p-Index From 2021 - 2026
4.691
P-Index
Claim Missing Document
Check
Articles

Gambaran Darah Rutin dan Kualitas Hidup Domain Fisik Penderita Gagal Ginjal Kronik Terminal - nurkamila; Titiek Hidayati
Mutiara Medika: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 13, No 2 (2013)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/mmjkk.v13i2.1062

Abstract

Gagal ginjal kronik terminal (GGKT) merupakan kerusakan ginjal yang progresif. Gambaran darah rutin (Angka Leukosit, kadar Hemoglobin, Angka Trombosit) merupakan pemeriksaan untuk mengetahui fungsi ginjal karena menggambarkan estimated glomerular filtration rate (eGFR), konsentrasi dan kandungan darah serta kreatinin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil pemeriksaan darah rutin dan kualitas hidup domain fisik penderita gagal ginjal terminal. Rancangan penelitian ini adalah case control. Subjek penelitian adalah 27 pasien GGKT RSUD Panembahan Senopati Bantul Yogyakarta ( kelompok kasus) dan 54 pasien non GGKT (kelompok kontrol). Kelompok kasus adalah pasien gagal ginjal kronis di RSUD Panembahan Senopati Bantul yang merupakan WNI dan menjalani terapi hemodialisis sejak bulan Februari-April 2012. Data diperoleh dengan melihat rekam medis pasien, pengisian kuesioner dan pengambilan sampel darah. Analisis bivariat dan multivariat dilakukan dengan perhitungan uji kai kuadrat dan uji regresi logistik untuk perhitungan secara statistik hubungan jenis kelamin, usia, AL, Hb, dan AT dengan kualitas hidup doman fisik pasien. Hasil analisis bivariat dan multivariat menunjukkan nilai signifikansi pada AL (P= 0,016; B=-1.498) dan Hb (P=0,010; B=-1.679) dengan kualitas hidup domain fisik baik dan buruk pasien GGKT. Disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara Angka Leukosit (AL) dan kadar Hemoglobin (Hb) dengan kualitas hidup domain fisik penderita GGKT. End stage renal disease (ESRD) is a progressive kidney damage. Routine Blood examination feature (white blood count, hemoglobin and platelet count) is kind of examination used to investigate the kidney function because it describes the eGFR (estimated Glomerular Filtration Rate, the concentration and the content of blood, as well as the amount of creatinine. This study aims to determine the routine blood tests with physical domains of quality of life people with terminal renal failure. This research’s design is case control. The subjects are the patients from RSUD Panembahan Senopati Bantul Yogyakarta, 27 ESRD patients (case group) and 54 non- ESRD patients (control group). Data collected from patients Medical Record, questionnaire, and obtaining the blood sample. Bivariate and multivariate data analysis was performed and calculated with chi  square  test  and logistic regression to statistically calculate the sex, age, white blood count, hemoglobin and platelet count with patient’s physical domain of quality of life. The bivariate and multivariate data analysis show significant result on WBC (P= 0,016; B=-1.498) and Hb (P=0,010; B=-1.679). The study suggests a significant relation between WBC and amount of blood Hemoglobin with physical domain of Quality of Life on end stage renal disease
Respon Imun pada Infeksi Malaria Titiek Hidayati; - Akrom
Mutiara Medika: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 3, No 2 (2003)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/mmjkk.v3i2.1704

