Claim Missing Document
Check
Articles

PROFIL BERPIKIR KREATIF SISWA SMP KARUNA DIPA PALU DALAM PEMECAHAN MASALAH ALJABAR DITINJAU DARI GAYA KOGNITIF Andryanto Tahir; Mustamin Idris; Muh. Rizal
Jurnal Elektronik Pendidikan Matematika Tadulako Vol. 6 No. 1 (2018)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak:. Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh profil berpikir kreatif siswa SMP Karuna Dipa Palu dalam memecahkan masalah Aljabar. Jenis penetian ini adalah penelitian kualitatif dengan indikator yaitu keterampilan berpikir lancar, keterampilan berpikir orisinal dan keterampilan berpikir terperinci. Subjek dalam penelitian ini adalah dua orang siswa kelas VIII SMP Karuna Dipa Palu yang bergaya kognitif FI dan FD. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa siswa dengan gaya kognitif FI dan FD memiliki semua indikator berpikir kreatif (berpikir lancar, berpikir orisinal dan berpikir rinci Profil berpikir kreatif siswa FI yaitu: a) siswa FI cenderung menggunakan cara yang sering digunakan terlebih dahulu dalam menyelesaikan suatu masalah yang dianggap cukup sulit, b) siswa melakukan pemeriksaan kembali terhadap hasil pekerjaannya, c) siswa mampu memberikan jawaban yang baru dan unik dengan mengembangkan pola berpikir atau pengetahuan siswa sebelumnya sehingga memunculkan jawaban yang baru dan unik, d) siswa memberikan lebih dari satu jawaban jawaban yang relevan.. Profil berpikir kreatif siswa FD yaitu : a) siswa kesulitan membuat langkah awal dalam menyelesaikan suatu masalah, b) siswa FD cenderung menggunakan cara yang sering digunakan terlebih dahulu dalam menyelesaikan suatu masalah yang dianggap sulit, c) siswa memberikan 2 jawaban yang relevan, d) siswa memberikan langkah-langkah yang baru dalam menyelesaikan soal. Kata Kunci : Profil Berpikir Kreatif, Aljabar. Abstrack: The purpose of this research is to get creative thinking profile of SMP Karuna Dipa Students Palu in solving Algebra problem. The type of research is a qualitative research which has indicators of thinking clearly skills, original thinking skills and detailed thinking skills. Subjects in this research are two students of class VIII SMP Karuna Dipa Palu which have cognitive style as FI and FD. The results of this research indicate that students with cognitive style as FI and FD have all the indicators of creative thinking (thinking clearly, original thinking and detailed thinking) FI students' creative thinking profile that is: a) FI students tend to use common way for solving a problem which is considered quite difficult, b) students re-examination of the results of their work, c) students are able to provide new and unique answers by developing a pattern of previous student's thinking or knowledge that makes them to bring up new and unique answers, d) students give more than one answer the relevant answer. The Profile of creative thinking of FD students are: a) students have difficult in making the first step for solving a problem, b) FD students tend to use common way firstly for solving a problem that considered difficult, c) students give 2 relevant answers, d) Students provide new steps in solving the problem. Keywords: Profile of Creative Thinking, Algebra.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NHT (NUMBERED HEADS TOGETHER) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI LINGKARAN DI KELAS VIIIA SMP NEGERI 13 SIGI Indah Suarni; Muh. Hasbi; Mustamin Idris
Jurnal Elektronik Pendidikan Matematika Tadulako Vol. 6 No. 3 (2019)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh deskripsi penerapan model pembelajaran kooperatif tipe NHT dalam upaya meningkatkan hasil belajar siswa pada materi lingkaran dengan pokok bahasan hubungan besar sudut pusat, panjang busur dan luas juring lingkaran di kelas VIIIA SMP Negeri 13 Sigi. Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang mengacu pada desain penelitian Kemmis dan Mc. Taggart, yaitu 1) perencanaan, 2) tindakan, 3) observasi, dan 4) Refleksi. Penelitian ini dilakukan dalam dua siklus. Hasil penelitian menunjukan bahwa hasil observasi aktivitas guru siklus I dan siklus II memperoleh kriteria taraf keberhasilan sangat baik. Hasil observasi aktivitas siswa siklus I yaitu memperoleh kriteria taraf keberhasilan baik, dan mengalami peningkatan pada siklus II yaitu memperoleh kriteria taraf keberhasilan sangat baik. Persentase ketuntasan belajar klasikal siklus I 67,74% dan mengalami peningkatan pada siklus II sebesar 74,19%. Dari hasil penelitian yang diperoleh maka dapat disimpulkan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe NHT dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada materi lingkaran di kelas VIIIA SMP Negeri 13 Sigi yaitu mengikuti fase-fase sebagai berikut: 1) pengelompokkan dan penomoran, 2) pengajuan pertanyaan atau permasalahan, 3) berpikir