Claim Missing Document
Check
Articles

KEANEKARAGAMAN TUMBUHAN ANGGREK EPIFIT DI KAWASAN TAMAN WISATA ALAM (TWA) SANGEH BALI DAN PEMANFAATANNYA SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN MORFOLOGI TUMBUHAN Ni Kadek Delis Tina .; Prof. Dr.Ida Bagus Putu Arnyana, M.Si .; Prof. Dr. Putu Budi Adnyana, M.Si .
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol. 3 No. 2 (2016)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpb.v3i2.8185

Abstract

Penelitian ini bertujuan: 1) untuk mengetahui keanekaragaman tumbuhan anggrek epifit di kawasan hutan Taman Wisata Alam (TWA) Sangeh Bali, 2) untuk mengetahui kelayakan pemanfaatan herbarium tumbuhan anggrek epifit di kawasan hutan Taman Wisata Alam (TWA) Sangeh Bali sebagai media pembelajaran morfologi tumbuhan. Jenis penelitian ini adalah eksploratif. Populasi penelitian ini adalah seluruh tumbuhan anggrek yang tumbuh sebagai epifit pada habitus pohon di hutan Sangeh. Sampel dari penelitian ini yakni, spesies tumbuhan anggrek epifit yang hidup di hutan Taman Wisata Alam (TWA) Sangeh yang meliputi 15 titik sampel yang jaraknya terdekat dengan line transect. Data tingkat kelayakan herbarium sebagai media pembelajaran, diperoleh melalui metode kuisioner dan observasi oleh mahasiswa semester II t.a 2015/2016. Hasil yang diperoleh adalah: 1) Ditemukan 4 jenis anggrek epifit yaitu Dendrobium crumenatum Sw., Bulbophyllum odoratum (Blume) Lindl., Bryobium hyacinthoides (Blume) Y.P.Ng & P.J.Cribb., dan Vanda tricolor Lindl., nilai indeks keanekaragaman tergolong tinggi yakni sebesar 0,6613, 2) Dari 4 herbarium terdapat 2 herbarium yang dinyatakan sangat layak dan 2 herbarium yang dinyatakan layak sebagai media pembelajaran.Kata Kunci : Anggrek, Keanekaragaman, Media Pembelajaran, Taman Wisata Alam (TWA) Sangeh Hence, this research aims: 1) to know the epiphytic orchids diversity in the forest of the Natural Park (TWA) Sangeh Bali, 2) to determine the worthiness of the use of herbarium plant epiphytic orchids in the Natural Park (TWA) Sangeh Bali as a morphology plant learning media. The research type in this study is exploratif. The population of the study is the whole orchids which grow as epiphytes on habitus trees in the Sangeh forest . Samples of the study was taken from the epiphytic orchid species that live in the forest Natural Park (TWA) Sangeh which include 15 sample points which were located closest to the line transect. Data of the worthiness of the herbarium as a learning media was obtained through questionnaire and observation by the second semester students t.a 2015/2016. The results obtained are: 1) Found 4 types of epiphytic orchids, i.e., Dendrobium crumenatum Sw., Bulbophyllum odoratum (Blume) Lindl., Bryobium hyacinthoides (Blume) Y.P.Ng & P.J.Cribb., and Vanda tricolor Lindl., The value of the diversity index is high amounting to 0.6613, 2) From 4 herbarium, there are two determined to be very worthy and two herbarium determined to be worthy as a learning media.keyword : Orchid, Diversity, Learning Media, Natural Park (TWA) Sangeh
PENGARUH PEMBERIAN AIR RENDAMAN KULIT BAWANG MERAH (Allium cepa L.) TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN SELADA (Lactuca sativa L.) Ni Putu Indah Kumala Sari .; Prof. Dr. Putu Budi Adnyana, M.Si .; Ida Ayu Putu Suryanti,S.Si.,M.Si .
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol. 3 No. 2 (2016)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpb.v3i2.8318

