p-Index From 2021 - 2026
8.017
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Psikologi Jurnal Kesehatan Masyarakat (IKESMA) Jurnal Kesehatan Masyarakat (JKM) CENDEKIA UTAMA Jurnal Kesehatan JIP (Jurnal Intervensi Psikologi) JIMKesmas (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) The Indonesian Journal of Public Health Darussalam Nutrition Journal Jurnal Kesehatan Komunitas Jurnal Kesehatan Medika Saintika Media Ilmu Kesehatan GHIDZA: Jurnal Gizi dan Kesehatan Al-Khidmah BULETIN AL-RIBAATH Amerta Nutrition Journal of Midwifery and Nursing Unnes Journal of Public Health Psikoislamedia : Jurnal Psikologi Jurnal Formil (Forum Ilmiah) Kesmas Respati Jurnal Keperawatan Respati Yogyakarta Insight: Jurnal Ilmiah Psikologi JURNAL MUTIARA KESEHATAN MASYARAKAT Contagion: Scientific Periodical Journal of Public Health and Coastal Health AVICENNA Jurnal Kesmas (Kesehatan Masyarakat) Khatulistiwa Jurnal Ilmiah Manusia dan Kesehatan PREPOTIF : Jurnal Kesehatan Masyarakat An-Nadaa: Jurnal Kesehatan Masyarakat JUMANTIK: Jurnal Mahasiswa dan Peneliti Kesehatan Jurnal Penelitian Pendidikan, Psikologi Dan Kesehatan (J-P3K) Miracle Journal Of Public Health (MJPH) Jurnal Kesehatan Tambusai Jurnal Borneo Akcaya : Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pelayanan Publik Journal of Public Health Innovation (JPHI) Jurnal EduHealth Journal of Health Research Science Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Jurnal Teknologi Lingkungan Lahan Basah Gadjah Mada Journal of Professional Psychology (GamaJPP) Riset Informasi Kesehatan Jurnal Vokasi Kesehatan JIP (Jurnal Intervensi Psikologi) Prosiding Seminar Nasional Unimus
Claim Missing Document
Check
Articles

Integrasi program pemberian makanan tambahan dan edukasi gizi untuk pencegahan stunting pada ibu hamil Ulandari, Cantika Fania; Budiastutik, Indah; Marlenywati, Marlenywati; Trisnawati, Elly; Sari, Eka Puspita
Jurnal Inovasi Kesehatan Masyarakat Vol 6 No 1 (2025): Journal of Public Health Innovation (JPHI)
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan Garawangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/efkrfk15

Abstract

Latar Belakang: Stunting masih menjadi masalah gizi kronis di Indonesia. Kekurangan gizi pada ibu hamil berpengaruh langsung terhadap pertumbuhan janin, sehingga intervensi gizi sejak masa kehamilan sangat penting.Metode: Penelitian ini menggunakan desain quasi-eksperimental one group pretest–posttest. Intervensi dilakukan melalui pemberian makanan tambahan (PMT) berbasis pangan lokal yang diintegrasikan dengan edukasi gizi partisipatif selama empat sesi. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon dengan tingkat signifikansi α = 0,05.Hasil: Terdapat peningkatan signifikan perilaku konsumsi gizi seimbang pada ibu hamil dari pretest ke posttest (p = 0,000). Rerata berat badan ibu hamil juga meningkat dari 54,1 kg menjadi 59,7 kg setelah intervensi.Kesimpulan: Integrasi PMT berbasis pangan lokal dengan edukasi gizi terbukti efektif meningkatkan perilaku konsumsi gizi dan status gizi ibu hamil sebagai strategi pencegahan stunting sejak masa prenatal.
Risiko Kesehatan Kerja pada Kelompok Mamalam PT. Antam Tbk. UBPB Kalimantan Barat Winata, Rivaldi Andika; Trisnawati, Elly; Saleh, Ismael; Marlenywati; Puspitasari, Eka
Jurnal Ilmiah Manusia Dan Kesehatan Vol. 9 No. 1 (2026): Jurnal Ilmiah MANUSIA DAN KESEHATAN
Publisher : FAKULTAS ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PAREPARE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31850/makes.v9i1.4146

