Claim Missing Document
Check
Articles

INTERVENSI MINDFULNESS UNTUK MENURUNKAN KECEMASAN PADA PASIEN PENYAKIT KRONIS: NARRATIVE REVIEW Aat Sriati; Taty Hernawaty; Annisa Khaerera; Fitri Aulia; Yolanda Yolanda; Siti Rahmawati; Nandi Prima Yuda
Jurnal Cakrawala Ilmiah Vol. 2 No. 3: November 2022
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jcijurnalcakrawalailmiah.v2i3.4032

Abstract

Penyakit kronis merupakan suatu kondisi degeneratif yang berkembang atau bertahan dalam jangka waktu yang cukup lama. Individu penderita penyakit kronis rentan mengalami kecemasan, terdapat berbagai macam intervensi yang efektif dalam menurunkan kecemasan pada pasien penyakit kronik, salah satunya adalah intervensi mindfulness. Tujuan dilakukanya penelitian ini adalah mengetahui intervensi mindfulness untuk menurunkan kecemasan pada pasien penyakit kronis. Metode pencarian literatur secara komprehensif dilakukan melalui Database Google Scholar (Inggris dan Indonesia), Pubmed, EBSCO, dan Science Direct. Hasil skrining didapatkan sembilan artikel. Delapan artikel menyatakan bahwa intervensi mindfulness signifikan untuk menurunkan kecemasan pada pasien dengan penyakit kronis dengan nilai p yang beragam dengan rata-rata nilai nilai p < 0,05. Satu artikel yang menyatakan bahwa intervensi mindfulness tidak terlalu signifikan untuk menurunkan kecemasan pada orang dengan penyakit kronis dengan nilai p > 0,05. Dapat disimpulkan bahwa intervensi mindfulness dapat menurunkan kecemasan pada berbagai penyakit kronis. Selain itu, intervensi mindfulness tidak hanya menurunkan kecemasan, melainkan juga dapat menurunkan tekanan darah, depresi, dan menurunkan disfungsi motorik, mobilitas, serta meningkatkan kesejahteraan spiritual dan kualitas hidup.
INTERVENSI NON FARMAKOLOGI PADA PASIEN SKIZOFRENIA DENGAN ISOLASI SOSIAL: LITERATURE REVIEW Hendrawati Hendrawati; Iceu Amira; Sukma Senjaya; Indra Maulana; Udin Rosidin; Taty Hernawaty
Jurnal Cakrawala Ilmiah Vol. 2 No. 3: November 2022
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jcijurnalcakrawalailmiah.v2i3.4172

Abstract

Skizofrenia adalah gangguan jiwa berat ditandai dengan defisiensi dalam berpikir, persepsi, afek, dan perilaku sosial. Keterampilan sosial yang buruk berkaitan erat dengan kekambuhan penyakit dan kembalinya pasien ke rumah sakit. Sehingga diperlukan terapi komprehensif untuk meningkatkan kemampuan interaksi social. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui rekomendasi intervensi dalam meningkatkan kemampuan interaksi pasien skizofrenia dengan masalah isolasi social. Penelitian ini merupakan penelitian Literatur review dengan pencarian literatur menggunakan database PubMed, EBSCOhost-CINAHL, dan Google Scholar. Kriteria pencantuman artikel yang diambil meliputi artikel penelitian 10 tahun terakhir (2012-2022), berbahasa Inggris dan Indonesia, full text, Randomized Controlled Trial (RCT) atau Quasi eksperimen dan berupa intervensi meningkatkan kemampuan interaksi pada pasien skizofrenia dengan isolasi sosial. Penelitian bukan pada pasien skizofrenia dengan isolasi sosial dan hasil yang tidak signifikan dieksklusi. Artikel yang layak dianalisis dan disampaikan dalam bentuk narasi. Dari 6 artikel yang dianalisis, ditemukan 6 intervensi yaitu, terapi okupasi, terapi kognitif, terapi aktivitas kelompok sosialisasi, terapi berteman dengan relawan, social skill training. Seluruh intervensi yang ditemukan secara signifikan dapat meningkatkan interaksi sosial pada pasien skizofrenia dengan isolasi sosial. Seluruh intervensi yang ditemukan secara signifikan dapat meningkatkan kemampuan interaksi pasien skizofrenia dengan isolasi sosial.
Pendidikan Kesehatan Tentang Pencegahan Penularan Covid-19 Bagi Siswa Sekolah Dasar Taty Hernawaty; Arlette Puspa Pertiwi; Wiwi Mardiyah; Hadi Suprapto Arifin
PaKMas: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2 No 2 (2022): November 2022
Publisher : Yayasan Pendidikan Penelitian Pengabdian Algero

