Claim Missing Document
Check
Articles

Pembentukan Self Help Group Keluarga Orang Dengan Ngangguan Jiwa (ODGJ) Efri Widianti; Taty Hernawaty; Titin Sutini; Aat Sriati; Nur Oktavia Hidayati; Imas Rafiyah
Media Karya Kesehatan Vol 1, No 2 (2018): Media Karya Kesehatan
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (406.159 KB) | DOI: 10.24198/mkk.v1i2.17884

Abstract

Kondisi yang dialami oleh klien gangguan jiwa seringkali menyebabkan ketakutan dan kecemasan pada keluarga dan masyarakat sehingga diperlukan suatu upaya untuk bisa membantu keluarga beradaptasi dengan proses perawatan keluarganya yang mengalami gangguan jiwa. Proses adaptasi keluarga lebih cepat diwujudkan ketika keluarga dengan masalah yang sama berkumpul dan sharing untuk mengatasi masalah yang sama dalam sebuah kelompok swabantu yang disebut self help group. Tujuan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk memfasilitasi pembentukan self help groups keluarga klien gangguan jiwa di wilayah kerja puskesmas Sukamerang Kabupaten Garut. Tahapan dalam kegiatan terdiri dari sosialisasi kegiatan nersama tokoh masyarakat setempat, pelatihan kader kesehatan, psikoedukasi keluarga, terapi suportif keluarga, dan proses pembentukan self help group. Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian pada masyarakat ini adalah psikoterapi kelompok (group therapy) yang dimana dalam kelompok tersebut dilaksanakan diskusi, sharing experience, role play, dan tanya jawab. Luaran yang akan dihasilkan dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah terbentuknya self help group atau kelompok swabantu pada keluarga klien dengan gangguan jiwa. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah self help group yang terbentuk pada keluarga klien dengan gangguan jiwa merupakan suatu cara untuk menurunkan dampak psikososial pada keluarga dalam perawatan klien gangguan jiwa dan meningkatkan adaptasi dan produktifitas keluarga dalam merawat klien gangguan jiwa di rumah Kata Kunci: Gangguan jiwa,  kelompok swabantu,keluarga, self help group.
GAMBARAN ADVERSITY QUOTIENT PADA TAHANAN REMAJA DI RUMAH TAHANAN KELAS 1 BANDUNG Nita Fitria; Taty Hernawaty; Iyus Yosep
Majalah Keperawatan Unpad Vol 12, No 2 (2011): Majalah Keperawatan Unpad
Publisher : Fakultas Keperawatan Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (66.028 KB)

Abstract

ABSTRAK Adversity Quotient (AQ) merupakan suatu bentuk pengukuran yang digunakan untuk mengetahui kemampuan seseorang dalam merespons suatu tantangan atau kesulitan dalam kehidupannya untuk mencapai suatu keberhasilan. Salah satu tantangan dan kesulitan bagi tahanan yang berusia remaja adalah proses pembinaan  selama di rumah tahanan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran adversity quotient  tahanan remaja di Rumah Tahanan Negara Kelas 1 Bandung. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kuantitatif. Teknik sampling yang digunakan adalah total populasi dengan jumlah sampel 44 orang remaja tahanan pada bulan Agustus 2011. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah modifikasi dari Adversity Response Profile Quick TakeTM. Adapun hasil yang diperoleh dari penelitian ini 0% berada pada kisaran kelompok climber, 22,72% berada pada kisaran peralihan camper ke climber, 45,45% perawat berada pada kisaran kelompok camper, 22,72% pada kisaran peralihan quitter ke camper. Saran dari penelitian ini adalah untuk diadakannya peneltian lanjutan mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi Adversity Quotient remaja tahanan di Rumah Tahanan Negera Kelas 1 Bandung. Kata Kunci : Adversity Quotient, Rumah Tahanan Kelas 1  Bandung, Tahanan Remaja ABSTRACT Adversity Quotient (AQ) is a form of measurement used to determine a person's ability to respond to a challenge or difficulty in achieving a successful life. Some of the challenges and difficulties for adolescent in, pressure from house state inmate The purpose of this study to know the description of adversity quotient adolescent in House state inmate Class 1 Bandung.The research design used is quantitative descriptives. The sampling technique used is total population with 44 people adolescent in August 2011. The measurement used in this study is a modification of the data collection involved Adversity Response Profile Quick TakeTM .The results obtained from this study showed 0% of adolescent in the range of climbers group, 22,72 % in the range of transitional camper to climbers, 45,45% adolescent are in the range camper group, 22,72 % in the range of the transition to a camper quitter and 9,09% group quitter. Suggestions from this study is to further the holding of the other research on the factors of influence Adversity Quotient in House state inmate Class 1 Bandung Keywords : Adversity Quotient, House state inmate Class 1 Bandung, Adolescent
Relationship between Academic Stress, Family and Peer Attachment with Internet Addiction in Adolescents Putri Ariani; Suryani Suryani; Taty Hernawaty
Jurnal Keperawatan Padjadjaran Vol. 6 No. 3 (2018): Jurnal Keperawatan Padjadjaran
Publisher : Faculty of Nursing Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1639.523 KB) | DOI: 10.24198/jkp.v6i3.483

