Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Hasil Preparasi Spesimen Struktur Daun Suku Asteraceae dan Pemanfaatannya sebagai Media Pembelajaran Anatomi Tumbuhan Ni Nyoman Sri Rasthiti .; Prof. Dr. Putu Budi Adnyana, M.Si .; Dr. Ni Luh Putu Manik Widiyanti,S.Si,M .
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol. 2 No. 1 (2015)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpb.v2i1.5618

Abstract

Asteraceae merupakan salah satu suku terbesar yang penyebarannya sangat luas dan mudah di peroleh di lingkungan sekitar, namun belum banyak digunakan sebagai media pembelajaran anatomi tumbuhan. Penelitian mengenai analisis preparasi struktur daun suku Asteraceae bertujuan: 1) untuk mendeskripsikan struktur daun pada tumbuhan suku Asteraceae. 2) untuk menganalisis kualitas hasil penelitian berupa preparat awetan hasil penelitian sebagai media pembelajaran anatomi tumbuhan. Metode pengumpulan data dilakukan melalui observasi preparat awetan dengan pewarnaan safranin dan preparat awetan dengan pewarnaan safranin-fast green. Data tingkat kelayakan preparat awetan diperoleh melalui metode obeservasi dan kuisioner oleh mahasiswa semester IV tahun ajaran 2014/2015. Adapun hasil yang diperoleh sebagai berikut: 1) Preparat awetan daun suku Asteracea yang dibuat memiliki struktur anatomi daun tersusun atas jaringan epidermis selapis sel terdapat pada permukaan adaksial dan abaksial. Pada epidermis terdapat trikomata gladuler bersel satu. Selain itu, terdapat stomata anomositik pada permukaan adaksial dan abaksial sehingga termasuk amfistomatik. Berdasarkan letak stomata terhadap permukaan epidermis termasuk stomata faneropor. Namun kerapatan (densitas) dan indeks stomata bervariasi. Struktur mesofil daun terdiri dari parenkim palisade pada permukaan adaksial dan parenkim spons pada permukaan abaksial sehingga termasuk daun dorsoventral atau bifasial serta pada bagian tulang daun terdapat jaringan pengangkut. 2) Berdasarkan hasil penilaian kelayakan preparat awetan sebagai media pembelajaran dengan berpedoman pada instrumen penilaian, maka preparat yang dihasilkan berada pada rentangan layak sampai dengan sangat layak sebagai media pembelajaran anatomi tumbuhan.Kata Kunci : Anatomi Daun, Suku Asteraceae, Media Pembelajaran Asteraceae is one of the largest families that easy to find in environment but rarely used as a learning media of plant anatomy. The research of the analysis preparation leaf structure of Asteraceae’s family aims: 1) to describe leaves structure on the plant of Asteraceae’s family. 2) to analyze the quality of research in the form of preparations preservation research results as a learning media of plant anatomy. Methods of data collection are done through observation preparations preserved with safranin staining and preparations preserved with safranin-fast green staining. Feasibility level data preservation preparations take from observation and questionnaire method by students of fourth semester of the year 2014/2015. The results are: 1) leaves anatomy structure of Asteraceae’s family consist of a layer cell of epidermal tissue on the adaxial and abaxial surface. There is gladuler celled tricomes. In addition, there anomocytic stomates on both of surface that includes amfistomatic leaves. Based on the location on the surface of the epidermis including faneropor types. However density and index of stomates are varies. The mesophyll structures consisting of palisade parenchyma on the surface adaxial and spongy parenchyma on the surface abaxial that includes dorsoventral or bifacial leaves and also there are vascular tissues. 2) The results of the feasibility assessment of preparations preserved as a learning media based on the assessment instrument, then the preparations that produce are in range of feasible up to a very decent as a learning media of plant anatomy.keyword : Anatomy Leaf, Asteraceae’s family, Learning Media
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN ELABORASI TERHADAP HASIL DAN AKTIVITAS BELAJAR BIOLOGI SISWA DI SMP NEGERI 3 TEGALLALANG Ni Luh Putu Widya Dharmayanthi .; Prof. Dr. Putu Budi Adnyana, M.Si .; Dr. I Wayan Sukra Warpala,S.Pd,M.Sc .
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol. 2 No. 1 (2015)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpb.v2i1.5801