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54259/pakmas.v2i2.1269

Abstract

During the Covid-19 pandemic, the government set various policies to prevent transmission. The use of masks, practicing a clean and healthy lifestyle, and limiting distance and even Large-Scale Social Restrictions are the efforts that have been set. However, many violations are still being committed, including school children who have had face-to-face meetings (PTM) at school. Disobedience to implementing health protocols can be caused by a lack of knowledge. This health education activity is about preventing the spread of Covid-19. Activities are carried out offline when students do PTM at Bojong 01 Elementary School, Majalaya District, Bandung Regency, totaling 44 students. The results of this activity showed that there was an increase in students' knowledge about preventing the transmission of Covid-19 by 5.45% from previous knowledge so that it became 88.18%. Good knowledge about preventing the transmission of Covid-19 can be a strengthening basis for the formation of a healthy lifestyle. In conclusion, students' knowledge about preventing the transmission of Covid-19 increased after being given health education. Suggestions, the next study is an effort to increase students' positive attitudes so that they can form good behavior in preventing the transmission of Covid-19.
The Knowledge related to Mental Health of the People around the Coastal Areas Taty Hernawaty; Hadi Suprapto Arifin; Efri Widianti
Jurnal Keperawatan Indonesia Vol 23 No 3 (2020): November
Publisher : Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.7454/jki.v23i3.1234

Abstract

Mental health is one of Indonesia’s public health development goals. The Pangandaran District Administration of West Java is an expanded district that actively carries out various development programs, including mental health programs. This study aimed to identify public knowledge about mental health in Pangandaran District using quantitative descriptive method. The research population comprised residents of the Pangandaran District, and a sample was collected via cluster multistage sampling technique. The sample was gradually determined in the order of subdistricts, villages, subvillages, community units, and neighborhood units. The total sample was composed of 113 respondents. The questionnaire was developed based on theories and concepts on public mental health and distributed to participants after validity and reliability tests were conducted. The construct validity test result was between 0.303 and 0.764, which meant that all items were valid. The Kuder-Richardson 20 formula was used to test reliability, and the reliability coefficient was 0.887. Mathematical calculations were used for data analysis; data are presented as frequency distributions. In this study, 61.10% of the respondents had “less” knowledge, 33.59% had “good” knowledge, and the remaining 5.30% had “enough” knowledge of mental health. The results suggest that the local government should provide mental health education for the residents. For educational institutions, mental health programs should be a fundamental offering in Indonesian society. Abstrak Pengetahuan tentang Kesehatan Mental Warga di Sekitar Wilayah Pesisir. Sehat secara mental merupakan bagian dari tujuan pembangunan kesehatan masyarakat. Pemerintah Kabupaten Pangandaran merupakan kabupaten pemekaran yang sedang menggalakkan berbagai program pembangunan termasuk program kesehatan jiwa. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi pengetahuan masyarakat Kabupaten Pangandaran mengenai kesehatan jiwa. Metode penelitian menggunakan deskriptif kuantitatif. Populasi penelitian adalah seluruh masyarakat Kabupaten Pangandaran dan sampel diambil menggunakan tehnik cluster multistage sampling. Tahapan penetapan sampel dilakukan bertahap mulai dari kecamatan, desa, dusun, rukun warga, sampai rukun tetangga dan didapat sebanyak 113 orang. Data penelitian dikumpulkan melalui kuesioner dan dibagikan pada seluruh responden. Kuisioner dikembangkan dari teori dan konsep kesehatan jiwa masyarakat dan sudah dilakukan uji validitas dan reliabilitas. Uji validitas konstrak didapatkan hasil berkisar antara 0,303 sampai 0,764 sehingga semua item dinyatakan valid. Uji reliabilitas menggunakan uji Kuder Richardson 20 dan diperoleh koefisien reliabilitas KR-20 sebesar 0,887. Analisa data menggunakan perhitungan matematis dan ditampilkan dalam bentuk tabel distribusi frekuensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 61,10% responden kurang memiliki pengetahuan mengenai kesehatan jiwa, 33,59% responden memiliki pengetahuan mengenai kesehatan jiwa yang baik, dan sisanya 5,30% responden memiliki pengetahuan mengenai kesehatan jiwa yang cukup. Saran, bagi pemerintah setempat agar memberikan pendidikan kesehatan jiwa bagi masyarakat. Bagi instansi pendidikan, diharapkan menjadi data dasar dalam membuat program kesehatan jiwa di masyarakat. Kata Kunci: Jawa Barat, kesehatan masyarakat, program kesehatan jiwa, wilayah pesisir
Studi Literatur: Kecemasan Saat Pandemi COVID-19 Hardiyati Hardiyati; Efri Widianti; Taty Hernawaty
Jurnal Kesehatan Manarang Vol 6 No Khusus (2020): Oktober 2020
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Mamuju

