Claim Missing Document
Check
Articles

Identification of Apis dorsata Bee Nesting Plants in Natural Forest of Lalang Village Sanggau Regency Kiki Supriyadi; Gusti Hardiansyah; Fathul Yusro; Yeni Mariani
Jurnal Biologi Tropis Vol. 22 No. 3 (2022): July - September
Publisher : Biology Education Study Program, Faculty of Teacher Training and Education, University of Mataram, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jbt.v22i3.3917

Abstract

Apis dorsata is known as a forest bee that is very productive in producing honey. These bees can make nest combs only by relying on tree branches or branches. This study aims to identify the type of plant where Apis dorsata nests in the natural forest of Lalang Village, Meliau District, Sanggau Regency. This research was conducted using a survey method through interviews with respondents and site surveys to identify and measure tree height, tree diameter, and branch-free stems of the plant species where Apis dorsata bees nest. The data obtained is further analyzed and the results are presented in the form of tables and graphs. The results of our study found that there were 16 species of plants belonging to 8 families as Apis dorsata beehives. The family and names of these plants are Dipterocarpaceae (Anisoptera marginata, Shorea laevis, Dryobalanops lavevis, Dryobalanops beccarii, Anisoptera megistocarpa, Shorea parvifolia, Shorea leprosula), Fabaceae (Inga sp, Millettia borneensis, Koompassia sp, Koompassia excelsa), Apocaceae (Alstonia pneumatophora), Datiscaceae (Octomeles sumatrana), Lauraceae (Litsea sp), Malvaceae (Pterocymbium tubulatum), and Moraceae (Artocarpus sp). The dominant family is Dipterocarpaceae. The total height of Apis dorsata honeycomb trees is the most dominant (75%) in Lalang Village ranging from ±65-90 m, 10 species of sympodial branching (62.5%), and 68.75% of the trunk diameter found ranged from 50-159 cm.
PEMANFAATAN PURIK (Mitragyna speciosa Korth.) OLEH MASYARAKAT DESA KALIS RAYA KECAMATAN KALIS KABUPATEN KAPUAS HULU Muflihati Muflihati; Gusti Hardiansyah; Krismanto zakaria; Munadian Munadian
JURNAL HUTAN LESTARI Vol 10, No 4 (2022): JURNAL HUTAN LESTARI
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jhl.v10i4.56247

