Claim Missing Document
Check
Articles

Terapi Aktivitas Kelompok menurunkan Tingkat Halusinasi pada Pasien Skizofrenia: Literature Review Indra Maulana; Taty Hernawaty; Iwan Shalahuddin
Jurnal Keperawatan Jiwa (JKJ): Persatuan Perawat Nasional Indonesia Vol 9, No 1 (2021): Februari 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jkj.9.1.2021.153-160

Abstract

Jenis dan karakteristik gangguan jiwa sangat beragam, satu diantaranya yang sering dirawat yaitu skizofrenia. Diperkirakan lebih dari 90% pasien skizofrenia mengalami halusinasi. Untuk memperkecil dampak yang ditimbulkan halusinasi, dibutuhkan penanganan yang tepat. Terapi aktivitas kelompok adalah salah satu terapi modalitas yang merupakan upaya untuk memfasilitasi perawat atau psikoterapis terhadap sejumlah pasien pada waktu yang sama. Tujuan untuk mengetahui pengaruh Terapi Aktivitas Kelompok (TAK) terhadap penurunan tingkat halusinasi pada pasien skizofrenia. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode literature review. Penelusuran artikel dilakukan menggunakan beberapa search engine, diantaranya Google Scholar, Pubmed, dan Ebsco. Dalam penelusuran artikel ini digunakan batasan tahun yaitu mulai dari tahun 2015 hingga 2020. dan menghasilkan 27 temuan artikel. Lalu dilakukan penyeleksian  dan  didapatkan 5  artikel. Setelah artikel didapatkan, dilakukan critical appraisal pada kelima artikel tersebut menggunakan instrumen Joanna Briggs Institute (JBI). Kata kunci yang digunakan dalam penelusuran artikel berbahasa Inggris yaitu “Schizophrenia”, “Group Activity Therapy”, “Hallucination”, sedangkan dalam penelusuran artikel berbahasa Indonesia menggunakan kata kunci “Skizofrenia”, “Terapi Aktivitas Kelompok”, “Halusinasi”. Terapi Aktivitas Kelompok memberikan pengaruh yang signifikan dalam mengontrol beberapa penyakit mental seperti halusinasi, skizofrenia, delusi, dan depresi. Intervensi Terapi  Aktivitas Kelompok (TAK) dapat mengontrol halusinasi dan menurunkan halusinasi pada penderita skizofrenia secara signifikan. Kemudian lingkungan kelompok yang kondusif dan rasa saling percaya antar anggota kelompok dapat memutus halusinasi pada klien dengan skizofrenia.
Adolescents' Attitude Towards Premarital Sex Violla Anggiani; Taty Hernawaty; Efri Widianti
Jurnal Keperawatan Jiwa (JKJ): Persatuan Perawat Nasional Indonesia Vol 8, No 4 (2020): November 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jkj.8.4.2020.411-420

Abstract

Pangandaran is a tourism place given more impact on behavior sexuality among adolescents. One of the factors that most influence this behavior is attitude. The attitude becomes a stimulus for adolescents in reflecting premarital sexual behavior. This research aimed to find out the adolescent's attitudes towards premarital sexual behavior in SMA X Pangandaran. This research used a descriptive quantitative method with a cross-sectional approach. The study population was adolescents at SMA X Pangandaran with a total of 842 people. The data collection used proportionate stratified random sampling, with the sample counted as 240 students. Data were collected within 2 weeks using BSAS which was distributed online and the validity test was carried out with a score of 0.896 and a reliability test with an Alpha value of 0.861. Data were analyzed by the mean and standard deviation formulas. In this study, adolescent attitudes toward premarital sexual behavior tend to be less accepting about sex (permissiveness) 43,40 ± 5,772, responsible for birth control 11,14 ± 2,820, do not tend to fuse with sex partners (communion) 14, 96 ± 4.892, and do not tend sexual orientation (instrumentality) 18.36 ± 4.007. The majority of students consider premarital sex is not allowed and is a taboo subject to talk about.
Pendidikan Kesehatan Jiwa Bagi Kader Kesehatan Di Kecamatan Cikatomas Tasikmalaya Taty Hernawaty; Hadi Suprapto Arifin; Imas Rafiyah
Faletehan Health Journal Vol 5 No 1 (2018): Faletehan Health Journal, Maret 2018
Publisher : Universitas Faletehan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (147.672 KB) | DOI: 10.33746/fhj.v5i1.8

