Claim Missing Document
Check
Articles

Expression of Yap Signaling Hippo Pathway in Cervical Pre-cancerous Lesions and Cervical Cancer Rizal, M Masrur; Arifa Mustika; Wita Saraswati
Indonesian Journal of Obstetrics and Gynecology Volume 12 No. 3 Jully 2024
Publisher : Indonesian Socety of Obstetrics and Gynecology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32771/inajog.v12i3.1983

Abstract

Abstract Objective: To determine the expression of YAP in cervical pre-cancerous and cervical cancer lesions.Methods: Researchers systematically searched five databases using the checklist for Preferred Reporting Items for Systematic Review and Meta-analyses (PRISMA) guideline and Newcastle-Ottawa Scale (NOS).. Inclusion criteria were the original study of YAP expression in cervical pre-cancerous lesions and cervical cancer, observational and experimental study, and using immunohistochemical techniques. The study protocol was registered in the PROSPERO database of systematic review (IDCRD42023407469). Results: The data search in this study followed the PRISMA Guideline, which includes phases of identification, screening, and inclusion of studies. Initially, 245 articles were identified across five databases: Pubmed (105), ScienceDirect (8), Scopus (29), Web of Science (26), and ProQuest (77). After removing duplicates, 157 studies remained. During the initial screening, 142 studies were excluded, leaving 15 studies for further evaluation. These were assessed based on the use of immunohistochemistry staining for YAP expression and staining result. Subsequently, ten studies were excluded for either not using immunohistochsmistry or lacking staining result, resulting in five studdies selected for qualitative analysis. These five studies were evaluated using the New Ottawa Scale, as detailed in Table 1, and their YAP Expression characteristics are summarized in Table 2. Conclusion: This systematic review showed that YAP expression at all levels ranging from normal tissue, cervical intraepithelial neoplasia, squamous cell carcinoma, and adenocarcinoma had increased expression in the cytoplasm or cell nucleus following the development of cervical cancer and tumorigenesis influenced by intra-tumor heterogeneity for YAP expression. YAP is expressed in the cytoplasm and nucleus, with different functions. YAP expression in these two sites Excessive YAP expression will trigger epithelial changes into mesenchyme which also plays a role in cancer development. This YAP expression also correlates with HPV, in which YAP levels will be maintained and increased.Keywords: cervical cancer, cervical pre-cancerous lesions, YAP expression.
Peningkatan Daya Tahan Tubuh Warga yang Berisiko Tertular Tuberkulosis Melalui Peningkatan Pengetahuan Pemanfaatan Tanaman Kelor-Pegagan di Desa Beru, NTT Mustika, Arifa; Khaerunnisa, Siti; Fatimah, Nurmawati; Setiawan, Herley Windo; Amustikarani, Dewa Ayu Praba; Stefanus, Lusiana
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka Vol. 4 No. 2 (2025): Bulan November
Publisher : Bhinneka Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58266/jpmb.v4i2.695