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh air rendaman kulit bawang merah (Allium cepa L.) terhadap pertumbuhan Tanaman Selada (Lactusa sativa L.) dan mengetahui kosentrasii penyiraman menggunakan air rendaman kulit bawang merah yang paling optimum terhadap pertumbuhan tanaman Selada (Lactuca sativa L.). Penelitian ini menggunakan kulit bawang merah (Allium cepa L.) sebagai pupuk untuk pertumbuhan tanaman Selada (Lactuca sativa L.) dengan variasi berat 0 gram, 30 gram, 40 gram dan 50 gram dalam setiap 100 ml air. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan ulangan setiap perlakuan sebanyak 6 kali. Parameter yang diamati pada penelitian ini adalah tinggi tanaman, berat basah, berat kering dan jumlah helai daun. Data yang diperoleh dari hasil pengamatan, diambil rerata dan dibuat grafik serta dianalisis dengan Analisis Varian (ANAVA) satu arah dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Terkecil (BNT). Hasil analisis data menunjukkan bahwa terdapat perbedaan pertumbuhan tanaman Selada (Lactuca sativa L.) akibat pemberian air rendaman kulit bawang merah (Allium cepa L.). Air rendaman kulit bawang merah (Allium cepa L.) 30 gram dapat menghasilkan berat kering tanaman selada yang paling tinggi (Lactuca sativa L.) yaitu 0,0361gram. Kata Kunci : Kata Kunci : Air Rendaman, Kulit Bawang Merah, Peningkatan, Pertumbuhan, Selada. The study used Allium cepa L. skin as the fertilizer of Lactuca sativa L. There were various water concentration such as 0 gram, 30 gram, 40 gram, and 50 gram in every 100 ml water. The design of the study was completely randomized design (RAL) with 6 times treatment. The parameter of the study focused on the height, the wet weight, the light weight, and the quantity of the Lactuca sativa L. leaves. The collected data were calculized and presented in form of graph through one way ANAVA analysis. The analysis were continued with BNT test. The result showed that there were different growth of Lactuca sativa L. as the effect of Allium Cepa L. water immersion treatment. The optimum concentration of Allium cepa L. water immersion was 30 gram with the highest Lactuca sativa L. light weight that was 0.0361 gram. keyword : Key words: Allium cepa L., Lactuca sativa L., the enhancement, the growth, water immersion.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PEMECAHAN MASALAH DAN MODEL PEMBELAJARAN LANGSUNG TERHADAP KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS DALAM PEMBELAJARAN IPA SISWA KELAS VII SMP NEGERI 5 SINGARAJA Hasby Wahid Harris .; Prof. Dr. Putu Budi Adnyana, M.Si. .; Dr. I Wayan Sukra Warpala,S.Pd., M.Sc. .
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol. 4 No. 3 (2017)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpb.v4i3.11977

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan keterampilan berpikir kritis siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran pemecahan masalah dan model pembelajaran langsung dalam pembelajaran IPA kelas VII SMP Negeri 5 Singaraja. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimen semu (quasi exsperiment) dengan desain Non-equivalent Pre-test Post-test Control Group Design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh kelas VII SMP Negeri 5 Singaraja semester genap tahun ajaran 2016/2017 yang terdiri dari 12. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik simple random sampling. Data penelitian didapatkan melalui tes keterampilan berpikir kritis. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif dan analisis statistik dengan Independent Samples t-test. Hasil analisis data menunjukkan nilai signifikansi yang diperoleh lebih kecil dari nilai α yaitu 0,05 (0,002 < 0,05), yang artinya ada perbedaan keterampilan berpikir kritis siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran pemecahan masalah dan siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran langsung dalam pembelajaran IPA. Nilai rata-rata tes keterampilan berpikir kritis pada kelas yang diberikan perlakuan model pembelajaran pemecahan masalah sebesar 72,33 dan kelas dengan perlakuan model pembelajaran langsung memerolah nilai rata-rata sebesar 66,27, dengan selisih perbedaan rata-rata sebesar 6,06. Nilai rata-rata hasil tes keterampilan berpikir kritis dalam pembelajaran IPA pada kelas yang diberikan perlakuan model pembelajaran pemecahan masalah lebih baik dibandingkan kelas yang diberikan perlakuan model pembelajaran langsung.Kata Kunci : Keterampilan Berpikir Kritis, Pembelajaran Pemecahan Masalah, Pembelajaran Langsung This study aimed to determine the differences critical thinking skills students taught by learning model of problem solving and direct instruction model in teaching science class VII SMP Negeri 5 Singaraja. The research design that used in this study was quasi experimental research of Design Group Design Post-Test Pre-Test Non-equivalent. The population in this study were all class VII SMP Negeri 5 Singaraja even half of 2016/2017 academic year consisting of 12. Sampling technique was done by simple random sampling. The research data was obtained through critical thinking ability test. The data analysis of this study used descriptive analysis and statistical analysis with Independent Samples t-test. The result of data analysis showed that the significance value of obtained was lower than the value of α is 0.05 (0.002 < 0.05), which meant that there were differences in students critical thinking skills who were taught by the model of learning problem solving and students who were taught by direct instruction model in learning science. The mean value of critical thinking skills tests in the classroom provided with learning model of learning problem solving was 72,33 and the mean value of the class who treated by direct instruction model treatment was 66,27, with difference of mean was 6,06. The mean value of critical thinking skills tests in science learning in the classroom was given a model of problem-solving learning treatment had better than the class given direct instruction model learning.keyword : Critical Thinking, Problem-Solving Learning, Direct Instruction
KEARIFAN LOKAL MASYARAKAT CATUR DESA TERHADAP KONSERVASI DANAU TAMBLINGAN Ni Made Dwi Pradnyani .; Prof. Dr. Putu Budi Adnyana, M.Si. .; Dr. I Wayan Sukra Warpala,S.Pd., M.Sc. .
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol. 4 No. 2 (2017)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpb.v4i2.11979

