Claim Missing Document
Check
Articles

PROPAGANDA ALIANSI MAHASISWA PAPUA (AMP) MELALUI MEDIA SOSIAL PADA KERUSUHAN DEMONSTRASI ANTI RASIS TAHUN 2019 Firman Widya Pranata; Arry Bainus; Ari Ganjar Herdiansah
Aliansi Vol 1, No 1 (2022): Aliansi : Jurnal Politik, Keamanan Dan Hubungan Internasional
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/aliansi.v1i1.38862

Abstract

Tahun 2019 menjadi tahun yang cukup menegangkan bagi bangsa dan negara Indonesia, dipenghujung tahun 2019 tepatnya pada rentang bulan agustus sampai dengan Desember terjadi kerusuhan secara sistematis tentang unjuk rasa anti rasisme Papua, demonstrasi dan kerusuhan terjadi di berbagai kota di Indonesia seperti Surabaya, Malang, Jakarta, Bogor, bahkan demonstrasi di Papua disertai dengan kerusuhan seperti pembakaran gedung, fasilitas umum, dan lain sebagainya. Rangkain demonstrasi merupakan Aksi ini menjadi respons masyarakat Papua terhadap tindakan rasisme yang menimpa mahasiswa asal Papua di Malang dan Surabaya. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis Strategi Propaganda Aliansi Mahasiswa Papua (Amp) Melalui Media Facebook Tahun 2019. Adapun Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan analisis konten. Hasil penelitian ini menyimpulkan Pertama, AMP memberikan signal dukungan gerakan separatis, teroris Papua melalui gerakan demonstrasi dengan menggunakan simbol-simbol Papua merdeka (bendera bintang kejora). Selain itu pusat komunikasi AMP terintegrasi dengan kelompok kepentingan elit pro-demokrasi Papua secara masif, hal ini dapat dilihat terjadi proses pembiaran gerakan AMP di setiap kota, sebagai contoh Asrama mahasiswa Papua dibiayai oleh anggaran daerah namun pada prakteknya asrama tersebut dijadikan sebagai sentral pergerakan Papua merdeka. Kontrol dari Pemerintah daerah Papua yang berkerja sama dengan Pemerintah daerah setempat serta pihak Universitas/ Kampus tempat mahasiswa Papua belajar harus benar-benar dilakukan sehingga mencegah Gerakan Pro-demokrasi Papua Merdeka. Kedua, strategi propaganda AMP cukup sistematis dan terorganisir, mereka memanfaatkan jaringan media sosial untuk menyebarkan dan mengkampanyekan framing tentang kegagalan otonomi khusus Papua dengan tujuan akhir adalah cipta opini dan cipta kondisi, sehingga bisa mendapatkan simpatik masyarakat baik itu dari dalam negeri maupun luar negeri.
Perempuan Dalam Kancah Dakwah: Studi Kasus Di Kecamatan Dolok, Padang Lawas Utara, Sumatera Utara Mhd Ade Putra Ritonga; Ari Ganjar Herdiansah
Aliansi Special Issue September 2022 : Aliansi : Jurnal Politik, Keamanan Dan Hubungan Internasional
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/aliansi.v0i0.41878

