Claim Missing Document
Check
Articles

Screen Fatigue During Online Learning Among First Grade of Nursing Students Yosep, Iyus; Sakti, Dimas Wibawa; Mardhiyah, Ai; Maulana, Indra; Hernawaty, Taty; Lukman, Mamat
Jurnal Keperawatan Komprehensif (Comprehensive Nursing Journal) Vol. 10 No. 2 (2024): JURNAL KEPERAWATAN KOMPREHENSIF (COMPREHENSIVE NURSING JOURNAL)
Publisher : STIKep PPNI Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33755/jkk.v10i2.631

Abstract

Aims: Online learning causes mental health problems in students. Fatigue among students can hinder concentration, memory retention, and cognitive functioning, leading to decreased academic productivity, heightened stress, and disrupted personal and social lives. Screen fatigue among students can be attributed to factors such as prolonged screen exposure, inadequate breaks, poor ergonomics, multitasking, content nature, sleep deprivation, screen brightness, glare, visual discomfort, and reduced physical interaction during online classes. Method: This study used a quantitative descriptive design. The population in this study were first-year nursing students during online learning. The sample technique used total sampling. The sample in this study amounted to 180 respondents. Data collection used the Zoom Exhaustion & Fatigue Scale (ZEF Scale). Univariate data analysis to describe the frequency of screen fatigue levels in students. Results: The results of this study indicate that the majority of students have a moderate level of screen fatigue, namely 77 respondents (42.8%). Then respondents with low screen fatigue category were 45 people (25%). Then respondents with high screen fatigue category were 58 people (32.2%). This shows that student screen fatigue is still high, so lecturers and students must care about each other's mental health problems during online learning. Conclusion: Screen fatigue is a problem experienced by students during online learning, this data becomes data for universities to develop learning methods that are effective in reducing the problem of screen fatigue in students. Nursing Implications: The implication of this research is that there is data for universities and lecturers in providing psychological services to students during online learning.
Gambaran Cabin Fever Pada Masa Pembelajaran Hybrid Mahasiswa Program Sarjana Mahali, Nia Ainun Nadina; Sriati, Aat; Eriyani, Theresia; Hernawaty, Taty; Yulianita, Henny
Journal of Telenursing (JOTING) Vol 5 No 2 (2023): Journal of Telenursing (JOTING)
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/joting.v5i2.8057

Abstract

This study aims to determine the description of cabin fever during the hybrid learning period in undergraduate students at the Faculty of Nursing, Padjadjaran University. The research method used is descriptive quantitative. The population of this research is the 2019 and 2020 Faculty of Nursing Undergraduate Program Students with a total sample of 262 students. Sampling using total sampling technique. The results showed that the average score of cabin fever in nursing students at Padjadjaran University was (15 ± 12.44), which means that the level of cabin fever during the hybrid learning period was less than the average score of 15 and it can be concluded that cabin fever among nursing students at Padjadjaran University during the hybrid learning period fall into the low category. Keywords: Cabin fever, Hybrid Learning, Nursing Students
PENINGKATAN PENGETAHUAN TENTANG KEKERASAN SEKSUAL MELALUI LITERASI INFORMASI PENDIDIKAN SEKS PADA SISWA SEKOLAH MENENGAH Hernawaty, Taty; Arifin, Hadi Suprapto; Nurmansyah, Donny; Fitri, Siti Ulfah Rifa'atul; Sriati, Aat Sriati
DHARMAKARYA: Jurnal Aplikasi Ipteks untuk Masyarakat Vol 13, No 2 (2024): Juni : 2024
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/dharmakarya.v13i2.46397