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33490/jkm.v6iKhusus.306

Abstract

The coronavirus affects peoples' lives around the world. Social restriction policy can affect the psychosocial environment. Therefore restrictions and lockdown policies can increase a person's level of anxiety. This literature study identifies predisposing factors and reinforcing factors for anxiety feelings during the COVID-19 pandemic. The method used in writing this literature study is by searching the internet from the CINAHL database, EBSCOHost, Proquest, Pubmed, Google Scholar, and nursing books from 2010-2020 with the keyword anxiety facing Covid-19. Anxiety feeling during a pandemic can occur in a person due to predisposing factors including due to the COVID-19 pandemic, spending> 9 hours at home, excessive search for information online, more common in women, economy, having babies, married status, student status, learning environment, and internet network. Some actions that can reduce anxiety classified as reinforcing factors, namely emotional regulation, resilience, supportive intervention, religious coping, family support, limiting exposure to information media, and physical activity for sports. It can be explained that some factors that influence the occurrence of anxiety feelings are predisposing factors as well as preventive actions or those that can reduce anxiety during the COVID-19 pandemic classified as the reinforcing factor. Investigating influencing factors can help to understand the development and maintenance of anxiety feelings and to develop possible preventive measures and therapeutic interventions
Penerimaan Diri pada Anak Didik Lapas (Andikpas) di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Rizkiani Tri Ramdani; Nur Oktavia Hidayati; Taty Hernawaty
Jurnal Keperawatan Vol 14 No S1 (2022): Jurnal Keperawatan: Supp Maret 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (282.17 KB) | DOI: 10.32583/keperawatan.v14iS1.17