Abstract

Tulisan ini menggambarkan peranpendakwah perempuan pada kegiatan keagamaan di tengah-tengah masyarakat dengan nilai-nilai patriarki yang masih dominan. Dengan melakukan studi kasus di Kecamatan Dolok, Padang Lawas Utara, Sumatera Utara, studi ini mengungkapkan bahwa meskipun jumlah pendakwah perempuan lebih banyak dari pendakwah laki-laki, peran mereka dalam  melakukan public preaching sangat terbatas. Hal tersebut tidak terlepas dari konstruksi sosial budaya membangun labeling perempuan cenderung inferior dan di bawah kendali laki-laki atau suaminya supaya menjaga keteraturan sosial. Dengan persepsi demikian, para perempuan yang lulus dari sekolah agama pada akhirnya masuk pada ranah domestik sebagai ibu rumah tangga. Di ranah public preaching pendakwah laki-laki lebih banyak berperan karena status gender yang memungkinkan mereka berkegiatan lebih fleksibel. Sementara itu, pendakwah perempuan dapat berkontribusi memberikan ceramah pada acara-acara khusus kalangan perempuan. Selanjutnya, tulisan ini membahas keterkaitan  minimnya peran  perempuan dalam kancah dakwah dengan faktor sosial ekonomi dan penerimaan publik terhadap pendakwah perempuan. This paper describes the role of women preachers in religious activities amid a society with still dominant patriarchal values. By conducting a case study in Dolok District, North Padang Lawas, North Sumatra, this study reveals that although female preachers are statistically more than its male counterparts, their role in public preaching is minimal. This is inseparable from the socio-cultural construction that builds the labeling of women as inferior and under the control of men or their husbands to maintain social order. With such perception, women who graduate from religious schools eventually enter the domestic sphere as housewives. In public preaching, male preachers are more favourable because of their gender status allows them to carry out flexible activities. Meanwhile, female preachers remain give da’wah at particular religious events for women. Furthermore, this paper discusses the relationship between the minimal role of women in the da'wah sphere with socio-economic factors and public acceptance of women preachers.
STRATEGI KOMUNIKASI POLITIK DENGAN OKO MAMA PADA PILKADA KABUPATEN KUPANG TAHUN 2018 : STUDI PADA PASANGAN KORINUS MASNENO - JERRY MANAFE Dentus Kristanto Boineno; Yusa Djuyandi; Ari Ganjar Herdiansah
Aliansi Vol 1, No 3 (2022): Aliansi : Jurnal Politik, Keamanan Dan Hubungan Internasional
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/aliansi.v1i3.44378

Abstract

Oko Mama dalam keseharian masyarakrat suku Timor memiliki peranan penting sebagai sarana perantara komunikasi antar masyarakat. Menjelang pemilihan kepala daerah kabupaten Kupang Oko Mama sebagai media sarana komunikasi antar warga mengalami pergeseran makna dari nilai sosial budaya kepada nilai politik. Tujuan penelitian ini yakni untuk mendeskripsikan dan mengalisis penggunaan Oko Mama dalam pemilihan kepala daerah dan strategi komunikasi politik pasangan Korinus Masneno-Jerry Manafe dengan memanfaatkan Oko Mama sebagai alat komunikasi politik pada pemilihan kepala daerah Kabupaten Kupang tahun 2018. Jenis penelitian menggunakan metode kualitatif. Data dalam penelitian dikumpulkan melalui teknik wawancara dan pengumpulan dokumen, sedangkan teknik pengambilan informan dilakukan secara purposive. Validitas data menggunakan teknik triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa menjelang pemilihan kepala daerah fungsi Oko Mama dalam ranah sosial budaya masyarakat berubah perannya di ranah politik. Oko Mama yang berisikan pinang, sirih kapur dan uang perak dijadikan mediator antara kandidat calon dengan kelompok masyarakat seperti Usif (raja), Amaf (tokoh adat), tokoh masyarakat, tokoh agama dan lain sebagainya. Dalam pemilihan kepala daerah Kabupaten Kupang pasangan Korinus Masneno-Jerry Manafe melakukan berbagai pendekatan politik sebagai strategi komunikasi politik dengan masyarakat, termasuk pendekatan dengan Oko mama. Media Oko Mama digunakan untuk membangun relasi, menyampaikan pesan politik, membangun konsensus dengan kelompok masyarakat, mengarahkan pilihan politik kepada kandidat dan meningkatkan partisipasi politik masyarakat. Dengan demikian penggunaan Oko Mama sebagai salah satu media strategi politik dapat berdampak langsung pada perolehan suara, kususnya pasangan Korinus Masneno-Jerry Manafe yang telah memenangakan pemilukada dengan presentasi suara 33,23%. Oko Mama in the daily life of the Timor community has an important role as an intermediary means of communication between communities. Ahead of the Kupang district head election, Oko Mama as a medium for communication between citizens experienced a shift in meaning from socio-cultural values to political values. The purpose of this study is to describe and analyze the use of Oko Mama in the regional head election and the political communication strategy of the Korinus Masneno-Jerry Manafe pair by utilizing Oko Mama as a political communication tool in the 2018 Kupang Regency regional head election. This type of research used qualitative methods. Data in the study were collected through interview techniques and document collection, while the technique of taking informants was purposive. Data validity uses triangulation techniques. The results showed that before the regional head election, Oko Mama  function in the socio-cultural realm of the community changed its role in the political realm. Oko Mama which contains areca nut, betel lime and silver money is used as a mediator between candidates and community groups such as Usif (king), Amaf (traditional leaders), community leaders, religious leaders and so on. In the Kupang Regency regional head election, the Korinus Masneno-Jerry Manafe pair took various political approaches as a political communication strategy with the community, including the approach with Oko Mama. Oko Mama media is used to build relationships, deliver political messages, build consensus with community groups, direct political choices to candidates and increase community political participation. Thus, the use of Oko Mama as one of the political strategy media  have a direct impact on vote acquisition, especially the Korinus Masneno-Jerry Manafe pair who won the election with a 33.23% vote presentation.
PROPAGANDA ALIANSI MAHASISWA PAPUA (AMP) MELALUI MEDIA SOSIAL PADA KERUSUHAN DEMONSTRASI ANTI RASIS TAHUN 2019 Firman Widya Pranata; Arry Bainus; Ari Ganjar Herdiansah
Aliansi Vol 1, No 2 (2022): Aliansi : Jurnal Politik, Keamanan Dan Hubungan Internasional
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/aliansi.v1i2.39586

