Claim Missing Document
Check
Articles

OPTIMALISASI VAKSINASI COVID-19 DAN KEPATUHAN PROTOKOL KESEHATAN DI DESA KARANGPAWITAN, KABUPATEN GARUT, JAWA BARAT Herdiansah, Ari Ganjar; Arifin, Mahfud
DHARMAKARYA: Jurnal Aplikasi Ipteks untuk Masyarakat Vol 12, No 4 (2023): Desember, 2023
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/dharmakarya.v12i4.38615

Abstract

Pencapaian vaksinasi dan kepatuhan masyarakat terhadap protokol kesehatan menjadi kunci sukses penanganan pandemi Covid-19. Program Pengabdian Kepada Masyarakat (PPM) Universitas Padjadjaran yang dilaksanakan pada November hingga Desember 2021 di Desa Karangpawitan, Kabupaten Garut, bertujuan untuk memfasilitasi aparat desa setempat dalam meningkatkan pencapaian vaksinasi dan kepatuhan warga terhadap protokol kesehatan. Kegiatan PPM dilakukan dalam Focus Group Discussion (FGD) dengan perangkat desa, petugas kesehatan, relawan, dan tokoh masyarakat. Dalam diskusi tersebut, para peserta menyepakati komitmen untuk menjangkau warga desa yang belum divaksinasi dengan pendekatan persuasif, dengan menggunakan gaya komunikasi yang fleksibel. Para peserta juga menyoroti pentingnya meluruskan hoaks tentang vaksinasi yang masih marak di beberapa warga. Selain itu, disiplin protokol kesehatan juga perlu ditingkatkan dalam mengantisipasi ancaman varian baru Covid-19.
9. Efektivitas Pelaksanaan Program Life Extension Pesawat Sukhoi TNI AU (Studi Kasus Pesawat TS-3004 Dan TS-3005) Yudhistira, Andi; Ganjar Herdiansah, Ari; Priyono, Puguh
Jurnal TNI Angkatan Udara Vol 1 No 4 (2022): Jurnal TNI Angkatan Udara Triwulan Keempat
Publisher : Staf Komunikasi dan Elektronika, TNI Angkatan Udara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62828/jpb.v1i4.41

Abstract

Kegiatan pemeliharaan pesawat merupakan kegiatan yang dilaksanakan untuk mempertahankan kesiapan operasional pesawat terbang yang terbagi atas pemeliharaan tingkat ringan, tingkat sedang dan tingkat berat. Overhaul merupakan kegiatan pemeliharaan tingkat berat yang dilaksanakan terhadap pesawat sukhoi TNI au dilaksanakan setiap 1.000 jam terbang atau 10 tahun usia kalender. Besarnya biaya overhaul mendorong TNI au untuk mencari alternatif kegiatan pemeliharaan tingkat berat untuk pesawat sukhoi TNI AU yaitu life extension. Saat ini life extension telah dilaksanakan pada pesawat sukhoi TNI AU dengan nomor registrasi ts-3004 dan ts 3005. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis efektivitas pelaksanaan program life extension pesawat sukhoi TNI AU melalui studi kasus pesawat ts-3004 dan ts-3005 sehingga dapat dijadikan bahan pertimbangan untuk pemilihan pemeliharaan tingkat berat selanjutnya pada pesawat sukhoi TNI au. Metode yang digunakan dalam penellitian ini adalah metode kualitatif melalui pendekatan deksriptif. Hasil penelitian menunjukan bahwa pelaksanaan life extension pada pesawat ts-3004 dan ts-3005 terlah berjalan dengan efektif sehingga peneliti menyarankan untuk melanjutkan program life extension untuk pesawat sukhoi TNI au berikutnya. Selain itu peneliti menyarankan agar alih teknologi dapat dilanjutkan pada tingkat overhaul sehingga kemandirian dalam pemeliharaan alutsista khususnya pesawat sukhoi dapat tercapai.
Religious Identity Politics on Social Media in Indonesia: A Discursive Analysis on Islamic Civil Societies Ari Ganjar Herdiansah; Luthfi Hamzah Husin; Hendra Hendra
Jurnal Studi Pemerintahan Vol 9, No 2 (2018): May 2018
Publisher : Department of Government Affairs and Administration, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/jgp.2018.0186.187-222