Abstract

Kelompok Tani Mamalam di PT. Antam Tbk. UBPB Kalimantan Barat menghadapi berbagai risiko kesehatan kerja, terutama bahaya fisik dan ergonomi, namun implementasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) masih minim. Hal tersebut berdampak pada penurunan produktivitas dan pendapatan keluarga apabila pekerja mengalami gangguan kesehatan. Kelompok Tani Mamalam adalah program pemberdayaan masyarakat dan reklamasi lahan pascatambang PT. Antam Tbk. UBPB Kalimantan Barat, yang berfokus pada pertanian (hidroponik, organik) dan peternakan. Pekerja dalam program ini menghadapi berbagai risiko kesehatan kerja, meliputi: (1) Risiko ergonomis berupa Musculoskeletal Disorders (MSDs) akibat gerakan repetitif saat penyiapan lahan; (2) Risiko fisik seperti tekanan panas dan kulit terbakar akibat aktivitas ladang; dan (3) Risiko biologis berupa paparan penyakit infeksi saat merawat ternak. Penelitian ini bertujuan untuk menilai tingkat keparahan masalah kesehatan serta menganalisis tingkatan risiko bahaya yang dihadapi oleh pekerja Kelompok Tani Mamalam.Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Sampel terdiri dari 52 pekerja yang dipilih menggunakan convenience sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui instrumen lembar observasi dan kuesioner, dan penilaian analisis risiko menggunakan matriks risiko. (100%), gerakan repetitif (100%). Bahaya biologis, yaitu Infeksi Demam Berdarah dan Malaria (0%) iritasi kulit dan gatal-gatal (38,5%) dan psikososial (beban kerja berlebih) dialami oleh 38,5% pekerja, sementara bahaya kimia tidak ditemukan (0%). Bahaya ergonomi dinilai berisiko 'Tinggi', sedangkan bahaya fisik dan biologis berisiko 'Sedang'. Ketiadaan tindakan pengendalian dan edukasi K3 menjadi akar masalah utama dari tingginya risiko kesehatan yang teridentifikasi pada pekerja, Maka, diperlukan implementasi program K3 yang mencakup edukasi dan pengendalian teknis, terutama untuk risiko ergonomi yang tinggi.
Analisis Determinan Balita Stunting di Wilayah Kerja Puskesmas Sebangki : Analysis of Determinants of Stunting Toddlers in the Sebangki Puskesmas Work Area Emelia Agustina Mila; Elly Trisnawati; Otik Widyastutik
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 5 No. 1 (2022): January 2022
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (761.841 KB) | DOI: 10.56338/mppki.v5i1.1999

Abstract

Latar Belakang: Stunting merupakan salah satu masalah gizi di Indonesia masih belum terselesaikan. Stunting dapat berdampak panjang bagi perkembangan fisik, mental, intelektual serta kognitif pada anak. Prevalensi kejadian stunting tertinggi di Kalimantan Barat salah satunya adalah Kabupaten Landak yaitu sebesar 42%. Tujuan penelitian adalah menganalisis faktor-faktor kejadian stunting pada usia 6-12 bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Sebangki. Metode: Jenis penelitian observasional analitik dengan menggunakan rancangan cross sectional. Teknik analisa data menggunakan univariat dan bivariat. Teknik pengambilan sampel yaitu simple random sampling. Analisis data menggunakan uji chi-square. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh balita (0-59 bulan) yang masuk dalam penjaringan berdasarkan data tahun 2021 yaitu sebanyak 1.173 balita di Wilayah Kerja Puskesmas Sebangki. Total sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 110 orang. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan variabel yang berhubungan dengan kejadian stunting adalah penyakit infeksi (p=0,000;PR=2,250), frekuensi ASI (p=0,035;PR=2,331), peran nakes (p=0,046;PR=0,622), dan pertolongan persalinan (p=0,004;PR=1,863). Variabel yang tidak berhubungan adalah tinggi badan ibu, riwayat ANC, dan usia ibu hamil. Kesimpulan: Terdapat hubungan antara penyakit infeksi, frekuensi ASI, peran nakes, dan pertolongan persalinan dengan kejadian stunting di Wilayah Kerja Puskesmas Sebangki. Sehingga orang tua dan peran tenaga kesehatan diharapkan dapat lebih meningkatkan pencegahan stunting pada anak dengan mengajak kerjasama lintas sektor seperti pihak desa, tokoh agama, dan komunitas atau organisasi yang terdapat di masyarakat.
Determinan Kelelahan Kerja pada Perawat di Ruang Rawat Inap RSUD DR. Soedarso Pontianak: Determinants of Work Fatigue on Nurses in Inpatient Room DR. Soedarso Pontianak Feby Surantri; Trisnawati, Elly; Iskandar Arfan
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 5 No. 7 (2022): July 2022
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v5i7.2249