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui 1) pengetahuan lokal masyarakat Catur Desa Adat Dalem Tamblingan yang terkait konservasi Danau Tamblingan, 2) teknologi lokal masyarakat Catur Desa Adat Dalem Tamblingan yang terkait konservasi Danau Tamblingan, dan sikap masyarakat Catur Desa Adat Dalem Tamblingan terhadap konservasi Danau Tamblingan. Jenis penelitian ini adalah penelitian survei, dengan sampel berjumlah 100 orang yang diperoleh dengan menggunakan teknik purposive sampling. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) pengetahuan masyarakat Catur Desa Adat Dalem Tamblingan terkait konservasi Danau Tamblingan termasuk dalam kategori tinggi, 2) Masyarakat Catur Desa Adat Dalem Tamblingan memiliki teknologi lokal dalam upaya konservasi Danau Tamblingan yaitu berupa perahu tradisional bergandeng dua yang disebut pedahu, serta membentuk kelompok Bendega yang merupakan kelompok masyarakat yang bertanggungjawab melestarikan Danau Tamblingan, 3) Sikap masyarakat Catur Desa Adat Dalem Tamblingan terhadap konservasi Danau Tamblingan termasuk dalam kategori positif.Kata Kunci : kearifan lokal, konservasi, Danau Tamblingan, Catur Desa Adat Dalem Tamblingan The purposes of the research were 1) local knowledge of people of Catur Desa Adat Dalem Tamblingan related to the conservation of Lake Tamblingan, 2) local technology of people of Catur Desa Adat Dalem Tamblingan related to the conservation of Lake Tamblingan, 3) and the attitude of people of Catur Desa Adat Dalem Tamblingan to the conservation of Lake Tamblingan. The type of this riset is survey research, with a sample of 100 people determined using purposive sampling technique. Data obtained were uses descriptive analysis. The results of this research indicates that 1) the knowledge of Catur Desa Adat Dalem Tamblingan community related to Tamblingan Lake Conservation included in the high category, 2) Catur Desa Adat Dalem Tamblingan community has local technology in Tamblingan Lake conservation that is using traditional boat called a pedahu, and formed a group of Bendega which is a community group responsible for preserving Lake Tamblingan, 3) Attitudes of Catur Desa Adat Dalem Tamblingan community to the conservation of Lake Tamblingan included in the positive category.keyword : Local wisdom, conservation, Tamblingan Lake, Catur Desa Adat Dalem Tamblingan
STUDI TENTANG CORAK HABITAT DAN KOMPONEN PENDUKUNGNYA TERHADAP POPULASI RUSA TIMOR (Cervus timorensis, DE BLAINVILLE 1822) DI TELUK BRUMBUN TAMAN NASIONAL BALI BARAT Made Ari Sanjaya .; Prof. Dr. Ida Bagus Jelantik Swasta,M.Si .; Prof. Dr. Putu Budi Adnyana, M.Si. .
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol. 4 No. 2 (2017)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpb.v4i2.14399