Abstract

Biological, psychological and social changes make adolescents at risk of various health problems in the community. The ease of internet access nowadays makes adolescent more vulnerable to internet addiction. In Indonesia, many studies examine the relationship between internal factors such as low self-esteem, loneliness and the type of personality with internet addiction. Further research is still needed that focuses on external factors such as academic stress, family and peer attachment. This study aimed to examine the relationship of academic stress, family and peer attachment with internet addiction in high school adolescents in Andir District, Bandung City. The study used a quantitative correlational design with a cross-sectional approach. The population was high school adolescents. A total sample of 367 adolescents was determined using the slovin formula with alpha Cronbach 0.05. Respondents were recruited using random cluster sampling. Data were analyzed using Rank Spearman and Logistic Regression. Statistical tests of academic stress variables showed, family and peer attachments were significantly related with internet addiction in adolescents (p = 0.000); family attachment variable was significantly related to internet addiction in adolescents (p = 0.000), and peer attachment was significantly related with internet addiction in adolescents (p = 0.000). Logistic regression tests showed the family attachment variable had a significant influence on internet addiction in high school adolescents. In conclusion, there are correlations between academic stress, family and peer attachment to internet addiction. The family attachment has the most significant influence with internet addiction in high school adolescents. It is essential for community mental health nurses to conduct health education to families related to the result of this study
Pendidikan Kesehatan Jiwa Bagi Kader Kesehatan Di Kecamatan Cikatomas Tasikmalaya Taty Hernawaty; Hadi Suprapto Arifin; Imas Rafiyah
Faletehan Health Journal Vol 5 No 1 (2018): Faletehan Health Journal, Maret 2018
Publisher : Universitas Faletehan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (147.672 KB) | DOI: 10.33746/fhj.v5i1.8