Abstract

Latar Belakang: Perawat merupakan salah satu bagian penting dalam perawatan pasien hingga tidak jarang perawat dituntut untuk memberikan pelayanan optimal yang dapat menyebabkan kelelahan. Penelitian pendahuluan yang peneliti lakukan pada 10 orang perawat di Ruang Rawat Inap RSUD Dr. Soedarso menunjukkan bahwa 50% perawat mengalami kelelahan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor apa saja yang mempengaruhi kelelahan kerja pada perawat di RSUD Dr. Soedarso Pontianak. Metode: Penelitian ini menggunakan desain cross sectional. Sampel penelitian sebanyak 67 orang di ruang rawat inap yang diambil dengan teknik proporsional random sampling. Instrumen penelitian ini adalah kuesioner KAUPK2 dan PSQI. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariate (uji chi-square) dengan tingkat kepercayaan 95%. Hasil: penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara usia (pvalue 0,037<0,05), lama kerja (pvalue 0,013<0,05), masa kerja (pvalue=0,048<0,05), kualitas tidur (pvalue 0,003<0,05) dengan kelelahan kerja pada perawat. Variabel yang tidak berhubungan yaitu jenis kelamin (pvalue 0,081) shift kerja (pvalue=0,127). Kesimpulan: Disarankan kepada pihak rumah sakit untuk mengevaluasi manajemen shift work, melakukan rotasi kerja berdasarkan ruang rawat inap secara periodik serta merencanakan program recuperation. Dan untuk para perawat sebaiknya tertib dalam penerapan shift work dan mengatur pola tidurnya sehingga saat bangun tidur tubuh terasa lebih bugar.
Risiko Keluhan Musculoskeletal pada Pedagang Pasar Tradisional di Kota Pontianak: Risk of Musculoskeletal Complaints in Traditional Market Traders in Pontianak City Hanifathun, Pettarany; Elly Trisnawati; Selviana
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 6 No. 1 (2023): January 2023
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v6i1.3051

Abstract

Latar belakang: Musculoskeletal Disorders (MSDs) merupakan salah satu masalah kesehatan yang banyak ditemukan dan masih meningkat pada pekerja di Indonesia. Prevalensi keluhan muskuloskeletal mendapatkan hasil dimana 76,6% responden mengalami MSDs, dengan area pinggang sebagai jenis MSDs yang paling banyak ditemukan. Salah satu penyebab MSDs adalah karena posisi kerja duduk yang lama. Pedagang pasar termasuk ke dalam kelompok pekerja yang berisiko mengalami keluhan muskuloskeletal. Kelompok pekerja tersebut memiliki kebiasaan berjualan dengan posisi duduk yang dapat meningkatkan resiko terjadinya keluhan musculoskeletal. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan MSDs pada pedagang pasar di Kota Pontianak. Metode: Penelitian yang dilakukan pada bulan Oktober-November ini memiliki jenis penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel sebanyak 97 responden yang diambil dengan teknik purposive sampling. Analisis data menggunakan uji Chi-square. Hasil: Terdapat hubungan yang signifikan antara indeks masa tubuh (p = 0.000) dan posisi kerja (p = 0.016) dengan keluhan muskeloskeletal yang dialami pedagang pasar, serta tidak terdapat hubungan antara perilaku merokok (p = 0.366), usia (p = 0.509), durasi kerja (p = 0.135), masa kerja (p = 0.243) dan jenis kelamin (p = 0.410) dengan keluhan muskuloskeletal yang dialami oleh pedagang. Kesimpulan: Peneliti menyarankan agar pedagang melakukan relaksasi periodik pada variabel posisi kerja duduk. Sedangkan pada variabel IMT pedagang dianjurkan untuk mengontrol asupan makanan dengan mengikuti diet menu seimbang sebagai upaya pencapaian IMT dalam batas normal. Diharapkan faktor risiko lainnya seperti perilaku merokok dapat dikurangi agar mencegah meningkatnya risiko keluhan muskuloskeletal.
Riwayat KEK Ibu dan Pemberian MP-ASI Sebagai Penentu Utama Stunting di Kabupaten Kubu Raya: History of Mother Care and Giving MP-ASI as the Main Determinant of Stuntig in Kubu Raya District Krisnawaty, Aprillia; Elly Trisnawati; Otik Widyastutik; Dedi Alamsyah
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 6 No. 9 (2023): September 2023
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v6i9.3606