Abstract

Malarial infection is still one of major health problem in Indonesia. There is no effective vaccine available against endemic human malaria at present. Research and informations about Malaria immune system in Indonesia is still limited. It is caused antigenic varians in every infection stage, so that consecuence complexity, stage specific infection and short duration respon system immune in giving hospes protection. This malaria reference study is to explain new studies and information about immune response of infection malaria.Malaria masih merupakan masalah utama penyakit infeksi di Indonesia. Vaksin malaria ideal yang diharapkan akan mampu memberikan perlindungan terhadap penduduk yang tinggal di daerah endemik malaria dari infeksi malaria juga belum ditemukan. Hal itu dikarenakan timbulnya variasi antigenik pada setiap tahapan infeksi malaria yang berakibat pada kompleksitas, spesifisitas tahapan infeksi (stage spesific) dan pendeknya durasi tanggapan sistem imun dalam memberikan perlindungan kepada hospes. Hasil kajian dan bahan informasi sebagai sumber pustaka tentang imunologi malaria di Indonesia masih sangat terbatas. Makalah ini bertujuan untuk memaparkan hasil-hasil penelitian serta informasi terbaru mengenai respon imun terhadap infeksi malaria dengan menggunakan pendekatan kajian pustaka.
Imunitas Seluler Malaria Titiek Hidayati
Mutiara Medika: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 5, No 1 (2005)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/mmjkk.v5i1.1867

Abstract

Malaria is still a majority infection disease in Indonesia. Although the disease have high rate morbidity and mortality, but literature concerning malaria immunology is still few. There is no effective vaccine available against endemic human malaria at present. The aim of this study is to explain new information about cellular immune response of infection malaria.Malaria infection by Plasmodium falsiparum patient who have not immuned can cause patient died. In the body of patient, malaria parasite is a lot of staying in cell, either in hepatosit and also eritrosit. The cellular immunity assumed more antici¬pated to malaria infection compared to the humoral immuned system. T lymphocyt, macrophage and other phagocyt that helping by pro inflammation cytokin, interleukin 2, TNF A and interferon y, are important component [of] cellular immuned system. The direct phagocytosis and microbisidal is an important mechanism to elliminate the parasite by phagocyte.Malaria masih merupakan penyakit infeksi utama di Indonesia. Tingkat morbiditas dan mortalitas malaria di Indonesia masih tinggi, tetapi literatur mengenai imunologi malaria masih sedikit. Sampai saat ini belum ada vaksin malaria yang mampu melindungi masyarakat yang tinggal di daerah endemic. Makalah ini bertujuan untuk mengkaji imunitas seluler pada infeksi malaria melalui pendekatan kajian pustaka.Infeksi malaria oleh Plasmodium falsiparum pada penderita yang tidak imun dapat menyebabkan kematian. Dalam tubuh penderita, parasit malaria banyak tinggal di dalam sel baik di dalam hepatosit maupun eritrosit. Imunitas seluler diduga lebih berperan sebagai sistem pertahanan penderita terhadap infeksi malaria dibandingkan dengan sistem imun humoral. Sel limfosit T, makrofag dan fagosit dengan dibantu oleh sitokin pro inflamasi, interleukin 2, TNF a dan interferon y, merupakan komponen utama sistem imun seluler. Fagositosis langsung dan mikrobisidal merupakan cara eliminasi parasit yang utama oleh fagosit.
PENGARUH PEMBERIAN MINYAK BIJI JINTEN HITAM TERHADAP KADAR INTERLEUKIN-6 PADA PEROKOK AKTIF SEHAT Arif Santoso; Akrom Akrom; Laela Hayu Nuraini; Titiek Hidayati
Jurnal Ilmiah Ibnu Sina (JIIS): Ilmu Farmasi dan Kesehatan Vol 7 No 1 (2022): JIIS
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan ISFI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (230.385 KB) | DOI: 10.36387/jiis.v7i1.861