Abstract

Pada umumnya penderita gangguan jiwa tinggal bersama keluarga sehingga keberadaan kader di masyarakat sangat membantu pemerintah dalam menggerakkan masyarakat agar aktif dalam berbagai program kesehatan yang digalakkan pemerintah. Kader perlu memiliki pengetahuan mengenai kesehatan jiwa. Pendidikan kesehatan jiwa merupakan upaya langsung untuk meningkatkan pengetahuan kader. Kader di Kecamatan Cikatomas belum pernah mendapatkan pendidikan kesehatan jiwa secara khusus sehingga perlu diberikan pendidikan kesehatan jiwa agar pemahamannya meningkat. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan kader tentang pendidikan kesehatan jiwa di Kecamatan Cikatomas Tasikmalaya. Penelitian ini merupakan penelitian quasi eksperimental pre-post test. Populasinya adalah seluruh kader kesehatan yang berada di Kecamatan Cikatomas Tasikmalaya sebanyak 32 kader. Pemilihan sampel menggunakan sampling jenuh, yang dibagi menjadi 2 kelompok, yaitu kelompok perlakuan dan kelompok kontrol. Lokasi penelitian di Kecamatan Cikatomas Tasikmalaya. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner yang berisi pertanyaan tertutup dan telah dilakukan uji validitas-reliabilitas. Data dianalisis menggunakan distribusi frekuensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan kader meningkat, sebelum diberi pendidikan kesehatan jiwa menunjukan rerata nilai sebesar 29,34 dan setelahnya menjadi 35,20 dengan selisih 5,86. Hasil akhir dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi bagi pihak Puskesmas agar mengembangkan materi dan metoda yang diberikan pada kader dalam rangka mengoptimalkan program kesehatan jiwa.
HUBUNGAN KONSEP DIRI DENGAN PERILAKU SEKSUAL BERESIKO PADA REMAJA Wina Winingsih; Tetti Solehati; Taty Hernawaty
Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal Vol 9 No 4 (2019): Oktober
Publisher : LPPM STIKES KENDAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (96.563 KB) | DOI: 10.32583/pskm.9.4.2019.343-352

Abstract

Breast cancer is the most common invasive cancer in women throughout the world and the second highest cause of cancer death after lung cancer. The purpose of this study was to review a variety of nursing management in breast cancer patients. Research methods: searching strategy was carried out in four data bases namely PUBMED, EBSCO, COCHRANE, and PROQUEST. All databases were chosen with the consideration that all databases were credible in the health and medical fields. The article criteria were a study published in English, published in 2015-2019, and used a Randomized Control Trial study. Researchers found 22 studies that it included the research criteria, namely interventions for nursing management in breast cancer patients. Results: Nursing management for breast cancer patients consisted of interventions, programs and screening. Interventions that can be applied to breast cancer patients consisted of interventions that can reduce anxiety, pain, fatigue, menoupouse symptoms, improve quality of life, physical examination results, physical activity, and cope with nausea. Programs for breast cancer patients consisted of: programs for fulfilling nutrition, physical activity to reduce mucositis and lymphoma, PIE (to increase knowledge, treatment techniques, and increase discomfort). Screening to find out the problems of patients with breast cancer. Conclusion: all interventions, programs, and screening are effective in nursing management for breast cancer patients.
Gambaran Cyberbullying pada Siswa di SMA X Kota Bandung Intan Ayudhita Syena; Taty Hernawaty; Anita Setyawati
Jurnal Keperawatan BSI Vol 8 No 1 (2020): Jurnal Keperawatan BSI
Publisher : LPPM Universitas BSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (836.215 KB)

Abstract

Penggunaan internet pada remaja tidak hanya berdampak positif melainkan juga dapat menimbulkan dampak negatif, salah satunya yatu cyberbullying. Seseorang yang terlibat cyberbullying memiliki dampak, seperti perasaan cemas, malu dan marah, sehingga penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kejadian cyberbullying pada siswa di SMA X Kota Bandung. Rancangan penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Populasi yang dilibatkan berjumlah 743 siswa dari kelas X dan XI di SMA X Kota Bandung. Berdasarkan teknik stratified random sampling didapatkan 260 siswa sebagai sampel penelitian. Pada penelitian ini menggunakan instrumen cyberbullying dari teori yang digunakan oleh peneliti sendiri berdasarkan teori Willard (2007). Data dianalisis secara statistik deskriptif menggunakan distribusi frekuensi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 93,1% responden terlibat cyberbullying dan 6,9% tidak terlibat cyberbullying (n=260). Dari responden yang terlibat cyberbullying sebanyak 93,1% (242 siswa) terdapat 4,1% (10 orang) sebagai pelaku, 17,0% (41 orang) sebagai korban, dan 78,9% (191 orang) sebagai pelaku dan korban. Berdasarkan bentuk yang paling banyak terjadi pada responden sebagai pelaku, korban serta pelaku dan korban yaitu bentuk Flaming (41,0%) sedangkan paling sedikit yaitu Cyberstalking (14,9%). Simpulan dari penelitian ini sebagian besar siswa terlibat cyberbullying yang menjadi pelaku dan juga sekaligus menjadi korban, sehingga menimbulkan dampak yang mempengaruhi. Hal ini menunjukkan bahwa perlu adanya tindak lanjut dari perawat dalam menangani dampak dari masing-masing bentuk cyberbullying khususnya pada kondisi fisik dan psikologisnya. Perawat dapat melakukan penanganan seperti manajemen marah, mengatasi kecemasan dan cara meningkatkan koping yang baik.
Studi Literatur: Kecemasan Saat Pandemi COVID-19 Hardiyati Hardiyati; Efri Widianti; Taty Hernawaty
Jurnal Kesehatan Manarang Vol 6 No Khusus (2020): Oktober 2020
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Mamuju

