Claim Missing Document
Check
Articles

Simulasi unjuk kerja kolektor surya PV/T berdasarkan bentuk penampang pipa absorber Amrizal Amrizal; Amrul Amrul; Herry Wardono; Angelia Eka Salsabillah; Amrizal Danur Sasongko
Journal of Science and Applicative Technology Vol 5 No 1 (2021): Journal of Science and Applicative Technology June Chapter
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM), Institut Teknologi Sumatera, Lampung Selatan, Lampung, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35472/jsat.v5i1.375

Abstract

Salah satu peralatan yang dapat memanfaatkan energi matahari adalah kolektor surya hybrid PV/T. Kolektor jenis ini merupakan gabungan antara panel surya dengan kolektor termal sehingga dapat menghasilkan energi listrik dan energi termal dalam waktu bersamaan. Namun jika terjadi peningkatan temperatur pada permukaan panel PV maka akan terjadi penurunan unjuk kerja dari panel PV tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui sekaligus membandingkan unjuk kerja kolektor surya hybrid PV/T secara termal dan pressure drop berdasarkan perbedaan bentuk penampang pipa absorber. Penampang pipa yang dibandingkan adalah berbentuk persegi panjang dengan pipa bulat. Pendekatan atau tahapan penelitian yang dilakukan adalah melalui metode pengujian dan simulasi unjuk kerja kolektor PV/T. Proses pengujian diperlukan untuk mendapatkan data pembanding terhadap hasil simulasi yang dilakukan. Dalam penelitian ini metode pengujian unjuk kerja termal berdasarkan standar EN 12975 yang dilakukan secara indoor dengan menggunakan solar simulator. Proses simulasi menggunakan software CFD (Ansyst Fluent) untuk mengembangkan atau memprediksi unjuk kerja kolektor. Setelah proses validasi, Program Ansyst Fluent yang digunakan dapat diterima untuk mensimulasikan karakteristik kinerja kolektor PV/T karena terdapat perbedaan hasil eksperimen dengan simulasi sekitar 6 %. Lebih lanjut, hasil simulasi menunjukkan bahwa penggunaan pipa persegi mampu meningkatkan efisiensi termal kolektor PV/T dibandingkan dengan penggunaan pipa bundar. Namun terdapat kenaikan nilai pressure drop pada penggunaan pipa persegi lebih tinggi sekitar 11.49% dari pipa bundar.
Analisis Persepsi Penerima Program Bantuan Swadaya Mahan Sejahtera (BSMS) Provinsi Lampung (Studi Kasus di Desa Penagan Ratu Kecamatan Abung Timur Kabupaten Lampung Utara) Siti Fatimah; Herry Wardono; Irza Sukmana
Seminar Nasional Insinyur Profesional (SNIP) Vol. 2 No. 1 (2022): Prosiding SNIP Vol.2 No.1
Publisher : Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (235.298 KB) | DOI: 10.23960/snip.v2i1.64

Abstract

Bantuan Swadaya Mahan Sejahtera (BSMS) merupakan fasilitas dari pemerintah Provinsi Lampung berupa stimulan kepada masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) untuk mendorong dan meningkatkan keswadayaan dalam peningkatan kualitas rumah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi hasil pelaksanaan Program BSMS dan untuk melihat hasilnya dari segi keamanan dan standar struktur rumah layak huni penerima bantuan yang dilaksanakan oleh Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Cipta Karya Provinsi Lampung. Pelaksanaan BSMS dilakukan melalui kegiatan peningkatan kualitas perumahan dan pemberian stimulan berupa prasarana, sarana dan utilitas. Salah satu desa yang menjadi sasaran program BSMS adalah Desa Penagan Ratu Kecamatan Abung Timur Kabupaten Lampung Utara. Penelitian ini menggunakan metode langsung dengan menyebarkan kuesioner kepada penerima manfaat program BSMS. Hasil penelitian menunjukkan angka persentase untuk evaluasi dengan indikator efektifitas sebesar 77,5 %, indikator efisiensi sebesar 70 %, indikator kecukupan sebesar 76 %, pemerataan sebesar 84%, responsif sebesar 90 %, indikator ketepatan sebesar 100 % serta indikator keamanan dan standar struktur sebesar 100 %.
Kajian unit pelaksana teknis daerah (UPTD) jalan dan jembatan wilayah V sebagai pelaksana pemeliharaan rutin jalan provinsi dengan cara swakelola afrisol putra; Dikpride Despa; herry wardono
Seminar Nasional Insinyur Profesional (SNIP) Vol. 1 No. 1 (2021): Prosiding SNIP Vol.1 No.1
Publisher : Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (255.99 KB) | DOI: 10.23960/snip.v1i1.111