Abstract

Rusa timor (Cervus timorensis) merupakan salah satu jenis satwa yang memiliki penyebaran yang cukup luas di Indonesia, namun secara umum populasinya diindikasi terus mengalami penurunan dari waktu ke waktu akibat kerusakan habitat dan tekanan perburuan, serta ada juga indikasi yang menunjukkan mulai terjadi pergeseran pola penyebarannya di kawasan-kawasan hutan termasuk di Taman Nasional Bali Barat. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif eksploratif dengan melakukan survei lapangan (field study). Hasil penelitian menunjukkan corak habitat pada Ekosistem Hutan Savanna di Teluk Brumbum Taman Nasional Bali Barat mencapai rentangan suhu ± 30oC sampai ± 33oC dan rentangan kelembaban ± 49,75% sampai ± 73% serta rentangan intensitas cahaya ± 462,5 lux sampai ± 600 lux. Adapun ketinggian tempat di Teluk Brumbun Taman Nasional Bali Barat mencapai ± 90 Mdpl. Topografi habitat rusa timor merupakan daerah dataran rendah dengan tipe habitat semi terbuka. Sedangkan komponen pendukung habitat terhadap populasi rusa timor di Teluk Brumbun Taman Nasional Bali Barat cukup baik dapat dilihat dari indikator-indikator sebagai berikut; a). luas habitat; b) pakan dan minum; c) tempat berlindung masih tersedia akan tetapi terdapat ancaman yang mempengaruhi keberadaan rusa di habitatnya yaitu anjing liar yang memburu satwa-satwa liar di TNBB khususnya rusa timor (Cervus timorensis).Kata Kunci : rusa timor (Cervus timorensis), TNBB, corak habitat, komponen pendukung. Deer timor (Cervus timorensis) is one of the most widely distributed species in Indonesia, but the population is generally indicated to continue to decline over time due to habitat destruction and hunting pressure, and there are also indications that there is a shift in the pattern of spreading in forest areas including in West Bali National Park. The type of this research is descriptive explorative research by conducting field survey. The result showed that habitat pattern at Savanna Forest Ecosystem at Brumbum Bay of West Bali National Park reached a temperature range of ± 30oC to ± 33oC and moisture range ± 49,75% to ± 73% and light intensity range ± 462,5 lux up to ± 600 lux. The height of the place in Brumbun Bay West Bali National Park reached ± 90 Mdpl. Topography of deer timor habitat is lowland area with semi open type habitat. While the habitat support component of the deer timor population in Brumbun Bay National Park of West Bali is quite good can be seen from the indicators as follows; a). habitat area; b) feed and drink; c) shelter is still available but there are threats that affect the presence of deer in their habitat of wild dogs hunting wildlife in the park, especially deer timor (Cervus timorensis).keyword : deer timor (Cervus timorensis), TNBB, habitat pattern, support components.
EFEKTIVITAS PENGGUNAAN LKS INKUIRI BERBASIS PERTANYAAN (LKS INSITA) TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP IPA DAN KETERAMPILAN PROSES SAINS DI SMP LABORATORIUM UNDIKSHA SINGARAJA NILUH PUTU PUTRI P D .; Prof. Dr. Putu Budi Adnyana, M.Si. .; Prof. Dr.Ida Bagus Putu Arnyana, M.Si .
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol. 4 No. 2 (2017)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpb.v4i2.14562

Abstract

Pengetahuan dan keterampilan proses sains sangat penting di kelas IPA. Tujuan penelitian ini adalah (1) mengetahui penggunaan LKS INSITA terhadap pemahamn konsep dan (2) mengetahui penggunaan LKS Insita terhadap keterampilan proses sains. Jenis peneilitian yang digunakan adalah Pra-Eksperimental dengan rancangan penelitian yaitu One Shot Case Study. Populasi yang digunakan adalah siswa kelas VII SMP Laboratorium Undiksha. Sampel diambil dengan teknik sampling sederhana. Data pemahaman konsep dengan bentuk tes objektif dan keterampilan proses sains dengan bentuk tes kinerja. Data dianalisis dengan menggunakan analisis deskriptif dan uji statistik (One sampel t-test). Hasil penelitian menyebutkan bahwa (1) penggunaan LKS inkuiri berbasis pertanyaan terhadap pemahaman konsep diperoleh nilai p=0,001 berarti penggunaan LKS inkuiri berbasis pertanyaan terhadap pemahaman konsep efektif, dan (2) penggunaan LKS inkuiri berbasis pertanyaan terhadap keterampilan proses sains diperoleh nilai p=0,001 berarti penggunaan LKS inkuiri berbasis pertanyaan terhadap keterampilan proses sains efektifKata Kunci : keterampilan proses sains, pemahaman konsep. Knowledge and science process skills are important in the science classroom. The purpose of this research were (1) to know the effectiveness of using question-based inquiry worksheet to the conceptual comprehension and (2) to know the effectiveness of using question-based inquiry worksheet to science process skill, The type of this research was Pre-Experimental with One Shot Case Study research design. The population that used was all of VII class students Junior High School Undiksha Laboratory. Samples were taken with a simple sampling technique. Data of the conceptual comprehension with an objective test form and science process skills with a performance test form. Data were analyzed by using descriptive analysis and statistical test (One sample t-test). The results of this research showed that (1) using question-based inquiry worksheet to the conceptual comprehension obtained value p = 0.001 that means using using question-based inquiry worksheet to the conceptual comprehension was effective, and (2) using question-based inquiry worksheet to the science-process skills obtained value p = 0.001 using question-based inquiry worksheet to the science-process skills was effective.keyword : conceptual, science process skills, student worksheet.
EFEKTIVITAS PENERAPAN MODEL PEKATRIKAPA TERINTEGRASI PEMBELAJARAN IPA UNTUK PENANAMAN KARAKTER SISWA DI SMP LABORATORIUM UNDIKSHA I MADE ADI SANTIKA .; Prof. Dr. Putu Budi Adnyana, M.Si. .; I Made Pasek Anton Santiasa, S.Pd.,M.Sc. .
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol. 4 No. 2 (2017)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpb.v4i2.14845