Abstract

Pada umumnya penderita gangguan jiwa tinggal bersama keluarga sehingga keberadaan kader di masyarakat sangat membantu pemerintah dalam menggerakkan masyarakat agar aktif dalam berbagai program kesehatan yang digalakkan pemerintah. Kader perlu memiliki pengetahuan mengenai kesehatan jiwa. Pendidikan kesehatan jiwa merupakan upaya langsung untuk meningkatkan pengetahuan kader. Kader di Kecamatan Cikatomas belum pernah mendapatkan pendidikan kesehatan jiwa secara khusus sehingga perlu diberikan pendidikan kesehatan jiwa agar pemahamannya meningkat. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan kader tentang pendidikan kesehatan jiwa di Kecamatan Cikatomas Tasikmalaya. Penelitian ini merupakan penelitian quasi eksperimental pre-post test. Populasinya adalah seluruh kader kesehatan yang berada di Kecamatan Cikatomas Tasikmalaya sebanyak 32 kader. Pemilihan sampel menggunakan sampling jenuh, yang dibagi menjadi 2 kelompok, yaitu kelompok perlakuan dan kelompok kontrol. Lokasi penelitian di Kecamatan Cikatomas Tasikmalaya. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner yang berisi pertanyaan tertutup dan telah dilakukan uji validitas-reliabilitas. Data dianalisis menggunakan distribusi frekuensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan kader meningkat, sebelum diberi pendidikan kesehatan jiwa menunjukan rerata nilai sebesar 29,34 dan setelahnya menjadi 35,20 dengan selisih 5,86. Hasil akhir dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi bagi pihak Puskesmas agar mengembangkan materi dan metoda yang diberikan pada kader dalam rangka mengoptimalkan program kesehatan jiwa.
The Differences of Nurses’ Work Stress in The Intensive Care Unit and Inpatient Room in A Psychiatric Hospital Irman Somantri; Taty Hernawaty; Ratna Multisari
Journal of Nursing Care Vol 2, No 1 (2019): Journal of Nursing Care
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (863.733 KB) | DOI: 10.24198/jnc.v2i1.19046

Abstract

Inpatient room in a psychiatric hospital is divided into the acute (intensive) room and non-acute (inpatient) room. Several types of research showed different levels of work stress experienced by nurses in those rooms. The work stress is a form of individual response towards physical and psychological demand caused by the interaction of an individual to the working environment. This research aimed to know the difference in the work stress levels of nurses in psychiatric intensive care unit and inpatient room at a Psychiatric Hospital in West Java Province. This research used a comparative analytical design. The 104 samples were chosen through proportional random sampling technique. The data were collected through New Brief Job Stress Questionnaire (New BJSQ) instrument containing 29 items. The technique of data analysis used was the Mann-Whitney test. The results showed that job stress levels of nurses in psychiatric intensive care unit and inpatient room were low with the median score 42 (SD=7.706 for the intensive care unit and in the inpatient room was 38 (SD=6.167). The results of the Mann-Whitney test found p-value (0.047) < 0,.5. In conclusion, there is a bit different in the job stress level of nurses in psychiatric intensive care unit and inpatient room. Maintaining the mechanism of adaptive coping, adding the number of nurses, and the policy regarding nurse room rotation schedules would be solutions to overcome with work stress. 
Faktor yang berhubungan dengan tingkat depresi pada pasien gagal ginjal kronis yang menjalani tindakan hemodialisa Indra Maulana; Iwan Shalahuddin; Taty Hernawaty
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 14, No 1 (2020)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (422.131 KB) | DOI: 10.33024/hjk.v14i1.2359