Abstract

Undang-undang No. 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah dan Undang-undang No. 38 Tahun 2004 tentang Jalan memberikan keleluasaan kepada pemerintah daerah untuk mengatur urusan penyelenggaraan jalan yang menjadi wewenangnya. Salah satu bentuk penyelenggaraan jalan provinsi adalah melaksanakan kegiatan pemeliharaan rutin jalan secara swakelola melalui Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Provinsi Lampung. Berdasarkan Peraturan Gubernur Lampung Nomor 10 Tahun 2020 Tanggal 25 Februari 2020 tentang Pembentukan, Organisasi dan Tata Kerja Cabang Daerah dan Unit Pelaksana Teknis Daerah pada Perangkat Daerah Provinsi Lampung, menyatakan bahwa UPTD Jalan dan Jembatan Wilayah V mempunyai tugas melaksanakan pemantauan dan pengendalian, pemeliharaan serta bangunan pelengkapnya di wilayah kerjanya, untuk menyelenggarakan tugas UPTD Jalan dan Jembatan Wilayah V mempunyai fungsi pelaksanaan, pemantauan dan pengendalian tingkat pelayanan jalan dan jembatan, pelaksanaan pemeliharaan tingkat pelayanan jalan dan jembatan, pengkoordinasian operasional pengguna dan pemanfaatan peralatan milik bidang bina marga dan bina konstruksi di wilayah kerjanya; dan pelaksanaan pengelolaan urusan ketatausahaan. Wilayah kerja UPTD Jalan dan Jembatan Wilayah V, meliputi koridor yang berada di Kabupaten Lampung Barat, Kabupaten Pesisir Barat dan Kabupaten Tanggamus, yang berkedudukan di Liwa Kabupaten Lampung Barat. Dari hasil kajian dapat diketahui bahwa pada aspek sumber daya manusia, UPTD Jalan dan Jembatan Wilayah V telah mampu melakukan pemeliharaan rutin jalan secara swakelola, selanjutnya pemeliharaan dilakukan secara berkelanjutan terhadap semua ruas jalan yang telah dibangun di wilayah kerjanya. Pada aspek pelaksanaan pekerjaan swakelola pemeliharaan jalan melibatkan peran serta pekerja jalan, mandor yang berlokasi diruas jalan tersebut, pemeliharaan rutin jalan dilaksanakan selama 12 bulan dan berpedoman pada Peraturan LKPP Nomor RI Nomor 8 Tahun 2018 tentang Pedoman swakelola dan terakhir keluar Peraturan LKPP RI Nomor 3 Tahun 2021 tentang pedoman swakelola sebagai panduan dalam pemeliharaan rutin jalan. Beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk meningkatkan ilmu pengetahuan, keterampilan dan penguasaan teknologi untuk SDM UPTD wilayah V melalui pelatihan langsung praktek, melakukan penataan pegawai kontrak non PNS yang berlokasi tinggal diruas jalan dapat menjadi juru jalan, dan perlunya aturan penentuan tentang prioritas pemeliharaan jalan sehingga kondisi jalan tetap mantap.
Karakteristik Lokasi Putar Balik Km. 8,7 Terhadap Jalan Zainal Abidin Pagar Alam Kota Bandar Lampung Muhammad Abdillah Sjaheru; herry wardono; ika kustiani
Seminar Nasional Insinyur Profesional (SNIP) Vol. 1 No. 1 (2021): Prosiding SNIP Vol.1 No.1
Publisher : Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (228.579 KB) | DOI: 10.23960/snip.v1i1.114