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar biologi antara siswa yang belajar dengan model pembelajaran elaborasi dan model direct instruction di SMP Negeri 3 Tegallalang. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu (quasi experiment) dengan rancangan non-equivalent pre-test post-test control group design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII SMP Negeri 3 Tegallalang tahun ajaran 2014/2015 yang terdiri dari 8 kelas dengan jumlah 248 siswa. Sampel dipilih dengan menggunakan teknik simple random sampling dengan cara undian sehingga diperoleh 2 kelas (64 siswa) sebagai sampel penelitian. Data yang dikumpulkan adalah data hasil dan aktivitas belajar siswa. Data hasil belajar dikumpulkan dengan metode testing sedangkan data aktivitas belajar dikumpulkan dengan metode observasi pada setiap pertemuan. Teknik analisis data dilakukan dengan analisis deskriptif, analisis kovarian (anakova), dan analisis independent sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) terdapat perbedaan hasil belajar yang signifikan (p=0,0001) antara siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran elaborasi dan siswa yang dibelajarkan dengan model direct instruction, (2) aktivitas siswa yang dibelajarkan menggunakan model pembelajaran elaborasi lebih tinggi dibandingkan aktivitas belajar siswa yang dibelajarkan menggunakan model direct instruction. Kata Kunci : Model Pembelajaran Elaborasi, Model Pembelajaran Langsung, Hasil Belajar, Aktivitas Belajar The purpose of this research was to know the differences in biology learning outcomes between students who learned with the elaboration learning model and direct instruction model in SMP Negeri 3 Tegallalang. This research was a quasi-experimental research with non-equivalent pre-test post-test control group design. The population in this research was all students in VII grade of SMP Negeri 3 Tegallalang academic year 2014/2015 which consists of 8 classes with 248 students. Sample was selected using simple random sampling technique by the raffle to obtain two classes (64 students) as a sample. The data that was collected consists of students learning outcomes and activities. Data of learning outcomes was collected with testing method, while data of learning activities was collected with observation method in each meeting. Data analysis techniques with descriptive analysis, analysis of covariance (anacova), and analysis of independent sample t-test. The results showed that (1) there is a significant difference in learning outcomes (p=0.0001) between the students who learned with elaboration learning model and students who learned with direct instruction model, (2) students learning activities with elaboration learning model is higher than students learning activities with direct instruction model.keyword : Elaboration Learning Model, Direct Instruction Model, Learning Outcomes, Learning Activities
Analisis Kekerabatan dan Kunci Determinasi Marga Hibiscus Berdasarkan Struktur Daun dan Bunga serta Penggunaannya sebagai Media Pembelajaran Taksonomi Tumbuhan Tinggi Ni Luh Rin Riantini .; Prof. Dr. Putu Budi Adnyana, M.Si .; Dr. Ni Luh Putu Manik Widiyanti,S.Si,M .
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol. 2 No. 1 (2015)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpb.v2i1.5878

Abstract

Penelitian mengenai kekerabatan dan kunci determinasi marga Hibiscus bertujuan: 1) menjelaskani struktur daun dan bunga marga Hibiscus, 2) menjelaskan kekerabatan marga Hibiscus berdasarkan struktur daun dan bunga, 3) menyusun kunci determinasi marga Hibiscus berdasarkan struktur daun dan bunga, dan 4) mengetahui kelayakan preparat awetan sebagai media pembelajaran taksonomii tumbuhan tinggi dan anatomi tumbuhan. Metode pengumpulan data dilakukan melaui observasi pengamatan secara langsung untuk morfologi dan pengamatan menggunakan mikroskop untuk anatomi. Data kekerabatan marga Hibiscus diperoleh dari fenogram yang dibuat dengan bantuan software MVSP 3.22. Data tingkat kelayakan preparat awetan sebagai media pembelajaran diperoleh melalui metode kuisioner dan observasi oleh mahasiswa semester IV t.a. 2015/2016. Adapun hasil yang diperoleh sebagai berikut: 1) Struktur morfologi daun dan bunga Hibiscus meliputi, ujung helaian daun runcing, tepi helaian daun bergerigi, pangkal helaian daun berbentuk jantung dan berbentuk runcing, bentuk tulang daun menyirip dan menjari, kepala sari tersebar ditangkai sari dan di ujung tangkai sari, petal bertoreh dan rata, jumlah petal lima dan lebih dari lima. Struktur anatomi terdiri dari epidermis dan derivatnya, jaringan tiang, jaringan bunga karang, polen permagna dengan ekinat, 2) Hibiscus mutabilis L. memiliki hubungan kekerabatan yang paling jauh dengan spesies lainnya dengan koefisien kesamaan 77% dengan spesies lain, 3) Kunci determinasi Hibiscus terdapat lima nomor dengan menggunakan 12 karakteristik yang berbeda. 4) Dari 32 preparat terdapat 14 yang dinyatakan sangat layak dan 18 preparat dinyatakan layak sebagai media pembelajaran.Kata Kunci : Kata kunci: Morfologi, Anatomi, Fenogram, Kunci Determinasi, Media Pembelajaran Research on kinship and determination key of genus Hibiscus aims: 1) determine the structure of the leaves and flowers of Hibiscus genus, 2) Explain the genus Hibiscus kinship based on the structure of leaves and flowers, 3) arrange the genus Hibiscus determination key based on the structure of leaves and flowers, and 4) determine the feasibility preparations preserved as a learning medium high plant taxonomy and plant anatomy. Methods of data collection is done through direct observation of morphological observation and observation using a microscope for anatomy. Data of Hibiscus genus kinship obtain from fenogram made with the help of software MVSP 3.22. Data preservation feasibility level preparations as a medium of learning obtained through questionnaire method and observation by students of semester IV year 2015/2016. The results obtained are as follows: 1) The structure morphology of leaves and flowers of Hibiscus covers, tapered tip of the leaf blade, serrated edge of the leaf blade, the base of the leaf blade heart-shaped and tapered shape, the shape of the bone and pinnate leaves, anthers and pollen spread, petal flat, petal number five and more than five. Anatomical structure composed of epidermis and its derivatives, tissue mast, spongy tissue, pollen permagna with ekinat, 2) Hibiscus mutabilis L. had the most distant kinship with other species with a coefficient of 77% similarity with other species, 3) Key determination contained Hibiscus five numbers by using 12 different characteristics. 4) Of the 32 preparations are otherwise very decent 14 and 18 preparations declared eligible as a learning media.keyword : Keywords: Morphology, Anatomy, Fenogram, Determination Key, Learning Media.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN SIKLUS BELAJAR 5E BERBANTUAN PETA KONSEP TERHADAP HASIL BELAJAR BIOLOGI SISWA SMA NEGERI 1 TAMPAKSIRING TAHUN PELAJARAN 2015/2016 Ni Made Ari Ryantini .; Prof. Dr.Ida Bagus Putu Arnyana, M.Si .; Prof. Dr. Putu Budi Adnyana, M.Si .
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol. 3 No. 2 (2016)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpb.v3i2.8014