Abstract

Remaja rentan menjadi korban kekerasan seksual. Salah satu Langkah pencegahan kekerasan seksual adalah memahami seluk beluk kekerasan seksual. Oleh karena itu, remaja perlu memiliki kemampuan literasi informasi yang baik tentang kekerasan seksual. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan siswa remaja melalui kegiatan literasi informasi tentang pendidikan seks. Kegiatan dilakukan pada Januari 2023 mulai dari survei sampai evaluasi. Target sasaran kegiatan ini adalah seluruh siswa sekolah menengah di Desa Cintaratu. Sekolah Menengah Pertama Negeri 2 Parigi dan Sekolah Menengah Pertama Plus Ma’Arif adalah dua sekolah yang berada di wilayah Desa Cintaratu Kecamatan Parigi Kabupaten Pangandaran. Kegiatan ini diikuti oleh 50 siswa yang dipilih oleh masing-masing sekolah sebagai perwakilan. Kegiatan dilaksanakan di Balai Desa Cintaratu. Pengukuran dilakukan melalui kuesioner dalam bentuk google-formulir. Hasil pengukuran menunjukkan bahwa pengetahuan dan sikap para siswa meningkat setelah mengikuti kegiatan literasi informasi pendidikan seks dengan rerata 23% dan 5%. Perilaku para siswa termasuk dalam kategori masih wajar sebagai individu dalam tahap perkembangan remaja. Kesimpulannya, kegiatan serupa tetap perlu dilakukan untuk meningkatkan kesadaran siswa agar berperilaku baik terkait pencegahan kekerasan seksual.
OPTIMALISASI KADER KESEHATAN DALAM PENCEGAHAN DIABETES DI WILAYAH KABUPATEN BANDUNG, JAWA BARAT Kurniawan, Titis; Nursiswati, Nursiswati; Harun, Hasniatisari; Hernawaty, Taty
DHARMAKARYA: Jurnal Aplikasi Ipteks untuk Masyarakat Vol 13, No 2 (2024): Juni : 2024
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/dharmakarya.v13i2.49826

Abstract

Diabetes mellitus merupakan masalah kesehatan serius, tidak dapat diobati, banyak menimbulkan komplikasi, dan memiliki banyak faktor penyebab. Karenanya, pencegahan merupakan strategi terbaik untuk mengatasi permasalahan terkait diabetes. Kader kesehatan merupakan garda terdepan dalam upaya pencegahan penyakit diabetes. Sayangnya kebanyakan kader belum cakap dalam mengenali faktor risiko maupun mengidentifikasi tingkat risiko diabetes. Sehingga upaya peningkatan pengetahuan dan kemampuan kader dalam kedua hal tersebut menjadi sangat penting. Kegiatan pengabdian ini ditujukan untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuan kader kesehatan dalam mengenali dan mengidentifikasi tingkat risiko diabetes. Untuk itu, kami mengadakan pendidikan dan pelatihan kader kesehatan terkait diabetes, faktor risiko dan upaya pencegahannya, serta simulasi skrining tingkat risiko diabetes menggunakan FINDRISC diabetes assessment tool. Tim juga melakukan mediasi baik dengan pihak Puskesmas maupun kleurahan di wilayah setempat. Kegiatan dijalankan di salah satu keluraran di Wilayah Kabupaten Bandung, Jawa Barat dengan melibatkan 88 kader kesehatan. Kader berpartisipasi aktif selama kegiatan, mengajukan pertanyaan, berbagi pengalaman, dan berdiskusi terkait materi yang disampaikan. Berdasarkan hasil evaluasi, ditemukan adanya peningkatan skor pengetahuan sebesar 15% setelah pemberian materi (75% vs. 60%). Dari simulasi skrining tingkat risiko diabetes, peserta menyatakan bahwa pengisian formulir tidak terlalu sulit kecuali pada bagian pengisian indeks masa tubuh. Dari simulasi ini ditemukan juga bahwa setengah (50,72%) kader mengalami peningkatan risiko (peluang terkena diabetes sebesar 4%). Kegiatan pengabdian ini efektif meningkatkan pemahaman dan kemampuan kader dalam mengenal dan menilai tingkat risiko diabetes. Kegiatan serupa perlu secara berkala dijalankan untuk upgrading maupun tindak lanjut temuan terkait tingkat risiko diabetes pada kader.
Pengaruh Terapi Psikoreligius pada Pasien dengan Gangguan Persepsi Sensori: Halusinasi Pendengaran dan Penglihatan: Case Report Cahyani, Gita; Hernawaty, Taty; Hendrawati, Hendrawati
Jurnal Keperawatan Jiwa Vol 12, No 4 (2024): November 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jkj.12.4.2024.779-790

