Articles
Pengelolaan Sampah Plastik Berbasis Masyarakat di Lokasi Program Trash Trap Kabupaten Pinrang
Nadziro Khoolishoh, Nisa;
Padua, Cintya;
Adelia, Putri;
Faizal, Ahmad;
Werorilangi, Shinta;
J Moka, Wilma;
Haryanto, Tri
Bambu Laut: Jurnal Pengabdian Masyarakat VOLUME 1, NOMOR 2, OKTOBER 2024
Publisher : Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan Universitas Hasanuddin
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35911/bambulaut.v1i2.36961
Berbagai usaha yang dilakukan dalam mengurangi masuknya sampah plastic ke perairan laut, salah satunya dengan pemasangan trash trap di muara sungai. Tujuan dilakukannya program pengabdian ini yaitu untuk meningkatkan kesadaran dan pengetahuan masyarakat di Kelurahan Lanrinsang, Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan dalam penanganan sampah plastik. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan selama 2 bulan dengan metode pengabdian dengan teknik sosialisasi dan pendampingan pengelolaan sampah plastik, yang selanjutnya diukur sejauh mana penambahan pengetahuan dan kesadaran masyarakat dalam pengelolaan sampah plastik melalui monotoring secara berkala. Hasil yang didapatkan dari program ini yaitu masyarakat menjadi lebih paham tentang pengelolaan sampah plastik berbasis masyarakat dalam memilah sampah dan mengelolah sampah plastik.
Does Financial Inclusion Affect Health Among Older Adults? Evidence from Indonesia
Abdurrahman, Adnan;
Haryanto, Tri
Signifikan: Jurnal Ilmu Ekonomi Vol. 12 No. 2 (2023)
Publisher : Faculty of Economic and Business, Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15408/sjie.v12i2.32001
While financial inclusion is widely acknowledged as a means to enhance the welfare of all ages, currently, there is no empirical research examining its effects on the health of older adults in Indonesia. This study, therefore, aims to fill the gap by investigating the impact of financial inclusion on the health of older adults in Indonesia using data from the March 2021 National SocioEconomic Survey (SUSENAS). The binary logistics regression was used to assess that effect. The findings reveal that financial inclusion positively benefits the health of older adults in Indonesia, highlighting the importance of policy-making that promotes financial inclusion programs to improve the health outcomes of older adults.JEL Classification: G2, I1, C31How to Cite:Abdurrahman, A., & Haryanto, T. (2023). Does Financial Inclusion Affect Health among Older Adults? Evidence from Indonesia. Signifikan: Jurnal Ilmu Ekonomi, 12(2), 327-340. https://doi.org/10.15408/sjie.v12i2.32001
ANALISIS KEMISKINAN RUMAH TANGGA SEKTOR INFORMAL DI PROVINSI JAWA TIMUR
Pulungan, Muhnifah Azmi;
Haryanto, Tri
Jurnal Ilmiah Manajemen, Ekonomi, & Akuntansi (MEA) Vol 8 No 1 (2024): Edisi Januari - April 2024
Publisher : LPPM STIE Muhammadiah Bandung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31955/mea.v8i1.3962
Salah satu tantangan utama dalam pengentasan kemiskinan terkait ketenagakerjaan adalah sejumlah besar pekerja di sektor informal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor di tingkat mikro dan makro yang mempengaruhi kemiskinan rumah tangga sektor informal di Provinsi Jawa Timur. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder dari hasil SUSENAS Maret dan indikator makroekonomi BPS pada tahun 2021. Metode analisis yang digunakan adalah analisis multilevel logistik biner, yang memungkinkan penggunaan data dengan struktur hierarki. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor di tingkat mikro yang memengaruhi status kemiskinan rumah tangga sektor informal di Provinsi Jawa Timur tahun 2021 adalah usia KRT, pendidikan KRT, akses KRT terhadap internet, sektor pekerjaan KRT, status pekerjaan KRT (pekerja bebas), jumlah jam kerja KRT, jumlah ART, jumlah ART bekerja, dan akses terhadap kredit. Selain itu, faktor di tingkat makro yang berpengaruh signifikan adalah PDRB per kapita.
