindari pemborosan energi listrik. Terkadang sebagian orang sering lupa dan malas untuk mematikan atau menyalakan lampu dalam keadaan tertentu karena saklar yang digunakan masih manual. Oleh karena itu dibutuhan saklar yang dapat dikendalikan dari jarak jauh. Penelitian ini merealisasikan sistem pengendali lampu jarak jauh berbasis suara yang didukung oleh google voice recognition engine dan menggunakan android , tidak hanya mematikan dan menghidupkan lampu, namun juga mengatur lampu dengan beberapa level intensitas cahaya. Arduino Uno R3 digunakan sebagai piranti pengendali dengan Bluetooth sebagai media komunikasi antara smartphone dan mikrokontroller. Berdasarkan pengujian sistem dan alat yang direalisasikan, untuk pengujian di dalam ruangan dengan penghalang, maksimal jangkauan control mencapai 10 meter dengan respon lampu rata-rata 1,426 detik.
MONITORING ELEKTROKARDIOGRAF MENGGUNAKAN TOPOLOGI MESH
Sugondo Hadiyoso;
Ratna Mayasari
Jurnal Elektro dan Telekomunikasi Terapan (e-Journal) Vol 1 No 1: JETT Desember (2014)
Publisher : Direktorat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Telkom
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (501.951 KB)
|
DOI: 10.25124/jett.v1i1.87
Penerapan wireless sensor node (WSN) telah banyak dikembangkan untuk aplikasi monitoring parameter kesehatan pasien, salah satunya digunakan pada perangkat elektrokardiogram. Pada penelitian sebelumnya, dibuat sistem monitoring EKG menggunakan topologi multipoint to point berbasis perangkat transceiver Xbee[1]. Sistem tersebut menggunakan tiga node sensor dengan satu node kordinator sebagai penerima data dari semua node sensor. Pada topologi tersebut, tidak terdapat node yang difungsikan sebagai router sehingga tidak ada rute alternatif jika terjadi kesalahan pada suatu node. Selain itu, tidak dapat digunakan untuk jarak transmisi yang lebih jauh. Solusi permasalahan tersebut adalah dengan mengaplikasikan topologi jaringan mesh. Sistem ini digunakan untuk aplikasi monitoring EKG secara real time yang terdiri dari 4 buah node sensor. Dimana 3 buah node sensor berfungsi sebagai router, 1 buah node sensor sebagai end device dan 1 buah kordinator pada bagian penerima sebagai pusat pengolah data. Dari hasil pengujian diperoleh bahwa data dari setiap node sensor diterima dengan baik. Penambahan karakter diperlukan untuk identifikasi sumber node. Proses routing berjalan dengan baik ketika ada node yang mengalami gangguan.
RANCANG BANGUN DAN IMPLEMENTASI AUTOMATIC TRANSFER SWITCH (ATS) MENGGUNAKAN ARDUINO UNO DAN RELAI
Robinzon Pakpahan;
Dadan Nur Ramadan;
Sugondo Hadiyoso
Jurnal Elektro dan Telekomunikasi Terapan (e-Journal) Vol 3 No 2: JETT Desember (2016)
Publisher : Direktorat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Telkom
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (351.491 KB)
|
DOI: 10.25124/jett.v3i2.302
Sistem cadangan/backup catudaya mutlak diperlukan pada perangkat elektronika yang memerlukan energi listrik yang tidak terhenti. Cadangan catudaya digunakan untuk menggantikan sumber utama PLN. Pada penerapannya diperlukan sebuah perangkat pendukung berupa Automatic Transfer switch (ATS) untuk melakukan pensaklaran dari sumber utama ke cadangan catu daya atau sebaliknya. Pada paper ini, dibahas realisasi perangkat ATS berbasis mikrokontroler yang bekerja berdasarkan pembacaan arus dan tegangan. Sistem ini juga dilengkapi dengan komunikasi berbasis LAN untuk mengirim data monitoring. Setelah dilakukan pengujian, perangkat ATS dapat mengukur arus dan tegangan dengan rata-rata kesalahan 3,76% dan 0,21% pada pengukuran generator set dan sumber PLN. Pengujian lainnya, sistem relai dapat berfungsi untuk memindahkan sumber listrik dari sumber utama ke sumber cadangan atau sebaliknya.