Abstract

Purik grows well in the tropics, especially in Kapuas Hulu, West Kalimantan. People use Purik as herbal products and also sell them domestically and abroad. Kalis Raya village is an area where purik plants grow. The purpose of the study to record a type of Purik used by people of Kalis Raya Village, Kalis District, Kapuas Hulu Regency. Record utilization, cultivation, and marketing. The method used surveys with interview techniques. There are two varieties of Purik found, identified through the color of leaf veins, Purik red and green vein colors. The use of both varieties leaf parts as medicinal materials and sold and stems as firewood. The use-value of Purik (UV) as traditional medicine is 0.091, herbal materials for sale 1.00, and firewood 0.132. The result of use-value (UV) data analysis is 1.23, which is a category of plants, not a priority species (0<UV>3). Purik traditional medicine use for outer wounds has the highest Fidelity Percentage (FL) of 100%, and purik usability for diabetes and cosmetics is the lowest at 16.67%. Farmers' income sells wet leaves on average Rp. 10,174,798 for one harvest (6 months). Farmers sell fresh leaves to steamers, then processed into dried leaves, crumbs, and powders. Low steamers sell products to high steamers who are exporters.Keywords: Cultivation, Fadelity level (FL), Marketing, Mitragyna speciosa, Use value (UV)   AbstrakPurik tumbuh baik di daerah tropis terutama di Kapuas hulu Kalimantan Barat. Masyarakat memanfaatkan purik sebagai produk herbal dan juga menjualnya ke dalam dan luar negeri. Desa Kalis Raya merupakan salah satu kawasan tempat tumbuhnya purik. Tujuan penelitian ini adalah mendata jenis purik yang dimanfaatkan masyarakat Desa Kalis Raya Kecamatan Kalis Kabupaten Kapuas Hulu, mendata pemanfaatan, pembudidayaan, dan pemasaran. Metode yang digunakan survei dengan teknik wawancara. Terdapat dua varietas purik yang ditemukan, diidentifikasi melalui warna vena daun, warna vena merah dan hijau. Pemanfaatan kedua varietas purik tersebut diantaranya bagian daun sebagai bahan obat dan dijual serta batang sebagai kayu bakar. Nilai Kegunaan purik (UV) sebagai obat tradisional sebesar 0,091, bahan obat untuk dijual 1,00 dan kayu bakar 0,132. Hasil analisis data UV sebesar 1,23 termasuk kategori tanaman bukan spesies prioritas (0<UV>3). Penggunaan obat tradisional purik untuk luka luar memiliki Persentase Fidelity level (FL) tertinggi 100%, dan kegunaan purik untuk diabetes dan kosmetik terendah yaitu 16,67%. Pendapatan petani menjual daun basah rata-rata Rp.10.174.798 untuk sekali panen (6 bulan). Petani menjual daun segar kepada pengepul selanjutnya diproses menjadi daun kering, remahan dan serbuk. Pengepul kecil menjual kepengepul besar yang merupakan eksportir.Kata Kunci: Pembudidayaan, Tingkat Penggunaan, Pemasaran, Mitragyna Speciosa, Nilai Kegunaan (UV),
JENIS BIAYA DAN PENDAPATAN PETERNAK LEBAH MADU KELULUT DI DUSUN KAYU ARA DESA KAYU ARA KECAMATAN MANDOR KABUPATEN LANDAK Heri Ansyah; Gusti Hardiansyah; Yeni Mariani
JURNAL HUTAN LESTARI Vol 11, No 1 (2023): JURNAL HUTAN LESTARI
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jhl.v11i1.53670

Abstract

Kelulut honey cultivation business is a potential business. This study aims to determine the types of costs, income, and profits as well as the feasibility of kelulut honey cultivation as well as the obstacles faced by kelulut honey entrepreneurs.The research method is carried out by surveying with census data collection techniques. Collecting data using primary data and secondary data with data collection techniques, namely observation and interview techniques. Data analysis using descriptive analysisthe business processes of the kelulut honeyare nest preparation, box nest making, colonybreakdown, feed preparation, harvesting and making cultivation racks. From the 20 respondents of bee honey entrepreneurs, the results of the study showed a fixed cost of Rp. 12.405.070/month and variable costs Rp. 218,000/month. The total cost of business is Rp. 12.623.070/month. The honey income earned by the kelulut honey business is Rp. 13,500,000/month.The profit earned is Rp. 876.930/month, and business feasibility obtained a > 1 = 1.07.Keywords: Cost of farming, Income, Feasibility, Kelulut honeyAbstrakUsaha budidaya kelulut adalah usaha yang berpotensial. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis biaya, pendapatan dan keuntungan serta kelayakan dalam usaha budidaya kelulut serta kendala-kendala yang dihadapi pengusaha kelulut. Metode penelitian dilakukan dengan survei dengan teknik pengambilan data secara sensus. Pengumpulan data menggunakan data primer dan data sekunder dengan teknik pengambilan data yaitu teknik observasi dan wawancara. Analisis data menggunakan analisis deskriptif. Proses usaha kelulut yaitu penyiapan sarang, pembuatan sarang kotak, pemecahan koloni, penyiapan pakan, pemanenan dan pembutan rak budidaya. Dari 20 responden pengusaha kelulut menunjukan bahwa biaya tetap sebesar Rp. 12.405.070/bulan dan biaya tidak tetap Rp. 218.000/bulan. Total biaya usaha sebesar Rp. 12.623.070/bulan. Pendapatan madu yang di peroleh oleh  usaha lebah madu kelulut yaitu Rp. 13.500.000/bulan. Keuntungan yang diperoleh sebesar Rp. 876.930, dan kelayakan usaha yang di dapatkan a >1 = 1,07.Kata kunci: Biaya usaha, Pendapatan, Kelayakan, Madu Kelulut
PENDAPATAN PETANI PENYADAP KARET DI KAWASAN TEMBAWANG DESA TANGGUNG KECAMATAN JANGKANG KABUPATEN SANGGAU ully safira; Gusti Hardiansyah; Nurhaida Nurhaida
JURNAL HUTAN LESTARI Vol 11, No 1 (2023): JURNAL HUTAN LESTARI
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jhl.v11i1.52477

