Claim Missing Document
Check
Articles

The importance of hospital re-accreditation: improving the timeliness of laboratory critical value reporting Wahyu Febrianto; Menis Rahmawati; I Gede Sastrawan; Tita Hariyanti
Health Science Journal of Indonesia Vol 12 No 2 (2021)
Publisher : Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22435/hsji.v12i2.3315

Abstract

Background: Patient safety is the main issue in healthcare services nowadays. Delaying to inform the critical value of laboratory results is a significant source of harm for the patient. The aim of this study is to compare the timeliness of laboratory critical value reporting before and after re-accreditation as one of the service quality indicators in Hospital X. Methods: This study was done by using observational cross-sectional in Hospital X on January - February 2020 with total sampling method of critical value reporting to the responsible clinician that originated from Intensive Care Unit (ICU), Verlos Kamer (VK), and inpatient ward (IW) 1-6 from January-December 2019. The timeliness of reporting was counted since the laboratory result was obtained until received by the responsible clinician within £ 30 minutes and categorized as "On time" or "Late". Results: During 2019, there were 816 reporting which has been done before re-accreditation (511) and after re-accreditation (305) with 17 kinds of tests. The most reported test was platelet with 349 (before re-accreditation) and 101 (after re-accreditation), whilst SGOT/SGPT and albumin were the fewest one. The lowest timeliness of reporting percentage was 76,00% (February), whilst the highest was 98,48% (November). The timeliness of reporting's percentage was 84,34% (before re-accreditation) and 94,43% (after re-accreditation). The statistical analysis result revealed Pearson Chi-Square correlation was 18,535 with significance 0,000 and 3,145 odds ratio which shows that re-accreditation could significantly increase the timeliness of critical value reporting three times. Conclusion: This result showed that re-accreditation could affect the timeliness of laboratory critical value reporting to the responsible clinicians. Keywords: re-accreditation, critical value, laboratory, patient safety, hospital Abstrak Latar belakang: Keselamatan pasien merupakan isu utama dalam pelayanan kesehatan. Tertundanya komunikasi hasil nilai kritis laboratorium merupakan sumber bahaya yang signifikan terhadap pasien. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan ketepatan waktu pelaporan nilai kritis laboratorium sebelum dan setelah reakreditasi sebagai salah satu indikator mutu di RS X. Metode: Penelitian dilakukan dengan cara observasional dengan metode cross sectional di RS X pada Januari - Februari 2020 dengan total sampling laporan nilai kritis kepada Dokter Penanggung Jawab Pasien (DPJP) yang berasal dari ruang Intensive Care Unit (ICU), Verlos Kamer (VK), dan ruang rawat inap 1 – 6 sejak Januari – Desember 2019. Ketepatan waktu pelaporan dihitung sejak hasil pemeriksaan didapatkan hingga diterima oleh DPJP dalam waktu £ 30 menit dan dinyatakan sebagai "Tepat Waktu" atau "Terlambat". Hasil: Selama tahun 2019, terdapat 816 pelaporan yang dilakukan sebelum akreditasi (511) dan setelahnya (305) dengan 17 jenis pemeriksaan. Pemeriksaan trombosit menjadi yang paling banyak dilaporkan yaitu 349 (sebelum akreditasi) dan 101 (setelah akreditasi), sedangkan SGOT/SGPT dan albumin menjadi yang paling sedikit. Persentase ketepatan waktu pelaporan paling rendah adalah 76,00% (Februari) sedangkan yang paling tinggi adalah 98,48% (November). Persentase ketepatan waktu pelaporan didapatkan 84,34% (sebelum akreditasi) dan 94,43% (setelah akreditasi). Hasil analisis statistik didapatkan korelasi Pearson Chi-Square 18,535 dengan signifikansi 0,000 dan Odds ratio 3,145 menunjukkan re-akreditasi mampu meningkatkan kemungkinan ketepatan waktu pelaporan nilai kritis sebesar tiga kali lipat. Kesimpulan: Hal ini menunjukkan bahwa re-akreditasi mampu mempengaruhi ketepatan waktu pelaporan nilai laboratorium kritis kepada DPJP. Kata kunci: re-akreditasi, nilai kritis, laboratorium, keselamatan pasien, rumah sakit.
Ungkapan Psikologis Pasien Diabetes Mellitus terhadap “Health Seeking Behaviour” ke Rumah Sakit Endiki Surya Wira Pratama; Achmad Rudijanto; Tita Hariyanti
Jurnal Ilmiah Kesehatan Rustida Vol 4 No 1 (2017): Juli
Publisher : Akademi Kesehatan Rustida

