p-Index From 2021 - 2026
8.086
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Pedagogi: Jurnal Ilmu Pendidikan Publikasi Pendidikan Jurnal Pemikiran dan Pengembangan Sekolah Dasar (JP2SD) PIONIR: Jurnal Pendidikan JPsd ( Jurnal Pendidikan Sekolah Dasar ) Terampil : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Dasar Scholaria: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan CaLLs : Journal of Culture, Arts, Literature, and Linguistics Tafaqquh: Jurnal Penelitian Dan Kajian Keislaman JURNAL SERAMBI ILMU Paedagoria : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Kependidikan Pendekar : Jurnal Pendidikan Berkarakter Al-Madrasah: Jurnal Ilmiah Pendidikan Madrasah Ibtidaiyah Ta`Limuna : Jurnal Pendidikan Islam Harmony : Jurnal Pembelajaran IPS dan PKN Jurnal Gentala Pendidikan Dasar Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran (JRPP) Islamika: Jurnal Keislaman dan Ilmu Pendidikan Jurnal PGSD Edification Journal : Pendidikan Agama Islam Panangkaran: Jurnal Penelitian Agama dan Masyarakat Jurnal Review Pendidikan Dasar : Jurnal Kajian Pendidikan dan Hasil Penelitian Jurnal Penelitian Ekonomi Akuntansi (JENSI) EduBasic Journal: Jurnal Pendidikan Dasar Jurnal Pendidikan Dasar Perkhasa JPI (Jurnal Pendidikan Inklusi) Taklim : Jurnal Pendidikan Agama Islam Jurnal Pengabdian Masyarakat PGSD Didaktis: Proseding Seminar Nasional Pendidikan Dasar Jurnal Wanita dan Keluarga Elementary School: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran ke-SD-an Syarah: Jurnal Hukum Islam dan Ekonomi CIVIC SOCIETY RESEARCH and EDUCATION: Jurnal Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Jurnal Marine Inside Journal of Islamic Education for Early Childhood International Journal of Islamic Education (IJIE) El Dusturie: Jurnal Hukum dan Perundang-undangan JESS (Journal of Educational Social Studies) Jurnal Serambi Ilmu Senadika Al-Tarbawi Al-Haditsah
Claim Missing Document
Check
Articles

Penguatan Karakter Kebhinekaan Global melalui Permainan Tradisional Berbasis Kearifan Lokal di Sekolah Dasar Wirlyanti, Frisca Aulia; Robiansyah, Firman; Suprianto, Oki
PROSIDING SENADIKA : Seminar Nasional Akademik Vol 1 No 1 (2024): PROSIDING SEMINAR NASIONAL AKADEMIK (SENADIKA) 2024
Publisher : PROSIDING SENADIKA : Seminar Nasional Akademik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan karakter menjadi fondasi utama dalam membentuk generasi muda yang memiliki identitas nasional sekaligus kemampuan untuk hidup di era globalisasi. Permainan tradisional berbasis kearifan lokal dapat menjadi alat efektif dalam Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) untuk menanamkan nilai-nilai kebhinekaan global pada siswa sekolah dasar. Artikel ini bertujuan untuk mengulas berbagai hasil penelitian mengenai implementasi permainan tradisional dalam pembinaan karakter kebhinekaan global. Metode yang digunakan adalah studi literatur, dengan sumber data berupa artikel dan jurnal ilmiah yang relevan. Hasil ulasan menunjukkan bahwa permainan tradisional seperti congklak, gobak sodor, dan bentengan berkontribusi dalam meningkatkan nilai-nilai kerja sama, toleransi, dan penghormatan terhadap keberagaman di kalangan siswa. Namun, tantangan berupa kurangnya pelatihan guru dan waktu yang terbatas dalam kurikulum masih menjadi kendala implementasi. Artikel ini menegaskan bahwa permainan tradisional dapat menjadi sarana inovatif untuk membangun karakter siswa yang kuat dengan dukungan kebijakan pendidikan yang memadai.
Resepsi Pernikahan Minimalis dalam Perspektif Islam: Antara Kesederhanaan dan Prestise Sosial Robiansyah, Firman; Pratama, Muhammad Tajdid; Agustin, Saskiyah; Jayanti, Zulfaa Dwi
CaLLs (Journal of Culture, Arts, Literature, and Linguistics) Vol 11, No 2 (2025): CaLLs, December 2025
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/calls.v11i2.19995