Abstract

Jalan Z.A. Pagar Alam dengan tingkat kemacetan yang sangat tinggi terutama pada saat jam sibuk. Kemacetan juga terjadi akibat adanya beberapa lembaga pendidikan di dekat lokasi penelitian yaitu : Sekolah Darma Bangsa, IBI Darmajaya, Universitas Muhammadiyah, UBL, dan lembaga-lembaga lainya seperti SPBU, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan dan berbagai warung makan yang berdiri di ruas jalan. Tujuan dari penelitian pada jalan Z.A. Pagar Alam adalah peneliti dapat Mengetahui volume dan kecepatan kendaraan yang melintas di jalan ZA. Pagar Alam, Menghitung nilai waktu Gap Acceptance yang terjadi pada U-Turn, Mencari nilai waktu Follow Up Time yang terjadi pada U-Turn dan Menghitung besarnya antrian yang terjadi. Berdasarkan analisis dan perhitungan yang telah dilakukan pada Bukaan Median (U-Turn) di KM. 8,7 dapat disimpulkan bahwa pengaruh U-Turn pada hari Senin pagi dari Tanjung Karang menuju Rajabasa dan sebaliknya merupakan pengaruh terbesar terhadap kinerja lalu-lintas, yaitu gap yang terjadi sebanyak 439 kendaraan dan antrian akibat gap sebanyak 899 kendaraan, follow up time yang terjadi sebanyak 309 kendaraan dan antrian akibat follow up time sebanyak 1449 kendaraan.
Naskah Akademik Rancangan Perda Bangunan Gedung Kabupaten Way Kanan Dhesta Ari Andut; Herry Wardono; Muhammad Sarkowi
Seminar Nasional Insinyur Profesional (SNIP) Vol. 2 No. 2 (2022): Prosiding SNIP Vol.2 No.2
Publisher : Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (271.573 KB) | DOI: 10.23960/snip.v2i2.212

Abstract

Naskah akademik adalah naskah hasil penelitian atau pengkajian hukum dan hasil penelitian lainnya terhadap suatu masalah tertentu yang dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah mengenai pengaturan masalah tersebut dalam suatu Rancangan Undang-Undang. terbitnya Peraturan Pemerintah Nomor 16 tahun 2021 maka IMB (Izin Mendirikan Bangunan) telah dihapus dan diganti dengan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG). Oleh Karena itu maka Pemerintah Kabupaten Way Kanan akan mengganti Perda Nomor 5 tahun 2016 tentang Bangunan Gedung, untuk itu maka diperlukan Naskah Akademik dalam penyusunan Raperda Terkait Bangunan Gedung (BG). Penyusunan Naskah Akademik ini ditujukan untuk menghasilkan suatu dokumen akademik dari suatu proses kajian akademik sebagai substansi yang mendasari muatan pengaturan dalam Rancangan Peraturan Daerah tentang Bangunan Gedung serta sebagai dokumen penunjang dalam proses legislasi di DPRD dan sebagai bahan masukan bagi pembuatan rancangan Perda Bangunan Gedung di Kabupaten Way Kanan. Dalam hal ini Pemerintah Daerah Kabupaten Way Kanan melalui Dinas Pekerjaan Umum sudah menyusun program yang dimaksud untuk membangun, meningkatkan dan memelihara gedung di daerah-daerah yang berpotensi sosial maupun ekonomi dengan meningkatkan sarana dan prasarana yang ada di Lingkungan Kabupaten Way Kanan tersebut, guna melancarkan serta meningkatkan intensitas perekonomian di Kabupaten Way Kanan.
Analisis Kebutuhan Air Minum Kabupaten Tulang Bawang Tahun 2025 Risuli Utama; Aleksander Purba; Herry Wardono
Seminar Nasional Insinyur Profesional (SNIP) Vol. 2 No. 2 (2022): Prosiding SNIP Vol.2 No.2
Publisher : Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (943.428 KB) | DOI: 10.23960/snip.v2i2.221

Abstract

Air minum merupakan kebutuhan pokok dalam kehidupan manusia. Manusia menggunakan air untuk keperluan rumah tangga dan juga untuk produksi bahan makanan dan minuman. Kebutuhan air minum terus bertambah dari tahun ketahun akibat dari pertambahan penduduk. Kabupaten Tulang Bawang memiliki 15 Kecamatan dengan jumlah penduduk sebanyak 430.630 jiwa pada tahun 2021, dengan analisis secara metode gemoterik laju pertumbuhan penduduk sebesar 0,00142%. Berdasarkan hasil analisis, didapatkan jumlah penduduk kabupaten Tulang Bawang sampai dengan tahun 2025 adalah sebanyak 433.075 jiwa. Dan total kebutuhan air minum sampai dengan tahun 2025 adalah 644 liter/detik.
Metode Pembuatan Pagar Pracetak/Precast Motif Ukiran Bali Kadek Edi Artana; Herry Wardono; Aleksander Purba
Seminar Nasional Insinyur Profesional (SNIP) Vol. 2 No. 2 (2022): Prosiding SNIP Vol.2 No.2
Publisher : Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (854.975 KB) | DOI: 10.23960/snip.v2i2.254