Abstract

Psychosocial factors: The depression level  in patients with chronic kidney disease maintained on dialysisBackground: Chronic renal failure undergoing hemodialysis therapy in the world is almost 1.5 million people, and in Indonesia there are approximately 0.2 people with chronic renal failure undergoing hemodialysis therapy. The impact of hemodialysis on the physical that will occur in patients become weak tired in living their daily lives, against the psychological impact that will occur on sleep problems, impurity and depression, the impact on social and economic conditions that will occur to patients on social relationships, and on the environment the client will also have an impact on the social environment in which he lives. Therefore hemodialysis therapy will have an impact on the quality of life of patients.Purpose: To determine Psychosocial factors: the depression level  in patients with chronic kidney disease maintained on dialysisMethod: A descriptive correlational study by a cross sectional design approach. The sample used was 40 respondents, data collection techniques using questionnaires and direct observation with results calculated based on the total answers to questions given by respondents with criteria: score <17 = no sign of depression, score 18-24 = mild depression, score 25-34 = moderate depression and a score of 35-51 = severe depression, while the bivariate test used chi-squareResults: There was a relationship among factors such as: age, educational, sex, duration of maintaine of hemodialysis therapy and sleep patterns with the depression level in patients with chronic kidney disease under maintained on dialysis at Garut dr. Slamet Hospital.Conclusion: Health workers (nurses) to provide motivational and therapeutic informing in implementing hemodialysis therapy so that patients are more excited and better understand the importance of hemodialysis and to reduce the level of depression.Keywords: Depression level; Patients; Chronic kidney disease; DialysisPendahuluan: Penyakit gagal ginjal kronik yang menjalani terapi hemodialisis di dunia hampir sekitar 1,5 juta orang, dan di indonesi hampitr sekitar 0,2 jiwa penderita gagal ginjal kronik yang menjalani terapi hemodialisis. Dampak hemodialisis terhadap fisik yang akan terjadi pada pasien menjadi lemah lelah dalam menjalani kehidupan sehari-hari, terhadap psikologis dampak yang akan terjadi pada masalah tidur, kecemasaan dan depresi, dampak terhadap sosial dan ekonomi yang akan terjadi pada pasien pada hubungan sosialnya, dan pada lingkungan klien juga akan berdampak pada sosial lingkungan dimana dia tinggal. Maka dari itu terapi hemodialisis akan berdampak pada kualitas hidup pasien.Tujuan: Mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan tingkat depresi pada pasien gagal ginjal kronis yang menjalani tindakan HemodialisaMetode: Menggunakan rancangan deskriptif korelasional dengan pendekatan desain cross sectional dengan sampel sebanyak 40 responden, teknik pengambilan data menggunakan kuesioner dan observasi langsung dengan hasil dihitung berdasarkan  total jawaban dari pertanyaan yang diberikan responden dengan kriteri skor <  17 = tidak ada depresi,  skor 18-24 = depresi ringan,  skor 25-34= depresi sedang dan skor 35-51= depresi berat                        sedangkan uji bivariat menggunakan chi-square.Hasil: Menunjukan adanya hubungan antara faktor : usia, pendidikan, jenis kelamin, lamanya periode menjalani terapi hemodialisa dan pola tidur. Semua faktor tersebut sangat  berhubungan dengan tingkat depresi pada pasien gagal ginjal kronik yang menjalani tindakan hemodialisa di Ruang Hemodialisa RSUD dr. Slamet Garut.Simpulan: Petugas kesehatan (perawat) agar memberikan motivasi dan terapeutik informing dalam pelaksanaan terapi hemodialisa agar pasien lebih bersemangat dan lebih memahami pentingnya hemodialisa serta untuk mengurangi tingkat depresi.
Edukasi Pentingnya Melakukan Hemodialisa Secara Rutin Bagi Pasien Gagal Ginjal Kronik Indra Maulana; Iwan Shalahuddin; Taty Hernawaty
JURNAL KREATIVITAS PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (PKM) Volume 4 Nomor 4 Agustus 2021
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v4i4.4076