Abstract

Artikel ini mengkaji fenomena resepsi pernikahan minimalis dalam perspektif Islam, dengan menyoroti ketegangan antara nilai kesederhanaan yang dianjurkan dalam ajaran agama dan dorongan prestise sosial dalam masyarakat modern. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka dengan menganalisis literatur keislaman, budaya, dan hukum pernikahan di Indonesia. Hasil kajian menunjukkan bahwa banyak pasangan Muslim memilih resepsi mewah karena pengaruh adat, ekspektasi keluarga, dan tren sosial, meskipun hal tersebut sering kali menimbulkan beban ekonomi dan mengabaikan nilai spiritual pernikahan. Islam mengajarkan bahwa pernikahan yang paling berkah adalah yang paling ringan bebannya. Artikel ini menawarkan solusi seperti penyederhanaan mahar, edukasi masyarakat tentang makna walimah yang sesuai syariat, serta optimalisasi peran tokoh agama dalam membimbing umat. Dengan demikian, tercipta keseimbangan antara pelaksanaan ajaran Islam dan tuntutan sosial yang terus berkembang.
Tahlilan dalam Budaya Islam: Antara Tradisi Keagamaan dan Transformasi Sosial-Ekonomi Rakhmi, Atik; Robiansyah, Firman; Rhamadani, Putri; Anisa, Siti
Panangkaran: Jurnal Penelitian Agama dan Masyarakat Vol. 9 No. 2 (2025)
Publisher : LP2M UIN Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/panangkaran.v9i2.4274

Abstract

Tahlilan is a tradition that has been embedded in the culture of the Indonesian Muslim community and is often considered an obligation in commemorating death. For some people, tahlilan is not only a religious activity, but also reflects the social dynamics of community interaction. In addition to its religious value, tahlilan tradition can also bring socio-economic impacts, especially for families who have financial limitations. The literature review research method was chosen in this study with the aim of analyzing the tahlilan tradition as an Islamic socio-cultural phenomenon that affects the lives of Indonesian people in religious, social and economic essence. By utilizing literature review, this research is able to explore the meaning of tahlilan in the religious traditions that develop in Indonesian society and examine the transformation of socio-economic pressures that affect tahlilan events. The results show that tahlilan can reflect the social dynamics of Indonesian society, but the socio-economic pressures that arise in holding tahlilan traditions often make sincerity in worship a little marginalized by a sense of obligation that is more cultural. However, with the advancement of economic lifestyles, in big cities tahlilan events have diminished. Although for some people, tahlilan has become an economic pressure due to the expense, it does not prevent them from carrying out this tradition.
Rekontekstualisasi Nilai-Nilai Pancasila dalam Pembinaan Karakter Siswa Melalui Morning Activity di SDN Cigabus Nayla Maharani; Oki Suprianto; Firman Robiansyah
Publikasi Pendidikan Vol 16, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70713/publikan.v16i1.81687