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEMISKINAN DI PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR TAHUN 2015-2023
Bunga, Elisabeth Ngole;
Haryanto, Tri
Jurnal Ilmiah Manajemen, Ekonomi, & Akuntansi (MEA) Vol 8 No 3 (2024): Edisi September - Desember 2024
Publisher : LPPM STIE Muhammadiah Bandung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31955/mea.v8i3.4834
Penelitian ini mempunya tujuan menganalisis apakah variabel bebas yang terdiri dari tingkat pendidikan, penyerapan tenaga kerja, akses listrik da air bersih mampu mempengaruhi variabel terikat yaitu kemiskinan pada masing-masing kabupaten/kota di Provinsi Nusa Tenggara Timur selama periode 2015-2023. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantittaif dan teknik analisis berupa analisis data panel dengan metode fixed effect serta data yang digunakan merupakan data sekunder. Hasil penelitian menunjukkan secara simultan tingkat pendidikan, penyerapan tenaga kerja, akses listrik dan air bersih berpengaruh signifikan terhadap kemiskinan, sedangkan secara parsial tidak terdapat pengaruh tingkat pendidikan terhadap kemiskinan di Provinsi Nusa Tenggara Timur.
Jig Saw Tenaga Kaki
Moyoretno, Bambang;
Haryanto, Tri
Dinamika Kerajinan dan Batik: Majalah Ilmiah No. 9 (1991): Dinamika Kerajinan dan Batik
Publisher : Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Kerajinan dan Batik
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22322/dkb.v0i9.978
Pemotongan papan dengan gergaji tangan untuk mendapatkan bentuk khusus (lengkungan, zig-zag, dsb) mengalami kesulitan. Untuk itu perlu dibuat alat yang dapat mengatasi hal tersebut di atas, salah satu alternatifnya adalah pembuatan Jig Saw tenaga kaki. Jig Saw tenaga kaki dibuat dari bahan yang mudah didapat di pasaran, antara lain: kayu, besi, beton, suku cadang sepeda dan sebagainya. Kemudian alat ini dicoba untuk memotong kayu, ternyata alt ini lebih cepat dibandingkan dengan menggunakan gergaji tangan.
Pengaruh Konsentrasi Tawas terhadap Ketuaan dan Ketahanan Luntur Warna pada Pencelupan Kain Sutera dengan Zat Warna Gambir
Suheryanto, Dwi;
Haryanto, Tri
Dinamika Kerajinan dan Batik: Majalah Ilmiah Vol. 25 (2008): Dinamika Kerajinan dan Batik
Publisher : Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Kerajinan dan Batik
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22322/dkb.v25i1.1023
Zar warna gambir diperoleh dari hasil ekstrak tanaman gambir yang merupakan saah satu tanaman komoditi ekspor unggulan Sumatera Barat yang memberikan devisa cukup besar dengan prospek pengembangan yang cukup baik. Zat warna gambir adalah zat wama alam jenis mordan-dye dan tidak tahan terhadap garam yang dipakai dalam pencucian. Ketahanan luntur warna terhadap pencucian memegang peranan penting dan sebagai penentu kualitas produk batik. Untuk meningkatkan kualitas hasil celupan zat warna gambir pada kain sutera, maka perlu dilakukan penelitian penggunaan tawas sebagai zat fiksator pada proses pencelupan.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penggunaan tawas terhadap ketuaan dan ketahanan luntur warna pencelupan kain sutera dengan zat warna gambir. Konsentrasi tawas yang digunakan adalah 30 gram/I, 50 gram/I dan 70 gram/I. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, ada pengaruh yang nyata pada penggunaan tawas 30 gram/I, 50 gram/I dan 70 gram/I terhadap ketuaan warna kain sutera yang dicelup dengan zat warna gambir menghasilkan ketuaan warna yang berbeda dengan kain sutera yang tidak difiksasi. Tidak ada pengaruh yang nyata pada penggunaan konsentrasi tawas 30 gram/I, 50 gram/I dan 70 gram/l terhadap ketahanan luntur warna ditinjau dari perubahan warna pada kain sutera yang dicelup dengan zat warna gambir. Kain sutera yang difiksasi dengan tawas 70 gram/l menghasilkan warna yang lebih tua bila dibandingkan dengan kain sutera yang difiksasi dengan tawas 30 gram/l dan 50 gram/l.Kata kunci : fiksator, konsentrasi tawas, ketuaan warna, ketahanan luntur warna, zat warna gambir.