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33490/jkm.v6iKhusus.306

Abstract

The coronavirus affects peoples' lives around the world. Social restriction policy can affect the psychosocial environment. Therefore restrictions and lockdown policies can increase a person's level of anxiety. This literature study identifies predisposing factors and reinforcing factors for anxiety feelings during the COVID-19 pandemic. The method used in writing this literature study is by searching the internet from the CINAHL database, EBSCOHost, Proquest, Pubmed, Google Scholar, and nursing books from 2010-2020 with the keyword anxiety facing Covid-19. Anxiety feeling during a pandemic can occur in a person due to predisposing factors including due to the COVID-19 pandemic, spending> 9 hours at home, excessive search for information online, more common in women, economy, having babies, married status, student status, learning environment, and internet network. Some actions that can reduce anxiety classified as reinforcing factors, namely emotional regulation, resilience, supportive intervention, religious coping, family support, limiting exposure to information media, and physical activity for sports. It can be explained that some factors that influence the occurrence of anxiety feelings are predisposing factors as well as preventive actions or those that can reduce anxiety during the COVID-19 pandemic classified as the reinforcing factor. Investigating influencing factors can help to understand the development and maintenance of anxiety feelings and to develop possible preventive measures and therapeutic interventions
Studi Literatur: Predisposing, Enabling, dan Reinforcing Factors Terjadinya Perilaku Seksual Pranikah pada Remaja Hardiyati Hardiyati; Shelly Iskandar; Taty Hernawaty
Jurnal Kesehatan Manarang Vol 5 No 2 (2019): Desember 2019
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Mamuju

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33490/jkm.v5i2.106

Abstract

Adolescent behaviors that have the potential to cause problems that often occur and are most prominent among adolescents are some high-risk behaviors including experiences of sexual violence and premarital sexual behavior. Changes that occur in adolescents ranging from physical, psychological, and social changes that risk causing problems because they are hanging out with peers and feel attracted to the opposite sex. The impact of sexual behavior on adolescents results in abortion, unwanted pregnancy, death, increased incidence of HIV/AIDS as well as an increase in juvenile crime in adolescents. The purpose of this literature study is to identify early predisposing factors, enabling factors, and reinforcing factors that influence premarital sexual behavior. The method used in writing this literature study with internet searches from Proquest, CINAHL, EBSCOHost, Pubmed, Google Scholar and nursing books from 2000 – 2014 with the keywords Premarital sexual behavior. Predisposing factors include dating status, dating frequency, and knowledge. Enabling factors include the use of smartphones and reinforcing factors are religious norms and family norms. It can be concluded that several factors that influence the occurrence of premarital sexual behavior include dating status, frequency of dating, knowledge, smartphone usage, religious norms and family norms. The high influence of premarital sexual behavior shows that health promotion programs must be focused on increasing positive and supportive values, as well as the need for skills training so that adolescents can avoid premarital sexual behavior.
Pemberdayaan Kader dalam Upaya Pencegahan dan Pengenalan Faktor Resiko Penyakit Tidak Menular (PTM) Siti Ulfah Rifa'atul Fitri; Khoirunnisa Khoirunnisa; Taty Hernawaty; Hasniatisari Harun
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 7 (2023): Volume 6 No 7 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i7.9835

