Claim Missing Document
Check
Articles

Assessing the sustainability of community livelihoods: An ecological approach to enhancing livelihoods in forest area Supriadi; Roslinda, Emi; Hardiansyah, Gusti
Journal of Critical Ecology Vol. 2 No. 1: (February) 2025
Publisher : Institute for Advanced Science, Social, and Sustainable Future

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61511/jcreco.v2i1.1741

Abstract

Background: This study aims to assess the level of sustainable livelihoods in a village with significant natural resource potential, analyze the assets affecting the community's livelihoods, and propose strategies to enhance sustainability. Methods: This research was conducted in Piantus Village, Sejangkung District, over four weeks, using surveys, interviews, and questionnaires. A sample of 86 families from 598 was selected through Random Sampling. Descriptive analysis, processed with Microsoft Excel, assessed five livelihood assets: human, natural, social, financial, and physical. Findings: The results of this study indicate that based on the community livelihood asset indicator index in Piantus Village, Sejangkung District, Sambas Regency, the average index scale score obtained from community livelihood assets was 0.62 with moderate criteria which means not yet sustainable. Conclusion: The strategy carried out by the Piantus Village community is the Accumulation Strategy, the condition of the assets owned by the Piantus Village community is not yet sustainable and can be said to be relatively unsustainable so that accumulation needs to be carried out to improve its condition. Novelty/Originality of This Study: By incorporating both qualitative and quantitative methods, it provides fresh insights into the challenges and opportunities for enhancing livelihood sustainability in resource-dependent communities, offering a new strategic framework for ecological-driven livelihood improvement.
KEARIFAN LOKAL DALAM KEGIATAN LADANG BERPINDAH SUKU DAYAK UUD DANUM DESA MEROBOI KECAMATAN SERAWAI KABUPATEN SINTANG Hardiansyah, Gusti; Seri, Seri; Roslinda, Emi
JURNAL HUTAN LESTARI Vol 12, No 2 (2024): JURNAL HUTAN LESTARI
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jhl.v12i2.57601

Abstract

Local wisdom is a value system or behavior of local people in interacting with the environment in which they live wisely. This study aims to identify and describe forms of local wisdom based on the stages of implementation in shifting cultivation activities of the Dayak Uud Danum Tribe, Meroboi Village, Serawai District, Sintang Regency. The study used an interview survey method, with census data collection. Based on the results of research that has been carried out, there are 52 local wisdoms based on 12 stages of implementation in the shifting activities of the Dayak Uud Danun Tribe in Meroboi Village, namely land determination (Nyarik umok) 9 rituals, nebas (Monilik) 4 rituals, nebang (Nobong) 1 ritual, drying of litter (Ngihang Dobak) 2 rituals, burning (Nyahak) 8 rituals, collecting unburnt litter (Ngohkap) 2 rituals, nugal (Nuhkan) 9 rituals, grazing (Ngomabo) 1 ritual, waiting for the rice to bear fruit (Ngindoi paroi musit)5 rituals, harvesting (Ngohtom) 6 rituals, harvest thanksgiving event (Mohpas ukup) 4 rituals and Land management after harvest (Ngomulan) 1 ritual The shifting cultivation activity is carried out for one year (249 days) from May to April in next.Keywords: Local wisdom, shifting cultivation, Uud DanumAbstrakKearifan lokal merupakan tata nilai atau perilaku hidup masyarakat lokal dalam berinteraksi dengan lingkungan tempatnya hidup secara arif. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mendeskripsikan bentuk-bentuk kearifan lokal berdasarkan tahapan pelaksanaan dalam kegiatan ladang berpindah Suku Dayak Uud Danum Desa Meroboi Kecamatan Serawai Kabupaten Sintang. Penelitian menggunakan metode survei wawancara, dengan pengambilan data secara sensus. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan terdapat 52 kearifan lokal berdasarkan 12 tahapan pelaksanaan dalam kegiatan ladang berpindah Suku Dayak Uud Danun Desa Meroboi yaitu penentuan lahan (Nyarik umok) 9 ritual, nebas (Monilik) 4 ritual, nebang (Nobong) 1 ritual, pengeringan serasah (Ngihang Dobak) 2 ritual, bakar (Nyahak) 8 ritual, mengumpulkan serasah yang tidak habis terbakar (Ngohkap) 2 ritual, nugal (Nuhkan) 9 ritual, merumput (Ngomabo) 1 ritual, menunggu padi berbuah (Ngindoi paroi musit)5 ritual, panen (Ngohtom) 6 ritual, acara syukuran hasil panen (Mohpas ukup) 4 ritual dan pengelolaan lahan setelah panen (Ngomulan) 1 ritual. Pelaksanan kegiatan ladang berpindah tersebut dilakukan selama satu tahun (249 hari) yaitu dari bulan Mei sampai dengan April pada tahun berikutnya. Kata kunci : Kearifan lokal, ladang berpindah, Uud Danum
STRATEGI RESOLUSI KONFLIK TENURIAL PADA PBPH PT. WANA SUBUR PERSADA Rachmad, Harul Mardin; Hardiansyah, Gusti; Rifanjani, Slamet; Roslinda, Emi; Diba, Farah
Tengkawang : Jurnal Ilmu Kehutanan Vol 15, No 1 (2025): TENGKAWANG : JURNAL ILMU KEHUTANAN
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jt.v15i1.76088