Analisa Pengaruh Soda Abu terhadap Pelorodan Lilin Batik dan Kekuatan Tarik Kain Batik Sutera
Haryanto, Tri;
Suheryanto, Dwi
Dinamika Kerajinan dan Batik: Majalah Ilmiah Vol. 25 (2008): Dinamika Kerajinan dan Batik
Publisher : Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Kerajinan dan Batik
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22322/dkb.v25i1.1024
Proses pelorodan (pelepas lilin) Iilin pada kain batik sutera umumnya dapat menggunakan kanji dan waterglas. Penggunaan kanji biasanya digunakan pada kain katun. Jika digunakan pada kain sutera hasilnya kurang sempurna dan menyebabkan kain sutera berkerut. Sedangkan penggunaan waterglass dapat memberikan hasil yang diketahui dapat menurunkan kekuatan tarik kain sutera tersebut.Tujuan penelitian ini adalah menguji pelorodan Iilin dengan zat kimia yang lain yaitu soda abu (Na2CO3) sekaligus terhadap kekuatan tarlk kain batik hasil pelorodan tersebut. Pada penelitian proses pelorodan ini digunakan berbagai konsentrasi soda abu. Sedangkan kain sutera yang dipakai sebagai sampel yang diuji adalah jenis T 54 dengan pewarnaan menggunakan zat warna lndigosol Green IB.Penelitian memberikan hasil bahwa nilai rata-rata konsentrasi soda abu yang meningkat memberikan kekuatan arah lusi yang meningkat diikuti pula meningkatnya arah pakan. Selanjutnya hasil yang diperoleh adalah prosentasi berat Iilin yang terlorod menunjukan hasil similar, yaitu meningkat sesuai dengan meningkatnya konsentrasi soda abu yang digunakan. Ternyata dari hasil analisa dinyatakan bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan terhadap uji kekuatan tarik terhadap penggunaan konsentrasi soda abu pada proses pelorodan. Akan tetapi diperoleh hasil bahwa soda abu dengan konsentrasi 1 g/l dapat digunakan untuk pelorodan batik dan nilai yang lebih ekonomis. Kata kunci: kain batik sutera; kekuatan tarik; lilin batik; pelorodan; soda abu
Penelitian Proses Finishing Dengan Natrium Thiosulfat Pada Produk Kerajinan Kuningan
Suheryanto, Dwi;
Sarno, Sarno;
Haryanto, Tri
Dinamika Kerajinan dan Batik: Majalah Ilmiah Vol. 15 (1996): Dinamika Kerajinan dan Batik
Publisher : Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Kerajinan dan Batik
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22322/dkb.v15i1.1047
Proses penghitaman (pewarnaan) produk kerajinan kuningan adalah merupakan hasil dari persenyawaan antara logam kuningan dengan senyawa kimia yang digunakan pada proses penghitaman tersebut.Senyawa kimia yang digunakan pada proses penghitaman adalah merupakan suatu formula yang mengandung unsur sulfid yaitu natrium thiosulfat (NA2S2O3, 5H1O). Pada pelaksanaan penelitian dilakukan beberapa variasi konsentrasi natrium thiosulfat yaitu 3 g/1,4 g/1 dan 5 g/1, pada temperatur 60oC dengan variasi waktu 10, 15 dan 20 menit.Hasil pengujian ketahanan warna dan ketuaan warna menunjukkan bahwa penghitaman pada konsentrasi 5 g/1 natrium thiosilfat dengan waktu 10 menit akan memberikan hasil yang relatif baik.Proses penghitaman (pewarnaan) produk kerajinan kuningan adalah merupakan hasil dari persenyawaan antara logam kuningan dengan senyawa kimia yang digunakan pada proses penghitaman tersebut.Senyawa kimia yang digunakan pada proses penghitaman adalah merupakan suatu formula yang mengandung unsur sulfid yaitu natrium thiosulfat (NA2S2O3, 5H1O). Pada pelaksanaan penelitian dilakukan beberapa variasi konsentrasi natrium thiosulfat yaitu 3 g/1,4 g/1 dan 5 g/1, pada temperatur 60oC dengan variasi waktu 10, 15 dan 20 menit.Hasil pengujian ketahanan warna dan ketuaan warna menunjukkan bahwa penghitaman pada konsentrasi 5 g/1 natrium thiosilfat dengan waktu 10 menit akan memberikan hasil yang relatif baik.