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penerapan model Pekatrikapa (pendidikan karakter Tri Kaya Parisudha) terintegrasi pembelajaran IPA untuk penanaman karakter siswa di SMP Laboratorium Undiksha. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen dengan rancangan penelitian post-test only control group design. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas VII SMP Laboratorium Undiksha pada semester genap tahun pelajaran 2017/2018 yang berjumlah 103 orang. Sampel diambil dengan menggunakan teknik random sampling. Sampel yang terpilih dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII2 yang berjumlah berjumlah 25 orang sebagai kelompok ekperimen dan kelas VII4 yang berjumlah 26 siswa yang terpilih sebagai kelompok kontrol. Data profil nilai karakter Tri Kaya Parisudha dikumpulkan dengan menggunakan metode observasi, wawancara, dan kuesioner. Data respon siswa dikumpulkan dengan metode kuesioner. Profil nilai karakter Tri Kaya Parisdha dan respon siswa di analisis secara deskriptif. Efektivitas penerapan model Pekatrikapa di analisis secara statistik dengan uji-t. Hasil penelitian menunjukan profil nilai rata-rata karakter Tri Kaya Parisudha yang berkatagori baik dan sangat baik adalah 88,89 % pada kelas yang dibelajarkan model Pekatrikapa, 44,43% pada kelas yang dibelajarkan model konvensional. Rata-rata persentase respon siswa yang dibelajarkan dengan model Pekatrikapa memiliki kategori sangat baik yaitu 91% siswa menyatakan pembelajaran menarik, menyenangkan, memdahkan belajar, dan mendorong belajar. Di samping itu rata-rata persentase hasil penilaian diri (self assessment) menunjukan 84% menyatakan setelah mengikuti pembelajaran dengan model Pekatrikapa terjadi perubahan karakter ke arah yang lebih baik. Hasil uji-t menunjukan bahwa penerapan model Pekatrikapa efektif untuk menanamkan karakter siswa di SMP Laboratorium Undiksha. Kata Kunci : Kata kunci: model Pekatrikapa, model konvensional, pendidikan karakter, nilai karakter Tri Kaya Parisudha Abstract This study aimed to determine the effectiveness of the application of integrated Pekatrikapa (education character Tri Kaya Parisudha) model of science learning for the planting of student characters in Undiksha Laboratory Junior High School. This type of research is experiment research with research design that used is post-test only control group design. The population of this research is all students of class VII Junior Undiksha Laboratory in the even semester of academic year 2017/2018 which amounted to 103 people. The samples were taken using random sampling technique. The sample selected in this research is the students of class VII2 which amounted to 25 people as experimental group and class VII4 which amounted to 26 students selected as control group. Tri Kaya Parisudha character value data profile was collected using observation, interview, and questionnaire methods. Student response data was collected by questionnaire method. The character profile of Tri Kaya Parisdha's character and student's responses are analyzed descriptively. The effectiveness of the application of the Pekatrikapa model was analyzed statistically with the t-test. The results show that the average value of the character of Tri Kaya Parisudha with good and excellent category was 88.89% in the class which was modeled Pekatrikapa, 44.43% in the class that conventional model. The average percentage of students' responses to the lessons learned with the Pekatrikapa model has a very good category of 91% of students declaring interesting lesson, fun, facilitating, and encouraging them in learning. In addition, the average percentage of self assessment results (self assessment) showed 84% stated after following the learning with the model Pekatrikapa there is a change of character to a better state. The results of t-test show that the application of Pekatrikapa model is effective to instill the character of students in Undiksha Laboratory Junior High School. keyword : Keywords: Pekatrikapa model, conventional model, character edcation, Tri Kaya Parisudha character value
EVALUASI PROGRAM PENDIDIKAN KARAKTER DI SMP NEGERI 1 SINGARAJA NI KD MIRAH ASTUTI .; Prof. Dr. Putu Budi Adnyana, M.Si. .; Ni Putu Sri Ratna Dewi, S.Pd., M.Pd. .
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol. 4 No. 2 (2017)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpb.v4i2.14883