Abstract

Anak didik lapas (Andikpas) mendapatkan banyak stressor dalam menjalani pembinaan di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA), untuk mengurangi kemungkinan adanya masalah psikologis yang akan dialami, andikpas memerlukan penerimaan diri dalam menerima kondisinya secara utuh tanpa syarat. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran penerimaan diri pada andikpas di LPKA Bandung. Metode penelitian yang digunakan yaitu deskriptif kuantitatif. Sampel penelitian ini melibatkan 58 andikpas dengan teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Instrumen penelitian yang digunakan adalah Unconditionally Self-Acceptance Questionnaire (USAQ) dengan skor validitas – 0,718 dan nilai reabilitas 0,766. Analisa data yang digunakan pada penelitian ini menggunakan analisis univariat yang disajikan dalam bentuk distribusi frekuensi dan prosentase. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar yakni 32 andikpas (55,2%) memiliki penerimaan diri yang tinggi dan hampir setengahnya yakni 26 andikpas (44,8%) memiliki penerimaan diri yang rendah.Simpulan hasil penelitian ini adalah sebagian besar andikpas memiliki tingkat penerimaan diri yang tinggi sehingga hal ini dapat dipertahankan dan ditingkatkan pada komponen tentang perasaan mampu, perasaan dihargai serta perasaan diterima.
Kecanduan Media Sosial pada Remaja Akibat Pandemi Covid-19: Scoping Review Iwan Shalahuddin; Ai Wia; Taty Hernawaty
Malahayati Nursing Journal Vol 5, No 6 (2023): Volume 5 Nomor 6 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v5i6.8695

Abstract

ABSTRACT The Covid-19 pandemic has significantly changed almost every aspect of life, including daily community activities such as school, work and worship which must now be done online. Social media has become one of the most widely used communication equipment during the Covid-19 pandemic. This condition will undeniably result in an increase in social media use and form social media addiction during the Covid-19 pandemic. The purpose of this study to identify a picture of social media addiction in adolescents due to the Covid-19 pandemic. This research uses the study literature review method with a scoping review approach. The literature search is carried out using three databases with predetermined keywords. Get several articles, namely Google Scholar 109 articles, PubMed 540 articles and Proquest 214 articles. After searching for articles by sorting based on the inclusion and exclusion criteria that have been designed, an article assessment is then carried out using the Joanna Briggs Institute (JBI) instrument. The results of the study found several factors that influence social media addiction due to the Covid-19 pandemic including gender, psychological factors there is an impulse to find information related to Covid-19, trauma due to social isolation, depression anxiety and psychological stress due to fear of Covid-19 infection also underlie a person to seek recreation through social media during the pandemic, social factors due to difficulty in interpersonal communication during lockdown,  and the purpose and timing of social media use after lockdown was established, resulting in many individuals spending free time inside the home playing social media, as well as causing overuse during the Covid-19 pandemic. The conclusions found show that many of the activities of teenagers carried out online during lockdown resulted in teenagers spending more time with social media, as an escape from personal problems, such as mental stress, stress, and anxiety. So that situations like this cause many teenagers to experience social media addiction as a result of the Covid-19 pandemic. It is hoped that this literature study can be used as an evaluation material and help nurses in dealing with or educating adolescents so that they can avoid social media addiction. Keywords : Academic Stress, Internet Addiction, Students, Online Learning,      ABSTRAK Pandemi Covid-19 secara signifikan telah mengubah hampir setiap aspek dalam kehidupan, termasuk aktivitas harian masyarakat seperti sekolah, kerja serta ibadah yang kini harus dilakukan secara daring. Media sosial menjadi salah satu perlengkapan komunikasi yang banyak digunakan di kala pandemi Covid-19. Kondisi ini tidak dipungkiri akan mengakibatkan peningkatan pemakaian media sosial serta membentuk kecanduan media sosial di masa pandemi Covid-19 berlangsung. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi gambaran kecanduan media sosial pada remaja akibat pandemi Covid-19. Penelitian ini menggunakan metode study literature review dengan pendekatan scoping review. Pencarian literature dilakukan dengan menggunakan tiga database dengan kata kunci yang telah ditentukan. Di dapatkan beberapa artikel yaitu Google Scholar 109 artikel, PubMed 540 artikel dan Proquest 214 artikel. Setelah melakukan pencarian artikel dengan menyortir berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi yang sudah dirancang selanjutnya dilakukan penilaian artikel dengan menggunakan instrumen Joanna Briggs Institute (JBI). Hasil telaahan ditemukan beberapa faktor yang mempengaruhi kecanduan media sosial akibat pandemi Covid-19 diantaranya yaitu jenis kelamin, faktor psikologis adanya dorongan untuk mencari informasi terkait Covid-19, trauma akibat isolasi sosial, cemas depresi dan stress psikologi akibat rasa takut terhadap infeksi Covid-19 juga mendasari seseorang untuk mencari rekreasi melalui media sosial selama pandemi, faktor sosial akibat sulitnya komunikasi interpersonal selama lockdown, serta faktor tujuan dan waktu penggunaan sosial media setelah penguncian ditetapkan, mengakibatkan banyak individu menghabiskan waktu luang di dalam rumah dengan bermain media sosial, serta menyebabkan penggunaan yang berlebihan selama pandemi Covid-19. Kesimpulan yang didapatkan menunjukan bahwa banyak aktivitas para remaja yang dilakukan secara online selama penguncian mengakibatkan para remaja lebih banyak menghabiskan waktu dengan media sosial, sebagai pelarian dari masalah pribadi, seperti tekanan mental, stress, dan munculnya rasa cemas. Sehingga situasi seperti inilah yang menyebabkan para remaja banyak mengalami kecanduan media sosial akibat dari adanya pandemi Covid-19. Diharapkan, dengan adanya studi literatur ini dapat menjadi bahan evaluasi dan membantu perawat dalam menangani atau mengedukasi para remaja agar dapat terhindar dari kecanduan media sosial. Kata Kunci: Covid-19, Kecanduan, Media Sosial, Pendemi, Remaja 
Studi Literatur: Predisposing, Enabling, dan Reinforcing Factors Terjadinya Perilaku Seksual Pranikah pada Remaja Hardiyati Hardiyati; Shelly Iskandar; Taty Hernawaty
Jurnal Kesehatan Manarang Vol 5 No 2 (2019): Desember 2019
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Mamuju