Unggulan Proses Pengelantangan dan Pewarnaan Akar Keladi Air untuk Bahan Baku Barang Kerajinan
Sulaeman, Sulaeman;
Haryanto, Tri
Dinamika Kerajinan dan Batik: Majalah Ilmiah No. 16 (1997): Dinamika Kerajinan dan Batik
Publisher : Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Kerajinan dan Batik
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22322/dkb.v0i16.1064
Percobaan proses pengelantangan dan pewarnaan akar keladi air (Caladium aquatile) dilakukan secara laboratoris untuk memperoleh bahan baku yang dapat mendukung mutu barang kerajinan.Pengelantangan menggunakan larutan hidrogen peroksida dilakukan dengan cara perendaman pada suhu kamar selama 48 jam dan pada suhu 85°C selama 1 jam. Konsentrasi larutan H2O2 divariasi 5, 10, 15, 20 dan 25 cc/l. pewarnaan pada akar keladi air yang telah dikelantang dilakukan dengan menggunakan zat warna direk, basis dan reaktif. Terhadap contoh uji dilakukan pengujian derajat putih dan kecerahan warna secara visual serta pengujian ketahanan luntur warna terhadap sinar.Dari hasil penelitian diperoleh bahwa pengelantangan menggunakna larutan hidrogen peroksida 15cc/l cara dingin maupun cara panas menghasilkan derajat putih yang paling baik. Kecerahan hasil pewarnaan yang paling baik diperoleh pada akar keladi air hasil pengelantangan cara dingin menggunakan larutan hidrogen peroksida 15 cc/l atau cara panas menggunakn larutan hidrogen peroksida 20cc/l.Percobaan proses pengelantangan dan pewarnaan akar keladi air (Caladium aquatile) dilakukan secara laboratoris untuk memperoleh bahan baku yang dapat mendukung mutu barang kerajinan.Pengelantangan menggunakan larutan hidrogen peroksida dilakukan dengan cara perendaman pada suhu kamar selama 48 jam dan pada suhu 85°C selama 1 jam. Konsentrasi larutan H2O2 divariasi 5, 10, 15, 20 dan 25 cc/l. pewarnaan pada akar keladi air yang telah dikelantang dilakukan dengan menggunakan zat warna direk, basis dan reaktif. Terhadap contoh uji dilakukan pengujian derajat putih dan kecerahan warna secara visual serta pengujian ketahanan luntur warna terhadap sinar.Dari hasil penelitian diperoleh bahwa pengelantangan menggunakna larutan hidrogen peroksida 15cc/l cara dingin maupun cara panas menghasilkan derajat putih yang paling baik. Kecerahan hasil pewarnaan yang paling baik diperoleh pada akar keladi air hasil pengelantangan cara dingin menggunakan larutan hidrogen peroksida 15 cc/l atau cara panas menggunakn larutan hidrogen peroksida 20cc/l.
Optimalisasi Penggunaan Zat Pereduksi Dan Waktu Fiksasi Pada Pembuatan Batik Etsa Dengan Bahan Baku Rayon Viskosa
Suhartini, Tien;
Haryanto, Tri
Dinamika Kerajinan dan Batik: Majalah Ilmiah No. 18 (2001): Dinamika Kerajinan dan Batik
Publisher : Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Kerajinan dan Batik
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22322/dkb.v0i18.1090
Pembatikan etsa memungkinkan menghasilkan produk yang lebih efisien dan murah karena proses pelekatan lilin yang pertama sesuai dengan desain motif, diganti dengan pencapan etsa putih. Pembuatan batik etsa pada kain rayon viskosa (shantung) belum lazim dilakukan karena serat rayon viskosa mempunyai derajat polimerisasi jauh lebih rendah dari pada serat kapas sehingga daya tahan serat rayon secara fisika kimia lebih rendah dari serat kapas. Unruk membuat batik etsa pada bahan rayon viskosa dengan proses cabut warna tanpa merusak kainnya, dilakukan penelitian untuk menentukan konsentrasi zat pereduksi dan waktu fiksasinya dengan cara pengukusan (steam). Hasil percobaan diuji derajat putih dan kekuatan tarik kain ke arah lusi dan pakan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pencapan pasta cap etsa putih dengan konsentrasi 50 g/kg zat pereduksi dan waktu fiksasi selama 12 menit pada suhu pengukusan 100°C mendapatkan hasil yang sempurna dengan nilai derajat putih 75,83 dan kekuatan tarik arah lusi 9,37 kg/m2. Kekuatan tarik arah pakan 7,49 kg/m2 memenuhi syarat mutu batik rayon.Pembatikan etsa memungkinkan menghasilkan produk yang lebih efisien dan murah karena proses pelekatan lilin yang pertama sesuai dengan desain motif, diganti dengan pencapan etsa putih. Pembuatan batik etsa pada kain rayon viskosa (shantung) belum lazim dilakukan karena serat rayon viskosa mempunyai derajat polimerisasi jauh lebih rendah dari pada serat kapas sehingga daya tahan serat rayon secara fisika kimia lebih rendah dari serat kapas. Unruk membuat batik etsa pada bahan rayon viskosa dengan proses cabut warna tanpa merusak kainnya, dilakukan penelitian untuk menentukan konsentrasi zat pereduksi dan waktu fiksasinya dengan cara pengukusan (steam). Hasil percobaan diuji derajat putih dan kekuatan tarik kain ke arah lusi dan pakan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pencapan pasta cap etsa putih dengan konsentrasi 50 g/kg zat pereduksi dan waktu fiksasi selama 12 menit pada suhu pengukusan 100°C mendapatkan hasil yang sempurna dengan nilai derajat putih 75,83 dan kekuatan tarik arah lusi 9,37 kg/m2. Kekuatan tarik arah pakan 7,49 kg/m2 memenuhi syarat mutu batik rayon.