Abstract

Since 2014, religious sentiment in Indonesian social media has been increasingly overwhelming. The strong religiosity of society leads to religious packaging to help convey any political articulation in social media especially conducted by the Islamic civil societies. This article examines the political articulation uttered by Muhammadiyah, NU, and Muslim Cyber Army (MCA) as a representation of the democratization of Islamic civil society in responding to the contemporary political situation. Using the discursive analysis constructed by Laclau, this paper attempts to explain how Islamic organizations and groups build discourse and maintain its influence in social media as an alternative tone of political articulation. The results of this study indicate that social media has become a contested space of Islamic organizations and group to show their political position upon the government. The more an organization is close to the power the more it tends to reveal articulations that are in line with the government interest. Meanwhile, the opposing and incapable groups securing the social media a tool to delegitimized the authorities. The use of social media as political articulation has maintained democratization among Islamic civil society but within the limits of democratic values applied. Social media can also be used to strengthen the discourse of religious politicization that has the potential to contradict democratization itself.
OPTIMALISASI PENGGUNAAN DATA CENTER BERBASIS SERVER LOKAL DALAM PRESERVASI ARSIP DIGITAL DI ARSIP NASIONAL REPUBLIK INDONESIA Detharie, Ladyasya Three; Herdiansah, Ari Ganjar; Zainuddin, Zhahirah Indrawati
Responsive: Jurnal Pemikiran Dan Penelitian Administrasi, Sosial, Humaniora Dan Kebijakan Publik Vol 7, No 3 (2024): Responsive: Jurnal Pemikiran Dan Penelitian Administrasi, Sosial, Humaniora Dan
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/responsive.v7i3.59443

Abstract

Seiring dengan kemajuan teknologi informasi, penyimpanan arsip digital menghadapi tantangan  dalam menjaga keamanan, ketersediaan data, serta keberlanjutan informasi jangka panjang. Tulisan ini menganalisis dan mengeksplorasi peran server lokal sebagai pusat data penyimpanan arsip digital dalam mendukung upaya preservasi digital arsip di Arsip Nasional Republik Indonesia utuk mencegah kerusakan maupun kehilangan data. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan metode pengumpulan data observasi langsung, wawancara dengan para pelaku arsip, dan studi dokumentasi. Data dianalisis untuk mengeksplorasi implementasi server lokal serta faktor pendukung dan kendala yang mempengaruhi efektivitas penyimpanan arsip digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa server lokal memiliki kontribusi signifikan sebagai solusi penyimpanan arsip digital yang efektif dalam melindungi data dari risiko gangguan eksternal, kehilangan maupun kerusakan data, dan mendukung kemudahan aksesibilitas. Namun, efektivitasnya bergantung pada kapabilitas teknis, pemeliharaan lingkungan, serta sistem pencadangan yang andal. Penelitian ini merekomendasikan peningkatan kapasitas server lokal, optimalisasi sistem pencadangan dan pemulihan data, evaluasi berkala terhadap kegiatan pengendalian lingkungan ruang penyimpanan server, serta peningkatan jumlah sumber daya manusia kearsipan di e-depot yang dapat meningkatkan efektivitas dan meningkatkan kualitas penyimpanan arsip digital di Arsip Nasional Republik Indonesia. Selain itu, tulisan ini juga mencatat tantangan lebih lanjut yang perlu diperhatikan oleh instansi lain yang ingin mengadopsi teknologi serupa. Along with advances in information technology, digital archive storage faces challenges in maintaining security, data availability, and long-term information sustainability. This paper analyzes and explores the role of local servers as data centers for storing digital archives in supporting efforts to preserve digital archives at the National Archives of the Republic of Indonesia to prevent damage or loss of data. The method used is qualitative with data collection methods of direct observation, interviews with archivists, and documentation studies. Data was analyzed to explore local server implementation and supporting factors and obstacles that influence the effectiveness of digital archive storage. The research results show that local servers significantly contribute as an effective digital archive storage solution in protecting data from the risk of external interference, data loss, or damage, and supporting easy accessibility. However, its effectiveness depends on technical capabilities, environmental maintenance, and a reliable backup system. This research recommends increasing local server capacity, optimizing data backup and recovery systems, regular evaluation of environmental control activities for server storage space, as well as increasing the number of archival human resources in e-depots which can increase the effectiveness and improve the quality of digital archive storage at the National Archives of the Republic Indonesia. In addition, this paper also notes further challenges that need to be considered by other agencies wishing to adopt similar technology. 
SOCIAL MEDIA’S EFFECT ON YOUTH PARTICIPATION IN MALAYSIA’S GENERAL ELECTION 15th. Noorman, Nur Sarah Iman; Jaafar, Ezureen Natasya Kahar; Amiruddin, Nur Adleena Natasha; Khairul Azman, Muhammad Khairul Haiqal Bin; Ramlan, Aini Faezah; Herdiansah, Ari Ganjar; Djuyandi, Yusa
Aliansi Vol 3, No 3 (2024): Aliansi : Jurnal Politik, Keamanan Dan Hubungan Internasional
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/aliansi.v3i3.58603