Abstract

Skizofrenia merupakan gangguan jiwa berat yang sering terjadi pada dengan jenis kelamin laki-laki dan pada rentang usia remaja akhir dan usia produktif. Halusinasi menjadi gejala paling banyak ditemukan pada pasien dengan kondisi skizofrenia. Terapi psikoreligius merupakan terapi non-farmakologi yang membantu meringankan gejala halusinasi pada pasien dengan menekankan pada aktivitas keagamaan sesuai dengan keyakinan dan kebutuhan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pemberian terapi psikoreligius pada pasien dengan gejala halusinasi pendengaran dan penglihatan. Metode yang digunakan merupakan case report dengan pendekatan asuhan keperawatan jiwa yang bersamaan dengan pemberian terapi psikoreligius pada pasien dengan masalah halusinasi pendengaran dan penglihatan. Pelaksanaan asuhan keperawatan dilakukan selama sembilan hari. Penatalaksanaan intervensi terapi psikoreligius yang diberikan meliputi pemberian terapi zikir, memfasilitasi salat 5 waktu, pembacaan asmaul husna, dan terapi murottal Al-Qur'an menunjukkan hasil adanya penurunan gejala halusinasi yang ditunjukkan dengan pasien mengatakan lebih tenang dan tidak melihat bayangan atau mendengar suara, aktivitas motorik agitasi menurun, pasien kooperatif, dan daya fokus meningkat. Pemberian asuhan keperawatan bersamaan dengan pemberian terapi psikoreligius yang disesuaikan dengan kebutuhan dan spiritualitas pasien dapat menurunkan gejala halusinasi yang dirasakan oleh pasien.
Hubungan antara Tekanan Teman Sebaya dan Kejadian Bullying pada Remaja Aisyah, Salsa; Hernawaty, Taty; Permana, Ryan Hara; Senjaya, Sukma
Faletehan Health Journal Vol 12 No 01 (2025): Faletehan Health Journal, Maret 2025
Publisher : Universitas Faletehan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33746/fhj.v12i01.658

Abstract

Aggressive behavior among peers is currently gaining renewed attention within educational institutions. Peers exerting negative pressure can influence deviant behavior, one of which is bullying. The purpose of this study was to determine the relationship between peer pressure and the incidence of bullying among adolescents at SMP X. This study employed a quantitative correlational design with a cross-sectional approach. The study population comprised all adolescents at SMP X, totaling 1.047 individuals. The sample was drawn using the Slovin formula with the proportionate stratified random sampling technique, resulting in a minimum sample size of 289 individuals. Data collection utilized the peer pressure inventory and the adolescent peer relations instrument questionnaires, which were then analyzed using the Spearman rank test with the SPSS application. The results indicated that the incidence of bullying among adolescents was in the high category (54%), with a similarly high level of peer pressure (53%). Furthermore, there was a relationship between peer pressure and bullying incidence among adolescents (p=0.000) with a positive direction and a weak correlation between the variables (r=0.285). The incidence of bullying among adolescents in the school environment was influenced by peer factors. New strategies from various parties were expected to be developed to prevent bullying among adolescents.
Penerapan terapi musik klasik mozart pada klien skizofrenia dengan risiko perilaku kekerasan Nursifah, Anita; Hendrawati, Hendrawati; Hernawaty, Taty
Holistik Jurnal Kesehatan Vol. 19 No. 1 (2025): Volume 19 Nomor 1
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan-fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v19i1.789