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui efektivitas pelaksanaan program pendidikan karakter di tinjau dari variabel context; input; process; dan product; (2) mengetahui efektivitas pelaksanaan program pendidikan karakter di tinjau dari model evaluasi CIPP. Penelitian ini merupakan penelitian evaluasi (evaluation reseach) dengan menggunakan model CIPP. Adapun subyek evaluasi adalah kepala sekolah, guru pembina, siswa, dan dokumen yang akan memberikan informasi. Obyek evaluasi adalah pelaksanaan program pendidikan karakter yang terdiri dari variabel (context, input, process, dan product). Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, kuesioner, wawancara, checklist dan dokumentasi. Data dianalisis dengan deskriftif kuantitatif. Hasil dari penelitian ini secara umum pelaksanaan program pendidikan karakter di SMP Negeri 1 Singaraja termasuk dalam kategori sangat efektif. Dari keempat variabel yang diteliti menujukkan bahwa variabel context termasuk kategori sangat efektif, variabel input termasuk kategori sangat efektif, variabel process termasuk kategori sangat efektif dan produk termasuk kategori sangat efektif dengan nilai berturut-turut (98,21%, 90,00%, 92,05%, dan 90,00%), sehingga efektivitas pelaksanaan program pendidikan karakter yang ditinjau dari model CIIP dan mengacu pada kuadran Glickman termasuk dalam kuadran I yang diperoleh hasil positip (+ + + +) yang berarti sangat efektif.Kata Kunci : Evaluasi, Metode CIPP, Pendidikan karakter The aimed of this study are to (1) find out the effectiveness of implementation of character education programs in the review of the context variables; input; process; and product; (2) to know the effectiveness of character education program implementation in review of CIPP evaluation model. This research is an evaluation research (evaluation reseach) by using CIPP model. The subjects of the evaluation are the principals, the guidance teachers, students, and documents that will provide information. Object of the evaluation is the implementation of character education program consisting of variables (context, input, process, and product). Data collecting technique which used in this research are observation, questionnaire, interview, checklist and documentation. The data are analyzed by quantitative descriptive. The result of this research is general implementation of program character education in SMP Negeri 1 Singaraja included in the category very effective. The four variables studied showed that the context variables are very effective category, process variables are very effective and product category is very effective with successive value, (98,21%, 90,00%, 92,05%, and 90,00%), so the effectiveness of the character education program in terms of the CIIP model and referring to the Glickman quadrant included in quadrant (+ + + +) is effective.keyword : : Evaluation, CIPP method, character education,
PEMANFAATAN TUMBUHAN PSIKOAKTIF DALAM PENGOBATAN TRADISIONAL DI DESA TENGANAN PEGRINGSINGAN, MANGGIS, KARANGASEM, BALI I Putu Eka Suakarya Utama .; Prof. Dr. Putu Budi Adnyana, M.Si. .; Dr.I Gusti Agung Nyoman Setiawan, M.Si. .
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol. 4 No. 2 (2017)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpb.v4i2.15075

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis tumbuhan, cara pemanfaatan dan efek psikoaktif yang ditimbulkan dalam pengobatan tradisional di desa Tenganan Pegringsingan. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif. Pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan mereduksi, memaparkan, mengklasifikasi, disajikan secara deskriptif. Jenis tumbuhan psikoaktif yang dimanfaatkan mencakup 23 spesies yang berasal dari 16 familia. Familia yang banyak anggota spesiesnya dimanfaatkan adalah Piperaceae, Arecaceae, Convolvulaceae, Poaceae, Solanaceae, dan Zingiberaceae. Spesies yang banyak dimanfaatkan adalah Cocos nucifera L.f., Foeniculum vulgare Mill., Acorus calamus L., Piper betle L., dan Erythrina variegata L. Organ yang banyak dimanfaatkan adalah daun, akar, dan buah. Cara pemanfaatan tumbuhan terutama pada pengaplikasian obat yang banyak adalah diparemkan (boreh), disembur (simbuh), diminum (loloh), diusapkan (uap) dan diteteskan pada mata. Khasiat obat yang banyak adalah sebagai anti bengkak, obat pemali, lumpuh, kencing nanah dan mata merah. Potensi efek psikoaktif yang ditimbulkan berupa stimulan, depresan dan hallusinogen.Kata Kunci : Desa Tenganan Pegringsingan, Pemanfaatan tumbuhan psikoaktif, Pengobatan tradisional. This study aims to determine the types of plants, ways of utilization and psychoactive effects caused in traditional medicine in the village of Tenganan Pegringsingan. The approach used is a qualitative approach. Data collection using observation, interviews, and documentation techniques. Data analysis is done by reducing, exposing, classifying, display in descriptive. The types of psychoactive plants utilized include 23 species from 16 families. Familia that many members of their species used are Piperaceae, Arecaceae, Convolvulaceae, Poaceae, Solanaceae, and Zingiberaceae. The most widely used species are Cocos nucifera L.f., Foeniculum vulgare Mill., Acorus calamus L., Piper betle L., and Erythrina variegata L. Organ that is widely used are leaves, roots, and fruit. The most method of utilization of plants, especially in the application of drugs is rubbed (boreh), sprayed (simbuh), drunk (loloh), diusapkan (uap) and dripped on the eyes. The most efficacy of drugs are as anti-swelling, cure for pemali, paralysis, gonorrhea and red eyes. Potential psychoactive effects caused is stimulants, depressants and hallucinogens.keyword : Psychoactive plants usage, Tenganan Pegringsingan village, Traditional medicine.
Evaluasi Efektivitas Pelaksanaan Program Trias UKS di SMP Laboratorium Undiksha SUSAN SIDABUTAR .; Prof. Dr. Putu Budi Adnyana, M.Si. .; Ni Putu Sri Ratna Dewi, S.Pd., M.Pd. .
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol. 4 No. 1 (2017)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpb.v4i1.15267