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33490/jkm.v5i2.106

Abstract

Adolescent behaviors that have the potential to cause problems that often occur and are most prominent among adolescents are some high-risk behaviors including experiences of sexual violence and premarital sexual behavior. Changes that occur in adolescents ranging from physical, psychological, and social changes that risk causing problems because they are hanging out with peers and feel attracted to the opposite sex. The impact of sexual behavior on adolescents results in abortion, unwanted pregnancy, death, increased incidence of HIV/AIDS as well as an increase in juvenile crime in adolescents. The purpose of this literature study is to identify early predisposing factors, enabling factors, and reinforcing factors that influence premarital sexual behavior. The method used in writing this literature study with internet searches from Proquest, CINAHL, EBSCOHost, Pubmed, Google Scholar and nursing books from 2000 – 2014 with the keywords Premarital sexual behavior. Predisposing factors include dating status, dating frequency, and knowledge. Enabling factors include the use of smartphones and reinforcing factors are religious norms and family norms. It can be concluded that several factors that influence the occurrence of premarital sexual behavior include dating status, frequency of dating, knowledge, smartphone usage, religious norms and family norms. The high influence of premarital sexual behavior shows that health promotion programs must be focused on increasing positive and supportive values, as well as the need for skills training so that adolescents can avoid premarital sexual behavior.
Pemberdayaan Kader dalam Upaya Pencegahan dan Pengenalan Faktor Resiko Penyakit Tidak Menular (PTM) Siti Ulfah Rifa&#039;atul Fitri; Khoirunnisa Khoirunnisa; Taty Hernawaty; Hasniatisari Harun
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 7 (2023): Volume 6 No 7 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i7.9835

