p-Index From 2021 - 2026
7.225
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jambi Medical Journal : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Media Kesehatan Masyarakat Indonesia Althea Medical Journal Indonesian Food Science and TechnologyJournal Media Ilmu Kesehatan GHIDZA: Jurnal Gizi dan Kesehatan Journal Health & Science : Gorontalo Journal Health and Science Community Jurnal Riset Hesti Medan Akper Kesdam I/BB Medan Poltekita : Jurnal Ilmu Kesehatan Contagion: Scientific Periodical Journal of Public Health and Coastal Health PERSPEKTIF PREPOTIF : Jurnal Kesehatan Masyarakat Abdi Masyarakat Jurnal Mitra Kesehatan MEDIC MEdical Dedication Jurnal Kesehatan Tambusai Jurnal Kesmas Jambi Nursing Care and Health Technology Journal (NCHAT) Jurnal EduHealth Jurnal Salam Sehat Masyarakat (JSSM) Formosa Journal of Multidisciplinary Research (FJMR) JUMANTIK (Scientific Journal of Health research) Jurnal Endurance: Kajian Ilmiah Problema Kesehatan Lux Mensana: Journal of Scientific Health International Journal of Health Science (IJHS) PubHealth Jurnal Kesehatan Masyarakat International Journal of Medicine and Health Jurnal Riset Rumpun Ilmu Kesehatan (JURRIKES) International Journal of Health, Engineering and Technology Gema Kesehatan Jurnal Pengabdian Gizi dan Kesehatan Masyarakat SEGANTANG LADA : JURNAL PENGABDIAN KESEHATAN Oshada Jurnal Promosi Kesehatan Poltekkes Bengkulu Jurnal Akademika Baiturrahim Jambi Journal of Public Health Indonesian Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Indonesia Journal of Public Health Indonesian International Journal of Health Science Klinik: Jurnal Ilmiah Kedokteran dan Kesehatan
Claim Missing Document
Check
Articles

SYSTEMATIC REVIEW DAN META ANALYSIS : DAMPAK KEPADATAN HUNIAN DAN PAPARAN ASAP ROKOK TERHADAP KEJADIAN TB PARU PADA ANAK paradiba, anggia; Kalsum, Ummi; Butar, Marta Butar; Nasution, Helmi Suryani; Ibnu, Ismi Nurwaqiah
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2025): JUNI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i2.43857

Abstract

Permasalahan TB paru pada anak masih tinggi. Sejumlah studi telah menemukan berbagai faktor risiko yang berkontribusi terhadap kejadian TB Paru. Tujuan penelitian adalah menganalisis hasil studi terkait proporsi dan faktor risiko TB paru pada anak serta memperoleh efek gabung dari variabel yang berpengaruh dengan kejadian TB paru pada anak. Rancangan penelitian adalah Systematic review dengan meta analisis dilakukan pada bulan Oktober 2024-Maret 2025. Sumber database adalah Google Scholar, Pubmed dan Scopus menggunakan Software Publish or Perish. Kata kunci yang digunakan adalah faktor risiko, TB paru dan anak. Artikel yang telah di publish 2019-2023. Diperoleh 4 artikel yang dianalisis dari pencarian awal berjumlah 114731 artikel. Analisis data dengan aplikasi RevMan 5.4. Proporsi TB paru adalah 14,20% (95% CI: 4,34-24,52). Faktor risiko TB adalah kepadatan hunian (SMD=2,42; CI 95%=1,00-5,86; P-value= 0,05) terbukti signifikan sedangkan  sedangkan paparan asap rokok (SMD=1,42; 95% CI=0,89 hingga 2,25; nilai P-value=0,25) belum terbukti signifikan secara statistik. Tidak ada bias publikasi pada setiap variabel yang dianalisis. Tinggal di hunian yang tidak memenuhi syarat berpengaruh terhadap kejadian TB Paru pada anak. Orang tua disarankan lebih waspada terhadap gejala-gejala TB, dan memiliki hunian yang memenuhi syarat agar anak terhindar dari penularan bakteri TB.
ANALISIS UPAYA PENGENDALIAN BAHAYA KERJA KEBISINGAN DI AREA JCS PT.TGI RO 1 JAMBI Marius, Najmi Hasanah; Lanita, Usi; Aswin, Budi; Rini, Willia Novita Eka; Ibnu, Ismi Nurwaqiah
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2025): JUNI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i2.44501