Abstract

Dalam proses pembuatan pagar pracetak/precast motif ukiran Bali, pemilihan kayu untuk pembuatan cetakan/moulding karena kualitas kayu yang digunakan akan sangat mempengaruhi hasil cetakan. Pada cetakan/moulding berbahan kayu, mortar (adukan semen dan pasir) harus ditekan untuk memadatkan adukan sehingga sangat diperlukan jenis kayu yang baik. Mortar yang digunakan dalam pembuatan pagar pracetak/precast motif ukiran Bali adalah campuran semen dan pasir dengan komposisi perbandingan campuran 1 semen : 3 pasir kemudian ditambahkan air lalu dituangkan kedalam cetakan/moulding. Pagar Pracetak/Precast Motif Ukiran Bali tersusun dari beberapa bagian yaitu: pondasi, tias dasar, batako pagar, batako pilar, ring-ring, papan, pilar, tias dasar genteng, genteng (raof), dore, dan lamak. Motif ukiran biasa berupa tumbuh-tumbuhan, hewan, manusia, dan bunga. Pagar Pracetak/Precast Motif Ukiran Bali memiliki kelebihan diantaranya: campuran material yang solid dan homogen, kemudahan pemasangan, memiliki daya tahan yang baik terhadap cuaca, memilik nilai estetika seni yang tinggi, dapat diproduksi secara masal, dan ramah lingkungan. Selain memiliki kelebihan pagar pracetak/precast motif ukiran Bali juga memiliki kekurangan, yaitu: memiliki bobot yang berat, membutuhkan keahlian khusus dalam pengerjannya, tidak dijual pada toko bangunan umum, memilik harga yang cukup mahal jika dibandingkan dengan pagar konvesional, desain terbatas dan membutuhkan tempat luas untuk penyimpanan.
Analisis Penanganan Permukiman Kumuh Di Kecamatan Banjit Kabupaten Way Kanan Ishak; Ratna Widyawati; Herry Wardono
Seminar Nasional Insinyur Profesional (SNIP) Vol. 2 No. 2 (2022): Prosiding SNIP Vol.2 No.2
Publisher : Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (957.131 KB)

Abstract

Pemukiman kumuh masih menjadi masalah di Kecamatan Banjit. Namun, upaya penanganannya disinyalir masih kurang memadai. Karena itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat Kekumuhan di Kecamatan Banjit dan pola penanganan permukiman kumuh di Kecamatan Banjit. Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Banjit. Lokasi penelitian ini adalah seluruh kelurahan yang teridentifikasi kumuh di Kecamatan Banjit yaitu Kelurahan Pasar Banjit RT 04 Lingkungan 05. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah observasi dan wawancara. Teknik analisis data yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kekumuhan yang terdapat di Kecamatan Banjit adalah Kelurahan Pasar Banjit masuk dalam kategori kumuh ringan,. Sedangkan pola penanganan yang dilakukan di Kecamatan Banjit adalah pemugaran melalui program Kota Tanpa Kumuh. Penanganan yang telah dilakukan di Kelurahan Pasar Banjit adalah perbaikan struktur dan pembangunan baru drainase dan gorong-gorong, struktur jalan, sarana persampahan bak sampah dan sistem pengelolaan air limbah. Secara umum upaya yang telah dilakukan masih harus terus dilakukan perawatan untuk mencegah timbulnya kawasan kumuh.
Analisis Penggunaan Dinding Façade Beton Precast Pada Gedung 4 Lantai Febri Antonia; Herry Wardono; Trisya Septiana
Seminar Nasional Insinyur Profesional (SNIP) Vol. 2 No. 2 (2022): Prosiding SNIP Vol.2 No.2
Publisher : Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (449.381 KB) | DOI: 10.23960/snip.v2i2.279