Abstract

ABSTRAK Penyakit Tidak Menular (PTM) merupakan penyakit yang tidak disebabkan oleh infeksi dan secara umum disebabkan oleh faktor-faktor seperti gaya hidup yang tidak sehat, factor genetik, lingkungan, dan factor social ekonomi. PTM bersifat kronis, tidak dapat ditularkan kepada orang lain dan dapat berlangsung dalam jangka waktu yang lama. Sebagian masyarakat masih belum mengenal faktor resiko dan pencegahan PTM sehingga angka kejadian PTM masih sangat tinggi tiap tahunnya di Indonesia. Upaya pencegahan dan pengendalian PTM ini sangat penting dilakukan untuk mempromosikan kesehatan dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini memiliki tujuan untuk membantu memberdayakan kader dalam upaya pencegahan dan pengenalan factor resiko penyakit tidak menular melalui kegiatan pendidikan kesehatan. Jumlah peserta yang hadir dalam pendidikan kesehatan ini berjumlah 39 partisipan, namun yang berhasil mengisi kuesioner berjumlah 33 partisipan. Metode yang dilakukan berupa penyuluhan dalam bentuk talkshow yang diselingi dengan demonstrasi deteksi dini kanker payudara. Selain itu juga para partisipan mengisi pre-test dan post-test untuk mengevaluasi pengetahuan dan pemahaman peserta sebelum dan setelah diberikannya pendidikan kesehatan. Data demografi partisipan menunjukan bahwa peserta terdiri dari kader sebanyak 22 partisipan (66,7%) dan PKK sebanyak 11 partisipan (33.3%). Partisipan yang memiliki pengalaman keikutsertaan dalam pelatihan sebanyak 21 partisipan (63.6%) dan pengalaman memberikan penyuluhan hanya 9 partisipan (27,3%). Terdapat peningkatan pengetahuan yang siginifikan setelah diberikan pendidikan kesehatan mengenai penyakit tidak menular kepada para partisipan (α=.006). Dengan demikian, kader dapat berperan aktif dalam memberdayakan perannya di masyarakat untuk menginformasikan mengenai pencegahan dan pengenalan fator resiko penyakit tidak menular. Kata Kunci: Penyakit Tidak Menular, Pendidikan Kesehatan, Pengetahuan, Kader  ABSTRACT Non-communicable diseases (NCDs) are diseases that are not caused by infections and are generally caused by factors such as unhealthy lifestyles, genetic factors, environment, and socio-economic factors. NCDs are chronic, cannot be transmitted to others, and can last for a long time. Some people still do not know the risk factors and prevention of NCDs, resulting in a very high incidence of NCDs every year in Indonesia. Efforts to prevent and control NCDs are very important in promoting health and improving the quality of life of the community. Therefore, this community service activity aims to help empower cadres in the prevention and identification of risk factors for non-communicable diseases through health education activities. The number of participants who attended this health education was 39 participants, but only 33 participants were able to fill out the questionnaire. The method used was counseling in the form of a talk show that was interspersed with early detection of breast cancer demonstrations. In addition, participants filled out pre-tests and post-tests to evaluate the knowledge and understanding of participants before and after the health education was provided. The demographic data of the participants showed that there were 22 cadres (66.7%) and 11 PKK members (33.3%). Participants who had experience attending training were 21 participants (63.6%), and only 9 participants had experience providing counseling. There was a significant increase in knowledge after providing health education on non-communicable diseases to the participants (α=.006). Thus, health volunteers can play an active role in empowering their role in the community to inform about the prevention and identification of risk factors for non-communicable diseases. Keywords : Non-Communicable Diseases (NCDs), Health Education, Knowledge, and Health Volunteers
Utilization of Learning Videos Using Canva Application Edward Gland Tetelepta; Ferdinand Salomo Leuwol; Taty Hernawaty; Rahyu Setiani
At-Tasyrih: jurnal pendidikan dan hukum Islam Vol. 9 No. 2 (2023): At-Tasyrih: Jurnal Pendidikan dan Hukum Islam
Publisher : P3M IAI Nusantara Batang Hari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55849/attasyrih.v9i2.199