Abstract

This research mapped tenure issues in PBPH PT Wana Subur Persada (WSP) and explored the appropriate strategies and approaches used by PBPH PT WSP in handling tenure conflicts in its area. Researchers analysed the actors involved in this tenure conflict issue using the Rapid Land-Tenure Assessment (RaTA) and Dispute Style Analysis (AGATA) tools with The Thomas Kilmann Instrument. The Kilmann Instrument shows that the disputing style of Karang Betung Village - Kenyabur Village and Teluk Kebau Village - Merabu Jaya Village is Agitation, Tembesuk Village - PT WSP is Compromise and Nanga Engkulun Village - PT WSP is Collaboration. The conflict resolution strategy carried out by PBPH PT WSP in its working area in addition to mediation in positive law and customary law is also carried out by maximising the Corporate Social Responsibility (CSR) program. Community welfare improvement programmes carried out include forestry partnerships, agroforestry development, development of non-timber forest products (NTFPs) and livestock cultivation assistance. So that the community has an income to support the economy while waiting for the results of the HTI land that is cooperated.Keywords: conflict, dispute style analysis, Forest Utilization License, Rapid Land-Tenure Assessment, tenure.AbstrakPenelitian ini memetakan permasalahan tenurial pada PBPH PT. Wana Subur Persada (WSP) serta menggali strategi dan pendekatan yang tepat yang dipakai PBPH PT. WSP dalam penanganan konflik tenurial di wilayahnya. Peneliti menganalisis aktor yang terlibat dalam permasalahan konflik tenurial ini menggunakan alat penilaian Rapid Land-Tenure Assessment (RaTA) dan Analisis Gaya Bersengketa (AGATA) dengan The Thomas Kilmann Instrument. Instrumen Kilmann menunjukkan bahwa gaya bersengketa Desa Karang Betung - Desa Kenyabur dan Desa Teluk Kebau "“ Desa Merabu Jaya adalah Agitasi, Desa Tembesuk "“ PT. WSP adalah Kompromi dan Desa Nanga Engkulun "“ PT. WSP adalah Kolaborasi. Strategi resolusi konflik yang dilakukan oleh PBPH PT. WSP pada areal kerjanya selain dengan jalur mediasi secara hukum positif maupun hukum adat juga dilakukan dengan memaksimalkan program Corporate Social Responsibility (CSR). Program peningkatan kesejahteraan masyarakat yang dilakukan antara lain dengan kemitraan kehutanan, pengembangan agroforestry, pengembangan hasil hutan bukan kayu (HHBK) dan bantuan budidaya ternak. Sehingga masyarakat memiliki penghasilan penunjang perekonomian selama menanti hasil dari lahan HTI yang dikerjasamakan.  Kata kunci:  konflik, analisis gaya bersengketa, Periizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan, Rapid Land-Tenure Assessment, tenurial
Studi Potensi Biomassa dan Karbon pada Hutan Tanaman Industri Eucalyptus pellita PT. Finnantara Intiga Kalimantan Barat Hardiansyah, Gusti
Jurnal Wana Tropika Vol 2 No 2 (2012)
Publisher : Fakultas Kehutanan Institut Pertanian STIPER Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