bersama, dan 4) menjawab atau evaluasi. Kata Kunci: Model pembelajaran kooperatif tipe numbered heads together (NHT), hasil belajar, lingkaran. Abstract: This research aim to description about applying cooperative learning model type NHT in an attempt improve student learning outcomes on circle with the subject of the relationship between the magnitude of the central angle, the length of the arc and the area of the circle in class VIIIA SMP Negeri 13 Sigi. This research in classroom action research which refers to Kemmis and Mc. Taggart research design that including are are 1) planning, 2) doing, 3) observation, and 4) reflection. This research was conducted in two cycles. The results showed that the results of observations of teacher activity in cycle I and cycle II obtained very good criteria for success. The results of observations of the activities of students in cycle I are obtaining good success criteria, and have increased in cycle II, namely obtaining very good success criteria. The percentage of classical learning completeness in cycle I is 67,74% and has increased in cycle II by 74,19%. From the results of the research, it can be concluded that the application of cooperative learning model type NHT can improve student learning outcome on circle in class VIIIA SMP Negeri 13 Sigi it follow the phases: 1) grouping and numbering, 2) questioning or probleming, 3) heads together, and 4) answering or evaluating. Keywords: Cooperative learning model type numbered heads together, learning outcomes, circle.
PENGARUH PERSEPSI DAN MINAT BELAJAR TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS X SMK NEGERI 6 PALU Ira Kusnia Vani; Baharuddin Paloloang; Mustamin Idris
Jurnal Elektronik Pendidikan Matematika Tadulako Vol. 6 No. 4 (2019)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk (1) Mengetahui pengaruh persepsi siswa tentang matematika terhadap hasil belajar matematika siswa kelas X SMK Negeri 6 Palu (2) Mengetahui pengaruh minat belajar matematika siswa terhadap hasil belajar matematika siswa kelas X SMK Negeri 6 Palu (3) Mengetahui pengaruh persepsi siswa tentang matematika terhadap minat belajar matematika siswa kelas X SMK Negeri 6 Palu (4) Mengetahui pengaruh persepsi siswa tentang matematika dan minat belajar matematika siswa terhadap hasil belajar matematika siswa kelas X SMK Negeri 6 Palu. Jenis penelitian ini adalah penelitian Expost Facto. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X SMK Negeri 6 Palu yang terdaftar pada tahun ajaran 2017-2018. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan teknik cluster random sampling dan sampel yang diperoleh adalah 80 siswa. Pengumpulan data diperoleh melalui angket persepsi tentang matematika dan angket minat belajar matematika. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada taraf signifikansi 5% (1) nilai maka ditolak, sehingga dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh yang signifikan antara persepsi siswa tentang matematika terhadap hasil belajar matematika siswa kelas X SMK Negeri 6 Palu sebesar 20,40% (2) nilai maka ditolak, sehingga dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh yang signifikan antara minat belajar matematika terhadap hasil belajar matematika siswa kelas X SMK Negeri 6 Palu sebesar 19,50% (3) nilai maka ditolak, sehingga dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh yang signifikan antara persepsi siswa tentang matematika terhadap minat belajar matematika siswa kelas X SMK Negeri 6 Palu sebesar 36,40% (4) nilai maka ditolak, sehingga dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh yang signifikan antara persepsi siswa tentang matematika dan minat belajar matematika siswa terhadap hasil belajar matematika siswa kelas X SMK Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada taraf signifikansi 5% (1) nilai maka ditolak, sehingga dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh yang signifikan antara persepsi siswa tentang matematika terhadap hasil belajar matematika siswa kelas X SMK Negeri 6 Palu sebesar 20,40% (2) nilai maka ditolak, sehingga dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh yang signifikan antara minat belajar matematika terhadap hasil belajar matematika siswa kelas X SMK Negeri 6 Palu sebesar 19,50% (3) nilai maka ditolak, sehingga dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh yang signifikan antara persepsi siswa tentang matematika terhadap minat belajar matematika siswa kelas X SMK Negeri 6 Palu sebesar 36,40% (4) nilai maka ditolak, sehingga dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh yang signifikan antara persepsi siswa tentang matematika dan minat belajar matematika siswa terhadap hasil belajar matematika siswa kelas X SMK Negeri 6 Palu sebesar 24,80%. Kata Kunci: Persepsi tentang Matematika, Minat Belajar Matematika, Hasil Belajar Matematika.
