Claim Missing Document
Check
Articles

RISIKO INFEKSI KECACINGAN PADA PEKERJA PETERNAKAN AYAM DI SUNGAI AMBAWANG KABUPATEN KUBU RAYA Elly Trisnawati; Rochmawati Rochmawati
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 12 No 2 (2016)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang : penyakit kecacingan merupakan salah satu faktor yang mempengaruhipenurunan kualitas sumber daya manusia, serta produktivitas kerja. Kecacingan secarakumulatif dapat menimbulkan kehilangan zat gizi berupa karbohidrat dan protein sertakehilangan darah/anemia. Seekor cacing dapat menghisap darah 0,2-0,3ml/hari. Faktor yang mempengaruhi infeksi kecacingan yaitu personal hygiene, pemakaian APD dansanitasi. Penyakit kecacingan pada ayam ditemukan di peternakan yang kotor, banyaksiput air dan minuman kotor yang dapat memungkinkan pekerja peternakan terinfeksikecacingan. Berdasarkan survai awal pada pekerja peternakan ayam ditemukan 41,67%positif kecacingan, 16,67% positif Ascaris, 16,67% positif Ascaris dan Trichurisdan 8,33%positif Ascaris, Trichuris dan Ancylostoma.Tujuan : penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan personal hygiene, penggunaanAPD dan sanitasi kandang dengan infeksi kecacingan pada pekerja peternakan ayam diSungai Ambawang Kab. Kubu Raya.Metode : jenis penelitian ini adalah observasional analitik dengan desaincross sectional.Sampel dalam penelitian ini adalah pekerja peternakan ayam dengan jumlah 47responden. Analisis data mencakup analisa univariat dan bivariat. Uji statistik yangdigunakan yaitu uji chi square (α=5%).Hasil : penelitian menunjukkan ada hubungan antara personal hygiene (p value = 0,017),penggunaan APD (p value = 0,035) dan sanitasi kandang (p value = 0,011) dengan infeksikecacingan pada pekerja peternakan ayam di Sungai Ambawang Kab. Kubu Raya.Saran : kepada pimpinan PT. Sumber Satwa Pertiwi untuk melakukan peningkatan upayapreventif, seperti menyediakan APD lengkap (masker, sarung tangan, baju lengan panjang,celana panjang dan sepatu bot). Melakukan pemeriksaan rutin pada pekerja (pemeriksaandarah/Hb dan fases), serta meningkatkan sanitasi kandang. Kata kunci : personal hygiene, APD, sanitasi kandang, kecacingan, peternakan
DETERMINAN KEGAGALAN ASI EKSKLUSIF PADA KOMUNITAS MADURA Otik Widyastutik; Elly Trisnawati
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 14 No 2 (2018)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/ikesma.v14i2.10460

Abstract

Exclusive breastfeeding is the first intake that is very important for infants aged 0-6 months. Exclusive breastfeeding achievement in the Madurese community in the working area of ​​the outpatient Puskesmas Purun Kecil is 29%. This is due to several things including the habit of giving honey to babies, therefore in giving ASI exclusively is interrupted. This study aims to analyze the relationship between the habit of giving honey to infants aged 0-6, the support of biological mothers from the baby's mother, the support of mother-in-law from the mother's baby, the support of health officers, the working status of a mother, the knowledge of lactation management, the effort to use the independent exclusive breastfeeding, and the exclusive breastfeeding failure. This study uses a cross sectional design. The study sample was 162. The statistical test used was the Chi-square test (X2). The results showed that the determinants of exclusive breastfeeding failure in infants in Peniraman Village and Nusapati Village were the support of biological mothers from the baby's mother, mother-in-law's support of the baby's mother, health worker support, lactation management knowledge, efforts to use independent ASI dairy equipment.
FACTORS RELATED TO BREASTMILK PRODUCTION ON POSTPARTUM MOTHERS IN EAST PONTIANAK, WEST KALIMANTAN Otik Widyastutik; YUWAN CHARTASIM; ELLY TRISNAWATI; SELVIANA SELVIANA
The Indonesian Journal of Public Health Vol. 16 No. 2 (2021): THE INDONESIAN JOURNAL OF PUBLIC HEALTH
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (398.021 KB) | DOI: 10.20473/ijph.v16i2.2021.297-314