................
Problem Identification and Conflict Resolution Strategies for Industrial Forest Plantation Licensing in Sekadau Forest Management Unit Hardiansyah, Gusti; Mardin Rachmad, Harul; Rifanjani, Slamet; Fitriani, Afni
Jurnal Ilmu Kehutanan Vol 19 No 1 (2025): March
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jik.v19i1.12221

Abstract

This research aimed to map tenure conflicts within the Industrial Forest Plantation (HTI) in the Sekadau Forest Management Unit (KPH) and to thoroughly analyze effective strategies for addressing these conflicts. The study employed Rapid Land-Tenure Assessment (RaTA)and Dispute Style Analysis (AGATA) utilizing the Thomas-Kilmann Instrument. The results revealed three distinct disputing styles: Agitation (Karang Betung-Kenyabur, Teluk Kebau-Merabu Jaya), Compromise (Tembesuk-PTWSP), and Collaboration (Nanga Engkulun-PTWSP). Based on these findings, the research recommends tailored strategies for conflict resolution. Neutral mediation strategies are suggested to reduce tensions in agitation-style disputes, while facilitation strategies can help achieve mutually beneficial solutions in compromise-style cases. Trust-building initiatives are advised to enhance collaboration in resolution efforts. Additionally, this research emphasizes the integration of corporate social responsibility (CSR) programs, including forestry partnerships, agroforestry initiatives, non-timber forest product development, and livestock assistance, to provide interim economic benefits. These approaches combine positive law, customary law, and multi-stake holder engagement to effectively resolve conflicts while advancing community welfare and promoting sustainable development.
Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Dayak Bidayuh melalui Pengembangan Model Pembiayaan Berkelanjutan Berbasis Kearifan Lokal: Studi Kasus Gawai Sowa di Perbatasan Bengkayang Hardiansyah, Gusti; Arestha, Rully; Louw, Febriana; Azazi, Anwar; Adiananta, Bayu Fahmi
Jurnal Pengabdian Masyarakat Mentari Vol. 1 No. 12 (2025): Juli
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmm.v1i12.112

Abstract

Kegiatan ini bertujuan mengembangkan model pembiayaan berkelanjutan berbasis kearifan lokal untuk pemberdayaan ekonomi masyarakat Dayak Bidayuh di wilayah perbatasan Bengkayang. Metode kegiatan menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik Forum Group Discussion (FGD) melibatkan Kepala Perbatasan Bengkayang dan tokoh masyarakat Dayak Bidayuh, serta analisis partisipatif terhadap praktik ekonomi dalam tradisi Gawai Sowa. Data dikumpulkan melalui observasi partisipan, wawancara mendalam, dan dokumentasi selama periode Mei-Juni 2025. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa tradisi Gawai Sowa memiliki potensi ekonomi yang belum optimal, dengan sistem gotong royong dan solidaritas sosial yang dapat ditransformasi menjadi model pembiayaan mikro berbasis komunitas. Model yang dikembangkan mengintegrasikan prinsip keuangan syariah dengan nilai-nilai kearifan lokal, menciptakan skema pembiayaan yang berkelanjutan dan inklusif. Kesimpulan kegiatan menunjukkan bahwa pengembangan model pembiayaan berkelanjutan berbasis kearifan lokal dapat meningkatkan akses masyarakat terhadap sumber daya finansial sambil mempertahankan identitas budaya.
HUBUNGAN KERAPATAN VEGETASI DAN STOK KARBON BAGIAN ATAS PERMUKAAN TANAH PADA HUTAN MANGROVE DI DESA SUNGAI KUPAH Erwan, Erwan; Anshari, Gusti Zakaria; Hardiansyah, Gusti
Tengkawang : Jurnal Ilmu Kehutanan Vol 15, No 2 (2025): TENGKAWANG : JURNAL ILMU KEHUTANAN
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jt.v15i2.76990