Abstract

This study aims to analyze the implementation of morning activities as a character building program for students and the process of recontextualizing Pancasila values for elementary school students at SDN Cigabus, Serang City. This study was conducted to gain an understanding of the integration of Pancasila values in routine morning activities and their reinterpretation in accordance with the social development, school culture, and digital reality of elementary school students. The study used a descriptive qualitative approach with a case study method carried out in the SDN Cigabus environment through observation, interviews, and documentation. Data analysis was carried out by referring to Thomas Lickona's character education theory which includes moral knowing, moral feeling, and moral action as well as the concept of recontextualizing Pancasila values. The results showed that morning activities at SDN Cigabus were carried out routinely through morning lines, greetings and shaking hands with teachers, joint prayers, reading short letters, flag ceremonies, Friday sermons, clean Fridays, and morning exercises, which functioned as a means of fostering religious character, discipline, responsibility, politeness, mutual cooperation, social care, and love for the homeland. The values of Pancasila are recontextualized by linking them to the real experiences of elementary school students, including social media ethics, responsible use of gadgets, cooperation, simple deliberation, and fair division of tasks, thus forming religious character, discipline, responsibility, social concern, and student participation in school life.
REFLECTIVE SPIRITUAL LITERACY MODEL THROUGH PRAYER AND ASMAUL HUSNA HABITUATION FOR STRENGTHENING RELIGIOUS CHARACTER IN ELEMENTARY STUDENTS Al Najwa, Syalaysa Fhenia; Robiansyah, Firman; Oki Suprianto
PIONIR: JURNAL PENDIDIKAN Vol. 15 No. 1 (2026): PIONIR: JURNAL PENDIDIKAN
Publisher : Prodi PGMI FTK UIN Ar-Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/pjp.v15i1.33206

Abstract

This study aims to develop and describe a reflective spiritual literacy model implemented through the habituation of reciting prayers and Asmaul Husna to strengthen elementary school students’ religious character. This research employed a qualitative approach with a case study design conducted at SDN Serang 20. Data were collected through in-depth interviews, observations, questionnaires, and documentation, and analyzed using an interactive model with triangulation techniques.The findings reveal that the implementation of reflective spiritual literacy transforms ritual religious activities into meaningful and reflective practices. Approximately 90% of student responses fall into the appropriate category, indicating improvements in spiritual awareness, worship habits, self control, and social religious attitudes. The model integrates three main stages: guided habituation, contextual meaning making, and structured reflection. These results demonstrate that reflective spiritual literacy is effective in fostering internalization of religious values and promoting sustainable character development. The study contributes an integrative model that shifts religious habituation from mechanical routines to reflective and transformative learning experiences. Keywords: Reflective Spiritual Literacy, Prayer Habituation, Asmaul Husna, Religious Character, Elementary School
Pembinaan Karakter Siswa SDN 5 Gunung Agung Melalui Program Jumat Amal Annisa Titis Mardiana; Firman Robiansyah; Darmawan Darmawan
Al-Tarbawi Al-Haditsah: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 7 No. 1 (2022): Pendidikan Islam Kontemporer
Publisher : Pendidikan Agama Islam, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruann, IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/tarbawi.v7i1.9833

Abstract

Karakter menjadi faktor terpenting dalam pencapaian pendidikan.  Karakter tidak terbentuk secara tiba-tiba, melainkan perlu adanya pembiasaan secara rutin. Indonesia sebagai negara humanis menjunjung tinggi sikap gotong royong, tenggang rasa, saling menyayangi dan mengayomi. Namun, hal tersebut kini sedikit demi sedikit mulai memudar lantaran kurangnya kepedulian terhadap sesama. Peristiwa tersebut menjadi landasan terkuat untuk menerapkan pendidikan karakter yang harus ditanamkan sedari dini khususnya di sekolah dasar. Penelitian ini bertujuan untuk menguraikan serta menganalisis implikasi dari pembinaan karakter melalui program Jumat Amal yang telah di terapkan di SDN 5 Gunung Agung. Oleh karena itu, peneliti perlu memahami proses pelaksanaan serta nilai-nilai karakter yang termuat di dalamnya. Pendekatan yang digunakan yakni pendekatan kualitatif dan metode studi kasus. Subjek penelitian terdiri dari  kepala sekolah, guru PAI, guru kelas serta siswa kelas V dan VI. Lokasi penelitian berada di desa Tunas Jaya tepatnya di SDN 5 Gunung Agung. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, kuesioner dan dokumentasi. Berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan menunjukan adanya nilai karakter yang muncul di dalamnya. Implikasi tersebut terlihat dari hasil kuesioner yaitu 95% siswa menjawab tepat sesuai dengan karakter yang diharapkan dan 5% siswa menjawab tidak tepat terhadap karakter yang diharapkan. Artinya program Jumat Amal terdapat keterlibatan dalam pembinaan karakter. Oleh sebab itu, program Jumat Amal menjadi alternatif kegiatan untuk membina karakter siswa.Kata kunci: Pendidikan karakter, Siswa, Jumat Amal
Implementasi Green Shipping dalam Perspektif Khalifah Fil Ardh Sebagai Etika Keberlanjutan Maritim Firman Robiansyah; Ayesha Hazma; Ismayanti Dewi; Siti Ainun Zahra; Zalfa Intan Pritami
Journal Marine Inside Vol 8 No 1 (2026)
Publisher : Politeknik Pelayaran Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62391/ejmi.v8i1.212