Abstract

Social media sites are now vital resources for political activism and engagement. Social media sites like Facebook, Instagram, Twitter, and TikTok are essential for encouraging political engagement and awareness among users because they enable the real-time sharing of news, viewpoints, and conversations. These observations highlight the changing nature of media consumption and political participation, highlighting the increasing significance of digital platforms and user-generated material in addition to conventional news sources. This study, titled explores the significant role of social media in shaping the political engagement of Malaysian youth during the 15th General Election (GE15. Utilizing the Uses and Gratification Theory (UGT) and the Technology Acceptance Model (TAM) as theoretical frameworks, this research delves into the motivations behind social media use and the factors influencing its acceptance among young voters. By integrating these frameworks, the study seeks to understand why Malaysian youth used social media during GE15 to engage in politics. This research synthesizing data from several sources, such as the papers, reports, and public opinion on social media. This research contributes to the understanding of digital political behavior by demonstrating how social media functions as a vital tool for youth political engagement in Malaysia’s General Election (GE) 15th. It underscores the importance of considering both psychological gratifications and technological acceptance when analyzing the impact of social media on political involvement.
PENDIDIKAN POLITIK TENTANG KEKERASAN SEKSUAL DI LINGKUNGAN SEKOLAH KOTA BANDUNG Mustofa, Mustabsyirotul Ummah; Paskarina, Caroline; Rahmatunnisa, Mudiyati; Herdiansah, Ari Ganjar
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 2 (2025): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kumawula.v8i2.58926