Abstract

ABSTRAK Gagal ginjal kronis merupakan gangguan fungsi renal yang progresif dan irreversibel dimana kemampuan tubuh gagal untuk mempertahankan metabolisme dan keseimbangan cairan dan elektrolit sehingga terjadi uremia. Cemas (ansietas) adalah suatu keadaan patologik yang ditandai oleh perasaan ketakutan diikuti dan disertai tanda somatik. Kecemasan juga merupakan respon terhadap suatu ancaman yang sumbernya tidak diketahui, internal, samar-samar, atau konfliktual. Kecemasan salah satunya disebabkan oleh gangguan biologik, seperti penyakit ginjal kronik (PGK) yang membutuhkan hemodialisis. Penderita hemodialisis mengalami kecemasan, salah satunya dapat diakibatkan oleh kronisitas penyakit. Tujuan kegiatan adalah untuk memberikan sebuah  pemahaman  tentang  perlunya  dilakukan perawatan hemodialisa bagi pasien yang menjalani Hemodialisa di RSU Garut. Sasaran utama atau target khusus dari kegiatan ini adalah pasien gagal ginjal kronis yang dilakukan hemodialisa di ruang hemodialisa RSUD dr. Slamet  Garut. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah melalui pemutaran video, ceramah, dan diskusi serta tanya jawab. Kegiatan yang dilaksanakan pada bulan Juli 2018 di ruang kelas Demonstrasi Kampus Unpad Garut. peserta  yang  hadir  sebanyak 20 orang.  Acara diawali dengan pembukaan oleh kepala ruangan hemodialis,  dan penjelasan tentang kegiatan yang akan dilaksanakan. lalu memperkenalkan para pemateri yang hadir. Selanjutnya pemateri  mengajak  peserta  untuk  menyaksikan  tayangan  video  tentang  testimony pasien gagal ginjal kronis dan bahaya gagal ginjal kronis pada tubuh manusia dan dilanjutkan dengan ceramah tentang pentingnya dilakukan hemodialisa pada pasien gagal ginjal kronis. Setelah pemutaraan video dan cermah tersebut selesai, maka dilakukan diskusi dan tanya jawab seputar isi materi kegiatan. Acara ditutup  dengan  pembagian hadiah bagi  tiga orang peserta yang paling aktif selama  mengikuti  kegiatan.  Kegiatan  ini  memberikan  hasil  tentang  pemahaman tentang keuntungan hemodialisa bagi pasien gagal ginjal kronis.  Kata Kunci: Cemas, Edukasi, Gagal Ginjal Kronis, Hemodialisa    ABSTRACT Chronic renal failure is a progressive and irreversible impairment of renal function in which the body's ability to fail to maintain metabolism and fluid and electrolyte balance resulting in uremia. Anxiety (anxiety) is a pathological condition characterized by a feeling of fear followed and accompanied by somatic signs. Anxiety is also a response to a threat whose source is unknown, internal, vague, or conflictual. One of the causes of anxiety is biological disorders, such as chronic kidney disease (CKD) which requires hemodialysis. Hemodialysis sufferers experience anxiety, one of which can be caused by the chronicity of the disease. The purpose of the activity is to provide an understanding of the need for hemodialysis treatment for patients undergoing hemodialysis at Garut General Hospital. The main target or specific target of this activity is chronic kidney failure patients who are undergoing hemodialysis in the hemodialysis room of dr. Slamet Garut. The method used in this activity is through video playback, lectures, and discussion, and question and answer. Activities were carried out in July 2018 in the Garut Campus Demonstration classroom. participants who attended were 20 people. The event begins with an opening by the head of the hemodial room, and an explanation of the activities to be carried out. then introduced the presenters. Furthermore, the speaker invited the participants to watch a video about the testimony of chronic kidney failure patients and the dangers of chronic kidney failure in the human body and continued with a lecture on the importance of hemodialysis in chronic kidney failure patients. After the screening of the video and lecture was completed, a discussion and question and answer were held about the content of the activity material. The event was closed by distributing prizes to the three most active participants during the activity. This activity provides an understanding of the benefits of hemodialysis for patients with chronic renal failure. Keywords: Anxiety, Education, Chronic Renal Failure, Hemodialysis
HUBUNGAN KONSEP DIRI DENGAN PERILAKU SEKSUAL BERESIKO PADA REMAJA Wina Winingsih; Tetti Solehati; Taty Hernawaty
Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal Vol 9 No 4 (2019): Oktober
Publisher : LPPM STIKES KENDAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (96.563 KB) | DOI: 10.32583/pskm.9.4.2019.343-352