Abstract

Tahun 2019 menjadi tahun yang cukup menegangkan bagi bangsa dan negara Indonesia, dipenghujung tahun 2019 tepatnya pada rentang bulan agustus sampai dengan Desember terjadi kerusuhan secara sistematis tentang unjuk rasa anti rasisme Papua, demonstrasi dan kerusuhan terjadi di berbagai kota di Indonesia seperti Surabaya, Malang, Jakarta, Bogor, bahkan demonstrasi di Papua disertai dengan kerusuhan seperti pembakaran gedung, fasilitas umum, dan lain sebagainya. Rangkain demonstrasi merupakan Aksi ini menjadi respons masyarakat Papua terhadap tindakan rasisme yang menimpa mahasiswa asal Papua di Malang dan Surabaya. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis Strategi Propaganda Aliansi Mahasiswa Papua (Amp) Melalui Media Facebook Tahun 2019. Adapun Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan analisis konten. Hasil penelitian ini menyimpulkan Pertama, AMP memberikan signal dukungan gerakan separatis, teroris Papua melalui gerakan demonstrasi dengan menggunakan simbol-simbol Papua merdeka (bendera bintang kejora). Selain itu pusat komunikasi AMP terintegrasi dengan kelompok kepentingan elit pro-demokrasi Papua secara masif, hal ini dapat dilihat terjadi proses pembiaran gerakan AMP di setiap kota, sebagai contoh Asrama mahasiswa Papua dibiayai oleh anggaran daerah namun pada prakteknya asrama tersebut dijadikan sebagai sentral pergerakan Papua merdeka. Kontrol dari Pemerintah daerah Papua yang berkerja sama dengan Pemerintah daerah setempat serta pihak Universitas/Kampus tempat mahasiswa Papua belajar harus benar-benar dilakukan sehingga mencegah Gerakan Pro-demokrasi Papua Merdeka. Kedua, strategi propaganda AMP cukup sistematis dan terorganisir, mereka memanfaatkan jaringan media sosial untuk menyebarkan dan mengkampanyekan framing tentang kegagalan otonomi khusus Papua dengan tujuan akhir adalah cipta opini dan cipta kondisi, sehingga bisa mendapatkan simpatik masyarakat baik itu dari dalam negeri maupun luar negeri.
INTEROPERABILITAS DALAM PELAKSANAAN OPERASI MILITER SELAIN PERANG (OMSP) OLEH TNI AU DALAM MENANGANI PEMBAJAKAN DAN PEROMPAKAN BERSENJATA (Kajian Keamanan di Selat Malaka) Fierman Prihadi; Yusa Djuyandi; Ari Ganjar Herdiansah
Aliansi Vol 1, No 2 (2022): Aliansi : Jurnal Politik, Keamanan Dan Hubungan Internasional
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/aliansi.v1i2.39589