Abstract

Sexual violence in the school environment is a phenomenon that needs serious attention. As one of the educational sins according to the Ministry of Education and Culture, sexual violence in the school environment needs to be understood and addressed by various parties, one of which is through socialisation and political education on sexual violence. This political education activity was organised as an effort to reduce the number of cases of sexual violence in the school environment. This political education on sexual violence uses a board game as a learning medium that facilitates school students' understanding of the issues presented. The activity involved the participation of various parties, namely SMAN 25 Bandung City, SMAN 12 Bandung City, Daarut Tauhid High School, the West Java OSIS Forum (FOJB), and Mekarjaya Village PKK Cadre, Bandung City. Political education activities include discussions related to what sexual violence is, the kinds of sexual violence that we are aware of or rarely realise, power relations (body politics), and how to handle sexual violence. Activities are packaged in the form of board games, survey participation, and theatre. This activity provides an overview and fosters public awareness of the importance of the issue of sexual violence. With this awareness, it is hoped that students and the community can prevent or respond effectively if sexual violence occurs around them. Kekerasan seksual di lingkungan sekolah merupakan fenomena yang perlu mendapat perhatian serius. Sebagai salah satu dosa pendidikan menurut Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan, kekerasan seksual di lingkungan sekolah perlu dipahami dan ditangani oleh berbagai pihak, salah satunya melalui sosialisasi dan pendidikan politik mengenai kekerasan seksual. Kegiatan edukasi politik ini diselenggarakan sebagai satu upaya mengurangi angka kekerasan seksual di lingkungan sekolah. Edukasi politik tentang kekerasan seksual ini menggunakan board game sebagai medium pembelajaran yang memudahkan pemahaman siswa-siswi sekolah terhadap isu yang disampaikan. Kegiatan melibatkan partisipasi dari berbagai pihak, yakni SMAN 25 Kota Bandung, SMAN 12 Kota Bandung, SMA Daarut Tauhid, Forum Osis Jawa Barat (FOJB), serta Kader PKK Kelurahan Mekarjaya Kota Bandung. Kegiatan pendidikan politik meliputi pembahasan terkait, apa itu kekerasan seksual, macam-macam kekerasan seksual baik yang disadari ataupun jarang kita sadari, relasi kuasa (politik tubuh), dan cara penanganan kekerasan seksual. Kegiatan dikemas dalam bentuk board game, pengisian survei serta pematerian. Kegiatan ini memberikan gambaran dan menumbuhkan kesadaran masyarakat akan pentingnya isu kekerasan seksual. Dengan kesadaran tersebut diharapkan siswa dan masyarakat dapat mencegah ataupun menanggulangi jikalau terjadi kekerasan seksual di sekitar mereka.
PERAN JALALUDIN RAKHMAT SEBAGAI AKTOR DALAM PERJUANGAN HAK-HAK MINORITAS DI PARLEMEN Kurniawan, Hamdani; Herdiansah, Ari Ganjar; Al-Banjari, Husin Muhammad
ADLIYA: Jurnal Hukum dan Kemanusiaan Vol. 15 No. 1 (2021): ADLIYA : Jurnal Hukum dan Kemanusiaan
Publisher : Fakultas Syariah dan Hukum UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/adliya.v15i1.10906

Abstract

Minority groups often get discriminatory treatment from the surrounding socio-political environment .Therefore, They always fight for their right through political path. This study examines the role of an actor in fighting for the minorities’ right in parliament by highlighting the case of Jalaludin Rakhmat when he was a member of the House of Representatives Council in 2014-2019. The focus of this study is highlighting the political role of Jalaludin Rakhmat in fighting for the interests of the Syiah Group in the DPR, including describing the various dynamics along with it. The method used in this study is qualitative by collecting in depth-interview data with Jalaludin Rakhmat, several PDIP politicians, Syiah figures in West Java, and socio-political observers. The documents reading related to Jalaludin Rakhmat’s activities in both scientific journals and national news was also carried out to deepen the context and issues of Syiah in Indonesia. The results of this study revealed that Jalaludin Rakhmat’s role in legislative represents an actor-centered effort to intervene in the political process which aims to provide space for Syia groups to fulfill their various interests. However, from its political intervention efforts, it turned out that there were not many pro-Syia policy products.The success of Jalaludin Rakhmat’s intervention can not be determined only by the ability of the actor, but also by the political structure in the DPR. In addition, the identity attached to an actor also affects the success of his achievements in fulfilling his interests. Minority interest issues are still considered politically disadvantageous for political parties. This study concludes that minority actors who make it into parliament do not necessarily correlate with the opening of the political system to the struggle of minority groups.
STRATEGI KPU KOTA DEPOK DALAM MENYOSIALISASIKAN PILKADA SERENTAK TAHUN 2020 DI MASA PANDEMI COVID-19 rahmawati, linda; Herdiansah, Ari Ganjar; Bintari, Antik
Jurnal Ilmiah Muqoddimah: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hummaniora Vol 6, No 1 (2022): Pebruari, 2022
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jim.v6i1.2022.77-87