Abstract

The carbon storage in mangrove forest plays a crucial role in climate change mitigation. Sungai kupah village is an ecotourism village engaged in mangrove forest tourism restoration. Therefore, the government"™s program to preserve mangrove forst aligns with the conservation efforts undertaken by tourism enthusiasts. Hence, a study is needed on carbon stock reserves at several locations in the Sungai kupah mangrove forest. This research utilized non-destructive sampling method and applied available allometric equations. Data collection involved measuring the diameter of breast height of trees within 10 x 10 meter sample plots with a 5 meter plot interval. The research results indicated an average carbon stock production in above ground biomass of 167.05 tons/ha along the entire path. The highest carbon content was found in path three at 96.46 tons/ha, followed by path two at 72.29 tons/ha, and the smallest in path one at 12.94 tons/ha. Based on the growth rate, the highest stored carbon value for trees is found on line 3, with a value of 83.21 tons/ha, while for seedlings on line 3, it is 13.25 tons/ha. The dominant vegetation species in each zone are Sonneratia caseolaris in line I, and Avicennia lanata in both line II and line III. Therefore, the vegetation density in each zone is related to the biomass value obtained and the carbon stock. Keywords: allometric, biomass, carbon, mangroves, mitigation. Abstrak Penyimpan karbon pada hutan mangrove mempengaruhi kinerja mitigasi perubahan iklim. Desa Sungai Kupah merupakan Desa Ekowisata yang bergerak dalam restorasi wisata hutan mangrove. Sehingga program pemerintah dalam melestarikan hutan mangrove bergerak selaras dengan pelestarian yang dilakukan oleh penggiat wisata. Oleh sebab itu perlunya studi penelitian cadangan stok karbon pada sejumlah lokasi di hutan mangrove Sungai Kupah. Penelitian ini menggunakan metode non destruktif sampling dan menerapkan persamaan allometrik yang telah tersedia. Pengumpulan data dilakukan dengan mengukur diameter pohon setengah dada di dalam plot pengambilan sampel berukuran 10 x 10 meter dan jangkauan antara plot sebesar 5 meter. Hasil penelitian menunjukkan rerata produksi stok karbon pada biomassa atas permukaan keseluruhan jalur diperoleh sebesar 167,05 ton/ha. Kandungan karbon tertinggi terdapat pada jalur 3 sebesar 96,46 ton/ha, kemudian jalur 2 sebesar 72,29 ton/ha dan yang terkecil berada pada jalur 1 sebesar 12,94 ton/ha. Berdasarkan tingkat pertumbuhan, untuk pohon nilai karbon tersimpan tertinggi berada pada jalur 3 dengan masing-masing nilai sebesar 83,21 ton/ha dan untuk pancang pada jalur 3 sebesar 13,25 ton/ha. Jenis vegetasi yang mendominasi setiap zonasi yaitu pada jalur I didominasi oleh jenis Sonneratia caseolaris dan jalur II dan Jalur III didominasi oleh jenis Avicennia lanata. Sehingga besar nilai kerapatan pada tiap vegetasi memiliki hubungan dengan nilai biomassa yang diperoleh maupun stok karbon. Kata kunci: allometrik, biomassa, karbon, mangrove, mitigasi
Carbon Sequestration in the Green Open Spaces along Primary Road of Pontianak City, West Kalimantan, Indonesia Hardiansyah, Gusti; Indrianingrum, Dewi Ratnasari; Anwari, M. Sofwan; Haryono, Zuhry; Diba, Farah; Ekamawanti, Hanna Artuti; Yani, Adi
Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (Journal of Natural Resources and Environmental Management) Vol 14 No 1 (2024): Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (JPSL)
Publisher : Pusat Penelitian Lingkungan Hidup, IPB (PPLH-IPB) dan Program Studi Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan, IPB (PS. PSL, SPs. IPB)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jpsl.14.1.190