Abstract

Selat Malaka merupakan perairan dunia yang strategis dan hampir seluruh perdagangan serta kapal-kapal dari seluruh negara melewati perairan ini. Banyaknya kepentingan dari berbagai negara atas keberadaan Selat Malaka menjadikannya sebagai selat tersibuk dan memiliki peluang untuk menjadi target dari kejahatan transnasional terorganisir. Hal ini dibuktikan dengan meningkatnya angka pembajakan dan perompakan bersenjata di perairan tersebut. Dengan begitu, keamanan maritim Selat Malaka menarik perhatian dunia, terutama litorial states. Sebagai litorial states, Indonesia memiliki hak atas perairan tersebut sehingga Indonesia perlu mengadakan segala upaya untuk menjaga keamanan Selat Malaka. Indonesia dan litorial states lainnya, yaitu Singapura dan Malaysia melakukan kerjasama bernama Malacca Strait Patrol (MSP). MSP terdiri dari tiga kegiatan patroli utama, salah satunya Eye in the Sky (EiS). Dalam menjalankan EiS, Indonesia melakukan interoperabilitas yang dilakukan TNI AU guna mendukung keberhasilan kegiatan patroli lainnya, seperti Malacca Sea Strait Patrol. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Bahan kepustakaan sebagai sumber data melalui penelusuran literatur, jurnal buku, dokumen atau sumber data yang terkait dengan penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interoperabilitas yang dilakukan Indonesia telah berjalan baik dan menguntungkan namun belum sepenuhnya maksimal dalam memberantas kejahatan armed robbery di Selat Malaka. Ditambah lagi, bila muncul ancaman baru maka Indonesia perlu beradaptasi dengan cepat sesuai perubahan dalam persyaratan operasional dalam suatu operasi tunggal matra darat dan operasi gabungan tri matra terpadu. Adaptasi yang cepat ini akan memberikan hasil yang signifikan dalam meningkatkan interoperabilitas
Kenakalan Remaja Di Kalangan Siswa Sekolah Menengah Atas Di Bandung: Studi Pendahuluan Mutiara Jasmisari; Ari Ganjar Herdiansah
Aliansi Special Issue September 2022 : Aliansi : Jurnal Politik, Keamanan Dan Hubungan Internasional
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/aliansi.v0i0.41940

Abstract

Kenakalan remaja merupakan salah satu bentuk perilaku menyimpang yang dilakukan oleh kalangan remaja. Berdasarkan berbagai penelitian yang ada, kenakalan remaja sering dikaitkan dengan status sosial ekonomi keluarga. Tulisan ini mendeskripsikan fenomena kenakalan remaja pada siswa SMA di Kota Bandung. Dengan mengadopsi konsep perilaku menyimpang dari Robert Merton yang mengaitkan perilaku menyimpang dan status sosial ekonomi keluarga, studi ini mencoba mengungkapkan bahwa status sosial ekonomi keluarga mempengaruhi kehidupan keluarga dalam aspek lingkungan fisik dan mental siswa. Status sosial ekonomi keluarga dapat diukur melalui tingkat pendidikan, pendapatan rumah tangga, serta pekerjaan orang tua. Berdasarkan pengamatan langsung, tulisan ini mendapati bahwa keluarga dengan pendapatan di atas upah minimum regional menyediakan kenyamanan bagi siswa. Sebaliknya, keluarga dengan pendapatan rendah menempatkan mereka berisiko mengalami masalah perkembangan anak. Sebagai akibatnya, siswa dari keluarga sosial ekonomi rendah lebih kesulitan mencapai tujuan dan menempatkan mereka pada keadaan frustrasi yang mendorong kenakalan remaja. Juvenile delinquency is a form of deviant behavior carried out by teenagers. Based on various existing studies, juvenile delinquency is often associated with the family's socioeconomic status. This paper describes the phenomenon of juvenile delinquency among high school students in Bandung. By adopting the concept from Robert Merton, which links deviant behavior to the family's socioeconomic status, this study tries to reveal that socioeconomic status affects family life in terms of students' mental and physical environment. The students' family socioeconomic status can be measured through education, household income, and parental occupation. This paper finds that families with incomes above the regional minimum wage provide comfort for students. Conversely, low-income families have a risk of child development problems. As a result, students from lower socioeconomic families have more difficulty achieving their goals, bringing them into a state of frustration that drives juvenile delinquency.
SINERGI LANUD ISKANDAR DAN DITPOLAIRUD PADA MOBILITAS UDARA DALAM MENDUKUNG OPERASI SAR DI WILAYAH PROVINSI KALIMANTAN TENGAH Kukuh Priyo Taruno,; Ari Ganjar Herdiansah,; Handoko Ivan
Strategi Pertahanan Udara Vol. 8 No. 2 (2022): Jurnal Strategi Pertahanan Udara
Publisher : Universitas Perrtahanan Indonesia (UNHAN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33172/jspu.v8i2.1543