PERANCANGAN DAN ANALISIS PENGIRIMAN DATA DIGITAL BERBASIS VISIBLE LIGHT COMMUNICATION (VLC) MENGGUNAKAN LENSA CEMBUNG
Hurianti Vidyaningtyas;
Yunendah Nur Fuaddah;
Teguh Musaharpa Gunawan;
Inung Wijayanto;
Sugondo Hadiyoso
TEKTRIKA Vol 4 No 2 (2019): TEKTRIKA Vol.4 No.2 2019
Publisher : Telkom University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.25124/tektrika.v4i2.2881
Teknologi sistem komunikasi optik dikembangkan untuk mengatasi kekurangan yang ada pada sistem komunikasi nirkabel dengan gelombang radio yang memiliki keterbatasan frekuensi. Salah satu sistem komunikasi optik yang dikembangkan adalah Visible Light Communication (VLC) yang menggunakan Light Emitting Diode (LED) sebagai pemancar sinyal dan fotodioda sebagai penerima sinyal. Pada sisi penerima, dipasang lensa cembung yang memiliki karakteristik mengumpulkan cahaya untuk mendapatkan jarak terima yang lebih jauh. Pada penelitian ini, sistem komunikasi optik menggunakan VLC dapat mengirimkan data digital berupa gambar dan video sampai jarak 3m dengan rentang sudut 0o-60o dan baud rate maksimum 9600bps.
Penerapan Augmented Reality Berbasis Android untuk Pembelajaran Organ Lambung Manusia
Fony Ferliana Widianingrum;
Sugondo Hadiyoso;
Suci Aulia
Jurnal Nasional Teknik Elektro dan Teknologi Informasi Vol 10 No 4: November 2021
Publisher : Departemen Teknik Elektro dan Teknologi Informasi, Fakultas Teknik, Universitas Gadjah Mada
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1490.231 KB)
|
DOI: 10.22146/jnteti.v10i4.2362
The stomach is one of the digestive systems functioning as a medium to process and store food, as well as to get rid of harmful substances and absorb good substances for the body. Although elementary schools usually use the torso as a teaching aid to introduce the stomach organ, it is, in fact, very inflexible for elementary students as they have limited learning hours at school. Therefore, it is necessary to develop a stomach organ learning system that can be studied anytime and anywhere. In this study, an Android-based stomach organ learning application was designed by applying Augmented Reality (AR). To run this application, the user needs to install it first. After opening the application and selecting the desired menu, users can point the smartphone at the appropriate marker until the AR display appears. Based on the test results, the application cannot bring AR objects from the stomach organ in a dark place since the marker is not detected. The best distance for marker detection is 20 cm to 35 cm, with an average delay of 0.3 s in indoor conditions and 0.45 s in outdoor conditions.
Tuberculosis Detection in X-Ray Image Using Deep Learning Approach with VGG-16 Architecture
Suci Aulia;
Sugondo Hadiyoso
Jurnal Ilmiah Teknik Elektro Komputer dan Informatika Vol 8, No 2 (2022): June
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26555/jiteki.v8i2.23994
Tuberculosis (TB) is a chronic disease still the main problem in Indonesia. However, this disease can be cured with drugs at a particular time after the patient is detected as having TB. TB diagnosis or screening can be made through x-ray imaging of the chest cavity by a radiology specialist. The Mantoux test can then be used to confirm the diagnosis. X-ray images often have varying contrasts that lead to true negatives or false negatives. Whereas generally, a chest x-ray is the initial examination of TB. Error detection will have a fatal impact on treatment therapy. Therefore, this study proposed a system for TB detection based on x-ray images using deep learning. The system developed uses a Convolutional Neural Network (CNN) with the VGG-16 architecture. In the performance test stage, 700 normal and 140 TB chest x-ray images were used. The simulation results show that the proposed system can classify normal and TB lungs with an accuracy of 99.76%. The highest accuracy is achieved using batch size=50. This system is expected to assist radiology in detecting tuberculosis on X-Ray images of the lungs. The contribution of this study is to build a machine learning model for TB detection and optimization of model parameters to get the best accuracy.