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (522.117 KB)

Abstract

Pasien diabates mellitus (DM) merupakan suatu keadaan yang mengalami kenaikan kadar gula dalam darah. Pasien DM sering melakukan kontrol berulang, sehingga mempunyai pengalaman dan persepsi yang dirasakannya selama perawatan di poli rawat jalan. Instalasi rawat jalan di Rumah Sakit merupakan langkah utama dalam upaya pelayan kesehatan. Tiap tahun pelayanan poli rawat jalan mengalami peningkatan. Dalam upaya mewujudkan mutu pelayanan rawat jalan, manajemen poli harus bisa memahami psikologis pasien dan menerapkan standar prosedur operasional (SPO) yang baik. Metode penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Informan yang digunakan dalam penelitian ini terdiri atas lima informan, yaitu tiga laki-laki dan dua perempuan. Metode yang digunakan yaitu dengan melakukan wawancara secara mendalam kepada informan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasien DM dengan psikologis yang berbeda ingin mendapatkan pelayanan yang maksimal. Selain itu, pasien juga ingin mendapatkan pelayanan yang menyenangkan tanpa sedikit keluhan. Keluhan yang dimaksud seperti antrian pendaftaran yang lama dan antrian pengambilan obat.Simpulan penelitian ini adalah merekomendasikan untuk dilakukan pengawasan pelayanan secara berskala mulai dari pendaftaran sampai pasien pulang. Hal ini akan menyebabkan kemaksimalan kepuasan pelayanan.
Faktor Determinan yang Berpengaruh terhadap Keputusan Bidan Merujuk Pasien dengan Kehamilan Risiko Tinggi Erich Hudisusanto; Tita Hariyanti; Kurnia Widyaningrum
Jurnal Ilmiah Kesehatan Rustida Vol 5 No 1 (2018): Juli
Publisher : Akademi Kesehatan Rustida

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (496.22 KB)

Abstract

Rumah Sakit Ibu Dan Anak Harapan Sehat Tentram (RSIA HST) dikenal sebagai RS rujukan kehamilan risiko tinggi dari berbagai kecamatan di Trenggalek. Namun pada bulan Juli sampai Desember 2016 didapatkan penurunan rujukan bidan kasus kehamilan risiko tinggi. Bidan perujuk merupakan ujung pelayanan di desa terhadap ibu hamil. Proses pengambilan keputusan untuk merujuk adalah keputusan yang dipengaruhi oleh individu bidan sendiri. Tujuan penelitian adalah menganalisis faktor determinan yang terdiri lima variabel guna mengetahui pengaruhnya terhadap keputusan bidan merujuk ibu hamil risiko tinggi. Jenis penelitian kuantitatif dengan analisis potong lintang. Penelitian menggunakan metode total sampling yaitu jumlah sampel sama dengan jumlah populasi sebesar 167 bidan yang pernah merujuk. Analisa data menggunakan PLS.Hasil penelitian terhadap keputusan merujuk menunjukkan variabel kepercayaan kesehatan berpengaruh positif dan signifikan, variabel status ekonomi berpengaruh positif namun tidak signifikan, variabel akses sarana berpengaruh positif namun tidak signifikan, variabel penanggung biaya berobat berpengaruh negatif dan signifikan, variabel kebutuhan akan pelayanan kesehatan berpengaruh positif dan signifikan. Kesimpulan yang didapat yaitu variabel yang paling dominan berpengaruh terhadap keputusan merujuk adalah penanggung biaya berobat. Saran yang dapat diberikan adalah lebih fokus terhadap variabel yang berefek paling dominan guna meningkatkan angka rujukan yaitu melalui kerjasama dengan pihak asuransi kesehatan.
ANALISIS SALURAN DISTRIBUSI (DISTRIBUTION CHANNEL) POLIKLINIK REHABILITASI MEDIK PADA FASE AWAL OPERASIONAL DI RUMAH SAKIT X Wiwin Indriani; Tita Hariyanti; Ni Luh Putu
Parsimonia - Jurnal Ekonomi dan Bisnis Vol 4 No 3 (2018): Jurnal Akuntansi, Manajemen dan Bisnis
Publisher : Ma Chung Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Medical Rehabilitation Clinic was new program in X hospital. Creating new program automatically associated with marketing. Marketing procedure of new units requires information system to derive initial data as a capital for the preparation of a marketing plan. Marketing program identifies market segment of medical rehabilitation service as well as determines which segments provide greater opportunities. Marketers achieve market segment by distribution channels.. Distribution channel function to deliver products of medical rehabilitation services to patients. The purpose of this study to determine distribution channel of medical rehabilitation services. Data collecting from observation, primary data on medic rehabilitation unit in September 2017 and interviews to physicians and patients. Distribution channel function as deliver services products from medic rehabilitation to patients.
Efektivitas Metode Kolaboratif Learning dan Kooperatif dalam Pendidikan Kesehatan Berbasis Komunitas Tita Hariyanti; Harsono Mardiwiyoto; Yayi Suryo Prabandari
Jurnal Pendidikan Kedokteran Indonesia: The Indonesian Journal of Medical Education Vol 3, No 1 (2014): Maret
Publisher : Asosiasi Institusi Pendidikan Kedokteran Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (427.617 KB) | DOI: 10.22146/jpki.25192