Abstract

Pendidikan karakter memegang peranan krusial dalam mencetak sumber daya manusia yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki moral, etika, dan integritas profesional. Namun, fenomena degradasi moral di lingkungan perguruan tinggi, seperti menurunnya etika komunikasi, perilaku indisipliner, dan rendahnya kepedulian sosial, menegaskan urgensi penguatan karakter yang salah satunya dapat diwujudkan melalui kajian keagamaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi model kajian keagamaan yang berlandaskan pada nilai-nilai "Lima Citra Manusia Perhubungan" serta menganalisis pengaruhnya terhadap penguatan karakter taruni muslimah. Penelitian ini menerapkan metode campuran (mixed methods) dengan desain Sequential Explanatory, di mana analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif dan diperkuat oleh uji regresi linier sederhana. Subjek utama penelitian ini adalah taruni muslimah, dengan dukungan data wawancara dari informan yang terdiri atas dosen dan pembina taruni. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kajian keagamaan yang mengintegrasikan pembiasaan tilawah Al-Qur'an, hafalan Juz ‘Amma, penguatan adab, aktivitas sosial, serta pembinaan mental secara efektif mampu meningkatkan religiusitas, kedisiplinan, tanggung jawab, kepedulian sosial, dan ketangguhan mental taruni. Secara kuantitatif, kajian keagamaan berbasis Lima Citra Manusia Perhubungan ini terbukti memberikan pengaruh positif dan signifikan, dengan kontribusi sebesar 74% terhadap penguatan karakter taruni. Kesimpulannya, integrasi kajian keagamaan ke dalam kurikulum pendidikan karakter merupakan langkah strategis untuk mewujudkan sumber daya manusia perhubungan yang religius, berintegritas, dan profesional.   Character education plays a crucial role in developing human resources who are not only academically excellent but also possess strong moral, ethical, and professional integrity. However, the phenomenon of moral degradation within higher education institutions, such as declining communication ethics, disciplinary issues, and low social awareness, highlights the urgency of character reinforcement, particularly through religious studies. This research aims to explore a religious study model based on the core values of "Lima Citra Manusia Perhubungan" (The Five Images of Transportation Personnel) and to analyze its impact on strengthening the character of female Muslim cadets. Employing a mixed-methods approach with a Sequential Explanatory design, this study utilizes qualitative descriptive analysis reinforced by simple linear regression testing. The primary subjects were female Muslim cadets, supported by data from informants including lecturers and cadet supervisors. The findings reveal that religious studies incorporating Quranic recitation habits, memorization of Juz 'Amma, etiquette reinforcement, social activities, and mental coaching effectively enhance the cadets' religiosity, discipline, responsibility, social awareness, and mental resilience. Quantitatively, religious studies based on the Five Images of Transportation Personnel significantly and positively influence character building, contributing 74% to the enhancement of the cadets' character. In conclusion, integrating religious studies into the character education curriculum serves as a strategic approach to cultivating religious, principled, and professional transportation human resources.
Exploring the Potential of Natural Media in Pancasila Education to Foster an Environmentally Conscious Attitude in Elementary School Students Nanda Amalia; Oki Suprianto; Firman Robiansyah
Paedagoria : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Kependidikan Vol 17, No 3 (2026): July
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/paedagoria.v17i3.38638