Abstract

Latar Belakang. Desa Beru terletak di Alok Timur, Sikka, Nusa Tenggara Timur, Indonesia., yang memiliki tersangka jumlah penderita diatas 400 orang, jumlah ini menduduki tempat pertama diantara desa lain di kecamatan tersebut. Data ini menunjukkan bahwa perlu dilakukan identifikasi permasalahan untuk mempercepat penurunan angka penderita tuberculosis. Permasalahan terkait tingginya isidensi dan prevalensi tuberkuosis di Desa Beru, Kecamata Sikka Alok timur, yang dapat diidentifikasi adalah tingginya angka penularan TB yang disebabakan oleh kurangnya sosialisasi dan edukasi tentang pengetahuan masyarakat tentang cara penularan TB dan pemahaman tentang daya tahan tubuh serta pemanfaatan bahan lokal untuk meningkatkan daya tahan Tujuan Kegiatan pengabdian kepada masyarakat adalah untuk meningkatkan daya tahan tubuh penderita tuberkulosis (TBC) serta warga yang berisiko tertular melalui peningkatan pengetahuan dan pemanfaatan tanaman herbal lokal, yaitu Kelor (Moringa oleifera) dan Pegagan (Centella asiatica). Program dilaksanakan di Desa Beru, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, melalui pendekatan edukatif-partisipatif yang melibatkan penyuluhan kesehatan, demonstrasi pembuatan olahan herbal, serta distribusi produk fungsional berbasis tanaman lokal. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pada tingkat pengetahuan peserta mengenai TBC dan manfaat tanaman herbal sebesar 22%, serta peningkatan ketrampilan pembuatan teh kelor dan pegagan. Kegiatan ini mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) terutama pada poin 3,2,1, dan 17melalui pemanfaatan sumber daya hayati lokal untuk kesehatan masyarakat. Kesimpulan adalah peningkatan pemahaman tentang Penggunaaan tanaman kelor dan pegagan terhadap peningkatan daya tahan tubuh sebesar 22% pada kader kesehatan Desa Beru, Maumere, NTT. Kader kesehatan Desa Beru, Maumere, NTT memperoleh pengetahuan dan ketrampilan tentang pembuatan teh kelor dan pegagan.
PENGARUH SEDUHAN SERBUK SIMPLISIA BUAH TRENGGULI (Cassia Fistula L) TERHADAP GANGGUAN KONSTIPASI PADA REMAJA WANITA Myrna Adianti; Rania Ratri Fauziyah; Nurmawati Fatimah; Iif Hanifa Nurrosyidah; Arifa Mustika; Rini Hamsidi; Dwi Setiani Sumardiko; Edith Frederika Puruhito
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 5 No. 7 (2025): Desember 2025
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Konstipasi merupakan gangguan yang sering terjadi pada remaja wanita, terutama akibat asupan serat dan cairan yang tidak mencukupi. Penggunaan obat laksatif secara terus-menerus dapat menimbulkan efek samping, sehingga diperlukan alternatif terapi yang lebih aman. Buah trengguli (Cassia fistula L.) diketahui mengandung senyawa antrakuinon yang berpotensi sebagai laksatif alami. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan dosis seduhan buah trengguli (Cassia fistula L.) terhadap penanganan konstipasi pada remaja wanita. Metode: Penelitian ini menggunakan pre test post test control goup design dengan tiga kelompok. Dua kelompok perlakuan yang masing-masing menerima dosis berbeda seduhan serbuk simplisia buah trengguli, dan satu kelompok kontrol. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua dosis seduhan serbuk simplisia buah trengguli mampu menurunkan skor CSS secara signifikan pada remaja wanita dengan konstipasi fungsional, dibandingkan dengan kelompok kontrol. Analisis statistik menunjukkan perbedaan bermakna antar kelompok perlakuan dan kontrol (p < 0,05). Kesimpulan: Terdapat perbedaan persentase penurunan skor CSS antara dua dosis seduhan serbuk buah trengguli, meskipun tidak signifikan. Pemberian dosis 1,6 g menurunkan skor CSS sebesar 64%, sedangkan pemberian dosis 0,8 g sebesar 62%.
Upaya Peningkatan Kualitas Hidup Pasien TB Melalui Penyuluhan Dagusibu Obat Pada Masyarakat di Desa Lepolima Provinsi Nusa Tenggara Timur Fatimah, Nurmawati; Setiawan, Herley Windo; Mustika, Arifa; Khaerunnisa, Siti; Kurniawan, Mohammad Akbar
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 3 No. 10 (2025): Desember
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v3i10.3505