Abstract

Background: The role of the learning methods is changing from teacher centered learning to student centered learning (SCL). One of the SCL methods is collaborative and cooperative learning. The past twenty years have seen an increase in collaborative and cooperative learning based pedagogies in colleges, but not in community based health education. The aim of this study is to identify the efectivity of collaborative and cooperative learning in community based health educationMethod: This research used quasi experimental non-randomized control group post test design. Respondent of the research are 111 geriatric cadres of Kecamatan Kepanjen and 72 geriatric cadres of Kecamatan Singosari.Results: Data shows that cadre’s knowledge in first training, 30 and 90 days after first training increased in both groups (p<0,001). There is no relationship between individual characteristic (age, education, occupation, time to work as a cadre, training) and increase of knowledge (p>0,05).Conclusion: Collaborative and cooperative method can increase cadre’s knowledge of stroke effectively and maintain memory retention longer than conventional method.
Analisa Waktu Tunggu Pelayanan Rawat Jalan di RS Universitas Brawijaya Wahyu Purnomo; Tita Hariyanti; Wening Prastowo
Jurnal Manajemen Bisnis dan Kewirausahaan Vol 5, No 4 (2021): Jurnal Manajemen Bisnis dan Kewirausahaan
Publisher : Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmbk.v5i4.6904

Abstract

Waiting time for patient services is one indicator of patient satisfaction and quality of service in a hospital. The length of time a patient is waiting is one of the important things in determining the quality of health services. Based on the results of preliminary studies that have been carried out at Universitas Brawijaya Hospital in Malang, the implementation of outpatient services is still not running optimally. During the study the waiting time for outpatient services was more than 143 minutes (minimum service standard <60 minutes). The purpose of this study was to determine the factors that influence the length of waiting time for outpatient services and solution solutions. Researchers used qualitative methods, data collection was done by unstructured interviews, Focus Group Discussions, and observations with time and motion study. The number of participants was 30 people. The final results of the study, are the factors that influence the waiting time of outpatient visitors are the queuing number collection system and the medical record file ordering system. Solutions for long waiting times for patients in outpatient services that affect patient satisfaction by changing the Medical Record file order system and changing the queue number group. Waktu tunggu pelayanan pasien merupakan salah satu indikator kepuasaan pasien dan mutu pelayanan di rumah sakit. Lamanya waktu tunggu pasien merupakan salah satu hal penting dalam menentukan kualitas pelayanan kesehatan. Berdasarkan hasil studi pendahuluan yang telah dilakukan di RS Universitas Brawijaya di kota Malang pelaksanaan pelayanan pasien di rawat jalan masih belum berjalan optimal. Saat penelitian waktu tunggu pelayanan rawat jalan lebih dari 143 menit (setandar pelayanan minimal < 60 menit). Tujuan penelitian untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi lama waktu tunggu pelayanan rawat jalan dan solusi pemecahan. Peneliti menggunakan metode kualitatif, pengumpulan data dilakukan dengan wawancara tidak terstruktur, Focus Group Discussion, dan observasi dengan time and motion study. Jumlah participan 30 orang. Hasil akhir penelitian, adalah faktor yang mempengaruhi lama waktu tunggu pengunjung rawat jalan adalah sistem pengambilan nomor antrian dan sistem pemesanan berkas rekam medis. Solusi untuk lama waktu tunggu pasien di pelayanan rawat jalan yang mempengaruhi kepuasan pasien dengan merubah sistem pemesanan berkas Rekam Medis dan merubah kelompok nomor antrian.
First Responders While Administering Unrealized Integrated Pre-Hospital Fitri Anita; Tita Hariyanti; Tony Suharsono
International Journal of Science and Society Vol 2 No 3 (2020): International Journal of Science and Society (IJSOC)
Publisher : GoAcademica Research & Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (650.862 KB) | DOI: 10.54783/ijsoc.v2i3.143