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalis pengaruh model pembelajaran siklus belajar 5E berbantuan peta konsep terhadap hasil belajar siswa dalam mata pelajaran biologi pada materi sistem ekskresi. Jenis penelitian ini adalah quasi experiment dengan rancangan pretest-posttest nonequivalent control group design. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI IPA semester II SMA Negeri 1 Tampaksiring tahun ajaran 2015/2016 yang berjumlah 167 orang. Penetapan kelompok subjek dilakukan secara random assignment to group. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini adalah data hasil belajar awal siswa yang diperoleh dari hasil pre-test dan hasil belajar biologi siswa yang diperoleh dari hasil post-test. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif, uji gain skor dan analisis statistik independent sampel t-test. Pengujian hipotesis dilakukan dengan taraf signifikasi 5%. Hasil analisis menunjukkan terdapat perbedaan hasil belajar yang signifikan antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran siklus belajar 5E berbantuan peta konsep dan model pembelajaran direct instruction ( thitung = 5,687 ) dengan taraf signifikansi yang diperoleh p = 0,00. Rata-rata hasil belajar kognitif siswa yang dicapai pada kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran siklus belajar 5E sebesar 82,32 lebih baik dibandingkan kelompok siswa yang dibelajarkan model pembelajaran direct instruction sebesar 76,06.Kata Kunci : Model Pembelajaran Siklus Belajar 5E, Peta Konsep, Model Pembelajaran Langsung (Direct Instruction), Hasil Belajar. This study aimed to analyze the influence of the learning model 5E learning cycle concept maps aided the learning outcomes of students in the subjects of biology at the material excretory system. This research is a quasi experiment with pretest-posttest nonequivalent control group design. The study population was all students in the second semester class XI IPA SMAN 1 Tampaksiring the academic year 2015/2016 of 167 people. Determination of a group of subjects randomized assignment to the group. The data collected in this study is the beginning of students' learning outcomes data obtained from the pre-test and biology student learning outcomes obtained from the post-test. Data were analyzed using descriptive statistics, gain test scores and statistical analysis of independent samples t-test. Hypothesis testing is done with a significance level of 5%. The analysis shows there are significant differences in learning outcomes between the groups of students that learned learning model aided 5E learning cycle concept maps and direct learning model of instruction (t = 5.687) with a significance level of p = 0.00 is obtained. On average students' cognitive learning outcomes achieved in the group of students that learned learning model 5E learning cycle of 82.32 better than the group of students that learned direct learning model of instruction at 76.06.keyword : Learning Cycle 5E Instructional Model, Concept Map, Direct Instruction, Learning Outcomes.
KAJIAN ANATOMI TANGKAI DAUN ECENG GONDOK (Eichhornia crassipes (Mart.) Solms) SEBAGAI BAHAN KERAJINAN ANYAMAN SERTA ANALISIS KELAYAKANNYA SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN ANATOMI TUMBUHAN Adi Purusha Das .; Prof. Dr. Putu Budi Adnyana, M.Si .; Dr. Ni Luh Putu Manik Widiyanti,S.Si,M .
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol. 3 No. 2 (2016)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpb.v3i2.8053