Abstract

Kota Depok merupakan salah satu daerah dengan jumlah kasus Covid-19 yang tinggi dan sempat masuk dalam kategori zona merah. Sementara itu, Kota Depok menyelenggarakan pemilihan walikota dan wakil walikota pada Desember 2020, sehingga berpotensi memperparah penyebaran Covid-19. Dalam rangka meningkatkan partisipasi pemilih demi menciptakan Pilkada yang berintegritas dan melindungi keselamatan seluruh peserta penyelenggra pemilu, KPU Kota Depok melaksanakan sosialisasi pilkada yang menerapkan protokol kesehatan Covid-19.. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengambilan data wawancara dan studi literatur. Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa untuk mewujudkan pilkada yang berintegritas di tengah pandemi bersama tingkat partisipasi yang tinggi, yaitu pertama mengembangkan strategi komunikasi dan teknis untuk mendorong minat dan memberikan kemudahan layanan pemungutan suara. Kedua, penyelenggara memaksimalkan sosialisasi online dengan platform berbagai bentuk media sosial. Ketiga, penyelenggara memberikan insentif kepada pemilih dengan memberi masker saat pemilih datang ke TPS sebagai bentuk kepedulian penyelenggara jaminan kesehatan bagi setiap pemilih.Kata kunci : Covid-19, Sosialisasi Politik, Pilkada, Partisipasi Pemilih
MENCEGAH PERKEMBANGAN POPULISME ISLAM: ANALISIS WACANA KRITIS TERHADAP NARASI MENTERI AGAMA TENTANG RADIKALISME DI INDONESIA Bagas Teguh Pratista; Ari Ganjar Herdiansah; Pratista, Bagas Teguh; Herdiansyah, Ari Ganjar
JURNAL TAPIS Vol 18 No 2 (2022): Jurnal Tapis : Jurnal Teropong Aspirasi Politik Islam
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/tps.v18i2.14396