Abstract

ABSTRACTProducing breastmilk is a mother’s ability for the next six weeks after giving birth. Based on data from the Health Office of Pontianak City, exclusive breastfeeding coverage is 25% in East Pontianak District. A preliminary study conducted in East Pontianak Sub district, seven out of ten respondents who underwent breastfeeding, their breastmilk was not running well. There are 70% of babies experienced weight increment below 500 grams/month. In addition, 70% mothers drinking less than twelve glasses/day, 70% mothers do not receive support from their husbands in breastfeeding process, 60% mothers have never been exposed to breastfeeding information, and 50% mothers experienced moderate anxiety levels after giving birth. The research aimed to determine the determinants of postpartum mother's milk production in East Pontianak District. This research is observational research with a cross-sectional approach, and the research subject is 48 postpartum mothers. The results showed that the determinant factor could be seen from the relationship of fluid intake (p-value = 0.000), husband's support (p-value=0.000), information exposure (p-value=0.010), supplement (p-value=0.000), and energy intake (p-value=0.000), to breast milk production. Recommendations addressed to the community health center such as work more active in providing counselling, activating cadres by providing practices. Therefore, they can assist in providing knowledge about breastfeeding and making creative promotional media.Keywords : breast milk production, postpartum, nutrition intake
Quality Control Mandiri Pada Industri Cincau Hitam Untuk Meningkatkan Higiene Produk Dan Potensi Pemasaran Produk Andri Dwi Hernawan; Fenni Supriadi; Elly Trisnawati
Al-Khidmah Vol 1, No 2 (2018): AL-KHIDMAH (Desember)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1228.604 KB) | DOI: 10.29406/al-khidmah.v1i2.1321

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat yang bertujuan untuk melakukan upaya komprehensif dalam industri grassjelly melalui pelatihan pengendalian diri berkualitas dengan memperkenalkan HACCP (poin-poin kontrol kritis analisis bahaya), dan setelah itu pelatihan tentang prosedur untuk membuat lisensi industri rumah tangga dan mengemas produk-produk cincau, dan kemudian menyediakan bantuan untuk mengusahakan pemasaran untuk memasarkan pangsa yang baru.Hasil dari kegiatan setelah beberapa pelatihan diberikan kepada industri grassjelly menemukan dampak berikut dari kegiatan, pemahaman dan pengetahuan industri grassjelly meningkatkan kebersihan makanan yang dibuktikan dengan penilaian awal ketidaktahuan tentang potensi paparan kimia dan mikrobiologi di awal sebelum kegiatan diubah menjadi kesadaran untuk menciptakan makanan higienis yang lebih baik. Ketertarikan pada pangsa pasar baru di supermarket juga terbukti setelah pengemasan dan prosedur pelatihan untuk produk lisensi rumah tangga telah dilakukan, tetapi fasilitasi lebih lanjut diperlukan untuk membantu manajemen produk lisensi.Pengabdian masyarakat selanjutnya dapat dilakukan dengan bekerja sama dengan industri supermarket untuk berkolaborasi dengan industri cincau kecil dalam menyediakan stok cincau di supermarket. Sektor pemerintah juga perlu dilibatkan untuk lebih serius melakukan pemantauan keamanan pangan industri cincau.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DAYAK ASLI (KANAYATN) MELALUI MPLEMENTASI PENDAMPINGAN DESA SIAGA, AKSES PENDIDIKAN DAN SOSIAL EKONOMI Elly Trisnawati
Jurnal Buletin Al-Ribaath Vol 15, No 1 (2018): Buletin Al-Ribaath
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (241.984 KB) | DOI: 10.29406/br.v15i1.1126