Abstract

Breast cancer is the most common invasive cancer in women throughout the world and the second highest cause of cancer death after lung cancer. The purpose of this study was to review a variety of nursing management in breast cancer patients. Research methods: searching strategy was carried out in four data bases namely PUBMED, EBSCO, COCHRANE, and PROQUEST. All databases were chosen with the consideration that all databases were credible in the health and medical fields. The article criteria were a study published in English, published in 2015-2019, and used a Randomized Control Trial study. Researchers found 22 studies that it included the research criteria, namely interventions for nursing management in breast cancer patients. Results: Nursing management for breast cancer patients consisted of interventions, programs and screening. Interventions that can be applied to breast cancer patients consisted of interventions that can reduce anxiety, pain, fatigue, menoupouse symptoms, improve quality of life, physical examination results, physical activity, and cope with nausea. Programs for breast cancer patients consisted of: programs for fulfilling nutrition, physical activity to reduce mucositis and lymphoma, PIE (to increase knowledge, treatment techniques, and increase discomfort). Screening to find out the problems of patients with breast cancer. Conclusion: all interventions, programs, and screening are effective in nursing management for breast cancer patients.
Gambaran Cyberbullying pada Siswa di SMA X Kota Bandung Intan Ayudhita Syena; Taty Hernawaty; Anita Setyawati
Jurnal Keperawatan BSI Vol 8 No 1 (2020): Jurnal Keperawatan BSI
Publisher : LPPM Universitas BSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (836.215 KB)

Abstract

Penggunaan internet pada remaja tidak hanya berdampak positif melainkan juga dapat menimbulkan dampak negatif, salah satunya yatu cyberbullying. Seseorang yang terlibat cyberbullying memiliki dampak, seperti perasaan cemas, malu dan marah, sehingga penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kejadian cyberbullying pada siswa di SMA X Kota Bandung. Rancangan penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Populasi yang dilibatkan berjumlah 743 siswa dari kelas X dan XI di SMA X Kota Bandung. Berdasarkan teknik stratified random sampling didapatkan 260 siswa sebagai sampel penelitian. Pada penelitian ini menggunakan instrumen cyberbullying dari teori yang digunakan oleh peneliti sendiri berdasarkan teori Willard (2007). Data dianalisis secara statistik deskriptif menggunakan distribusi frekuensi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 93,1% responden terlibat cyberbullying dan 6,9% tidak terlibat cyberbullying (n=260). Dari responden yang terlibat cyberbullying sebanyak 93,1% (242 siswa) terdapat 4,1% (10 orang) sebagai pelaku, 17,0% (41 orang) sebagai korban, dan 78,9% (191 orang) sebagai pelaku dan korban. Berdasarkan bentuk yang paling banyak terjadi pada responden sebagai pelaku, korban serta pelaku dan korban yaitu bentuk Flaming (41,0%) sedangkan paling sedikit yaitu Cyberstalking (14,9%). Simpulan dari penelitian ini sebagian besar siswa terlibat cyberbullying yang menjadi pelaku dan juga sekaligus menjadi korban, sehingga menimbulkan dampak yang mempengaruhi. Hal ini menunjukkan bahwa perlu adanya tindak lanjut dari perawat dalam menangani dampak dari masing-masing bentuk cyberbullying khususnya pada kondisi fisik dan psikologisnya. Perawat dapat melakukan penanganan seperti manajemen marah, mengatasi kecemasan dan cara meningkatkan koping yang baik.
Gambaran Cyberbullying Pada Siswa di SMA X Kota Bandung Intan Ayudhita Syena; Taty Hernawaty; Anita Setyawati
Jurnal Keperawatan BSI Vol 7 No 2 (2019): Jurnal Keperawatan BSI
Publisher : LPPM Universitas BSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (233.679 KB)