Abstract

Eceng gondok (Eichhornia crassipes (Mart.) Solms) merupakan salah satu gulma air tawar (fresh aquatic weeds). Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan anatomi tangkai daun eceng gondok yang digunakan sebagai bahan kerajinan anyaman; (2) menganalisis kelayakan preparat awetan eceng gondok yang digunakan sebagai kerajinan anyaman sebagai media pembelajaran anatomi tumbuhan. Manfaat dari penelitian ini adalah (1) menambah wawasan dalam ilmu pengetahuan tentang anatomi tumbuhan khususnya pada tangkai daun eceng gondok.; (2) hasil kajian ini dapat dimanfaatkan sebagai analisis penilaian kelayakan preparat awetan sebagai media pembelajaran Biologi dalam bidang Anatomi Tumbuhan; (3) meningkatkan keterampilan dalam teknik laboratorium; (4) menghasilkan preparat awetan yang dapat digunakan dalam praktikum mata kuliah Anatomi Tumbuhan; (5) menjadikan salah satu acuan atau bahan perbandingan bagi orang lain dalam penyusunan karya ilmiah; (6) meningkatkan keterampilan dalam menganalis media pembelajaran Anatomi Tumbuhan. Jenis penelitian ini adalah deskripif. Metode pembuatan preparat sayatan dengan menggunakan prosedur Sass (1958). Epidermis tersusun rapat berlapis satu. Parenkim bagian dalam membentuk parenkim udara atau aerenkim. Ditemukan sklereid dengan ujung meruncing jari-jarinya berada di dalam ruang sel parenkim. Tipe berkas pembuluh adalah kolateral tertutup. Xilem membentuk saluran udara yang disebut lakuna. Penebalan dinding pada kolenkim yang terdapat pada tangkai daun eceng gondok adalah kolenkim angular. Dinding sel kolenkim tampak seperti mutiara dan cerah berkilauan. Sel-sel kolenkim berkumpul membentuk ketebalan dengan empat sampai delapan lapisan. 8 Preparat awetan eceng gondok dinyatakan sangat layak sedangkan 2 dinyatakan layak sebagai media pembelajaran.Kata Kunci : Anatomi, Eceng gondok, Media pembelajaran, Preparat Water hyacinth (Eichhornia crassipes (Mart.) Solms) is one of fresh aquatic weeds. This research aims to (1) describe the anatomy of water hyacinth petiole that used as a material woven crafts; (2) analyze the properness of preserved preparations the water hyacinth that used as a material woven crafts as learning media of plant anatomy. The benefits of this research are (1) increase the knowledge of the plant anatomy especially in water hyacinth petiole; (2) this study result can be used as Biology learning media in plant anatomy field; (3) increasing the skill in laboratory technic; (4) producing preserved preparations can be used in practical subjects of plant anatomy; (5) as a reference or example for others in the preparation of scientific papers; (6) improving learning skills in analyzing media Anatomy of Plants. Type of this research is descriptive. Methods of making preparations incision using a Sass procedure (1958). The epidermis compact single layered. Inner part parenchyma forming the air parenchymal or aerenchyma. The scelerid found with sharpe shape in corner, the middle part was inside the parenchyma cells. Vessel s type are closed collateral. Xylem formed airways that called Lacunae. Wall thickening of the collenchyma type is angular. Collenchyma cell wall looks like a bright pearl and sparkling and make four until eight layers. Eight preserved preparations of water hyacinth that very properly declared while two preserved preparations that properly declared.keyword : Anatomy, Learning media, Preparations, Water hyacinth
PENGARUH PEMBERIAN AIR RENDAMAN SABUT KELAPA ( Cocos nucifera L.)TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN SELEDRI) (Apium graveolens L.) Putu Rahma Dewi .; Prof. Dr. Putu Budi Adnyana, M.Si .; Dr.I Gusti Agung Nyoman Setiawan,M.Si .
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol. 3 No. 2 (2016)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpb.v3i2.8089

Abstract

Untuk mendapatkan tanaman yang lebih optimal pertumbuhannya dapat dilakukan dengan cara pemberian nutrisi tambahan air rendaman sabut kelapa. Penelitian ini bertujuan (1) mengetahui pengaruh pemberian air rendaman sabut kelapa terhadap pertumbuhan tanaman seledri, (2) menganalisis konsentrasi optimal air rendaman sabut kelapa terhadap pertumbuhan tanaman seledri. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen sungguhan dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Populasi dalam penelitian ini adalah tanaman Seledri. Tanaman seledri yang memiliki panjang 5 cm digunakan sebagai sampel diperoleh dengan cara acak random sederhana. Variabel bebas penelitian ini adalah konsentrasi Air rendaman sabut kelapa, variabel terikatnya adalah pertumbuhan tanaman seledri yag diukur dari berat kering tanaman. Data dianalisis menggunakan uji statistik Anova one way. Hasil penelitian menunjukan (1) ada pengaruh pertumbuhan tanaman seledri akibat pemberian air rendaman sabut kelapa, berdasarkan hasil uji hipotesis yakni angka signifikansi 0,003, variasi konsentrasi air rendaman sabut kelapa masing-masing memperoleh nilai signifikansi < 0,05 dengan taraf signifikansi 5%, yang berarti H0 diterima dan H1 ditolak. Perlakuan berupa pemberian air rendaman sabut kelapa konsentrasi 20% adalah perlakuan yang paling optimal terhadap pertumbuhan tanaman seledri dengan berat kering yaitu 1, 29 gr.Kata Kunci : Air rendaman sabut kelapa, Konsentrasi, Pertumbuhan. In order to get a more optimal growth of a plant, can be done by providing additional nutrients such coconut water immersion. This study aims to (1) determine the effect of the coconut water immersion on the growth of celery, (2) analyze the optimal concentration of coco water immersion on the growth of celery plant. The type of this research is a real experiment with completely randomized design. The population in this study is a celery plant. Celery plant which has a length of five centimeter was used as a sample which was obtained by a simple random. The independent variables are the concentration of coconut water immersion, the dependent variable is the growth of celery plants itself which is measured by dry weight of the plants. Data were analyzed using one-way ANOVA statistical test. The results showed that (1) there is an influence of the growth of the plant as the result of giving the coconut water immersion, based on the results of hypothesis testing, the result showed the significance of the number in 0,003, the variations of the concentration of coconut water immersion each of it gained significance value
Pengaruh Lama Perendaman Sabut Kelapa sebagai Pupuk Organik Cair terhadap Pertumbuhan Tanaman Kacang Tanah (Arachis hypogaea L.) Ni Made Ninda Pradani .; Prof. Dr. Putu Budi Adnyana, M.Si .; Dr.I Gusti Agung Nyoman Setiawan,M.Si .
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol. 3 No. 2 (2016)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpb.v3i2.8134