Abstract

Rubber (Havea brasiliensis Muell. Arg) is a sap-producing vegetation that has the potential as a constituent as well as having economic value in the tembawang agroforestry system. The rubber is one of the sources of income for the community in the Village of Tanggung Jangkang District. The purpose of this research is to obtain the amount of income, income contribution, and the factors that affect the amount of rubber production. Research uses survey methods with observation techniques and structured interviews using questionnaires. The results of data analysis showed that the average income of rubber farming was Rp 9.657.000,00/household/year or Rp 804.750,00/household/month, contributing to household income of 25,93%. The results of the regression analysis showed that the independent variables, namely work experience, tree age, total of rubber that tapped, and working days simultaneously had a significant effect on the amount of rubber production. Partially the number of trees and working days have a significant effect on the amount of rubber production. The equation is: Y = -0,057 + 0,093 X1 - 0,019 X2 + 0,492 X3 + 0,419 X4 Analysis of the determination value of R Square is 0,818 (81,8%).Keywords: farmer's income, rubber trees, Tanggung, tembawang.AbstrakKaret (Havea brasiliensis Muell. Arg) adalah vegetasi penghasil getah yang memiliki potensi sebagai penyusun sekaligus memiliki nilai ekonomi dalam sistem agroforestri tembawang. Karet merupakan salah satu sumber pendapatan masyarakat di Desa Tanggung Kecamatan Jangkang. Tujuan penelitian memperoleh besaran pendapatan, kontribusi pendapatan, dan faktor-faktor yang mempengaruhi jumlah produksi karet. Penelitian menggunakan metode survey dengan teknik observasi dan wawancara terstruktur menggunakan kuisioner. Pengambilan sampel dilakukan secara sensus terhadap 27 responden. Hasil analisis data menunjukan rata-rata pendapatan usahatani karet sebesar Rp 9.657.000,00/KK/tahun atau Rp 804.750,00/KK/bulan memberikan kontribusi terhadap pendapatan rumah tangga sebesar 25,93%. Hasil analisis regresi menunjukan variabel bebas yaitu pengalaman kerja, umur pohon, jumlah pohon, dan curahan hari kerja secara simultan berpengaruh signifikan terhadap jumlah produksi karet. Secara parsial jumlah pohon dan curahan hari kerja berpengaruh signifikan terhadap jumlah produksi karet. Persamaannya adalah Y = -0,057 + 0,093 X1 - 0,019 X2 + 0,492 X3 + 0,419 X4. Analisis nilai determinasi R Square sebesar 0,818 (81,8%).Kata kunci: pendapatan petani, pohon karet, Tanggung, tembawang
KAJIAN ASPEK TEKNIS DAN FINANSIAL USAHA ARANG BRIKET BIOMASSA SKALA RUMAH TANGGA BERBAHAN BAKU LIMBAH BUAH PINANG DAN TEMPURUNG KELAPA Gusti Hardiansyah; Ivan Sujana; Pepy Anggela
JURNAL HUTAN LESTARI Vol 11, No 2 (2023): JURNAL HUTAN LESTARI
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jhl.v11i2.59981