Abstract

ABSTRAK Penggunaan internet pada remaja tidak hanya berdampak positif melainkan juga dapat menimbulkan dampak negatif, salah satunya yatu cyberbullying. Seseorang yang terlibat cyberbullying memiliki dampak, seperti perasaan cemas, malu dan marah, sehingga penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kejadian cyberbullying pada siswa di SMA X Kota Bandung. Rancangan penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Populasi yang dilibatkan berjumlah 743 siswa dari kelas X dan XI di SMA X Kota Bandung. Berdasarkan teknik stratified random sampling didapatkan 260 siswa sebagai sampel penelitian. Pada penelitian ini menggunakan instrumen cyberbullying dari teori yang digunakan oleh peneliti sendiri berdasarkan teori Willard (2007). Data dianalisis secara statistik deskriptif menggunakan distribusi frekuensi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 93,1% responden terlibat cyberbullying dan 6,9% tidak terlibat cyberbullying (n=260). Dari responden yang terlibat cyberbullying sebanyak 93,1% (242 siswa) terdapat 4,1% (10 orang) sebagai pelaku, 17,0% (41 orang) sebagai korban, dan 78,9% (191 orang) sebagai pelaku dan korban. Berdasarkan bentuk yang paling banyak terjadi pada responden sebagai pelaku, korban serta pelaku dan korban yaitu bentuk Flaming (41,0%) sedangkan paling sedikit yaitu Cyberstalking (14,9%). Simpulan dari penelitian ini sebagian besar siswa terlibat cyberbullying yang menjadi pelaku dan juga sekaligus menjadi korban, sehingga menimbulkan dampak yang mempengaruhi. Hal ini menunjukkan bahwa perlu adanya tindak lanjut dari perawat dalam menangani dampak dari masing-masing bentuk cyberbullying khususnya pada kondisi fisik dan psikologisnya. Perawat dapat melakukan penanganan seperti manajemen marah, mengatasi kecemasan dan cara meningkatkan koping yang baik. Kata Kunci: Cyberbullying, Media Sosial, Remaja ABTRACT Background. Internet using in adolescents not only have a positive impact, but also can have a negative impact, one of which is cyberbullying. Someone who involved in cyberbullying has an impact such as feeling embarrassed, anxious and angry, so this research aims to describe the incidence of cyberbullying in students at Senior High School X in Bandung City. The design of this study was a quantitative descriptive methods. The population involved amounted to 743 students from class X and class XI at Senior High School X in Bandung City. Based on the stratified random sampling technique obtained 260 students as the research sample. This research using a cyberbullying instrument from the theory used by the researchers themselves based on Willard's (2007) theory. This study used univariate analysis, so the data were analyzed descriptively and statistically by frequency distribution. The results of this research indicate that 93.1% of respondents involved cyberbullying and 6.9% were not involved in cyberbullying (n=260). Of the repondents involved in cyberbullying 93.1% (242 students) there were 4.1% (10 people) as perpetrators, 17.0% (41 People) as victims, and 78.9% (191 people) as perpetrators and victims. Based on the form, the most occurred to respondents as perpetrators, victims, and perpetrators and victims, namely Flaming form (41.0%) while the least namely Cyberstalking form (14.9%). The conclusions from this research are that most students are involved in cyberbullying as perpetrators and also at the same time become victims, so it can causing an impact. This condition shows that there is a need from nurses's help for follow up this cases in dealing with the impact of each form of cyberbullying especially on their physical and psychological conditions. Nurses can handle such things as anger management, overcoming anxiety and ways to improve coping well. Keywords: Cyberbullying, Social Media, Teenagers
TEKNIK RELAKSASI MENURUNKAN KECEMASAN: NARRATIVE REVIEW Taty Hernawaty; Aat Sriati; Imas Maesaroh; Azzahra Salsabila; Ratu Nurafni
Jurnal Cakrawala Ilmiah Vol. 2 No. 3: November 2022
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jcijurnalcakrawalailmiah.v2i3.4028