Abstract

Tuberkulosis (TB) merupakan masalah serius di Nusa Tenggara Timur (NTT). Data penelitian menunjukkan bahwa NTT merupakan provinsi dengan target deteksi kasus yang belum terpenuhi. Pemerintah Indonesia berkomitmen untuk menurunkan insiden TB melalui berbagai upaya, termasuk Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024 dan Strategi Eliminasi TB Nasional. Pengendalian TB di NTT menghadapi tantangan yang kompleks, seperti terbatasnya akses terhadap layanan kesehatan, kurangnya kesadaran masyarakat tentang pengobatan penyakit ini, dan terbatasnya sumber daya manusia di sektor kesehatan. Oleh karena itu, diperlukan upaya yang lebih efektif untuk meningkatkan deteksi kasus TB, pengobatan rasional yang menjangkau semua tingkat, serta penguatan skrining dan investigasi kontak. Solusi yang ditawarkan dalam kegiatan pengabdian masyarakat meliputi kegiatan pencegahan melalui penyuluhan kesehatan dengan memberikan penyuluhan tentang cara mencegah penyakit menular dan edukasi tentang DAGUSIBU (Dapatkan, Gunakan, Simpan, dan Buang). Tahap awal kegiatan ini adalah mengukur tingkat pemahaman tenaga kesehatan atau kader kesehatan mengenai definisi tuberkulosis, kemungkinan tindakan pencegahan, pengobatan, dan gaya hidup pasien. Setelah pre-test, akan dilakukan kuliah edukasi mengenai topik-topik tersebut. Peningkatan pemahaman relawan kesehatan dapat diukur setelah kegiatan menggunakan post test. Terdapat peningkatan rata-rata skor pre test dan post testl, dengan skor pre test rata-rata 56,8 dan skor post test rata-rata 77,3. Target luaran yang diharapkan dari kegiatan ini adalah meningkatnya pemahaman relawan kesehatan tentang Program DAGUSIBU dan upaya yang dapat dilakukan untuk mencegah peningkatan jumlah penderita TB di Desa Lepolima.Mumere, Nusa Tenggara Timur
Co-Authors Achmad Firdaus Pamudya Wardhana Achmad Ilham Rizwani Adelia Handoko Agesti, Dyah Akbar Kurniawan, Mohammad Alimsardjono, Lindawati Amustikarani, Dewa Ayu Praba Aniek Meidi, Aniek Annette d’Arqom, Annette Anny Setijo Rahaju, Anny Setijo Ario Imandiri, Ario Aszar, Farah Dynah Daeq Athoillah, Nabil Bambang Purwanto Cholis Abrori, Cholis Claudi Artha Dau, Daniel Deby Kusumaningrum Desie Dwi Wisudanti Dewinta, Nena Ristra Diah Mira Indramaya Dinda Dwi Purwati Edith Frederika Puruhito, Edith Frederika Elly Nurus Sakinah, Elly Nurus Faizah Sugiarto Farros Yuftariq Izzad Afla Fatimah, Nurmawati Fedelita Aistania Putri Firsta Wahono Febrianto Firsta Wahono Febrianto Fithriyah, Nathania Elma Gadis M. Sari Gondo Mastutik Halimatus Zahrah Harlina Soetjipto Herisulistyo, Aldilatama Herley Windo Setiawan I'tishom, Reny Indiastuti, Danti Nur Indri Safitri Mukono, Indri Safitri Irda Bella Isnaini Nur Jannah, Isnaini Nur Jieputra, Alden Kartuti Debora, Kartuti Kenconowungu, Citrawati Dyah Khaerunnisa, Siti Kurniawan, Mohammad Akbar Linda Astari, Linda Lukman Hakim Maftuchah Maftuchah Mah Zhook Yueng Miranda Jemyma Mas&#039;ulun MOCHAMMAD THAHA Muhammad Arsy Reza Suyudi Muhammad Faizi, Muhammad Muhammad Hanun Mahyuddin Myrna Adianti Nabila Anisa Harum Naibaho, Ardy Hamonangan Nanang Haryono Nurina Hasanatuludhhiyah Nurlaili Susanti Nurrosyidah, Iif Hanifa Pamudya Wardhana, Achmad Firdaus Prabowo, Gwenny Ichsan Priyo Budi Purwono Purwanta, Marijam Puspa Wardhani Putri Aliya Ahadini Qurnianingsih, Ema Raden Mohamad Herdian Bhakti Rahmadhani, Khafiyah Hikmah Rahmawati, Lita Diah Rania Ratri Fauziyah Rejeki, Purwo Sri Renny I’tishom Rini Hamsidi Rizal, M Masrur Roostantia Indrawati Roostantia Indrawati Roostantia Indrawati, Roostantia Safira Raissa Dwi Putri Sandra Dewi Sitaresmi Sari, Gadis M. Siti Khaerunnisa Sjahjenny Mustokoweni, Sjahjenny Sriwijayanti Sulistyawati Stefanus, Lusiana Sukarno, Devitya Angielevi Sumardiko, Dwi Setiani Supangat Supangat Suryani Dyah Astuti Susanti, Luthfiana Rofhani Susanto, Ester Chateline Syahruna, Pradipta Reza Teguh Wahjudi Trisniartami Setyaningrum Vania Azalia Gunawan Wibsono, Sony WITA SARASWATI, WITA Wiwin Retnowati Wungu, Citrawati Dyah Kencono Wungu, Citrawati Dyah Kencono Yetti Hernaningsih Yuani Setiawati Zharfan, Rahmat Sayyid Zumara Ma'rifah Azzahra Zumara Ma'rifah Azzahra