Abstract

Kebisingan di lingkungan kerja merupakan salah satu faktor bahaya fisik yang dapat berdampak negatif pada kesehatan dan keselamatan pekerja. Tingkat kebisingan yang melebihi Nilai Ambang Batas (NAB) dapat menyebabkan gangguan pendengaran, stres, dan penurunan produktivitas. Jabung Compressor Station PT Transportasi Gas Indonesia (TGI) merupakan salah satu area industri yang memiliki tingkat kebisingan tinggi akibat operasional mesin-mesin berat. Oleh karena itu, diperlukan upaya pengendalian untuk meminimalkan risiko bahaya akibat kebisingan di tempat kerja. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode observasi, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi. Data diperoleh melalui pengukuran tingkat kebisingan di area kerja serta wawancara dengan pekerja dan pihak manajemen terkait strategi pengendalian yang telah diterapkan. Hasil pengukuran menunjukkan bahwa beberapa mesin, seperti Gas Turbine Compressor (92,1 dBA), Fire Engine (96,7 dBA), Gas Engine Generator (85,4 dBA), dan After Cooler (85,2 dBA) memiliki tingkat kebisingan di atas NAB 85 dBA. Upaya pengendalian yang telah diterapkan ialah meliputi rekayasa teknik seperti pemasangan silencer dan enclosure, pengendalian administratif melalui pelatihan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dan pemasangan safety sign, serta penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) seperti earplug dan earmuff. Untuk upaya eliminasi dan substitusi belom bisa dilakukan oleh Perusahaan. Upaya pengendalian bahaya kerja kebisingan di Jabung Compressor Station PT TGI telah diterapkan dengan pendekatan hierarki pengendalian, tetapi masih perlu evaluasi lebih lanjut untuk meningkatkan efektivitasnya. Perusahaan disarankan untuk memperkuat penerapan teknologi pengendalian kebisingan serta meningkatkan kepatuhan pekerja dalam penggunaan APD.
Protein Insufficiency Among First-Trimester Pregnant Women in Jambi, Indonesia Herlambang, Herlambang; Puspasari, Anggelia; Maharani, Citra; Enis, Rina Nofri; Fitri, Amelia Dwi; Kusdiyah, Erny; Ibnu, Ismi Nurwaqiah
Althea Medical Journal Vol 12, No 2 (2025)
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15850/amj.v12n2.4044

Abstract

Background: Insufficient protein intake or specific patterns of plasma amino acid levels during pregnancy has been associated with adverse maternal and neonatal outcomes. Studies in non-pregnant women have reported an association between protein intake and amino acid levels, however, data in pregnant women remain limited. Jambi, a region rich in freshwater fish, has a traditional dishes based on fish, which may affect maternal protein adequacy. This study aimed to assess protein sufficiency intake, plasma essential amino acid levels, and the relationship between fish consumption and protein intake among first-trimester pregnant women. Methods: A cross-sectional study was conducted in 2022 involving pregnant women at 9-16 weeks of gestation in Jambi, Indonesia, selected through purposive sampling. Protein intake and fish consumption data were collected using Food Frequency Questionnaires. Plasma essential amino acid levels were measured using Liquid Chromatography-Mass Spectrometry. Bivariate analyses were performed using Mann-Whitney and Chi-square tests.Results: Among 30 participants, 23.3% had insufficient protein intake and had lower plasma essential amino acid levels. Lysine levels showed a statistically significant difference between groups (p=0.010). Women with adequate protein intake reported significant higher fish consumption, particularly of freshwater fish (p=0.033).Conclusion: Adequate protein intake during early pregnancy is related to higher plasma essential amino acid levels. Consumption of local freshwater fish contributes to maintaining sufficient protein intake. These findings emphasize the importance of integrating healthy dietary patterns and locally sourced nutrient-rich foods into prenatal care to support maternal wellness and long-term health outcomes.
Antenatal Care as a Risk Factor in Pregnant Women with Anemia in Batanghari Regency, Jambi Province Ibnu, Ismi Nurwaqiah; Perdana, Silvia Mawarti; Kasyani
Journal of Public Health Indonesian Vol. 1 No. 6 (2025): MARCH-JHH
Publisher : PT. Anagata Sembagi Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62872/e5q9x972