Abstract

Latar belakang: Chilhood stunting atau tubuh pendek pada masa anak-anak merupakan akibat dari riwayat kekurangan gizi kronis atau kegagalan pertumbuhan dan digunakan sebagai indikator jangka panjang untuk gizi kurang pada anak (Kementerian Kesehatan, 2015). Angka prevalensi balita stunting (tinggi badan menurut umur) pada kabupaten/kota di Kalimantan Barat pada tahun 2021 berdasarkan hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) mencapai 31,46% dan pada tahun 2022 mencapai 27,8%. Dari 14 Kabupaten/Kota di Kalimantan Barat, Kabupaten Kubu Raya menjadi kabupaten tertinggi kasus stunting pada tahun 2021, yaitu sebesar 40,35%. Disusul oleh Kabupaten Sintang dan yang terendah adalah Kota Singkawang (Kemenkes RI, 2021). Pada tahun 2022 berdasarkan hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) Kabupaten Kubu Raya menjadi kabupaten ke-8 tertinggi kasus stunting, yaitu sebesar 27,6%. Tujuan: Mengetahui riwayat KEK ibu dan pemberian MP-ASI sebagai penentu utama stunting di Kabupaten Kubu Raya pada balita. Metode: Jenis penelitian ini adalah observasional analitik dengan rancangan penelitian case-control. Penelitian dilaksanakan di 3 Desa yaitu Desa Sungai Malaya, Desa Mega Timur dan Desa Jawa Tengah di daerah Kecamatan Sungai Ambawang, Kabupaten Kubu Raya pada bulan September – Desember 2022. Sampel dalam penelitian ini yaitu ibu rumah tangga yang memiliki balita. Jumlah sampel yang diperoleh sebanyak 136 rumah tangga, yang terdiri dari 68 kasus dan 68 kontrol. Sampel diambil secara purposive sampling. Instrumen penelitian yang digunakan berupa lembar kuesioner dan lembar observasi dalam bentuk aplikasi KoboCollect. Data dianalisis dengan menggunakan 3 langkah analisis yaitu analisis univariat, bivariat dan multivariat. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa determinan potensial kejadian stunting di Kabupaten Kubu Raya adalah riwayat KEK ibu (p value = 0,007 dan OR = 9,791) dan pemberian MP-ASI (p value = 0,000 dan OR = 13,158). Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan pada variabel riwayat KEK ibu dan riwayat MP-ASI terhadap kejadian stunting. Kedua variabel tersebut merupakan determinan potensial kejadian stunting di Kabupaten Kubu Raya.
RISIKO KELUHAN MUSCULOSKELETAL PADA AKTIVITAS BEKERJA KELOMPOK MAMALAM DI PT. ANTAM TBK. UBPB KALIMANTAN BARAT Hakim, Fajar; Saleh, Ismael; Trisnawati, Elly; Marlenywati, Marlenywati; Puspitasari, Eka
JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 13, No 3 (2025): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama
Publisher : STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jkm.v13i3.2895