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) lama perendaman sabut kelapa sebagai pupuk organik cair dapat berpengaruh terhadap pertumbuhan tanaman kacang tanah (Arachis hypogaea L.), (2) lama waktu perendaman sabut kelapa yang terbaik sebagai pupuk organik cair untuk pertumbuhan tanaman kacang tanah (Arachis hypogaea L.). Jenis penelitian yang dilakukan merupakan penelitian eksperimen dan rancangan penelitian adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL). Variabel bebas dalam penelitian ini adalah Air rendaman sabut kelapa dengan perbedaan lama perendaman yaitu 0 hari (kontrol), 1 hari, 7 hari, 14 hari, 21 hari dan 28 hari, variabel terikat adalah Pertumbuhan tanaman kacang tanah (Arachis hypogaea L.)dan variabel kontrol adalah media tumbuh, lingkungan, dan genetis. Analisis data dengan uji hipotesisdengan ANAVA satu arah dan dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Terkecil (BNT). Hasil penelitian ini bahwa (1) lama perendaman sabut kelapa mempengaruhi pertumbuhan tanaman kacang tanah. Berdasarkan uji hipotesis dengan ANAVA satu arah diperoleh nilai F hitung > F tabel yakni 9,987 > 1,714 menunjukkan bahwa pemberian air rendaman sabut kelapa dengan lama perendaman yang berbeda memberikan pengaruh yang signifikan terhadap pertumbuhan tanaman kacang tanah (Arachis hypogaea L.), (2) lama perendaman sabut kelapa yang menghasilkan berat kering tertinggi adalah lama perendaman selama 14 hari.Kata Kunci : air rendaman sabut kelapa, Arachis hypogaea L., pertumbuhuhan tanaman This studyaimed to determine (1) soaking period of coconut coir as a liquid organic fertilizer, can affect the growth of peanut plants (Arachis hypogaea L.), (2) soaking period of coconut coir is best as liquid organic fertilizer for the growth of Arachis hypogaea L.the type of reseach is an experimental research, and the research design was completely randomized design. The independent variables were soaking water coconut coir with soaking time difference is 0day (control), 1day, 7days, 14days, 21days and 28days, dependent variable is the growth of Arachis hypogaea L., the control variable is the growing medium, environment, and genetic. Data were analyzed using statistical test prerequisites, namely normality test and homogeneity test followed by a hypothesis test and One Way Anova and the continued is Least Significant Difference test (LSD). The results of this research are (1) soaking period of coconut coir peanut affect plant growth. Based on the hypothesis test Anova One Way, obtained F count> F table that 9.987> 1.714, showed that the the soaking water coconut coir with different soaking period a significant influence on the growth of peanut plants (Arachis hypogaea L.), (2) soaking period of coconut coir that resulted in the highest for dry weight of plant growth is soaking period for 14 days.keyword : Arachis hypogaea L, Plant Growth, Liquid Organic Fertilizer, Soaking period of coconut coir.
EFEKTIFITAS AIR RENDAMAN TEMBAKAU DARI PUNTUNG ROKOK KRETEK TERHADAP MORTALITAS Plutella xylostella L Lailatus Saadah .; Prof. Dr. Putu Budi Adnyana, M.Si .; Dr. I Wayan Sukra Warpala,S.Pd,M.Sc .
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol. 3 No. 2 (2016)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpb.v3i2.8136