Abstract

Populisme Islam menjadi narasi yang menguat dalam kontestasi politik di Indonesia sejalan dengan maraknya mobilisasi massa Islam dalam berbagai momentum politik. Artikel ini menganalisis narasi menteri agama, Gus Yaqut, dalam Webinar Silaturahmi Nasional Lintas Agama oleh Polda Metro Jaya pada 27 Desember 2020 yang mengatakan bahwa populisme Islam harus dicegah perkembangannya. Jenis penelitian ini merupakan studi pustaka, sifat penelitian merupakan kualitatif yang menggambarkan wacana kritis terhadap narasi menteri agama, menggunakan pendekatan analisis wacana kritis dari Norman Fairclough, artikel ini berupaya mengelaborasikan aspek kebahasaan dalam konteks ideologi dan kepentingan, aktor, dan praktik sosial yang melatarbelakangi narasi tersebut. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa diskursus  populisme Islam dalam narasi Gus Yaqut tidak dapat dipisahkan dengan upaya pemerintah dalam memberantas kelompok-kelompok radikal dan intoleran yang juga terkait perlawanan terhadap oposisi dari kelompok-kelompok Islam konservatif. Pada aspek lain, ditemukan bahwa narasi tersebut memiliki korelasi dengan kontestasi kepentingan antara kelompok Islam tradisional (Nahdlatul Ulama) yang cenderung dekat dengan koalisi pemerintah dengan kelompok-kelompok Islam yang menunjukkan sikap oposisi.
The Electoral Failure of the Indonesian Solidarity Party in the 2024 Legislative Elections Putra, Anselmus Herosolimitanus Gafita; Herdiansah, Ari Ganjar; Paskarina, Caroline
Journal of Indonesian Social Sciences and Humanities Vol. 15 No. 1 (2025): Journal of Indonesian Social Sciences and Humanities
Publisher : RMPI-BRIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Despite adopting a digital platform and receiving support from national political figures, including President Joko Widodo and Kaesang Pangarep, who became the party's chairman, the Indonesian Solidarity Party (PSI) suffered an electoral failure in the 2024 legislative elections. This journal analyzes the factors behind this failure. Adopting the digital party concept perspective, the study reveals that the PSI's electoral failure was due to its failure to implement digital platform logic in its governance. This study employs a qualitative descriptive approach, utilizing a theory-based case study method and data collected through interviews with a PSI division head and PSI cadres, to analyze this phenomenon. Secondary data from scientific literature and digital media also support the study. The findings reveal that the PSI was unable to establish a comprehensive operational system. Furthermore, the PSI's digital transformation was not substantive or holistic. PSI has not established a participatory digital membership system, an open cadre mechanism for selecting leadership candidates, a deliberative channel for developing programs and policy objectives, or a two-way communication system for shaping its public image. PSI's resources are not managed transparently, nor are they used to build a digital ecosystem aligned with the five pillars of a digital party. As a result, PSI has been unable to establish a superbase, an active and loyal community of supporters, to serve as the party's main strength. In the context of open proportional elections, the PSI lacks a mechanism to support its candidates through its digital platform. Thus, the party's digital visibility cannot be converted into electoral votes. Additionally, support from political elites cannot significantly impact the party's electoral results due to the lack of an ideal, systemic institutionalization of the party. PSI relies too heavily on Jokowi and Kaesang. This study shows that digital parties cannot function solely by relying on digital platforms; they also require institutionalization as robust political structures.
Co-Authors Abdul Latif Afif Ginanjar Ahmad, Noor Sulastry Yurni Aisatul Husna Al-Banjari, M. Husin Amiruddin, Nur Adleena Natasha Antik Bintari Arie Surya Gutama, Arie Surya Arry Bainus Arry Bainus Arry Bainus, Arry Bagas Teguh Pratista Caroline Paskarina Dede Sri Kartini Dentus Kristanto Boineno Detharie, Ladyasya Three Dian Arifiyati Putri Djayadi Hanan, Djayadi Fierman Prihadi Firman Widya Pranata Firman Widya Pranata Hamdani Kurniawan Handoko Ivan HENDRA - HENDRA - Hendra Hendra Hendra Hendra Heni Ismiati Herdiansyah, Ari Ganjar Husin Al-Banjari Husin Muhammad Al-Banjari HUSIN, LUTHFI HAMZAH Irhash Ahmady Jaafar, Ezureen Natasya Kahar Junaidi Junaidi Kasman, Andi Khairul Azman, Muhammad Khairul Haiqal Bin Kukuh Priyo Taruno, Kuntum Chairum Ummah Kurniawan, Hamdani Latip Ashari linda rahmawati Luthfi Hamzah Husin Mahfud Arifin Manan, Firman Mhd Ade Putra Ritonga Mudiyati Rahmatunnisa Mudiyati Rahmatunnisa Muhammad Choirullah Pulungan Mustabsyirotul Ummah Mustofa Mutiara Jasmisari Noorman, Nur Sarah Iman Ope Destrian Pratista, Bagas Teguh Priyono, Puguh Putra, Anselmus Herosolimitanus Gafita R. Widya Setiabudi Sumadinata Rahmawati, Linda Ramlan, Aini Faezah Ratnia Solihah Rayhani, Fahira Salima Rd. A. Tachya Muhamad Rini Maduratmi Rizkyansyah Rizkyansyah Sabar Simanjuntak Saputra, Anugrah Simanjuntak, Sabar Sudarma, Sudarma Syukri, Mohammad Kholis Ummah, Kuntum Chairum Utama, Rafif Sakti Wahidin, Danis Wahju Gunawan Wahyu Gunawan Wawan Budi Darmawan Yogi Suprayogi Sugandi Yon Daryono Yudhistira, Andi Yusa Djuyandi Zhahirah Indrawati Zainuddin