Abstract

This study describes the Synergy of Iskandar and Ditpolairud Air Base on Air Mobility in Support of SAR Operations in the Province of Central Kalimantan. The method used in this study is a qualitative method, researchers have collected and processed data with a qualitative descriptive approach. Based on the results of the analysis, this study concludes, among other things, that the cooperation between the two has not met pre-disaster indicators which include prevention, mitigation, preparedness, and early warning activities. in the context of prevention. The cooperation of the two has an important role at the stage of a disaster, both of them have contributed in providing air mobility operation assistance, in this phase the role of the two institutions has its own urgency compared to other elements that do not have the capability of air mobility operations. In cooperation, the two do not have the capacity in the recovery process, because the ability of air mobility is used during evacuation, namely at the stage of a disaster. The collaboration between Iskandar Airbase and the Ditpolairud Polda in SAR operations in the Central Kalimantan Province plays a major role in activities during disaster which includes emergency response activities to relieve temporary suffering, such as search and rescue (SAR), emergency assistance and evacuation.
SINERGI LANUD ISKANDAR DAN DITPOLAIRUD PADA MOBILITAS UDARA DALAM MENDUKUNG OPERASI SAR DI WILAYAH PROVINSI KALIMANTAN TENGAH Kukuh Priyo Taruno,; Ari Ganjar Herdiansah,; Handoko Ivan
Strategi Pertahanan Udara Vol. 8 No. 2 (2022): Jurnal Strategi Pertahanan Udara
Publisher : Universitas Perrtahanan Indonesia (UNHAN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33172/jspu.v8i2.1543

Abstract

This study describes the Synergy of Iskandar and Ditpolairud Air Base on Air Mobility in Support of SAR Operations in the Province of Central Kalimantan. The method used in this study is a qualitative method, researchers have collected and processed data with a qualitative descriptive approach. Based on the results of the analysis, this study concludes, among other things, that the cooperation between the two has not met pre-disaster indicators which include prevention, mitigation, preparedness, and early warning activities. in the context of prevention. The cooperation of the two has an important role at the stage of a disaster, both of them have contributed in providing air mobility operation assistance, in this phase the role of the two institutions has its own urgency compared to other elements that do not have the capability of air mobility operations. In cooperation, the two do not have the capacity in the recovery process, because the ability of air mobility is used during evacuation, namely at the stage of a disaster. The collaboration between Iskandar Airbase and the Ditpolairud Polda in SAR operations in the Central Kalimantan Province plays a major role in activities during disaster which includes emergency response activities to relieve temporary suffering, such as search and rescue (SAR), emergency assistance and evacuation.
Refleksi Budaya Politik dan Perilaku Memilih Suku Sunda Herdiansah, Ari Ganjar; Al-Banjari, Husin M.
Politika: Jurnal Ilmu Politik Vol 14, No 1 (2023)
Publisher : Magister Ilmu Politik, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/politika.14.1.2023.48-67

Abstract

Tulisan ini mencoba mengungkap gambaran budaya politik etnis kontemporer yang dapat dicapai melalui pendekatan perilaku memilih dan kajian budaya etnis. Studi dilakukan pada etnis Sunda, kelompok etnis terbesar kedua di Indonesia yang memiliki dampak elektoral signifikan pada tingkat nasional tetapi tidak banyak literatur yang membahas budaya politiknya. Menggunakan metode gabungan kuantitatif berbasis survei dan kualitatif berbasis studi literatur, hasil penelitian menunjukkan bahwa penekanan pemilih Sunda terhadap pertimbangan faktor agama dan etnis dimaknai sebagai tuntutan etika dan keharmonisan nilai budaya ketimbang konservatisme agama. Pemilih Sunda menyukai kandidat yang mewakili nilai-nilai ideal kepemimpinan Sunda, seperti cerdas, ramah, santun, dan berwibawa. Gambaran tersebut sejalan dengan karakteristik dualitas budaya politik Sunda yang di satu sisi mengedepankan keharmonisan, taktik, dan penghormatan; sedangkan di sisi lainnya cenderung pasif dan menghindari cara konfrontatif.
BEYOND DISBANDMENT OF ISLAMIST ORGANIZATION: EXAMINING THE ADAPTIVE RESISTANCE OF HIZBUT TAHRIR INDONESIA (HTI) Herdiansah, Ari Ganjar; Wahidin, Danis; Saputra, Anugrah
JWP (Jurnal Wacana Politik) Vol 8, No 2 (2023): JWP (Jurnal Wacana Politik) October
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jwp.v8i2.49870