Abstract

Komoditas perkebunan unggulan di Kecamatan Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya  adalah tanaman kelapa dan tanaman pinang dengan produktivitas untuk tanaman kelapa pada tahun 2020 sebanyak 38.810 ton dari luas tanaman kelapa sebesar 32.284 Ha, dan kapasitas produksi pinang pada tahun 2021 sebanyak 652 ton dari luas perkebunan tanaman pinang sebesar 902 Ha. Limbah sabut pinang dan tempurung kelapa belum dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat untuk diolah menjadi produk-produk yang memiliki nilai tambah dan bermanfaat dalam meningkatkan pendapatan dan perekonomian masyarakat. Limbah sabut pinang dan limbah tempurung kelapa hasil dari perkebunan hanya ditumpuk hingga membusuk, bahkan tidak jarang dibakar sehingga menyebabkan pencemaran udara. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, pada aspek teknis diperoleh mutu arang briket terbaik dengan komposisi campuran bahan baku limbah sabut buah pinang dan tempurung kelapa dengan variasi campuran perekat tepung tapioka sebanyak 30%, yang menghasilkan nilai parameter kadar air sebesar 6,56%, nilai kadar abu sebesar 4,52%, nilai kadar zat mudah menguap sebesar 3,52% dan nilai kadar karbon terikat sebesar 5.238 Cal. Sedangkan pada aspek keuangan dapat disimpulkan bahwa usaha produksi arang briket ini dinilai layak untuk dilakukan. Pertimbangan kelayakan tersebut dilihat berdasarkan perhitungan break event point (BEP), dimana untuk mendapatkan modal kembali hanya dibutuhkan sebanyak 22.053 kg produk arang briket yang terjual dalam waktu sekitar 22 bulan pada pendapatan Rp.30.350.748. Dari perhitungan didapatkan nilai NPV sebesar Rp. 75.493.892 lebih besar dari nilai project cost sebesar 39.500.000 sehingga usaha dapat dikatakan layak untuk dijalankan. Dari perhitungan IRR didapatkan hasil IRR sebasar 65%. Usaha dinilai layak apabila IRR > MARR dimana MARR=15%, karena IRR > 65% maka usaha produksi arang briket dinilai menguntungkan dan layak untuk dijalankan.
PEMANFAATAN NIRA AREN UNTUK BAHAN BAKU GULA AREN SEBAGAI SUMBER PENDAPATAN MASYARAKAT DI DESA KUMPANG TENGAH KABUPATEN LANDAK Destiana Destiana; Desi Albinasari; Gusti Hardiansyah
JURNAL HUTAN LESTARI Vol 11, No 2 (2023): JURNAL HUTAN LESTARI
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jhl.v11i2.61242

Abstract

Sugar palm is a type of forest plant with high economic value and is a source of income for rural communities; income from managing sugar palm alone can support the Kumpang Tengah village community economy, plus household income from farming and oil palm gardening. This study aims to identify the parts of palm oil that are utilized, find out the amount of income of people who use palm, and find out the contribution of palm oil income to the household income of palm oil farmers. The method used in this study is quantitative descriptive. The results of this study show that the part of palm oil currently widely used by the community is the sap part, which is used as palm sugar. The income obtained by the community from utilizing palm sugar is Rp. 5,584,864 per month with an average annual revenue of Rp. 67,183,780, or 39 percent of the total income of farmers. Keywords: Community Income, Sugar Palm, UtilizationAbstrakAren adalah salah satu jenis tumbuhan hutan yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan merupakan salah satu sumber pencarian masyarakat pedesaan. Pendapatan dari mengelola aren saja sudah mampu untuk menunjang perekonomian dimasyarakat Desa Kumpang Tengah ditambah lagi dengan pendapatan rumah tangga hasil dari bertani dan berkebun kelapa sawit. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bagian aren yang dimanfaatkan, , mengetahui besaran pendapatan masyarakat yang memanfaatkan aren, dan mengetahui kontribusi pendapatan aren bagi pendapatan  rumah tangga petani aren. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa bagian aren yang saat ini banyak dimanfaatkan oleh masyarakat yaitu bagian niranya yang dijadikan sebagai gula aren, pendapatan yang diperoleh oleh masyarakat dari memanfaatkan aren yaitu berjumlah Rp. 5.584.864 per bulan dengan rata-rata penerimaan per tahun sebesar Rp. 67.183.780 atau sebesar 39 persen dari pendapatan total petani. Kata kunci: Pendapatan Masyarakat, Aren, Pemanfaatan
UPAYA KESEJAHTERAAN MASYARAKAT MELALUI PENANAMAN MPTS DI DUSUN MIANAS DALAM KAWASAN HUTAN DENGAN TUJUAN KHUSUS (KHDTK) UNTAN Gusti Hardiansyah; Erianto Erianto; DYB Pranoto; Zuhry Haryono; Irfan Mahdi
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 4 (2023): Volume 4 Nomor 4 Tahun 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v4i4.20449