Abstract

Background: Schizophrenia sufferers have higher levels of aggression and violent behavior, including the potential for violence against themselves and others. There are two methods of treating schizophrenia, namely pharmacological and non-pharmacological therapy. One non-pharmacological therapy that can be applied is Mozart's classical music therapy which is useful for reducing stress, improving mood, and reducing symptoms of agitation in schizophrenia sufferers who are at risk of violent behavior. Purpose: To evaluate the application of Mozart's classical music therapy to schizophrenia clients who are at risk of violent behavior. Method: Case report study to explain the results of the Mozart classical music intervention on early adult male clients with paranoid schizophrenia mozart medical who often experience relapses with nursing problems of violent behavior risk. The study was conducted at the West Java Provincial Mental Hospital on May 29-31, 2024. Evaluation was carried out through subjective and objective symptoms based on the Indonesian Nursing Diagnosis Standards book. Results: Objective and subjective assessments before the intervention, the client appeared restless, clenched hands, sharp eyes, a slightly high tone of voice, stiff posture, and also agitation. After the first intervention, the client appeared somewhat calm and relaxed. The second intervention, the client still had a stiff posture and his hands occasionally clenched. On the third day, the client still had a slightly stiff posture, but better than the first and second days. Conclusion: Mozart classical music therapy showed better changes in reducing subjective and objective signs related to the risk of violent behavior in schizophrenic clients, especially those who showed behavior that appeared restless, clenched hands, sharp eyes, a slightly high tone of voice, and agitation. Suggestion: Further research can conduct interventions with a longer period of time because this study was only conducted for 3 days so that the results of Mozart classical music therapy were not optimal.   Keywords: Classical Music; Mozart; Schizophrenia; Therapy; Violent Behavior.   Pendahuluan: Penderita skizofrenia memiliki tingkat agresivitas dan tindakan kekerasan yang lebih tinggi, termasuk potensi kekerasan terhadap diri sendiri maupun orang lain. Terdapat dua metode penanganan skizofrenia yaitu terapi farmakologi dan nonfarmakologi. Salah satu terapi non farmakologi yang dapat diterapkan adalah terapi musik klasik mozart yang bermanfaat untuk mengurangi stres, memperbaiki suasana hati, dan menurunkan gejala agitasi pada penderita skizofrenia dengan risiko perilaku kekerasan. Tujuan: Untuk mengevaluasi penerapan terapi musik klasik mozart pada klien skizofrenia dengan risiko perilaku kekerasan. Metode: Penelitian case report untuk menjelaskan hasil intervensi penerapan musik klasik mozart pada klien laki-laki dewasa awal dengan mozart medis skizofrenia paranoid yang sering mengalami kekambuhan dengan masalah keperawatan risiko perilaku kekerasan. Penelitian dilakukan di Rumah Sakit Jiwa Provinsi Jawa Barat pada 29-31 Mei 2024. Evaluasi dilakukan melalui tanda gejala subjektif dan objektif berdasarkan buku Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia. Hasil: Pengkajian secara objektif dan subjektif sebelum intervensi, klien tampak tidak tenang, tangan mengepal, sorot mata yang tajam, nada bicara yang sedikit tinggi, postur tubuh kaku, dan juga agitasi. Setelah intervensi pertama, klien tampak sedikit tenang dan rileks. Intervensi kedua, klien masih terlihat postur tubuhnya kaku dan juga tangannya sesekali masih mengepal. Pada hari ketiga, klien terlihat masih memiliki postur tubuh yang sedikit kaku, tetapi lebih baik daripada hari pertama dan kedua. Simpulan: Terapi musik klasik mozart menunjukkan perubahan yang lebih baik dalam mengurangi tanda-tanda subjektif dan objektif terkait risiko perilaku kekerasan pada klien skizofrenia, terutama yang menunjukkan perilaku tampak tidak tenang, tangan mengepal, sorot mata yang tajam, nada bicara yang sedikit tinggi, dan agitasi. Saran: Penelitian selanjutnya dapat melakukan intervensi dalam jangka waktu yang lebih lama karena dalam penelitian ini hanya dilakukan selama 3 hari, sehingga hasil terapi musik klasik mozart kurang optimal.   Kata Kunci: Mozart; Musik Klasik; Perilaku Kekerasan; Skizofrenia; Terapi.
Implementation of hallucination strategies - A case study on adolescent with hearing hallucinations Firdaus, Rosalia; Hernawaty, Taty; Suryani, Suryani; Banda, Kondwani Joseph
The Journal of Palembang Nursing Studies Vol. 2 No. 3 (2023): September 2023
Publisher : Palembang MediRose Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55048/jpns89