Abstract

Tujuan penelitian (1) mengetahui efektivitas pelaksanaan program Trias UKS di SMP Laboratorium Undiksha ditinjau dari dimensi konteks, input, proses dan produk dan (2) mengetahui efektivitas pelaksanaan program Trias UKS di SMP Laboratorium Undiksha ditinjau dari model evaluasi CIPP. Penelitian ini merupakan penelitian evaluasi (evaluation reseach) dengan menggunakan model evaluasi CIPP (contex, input, process, product). Data variabel konteks, input, proses dan produk dikumpulkan dengan menggunakan instrumen berupa lembar observasi, studi dokumentasi dan pedoman wawancara. Data dianalisis dengan deskriptif kuantitatif. Hasil dari penelitian secara umum pelaksanaan program Trias UKS di SMP Laboratorium Undiksha termasuk kedalam kategori sangat efektif. Dari keempat variabel yang diteliti menunjukkan bahwa variabel konteks termasuk kategori sangat efektif, variabel input termasuk kategori sangat efektif, variabel proses termasuk kategori sangat efektif dan variabel produk termasuk kategori efektif dengan nilai berturut-turut (98,93%, 88,73%, 83,53% dan 93,33%), sehingga efektivitas pelaksanaan program Trias UKS di SMP Laboratorium Undiksha di tinjau dari model evaluasi CIPP dan mengacu pada kuadran Glickman termasuk dalam kuadran I yang diperoleh hasil (++++) yang berarti sangat efektif.Kata Kunci : Kata Kunci: Evaluasi, Program Trias UKS, Model Evaluasi CIPP. The purpose of this research were to know (1) the effectiveness of Trias UKS program implementation at Laboratorium Undiksha Junior High School in terms of context, input, process and product and (2) to know the effectiveness of the implementation of Trias UKS program implementation at Laboratorium Undiksha Junior High School reviewed from CIPP evaluation model. This research is an evaluational research using CIPP evaluation model (contex, input, process, product). Data on context variables, inputs, processes and products were conducted by using instruments in the form of observation sheets, documentation studies and interview guide. Data were analyzed using quantitative descriptive. The result of the research shows that implementation of TRIAS UKS program implementation at Laboratorium Undiksha Junior High School is very effective. Of the four variables studied, it shows that context variables are very effective, input variables are very effective, process variables are very effective and product variables are effective with successive values (98.93%, 88.73%, 83 , 53% and 93.33%), so the effectiveness of the UKS Triass program implementation at SMP Undiksha Laboratory is reviewed from the CIPP evaluation model and refers to the quadrant of Glickman included in quadrant I obtained result (++++) which means very effective.keyword : Keywords: Evaluation , Trias UKS Program, CIPP Evaluation Model.
