p-Index From 2021 - 2026
4.689
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Signifikan : Jurnal Ilmu Ekonomi Pixel : Jurnal Ilmiah Komputer Grafis AGRIEKONOMIKA Jurnal Online Mahasiswa (JOM) Bidang Keguruan dan Ilmu Pendidikan Jurnal Ilmiah Teknik Industri JDE (Journal of Developing Economies) Graduasi: Jurnal Bisnis & Ekonomi KALANGWAN Martabat: Jurnal Perempuan dan Anak Jurnal Samudra Ekonomi dan Bisnis Sang Pencerah: Jurnal Ilmiah Universitas Muhammadiyah Buton Penentuan harga obligasi dan teori tingkat bunga JPEKA: Jurnal Pendidikan Ekonomi, Manajemen dan Keuangan Jurnal Sains Teknologi Transportasi Maritim Agrica: Journal of Sustainable Dryland Agriculture Jurnal REKSA: Rekayasa Keuangan, Syariah dan Audit JURNAL ABDIMAS TRIDHARMA MANAJEMEN Jurnal Sosial dan Teknologi Sibatik Journal : Jurnal Ilmiah Bidang Sosial, Ekonomi, Budaya, Teknologi, Dan Pendidikan Assets : Jurnal Ilmiah Ilmu Akuntansi, Keuangan dan Pajak Journal Of World Science Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan JAKPI Jurnal Ilmiah MEA (Manajemen, Ekonomi, dan Akuntansi) Jurnal Sosial dan Sains Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Eduvest - Journal of Universal Studies Innovative: Journal Of Social Science Research Journal of Engineering Science and Technology Management Scientica: Jurnal Ilmiah Sains dan Teknologi Jurnal Ekonomi Pembangunan HENGKARA MAJAYA JER Jejak: Jurnal Ekonomi dan Kebijakan Bambu Laut: Jurnal Pengabdian Masyarakat Dinamika Kerajinan dan Batik: Majalah Ilmiah Jurnal Ekonomi Kuantitatif Terapan
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : KALANGWAN

Greng Sebuah Estetika Dalam Kerampakan Antara Gamelan dan Vokal Saptono, Saptono; Haryanto, Tri; Hendro, Dru
Kalangwan : Jurnal Seni Pertunjukan Vol 5 No 1 (2019): Juni
Publisher : Institut Seni Indonesia Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (199.167 KB) | DOI: 10.31091/kalangwan.v5i1.728

Abstract

ISI Denpasar sebagai lembaga pendidikan tinggi yang berkiprah dalam berbagai cabang seni tentunya memiliki tanggung jawab didalam meningkatkan mutu pelestarian, pengembangan, dan penciptaan seni budaya yang unggul yang berakar dari kearifan lokal nilai-nilai budaya nusantara, termasuk salah satunya seni karawitan. Hal tersebut tercermin pula dalam visi dan misi ISI Denpasar yang telah terpampang dan bisa dilihat diberbagai sudut kampus. Melalui seni, lembaga ISI Denpasar ikut andil dalam menjaga keseimbangan hidup di dalam memperkokoh jati diri bangsa dalam menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Dengan demikian mendorong peneliti dalam penciptaan karya seni karawitan Greng, yaitu garap gamelan ageng untuk memberikan keseimbangan nilai-nilai kearifan lokal budaya nusantara di ISI Denpasar dengan mengacu pada sajian garap tradisi karawitan Jawa. Konsep garap yang ditawarkan adalan penataan dalam karawitan mandiri. Penataan yaitu menyusun gending-gending yang telah ada dari berbagai ragam bentuk, laras, dan pathet. Kebaruan dalam penataan adalah pengolahan garap transisi dari berbagai ragam dan karakter gending yang telah ada, diolah dengan teknik yang mengedepankan tapsir (interpretasi) garap balungan dan garap vokal yang dalam sajiannya menjadi satu garapan yang utuh. Wujud atau bentuk pada dasrnya merupakan pemicu untuk menggugah perhatian terhadap isi yang dikandungnya, yang pada gilirannya telah menyatu ke dalam struktur. Jadi wujud atau bentuk garapan merupakan sarana untuk menuangkan isi sebagai bentuk ungkap pengalaman jiwa yang wigati. Djelantik menjelaskan bentuk (wujud) yang dimaksud kenyataan yang nampak secara konkrit di depan kita (dapat dipresepsi dengan mata dan telinga), dan juga kenyataan yang tidak nampak secara konkrit di depan kita, tetapi secara abstrak wujud dapat dibayangkan. Humardani menyebutkan bahwa bentuk di dalam sajian karya seni adalah wadah yang dapat diamati sebagai sarana untuk menuangkan isi mengenai nilai-nilai atau pengalaman jiwa yang wigati.
Waluku Sebagai Acuan Dalam Garapan Karawitan Bali Aguswin Pradnyantika, I Gede; Sudiana, I Nyoman; Haryanto, Tri
Kalangwan : Jurnal Seni Pertunjukan Vol 5 No 1 (2019): Juni
Publisher : Institut Seni Indonesia Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (301.019 KB) | DOI: 10.31091/kalangwan.v5i1.732