Abstract

Pekerjaan dinding façade adalah pekerjaan dengan utilitas yang kompleks dan merupakan sumber aktifitas kerja yang dapat menimbulkan bahaya (Hazard) kecelakaan kerja yang tinggi. Pada pekerjaan dengan menggunakan façade sebagai pengganti dinding bata konvesional pada area façade berhasil mempercepat waktu pelaksanaan dari pekerjaan dinding facede, karena dengan system Precast waktu produksi bisa dilaksanakan pada squence waktu yang jauh sebelum pelaksanaan dinding akan dilaksanakan. Pada suatu pekerjaan façade harus direncanakan agar aktifitas dengan menggunakan banyak tenaga kerja diganti dengan aktifitas dengan produktifitas alat kerja dan analisa safety working dengan menggunakan pendekatan terhadap sistem keamanan salah satunya dengan menggunganakan alat pelindung diri (APD) dan Alat Pelindung Kerja (APK) sesuai dengan resiko work instruction pada pekerjaan di ketinggian dengan alat perancah bertumpuk terlalu tinggi. Pelaksanaan konstruksi menggunakan Dinding Facade Precast dilakukan untuk mempermudah dan mempercepat pelaksanaan pekerjaan dibandingkan dengan menggunakan rancangan Dinding Facade konvesional atau mengganti pekerjaan sipil non-struktur. Serta ditunjang dengan perencanaan yang terukur, mulai dari pengadaan, produksi, sampai pekerjaan erection precast serta pemodelan untuk metode angkat dan angkut yang efisien. Metode penelitian ini terdiri perbandingan komprehensif dari faktor waktu dari pelaksanaan pekerjaan dinding Façade dan dinding konvensional pada perimeter luar gedung lebih dari tiga lantai dari durasi pekerjaan. Hasil perbandingan antara metode dinding Façade dengan metode konvensional diperoleh rata -rata reduksi sebagai berikut: data secara biaya akan ada perbedaan dikarenakan kualitas bahan antara dinding bata ringan dengan dinding precast beton yang memang tidak equal akan tetapi untuk high rise building dengan jumlah lantai di atas 4 lantai diindikasikan akan sangat lebih ekonomis pelaksanaan dengan dinding façade beton karena faktor alat menjadi semakin besar pada penggunaan dinding bata. Lalu waktu pelaksanaan dinding façade beton pr ecast menjadi lebih cepat 50 s/d 70%, serta bahan yang lebih baik dari dinding bata ringan akan mengurangi rework karena minim keretakan, seperti pada pekerjaan plesteran pad a dinding bata, sehingga juga akan meengurangi biaya, kemudian dari elemen SMK3L sangat direkomendasikan melihat penggunaan dinding bata ringan sangat riskan terjadi penyimpangan SMK3L.
Analisis Dampak Signifikan Optimalnya Kinerja Sub Bagian Perencanaan dan Keuangan Dalam Mempengaruhi Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Pada Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang Kabupaten Way Kanan Provinsi Lampung Juwanda Alsya; Ratna Widiyawati; Herry Wardono
Seminar Nasional Insinyur Profesional (SNIP) Vol. 2 No. 2 (2022): Prosiding SNIP Vol.2 No.2
Publisher : Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (652.996 KB) | DOI: 10.23960/snip.v2i2.315