Co-Authors ., Adi Purusha Das ., Hasby Wahid Harris ., I Gusti Lanang Agus Awitama ., I MADE ADI SANTIKA ., I Made Pasek Anton Santiasa, S.Pd.,M.Sc. ., I Putu Ari Budi Artama ., I Putu Eka Suakarya Utama ., Ida Ayu Kade Trisnayanthi ., Lailatus Saadah ., Made Ari Sanjaya ., Ni Kadek Delis Tina ., NI KD MIRAH ASTUTI ., Ni Made Ari Ryantini ., Ni Made Dwi Pradnyani ., Ni Made Ninda Pradani ., Ni Putu Indah Kumala Sari ., NILUH PUTU PUTRI P D ., Putu Rahma Dewi ., SUSAN SIDABUTAR AAIN Marhaeni Abu Yazid Abu Bakar Adi Purusha Das . Adi, Ni Nyoman Serma Agus Wijaksono Ajeng Purnama Heny Anak Agung Istri Sri Wiadnyani Anantawikrama Tungga Atmadja Andriani, Ni Kadek Ari Anton Santiasa, I Made Pasek Ariani, NM Dewi Ariasih, I Gusti Agung Ayu Cinthya Meitri AUGUSTA DE JESUS MAGALHAES Desak Made Citrawathi Devy Dyah Wulandari Dewi, Luh Gede Wulan Kurnia Dewi, Ni Kadek Yun Yun Rosita Dewi, Putu Lia Rusita DR. I GST.AGUNG NYM.SETIAWAN . DR. I GST.AGUNG NYM.SETIAWAN ., DR. I GST.AGUNG NYM.SETIAWAN DR. I GST.AGUNG NYM.SETIAWAN, M.Si. . Dr. I Nyoman Tika,M.Si . DR. LUH PT.MANIK WIDIYANTI, S.Si, M.Kes . Dyah Aini Purbarani Fachry Abda El Rahman Fifi Fitriana Sari, Fifi Fitriana Fitria Sarnita Fitriani, Herdiyana Fitriyah, Siti Aminatul Gede Ari Yudasmara Hajiriah, Titi Laily Handayani, Baiq Vina Harefa, Darmawan Hasby Wahid Harris . I G A N Setiawan I Gede Astra Wesnawa I Gusti Agung Nyoman Setiawan I GUSTI BAGUS SUMARTA . I Gusti Lanang Agus Awitama . I M P Anton Santiasa, S.Pd.,M.Si. . I Made Adi Santika I MADE ADI SANTIKA . I Made Ari Winangun I Made Pasek Anton Santiasa I Made Pasek Anton Santiasa, S.Pd.,M.Sc. . I MADE WIRASANA JAGANTARA . I Putu Ari Budi Artama . I Putu Eka Suakarya Utama . I Putu Wisna Ariawan I Wayan Lasmawan I Wayan Rudiarta I Wayan Sadia I Wayan Sukra Warpala IB Jelantik Swasta Ida Ayu Cindya Prawesti p . Ida Ayu Kade Trisnayanthi . Ida Ayu Purnama Bestari Ida Ayu Putu Suryanti Ida Bagus Jelantik Swasta Ida Bagus Putu Arnyana Kadek Hengki Primayana . KOMANG SUSILAWATI . Lailatus Saadah . Luh Putu Marhaeni Made Ari Sanjaya . MADE DWIPAYANA . Mahendra Data, I Gede Teguh Arya Marhaeni, Luh Putu Muhammad Wahyu Setiyadi N. Adiputra N. Adiputra Nadi, Desak Putu Merta Ni Kadek Delis Tina . NI KD MIRAH ASTUTI . NI KETUT HENDRAWATI SANTOSA . Ni Ketut Rapi Ni Komang Prasinta Nusantari . Ni Luh Julianti NI LUH PUTU CARIASTINI . NI LUH PUTU MANIK WIDIYANTI NI LUH PUTU WIDYA DHARMAYANTHI . NI LUH RATNA TIRTAWATI . Ni Luh Rin Riantini . Ni Luh Rin Riantini ., Ni Luh Rin Riantini Ni Made Ari Ryantini . Ni Made Dwi Pradnyani . Ni Made Ninda Pradani . NI NYOMAN KARTINI . NI NYOMAN SERMA ADI . Ni Nyoman Sri Rasthiti . Ni Nyoman Sri Rasthiti ., Ni Nyoman Sri Rasthiti Ni Putu Dian Pertiwi, Ni Putu Dian Ni Putu Indah Kumala Sari . Ni Putu Sri Ratna Dewi NI WAYAN HENI DESIANTI . NI WAYAN HENI DESIANTI ., NI WAYAN HENI DESIANTI NILUH PUTU PUTRI P D . NM Dewi Ariani NURHAYATI . Nyoman Dantes Pahriah, Pahriah PE Sastrika Ayu PROF. DR. I B. PUTU ARNYANA, M.Si. . PROF. DR. KETUT SUMA, M.S. . Purwanti, Ni Kadek Lovita Putra, I Gede Somia Dangka Putu Artawan PUTU NOVI KURNIAWATI . Putu Rahma Dewi . Rayyan, Wildan Babul S.Pd. M Kes I Ketut Sudiana . S.Pd.,M.Si. I M P Anton Santiasa . sabrina intan maulida Santiasa, I Made Pasek Anton Santiasa, Made Pasek Anton Santiasa, Made Pasek Anton Santika, I Made Adi Setiawan, I G A N Siti Maryam siti rabiatul fajri, siti rabiatul Sofyan Syamratulangi SURATNI . Suryati Suryati SUSAN SIDABUTAR . Swandi Swandi Swasta, IB Jelantik Syamsiar, Syamsiar Taufiqurrahman, M. Wulandari, Devy Dyah Yanti, Baiq Azmi Sukroyanti YOSEFINA UGE LAWE . Yuliandari, Sri Ayu Yuliati, Ni Komang Dwi Eka Zahara, M.Pd, Laxmi