Abstract

Kecemasan memerlukan intervensi agar tidak memburuk kondisinya. Salah satu intervsni yang dapat dilakukan adalah teknik relaksasi. Teknik ini menjadi prosedur yang mudah dilakukan dan tidak membutuhkan waktu yang lama. Tujuan penelitian untuk mengetahui intervensi teknik relaksasi yang dapat dilakukan dalam menurunkan skor kecemasan. Metode pencarian literatur secara komprehensif melalui database PubMed, Since direct, dan CINAHL. Hasil penyaringan diperoleh 14 artikel yang memenuhi syarat. Hasil penelitian diperoleh terdapat tujuh intervensi teknik relaksasi yang dapat dilakukan untuk menurunkan skor kecemasan, antara lain: diaphragmatic breathing relaxation (DBR), teknik papworth, teknik relaksasi nafas bersalin, aromaterapi, Jacobson’s relaxation, Benson Relaxation Method (BRM), CD relaksasi otogenik swadaya, mendengarkan musik meditatif, mendengarkan Musik Pilihan, mendengarkan Musik Santai dan Emotional Freedom Techniques. Kesimpulan, DBR, teknik papworth, teknik relaksasi nafas bersalin, aromaterapi, Jacobson’s relaxation, BRM, CD relaksasi otogenik swadaya, mendengarkan musik meditatif, mendengarkan Musik Pilihan, mendengarkan Musik Santai dan Emotional Freedom Techniques efektif untuk menurunkan skor kecemasan.
Co-Authors Aat Sriati Aat Sriati AI MARDHIYAH, AI Ai Wia Aisyah, Salsa amelia, siti halinda Anastasia Anna Anita Setyawati Annisa Khaerera Arlette Puspa Pertiwi Astiti, Indita Wilujeng Ayu Siti Marlina Azzahra Salsabila Bambang Eryanto Banda, Kondwani Joseph Cahyani, Gita Danil Haq Deviana Indriyanti Dewi Purwati Donny Nurhamsyah Donny Nurhamsyah Dyah Setyorini Efri Widianti Eka Afrima Sari Eko Nugraha Farkhah, Laeli Fathonah, Dewi Yulia Ferdinand Salomo Leuwol Firdaus, Rifqii Daiatul Firdaus, Rosalia Fitri Aulia Hadi Suprapto Arifin Hardiyati Hardiyati Harima Dayana Putri Harun, Hasniatisari Hasniatisari Harun Hendrawati Hendrawati Hendrawati Hendrawati Heni Dwi Windarwati Henik Tri Rahayu Hertini, Reni Hikmat, Rohman Iceu Amira Iceu Amira DA Ifna Rosydah Imas Maesaroh Imas Rafiyah Indita Wilujeng Astiti Indra Maulana Indra Maulana Indra Maulana Indra Maulana Indra Maulana` Indra Maulana Indriyanti, Deviana Intan Ayudhita Syena Intan Ayudhita Syena Irman Somantri Iwan Shalahuddin Iyus Yosep Iyus Yosep Khoirunnisa Khoirunnisa Kurniawan Kurniawan Lantang, Rica Nur Aprilia Lilibeth Al-Kofahy Lin, Mei-Feng Mahali, Nia Ainun Nadina Mamat Lukman Maziyya, Nur Milenia Shafaria Mudiyanselage, Sriyani Padmalatha Konara Muhtar, Ariel Akbar Arditia Mujahidah, Shafira Aulia Mutia Sundari Nandi Prima Yuda Nenden Nur Asriyani Maryam Nita Fitria NUGRAHA, EKO Nur Aini Nur Oktavia Hidayati Nur Oktavia Hidayati Nur Oktavia Hidayati Nurmansyah, Donny Nursifah, Anita Nursiswati Putri Ariani Rahyu Setiani Raihan, Fatwa Muhammad Ratna Multisari Ratu Nurafni Reni Hertini Rifqii Daiatul Firdaus Rina Fajar Sari, Rina Fajar Rizkiani Tri Ramdani Rosalia Firdaus Rozali Arsyad Kurniawan Ryan Hara Permana Sakti, Dimas Wibawa Sarah Kusumah Bakti Setiani, Haniifah Setiani Sheizi Prista Sari Shelly Iskandar Siti Rahmawati Siti Ulfah Rifa’atul Fitri Sri Hartati Pratiwi Sukma Senjaya Sukma Senjaya Sukmawati Sukmawati Suryani S Suryani S Suryani Suryani Suryani Suryani Suryani Suryani Suryani Suryani Tetelepta, Edward Gland Tetti Solehati Theresia Eriyani Titin Sutini Titis Kurniawan Tutu April Ariani Udin Rosidin Violla Anggiani Wina Winingsih Winingsih, Wina Wiwi Mardiah, Wiwi Wiwi Mardiyah Yolanda Yolanda Yulianita, Henny