Abstract

The nutritional status of pregnant women significantly influences stunting in toddlers, as reflected by upper arm circumference measurements during the first trimester. Based on the Indonesian Nutritional Status Survey, stunting in Batanghari Regency decreased to 24% in 2021 but rose again to 26% in 2022, highlighting pregnancy as a critical period affecting future life quality. This quantitative study employed an analytical observational method with a cross-sectional design, conducted in the Community Health Center Work Area in Batanghari Regency, focusing on areas with the highest stunting prevalence. The research was carried out over eight months (March–November 2023) with a sample of 245 pregnant women in their second and third trimesters. Results showed that 40.4% of pregnant women experienced anemia. Statistically significant factors influencing anemia among pregnant women included family income, upper arm circumference, body mass index, TT injection services, blood pressure monitoring, provision of iron supplement tablets, and uterine fundal height measurements. It is recommended to enhance pregnant women's access to healthcare services to improve their awareness of anemia risks and support better nutritional and health outcomes, which in turn can reduce anemia prevalence.
Analisis Determinan Kekurangan Energi Kronik (KEK) pada Ibu Hamil di Wilayah Kerja Puskesmas Putri Ayu Kota Jambi Khusnul Amalia Khamdiyah; Fajrina Hidayati; Usi Lanita; Ismi Nurwaqiah Ibnu; Silvia Mawarti Perdana
JURNAL RISET RUMPUN ILMU KESEHATAN Vol. 4 No. 2 (2025): Agustus : Jurnal Riset Rumpun Ilmu Kesehatan
Publisher : Pusat riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jurrikes.v4i2.5681

Abstract

Chronic Energy Deficiency (CED) in pregnant women is a nutritional problem that has serious impacts on the health of both the mother and the fetus, such as increased risk of preterm birth, low birth weight, and labor complications. In Jambi City, CED cases have continued to rise year by year. This study aims to identify the determinants of CED among pregnant women in the working area of Putri Ayu Public Health Center, Jambi City. This study employed a quantitative approach with an analytical observational design using a cross-sectional method. The sample consisted of 82 pregnant women selected through purposive sampling. Data were collected using questionnaires and anthropometric measurements using MUAC. Data were analyzed using the Chi-Square test to examine the relationship between independent variables and the incidence of CED. The study found that the prevalence of Chronic Energy Deficiency (CED) among pregnant women was 28%. Statistical analysis revealed that infectious diseases (p=0.000), personal hygiene (p=0.009), environmental sanitation (p=0.037), education (p=0.004), occupation (p=0.000), and income (p=0.040) were significantly associated with CED in pregnant women. There is a significant relationship between infectious diseases, personal hygiene, environmental sanitation, education, occupation, and income with Chronic Energy Deficiency (CED) in pregnant women at Putri Ayu Public Health Center, Jambi City. It is expected that efforts to address chronic energy deficiency (CED) among pregnant women at Putri Ayu Public Health Center can be carried out through an integrated approach, including improvements in personal hygiene, environmental sanitation, prevention of infectious diseases, as well as enhancement of education, employment, and family income.
PENCEGAHAN RISIKO STUNTING MELALUI KELAS CATIN DI KECAMATAN JELUTUNG Siregar, Sri Astuti; Asparian, Asparian; Lanita, Usi; Syukri, Muhammad; Ibnu, Ismi Nurwaqiah; Rahmat, Andree Aulia
Jurnal Salam Sehat Masyarakat (JSSM) Vol. 6 No. 2 (2025): Vol. 6 No. 2 (2025): Jurnal Salam Sehat Masyarakat
Publisher : Prodi Ilmu Kesehatan Masyarakat, FKIK Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jssm.v6i2.45886