PENGARUH KECERDASAN EMOSIONAL DAN GAYA KOGNITIF TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS XI SMA NEGERI 4 PALU Dian Apriani; Sutji Rochaminah; Mustamin Idris
Jurnal Elektronik Pendidikan Matematika Tadulako Vol. 7 No. 1 (2019)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh: (1) kecerdasan emosional terhadap hasil belajar matematika siswa kelas XI SMA Negeri 4 Palu; (2) gaya kognitif terhadap hasil belajar matematika siswa kelas XI SMA Negeri 4 Palu; (3) kecerdasan emosional dan gaya kognitif terhadap hasil belajar matematika siswa kelas XI SMA Negeri 4 Palu. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI SMA Negeri 4 Palu berjumlah 399 siswa terdiri dari 12 kelas, dengan teknik pengambilan sampel cluster random sampling, jumlah sampel yang digunakan 4 kelas dengan siswa sebanyak 134 siswa. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan instrumen berupa angket kecerdasan emosional yang terdiri dari 40 item pernyataan, tes gaya kognitif dan tes hasil belajar akhir semester. Hasil penelitian mennujukkan data yang diperoleh berdistribusi normal dan linier. Dari pengujian hipotesis dengan SPSS diperoleh nilai signifkannya 0,000 < 0,05 yang menunjukkan bahwa terdapat pengaruh signifikan kecerdasan emosional terhadap hasil belajar matematika siswa kelas XI SMA Negeri 4 Palu, 0,001 < 0,05 yang menunjukkan bahwa terdapat pengaruh signifikan gaya kognitif terhadap hasil belajar matematika siswa kelas XI SMA Negeri 4 Palu, 0,000 < 0,05 yang menunjukkan bahwa terdapat pengaruh signifikan kecerdasan emosional dan gaya kognitif terhadap hasil belajar matematika siswa kelas XI SMA Negeri 4 Palu. Kata Kunci: Kecerdasan Emosional, Gaya Kognitif dan Hasil Belajar Matematika This study aims to find out and analyze the influence of: (1) emotional quotient on mathematics learning outcomes of class XI students of SMA Negeri 4 Palu; (2) cognitive style toward the mathematics learning outcomes of the eleventh grade students of SMA Negeri 4 Palu; (3) emotional quotient and cognitive style towards the mathematics learning outcomes of class XI students of SMA Negeri 4 Palu. The population of this study were all students of class XI SMA 4 Palu, with cluster random sampling technique. The number of samples used was 134 students. Data collection was carried out using an instrument in the form of an EQ questionnaire consisting of 40 statement items, cognitive style tests and end-semester learning outcomes tests. The result showed data obtained disributed normal and linier. The data that has been collected is then analyzed. From the results of testing the hypothesis obtained with SPSS the significant value of 0.000 <0.05 which shows that there is a significant influence of emotional quotient on the learning out comes of students' class of students of Xi SMA Negeri 4 Palu, 0.001 <0.05 indicating that there is a significant effect of cognitive style of learning mathematics student students of class Xi SMA Negara 4 Palu, 0.000 < 0.05 indicating that there is a significant influence of emotional qoutient and cognitive style of learning out comes of mathematics students of class Xi SMA Negara 4 Palu. Keywords: Emotional Quotient (EQ), Cognitive Style and Mathematics Learning Outcomes
PROFIL KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS SISWA DALAM MENYELESAIKAN SOAL CERITA HIMPUNAN DITINJAU DARI GAYA BELAJAR Yuni Rahma Tanti; Mustamin Idris; Anggraini
Jurnal Elektronik Pendidikan Matematika Tadulako Vol. 7 No. 3 (2020)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak : Penelitian ini bertujuan untuk untuk memperoleh gambaran kemampuan komunikasi matematis siswa SMP Negeri 4 Palu dalam menyelesaikan soal cerita himpunan berdasarkan gaya belajar. Hasil dari penelitian ini adalah (1) Subjek bergaya belajar visual menuliskan informasi yang diketahui dan ditanyakan dengan lengkap, dan juga subjek menggambarkan diagram venn yang sesuai dengan soal beserta dengan keterangan pada diagram venn, kemudian subjek menggunakan langkah-langkah dalam menyelesaikan permasalahan, serta subjek menyimpulkan jawaban yang diperoleh diakhir penyelesaian. (2) Subjek bergaya belajar auditorial menuliskan