Abstract

The mortality rate concerning post-traffic accident trauma is estimated to gets higher for the next years. When a traffic accident occurs, the provision of first aid is carried out by laypeople/communities around the scene with limited knowledge and equipment available. Especially, if a traffic accident occurs in an area that has not applied an integrated pre-hospital service. This research aims to explore the first responders’ care administration in a region that has not applied pre-hospitalized emergency service formally. This is a qualitative study with a case study approach. This approach is chosen to identify emerging themes. The research was conducted in Konawe municipality, from February until March 2020. It was done by interviewing 8 participants consisting of the citizens, traffic police officers, hospital party, and health agency in the research site that had been selected based on the applied inclusion criteria. Five themes were found in this research. First responders struggle to save the traffic accident victims after the incident. They helped accident victims with limited tools. They helped the accident victims by sending them off to a health service immediately. They attempt to help the victims by sending them off to health services by using public transportation. Support Police action when finding accident victims. It could be concluded that in the area that has not applied integrated-emergency pre-hospital service would directly influence service availability in the society. The people would struggle to substitute the roles of medical workers in administering the first aid outside of a hospital with various limitations. Education and training programs concerning administering first aid, given quarterly, could be an appropriate health service program to offer for broader people as the first responders.
Medote pemicuan untuk meningkatkan pengetahuan deteksi dini stroke iskemik Iriene Kusuma Wardhani; Tita Hariyanti; Dewi Kartikawati Ningsih
Jurnal Kebidanan dan Keperawatan Aisyiyah Vol 15, No 1 (2019): Juni
Publisher : Universitas Aisyiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (98.918 KB) | DOI: 10.31101/jkk.1021

Abstract

Sebagian besar keluarga mempunyai pengetahuan yang kurang tentang gejala stroke sehingga tidak segera membawa anggota keluarga yang menderita stroke ke rumah sakit. Penelitian bertujuan menganalisis pengaruh modifikasi metode pemicuan terhadap pengetahuan kader tentang deteksi dini stroke iskemik akut pra hospital. Desain yang digunakan quasi-experiment dengan non equivaqlent control group design. Kelompok perlakuan terdiri dari 15 orang kader yang mendapatkan intervensi modifikasi metode pemicuan, kelompok kontrol diberikan stiker deteksi dini stroke iskemik akut. Analisis data menggunakan analisis Wilcoxon Signd Rank Test dan Mann Whitney U Test. Hasil penelitian menunjukkan ada peningkatan pengetahuan pada kader setelah mendapatkan intervensi modifikasi metode pemicuan (p=0,018).
Nurses’ Burnout Level and Clinical Competence in Emergency Department: A Scoping Review Nur &#039;Aini; Titin Andri Wihastuti; Tita Hariyanti; Juwitasari Juwitasari
Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 8, No 1: March 2023
Publisher : Universitas Aisyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (693.702 KB) | DOI: 10.30604/jika.v8i1.1610