Abstract

Salah satu pilar dalam strategi nasional percepatan penurunan stunting yaitu peningkatan komunikasi perubahan perilaku dan pemberdayaan masyarakat dimana salah satu kelompok sasarannya adalah calon pengantin (Catin). Calon pengantin merupakan kelompok sasaran yang perlu mendapatkan intervensi dalam pelayanan kesehatan reproduksi. Salah satu upaya untuk mendukung pemenuhan hak reproduksi bagi calon pengantin adalah program Kelas Catin. Tujuan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dengan memberikan edukasi melalui Kelas Catin serta mengidentifikasi Catin yang menderita Anemia. Metode pengabdian dilakukan dengan melakukan pengukuran pengetahuan sebelum dan sesudah edukasi serta pengukuran kadar Hb dalam darah kepada 22 Catin. Hasil kegiatan didapatkan adanya peningkatan pengetahuan peserta dimana sebelum dilakukan edukasi sebesar 18,2 % dan meningkat sebesar 100% setelah diberikan edukasi. Sebanyak 6 orang Catin diketahui Anemia. Oleh sebab itu, Catin diharapkan berpartisipasi aktif untuk mengikuti edukasi kesehatan dan melakukan pemeriksaan pra nikah di fasilitas kesehatan setempat agar menghindari Catin beresiko melahirkan bayi stunting.
Biscuit Formulation Substitutes Wheat Flour with Tempeh Flour and Nile Tilapia Fish Flour as Complementary Food to Prevent Stunting kasyani, Kasyani; Mursyid, Mursyid; Perdana, Silvia Mawarti; Ibnu, Ismi Nurwaqiah; Kusmawan, David; Lanita, Usi; Alfridsyah, Alfridsyah; Wazzan, Huda
Indonesian Food Science and Technology Journal Vol. 8 No. 2 (2025): Volume 8 Number 2, July 2025 |IFSTJ|
Publisher : Department of Technology of Agricultural product (THP) Jambi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/ifstj.v8i2.39090