informasi yang diketahui dan ditanyakan dengan lengkap, subjek juga menggunakan simbol-simbol matematika dalam menyelesaikan masalah dan pada saat menuliskan informasi yang diketahui akan tetapi simbol yang digunakan masih kurang lengkap, serta subjek tidak menggunakannya pada saat menuliskan informasi ditanyakan, selanjutnya subjek menggambarkan diagram venn yang sesuai dengan soal yang diminta beserta dengan keterangan pada diagram venn, kemudian subjek menggunakan rumus-rumus yang sesuai dalam menyelesaikan permasalahan, serta subjek juga menyimpulkan jawaban yang diperoleh diakhir penyelesaian. (3) Subjek bergaya belajar kinestetik menuliskan informasi yang diketahui dan ditanyakan dengan lengkap, subjek juga menggunakan simbol matematika yang kurang tepat saat menuliskan informasi yang diketahui dan saat menyelesaikan permasalahan, kemudian subjek menggambarkan diagram venn yang sesuai dengan soal yang diminta beserta dengan keterangan pada diagram venn, selanjutnya subjek menggunakan rumus yang tidak sesuai dalam menyelesaikan permasalahan sehingga jawaban akhir yang didapatkan salah, serta subjek tidak menyimpulkan hasil akhir jawaban yang diperoleh. Kata kunci : Kemampuan komunikasi matematis, soal cerita himpunan, gaya belajar Abstract: This study aims to obtain an overview of the mathematical communication skills of SMP Negeri 4 Palu students in solving set story problems based on learning styles. The results of this study are (1) The learning style subject visually writes information that is known and asked in full, and uses mathematical symbols in solving problems, and when writing what is known but does not use it when writing what is asked, and also the subject describes venn diagram that corresponds to the question along with the description on the venn diagram, then the subject uses the steps in solving the problem, and the subject concludes the answer obtained at the end of the settlement. (2) Audial learning style subjects write information that is known and asked in full, the subject also uses mathematical symbols in solving problems and when writing information that is known but the symbols used are still incomplete, and the subject does not use it when writing information asked, then the subject describes the venn diagram that corresponds to the requested question along with a description on the venn diagram, then the subject uses the appropriate formulas in solving the problem, and the subject also concludes the answers obtained at the end of the solution. (3) The kinesthetic learning style subject writes information that is known and asked in full, the subject also uses mathematical symbols that are less precise when writing information that is known and when solving problems, then the subject describes a venn diagram that matches the requested question along with the description on the diagram venn, then the subject uses a formula that is not appropriate in solving the problem so that the final answer obtained is wrong, and the subject does not conclude the final results of the answers obtained. Keywords: Mathematical communication skills, story set, learning style
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PENEMUAN TERBIMBING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI PERBANDINGAN TRIGONOMETRI DALAM SEGITIGA SIKU-SIKU DI KELAS X MIA 1 MADRASAH ALIYAH NEGERI 1 PALU Nurul Agmita L; Dasa Ismaimuza; Mustamin Idris
Jurnal Elektronik Pendidikan Matematika Tadulako Vol. 8 No. 1 (2020)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak:Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh deskripsi penerapan model pembelajaran penemuan terbimbing yang dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada materi perbandingan trigonometri dalam segitiga siku-siku di kelas X MIA 1 Madrasah Aliyah Negeri 1 Palu. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan mengacu pada desain penelitian Kemmis dan Mc. Taggart yakni (1) perencanaan, (2) pelaksanaan tindakan, (3) observasi dan (4) refleksi. Penelitian ini dilakukan dalam dua siklus. Data yang dikumpulkan pada penelitian ini diperoleh dari aktivitas guru dan siswa melalui lembar observasi, hasil wawancara, catatan lapangan serta hasil tes pada siklus I dan siklus II. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran penemuan terbimbing dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada materi perbandingan trigonometri dalam segitiga siku-siku dengan fase-fase, yaitu: (1) pendahuluan, guru berusaha menarik perhatian siswa agar fokus pada pembelajaran (2) fase berakhir-terbuka, guru menyajikan contoh dan meminta siswa membandingkan contoh-contoh untuk mendorong perhatian dan keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran serta mengarahkan siswa untuk melakukan pengamatan dan penemuan (3) fase konvergen, guru memberikan bimbingan seperlunya menggunakan teknik scaffolding melalui pertanyaan-pertanyaan arahan sehingga siswa mencapai pemahaman tentang konsep atau generalisasi tentang perbandingan trigonometri dalam segitiga siku-siku (4) penutup dan penerapan, guru memberikan soal latihan yang dikerjakan secara individu oleh peserta didik. Kata Kunci: Model Pembelajaran Penemuan Terbimbing, Hasil Belajar, Perbandingan Trigonometri Segitiga Siku-Siku. Abstract: The purpose of this research was to describe the application of guided discovery learning model that can improving students’ learning outcomes on matery trygonometric comparison in right triangles of class X MIA 1 Islamic Senior High School 1 Palu . This research is the Classroom Action Research (CAR). Research design refers to Kemmis and Mc. Taggart research design, which are (1) planning, (2) implementation of action, (3) observation and (4) reflection. This research was conducted in two cycles. The data collected in this research was obtained from activities of teacher and students’ through observation sheets, interview’s result, field notes and the results of test on the first cycle and the second cycle. The results showed that the application of guided discovery learning model can improving students’ learning outcomes on matery trygonometric comparison in right triangles with phases, which are: (1) introduction, the teacher tries to attract students 'attention to focus on learning (2) open-ended phase, the teacher presents an example and asks students to compare examples to encourage students' attention and involvement in the learning process and direct students to make observations and discoveries ( 3) convergent phase, the teacher provides guidance as needed using scaffolding techniques through directional questions so that students reach an understanding of concepts or generalizations about trigonometric comparisons in right triangles (4) closure and application, the teacher gives practice questions which is done individually by students. Keywords: Guided Discovery Learning Model, Learning Outcomes, Trygonometric Comparison in Right Triangles.
PENERAPAN STRATEGI PEMECAHAN MASALAH POLYA UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA DALAM MENYELESAIKAN SOAL BANGUN DATAR Gita Destiana; Mustamin Idris; Muh Rizal
Jurnal Elektronik Pendidikan Matematika Tadulako Vol. 8 No. 2 (2020)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: penelitian bertujuan untuk memperoleh deskripsi tentang penerapan strategi pemecahan masalah Polya pada model Pembelajaran Berbasis Masalah untuk meningkatkan hasil belajar siswa dalam menyelesaikan soal bangun datar di kelas VII A SMP Negeri 6 Palu. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Penelitian ini dilaksanakan dalam 2 siklus. Subjek penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII A yang berjumlah 30 orang. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini adalah data yang diperoleh dari hasil wawancara, lembar observasi, catatan lapangan serta hasil tes akhir tindakan siklus I dan siklus II. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan strategi pemecahan masalah Polya pada model Pembelajaran Berbasis Masalah (PBL) dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas VII A SMP Negeri 6 Palu yang diperoleh melalui 5 fase, yaitu: yaitu: (1) orientasi siswa kepada masalah, (2) mengorganisasikan siswa untuk belajar, (3) membimbing penyelidikan individu maupun kelompok, (4) mengembangkan dan menyajikan hasil karya, dan (5) menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah. Pada fase ke 3 yaitu membimbing penyelidikan secara individu maupun kelompok diterapkan empat langkah penyelesaian Polya, yaitu: (1) memahami masalah, (2) membuat perencanaan, (3) melaksanakan perencanaan, (4) memeriksa kembali proses dan hasil yang diperoleh. Hasil penelitian siklus I menunjukkan bahwa presentase ketuntasan belajar klasikal sebesar 53,33% dan meningkat pada siklus II menjadi 80%. Dari hasil penelitian yang diperoleh maka dapat disimpulkan penerapan strategi pemecahan masalah Polya pada model Pembelajaran Berbasis Masalah dapat meningkatkan hasil belajar siswa dalam menyelesaikan soal bangun datar di kelas VII A SMP Negeri 6 Palu. Kata kunci: Strategi pemecahan masalah Polya; Pembelajaran Berbasis Masalah; Hasil Belajar; Soal bangun datar. Abstract: This research aims to obtain a description of the application of Polya's problem solving strategies to the Problem Based Learning (PBL) model to improve student learning outcomes in solving flat wake questions in class VII A of SMP Negeri 6 Palu. This type of research is Classroom Action Research (CAR). This research was conducted in 2 cycles. The subjects of this study were all grade VII A students of SMP totaling 30 people. Data collected in this study are data obtained from interviews, observation sheets, field notes and the results of the final test of the first cycle and second cycle.The results of this study indicate that the application of Polya's problem solving strategies to the Problem Based Learning learning model can improve the learning outcomes of Grade VII A students of SMP Negeri 6 Palu obtained through 5 phases, namely: (1) student orientation to the problem, ( 2) organizing students to learn, (3) guiding individual and group investigations, (4) developing and presenting the work, and (5) analyzing and evaluating the problem solving process. In the third phase of guiding the investigation individually or in groups four polya resolution steps are applied, namely: (1) understanding the problem, (2) making a plan, (3) carrying out the plan, (4) re-examining the process and the results obtained. The results of the first cycle showed that the observations of the activities of the teachers in cycle I and cycle II obtained very good success criteria. The results of the percentage of classical learning completeness in the first cycle was 53.33% and it increased in the second cycle to 80%. From the research results obtained, it can be concluded that the application of Polya's problem solving strategies to Problem Based Learning can improve student learning outcomes in solving flat wake questions in class VII of SMP Negeri 6 Palu. Keywords: Polya problem solving strategies; Problem Based Learning (PBL); Learning outcomes; Problem getting up flat.
PENERAPAN PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS X IPA 1 SMA NEGERI 8 PALU PADA MATERI BARISAN ARITMATIKA Muhammad Azwar; Marinus Barra Tandiayuk; Mustamin Idris
Jurnal Elektronik Pendidikan Matematika Tadulako Vol. 8 No. 3 (2021)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peningkatkan hasil belajar siswa kelas X IPA 1 SMA Negeri 8 Palu pada materi barisan aritmatika dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw. Hasil yang diperoleh pada siklus I siswa yang tuntas sebanyak 9 siswa dengan presentase ketuntasan 42,86 % dan pada siklus II banyak siswa yang tuntas 11 siswa dengan persentase ketuntasan 78,5 %. Hal ini menunjukan bahwa penelitian ini berhasil meningkatkan hasil belajar siswa, dengan mengikuti fase fase sebagai berikut: 1) menyampaikan tujuan dan memotivasi siswa, pada fase ini guru menyampaikan tujuan pelajaran yang ingin dicapai pada pelajaran tersebut dan memotivasi siswa belajar agar semangat dan serius dalam belajar. 2) menyampaikan informasi, fase ini guru bertugas menjelaskan segala mekanisme saat pembelajaran berlangsung serta menggali pengetahuan awal siswa dengan memberikan beberapa pertanyaan kepada siswa. 3) mengorganisasi siswa kedalam kelompok kelompok belajar, guru mengorganisasi siswa kedalam kelompok kelompok belajar yang terdiri dari siswa yang berkemampuan tinggi sedang dan rendah. 