Abstract

This study aims to explore the use of natural media in Pancasila Education to foster environmental awareness among elementary school students. This study uses a qualitative approach with an exploratory type. The study was conducted at SD Peradaban Serang in January 2026 with research subjects consisting of two Pancasila Education teachers and ten fourth and fifth grade students selected using purposive sampling. Data collection was conducted through observation, semi-structured interviews, and documentation. Data analysis used the interactive model of Miles and Huberman, which included data reduction, data presentation, and conclusion drawing. Data validity was ensured through method triangulation. The research findings indicate that natural media, such as dried leaves, small stones, twigs, and plants in the school environment, can be utilized as contextual learning resources in Pancasila Education. The use of natural media was able to increase students’ activeness, enthusiasm, and engagement in the learning process. In addition, nature-based learning encouraged the development of environmental awareness, responsibility, and cooperation as forms of practicing Pancasila values, particularly the second, third, and fifth principles. Teachers played an important role in planning, implementing, and connecting the use of natural media with learning materials and Pancasila values, thereby making the learning process more meaningful. The conclusion of this study shows that natural media is an effective alternative learning resource in supporting contextual Pancasila education and contributes to fostering environmental awareness among elementary school student.
Implementasi Program Outbound dalam Membentuk Karakter Percaya Diri Siswa Amiladini Nurmaulida; Oki Suprianto; Firman Robiansyah
Pendekar: Jurnal Pendidikan Berkarakter Vol 8, No 2 (2025): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/pendekar.v8i2.30942

Abstract

Abstract: This article aims to describe the implementation of various outbound program activities at SD Peradaban Serang in forming the self-confidence character of grade 4 students. This study discusses the importance of students having high self-confidence so that students can apply the knowledge and skills they have gained in developing their own interests, talents and skills/capabilities maturely. However, in reality, the function of education as a means of forming student character has not been fully implemented or has not been optimally applied in the educational environment itself. This study uses a qualitative approach with a case study method, data were collected through observation, interviews, and documentation studies. The results of the study showed that the outbound program consisting of flying fox activities, fun games, and life skills was able to foster six indicators of self-confidence character, namely: confident in one's own abilities, optimistic, responsible, rational, brave, and objective. Overall, of the 17 students observed, most of them received the highest assessment reaching 4.5. with the predicate "good" to "very good" in the self-confidence indicator. This shows that the outbound program is effective in forming students' self-confident character through fun and meaningful direct experiences. This outbound program is effective in forming students' self-confident character through selected activities that have been adjusted by the school.Abstrak: Artikel ini bertujuan untuk menjabarkan implementasi dari berbagai kegiatan program outbound di SD Peradaban Serang dalam membentuk karakter percaya diri siswa kelas 4. Penelitian ini membahas mengenai pentingnya bagi siswa memiliki rasa percaya diri yang tinggi agar siswa tersebut dapat mengaplikasikan ilmu dan pengetahuan yang telah didapat dalam mengambangkan minat bakat dan keterampilan/kapabilitas dirinya sendiri dengan matang. Namun, kenyataannya fungsi pendidikan sebagai sarana pembentukan karakter siswa belum sepenuhnya terlaksana atau belum optimal diterapkan di lingkungan pendidikan itu sendiri. Dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan studi dokumentasi, dalam proses pengumpulan data, peneliti menggunakan instrumen wawancara yang disampaikan kepada siswa, guru kelas, dan kepala sekolah. Serta lembar observasi dalam mencatat hasil lapangan yang ditemukan peneliti. Data yang diperoleh peneliti analisis data model interaktif menurut Miles dan Huberman, data yang dikumpulkan kemudian direduksi sebelum disajikan sebagai data akhir, setelah data selesai dianalisis dapat ditarik kesimpulan sebagai hasil akhir.. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program outbound yang terdiri dari kegiatan flying fox, fun games, dan life skill mampu menumbuhkan enam indikator karakter percaya diri, yaitu: yakin dengan kemampuan diri sendiri, optimis, bertanggung jawab, rasional, berani, dan objektif. Secara keseluruhan, dari 17 siswa yang diamati, sebagian besar memperoleh penilaian tertinggi mencapai 4,5. dengan predikat “baik” hingga “sangat baik” dalam indikator kepercayaan diri. Hal ini menunjukkan bahwa program outbound efektif dalam membentuk karakter percaya diri siswa melalui pengalaman langsung yang menyenangkan dan bermakna program outbound ini efektif dalam membentuk karakter percaya diri siswa melalui kegiatan pilihan yang sudah disesuaikan oleh pihak sekolah.
Nepotisme Konstitusional Dan Prinsip Al-‘Adalah Dalam Fiqih Siyasah: Studi Putusan MK No. 90/PUU/XXI/2023 Firman Robiansyah; Azzahra Nurrizki Hikmaidha; Mutiah Khanza; Annisa Yulianty
El-Dusturie Vol 5 No 2: (2026)
Publisher : Universitas Islam Negeri Islam Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/eldusturie.v5i2.13922