Abstract

ABSTRACTLandak is one of the district with some area still far from optimal conditions, either  health, education, nor economic sectors. Most of the people of Landak has graduated on elementary school (>50%), PHBS (Clean and Healthy Living Behaviour)  problems become priority in health field. The economic conditions is in middle to lower category . One of the area in Landak, which still require efforts to improve human resources is Mempawah Hulu District which is dominated by Dayak Kanayatn tribe. The purpose of KKN-PPM activities in Kecamatan (Sub District) Mempawah Hulu is to empower the community in health, education and socio-economic sectors . The method implemented in order to  empower the society ,  by a trigger role form and community , institutional reinforcement and community mobilization. Third partys  in this activity is Kecamatan Mempawah Hulu along with three villages in the region districts and Puskesmas (Public Helath Center) Karangan. Through these activities, Alert village  could be activated again. Establishment of PHBS (Clean and Healthy Living Behaviour) cadres, cadres Alert , pioneer of GENRE as well as an initiation of ODF hamlet can implemented . In the fields of education, it is formed reading house thet has the synergy with  green school  and formation  learning group. In field of entrepreneurship, it is formed a catfish cultivation group and chicken boiler cultivation group  as well formed group of  entrepreneurship that has a society priority within its products originated from ingredients local . The expectation is that from  the whole program has initiated, will be able to be applied on sustainable in three villages, namely Pahokng Village , Caokng and TunangKeyword : empowerment, alert village, entrepreneurship , Dayak Kanayatn
Pemetaan dan Pemberdayaan Dhua’fa – Mustad’afin Melalui Kemitraan PCM Pontianak Timur Dalam Gerakan Toss TBC dan Melawan Covid-19 Elly Trisnawati; Otik Widyastutik; Sovie Nautica Angela; Amaliya Irmayanti
Jurnal Buletin Al-Ribaath Vol 19, No 1 (2022): Buletin Al-Ribaath
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29406/br.v19i1.3733

Abstract

Pontianak Timur merupakan kecamatan yang cukup tinggi menyumbangkan kasus baru TBC dan Covid-19. Temuan kasus baru TBC di Pontianak Timur pada awal tahun 2020 sebanyak 49 kasus, sedangkan data Covid-19 di wilayah tersebut juga meningkat, yaitu sebaran ODP sebanyak 115 orang, PDP sebanyak 34 orang, konfirmasi positif Covid-19 sebanyak 18 orang, positif dirawat (isolasi) sebanyak 5 orang dan kasus meninggal sebanyak 9 orang.  Pontianak Timur masih menjadi salah satu wilayah potensial dalam penularan TBC. Peluang bagi PCM dalam mengembangkan ranting – ranting baru sebagai bentuk perluasan area dakwah. Pemetaan kelompok Dhu’afa/Mustadh’afin juga belum terdeteksi di wilayah ini, sehingga program ini mentargetkan untuk dapat melakukan pemetaan kelompok-kelompok Dhu’afa/Mustadh’afin sebagai upaya prevensi penularan kasus TBC dan pencegahan Covid-19.Metode yang digunakan dalam kegiatan adalah sebagai berikut : (1) melaksanakan pemetaan kelompok Dhu’afa/Mustadh’afin; (2) melaksanakan penguatan edukasi ; (3) monitoring PMO; (4) melaksanakan Ta’awun social ; dan (5) Inisiasi pengembangan Ranting (PRM).Melalui kegiatan ini diharapkan bisa menjadi inisiator dalam program pengendalian TBC dan Lawan Covid-19 di wilayah Kecamatan Pontianak Timur. Luaran yang diharapkan adalah terbentuknya ranting (PRA), peta sebaran kelompok kaum Dhu’afa/Mustadh’afin, dan peningkatan pemahaman bagi masyarakat sasaran tentang TBC dan Covid-19.Rangkaian kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Kelurahan Banjar Serasan telah terlaksana dengan baik. Berdasarkan evaluasi kegiatan diperoleh adanya peningkatan pemahaman dan awareness kelompok sasaran terhadap materi yang disampaikan. Diharapkan kegiatan ini menjadi stimulasi positif dan pengembangan Kesehatan masyarakat di wilayah Pontianak Timur.
PERAWATAN PAYUDARA SEBAGAI TREATMENT KELANCARAN ASI Elly Trisnawati; Amanda Distrilia
Jurnal Buletin Al-Ribaath Vol 15, No 2 (2018): Buletin Al-Ribaath
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (279.354 KB) | DOI: 10.29406/br.v15i2.1337