Abstract

The condition of nurse fatigue includes emotional exhaustion, lack of respect for others, and decreased self-achievement (Burnout) results in the disruption of routine services in the Emergency Room. Routine services in the Emergency Room such as CPR procedures that require special nurse competence with zero tolerance will result in suboptimal results and delays in service. This literature study aimed to determine the relationship between nurse fatigue and nurse competence in the Emergency Room. The method used in writing this Scooping Review is PRISMA (Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses). Searching for literature or references focuses on 2018 – 2022 and Original Research. The databases used in the search for references or literature are Pubmed, Proquest, Science Direct, and Google Scholar. The data was analyzed using the Joanna Briggs Institute (JBI) for cross-sectional, quantitative and prospective/cohort study. The results from 10 articles show a relationship between the nurses’ burnout level and clinical competence in the Emergency Department. A better arrangement of emergency units work patterns, such as proportional remuneration, regular supervision, rewards mechanism, safe operating conditions, cooperative team, balance nature of work, regular work promotion, and effective communication, could reduce the burnout level of the emergency nurse. Abstrak: Kondisi kelelahan perawat yang meliputi kelelahan emosional, kurang menghargai orang lain, dan penurunan prestasi diri (Burnout) mengakibatkan terganggunya pelayanan rutin di IGD. Pelayanan rutin di IGD seperti prosedur CPR yang membutuhkan kompetensi perawat khusus dengan zero tolerance akan mengakibatkan hasil yang kurang optimal dan keterlambatan pelayanan. Tujuan dari studi literatur ini adalah untuk mengetahui hubungan kelelahan perawat dengan kompetensi perawat di Instalasi Gawat Darurat. Metode yang digunakan dalam penulisan Scooping Review ini adalah PRISMA (Preferred Reporting Items for Systematic Review and Meta-Analyses). Proses pencarian literature atau referensi berfokus pada tahun 2018 – 2022 serta Original Research. Basis data yang digunakan dalam pencarian referensi atau literatur adalah Pubmed, Proquest, Science Direct, dan Google Scholar. Data dianalisis menggunakan Joanna Briggs Institute (JBI) untuk studi cross sectional, kuantitatif dan prospektif/kohort. Hasil yang diperoleh dari 10 artikel adalah ada hubungan antara tingkat burnout perawat dengan kompetensi klinis di Instalasi Gawat Darurat. Penataan pola kerja unit gawat darurat yang lebih baik, seperti remunerasi yang proporsional, pengawasan teratur, mekanisme penghargaan, kondisi operasi yang aman, tim kooperatif, sifat keseimbangan kerja, promosi kerja reguler, komunikasi yang efektif, dapat mengurangi tingkat kejenuhan perawat gawat darurat.
The Influence of Social Media Marketing on Patient Visit Intention Mediated by Brand Awareness Tita Hariyanti; Gladys Kurniawan; Achmad Yunus; Dwi Saputro; Unix Cahya Husada; Catharina Louise Rhynanti; Fatchur Rohman
JMMR (Jurnal Medicoeticolegal dan Manajemen Rumah Sakit) Vol. 12 No. 2 (2023): August 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/jmmr.v12i2.67