Abstract

Abstract: This study examines Constitutional Court Decision Number 90/PUU-XXI/2023 regarding the age requirements for presidential and vice-presidential candidates, which sparked widespread controversy due to indications of conflict of interest between the Chief Justice and the decision's beneficiary. The academic concern centers on whether the decision constitutes constitutional nepotism, an analytical category this study constructs by synthesizing political-nepotism theory, political-dynasty studies, and the judicial conflict-of-interest doctrine, and how fiqh siyasah evaluates it. The study employs a normative legal method with juridical-normative, historical, and comparative approaches through library research. The findings indicate that: (a) the Constitutional Court's decision contains procedural and substantive anomalies indicating institutional conflict of interest and satisfies the operational criteria of constitutional nepotism developed in this study; (b) the decision fails to satisfy the four parameters of al-'adālah in fiqh siyasah, namely justice, integrity (al-amānah), deliberation (al-shūrā), and public interest (al-maṣlaḥah al-'āmmah); (c) a reconstruction of check and balances mechanisms grounded in fiqh siyasah values is needed to prevent recurrence of conflicts of interest within constitutional institutions.Keywords: Al-'Adālah; Check and Balances; Constitutional Court Decision; Constitutional Nepotism; Fiqh Siyasah Abstrak: Penelitian ini mengkaji Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 90/PUU-XXI/2023 tentang syarat usia calon presiden dan wakil presiden yang memantik kontroversi luas akibat indikasi konflik kepentingan antara Ketua MK dan benefisiari putusan. Kegelisahan akademis penelitian ini berpusat pada pertanyaan apakah putusan tersebut mengandung nepotisme konstitusional, sebuah kategori analitis yang dibangun penelitian ini melalui sintesis teori nepotisme politik, kajian dinasti politik, dan doktrin konflik kepentingan peradilan, serta bagaimana fiqih siyasah menilainya. Penelitian menggunakan metode hukum normatif dengan pendekatan yuridis-normatif, historis, dan komparatif melalui studi kepustakaan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa: (a) putusan MK mengandung anomali prosedural dan substantif yang mengindikasikan konflik kepentingan institusional sekaligus memenuhi kriteria operasional nepotisme konstitusional yang dirumuskan dalam penelitian ini; (b) putusan ini gagal memenuhi empat parameter al-'adālah dalam fiqih