Abstract

Air Susu Ibu (ASI) adalah nutrisi terbaik bagi bayi, yang merupakan emulsi lemak dalam larutan protein, laktosa dan mineral. Kolostrum yang terkandung dalam ASI pada hari pertama sampai dengan hari ke-7 setelah ibu melahirkan, terbukti bermanfaat meningkatkan kadar antibodi pada bayi. Besarnya manfaat ASI tidak sebanding dengan eviden based yang muncul. Permasalahan yang terjadi justru banyak ditemukan ibu-ibu yang gagal dalam memberikan ASI eksklusif. Permasalahan lain terkait pemberian ASI yang sering dialami oleh ibu menyusui adalah kurang maksimalnya jumlah ASI yang masuk ke tubuh bayi, hal ini dikarenakan tidak lancarnya ASI pada awal periode pemberiannya, sehingga berat badan bayi tidak mengalami peningkatan secara signifikan. ‘Aisyiyah sebagai organisasi perempuan Muhammadiyah yang terdiri dari perempuan-perempuan produktif menjadi kelompok potensial yang diharapkan mampu sebagai motor penggerak dalam mewujudkan masyarakat peduli ASI di Kalimantan Barat, khususnya dalam melakukan transfer knowledge tentang perawatan payudara sebagai treatment kelancaran ASI. Kegiatan ini difokuskan pada masyarakat Kelurahan Mariana, yang merupakan salah satu kelompok kader-kader ‘Aisyiyah Kota Pontianak dan bekerjasama dengan MPM (Majelis Pemberdayaan Masyarakat) PW Muhammadiyah Kalbar. Metode yang digunakan dalam kegiatan adalah sebagai berikut : (1) melaksanakan penyuluhan tentang ASI dan manfaat perawatan payudara kepada ibu-ibu ‘Aisyiyah; (2) melaksanakan pelatihan perawatan payudara sebagai treatment kelancaran ASI ; dan (3) pembentukan kader ASI ‘Aisyiyah. Melalui kegiatan ini diharapkan bisa menjadi inisiator dalam program kaderisasi ASI pada masyarakat. Luaran yang dihasilkan dalam kegiatan ini adalah terlaksanakannya edukasi pada kelompok sasaran serta terbentuknya skill ibu-ibu kader Áisyiyah dalam melakukan treatment perawatan payudara. Selain itu luaran konkret lain dari program ini adalah terbentuknya kader ASI ‘Aisyiyah sehingga bisa berlanjut sebagai trainer bagi masyarakat sekitarnya.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DAYAK ASLI (KANAYATN) MELALUI IMPLEMENTASI PENDAMPINGAN DESA SIAGA, AKSES PENDIDIKAN DAN SOSIAL EKONOMI Elly Trisnawati; Andri Dwi Hernawan; Dini Hadiarti
Jurnal Buletin Al-Ribaath Vol 14, No 2 (2017): Buletin Al-Ribaath
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (191.932 KB) | DOI: 10.29406/br.v14i2.896