Abstract

Abstrak Plutella xylostella merupakan hama yang menyerang kubis sejak awal tumbuh sampai menjelang panen sehingga menyebabkan kegagalan bila tidak segera dikendalikan. Salah satu pestisida alami yang dapat membasmi hama Plutella adalah ekstrak limbah tembakau dari puntung rokok kretek. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis adanya peningkatan mortalitas Plutella melalui pemberian air rendaman tembakau serta konsentrasi air rendaman tembakau yang dapat membunuh 50% (Lc 50) dan 90% (Lc 90) Plutella. Penelitian ini termasuk penelitian eksperimen dengan 4 perlakuan dan 6 kali pengulangan dengan konsentrasi 0 g/l,5 g/l,10 g/l,dan 15 g/l, data dianalisis dengan ANAVA 1 arah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) terjadi peningkatan mortalitas dari Plutella,(2) konsentrasi air rendaman tembakau yang membunuh 50% (Lc 50) Plutella pada konsentrasi 6,35 g/l,(3) untuk membunuh 90% (Lc 90) pada konsentrasi 21,48 g/l, melalui uji hayati dengan analisis probit. Kata Kunci : Mortalitas, Plutella xylostella, Puntung Rokok Kretek Plutella xylostella is a pest that damage since the beginning of cabbage grow until the harvest, causing a failure if not controlled immediately. One of the natural pesticides that could be eradicate the pest Plutella is tobacco immersion of cigarette butts. This research aimed to analyze the increased mortality of Plutella through the provision immersion of tobacco and concentration of tobacco extracts was kills 50% (Lc 50) and 90% (Lc 90) Plutella. The research that exsperimental with 4 treatment in 6 replication consists used concentration of 0 g/l, 5g /l, 10 g/l, and 15 g/l, and analysed with one direction of ANAVA. The results of the research showed (1) increased mortality of Plutella, (2) tobacco immersion concentration was mortality 50% (Lc 50) Plutella of 6.35 g/l concentration, (3) mortality 90% (Lc 90) of 21,48 g/l with probit analysiskeyword : Mortalit, Plutella xylostella, Butts Cigarettes
PENGARUH PERBEDAAN KADAR AMPAS TEH SEBAGAI MEDIA TANAM DAN INTENSITAS PENYIRAMAN AIR TEH TERHADAP PERTUMBUHAN SELADA (LACTUCA SATIVA L.) DENGAN TEKNIK VERTIKULTUR Ida Ayu Kade Trisnayanthi .; Prof. Dr. Putu Budi Adnyana, M.Si .; I M P Anton Santiasa, S.Pd.,M.Si. .
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol. 3 No. 2 (2016)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpb.v3i2.8157

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui perbedaan pertumbuhan Selada dengan menggunakan ampas teh sebagai media tanam, (2) mengetahui perbedaan pertumbuhan Selada dengan penyiraman air teh, (3) mengetahui interaksi antara penambahan media tanam ampas teh dan intensitas penyiraman air teh terhadap pertumbuhan Selada. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Banyuning, Kec./Kab. Buleleng, selama dua bulan. Penelitian eksperimental ini menggunakan desain faktorial 3x3, dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) memakai tiga kali ulangan. Variabel bebas penelitian ini adalah kadar ampas teh sebagai media tanam, penyiraman dengan air teh, dan kombinasi keduanya. Variabel terikatnya adalah pertumbuhan tanaman selada, diukur dari berat keringnya. Perlakuan pertama yaitu penggunaan ampas teh dicampur tanah sebagai media tanam dengan perbandingan (1 : 1), (2 : 1) dan (1 : 2), perlakuan kedua yaitu penyiraman tanaman menggunakan air keran dan air teh, dengan intensitas penyiraman menggunakan air keran 1 kali sehari untuk semua perlakuan, sedangkan penyiraman menggunakan air teh, 1 kali setiap tujuh hari dan 2 kali setiap tujuh hari. Hasil penelitian dianalisa secara statistika dengan uji ANAVA dua arah. Hasil analisis menunjukkan bahwa (1) Ada pengaruh perbedaan kadar ampas teh terhadap pertumbuhan selada. Berdasarkan hasil uji hipotesis, angka signifikansinya 0,040. (2) Ada pengaruh intensitas penyiraman air teh terhadap pertumbuhan selada. Berdasarkan uji hipotesis yakni angka signifikansinya 0,046. (3) Ada interaksi antara kadar ampas teh sebagai media tanam dan intensitas penyiraman menggunakan air teh terhadap pertumbuhan selada. Berdasarkan hasil uji hipotesisnya dengan angka signifikansi 0,049.Kata Kunci : air teh, ampas teh, selada (Lactuca sativa L.). The research porposes were to know (1) the differences of tea waste as planting media on the growth of lettuce, (2) the differences of watering intensity using tea water on the growth of lettuce, (3) the interaction between tea waste and watering intensity on the growth of lettuce. This research was conducted in Banyuning village, Buleleng District of Buleleng Regency, for two months. This experimental research applied factorial design of 3x3 and used full randomized design (FRD) with three replications. The independent variables were the concentration of tea waste, watering and its interaction. The dependent variable was the growth of lettuce plants measured by its dry weight. First treatment was the application of tea waste mixed with soil in ratio of (1 : 1), (2 : 1), and (1 : 2) and the second treatment was watering intensity, that is zero every week, once every week, and twice every week. The result of this study was analyzed statistically using two-way ANOVA. The result shows that (1) There is an effect of tea waste as planting media with different concentrations on the growth of lettuce, which the significance value is 0,040, (2) There is an effect of different watering intensity using tea water on the growth of lettuce, which the significance value is 0.046, (3) There is a interaction effect between application of tea waste and watering intensity toward the growth of lettuce which the significance value is 0,049.keyword : tea water, tea waste, Lettuce (Lactuca sativa L.).
VARIASI KONSENTRASI EKSTRAK KASAR DAUN BINTARO (Cerbera odollam Gaertn.) MENGAKIBATKAN PERBEDAAN MORTALITAS KUTU PUTIH (Paracoccus marginatus) I Putu Ari Budi Artama .; Prof. Dr. Putu Budi Adnyana, M.Si .; I M P Anton Santiasa, S.Pd.,M.Si. .
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol. 3 No. 2 (2016)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpb.v3i2.8165