Abstract

This article is useful to recognize how maximal learning using software-based tools (canva) and increase the knowledge of students at SD IT Masjid Raya Lantai Batu. Covid 19 requires schools to implement online-style learning as a result requiring elementary students to utilize digital applications to be a sense to help students in using presentation frames, concept maps, placards, and others. Activity applications using the Canva application can be directly applied and practiced in elementary schools because the application is cheap and also attractive. Canva is software that can be used by teachers to create interesting teaching materials. The purpose of this activity is to improve teachers' ability to be creative in shaping teaching materials using the canva application. The results of making learning videos using the canva application for class v SD IT Masjid Raya Batu Floor gave many positive effects, this can be shown from the results of making learning videos using the Canva application and none of the students gave a negative impression. Keywords: Canva, Elementary School, Learning.
Co-Authors Aat Sriati Aat Sriati AI MARDHIYAH, AI Ai Wia Aisyah, Salsa amelia, siti halinda Anastasia Anna Anita Setyawati Annisa Khaerera Arlette Puspa Pertiwi Astiti, Indita Wilujeng Ayu Siti Marlina Azzahra Salsabila Bambang Eryanto Banda, Kondwani Joseph Cahyani, Gita Danil Haq Deviana Indriyanti Dewi Purwati Donny Nurhamsyah Donny Nurhamsyah Dyah Setyorini Efri Widianti Eka Afrima Sari Eko Nugraha Farkhah, Laeli Fathonah, Dewi Yulia Ferdinand Salomo Leuwol Firdaus, Rifqii Daiatul Firdaus, Rosalia Fitri Aulia Hadi Suprapto Arifin Hardiyati Hardiyati Harima Dayana Putri Harun, Hasniatisari Hasniatisari Harun Hendrawati Hendrawati Hendrawati Hendrawati Heni Dwi Windarwati Henik Tri Rahayu Hertini, Reni Hikmat, Rohman Iceu Amira Iceu Amira DA Ifna Rosydah Imas Maesaroh Imas Rafiyah Indita Wilujeng Astiti Indra Maulana Indra Maulana Indra Maulana Indra Maulana Indra Maulana` Indra Maulana Indriyanti, Deviana Intan Ayudhita Syena Intan Ayudhita Syena Irman Somantri Iwan Shalahuddin Iyus Yosep Iyus Yosep Khoirunnisa Khoirunnisa Kurniawan Kurniawan Lantang, Rica Nur Aprilia Lilibeth Al-Kofahy Lin, Mei-Feng Mahali, Nia Ainun Nadina Mamat Lukman Maziyya, Nur Milenia Shafaria Mudiyanselage, Sriyani Padmalatha Konara Muhtar, Ariel Akbar Arditia Mujahidah, Shafira Aulia Mutia Sundari Nandi Prima Yuda Nenden Nur Asriyani Maryam Nita Fitria NUGRAHA, EKO Nur Aini Nur Oktavia Hidayati Nur Oktavia Hidayati Nur Oktavia Hidayati Nurmansyah, Donny Nursifah, Anita Nursiswati Putri Ariani Rahyu Setiani Raihan, Fatwa Muhammad Ratna Multisari Ratu Nurafni Reni Hertini Rifqii Daiatul Firdaus Rina Fajar Sari, Rina Fajar Rizkiani Tri Ramdani Rosalia Firdaus Rozali Arsyad Kurniawan Ryan Hara Permana Sakti, Dimas Wibawa Sarah Kusumah Bakti Setiani, Haniifah Setiani Sheizi Prista Sari Shelly Iskandar Siti Rahmawati Siti Ulfah Rifa’atul Fitri Sri Hartati Pratiwi Sukma Senjaya Sukma Senjaya Sukmawati Sukmawati Suryani S Suryani S Suryani Suryani Suryani Suryani Suryani Suryani Suryani Suryani Tetelepta, Edward Gland Tetti Solehati Theresia Eriyani Titin Sutini Titis Kurniawan Tutu April Ariani Udin Rosidin Violla Anggiani Wina Winingsih Winingsih, Wina Wiwi Mardiah, Wiwi Wiwi Mardiyah Yolanda Yolanda Yulianita, Henny