Abstract

Perubahan tutupan lahan yang semakin meningkat dari kawasan hutan menjadi kawasan pertanian tidak akan terhindarkan akibat semakin banyaknya penduduk di sekitar hutan. Perlu dilakukan langkah-langkah untuk merubah kegiatan pengelolaan lahan yang kurang memperhatikan kelestarian lingkungan menjadi kegiatan yang mampu meningkatkan daya dukung lingkungan. Pola pengelolaan lahan yang mampu mendukung kelestarian lingkungan adalah menerapkan sistem konservasi lahan dalam pengelolaannya dengan mengoptimalkan beragam pohon dan tanaman yang memberi ragam manfaat. Kegiatan meningkatkan pemahaman tentang konservasi lahan melalui penanaman Multi-Purpose Tree Species (MPTS) sebagai upaya peningkatan kesejahteraan pada masyarakat dalam Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KHDTK) Universitas Tanjungpura (UNTAN) dilaksanakan di Dusun Mianas Desa Sumsum Kecamatan Mandor Kabupaten Mempawah. Menggunakan metode kualitatif yang kemudian dijelaskan secara deskriptif. Penyampaian dan pengumpulan informasi dilakukan melalui Focus Group Discussion (FGD) dan observasi langsung. Hasil sosialisasi meningkatkan pemahaman masyarakat menjelaskan, bahwa mayoritas masyarakat kurang paham sehingga diperlukan intensifikasi pemahaman masyarakat terkait teknik konservasi dan optimasi lahan menggunakan MPTS, upaya pemahaman dan alih teknologi konservasi lahan yang diterapkan harus sesuai dengan kemampuan masyarakat dalam penerapan setiap teknik/pola yang disampaikan sehingga perlahan-lahan dapat mereka implementasikan mandiri dengan pemahaman yang sederhana, melakukan upaya percontohan, minimal satu demplot di desa melalui pengelolaan lahan berkelanjutan dengan cara merubah pemahaman masyarakat secara perlahan berkesinambungan dari pola tradisional menuju teknik IFS yang diintegrasikan dengan optimalisasi lahan melalui tanaman MPTS.
PEMBERDAYAAN EKONOMI PETANI PINANG KELOMPOK SIMPANG JAYA I DUSUN CEMPAKA PUTIH MELALUI PENINGKATAN KAPASITAS TEKNOLOGI PASCA PANEN BUAH PINANG Gusti Hardiansyah; Muhammad Fahmi; Tri Wahyudi; Ivan Sujana; Irfan Mahdi; Fitri Imansyah
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 4 (2023): Volume 4 Nomor 4 Tahun 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v4i4.20451