Abstract

Background: Schizophrenia stands out as a prominent type of psychosis among various mental disorders. Auditory hallucinations, a prevailing symptom, particularly affect patients with primary psychotic disorders, showcasing a lifetime prevalence rate of 60-80% within the spectrum of schizophrenia disorders. Objective: This case study presents data and insights concerning the management of nursing challenges linked to auditory hallucinations. Case: A 17-year-old male was admitted to the psychiatric hospital after being involved in a violent incident with his family. He contended that he was compelled by an external entity to carry out this act. When in his room, the patient exhibits pronounced hallucinatory behavior, including tangential thinking, inability to concentrate during conversations, physically covering his ears in fear, and restless pacing, occasionally attempting to conceal himself under the bed. The nurse employs intervention strategies to address the client’s hallucinations, incorporating methods to gain control over them. These strategies involve encouraging breaks, fostering engagement in positive activities, closely monitoring the patient, and providing education on consistent medication adherence. Conclusions: After a nine-day period of effectively managing the hallucinations, the patient gains substantial control over them, thereby leading to the resolution of his hallucinatory issues. This research holds potential as a valuable resource for psychiatric nurses in devising interventions within psychiatric hospital settings. Furthermore, it can serve as a foundational component for the evaluation of psychiatric facilities in their provision of effective interventions for patients with psychiatric conditions
MASALAH RISIKO PERILAKU KEKERASAN PADA PASIEN SKIZOAFEKTIF DI RSJ CISARUA: LAPORAN KASUS Indriyanti, Deviana; Sutini, Titin; Hernawaty, Taty; Rafiyah, Imas
SENTRI: Jurnal Riset Ilmiah Vol. 3 No. 6 (2024): SENTRI : Jurnal Riset Ilmiah, Juni 2024
Publisher : LPPM Institut Pendidikan Nusantara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/sentri.v3i6.2990

Abstract

Skizoafektif merupakan penyakit kejiwaan dengan gejala psikotik (tidak mampu membedakan khayalan dan realita) yang menetap, meliputi halusinasi atau delusi, yang terjadi bersamaan dengan gangguan mood yang terbagi dalam episode depresi, manik, maupun campuran. Permasalahan utama pada pasien skizoafektif adalah perilaku kekerasan yang bisa membahayakan diri sendiri, orang lain, serta lingkungan sekitar. Tujuan penelitian ini mendeskripsikan penatalaksanaan kasus risiko perilaku kekerasan pada pasien skizoafektif. Metode yang diterapkan dalam artikel ini yaitu laporan kasus. Kasus yang diangkat laki-laki berusia 34 tahun dengan tanda gejala gelisah, terlihat tegang, pandangan tajam, mengatakan orang-orang tidak suka padanya dan mengatakan bahwa ia juga tidak menyukai saudaranya karena sering mengganggunya, ketika bercerita tentang saudaranya nada suara meninggi, tangan menunjuk-nunjuk pada sembarang arah, sesekali mengepal beberapa saat. Pasien diberikan intervensi keperawatan membantu pasien dalam mengenali penyebab, tanda gejala, perilaku kekerasan yang terjadi, dan konsekuensi dari perilaku kekerasan tersebut, tarik nafas dalam atau melakukan kegiatan yang pasien suka, intervensi spiritual dengan berdzikir, dan pendekatan verbal dengan mengungkapkan, meminta, dan menolak sesuatu dengan cara yang benar. Setelah dilakukan intervensi selama 7 kali pertemuan di ruangan, adanya beberapa perubahan perilaku pada pasien sehingga disimpulkan adanya penurunan terjadinya risiko perilaku kekerasan dan pasien mampu untuk mengontrol perasaannya
PENERAPAN ASUHAN KEPERAWATAN PASIEN DENGAN GANGGUAN ISI PIKIR WAHAM Firdaus, Rifqii Daiatul; Hernawaty, Taty; Sutini, Titin
SENTRI: Jurnal Riset Ilmiah Vol. 3 No. 6 (2024): SENTRI : Jurnal Riset Ilmiah, Juni 2024
Publisher : LPPM Institut Pendidikan Nusantara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/sentri.v3i6.3018