Abstract

Social media marketing can increase consumer awareness and recognition of a brand (brand awareness) from a product or service. Brand awareness can ultimately influence the formation of consumer visit intentions for these products and services. RSU Universitas Muhammadiyah Malang (RSU UMM) is one of the Type C general hospitals conducting social media marketing since 2018. This study aims to determine the effect of social media marketing on the visit intention of patients at the hospital. The research was conducted with a quantitative observational method in a cross-sectional study using a questionnaire through Google Forms. The research sample was 96 people who were loyal consumers (followers) of the social media accounts (Facebook, Instagram, and Twitter) of the RSU UMM. Data analysis was carried out by using Partial Least Square (PLS). The findings showed a positive and significant influence of social media marketing on the patient's visit intention, mediated by the patient's brand awareness. This research concluded that RSU UMM's social media marketing efforts positively and significantly affected patient visit intentions and strengthened by the influence of brand awareness. Therefore, RSU UMM must improve its marketing strategy, primarily through social media marketing.
Co-Authors . Djumahir Achmad Rudijanto Achmad Yunus Adiwignyo, Dandy Drestanto Agnes Widayu Estiningsih Agni Hadi P, Agni Hadi Ahsan Alberto, Alberto Andriana, Kiki Rizki Fista Anisa Ramadhani Kusumastiti ANISYAH ACHMAD Aryo Dewanto Asfi Manzilati Asiana Oktavia Purwaningsih Athallandi, Kemal Bramantya Surya Pratama, Bramantya Surya Catharina Louise Rhynanti Chriswantara, Riz’q Threevisca David David Dewi Kartikawati Ningsih Dewi Kartikawati Ningsih, Dewi Kartikawati Dewi Lelonowati Dewi Lelonowati Dewi, Sagung Manik Dwi Purnama Dolly Irbantoro Dwi Indriani Lestari Dwi Saputro Edy Supriyanto Endiki Surya Wira Pratama Erich Hudisusanto Erika Widayanti Lestari Eriko Prawestiningtyas Fajar Juli Nursanti Fantri Pamungkas, Fantri Fatchur Rohman Fatchurohmani . Fitri Anita Fitri Anita Frista, Ardaleni Gladys Kurniawan Hamdani, Romi Harien Lestari Harjayanti, Nofita Dwi Harsono Harsono Harsono Mardiwiyoto Harun Al Rasyid Harun Al Rasyid Hasan, Haliza Heni Dwi Windarwati Hinting, Lia Natalia I Gede Sastrawan Iriene Kusuma Wardhani Irsan, Istan Irmansyah Juwitasari Juwitasari Kartikasari, Dhian Komang Ayu Krisna Dewi Kristianingsih, Rey Kuncoro, Wahyudi Kurnia Widyaningrum Kusuma Wardhana, Eka Chandra Kusumastiti, Anisa Ramadhani Laily Yuliatun Lelonowati, Dewi Lidia Emilinda Lilik Zuhriyah Lilis Widianah Lucia Pujiastuti, Lucia Lukman Hakim Mahardika, Yesika Yuristi Mardiana Kusumawati, Anita Markes, Anabela Masrochanah, Siti Maulana, Ragil Maya Dewi Hanggraningrum Menis Rahmawati Muhammad Barlian Nugroho Mulyatim Koeswo Nanik Setijowati Nasar Radfan Ni Luh Putu Ninik Pujaning Dyah Nofita Dwi Harjayanti Novia , Kristia Nur &#039;Aini Nursanti, Fajar Juli Nurul Laili Nuthea, Merry Palastri, Aisha Rifda Pradina, Fifin Prahadiani, Saesar Revita Prayoga, I Wayan Eka Putra Purwati, Ajeng Budi Puspitasari, Vicky Qomariyah, Durrotul R. Henggar Sulistiarto Rahmani Ratri, Devita Rahmani, Nuraida Fara Ratri, Devita Rahmani retnaningtyas, sri Retno Lestari Rezkiah, Fahmy riskiyah, Riskiyah - Sabatina, Sindy Sabrina Aulia Rahma Sadewo, Ageng Bagus Salizar Binti Mohamed Ludin Satria Pandu Persada Isma Septiana, Celsy Citra Septiansyah, Dhimas Anggi Setijowatie, Eva Diah Siahaan, Sahat Manampin Silvy Rahmah Yanthy Sindy Sabatina Siti Juhariah Siti Umi Ernawati, Siti Umi Soegeng Hery Priyanto Sri Andarini Sri Soenarti Sri Sunarti Sri Winarsih Sugeng Susilo, Sugeng Sujianto Sujianto Sujiono Sujiono Sujiono Sujiono Sujiono, Sujiono Suminar Pertiwi, Dian Tae, Vidria Handayani Thomas Erwin Christian Junus Huwae Tina Handayani Nasution Titin Andri Wihastuti Tjatur Budi Winarko Tontowi Jauhari Tony Suharsono Tri Wahyu Sarwiyata Unix Cahya Husada Vistiandini, Seravina Ayu Wahyu Febrianto Wahyu Purnomo Wardhani, Iriene Kusuma Wati, Linda Ratna Wening Prastowo Widodo Mardi Santoso, Widodo Mardi Wijaya, Yunus Adi Windarwati, Heni Dwi Wiwin Indriani Wulandari, Meidina Yayi S Prabandari Yayi Suryo Prabandari Youandi, Abdi Agus Yulianto, Wahyu Yuni Kartika S, Yuni Kartika Zhafira Anisah Kesuma