Abstract

Mempawah Hulu, which is predominantly populated by indigenous Dayak Kanayatn tribe, is one of underdeveloped sub-district in Landak Regency. The main issues are in health, education, and economic sectors, for instances: low educated villagers (the majority of the villagers do not graduate from secondary school); urgent clean and healthy living behavior (PHBS); economic condition in the middle to the low category. Therefore, the community service in this area was focused on empowering the community in those problematic sectors. To solve the issues, we heightened public role in society and enforced the authority institution which including Mempawah Hulu Regency Administration along with three local villages authorities and Puskesmas (Public Health Center) Karangan. Through these activities, not only ‘Alert Village’ was activated but also PHBS agents, ‘Alert Village’ agents, Healthy Generation (Genre) ambassador, as well as initiation of ODF hamlet were established. In the education sector, the local library was built which was associated with the establishment of the green school and study group. In the social-economic sector, a catfish cultivation group and chicken boiler cultivation group were formed as well as few entrepreneurs manufacturing products from local commodities. It was expected that the whole initiated programs would be sustainable in three villages, namely Pahokng, Caokng, and Tunang. Keywords: empowerment, alert village, entrepreneurship, Dayak Kanayatn
PEMBERDAYAAN KELUARGA MISKIN MELALUI PENGUATAN DESA SIAGA, AKSES PENDIDIKAN DAN INDUSTRI RUMAH TANGGA SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN DERAJAT KESEHATAN MASYARAKAT Elly Trisnawati; Andri Dwi Hernawan; Sri Nugroho Jati
Jurnal Buletin Al-Ribaath Vol 14, No 1 (2017): Buletin Al-Ribaath
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (163.291 KB) | DOI: 10.29406/br.v14i1.596

Abstract

Sambas district is the district with the lowest HDI among the 14 districts in West Kalimantan. The highest education level of most people is only Elementary School, while public health issues are very complex, while most families are poor. Those facts show that Kabupaten Sambas is one of the districts that need attention in development in all sectors, including health, education, and economy. Sebawi, one of the region in Sambas district, still requires efforts to improve the human resource. The aim of KKN-PPM in Sebawi is to have a community empowerment in the areas of health, education, and socio-economic. The activities included strengthening 'desa siaga', increasing access to education, and intensive mentorship for the home industry in three selected villages, namely Sepuk Tanjung, Rantau Panjang and Sebawi. The results showed that the major program such as 'desa siaga' and entrepreneurship run very well. We successfully revitalized management and operational team of 'Desa Siaga'. and also convinced the villagers to provide ambulance facility in their village. We also established a new group of entrepreneurs consisted of housewife and dropout students. We hope that the new entrepreneur group can promote economic growth in the villages.  Hopefully, the program can be sustainable and will be monitored periodically. Keywords: community empowerment, alert village, poor families
“Penelek Kitak Kituk” Sebagai Motor Penggerak Masyarakat Dalam Penanggulangan DBD di Komunitas Dayak Elly Trisnawati; Winda Kartika Sari; Suriana Suriana; Magdalena Kandari
Jurnal Buletin Al-Ribaath Vol 18, No 1 (2021): Buletin Al-Ribaath
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29406/br.v18i1.2160