Abstract

Abstract— Stunting is one of the nutritional problems in Indonesia. One of the specific interventions for stunting is nutritional support in the form of protein-rich complementary foods, both animal and plant-based protein. This research is expected to provide an alternative to high-protein complementary foods for toddlers, thereby contributing to efforts to reduce stunting problems in Indonesia. The biscuit formulation consists of four treatments of the ratio of wheat flour: tempeh flour: Nile Tilapia fish flour, namely (F1) 100:0:0, (F2) 50:15:35, (F3) 50:25:25, and (F4) 50:35:15. The test parameters in this study were organoleptic tests, chemical tests in the form of proximate analysis, calcium, zinc, dietary fiber, amino acid, and fatty acid content, as well as physical tests in the form of texture and color. The results of the study showed that the best treatment based on the organoleptic test was a ratio of 50:25:25. Chemical tests showed that proximate analysis, calcium, dietary fiber, essential and non-essential amino acid composition, and fatty acid composition of selected biscuits were higher than those of control biscuits. The zinc content of selected biscuits was the same as that of control biscuits. The results of physical tests showed that selected biscuits had the same color description as the control, but had a softer texture than the control. The conclusion obtained was that, based on the composition of nutritional and non-nutritional content, selected biscuits with a 50:25:25 formulation have the potential as complementary food ingredients for breast milk that can help prevent stunting in toddlers. 
EDUKASI PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT PASCA BANJIR DAN CUCI TANGAN PAKAI SABUN DI KELURAHAN TAHTUL YAMAN KOTA JAMBI Guspianto, Guspianto; Rahmat, Andre Aulia; Hidayati, Fajrina; Silvia Mawarti Perdana; Ismi Nurwaqiah Ibnu; Septa Decelita Wahyuni
Medical Dedication (medic) : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat FKIK UNJA Vol. 7 No. 2 (2024): MEDIC. Medical dedication
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACTTahtul Yaman Village, Pelayangan District, Jambi City is an area that is frequently affected by flooding, so it has a high risk of water contamination and post-flood infectious diseases. This activity aims to increase public knowledge of the importance of implementing clean and healthy living behavior after the flood and washing hands with soap. The activity method involves providing education and discussion followed by a practical demonstration of the 6 steps for washing hands with soap. The evaluation results showed that participants were enthusiastic about participating in educational activities and an increase in public understanding was obtained after the education was carried out. It is recommended that the community implement clean water sanitation PHBS and CTPS behavior consistently in order to prevent the risk of disease, especially during floods and after floods.Keywords: Education, PHBS, washing hands with soap, after floods ABSTRAKKelurahan Tahtul Yaman Kecamatan Pelayangan Kota Jambi merupakan daerah yang seringkali terkena banjir sehingga memiliki resiko tinggi terhadap kontaminasi air dan kejadian penyakit infeksi pasca banjir. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat akan pentingnya menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat pasca banjir dan perilaku mencuci tangan pakai sabun. Metode kegiatan dengan pemberian edukasi dan diskusi dilanjutkan dengan demonstrasi praktik 6 langkah mencuci tangan pakai sabun. Hasil evaluasi menunjukkan peserta antusias mengikuti kegiatan edukasi dan diperoleh adanya peningkatan pemahaman masyarakat setelah dilakukan edukasi. Direkomendasikan agar masyarakat dapatmenerapkan PHBS sanitasi air bersih dan perilaku CTPS secara konsisten dalam rangka pencegahan resiko penyakit terutama saat banjir dan pasca banjir.Kata kunci: Edukasi, PHBS, cuci tangan pakai sabun, pasca banjir
HUBUNGAN KEBIASAAN MEROKOK ANGGOTA KELUARGA DENGAN KEJADIAN ISPA PADA BALITA Ramadhani, Shakina Villia; Sitanggang, Hendra Dhermawan; Wisudariani, Evy; Butar, Marta Butar; Ibnu, Ismi Nurwaqiah
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i2.44388

Abstract

Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) adalah penyakit yang menyerang saluran pernapasan atas dan bawah dengan tingkat keparahan bervariasi. Pada tahun 2019, WHO melaporkan 13 juta balita terinfeksi ISPA, dengan angka kematian yang terus meningkat. Di Indonesia, ISPA selalu berada di peringkat teratas dalam daftar 10 penyakit tertinggi, termasuk di Provinsi Jambi, dengan prevalensi 18,8% pada tahun 2023. Salah satu faktor risiko ISPA adalah kebiasaan merokok anggota keluarga di dalam rumah, yang menyebabkan balita menjadi perokok pasif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kebiasaan merokok anggota keluarga dan kejadian ISPA pada balita di Provinsi Jambi. Metode penelitian menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional dan data dari Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023. Sampel penelitian berjumlah 1.500 balita, dipilih menggunakan systematic sampling dengan implicit stratification. Analisis data dilakukan dengan uji chi-square dan Mantel Haenzel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa balita yang tinggal dengan anggota keluarga yang merokok di dalam rumah memiliki risiko 2,335 kali lebih tinggi terkena ISPA (PR = 2,335; 95% CI: 1,458–3,741; p = 0,000). Prevalensi kejadian ISPA pada balita di Provinsi Jambi tahun 2023 adalah 7,13%. Terdapat hubungan yang signifikan antara kebiasaan merokok anggota keluarga dengan kejadian ISPA pada balita di Provinsi Jambi tahun 2023. Tidak ditemukan adanya potencial confounder dalam penelitian ini sehingga secara statistik dapat dibuktikan bahwa paparan asap rokok dari anggota keluarga secara langsung dapat meningkatkan risiko balita terkena ISPA. 
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Perilaku Keselamatan Kerja : Kajian Fenomenologi pada Petugas Pemadam Kebakaran di Kota Jambi Tahun 2024 Silvania Silvania; Herwansyah Herwansyah; Ismi Nurwaqiah Ibnu; Willia Novita Eka Rini; Budi Aswin
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Indonesia Vol. 5 No. 1 (2025): Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Indonesia
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jikki.v5i1.7126