Abstract

Global climate change caused by greenhouse gas (GHG) emissions is currently a focus for various countries worldwide, including Indonesia. Carbon dioxide (CO2) is the main source of emissions, with a significant portion originating in urban areas. This is due to the high levels of air pollution from motor vehicles and rapid industrial growth. Urban green spaces are areas within cities that consist of non-built-up spaces filled with naturally grown or cultivated vegetation. These green spaces exist directly alongside the transportation infrastructure, which helps reduce air pollution, especially CO2, through the vegetation that makes up these areas. One type of urban green space is a green corridor, which forms elongated paths or areas. This study assessed the carbon sequestration of 17 primary road networks in Pontianak City using three allometric models. Plot positions for data collection were determined using purposive sampling, with each side accounting for 5% of the total zigzag plots. This research focused on vegetation at different growth stages, such as saplings, poles, and trees. The results were estimated at 256.86 tons ha-1 (Hardiansyah and Ridwan formula), 269.96 tons ha-1 (Chave formula), and 193 tons ha-1 (Brown formula).
PENGEMBANGAN INOVASI PRODUK KOMPOSIT MODUL SEKAT KANAL BERBAHAN BAKU SERAT SABUT KELAPA UNTUK PENERAPAN PENYEKATAN KANAL PADA LAHAN GAMBUT Hardiansyah, Gusti; Sujana , Ivan; Imansyah, Fitri
Jurnal Abdi Insani Vol 11 No 2 (2024): Jurnal Abdi Insani
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v11i2.1532

Abstract

Lahan gambut di Kalimantan Barat, Indonesia, merupakan ekosistem yang penting namun rentan terhadap degradasi yang disebabkan oleh aktivitas manusia. Dalam upaya untuk mengatasi masalah ini, kegiatan ini memperkenalkan inovasi produk berupa modul sekat kanal berbahan komposit serat sabut kelapa untuk penerapan penyekatan kanal yang berkelanjutan. Studi ini melibatkan serangkaian langkah metodologis yang mencakup studi literatur, pengembangan prototipe, pengujian laboratorium, dan studi kasus lapangan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa modul sekat kanal komposit memiliki potensi yang signifikan dalam mengurangi penurunan permukaan tanah, meningkatkan produktivitas lahan, dan memperbaiki keseimbangan hidrologi di lahan gambut. Selain manfaat ekonomi yang signifikan bagi masyarakat lokal, implementasi modul ini juga memiliki dampak positif terhadap lingkungan, termasuk perlindungan habitat dan pengurangan emisi gas rumah kaca. Temuan ini memiliki implikasi penting dalam pembuatan kebijakan dan perencanaan pengelolaan lahan gambut di Kalimantan Barat, dengan menekankan pentingnya solusi berkelanjutan dan partisipasi masyarakat dalam mengatasi tantangan yang dihadapi oleh ekosistem ini. Kegiatan ini menyoroti potensi inovasi produk komposit modul sekat kanal berbahan baku serat sabut kelapa sebagai langkah penting dalam upaya untuk memperkuat pengelolaan lahan gambut di Kalimantan Barat. Langkah selanjutnya adalah mendorong adopsi dan implementasi solusi ini secara lebih luas, sambil melanjutkan kegiatan lanjutan untuk memperdalam pemahaman kita tentang pengelolaan lahan gambut yang berkelanjutan.
MENGINTEGRASIKAN STORYTELLING MARKETING DALAM BRANDING PRODUK WILAYAH PERBATASAN DI IKM DESA SEKIDA, KABUPATEN BENGKAYANG, KALIMANTAN BARAT Hardiansyah, Gusti; Latifah, Latifah; Trisnawati, Ema; Hardayu, Audisty Prana; Fitriana, Ana; Purmono, Bintoro Bagus; Setiawan, Harry; Ardiansyah, Ardiansyah
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 3 (2024): Volume 5 No. 3 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i3.29578