Abstract

Kegiatan PKM ini adalah untuk transfer iptek melalui pemanfaatan produk teknologi tepat guna kepada mitra Kelompok Simpang Jaya 1, sehingga diharapkan dapat meningkatkan produktivitas, nilai tambah, dan tingkat perekonomian dari mitra pada khususnya dan aktivitas ekonomi daerah pada umumnya. Produk permesinan yang dihibahkan diantaranya adalah Mesin Pengupas Buah Pinang dan Mesin Pembuatan Briket. Mitra kelompok sasaran sangat antusias terhadap kegiatan program PKM DRTPM 2023 ini, yang mana semua anggota mengikuti semua tahapan pelaksanaan kegiatan sesuai dengan apa yang telah direncakan oleh tim PKM. Sebelum kegiatan PKM DRTPM Masyarakat mengupas buah pinang dengan menggunakan palu dan tang, setelah kegiatan PKM kelompok sasaran mampu mengupas buah pinang dengan bantuan mesin pengupas buah pinang yang telah dihibahkan
ANALISIS PENGELOLAAN KAWASAN HUTAN DI KHDTK UNIVERSITAS TANJUNGPURA Gusti Hardiansyah; Dwi Yoga Budi Pranoto; Zuhry Haryono; A F Tanjung; Erianto Erianto; Iskandar A M; Sofyan Zainal; Iswan Dewantara
Tengkawang : Jurnal Ilmu Kehutanan Vol 13, No 2 (2023): TENGKAWANG : JURNAL ILMU KEHUTANAN
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jt.v13i2.72475

Abstract

KHDTK at Tanjungpura University is a forest area managed for education, research, and community service. This research objective is to analyze the management of KHDTK. Using field observation methods and interviews with KHDTK managers. The interview technique is carried out through in-depth interviews. Using two levels of analysis (1) qualitative descriptive analysis of management (2) content analysis of statutory regulations related to KHDTK. The results of the analysis explain environmental management through community involvement in the form of MPTS enrichment agroforestry, meeting household needs in the form of utilizing water sources and firewood. Forest management is carried out by planting RHL which expands its use for voluntary carbon and protecting/securing forests from forest and land fires, encroachment/illegal logging. Utilization of forest products in the form of NTFPs such as rattan, bajakah roots, resin, and honey. Funding resource management comes from DIPA funds from the Faculty of Forestry which are divided into research, PKM, KHDTK natural laboratory management, and Cooperation grant funds. The challenge in KHDTK management is the dominance of regulations governing KHDTK administration requirements such as PBPH which is profit-oriented, while KHDTK has special characteristics (cost center). The 10% area utilization limitation for funding investment opportunities seems to be lopsided with the specific aim of training and training which manages the landscape of forest areas requiring capital-intensive investment so that program management runs optimally.Keywords: analysis, KHDTK, Forest area management.AbstrakKHDTK di Universitas Tanjungpura (UNTAN) merupakan kawasan hutan yang dikelola untuk kepentingan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis pengelolaan KHDTK. Menggunakan metode observasi lapangan dan wawancara terhadap pengelola KHDTK. Teknik wawancara yang dilakukan melalui indept interview. Menggunakan dua tingkat analisis yaitu (1) analisis deskriptif kualitatif terhadap pengelolaan, dan (2) Analisis isi (content analysis) peraturan perundangan terkait dengan KHDTK. Hasil analisis menjelaskan pengelolaan lingkungan melalui pelibatan masyarakat dalam bentuk agroforestri pengayaan MPTS, pemenuhan kebutuhan rumah tangga berupa pemanfaatan sumber air dan pemanfaatan kayu bakar. Pengelolaan hutan yang dilakukan berupa penanaman RHL yang diperluas pemanfaatannya untuk voluntary karbon dan perlindungan/pengamanan hutan dari karhutla, perambahan/pembalakan liar. Pemanfaatan hasil hutan berupa HHBK seperti rotan, akar bajakah, getah damar, dan madu. Pengelolaan sumberdaya pendanaan bersumber dari dana DIPA Fakultas Kehutanan yang terbagi untuk penelitian, PKM, pengelolaan laboratorium alam KHDTK dan dana hibah Kerjasama. Tantangan pada pengelolaan KHDTK adalah dominannya peraturan yang mengatur persyaratan administrasi KHDTK seperti PBPH yang berorientasi profit, sedangkan KHDTK memiliki karakteristik khusus (cost center). Pembatasan pemanfaatan kawasan 10% untuk peluang investasi pendanaan seakan menjadi timpang dengan tujuan khusus diklat yang mengelola bentang alam kawasan hutan membutuhkan investasi padat modal agar pengelolaan program berjalan optimal. Kata kunci: analisis, KHDTK, Pengelolaan kawasan hutan.
POLA DISTRIBUSI ABOVEGROUND BIOMASSA TEGAKAN MANGROVE DALAM KAITANYA DENGAN STOKS KARBON DI KAWASAN PESISIR SUNGAI PINYUH KABUPATEN MEMPAWAH KALIMANTAN BARAT Eko Subrata; Gusti Hardiansyah; Rafdinal Rafdinal
Tengkawang : Jurnal Ilmu Kehutanan Vol 11, No 1 (2021): Tengkawang : Jurnal Ilmu Kehutanan
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jt.v11i1.41358