Abstract

ABSTRAK Penyakit Tidak Menular (PTM) merupakan penyakit yang tidak disebabkan oleh infeksi dan secara umum disebabkan oleh faktor-faktor seperti gaya hidup yang tidak sehat, factor genetik, lingkungan, dan factor social ekonomi. PTM bersifat kronis, tidak dapat ditularkan kepada orang lain dan dapat berlangsung dalam jangka waktu yang lama. Sebagian masyarakat masih belum mengenal faktor resiko dan pencegahan PTM sehingga angka kejadian PTM masih sangat tinggi tiap tahunnya di Indonesia. Upaya pencegahan dan pengendalian PTM ini sangat penting dilakukan untuk mempromosikan kesehatan dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini memiliki tujuan untuk membantu memberdayakan kader dalam upaya pencegahan dan pengenalan factor resiko penyakit tidak menular melalui kegiatan pendidikan kesehatan. Jumlah peserta yang hadir dalam pendidikan kesehatan ini berjumlah 39 partisipan, namun yang berhasil mengisi kuesioner berjumlah 33 partisipan. Metode yang dilakukan berupa penyuluhan dalam bentuk talkshow yang diselingi dengan demonstrasi deteksi dini kanker payudara. Selain itu juga para partisipan mengisi pre-test dan post-test untuk mengevaluasi pengetahuan dan pemahaman peserta sebelum dan setelah diberikannya pendidikan kesehatan. Data demografi partisipan menunjukan bahwa peserta terdiri dari kader sebanyak 22 partisipan (66,7%) dan PKK sebanyak 11 partisipan (33.3%). Partisipan yang memiliki pengalaman keikutsertaan dalam pelatihan sebanyak 21 partisipan (63.6%) dan pengalaman memberikan penyuluhan hanya 9 partisipan (27,3%). Terdapat peningkatan pengetahuan yang siginifikan setelah diberikan pendidikan kesehatan mengenai penyakit tidak menular kepada para partisipan (α=.006). Dengan demikian, kader dapat berperan aktif dalam memberdayakan perannya di masyarakat untuk menginformasikan mengenai pencegahan dan pengenalan fator resiko penyakit tidak menular. Kata Kunci: Penyakit Tidak Menular, Pendidikan Kesehatan, Pengetahuan, Kader  ABSTRACT Non-communicable diseases (NCDs) are diseases that are not caused by infections and are generally caused by factors such as unhealthy lifestyles, genetic factors, environment, and socio-economic factors. NCDs are chronic, cannot be transmitted to others, and can last for a long time. Some people still do not know the risk factors and prevention of NCDs, resulting in a very high incidence of NCDs every year in Indonesia. Efforts to prevent and control NCDs are very important in promoting health and improving the quality of life of the community. Therefore, this community service activity aims to help empower cadres in the prevention and identification of risk factors for non-communicable diseases through health education activities. The number of participants who attended this health education was 39 participants, but only 33 participants were able to fill out the questionnaire. The method used was counseling in the form of a talk show that was interspersed with early detection of breast cancer demonstrations. In addition, participants filled out pre-tests and post-tests to evaluate the knowledge and understanding of participants before and after the health education was provided. The demographic data of the participants showed that there were 22 cadres (66.7%) and 11 PKK members (33.3%). Participants who had experience attending training were 21 participants (63.6%), and only 9 participants had experience providing counseling. There was a significant increase in knowledge after providing health education on non-communicable diseases to the participants (α=.006). Thus, health volunteers can play an active role in empowering their role in the community to inform about the prevention and identification of risk factors for non-communicable diseases. Keywords : Non-Communicable Diseases (NCDs), Health Education, Knowledge, and Health Volunteers
Peningkatan Peran Masyarakat terkait Pertolongan Pertama pada Kecelakaan menggunakan Pendekatan Community Health Action Model Donny Nurhamsyah; Siti Ulfah Rifaatul Fitri; Taty Hernawaty; Nur Maziyya
RESWARA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/rjpkm.v5i2.4332