4) membimbing kelompok bekerja, pembimbingan dilakukan oleh guru dengan secukupnya kemudian guru membentuk kelompok belajar baru sebanyak tiga kelompok yaitu kelompok ahli. Setelah diskusi dilakukan di kelompok ahli guru kembali mengarahkan untuk kembali ke kelompok asal masing masing. 5) evaluasi, pada tahap evaluasi dilakukan apabila siswa telah kembali pada kelompok asal kemudian guru memberikan tugas latihan kepada siswa dengan tujuan untuk mengecek kemampuan siswa. 6) pemberian penghargaan, selanjutnya pada tahap pemberian penghargaan siswa guru meminta seluruh siswa untuk tepuk tangan karena telah melaksanakan pembelajaran dengan baik. Kata Kunci: Pembelajaran kooperatif, Jigsaw, Hasil belajar, barisan aritmatika. Abstract: This study aims to describe improvement in learning outcomes of class X IPA 1 students at SMA Negeri 8 Palu in arithmetic sequence material by applying the Jigsaw cooperative learning model. The results obtained in the first cycle of students were completed as many as 9 students with a completeness percentage of 42.86% and in the second cycle many students completed 11 students with a percentage of completeness of 78.5%. This shows that this study succeeded in improving student learning outcomes, following the phase phases as follows: 1) Delivering goals and motivating students, in this phase the teacher conveyed the objectives of the lessons to be achieved in the lesson and motivated students to learn to be enthusiastic and serious in learning. 2) conveying information, this phase the teacher is tasked with explaining all the mechanisms when learning takes place and exploring students' initial knowledge by giving questions to students. 3) Organizing students into study group groups, teachers organize students into groups of study groups consisting of students who are capable of moderate and low. 4) Guiding groups to work, guidance is carried out by the teacher with sufficient amount and then the teacher forms a new learning group of three groups, namely the expert group. After the discussion has been carried out in the group of teachers the teacher directs them to return to their respective groups. 5) Evaluation, at the evaluation stage is carried out if students have returned to the original group then the teacher gives training assignments to students with the aim of checking students' abilities. 6) awarding, then at the awarding stage the teacher asks all students to applaud because they have carried out the lesson well. Keywords: Cooperative learning, Jigsaw, Learning Results, arithmetic sequence
ANALYSIS OF STUDENT’ MISTAKES IN SOLVING PROBLEM ON PYTHAGORAS THEOREM AT SMP NEGERI PALU Mustamin Idris; Yuyun Selasti; Anggraini Anggraini; Gandung Sugita
JME (Journal of Mathematics Education) Vol. 9 No. 2 (2024): JME
Publisher : USN Kolaka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31327/jme.v9i2.2059

Abstract

The purpose of this study is: to describe students' mistakes in solving Pythagorean Theorem problems at SMP Negeri 9 Palu using qualitative research methods. The subjects of this study were 3 students who were taken from 26 students who had studied the Pythagorean theorem. The selection of research subjects took into account: (1) these students made more mistakes; (2) different errors; (3) represent mistakes made by other students; (4) students' ability to communicate well and (5) recommendations from math teachers. Data collection techniques used are assignments and interviews. The analysis in this study uses Gagne's theory. The results of this study indicate that some of the mistakes students experienced in solving Pythagorean theorem problems were: (1) Subjects EN and SF made mistakes in using the Pythagorean theorem formula; (2) Subjects EN and SF made mistakes in writing mathematical symbols; (3) Subjects EN, MR and SF made mistakes in determining the hypotenuse of a right triangle; (4) Subjects EN, MR and SF made the mistake of not using the rank; (5) Subjects EN, MR and SF made mistakes in not writing down work procedures completely and accurately and (6) Subjects SF made mistakes in not doing calculations correctly.