Abstract

Exposure to cigarette smoke causes cellular oxidative stress and is the key to the inflammatory process in the lungs. Black cumin seed oil (MBJH) is one of the traditional medicines that is proven to contain the active substances timoquinone, nigelon and negelin which have antioxidant and immunomodulatory effects. Interleukin-6 (IL-6) is a proinflammatory cytokine and a multifunctional cytokine that is very important for determining the immune response, cell survival, apoptosis and proliferation and is a protumorogenic agent in many cancers. The purpose of this study was to determine the levels of IL-6 in healthy active smokers after being given MBJH at a dose of 0.5 ml/capsule. The research design used was a single blind Randomized Controlled Trial (RCT). A total of 39 healthy healthy active smokers were divided into 4 groups: Group 1 was given a placebo 3x1 capsules/day, group 2 was given MBJH 3x1 capsules/day, group 3 was given MBJH 3x2 capsules/day and group 4 was given MBJH 3x3 capsules/day. The placebo and MBJH interventions were administered for 30 days. Statistical analysis obtained showed that there was no significant difference in the mean levels of IL-6 between the treatment group and the placebo group with p>0.05. The results showed that the use of MBJH for 30 days can reduce the average level of Interleukin-6 but not significantly in healthy active smokers.
PENINGKATAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT DAN PEMANFAATAN TANAMAN OBAT KELUARGA/TOGA MENUJU DESA EDUWISATA Titiek Hidayati; Indrayanti Indrayanti
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2020: 9. Manajemen Rumah Sakit Era Pandemi Covid-19
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (776.362 KB) | DOI: 10.18196/ppm.39.104

Abstract

Desa Bokoharjo merupakan salah satu desa tujuan wisata di DIY karena memiliki 3 situs candi. Selain potensi desa wisata juga memiliki potensi tanaman obat yang melimpah namun keluarga dan masyarakat belum banyak mengetahuinya dan memanfatkannya. Beberapa permasalahan Desa Bokoharjo sebagai desa tujuan wisata yaitu kebiasaan negatif dari pengunjung seperti membuang sampah, merokok, kinerja karang taruna, kader sehat, dan paguyuban pengrajin jamu belum optimal, potensi lahan kosong pekarangan belum mampu dimanfaatkan dengan benar dan disinergikan dengan kebutuhan bahan baku jamu tsb. Serangkaian kegiatan telah dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pengrajin jamu dan masyarakat, meningkatkan perilaku hidup bersih dan sehat pada para karang taruna dan PKK, meningkatkan upaya dan tata kelola program promosi kesahatan PHBS dan TOGA. Kelompok sasaran utama adalah kader kesehatan, pengurus karang taruna dan pengurus PKK serta pengurus pengrajin jamu. Kelompok sasaran pendukung adalah warga masyarakat dan pengunjung wahana wisata di Desa Bokoharjo. Abstrak dibuat dalam bahasa Indonesia dan disusun dalam satu paragraf dengan jumlah kata tidak lebih dari 200 kata. Isi mencakup latar belakang, tujuan, metode, hasil, implikasi, dan simpulan.
POLA HIDUP SEHAT DAN PEMANFAATAN TANAMAN OBAT KELUARGA UNTUK MENCEGAH HIPERTENSI DAN DIABETES MELITUS Titiek Hidayati; Yuningtyaswari Yuningtyaswari
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2020: 9. Manajemen Rumah Sakit Era Pandemi Covid-19
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (685.215 KB) | DOI: 10.18196/ppm.39.126