Abstract

Kecelakaan lalu lintas menjadi penyebab kematian tertinggi yaitu sekitar 1,3 juta orang meninggal dunia dan hal ini diperberat dengan kesalahan dalam pertolongan pertama pada saat terjadi kecelakaan. Di Kabupaten Pangandaran yang tercatat pada tahun 2021 terjadi sebanyak 397 kejadian. Pengabdian pada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan peran masyarakat terkait pertolongan pertama pada kecelakaan di Kabupaten Pangandaran menggunakan pendekatan Community Health Action Model. Pendekatan Community Health Action Model merupakan pendekatan yang menekankan partisipasi aktif dari responden. Hasil analisis menunjukkan peningkatan pada pengetahuan sebelum dan setelah diberikan pengabdian pada masyarakat. Meskipun sikap responden belum signifikan sebelum dan setelah diberikan pengabdian pada masyarakat. Meskipun belum terdapat hubungan yang signifikan antara sikap sebelum dan sesudah pengabdian pada masyarakat, peningkatan partisipasi masyarakat sebagai upaya preventif tetap harus dilakukan. Pengabdian pada masyarakat selanjutnya diharapkan dapat memperluas sasaran seperti melibatkan siswa-siswi, mahasiswa, kelompok masyarakat lainnya, para pegawai pemerintahan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mencegah terjadinya kecacatan dan kematian pada kecelakaan dan meningkatkan peran serta masyarakat dalam kepedulian dalam memberikan pertolongan pertama pada kecelakaan
Co-Authors Aat Sriati Aat Sriati AI MARDHIYAH, AI Aisyah, Salsa amelia, siti halinda Anastasia Anna Anita Setyawati Astiti, Indita Wilujeng Ayu Siti Marlina Banda, Kondwani Joseph Cahyani, Gita Dewi Purwati Donny Nurhamsyah Donny Nurhamsyah Dyah Setyorini Efri Widianti Efri Widianti Efri Widianti Eka Afrima Sari, Eka Afrima Fathonah, Dewi Yulia Firdaus, Rifqii Daiatul Firdaus, Rosalia Fitri, Siti Ulfah Rifa'atul Hadi Suprapto Arifin Hardiyati Hardiyati Harima Dayana Putri Harun, Hasniatisari Hasniatisari Harun Hendrawati Hendrawati Heni Dwi Windarwati Henik Tri Rahayu Hikmat, Rohman Ifna Rosydah Imas Rafiyah Indra Maulana, Indra Indriyanti, Deviana Intan Ayudhita Syena Iyus Yosep Khoirunnisa Khoirunnisa Kurniawan Kurniawan Lantang, Rica Nur Aprilia Lin, Mei-Feng Mahali, Nia Ainun Nadina Mamat Lukman, Mamat Maziyya, Nur Mudiyanselage, Sriyani Padmalatha Konara Mujahidah, Shafira Aulia Nenden Nur Asriyani Maryam Nita Fitria Nita Fitria NUGRAHA, EKO Nur Aini Nur Maziyya Nur Oktavia Hidayati Nur Oktavia Hidayati Nurmansyah, Donny Nursifah, Anita Nursiswati Nursiswati Putri Ariani Raihan, Fatwa Muhammad Rina Fajar Sari, Rina Fajar Ryan Hara Permana Sakti, Dimas Wibawa Senjaya, Sukma Setiani, Haniifah Setiani Sheizi Prista Sari Shelly Iskandar Siti Ulfah Rifa'atul Fitri Siti Ulfah Rifaatul Fitri Siti Ulfah Rifa’atul Fitri Sri Hartati Pratiwi Sriati, Aat Sriati Sukmawati Sukmawati Suryani S Suryani Suryani Suryani Suryani Tetti Solehati Tetti Solehati Theresia Eriyani Titin Sutini Titin Sutini, Titin Titis Kurniawan Tutu April Ariani Wina Winingsih Winingsih, Wina Wiwi Mardiah, Wiwi Yulianita, Henny