Abstract

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk mengintegrasikan Storytelling Marketing dalam Branding produk IKM di Desa Sekida, Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat. Melalui pendekatan kualitatif, tim melakukan observasi lapangan, wawancara mendalam, pelatihan, dan pendampingan kepada para pengrajin. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa Storytelling Marketing dapat membangun identitas merek yang kuat dan menarik bagi produk IKM wilayah perbatasan. Dengan mengeksplorasi kisah unik di balik produk, mengemas kisah dalam bentuk menarik, menyebarkan kisah melalui berbagai saluran, melibatkan konsumen, serta memperbarui dan mengembangkan kisah secara berkelanjutan, produk IKM Desa Sekida dapat meningkatkan kesadaran merek, persepsi kualitas, loyalitas konsumen, dan engagement. Kegiatan ini juga membantu melestarikan warisan budaya lokal dan meningkatkan daya saing produk di pasar global. Meskipun terdapat tantangan dalam keterampilan pengrajin, pelatihan dan pendampingan telah membantu meningkatkan kemampuan mereka dalam menerapkan Storytelling Marketing secara efektif.
Co-Authors . Burhanuddin . Fahrizal A F Tanjung Adiananta, Bayu Fahmi Agust Prahara Ahmad Aris, Ahmad Ahmad Muslim ahmad yani Aini, Laila Quratul Ana Fitriana Anshari, Gusti Zakaria Anwar Azazi ARDIANSYAH ARDIANSYAH Arestha, Rully Arif Data Kusuma Aripin Aripin Aripin Aripin Aripin Aripin Aripin Aripin Audisty Prana Hardayu Bagaskara, Julio Bitenia Elen Kuni, Bitenia Elen Cassanova, Kresna Dahyanti, Dahyanti Deni Nurdwiansyah Denni Nurdwiansyah Denni Nurdwiansyah Denni Nurdwiansyah Desi Albinasari Destiana Destiana Dina Setyawati Doni, Ewaldus Dudung Darusman Dwi Yoga Budi Pranoto DYB Pranoto Eko Subrata Ema Trisnawati Emi Roslinda Erianto Erianto Erianto, . Erwan Erwan, Erwan Evy Wardenaar Fachrudin, Abang Faqih, Septian Farah Diba Fathul Yusro Febriana Louw Fitri Imansyah Fitriani, Afni Gusti Eva Tavita Handayani, Yusi HANNA ARTUTI EKAMAWANTI Harnani Husni Harry Setiawan Haryono, Zuhry Hasan Ashari Oramahi Hendarto Hendarto Hendarto Hendarto Hendarto Hendra Saputra Heri Ansyah Herlina Darwati Indrianingrum, Dewi Ratnasari Irawan, Ria Irfan Mahdi Irfan Mahdi, Irfan Is kandar Iskandar A M Iskandar AM, . Iswan Dewantara Ivan Sujana Ivan Sujana Ivan Sujana Januarisa, Dela Valenia Jawek, Asmanto Julia, Lusiana Kadhapi, Mu’ammar Kalis, Maria Christiana Kalsum, Emilya Kasli Kasli Kiki Supriyadi Krismanto zakaria Kusmawati, Kusmawati Latifah Latifah Limpa, Octavianus Lolyta Sisillia Luh Putu Ratna Sundari Lukman Lukman M Budiman M Idham, M M Sofwan Anwari M, Iskandar A M. Idham M. Sofwan Anwari, M. Sofwan M. Taufiqurrahman Mala Nurilmala Mapa, Novi Hunberto Mardin Rachmad, Harul Mi kael Mondina, Resta Mondina Muflihati, . Muhammad Fahmi Mulyadi Mulyadi Munadian Munadian Nandu, Iphon Nantah, Nikomedes Nurhaida Nurhaida Nurhaida Nurhaida Oktaviani, Hilaria Dita Pepy Anggela Pera Perawati, Pera Pradana Wanda Adhitya Pranoto, Dwi Yoga B Pratama, Vicky Ryan Purmono, Bintoro Bagus Rachmad, Harul Mardin Rafdinal Rafdinal Rahayu Dewi Rahmah, Adhea Nuur Rahmahwati, Ratih Ranglaut, Sebastianus Lio Rago Ratna Herawatiningsih Riantono, Januarius Rizaldi Boer Rosi tah Sarikun, Sarikun Sarma Siahaan Satri Lestari Septia Anggraeni Seri, Seri Sihotang, Orind K Silvia U. N. M. Mangurai Sofyan Zainal Sofyan Zainal Sudirman Muin Sujana , Ivan Supriadi Syarifah Yuliana Tarsius, . Togar Fernando Manurung Totok Hendarto Triana M, Neni Uke Natalina ully safira Valmando, Victor R Wahyudi, Tri Widhanarto Oki Ganjar Wulandari, Agustiah Yani, Adi Yani, Akhmad Yeni Mariani Yudi Purnomo Yuyun Kurniawan Zuhry Haryono Zuhry Haryono