Abstract

Beberapa permasalahan kesehatan di Desa Bokoharjo sebagai desa tujuan wisata yaitu (i) masih tingginya angka kejadian penyakit degenerative seperti hipertensi, diabetes melitus, jantung coroner, dan strok akibat perilaku hidup tidak sehat Desa Bokoharjo, (ii) sudah ada pengrajin jamu hasil kerja BKKBN dalam bentuk UPPKS namun anggota UPPKS sebagian pengrajin jamu tersebut belum memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam pencegahan penyakit degeneratif, (iii) Meskipun sudah terdapat paguyuban pengrajin jamu namun belum memiliki promotor kesehatan untuk penyadaran masyarakat terhadap penyakit degeneratif yang banyak dialami warga desa Bokoharjo dan tokoh masyarakat menyampaikan harapannya pada FKIK UMY untuk terlibat dalam peningkatan pengetahuan dan keterampilan masyarakat terutama para pengrajin jamu tntang pencegahan penyakit degeneratif, terutama hipertensi dan diabetes melitus. Berdasarkan permasalahan kelompok sasaran maka TIM PM PKM FKIK UMY membuat program promosi kesehatan bagi pengrajin jamu Bokoharjo tentang penyakit degeneratif. Berdasarkan permasalahan tersebut, tim PM FKIK UMY dan UAD melakukan serangkaian kegiatan PM untuk (i) membentuk tim promotor kesehatan RAJA PANDU BOGOSINI dari pengurus inti pengrajin jamu Desa Bokoharjo, (ii) meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pengrajin jamu mengenai upaya pencegahan primer dan sekunder penyakit degeneratif hipertensi dan diabetes melitus dan (iii) melakukan training for trainer promotor kesehatan RAJA PANDU BOGOSINI sebagai promotor kesehatan dan pengembangan media promosi kesehatan. Program PM PKM ini dilakukan di Desa Bokoharjo, Pedukuhan Klurak, Prambanan, Sleman. Alih teknologi yang sudah dilakukan adalah alih teknologi kesehatan bidang promosi kesehatan yaitu metode berperilaku hidup sehat dengan pengenalan sejak dini faktor risiko dan upaya pencegahan primer dan sekunder hipertensi dan DM, pembuatan media audiovisual untuk promkes. dan cara penimbangan berat badan dan pengukuran tekanan darah. Luaran yang diharapkan dari program ini adalah : (1). kelompok promotor kesehatan RAJA PANDU BOGOSINI sebagai pioneer kampanye deteksi dini penyakit degeneratif, (2) (HKI modul dan Model pelatihan dan pendampingan kampanye deteksi dini dan pencegahan penyakit hipertensi dan DM
Sehat Di Masa Tua Bebas Dari Penyakit Hipertensi Dengan Program Sabati Untuk Pelajar Sekolah Menengah Umum Titiek Hidayati; Ratna Indriawati; Fahmy Abdul Haq; Fadil Abdillah; Shiko Indrawan
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2019: 2. Pengembangan Kesehatan Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (335.487 KB) | DOI: 10.18196/ppm.22.495

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat prioritas di Indonesia yang dapatdicegah, terutama sejak dini. Salah satu bentuk pencegahan hipertensi dengan pendidikan kesehatanmetode SABATI yang menekankan pada tumbuhnya kewaspadaan dini pada remaja terhadap penyakithipertensi, dengan tujuan mengenalkan penyakit hipertensi berikut dengan faktor risikonya pada setiapsiswa sejak dini. Program SABATI terdiri dari pemeriksaan tekanan darah, skrining faktor risiko hipertensi, edukasi dan bermain peran, serta pengembangan pola kemitraan dengan sekolah. Kegiatan-kegiatan tersebut telah dilakukan kepada 68 siswa di dua SMA di Yogyakarta. Edukasi berhasil dilakukan sebanyak 4 kali pertemuan dengan durasi 30 menit setiap pertemuan. Program SABATI berhasildilakukan untuk mengenalkan kepada remaja mengenai penyakit hipertensi, berikut dengan bahaya dancara pencegahannya. Program in diharapkan menjadi dasar pembuatan kebijakan kantin sehat danhimbauan membawa bekal.
DESA MANDIRI DIABETES MELITUS, KELUARGA BERDAYA DAN BERKUALITAS HIDUP ERA PANDEMI COVID-19 Titiek Hidayati; Indrayanti Indrayanti; Thoharoh Halimatusa'diyah
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2021: 3. Kesehatan Keluarga dan Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (261.914 KB) | DOI: 10.18196/ppm.43.584