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah (1) Untuk mendeskripsikan dan menganalisis perbedaan mortalitas kutu putih (Paracoccus marginatus) akibat pemberian variasi konsentrasi ekstrak kasar daun bintaro (Cerbera odollam Gaertn.), dan (2) Untuk mendeskripsikan dan menganalisis nilai Lethal Concentration (LC50) ekstrak kasar daun bintaro (Cerbera odollam Gaertn.) terhadap mortalitas kutu putih (Paracoccus marginatus). Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimental dengan menggunakan rancangan acak lengkap (RAL). Variasi konsentrasi dalam penelitian ini ada lima yaitu dengan konsentrasi 0%, 20%, 40%, 60%, dan 80% dengan masing-masing perlakuan 5 kali ulangan. Data yang diperoleh berupa jumlah mortalitas kutu putih (Paracoccus marginatus) sebagai data utama yang dianalisis menggunakan ANAVA satu arah dengan taraf signifikansi 5%, dan pengamatan kondisi kutu putih sebelum dan sesudah diberikan perlakuan yang tidak dianalisis secara statistik. Hasil uji ANAVA menunjukkan nilai signifikansi ≤ 0,05, artinya H0 ditolak dan H1 diterima yang artinya, ada perbedaan mortalitas kutu putih (Paracoccus marginatus) pada pemberian ekstrak kasar daun bintaro (Cerbera odollam Gertn.). Uji BNT didapatkan nilai p ≤ 0,05 yang artinya pemberian variasi konsentrasi berbeda nyata terhadap mortalitas kutu putih. Berdasarkan nilai analisis probit, maka pada konsentrasi 50,953% yang dapat membunuh 50% nimfa kutu putih (Paracoccus marginatus) dengan ekstrak kasar daun bintaro.Kata Kunci : ekstrak kasar, daun bintaro, mortalitas, kutu putih The purpose of this research are (1) to describe and analyze the differences in mortality mealybug (Paracoccus marginatus) from application of varying crude extract concentrations of bintaro leaves (Cerbera odollam Gaertn.), and (2) to describe and analyze the value of Lethal Concentration (LC50) of crude extract of leaves bintaro (Cerbera odollam Gaertn.) For mortality mealybug (Paracoccus marginatus). This research is experimental research using a completely randomized design (CRD). Variation concentration in this research were five, those are 0%, 20%, 40%, 60%, and 80% with five replications for each treatment. The data of mortality number mealybug (Paracoccus marginatus), is the main data, was analyzed using one-way ANOVA with a significance level of 5%, and the supporting data obtained by observing the condition of mealy bugs before and after treatment were not statistically analyzed. ANOVA results showed a significance value of < 0.05, meaning that H0 were declined and H1 were accepted, that means, there are differences on between mealybug (Paracoccus marginatus) mortality because of the application of crude leaves bintaro (Cerbera odollam Gertn.) extract. LSD p value ≤ 0.05, which means giving significantly different concentration variations on mortality mealybug Based on the analysis of probit value the 50.953% concentrate of acrude extract of bintaro leaves could killed 50% of nymphs mealybug (Paracoccus marginatus).keyword : bintaro leaves, crude extract, mealybugs, mortality