Abstract

Mangrove ecosystem is one of the largest carbon storage sheds on earth, has enormous environmental benefits in disaster mitigation, as well as a source of livelihood for coastal communities. The purpose of this research is to know the aboveground biomass distribution of mangrove forest stand and to know the potency of carbon reserve of mangrove forest area of Mempawah Regency. The research was conducted from September to October 2017 in mangrove forest of Sungai Pinyuh district of Mempawah Regency. Aboveground biomass measurements are performed in a 50 x 50 m measuring plot, data collection is performed by listing each stand with dbh ? 5 cm and grouping it in diameter classes. Aboveground tree biomass estimation was performed using allometric equations and organic carbon stocks calculated by converting biomass by conversion factor of 0.5. The results showed the biomass value ranged from 32.37 to 55.84 tons / ha with an average value of 40.28 tons / ha. The highest biomass is distributed in diameter class 15-25 cm with the percentage 23.10% and lowest in class diameter> 55 cm with contribution equal to 13.39%. Carbon stock in mangrove stand biomass ranged from 16.18-27.91ton C / ha with average value 20.14 ton C / ha. Avicennia officinalis is an important type with the contribution of carbon reserves of 98.99%.Keywords: aboveground biomass, Carbon stock, mangrove forest, Mempawah Regency.AbstrakEkosistem mangrove merupakan salah satu gudang penyimpanan karbon terbesar di bumi, memiliki manfaat lingkungan yang besar dalam mitigasi bencana, serta sebagai sumber mata pencaharian masyarakat pesisir. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui distribusi aboveground biomass tegakan hutan mangrove dan mengetahui besarnya potensi cadangan karbon kawasan hutan mangrove Kabupaten Mempawah. Penelitian dilaksanakan dari bulan September hingga Oktober 2017 di hutan mangrove kecamatan Sungai Pinyuh Kabupaten Mempawah. Pengukuran biomassa atas permukaan (aboveground biomass) tegakan dilakukan di dalam petak ukur ukuran 50 x 50 m, pengumpulan data dilakukan dengan mendata tiap tegakan dengan dbh ? 5 cm dan mengelompokkannya dalam kelas-kelas diameter. Pendugaan biomassa aboveground pohon (aboveground tree biomass) dilakukan dengan menggunakan persamaan allometrik (Komiyama et al., 2008) dan stoks karbon organik dihitung dengan mengkonversikan biomassa dengan faktor konversi sebesar 0,5. Hasil menunjukkan nilai biomasa berkisar antara 32,37-55,84 ton/ha dengan nilai rata-rata 40,28 ton/ha. Biomasa tertinggi terdistribusi pada kelas diameter 15-25 cm dengan persentase 23,10% dan terendah pada kelas diameter >55 cm dengan kontribusi sebesar 13,39%. Stoks karbon pada biomasa tegakan mangrove berkisar antara 16,18-27,91 ton C/ha dengan nilai rata-rata 20,14 ton C/ha. Avicennia officinalis merupakan jenis penting dengan kontribusi stoks karbon sebesar 98,99%.Kata kunci: Aboveground biomass, hutan mangrove, Kabupaten Mempawah, Stok karbon.