Abstract

Occupational Safety and Health (OSH) is crucial for creating safe and healthy working environments. Firefighters face significant risks in their line of duty. This research aims to identify the factors influencing work safety behavior among firefighters in Jambi City. This study employs a qualitative approach with a phenomenological design. Data was collected through in-depth interviews, observations, and document analysis. Research informants included firefighters with various roles and levels, encompassing field officers, OSH personnel, and the division head. The research examines the influence of human factors (knowledge), work environment factors (personal protective equipment/PPE, training, the role of OSH, and reward systems), and OSH indicators on work safety behavior. The findings indicate that the OSH knowledge of firefighters in Jambi City is considered adequate, with alignment between established OSH standards and the officers' perceptions. PPE is acknowledged as important, but budgetary constraints affect the availability of more specific PPE. OSH training is deemed essential for enhancing officers' knowledge and awareness. The role of OSH within the organization is seen as important for creating a safe work environment, although there are expectations for improved understanding and implementation of OSH in the field. The reward system is perceived as inconsistent. OSH indicators, such as regulations and SOPs, are considered effective guidelines for task execution. Work safety behavior among firefighters in Jambi City is influenced by a complex interplay of human factors, work environment factors, and the OSH system. Adequate OSH knowledge and effective implementation of OSH indicators form a critical foundation. However, improvements in areas such as PPE provision, consistency of the reward system, and enhanced understanding and comprehensive implementation of OSH are necessary to strengthen the safety culture and reduce the risk of workplace accidents.
Co-Authors . Asparian, . A. Razak M.Thaha Adelina Fitri Adila Solida Ainna Rahmini Al-Farisyi, M.Sahid Alfridsyah Alfridsyah Amelia Dwi Fitri, Amelia Dwi Andree Aulia Rahmat Anggelia Puspasari Armaidi Darmawan Arnild Augina Mekarisce Arsa, Daniel Ashar Nuzulul Putra Astrid Mei Heza Berlian Oktiani Sukma Br Tarigan Tua, Pratenta Budi Aswin Butar, Marta Butar Citra Maharani D Sitanggang, Hendra David Kusmawan Dessy Pramudiani Dwi Noerjoedianto Eka Rini, Willia Novita Erny Kusdiyah Esra Sianipar Evy Wisudariani Fadhil Agriansyah Fajrina Hidayati Guspianto Guspianto Haris, Lala Helmi Suryani Nasution Hendra Dhermawan Sitanggang Herlambang Herlambang , Herlambang HERLAMBANG HERLAMBANG Herwansyah . Hubaybah, Hubaybah Kasyani Kasyani Kasyani Kasyani, Kasyani Khusnul Amalia Khamdiyah La Ode Reskiaddin M Ichbat Fadli Azim M Ridwan, M Ridwan M. Ridwan M. Ridwan M. Ridwan Magda Carrina Aurora Marbun, Tesalonika Graciella Mariana, Anni Tiurma Marius, Najmi Hasanah Marta Butar Butar Merita Mila Dhanti Muhammad Iqbal Muhammad Syukri Mursyid Djawas Mutmainnah, Muthia Nadwa, Zafira Nasution, Helmi Suryani Nurftah, Lutviyah Nurhaedar Jafar NURIYAH Oktalia, Viqkha Putri paradiba, anggia Puspita Sari Puspita Sari Puspita Sari Puspita Sari Putri Vira Nanda Rahmat, Andre Aulia Ramadhani, Ayunda Ramadhani, Shakina Villia Rina Nofri Enis Rini, Willia Novita Eka Riska Amalya Nasution Royyan, Nurmisbahur Roza Rizana Septa Decelita Wahyuni Silvania Silvania Silvia Mawarti Perdana Silvia Mawarti Perdana Solihin Sayuti Solihin Sayuti Syahirah Salawah Syahirah Salawah Tia Wida Ekaputri Tri Utami, Diah Usi Lanita Vinna Rahayu Ningsih Wazzan, Huda