Abstract

Rasi bintang atau konstelasi adalah sekelompok bintang yang tampak berhubungan membentuk suatu konfigurasi khusus dalam ruang tiga dimensi, kebanyakan bintang yang terlihat tidak memiliki hubungan satu dengan lainnya, tetapi dapat terlihat seperti berkelompok pada langit malam. Di dalam ilmu Astronomi, telah ditetapkan 88 buah rasi bintang yang dipisahkan sesuai wilayah dari tiap-tiap rasi bintang tersebut di langit. Dari tahun ke tahun, rasi bintang tidak pernah bergeser dari posisinya di langit. Bahkan hingga waktu berabad-abad tahun rasi bintang tetap berada pada posisinya di langit. Hanya saja akibat rotasi dan revolusi bumi terhadap matahari lah yang menyebabkan rasi bintang terlihat bergeser dari waktu ke waktu. Rasi bintang yang dinamai Waluku/Orion, yang artinya adalah pemburu, rasi bintang ini didedikasikan bagi Orion, putera Neptune, seorang pemburu terbaik di dunia. Orion ini mudah dikenali dengan adanya 3 bintang kembar yang berjajar membentuk sabuk Orion (Orion Belt). Satu lagi yang menarik, dari rasi orion, yaitu adanya bintang Bellatrix dan Betelgeuse pada konstelasinya. Waluku ini penata pakai sebagai judul karya yang menggunakan medium gamelan Semar Pagulingan. Karya seni karawitan Waluku merupakan komposisi musik inovatif yang merupakan aktualisasi dari ide penata tentang rasa keindahan dan imajinasi terhadap bentuk dan pola dari rasi Waluku. Karya ini merupakan pengembangan dari unsur-unsur musikal seperti melodi, tempo, ritme, dinamika, dan harmoni sebagai cerminan dari rasa indah pada pola rasi bintang Waluku. Rasi Bintang memiliki keteraturan system, dimana Rasi Bintang tidak pernah bergeser dari posisinya di langit. Rasi bintang waluku ini adalah terbentuk dari tiga bintang kembar, yang membentuk pola-pola sehingga mudah dibedakan dan dibayangkan dengan rasi bintang lainnya. Rasi bintang waluku ini menginspirasi penata untuk mewujudkannya kedalam sebuah karya musik inovatif, penata berimajinasi merangkai Rasi bintang waluku itu dalam tiga bagian karya musik inovatif.
Penciptaan Karya Seni Garap Pekeliran Padat Sang Guru Sejati Hendro, Dru; Saptono, Saptono; Haryanto, Tri
Kalangwan : Jurnal Seni Pertunjukan Vol 5 No 2 (2019): Desember
Publisher : Institut Seni Indonesia Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (218.7 KB)