Co-Authors . Burhanuddin . Fahrizal A F Tanjung Adiananta, Bayu Fahmi Agust Prahara Ahmad Aris, Ahmad Ahmad Muslim ahmad yani Aini, Laila Quratul Ana Fitriana Anshari, Gusti Zakaria Anwar Azazi ARDIANSYAH ARDIANSYAH Arestha, Rully Arif Data Kusuma Aripin Aripin Aripin Aripin Aripin Aripin Aripin Aripin Audisty Prana Hardayu Bagaskara, Julio Bitenia Elen Kuni, Bitenia Elen Cassanova, Kresna Dahyanti, Dahyanti Deni Nurdwiansyah Denni Nurdwiansyah Denni Nurdwiansyah Denni Nurdwiansyah Desi Albinasari Destiana Destiana Dina Setyawati Doni, Ewaldus Dudung Darusman Dwi Yoga Budi Pranoto DYB Pranoto Eko Subrata Ema Trisnawati Emi Roslinda Erianto Erianto Erianto, . Erwan Erwan, Erwan Evy Wardenaar Fachrudin, Abang Faqih, Septian Farah Diba Fathul Yusro Febriana Louw Fitri Imansyah Fitriani, Afni Gusti Eva Tavita Handayani, Yusi HANNA ARTUTI EKAMAWANTI Harnani Husni Harry Setiawan Haryono, Zuhry Hasan Ashari Oramahi Hendarto Hendarto Hendarto Hendarto Hendarto Hendra Saputra Heri Ansyah Herlina Darwati Indrianingrum, Dewi Ratnasari Irawan, Ria Irfan Mahdi Irfan Mahdi, Irfan Is kandar Iskandar A M Iskandar AM, . Iswan Dewantara Ivan Sujana Ivan Sujana Ivan Sujana Januarisa, Dela Valenia Jawek, Asmanto Julia, Lusiana Kadhapi, Mu’ammar Kalis, Maria Christiana Kalsum, Emilya Kasli Kasli Kiki Supriyadi Krismanto zakaria Kusmawati, Kusmawati Latifah Latifah Limpa, Octavianus Lolyta Sisillia Luh Putu Ratna Sundari Lukman Lukman M Budiman M Idham, M M Sofwan Anwari M, Iskandar A M. Idham M. Sofwan Anwari, M. Sofwan M. Taufiqurrahman Mala Nurilmala Mapa, Novi Hunberto Mardin Rachmad, Harul Mi kael Mondina, Resta Mondina Muflihati, . Muhammad Fahmi Mulyadi Mulyadi Munadian Munadian Nandu, Iphon Nantah, Nikomedes Nurhaida Nurhaida Nurhaida Nurhaida Oktaviani, Hilaria Dita Pepy Anggela Pera Perawati, Pera Pradana Wanda Adhitya Pranoto, Dwi Yoga B Pratama, Vicky Ryan Purmono, Bintoro Bagus Rachmad, Harul Mardin Rafdinal Rafdinal Rahayu Dewi Rahmah, Adhea Nuur Rahmahwati, Ratih Ranglaut, Sebastianus Lio Rago Ratna Herawatiningsih Riantono, Januarius Rizaldi Boer Rosi tah Sarikun, Sarikun Sarma Siahaan Satri Lestari Septia Anggraeni Seri, Seri Sihotang, Orind K Silvia U. N. M. Mangurai Sofyan Zainal Sofyan Zainal Sudirman Muin Sujana , Ivan Supriadi Syarifah Yuliana Tarsius, . Togar Fernando Manurung Totok Hendarto Triana M, Neni Uke Natalina ully safira Valmando, Victor R Wahyudi, Tri Widhanarto Oki Ganjar Wulandari, Agustiah Yani, Adi Yani, Akhmad Yeni Mariani Yudi Purnomo Yuyun Kurniawan Zuhry Haryono Zuhry Haryono