siyasah, yakni keadilan, integritas (al-amānah), musyawarah (al-syūrā), dan kemaslahatan umum (al-maṣlaḥah al-'āmmah); (c) diperlukan rekonstruksi mekanisme check and balances berbasis nilai fiqih siyasah untuk mencegah berulangnya konflik kepentingan di lembaga-lembaga konstitusional. Kata Kunci: Al-'Adālah; Check and Balances; Fiqih Siyasah; Nepotisme Konstitusional; Putusan MK
Co-Authors Adriweri, Erza Agustin, Saskiyah Ajo Sutarjo Al Najwa, Syalaysa Fhenia Alfalah, Muhammad Alfarisa, Fitri Amanda Nurul Febrilian Amiladini Nurmaulida Amorita Mumtazah Ananda Rahma Winata Andi Rafi Mishbahuddin Anshory Angga Fadzar Anggun Murdaningsih Anikoh, Nisa Annisa Nur Fadillah Annisa Titis Mardiana Annisa Yulianty Ardianti, Sylvia Aulia Hijratunnisa Aulia, Fadhila Nurul Ayesha Hazma Azmi Syakira Azzahra Nurrizki Hikmaidha Budhi Tristyanto Chatarina Umbul Wahyuni Citra Ramadhan, Rere Danuarta, Vazar Yoga Darmawan Darmawan -, Darmawan Darmawan Darmawan Darmawan Darmawan Darmawan Darmawan Devi Fitri Handayani Dilah, Salsa DWI RAHMAWATI Dwi Via Cahya Bulan Elis Nur Megawati Ely Sholihah Emsya Salsabela Fadhila Nurul Aulia Fadhila Fadzar, Angga Fatihaturosyidah, Fatihaturosyidah Fitri Alfarisa Fitri, Ghaida Nuraliza Fitriani, Anes Gavin Sangraha Rahmat Handayani, Devi Fitri Hanisah Azzahrah Herli Salim Hilalliyah, Viola Al Husniawati Husniawati Ima Ni'mah Chudari Ima Ni'mah Chudari Irawati Indah Ismayanti Dewi Jayanti, Zulfaa Dwi Khomsariyani, Erina Khotijah Khotijah Khotijah Khotijah Linda Arfryanti Lutfiiah, Ratu Siti Maharani, Sofy Maisyaroh Salsa Maharani Makiyah, Diah Fatimatul Mutiah Khanza Muwahhida, Muziya Ananda Fitri Nanda Amalia Nanda Lidiana Nayla Maharani Novi Nurhayati Nurcahyani, Nicky Nuril Khairiyah Nurul Aulia, Fadhila Nurul Khoirunnisa Nurul Safira Nurul Sakinah, Syafa Oceania, Siti Annisafa Oki Suprianto Oki Suprianto Pramudya, Muhamad Daffa Pratama, Muhammad Tajdid Puput Muzdalifah Putri, Vica Permata Qonita, Aisyah Rakhmi, Atik Ratih Dwi Setiawati Rere Citra Ramadhan Rhamadani, Putri Ridho Chaska Taura Safira, Nurul Salwa Nurfitria Annisa Septia, Vira Shifa Aulia Rahmah Siti Ainun Zahra Siti Anisa Siti Jariyah Siti Nur Faizah Siti Nurkholizah Siti Syaropah Sofy Maharani Sri Wuryastuti Suci Sukma Fauziah Rahmadani Sulistiatun Hafifah Suprianto, Oki Susilawati Susilawati Susilawati Sutarjo, Ajo Syahbani, Nisfa Laila Syakira, Azmi Tiara Aryanti, Eka Viola Al Hilalliyah Widjojoko Wirlyanti, Frisca Aulia Yuspita, Leni Zahra, Fadma Alyah Zahrotul Hayat Zailanty, Shofia Zalfa Intan Pritami