Abstract

The disbandment of Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) in 2017 marked a significant shift in the dynamics of Islamist movements within Indonesia’s political landscape. Although officially banned, the HTI continued to operate in the shadows, employing various camouflage methods. This article analyzes how political dynamics led HTI to its outlawed status and how it adapted in pursuit of its goals amidst the challenges faced. By adopting a political opportunity structure and Islamist ideology as the theoretical framework with the case study as the method, this study scrutinizes HTI’s post-disbandment endeavors at the national level and delves deeper into cases in West Java, Yogyakarta, and East Java. The primary findings of this study reveal that the disbandment of HTI reflected the peak of incongruence between the anti-system ideology they embraced and Indonesia’s political structure. HTI’s ideological drive to exploit electoral events in 2016-2017 eventually put them at a threshold that the ruling authority perceives as a severe threat. HTI struggled to maintain its movement, mixing overt and covert operations, and facing significant pressures and constraints. Its strength is rooted in an Islamist ideology that integrates political and religious beliefs, supported by a disciplined structure. This resilience, seen as adaptive resistance, leverages tactical ingenuity and militancy in response to external pressures and the socio-cultural context in which they operate. Nevertheless, the disbandment has rendered it nearly impossible for HTI to reestablish its expansion in Indonesia’s political arena.
Co-Authors Abdul Latif Afif Ginanjar Ahmad, Noor Sulastry Yurni Aisatul Husna Al-Banjari, M. Husin Amiruddin, Nur Adleena Natasha Antik Bintari Arie Surya Gutama, Arie Surya Arry Bainus Arry Bainus Arry Bainus, Arry Bagas Teguh Pratista Caroline Paskarina Dede Sri Kartini Dentus Kristanto Boineno Detharie, Ladyasya Three Dian Arifiyati Putri Djayadi Hanan, Djayadi Fierman Prihadi Firman Widya Pranata Firman Widya Pranata Firmansyah, Muhammad Andi Hamdani Kurniawan Handoko Ivan HENDRA - HENDRA - Hendra Hendra Hendra Hendra Heni Ismiati Herdiansyah, Ari Ganjar Husin Al-Banjari Husin Muhammad Al-Banjari HUSIN, LUTHFI HAMZAH Irhash Ahmady Jaafar, Ezureen Natasya Kahar Junaidi Junaidi Kasman, Andi Khairul Azman, Muhammad Khairul Haiqal Bin Kukuh Priyo Taruno, Kuntum Chairum Ummah Kurniawan, Hamdani Latip Ashari linda rahmawati Luthfi Hamzah Husin Mahfud Arifin Manan, Firman Mhd Ade Putra Ritonga Mudiyati Rahmatunnisa Mudiyati Rahmatunnisa Muhammad Choirullah Pulungan Mustabsyirotul Ummah Mustofa Mutiara Jasmisari Nivada, Aryos Noorman, Nur Sarah Iman Nurdin, Muhammad Fadhil Ope Destrian Pratista, Bagas Teguh Pratisti, Aliyuna Priyono, Puguh Putra, Anselmus Herosolimitanus Gafita R. Widya Setiabudi Sumadinata Rahmawati, Linda Ramlan, Aini Faezah Ratnia Solihah Rayhani, Fahira Salima Rd. A. Tachya Muhamad Rini Maduratmi Rizkyansyah Rizkyansyah Sabar Simanjuntak Saputra, Anugrah Simanjuntak, Sabar Sudarma, Sudarma Sumadinata, Raden Widya Setiabudi Syukri, Mohammad Kholis Thabrani, Ahmad Ummah, Kuntum Chairum Utama, Rafif Sakti Wahidin, Danis Wahju Gunawan Wahyu Gunawan Wawan Budi Darmawan Yogi Suprayogi Sugandi Yon Daryono Yudhistira, Andi Yusa Djuyandi Zhahirah Indrawati Zainuddin