Abstract

Di Indonesia, menunjukkan adanya kecenderungan peningkatan angka insidensi dan prevalensi DM yang cukup besar. Pada tahun 2011 jumlah penderita DM sebanyak 7.291.900 kasus. Penyebab dari DM sangat kompleks yang meliputi genetik dan faktor lingkungan. Pengabdian masyarakat ini akan dilaksanakan dengan metode promotif berupa penyuluhan dan pemeriksaan gula darah. Sasaran kegiatan ini adalah penderita Diabetes Melitus di Kelurahan Tamantirto, Kecamatan Kasihan, Bantul. Kegiatan pengabdian dilakukan pada di gedung Kelurahan Tamantirto. Kegiatan pengabdian dilakukan berupa penyuluhan kesehatan dan pemeriksaan glukosa darah sewaktu secara gratis. Peserta pengabdian masyarakat adalah penderita Diabetes Melitus dengan total peserta yang mengikuti penyuluhan dan pemeriksaan glukosa darah sewaktu sebanyak 50 orang. Rata-rata usia peserta adalah 60-74 tahun dengan jenis kelamin perempuan 83% dan laki-laki 17%. Pengabdian berjalan dengan baik dan lancar, hal tersebut dibuktikan dengan antusias peserta yang telah hadir dalam kegiatan penyuluhan dan pemeriksaan gula darah, peserta sangat aktif pada saat penyuluhan dibuktikan dengan adanya diskusi dan tanya jawab antara narasumber dan peserta.
PENINGKATAN KOMPETENSI USAHA MIKRO KECIL MENENGAH/UMKM PERDESAAN DAN PEMANFAATAN MEDIA SOSIAL DI ERA PANDEMI COVID 19 Titiek Hidayati; Indrayanti Indrayanti; Thoharoh Halimatusa’diyah
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2021: 4. Kapasitas Daya Saing Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dan Badan Usaha Milik Desa( BU
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (249.741 KB) | DOI: 10.18196/ppm.44.774

Abstract

Salah satu bentuk pengembangan ekonomi desa adalah adanya UMKM masyarakat pedesaan. UMKM memerlukan strategi pemasaran mengikuti perkembangan zaman agar mampu tumbuh dan berkembang. Salah satu bentuk penerapan teknologi dalam hal meningkatkan persaingan dan penjualan produk adalah dengan menggunakan media sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan kompetensi pelaku usaha dalam hal peningkatan produksi dan pendapatan melalui media sosial. Peserta sebanyak 20 peserta diberikan penyuluhan tentang peningkatan produksi dan pendapatan melalui media sosial, zoom, dan Whatsapp, kemudian mengukur pengetahuan dengan kuesioner sebelum dan sesudah penyuluhan masing-masing empat kali. Hasil penyuluhan dievaluasi dengan menggunakan Paired T-Test dengan uji alternatif Wilcoxon. Selain itu dilakukan evaluasi jumlah pemasaran yang dilakukan. Hasil yang didapatkan adalah terdapat perbedaan pengetahuan yang signifikan sebelum penyuluhan dan sesudah penyuluhan diberikan pada subjek (p=0,001). Selanjutnya pengetahuan setelah penyuluhan lebih signifikan dibandingkan pengetahuan sebelum penyuluhan, dengan selisih rerata 47,39. Hasil tersebut menunjukan bahwa penyuluhan yang diberikan dapat meningkatkan pengetahuan pelaku UMKM pada jenis-jenis ekonomi produktif di Kabupaten Bantul, selain itu terdapat peningkatan angka pemasaran dan penjualan yang dilakukan oleh pelaku usaha sebesar 20%.
GAMBARAN SELF CARE STATUS CAIRAN PADA PASIEN HEMODIALISA ( LITERATUR REVIEW ) Faradisa Yuanita Fahmi; Titiek Hidayati
Care : Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (256.134 KB) | DOI: 10.33366/cr.v4i2.465