Abstract

Penyakit menular masih menjadi permasalahan kesehatan masyarakat di Kalimantan Barat, terutama penyakit menular berbasis lingkungan, salah satunya adalah Demam Berdarah Dengue (DBD). Dusun Sangku merupakan wilayah yang didominasi oleh Suku Dayak menjadi salah satu dusun yang memiliki kasus DBD tertinggi di Puskesmas Lingga, Kabupaten Kubu Raya. Data menunjukkan bahwa sebanyak 27 kasus baru DBD terjadi di Dusun Sangku. Determinan Faktor yang di intervensi dalam kegiatan pengabdian ini adalah keberadaan jentik pada tempat-tempat penampungan air serta terdapatnya tempat perindukan nyamuk. Faktor tersebut terjadi karena kondisi lingkungan Dusun Sangku yang berisiko, seperti topografinya berupa tanah gambut dan tidak terdapatnya akses air bersih perpipaan sehingga masyarakat Dusun Sangku mengandalkan air hujan sebagai sumber air bersih keluarga (100%). Penggunaan penampungan air hujan tanpa menggunakan tutup semakin memicu besarnya risiko perkembangbiakan nyamuk Aedes aegypti sebagai vector penyebab DBD. Salah satu upaya dalam penanggulangan DBD yang disebabkan oleh karena adanya potensi lingkungan rumah tangga adalah optimalisasi peran anggota masyarakat sebagai kader peduli DBD. Melalui kegiatan ini, tim pelaksana menginisiasi terbentuknya kelompok kader peduli DBD yang diberi nama berdasarkan bahasa lokal, yaitu “Penelek Kitak Kituk”. Kelompok kader ini merupakan bagian dari anggota masyarakat di Dusun Sangku yang berperan penting dalam penyebarluasan informasi tentang DBD kepada masyarakat sekitarnya. Dengan adanya kelompok kader “Penelek Kitak Kituk”, diharapkan permasalahan DBD di Dusun Sangku dapat diminimalisir dan perhatian masyarakatnya bisa semakin meningkat dalam upaya pencegahan dan penanggulangan DBD secara mandiri.
Co-Authors A'in, Nurul Abduh Ridha Abdurrahman, Muhammad Aji Adetria Heristi Afifah, Suci AHMAD MUSTOLIH Alamsyah, Dedi Amaliya Irmayanti Amaliya Irmayanti Amanda Distrilia Andri Dwi Hernawan Angel, Valencia Anggeriani, Desy Anggraini, Sri Anselma Anselma Aprillia Krisnawaty Arfan, Iskandar Asmadi asmadi Aulia, Cindy Febi Dwi Budi, Eko Dewi Yuliandari Dewi, Nur Kumala Diki Fahrozi Almuharami Dini Hadiarti Diningrum, Wulan DWI YULIANTI Edy Suryadi Elfrida Ratnawati Emelia Agustina Mila Feby Surantri Fenni Supriadi Fhoka, Finanda Fioresta, Arswendy Irene Fitriati, Nur Handini, Lail Harzuna, Amanda Hawa Cahya Purnama Hediyanti, Giska Indah Budiastutik Irmayanti, Amaliya Ismael Saleh Jati, Sri Nugroho Jenie, Ikhlas M Jumenah Jumenah Jumenah, Jumenah Krisdiyana, Ana Kurniawati, Asriani Lazuli, Neila Sari Leo Leo Lidia, Marselina Linda Suwarni Lutfia Indah Hapsari M Taufik Magdalena Kandari Mardjan Mardjan Margareta Margareta, Margareta Maria Yolan Sukemi Marlenywati Marlenywati Munawarah, Sitti Munawaroh, Nuraini Natalina Natalina Neila Sari Lazuli Novi Irawan Nur Kumala Dewi Nurhayati Nurhayati Nurlaila, Syarifah Nurmaliza, Tengku Haqy Nurul Amaliyah Nurul Bariyah Oda Susanto Oktaviana, Nur Ayu Otik Widyastutik Ottik Widyastutik Pettarany Hanifathun Pradana, Tedy Dian Pramono, Dimas Budi Pranaka, Resky Nanda Pujana, Betri Putri, Dellyta Nabila Radiantini , Yuyun Pramita Rahmadinda, Rahmadinda Resi Raf Sanjani Rima Putri, Audila Rizki Fitlya, Rizki Rochmawati Rochmawati Rochmawati Rochmawati, Rochmawati Rossa, Idjeriah Ruhama, Ufi Safaldy, Aizhar Safira, Nadyah Noora Sanjani, Resi Raf SATRIYAS ILYAS Selviana Selviana Selviana Selviana Sitti Munawarah Slamet Triyono Sovie Nautica Angela Sukemi, Maria Yolan Suriana Suriana Syabaniah, Syabaniah Syaifudin Hisbullah, Muhammad Tania, Betania Narwastu Tedy Dian Perdana Tengku Haqy Nurmaliza Tri Eko Sumarto Tuti Kurniati Weni Selvianty Widya Eka Lestari Widya Lestari Widyastutik, Otik Widyastutik, Otik Wijayarsi, Dian Winda Kartika Sari Wulandari, Yesi Yasita, Nova YUNI, YUNI YUWAN CHARTASIM