Abstract

Dalam mencapai indikator kinerja daerah yang baik, berbanding lurus dengan tingkat pelaksanaan anggaran perangkat daerah sehingga apa yang di targetkan dapat tercapai secara maksimal.Dengan memahami isi rincian anggaran,peraturan-peraturan, sumber daya manusia, dan pengadaan jasa serta penyediaan barang pemerintah hingga pelaksanaan belanja, dapat menjadi dasar untuk mengetahui hambatan-hambatan yang menyebabkan terjadinya pelaksanaan anggaran dan bagaimana solusi untuk mengatasi kendala tersebut. Hasil pengamatan, secara simultan memperlihatkan penyusunan anggaran, pendistribusian anggaran, peraturan-peraturan, kompetensi, dan pengadaan barang atau jasa memiliki pengaruh positif sekaligus signifikan pada pelaksanaan anggaran belanja di Dinas PU Kabupaten Way Kanan provinsi Lampung. Fenomena tidak maksimalnya tingkat serapan anggaran yang terjadi di Dinas PU Kabupaten Way Kanan Provinsi Lampung didasari dari penyajian data Laporan serapan anggaran tahunan, realisasi serapan pagu di Dinas PU Kabupaten Way Kanan di tahun 2019 sebesar Rp 207.819.331.828,00 dari pagu yang ditetapkan sebesar Rp 260.294.753.828,00 atau hanya mencapai 75,80%
Co-Authors A.Yudi Eka Risano A.Yudi Eka Risano, A.Yudi Eka Abdul Aziz Abdul Kadir Fajarudin Abdullah Achmad Tarmizi Adi Ernadi afrisol putra Agus Sugiri, Agus Agustina Iryani, Dewi Ahmad Suudi Akhmad Riszal Aleksander Purba Amrizal Danur Sasongko Amrul Amrul Amrul Amrul Anandati, Ghea Maulidaco Andi Fiardi Andika Wiwaha Angelia Eka Salsabillah Anwar, Syaipudin Ari Andrew Pane Ari Andrew Pane, Ari Andrew Arief Andriansyah Armijon Armijon Arya Perdana, Guntur Aviati S., Yuniar Aziz, Sholhan Badaruddin, M. Bagus Rachmad Akbar Bagus Rachmad Akbar, Bagus Rachmad Bambang Supriyadi Basuki, Muji br Ginting, Simparmin Budiman Budiman Chandra Winata Pandapotan Chandra Winata Pandapotan, Chandra Winata Cheria Ayu Aditya Darmansyah DARMANSYAH . Darmansyah . Darmansyah . Darmansyah Darmansyah Darmansyah Darmansyah Denfi Efendri Denfi Efendri, Denfi Devi Permata Sari Devi Permata Sari Dewi Agustina Iryani Dewi Agustina Iryani Dewi Agustina Iryani, Dewi Agustina Dhesta Ari Andut Dian Eka Pratama Dian Eka Pratama, Dian Eka Dikpride Despa Edy Hamid Eko Pujiyulianto Eko Putra Eko Wahid Apriansyah Erisha Putri Erlangga, Sona Febri Antonia Fiandra, Firda Ghea Maulidaco Anandati Gigih Forda Nama Ginting, Simparmin Boru Guntur Arya Perdana Hadi Prayitno Hadi Prayitno, Hadi Hariani, Pepi Harmen Hassanah, Mareta Heri Rustamaji Herti Utami Herti Utami Hidayat Suryanegara Huda, Zulmiftah Hutama, Saka Mahidaya Ika Kustiani Irza Sukmana Irza Sukmana Irza Sukmana, Irza Ishak Islamia, Ulfa Junaidi Supratman Junaidi Supratman, Junaidi Juwanda Alsya Kadek Edi Artana Kustiani, I. M. Dyan Susila M. Dyan Susila ES M. Haviz Mareli Telaumbanua Martinus Martinus Martinus, Martinus Medriansyah Meizano Ardi Muhammad Miranda, Thalya Muh Sarkowi Muhammad Abdillah Sjaheru Muhammad Budi Setiawan Muhammad Hanif Muhammad Hanif Muhammad Sarkowi Mundir Nikolaus Derry Chandra Nikolaus Derry Chandra Novian Korin A Novian Korin A, Novian Noviansah, Try Nurul Azmi, Nurul Oki Endrata Wijaya Panji Kurniawan Paundra, Fajar Praja, Rozak Putra , Ferly Indra Putri, Erisha Rahmadi, Ahmad Rahmansyah, Arif Rama Kapitan Ratna Widiyawati Ratna Widyawati Renardy, B Niko Risano, Yudi Eka A Risuli Utama Riszal, Akhmad Rizal Adi Saputra Rozak Indra Praja Sandy Dwi Hardin Santoso, Arief Adkha Sari, Putri Fitria Sarkowi, M Sepyanto, Weldy Sihombing, Gunawan Poniton R.P. Simparmin br Ginting simparmin ginting Siti Fatimah Solly Aryza Sri Ismiyati Damayanti Sri Waluyo Sri Waluyo Sugiyanto - Suharno Suharno Suharno Suharno Syamsul Arifin Tarkono Tarkono Tebu, Yohanes Yonathan Thalya Miranda Thohirin, Muh Tohari Tohari Toni Hidayat Trisya Septiana Ulfa Islamia Wijaya, Muhammad Niki Winata, B. F. Yesi Yandriani Yuli Darni Yunita , Diana Yusniati Eka Saputri