Abstract

Gangguan muskuloskeletal (Musculoskeletal Disorders/MSDs) sering dialami pekerja, terutama akibat aktivitas berulang dan posisi kerja yang tidak ergonomis. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi faktor risiko yang berhubungan dengan keluhan muskuloskeletal pada pekerja kelompok Mamalam di PT. Antam Tbk. UBPB Kalimantan Barat. Metode yang digunakan adalah cross-sectional dengan pendekatan kuantitatif analitik, melibatkan 52 responden yang dipilih secara purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner Nordic Body Map (NBM) dan Rapid Entire Body Assessment (REBA). Analisis menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat signifikansi 0,05. Hasil menunjukkan adanya hubungan signifikan antara durasi kerja (p = 0,006), lama postur kerja (p = 0,011), dan jenis postur kerja (p = 0,015) dengan keluhan muskuloskeletal. Sedangkan faktor usia, jenis kelamin, masa kerja, kebiasaan merokok, olahraga, dan peregangan tidak menunjukkan hubungan bermakna (p > 0,05). Kesimpulannya, durasi kerja yang lama dan postur tidak ergonomis menjadi penyebab utama keluhan muskuloskeletal, sehingga penerapan prinsip ergonomi dan pengaturan waktu kerja yang seimbang sangat diperlukan untuk mengurangi risiko MSDs dan menjaga kesehatan pekerja.
EFEKTIVITAS PELATIHAN KADER DALAM PENINGKATAN PEMAHAMAN DAN PRAKTIK PMBA DI KOMUNITAS DESA PEDALAMAN DAN TANJUNG BUNUT Lantan, Ria Henrika; Alamsyah, Dedi; Trisnawati, Elly; Budiastutik, Indah; Fermata, Widya
JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 13, No 3 (2025): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama
Publisher : STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jkm.v13i3.2878

Abstract

Sangat penting untuk mencegah stunting dan masalah gizi anak, khususnya stunting, merupakan masalah kesehatan masyarakat yang mendesak di Indonesia, terutama di Kalimantan Barat, dimana prevalensi stunting masih tinggi (27,8 persen pada tahun 2022). Karena mereka berfungsi sebagai perpanjangan tangan tenaga kesehatan dalam situasi ini, kader posyandu harus memiliki pengetahuan dan keterampilan yang baik tentang PMBA agar mereka dapat menyampaikan informasi kepada masyarakat. Tujuan: Penelitian ini untuk mengetahui seberapa efektif intervensi pelatihan dalam meningkatkan pemahaman dan pengetahuan kader PMBA di Desa Pedalaman dan Tanjung Bunut. Metode: Penelitian ini dirancang sebagai eksperimen semu dengan pre-test dan post-test satu kelompok. Untuk memastikan bahwa peserta memenuhi kriteria yang telah ditetapkan, sampling purposive digunakan untuk memilih 40 kader aktif dari kedua desa. Hasil: intervensi meningkatkan pengetahuan kader secara signifikan. Persentase kader yang berpengetahuan baik meningkat dari 27,5% menjadi 67,5%, dan item pertanyaan yang sebelumnya tidak memiliki pengetahuan benar 0% meningkat menjadi 40% setelah intervensi. Selain itu, skor rata-rata pengetahuan meningkat dari 5,68 saat pre-test menjadi 7,30 saat post-test. Analisis statistik dengan Paired T-test menunjukkan perbedaan signifikan antara skor sebelum dan sesudah intervensi. Hasilnya menunjukkan nilai P-value sebesar 0,000 (< 0,05). Pembahasan: menampilkan hasil karakteristik pelatihan dengan responden yang didominasi usia produktif (30-40 tahun), berpendidikan SMA, dan berpengalaman 5-10 tahun, yang dianggap memiliki daya tangkap yang kuat terhadap materi. Studi ini menemukan bahwa pengetahuan kader komunitas meningkat secara signifikan dengan pelatihan PMBA. Ini adalah bagian penting dari upaya untuk mengurangi stunting. Simpulan: Penelitian ini menunjukkan bahwa pelatihan PMBA secara signifikan meningkatkan pengetahuan kader komunitas. Ini merupakan bagian penting dari upaya penurunan stunting.
Analisis Potensi Hazard Keselamatan Kerja pada Kelompok Mamalam di PT. Antam Tbk. UBPB Kalimantan Barat Pradanti, Devy Dwi; Trisnawati, Elly; Alamsyah, Dedi; Budiastutik, Indah; Permata, Widya
Jurnal Teknologi Lingkungan Lahan Basah Vol 14, No 1 (2026): January 2026
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jtllb.v14i1.100849