Abstract

Latar belakang: Skizofrenia adalah gangguan mental berat yang ditandai dengan pengalaman psikotik seperti waham. Jenis waham yang umum terjadi adalah waham kebesaran dengan prevalensi sepertiga dari delusi pada pasien psikosis non-afektif. Waham dapat menyebabkan gangguan komunikasi, pikiran tidak sesuai kenyataan, hingga resiko perilaku kekerasan. Tujuan: Untuk memberikan gambaran penanganan pada pasien dengan masalah keperawatan waham kebesaran. Metode: Penelitian ini menggunakan metode laporan kasus dengan pendekatan asuhan keperawatan. Hasil: Setelah dilakukan asuhan keperawatan didapatkan hasil teridentifikasinya tanda dan gejala waham, pasien dapat berorientasi terhadap realita, mendiskusikan kebutuhan pasien, melatih aspek positif yang dimiliki pasien dan minum obat dengan prinsip 8 benar. Kesimpulan: Masalah keperawatan waham teratasi setelah dilakukan asuhan keperawatan pada pasien waham kebesaran.
Co-Authors Aat Sriati Aat Sriati AI MARDHIYAH, AI Aisyah, Salsa amelia, siti halinda Anastasia Anna Anita Setyawati Astiti, Indita Wilujeng Ayu Siti Marlina Banda, Kondwani Joseph Cahyani, Gita Dewi Purwati Donny Nurhamsyah Donny Nurhamsyah Dyah Setyorini Efri Widianti Efri Widianti Efri Widianti Eka Afrima Sari, Eka Afrima Fathonah, Dewi Yulia Firdaus, Rifqii Daiatul Firdaus, Rosalia Fitri, Siti Ulfah Rifa'atul Hadi Suprapto Arifin Hardiyati Hardiyati Harima Dayana Putri Harun, Hasniatisari Hasniatisari Harun Hendrawati Hendrawati Heni Dwi Windarwati Henik Tri Rahayu Hikmat, Rohman Ifna Rosydah Imas Rafiyah Indra Maulana, Indra Indriyanti, Deviana Intan Ayudhita Syena Iyus Yosep Khoirunnisa Khoirunnisa Kurniawan Kurniawan Lantang, Rica Nur Aprilia Lin, Mei-Feng Mahali, Nia Ainun Nadina Mamat Lukman, Mamat Maziyya, Nur Mudiyanselage, Sriyani Padmalatha Konara Mujahidah, Shafira Aulia Nenden Nur Asriyani Maryam Nita Fitria Nita Fitria NUGRAHA, EKO Nur Aini Nur Maziyya Nur Oktavia Hidayati Nur Oktavia Hidayati Nurmansyah, Donny Nursifah, Anita Nursiswati Nursiswati Putri Ariani Raihan, Fatwa Muhammad Rina Fajar Sari, Rina Fajar Ryan Hara Permana Sakti, Dimas Wibawa Senjaya, Sukma Setiani, Haniifah Setiani Sheizi Prista Sari Shelly Iskandar Siti Ulfah Rifa'atul Fitri Siti Ulfah Rifaatul Fitri Siti Ulfah Rifa’atul Fitri Sri Hartati Pratiwi Sriati, Aat Sriati Sukmawati Sukmawati Suryani S Suryani Suryani Suryani Suryani Tetti Solehati Tetti Solehati Theresia Eriyani Titin Sutini Titin Sutini, Titin Titis Kurniawan Tutu April Ariani Wina Winingsih Winingsih, Wina Wiwi Mardiah, Wiwi Yulianita, Henny