Abstract

Cronic Kidney Disease (CKD) atau penyakit gagal ginjal kronik merupakan gangguan pada fungsi ginjal yang progresif dan irreversible, dimana kemampuan tubuh gagal mempertahankan metabolisme serta keseimbangan cairan dan elektrolit sehingga menyebabkan uremia. Akibat ketidakmampuan ginjal membuang produk sisa melalui elminasi urin bisa menyebabkan gangguan endokrin, metabolik dan cairan elektrolit serta asam basa, sehingga diperlukan hemodialisis atau transplantasi ginjal untuk kelangsungan hidup pasien. Pembatasan asupan cairan pada pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisa merupakan hal yang sangat penting untuk diperhatikan. Tujuan literatur review ini adalah untuk mereview literatur terkait program / upaya peningkatan kemampuan self care status cairan pada pasien hemodialisa. Dalam literatur review ini, penulis menggunakan artikel yang bersumber dari electronic data base seperti EBSCO, Proquest, google scholar dan pubmed dengan kata kunci self care, status cairan, hemodialisa dalam kurun waktu 2005 – 2015. Data yang telah didapatkan, ditelaah, dibandingkan, disusun secara sistematis dan dibahas. Dari beberapa sumber yang telah didapatkan menyebutkan bahwa kemampuan pasien hemodialisa pemenuhan self care status cairan masih kurang.
Co-Authors - nurkamila - nurkamila, - - Sagiran Ahmad Hamim Sadewa Akbar, Rizaluddin Akrom Akrom Akrom Akrom Akrom, Akrom Amal, Muhammad Ikhlasul Anwar, Muslih Ardhitapramesti A.H.P. Arif Budi Setianto Arif Santoso Arif Santoso Arya Adiningrat Aryanto, Samsu Ayu Cahyaningtyas azizah khoiriyati Briliian Wahyudi, Rizqy Cahya Ningrum, Windy Astuti Dewi Puspita Dhara Indah Kartika Jati, Dhara Indah Kartika Diaz Habibah, Khalisha Eka Arikensiwi Eka Arikensiwi, Eka Emdat Suprayitno Emdat Suprayitno Endang Darmawan Erviana Erviana Erviana Erviana Fadil Abdillah Fahmy Abdul Haq Falasifah Ani Yuniarti, Falasifah Ani Faradisa Yuanita Fahmi Fathimah Kelrey Febriana Astuti Fuadi, Akhsanul Ginandjar Zukhruf Saputri Ginanjar Zuhruf Saputri Gumson Joshua Tampubolon Halimatusa'diyah, Thoharoh Handa Meru Erio Rakihara Haris, Tauranaswa Farrelabhista Putra Hastin Munifah T.F.F.S. Iffa Karina Permatasari Iffa Karina Permatasari Indrayanti, Indrayanti Indrayanti, Indrayanti Indri Nurasa Indri Nurasa Irna Susiati Kailani, Dzaka Ogan Amirudin Lutfi Khoiriyati, Azizah Kumala Syifa, Amira Kusumo, Mahendro Prasetyo Laela Hayu Nurani Laela Hayu Nurani Laili Apriani Lilis Suryani Lukman Hardia Marsetyawan HNE Soesatyo Mustofa Mustofa Nanik Sulistyani Naylil Mawadda Rohma Neni Probosiwi Nevi Seftaviani Nisa, Aida Novita Kurnisa Sari Nur Isnaini Nur Isnaini, Nur Nurcholid Umam Nurcholid Umam Kurniawan Nurisa Fikriyani L. Nurjanna Nurjanna Nurkhasanah Ogan Amirudin Lutfi, Dzaka Olyvia Wulan Kencana Panji Tutut Anggraeni Pradhana, Muhammad Ilham Satya Prasasti Bintarum Pratiwi, Adinda Aning Purwoko, Akhmad Edy Rachmayani, Tantri Rahmah Rahmah Ratna Indriawati Riska, Erlina Rizma Nurfadjrin Sagiran Sagiran Shabrina Arwi Laily Shiko Indrawan Siti Pandanwangi TW Sri Hesthi Sonyo Subroto, Bramastha Alfanda Sumaryani, Sri Sun, Suny Suprayitno, Emdat Tantri Rachmayani Theodola Baning Rahayujati Thoharoh Halimatusa'diyah Thoharoh Halimatusa’diyah Thosimomia Tamimi, Nia Tri Pitara Mahanggoro Tsai, Mei Ling Vivi Sofia Yuningtyaswari Yuningtyaswari Yuningtyaswari Yuningtyaswari Zuniarto, Ahmad Azrul