Abstract

The agricultural sector is a major foundation of Indonesia's economy, employing 35.9 million people in 2022. However, this work has high risks that can lead to workplace accidents. This study aims to identify potential hazards and occupational safety risks faced by farmers. Using a descriptive quantitative cross-sectional approach, the study involved 52 farmers from the Mamalam Group of PT. Antam Tbk. UBPB West Kalimantan, from a total population of 211 workers. The research was conducted in June–July 2025. The results showed that throughout the work process, from land preparation to harvesting, farmers are exposed to various types of hazards: physical, ergonomic, chemical, biological, and psychosocial. Although some farmers have used Personal Protective Equipment (PPE), inconsistencies in its use remain. These findings indicate a need to improve the implementation of Occupational Safety and Health (OSH) procedures. Therefore, it is concluded that adherence to PPE use, attention to OSH signs, and increased awareness of potential hazards are crucial for minimizing the risk of workplace accidents. These efforts are essential for protecting workers from both physical and financial harm.
Co-Authors A'in, Nurul Abduh Ridha Abdurrahman, Muhammad Aji Adetria Heristi Afifah, Suci AHMAD MUSTOLIH Alamsyah, Dedi Amaliya Irmayanti Amaliya Irmayanti Amanda Distrilia Andri Dwi Hernawan Anggeriani, Desy Anggraini, Sri Anselma Anselma Arfan, Iskandar Asmadi asmadi Aulia, Cindy Febi Dwi Budiastutik , Indah Dedi Alamsyah Dewi Yuliandari Dewi, Nur Kumala Dewi, Suci Zakia Diki Fahrozi Almuharami Dini Hadiarti Diningrum, Wulan DWI YULIANTI Edy Suryadi Eka Puspita Sari Eka Puspitasari, Eka Elfrida Ratnawati Emelia Agustina Mila Feby Surantri Fenni Supriadi Fermata, Widya Fhoka, Finanda Fioresta, Arswendy Irene Fitriani, Nurlita Fitriati, Nur Hakim, Fajar Handini, Lail Hanifathun, Pettarany Harzuna, Amanda Hawa Cahya Purnama Hediyanti, Giska Indah Budiastutik Irmayanti, Amaliya Iskandar Arfan Ismael Saleh Jati, Sri Nugroho Jenie, Ikhlas M Jumenah Jumenah Jumenah, Jumenah Krisnawaty, Aprillia Kurniawati, Asriani Lantan, Ria Henrika Lazuli, Neila Sari Leo Leo Lidia, Marselina Linda Suwarni Lutfia Indah Hapsari M Taufik Magdalena Kandari Mardjan Mardjan Margareta Margareta, Margareta Maria Yolan Sukemi Marlenywati Marlenywati Munadji, Munadji Munawarah, Sitti Munawaroh, Nuraini Natalina Natalina Neila Sari Lazuli Novi Irawan NUR AINI Nur Kumala Dewi Nurhayati Nurhayati Nurlaila, Syarifah Nurmaliza, Tengku Haqy Nurul Amaliyah Nurul Bariyah Oda Susanto Oktaviana, Nur Ayu Otik Widyastutik Ottik Widyastutik Permata, Widya Pradana, Tedy Dian Pradanti, Devy Dwi Pramono, Dimas Budi Pranaka, Resky Nanda Pujana, Betri Putri, Dellyta Nabila Radiantini , Yuyun Pramita Rahmadinda, Rahmadinda Resi Raf Sanjani Rima Putri, Audila Rizki Fitlya, Rizki Rochmawati Rochmawati Rochmawati Rochmawati, Rochmawati Rossa, Idjeriah Ruhama, Ufi Safaldy, Aizhar Safira, Nadyah Noora Sanjani, Resi Raf SATRIYAS ILYAS Selviana Selviana Selviana Selviana Sitti Munawarah Slamet Triyono Sovie Nautica Angela Sukemi, Maria Yolan Suriana Suriana Syabaniah, Syabaniah Tania, Betania Narwastu Tedy Dian Perdana Tengku Haqy Nurmaliza Tri Eko Sumarto Tuti Kurniati Ulandari, Cantika Fania Weni Selvianty Widya Eka Lestari Widya Lestari Widyastutik, Otik Widyastutik, Otik Wijayarsi, Dian Winata, Rivaldi Andika Winda Kartika Sari Wulandari, Yesi Yasita, Nova YUNI, YUNI YUWAN CHARTASIM