Abstract

Konsep garap pakeliran padat dengan judul Sang Guru Sejati ini diambil dari sebuah lakon Dewa Ruci yang merupakan lakon carangan wayang Jawa sudah populer, yakni ketika Bima berguru kepada Begawan Drona tentang ilmu Kesempurnaan diri Manunggalinng Kawula Gusti. Sang Guru Sejati merupakan sebutan kepada Guru Drona dan juga karena Bima telah menemukan jati dirinya ketika bertemu dengan Dewa Ruci. Sedangkan tema yang diangkat dalam garapan ini adalah “Kepatuhan Seorang Murid Kepada Seorang Guru”. Hal ini akan terungkap bagaimana Bima selalu patuh dengan segala ucapan dan tugas dari guru pembimbingnya dan dengan tekad yang tulus dan kuat kemudian mengambil resiko dalam tugas tersebut dan dapat mencapai tataran penghayatan Ketuhanan yang tinggi (makrifat) dengan bertemunya Bima dengan Sang Dewa Ruci. Kerangka garis besar dari perwujudan lakon yang terkait dengan tema di atas digambarkan dalam beberapa tahapan, yaitu tahap menggambarkan Bima memutuskan untuk berguru kepada Drona, sampai pada tahapan terakhir berhasil menemukan Tirta Pawitra yaitu Bima bertemu dengan Dewa Ruci. Metode penggarapan karya menggunakan lima tahapan, yaitu tahap persiapan atau pra perancangan, eksplorasi ide gagasan, penggalian referensi. Tahap perancangan, hasil analisis fenomena dituangkan dalam ide. Tahap perwujudan karya wujud karya dan evaluasi wujud yang ada. Tahap penyempuranaan, dan Tahap penyajian, pementasan karya yang sudah jadi pada penonton. Dari garapan ini pula memacu untuk membangun imajinasi dan kreativitas penggarap dalam pengembangan berkarya. Disamping itu penggarap lebih leluasa dalam mengembangan ide kreatifnya tanpa ada sebuah lkatan yang membelenggu. Rasa dramatik dan ide tetatrikal dapat membangun suasana yang diinginkan sesuai dengan lakon yang diangkat.
Co-Authors ', Saripin ', Yuherdi Ababil, Alfin Abda Abda Abdul Rozak Abdurrahman, Adnan Achmad Solihin ADELIA, PUTRI Adiyanto Adiyanto Agus Rahayu Aguswin Pradnyantika, I Gede Ahmad Faizal Ahmad, Zulfikar Aji, Arya Yusufa Widyadhana Wahyu Akbar Maulana, Hafizh Anak Agung Istri Sri Wahyuni ANDRI KURNIAWAN Arvitrida, Niniet Indah Askolani Askolani, Askolani Azzah, Nadya Nurul Bambang Moyoretno, Bambang Bayu Prasojo, Gita Budi Setiawan Bunga, Elisabeth Ngole Dahri, Muh. Deni Kusumawardani Didin Wahyudin Dru Hendro, Dru Dwi Suheryanto Dwiyana, Elsa Eeng Ahman, Eeng Eni Jufriyah Sulistorini, Eni Jufriyah Faris Nofandi Fazlih, Muhammad Fharhan Firdaus Sitepu FITRAH AMALIA Fitrianty, Rifda Herdika, Rizky Hudang, Adrianus Kabubu Huriryati, Ratih Ilmiawan Auwalin Imam Firdaus, Muhamad J Moka, Wilma Kusumawati, Elly L. Lisnawati Lili Adi Wibowo M.Pd Prof. Dr. I Nyoman Sudiana . Mokh Adib Sultan, Mokh Adib Muhammad Dahri, Muhammad Nadziro Khoolishoh, Nisa Ngga'a, Christin Yudith Wahyuni Nurdiansari, Henna Padua, Cintya Prayitno, Andaru Rachmaning Dias Pulungan, Muhnifah Azmi Purwantoro, Arif Putra Yuda, Anak Agung Ngurah Ade Dwi Ramadan, Dwiki Arif Ratih Hurriyati Romanda Annas Amrullah Rosita Rosita Rossanto Dwi Handoyo Safrudin, Syifa Saptono Saptono, Saptono Sarno Sarno Sarwo Nugroho Setyoati, Estri Shinta Werorilangi, Shinta SITI FATIMAH Siti Nandiroh Siti Sriningsih Sony Kristiyanto Sri Endah Nurhidayati SRI RAHAYU Sulaeman Sulaeman Sutoyo Sutoyo Sutralinda, Dety Suwondo, I'ie Suwondo, I’ie Teddy Palguna Januarta, I Kadek Tien Suhartini, Tien Wahyu Wisnu Wardana Widyaningsih, Ayu Widyaningsih, Upik Yohana Wahyu Prasetyowatie