Co-Authors ., Adi Purusha Das ., Hasby Wahid Harris ., I Gusti Lanang Agus Awitama ., I MADE ADI SANTIKA ., I Made Pasek Anton Santiasa, S.Pd.,M.Sc. ., I Putu Ari Budi Artama ., I Putu Eka Suakarya Utama ., Ida Ayu Kade Trisnayanthi ., Lailatus Saadah ., Made Ari Sanjaya ., Ni Kadek Delis Tina ., NI KD MIRAH ASTUTI ., Ni Made Ari Ryantini ., Ni Made Dwi Pradnyani ., Ni Made Ninda Pradani ., Ni Putu Indah Kumala Sari ., NILUH PUTU PUTRI P D ., Putu Rahma Dewi ., SUSAN SIDABUTAR AAIN Marhaeni Abu Yazid Abu Bakar Adi Purusha Das . Adi, Ni Nyoman Serma Agus Wijaksono Ajeng Purnama Heny Anak Agung Istri Sri Wiadnyani Anantawikrama Tungga Atmadja Andriani, Ni Kadek Ari Anton Santiasa, I Made Pasek Ariani, NM Dewi Ariasih, I Gusti Agung Ayu Cinthya Meitri AUGUSTA DE JESUS MAGALHAES Desak Made Citrawathi Devy Dyah Wulandari Dewi, Luh Gede Wulan Kurnia Dewi, Ni Kadek Yun Yun Rosita Dewi, Putu Lia Rusita DR. I GST.AGUNG NYM.SETIAWAN . DR. I GST.AGUNG NYM.SETIAWAN ., DR. I GST.AGUNG NYM.SETIAWAN DR. I GST.AGUNG NYM.SETIAWAN, M.Si. . Dr. I Nyoman Tika,M.Si . DR. LUH PT.MANIK WIDIYANTI, S.Si, M.Kes . Dyah Aini Purbarani Fachry Abda El Rahman Fifi Fitriana Sari, Fifi Fitriana Fitria Sarnita Fitriani, Herdiyana Fitriyah, Siti Aminatul Gede Ari Yudasmara Hajiriah, Titi Laily Handayani, Baiq Vina Harefa, Darmawan Hasby Wahid Harris . I G A N Setiawan I Gede Astra Wesnawa I Gusti Agung Nyoman Setiawan I GUSTI BAGUS SUMARTA . I Gusti Lanang Agus Awitama . I M P Anton Santiasa, S.Pd.,M.Si. . I Made Adi Santika I MADE ADI SANTIKA . I Made Ari Winangun I Made Pasek Anton Santiasa I Made Pasek Anton Santiasa, S.Pd.,M.Sc. . I MADE WIRASANA JAGANTARA . I Putu Ari Budi Artama . I Putu Eka Suakarya Utama . I Putu Wisna Ariawan I Wayan Lasmawan I Wayan Rudiarta I Wayan Sadia I Wayan Sukra Warpala IB Jelantik Swasta Ida Ayu Cindya Prawesti p . Ida Ayu Kade Trisnayanthi . Ida Ayu Purnama Bestari Ida Ayu Putu Suryanti Ida Bagus Jelantik Swasta Ida Bagus Putu Arnyana Kadek Hengki Primayana . KOMANG SUSILAWATI . Lailatus Saadah . Luh Putu Marhaeni Made Ari Sanjaya . MADE DWIPAYANA . Mahendra Data, I Gede Teguh Arya Marhaeni, Luh Putu Muhammad Wahyu Setiyadi N. Adiputra N. Adiputra Nadi, Desak Putu Merta Ni Kadek Delis Tina . NI KD MIRAH ASTUTI . NI KETUT HENDRAWATI SANTOSA . Ni Ketut Rapi Ni Komang Prasinta Nusantari . Ni Luh Julianti NI LUH PUTU CARIASTINI . NI LUH PUTU MANIK WIDIYANTI NI LUH PUTU WIDYA DHARMAYANTHI . NI LUH RATNA TIRTAWATI . Ni Luh Rin Riantini . Ni Luh Rin Riantini ., Ni Luh Rin Riantini Ni Made Ari Ryantini . Ni Made Dwi Pradnyani . Ni Made Ninda Pradani . NI NYOMAN KARTINI . NI NYOMAN SERMA ADI . Ni Nyoman Sri Rasthiti . Ni Nyoman Sri Rasthiti ., Ni Nyoman Sri Rasthiti Ni Putu Dian Pertiwi, Ni Putu Dian Ni Putu Indah Kumala Sari . Ni Putu Sri Ratna Dewi NI WAYAN HENI DESIANTI . NI WAYAN HENI DESIANTI ., NI WAYAN HENI DESIANTI NILUH PUTU PUTRI P D . NM Dewi Ariani NURHAYATI . Nyoman Dantes Pahriah, Pahriah PE Sastrika Ayu PROF. DR. I B. PUTU ARNYANA, M.Si. . PROF. DR. KETUT SUMA, M.S. . Purwanti, Ni Kadek Lovita Putra, I Gede Somia Dangka Putu Artawan PUTU NOVI KURNIAWATI . Putu Rahma Dewi . Rayyan, Wildan Babul S.Pd. M Kes I Ketut Sudiana . S.Pd.,M.Si. I M P Anton Santiasa . sabrina intan maulida Santiasa, I Made Pasek Anton Santiasa, Made Pasek Anton Santiasa, Made Pasek Anton Santika, I Made Adi Setiawan, I G A N Siti Maryam siti rabiatul fajri, siti rabiatul Sofyan Syamratulangi SURATNI . Suryati Suryati SUSAN SIDABUTAR . Swandi Swandi Swasta, IB Jelantik Syamsiar, Syamsiar Taufiqurrahman, M. Wulandari, Devy Dyah Yanti, Baiq Azmi Sukroyanti YOSEFINA UGE LAWE . Yuliandari, Sri Ayu Yuliati, Ni Komang Dwi Eka Zahara, M.Pd, Laxmi