Pengaruh Pemanfaatan Teknologi Informasi terhadap Pemahaman Konsep Matematis Siswa SMP Negeri 9 Kota Palu Kelas VIII Nur Inayah; Nurhayadi Nurhayadi; Mustamin Idris; Muh. Rizal
Journal of Education and Instruction (JOEAI) Vol. 7 No. 2 (2024): JOEAI (Journal of Education and Instruction)
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/joeai.v7i2.11326

Abstract

Pemahaman konsep matematis adalah kemampuan siswa untuk memahami konsep-konsep matematika secara mendalam dan dapat menerapkan konsep tersebut dalam menyelesaikan masalah matematis dalam kehidupan sehari-hari. Salah satu faktor untuk menunjang pemahaman konsep matematis siswa dengan memanfaatkan teknologi informasi internet dengan bijak dan tepat oleh siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh signifikan antara pemanfaatan teknologi informasi internet terhadap pemahaman konsep matematis siswa SMP Negeri 9 Kota Palu kelas VIII. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 60 orang yang terdiri dua kelas dan dari 246 populasi total dari delapan kelas. Teknik pengambilan sampel menggunakan Random Sampling. Instrumen yang digunakan berupa angket pemanfaatan teknologi informasi internet dan tes pemahaman konsep matematis. Temuan hasil dari penelititian ini bahwa terdapat pengaruh signifikan antara pemanfaatan teknologi informasi internet terhadap pemahaman konsep matematis siswa SMP Negeri 9 Kota Palu kelas VIII yang mana nilai R2 0,420 atau bahwa pemanfaatan teknologi informasi internet berkontribusi sebesar 42% terhadap pemahaman konsep matematis siswa adapun 58% pemahaman konsep matematis siswa dipengaruhi oleh faktor lainnya. Kata kunci: pengaruh, teknologi informasi, pemahaman konsep, penerapan, kemampuan matematis
Co-Authors Abdul Munir Ahmad Ahmad Ahmad Ahmad Aisun, Putri Alfisyahra, Alfisyahra Amelia, Reski Amik, Zakiah Magfiratul Andryanto Tahir Anggraini Anggraini Anggraini Anggraini Annisa Marpudin Annisa, Marsiana Dwi Arsyad Said Aryanto Aryanto Asis, Nurasia Asri Hente Babe, Agustina Baharuddin Paloloang Baharuddin Paloloang Bahraeni Bakri M Bakri Mallo Busra Busra, Busra Darmiati Darmiati Dasa Ismaimuza Dasa Izmaimusah Dewi, Arum Resiana DIAN APRIANI Didit Dermawan Djafar, Yuniarti H Eka Fachri Fajriani Fitriani Ayuningtias Gandung Sugit Gandung Sugita Gita Destiana Hamka Haryati Ruslan Holyness Nurdin Singadimedja I Nyoman Murdiana I Nyoman Murdiana Ibni Hadjar Ibnu Hajar Ike A Budiman Indah Suarni Ira Kusnia Vani Jaeng, Maxinus Jaeng, Maxinus Kadong, Ekslesya Evangelin Karniman, Tegoeh S. Lembang, Ulvina Tangke Linawati Linawati Lumi, Jesica Lupna, Lupna Maisaroh Maisyarah Maisyarah Maisyarah Marinus Barra Tandiayuk Masruri Masruri Masruri Maxinus Jaeng Meilando, Reksy Meinarni, Welli Meldawati Simaa Mirnawati Mirnawati Mirnawati Muin Moh. Zain Muh Hasbi Muh. Hasbi Muh. Hasbi Muh. Rizal Muh. Rizal Muh. Rizal Muhammad Azwar Muhammad Rivai Muin, Mirnawati Nisa, Ainun Norma Norma Norma Nur Awalia Nur Hayatin Nur Inayah Nur Safitri Nurhaeda Nurhaliza, Saripa Nurhayadi Nurhayadi Nurmala Nurmala Nurmasita M. Saahi Nurul Afiyah Nurul Agmita L Nurul Alfahira Nurul Hikmah Pathuddin Pildayani Pildayani, Pildayani Qitra Sandi Rahayu, Meggi Rahim, Nur Mei Sakin Ramadhan Asilaka Reksy Meilando RENAWATI, RENAWATI Rifai, Mohammad Rifal, Mohammad Riska Riska Riska Rita Lefrida Rizal, Muh Rizal, Muh Rohmah, Zakiah Ropang, Marlita Rosyidah, Anni Syakhiyatur Ruslan, Haryati Sali, Elisabet SANDY SAPUTRA Sari, Triana Meida SATRIYAS ILYAS SITTI ZAHRA Sri Mastuti Suarni, Indah Sukayasa Sutji Rochaminah Tahir, Andryanto Teguh Purnomo Teguh Purnomo, Teguh Triana Meida Sari Vani, Ira Kusnia Welli Meinarni Widiastuti, Ira Yuni Rahma Tanti Yuyun Selasti Zain, Moh. Zakiah Rohmah Zidan H.L, Moh. Zuhaina