p-Index From 2021 - 2026
4.336
P-Index
Claim Missing Document
Check
Articles

Keahlian Retorika pada Mahasiswa Bimbingan dan Konseling Universitas Mathla’ul Anwar Banten Ikhsan, Muhamad
Jurnal Artikula Vol 6 No 1 (2023)
Publisher : Universitas Mathla'ul Anwar Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30653/006.202252.152

Abstract

Rhetoric is the art of face-to-face verbal communication from an individual to a general audience. Studying the art of rhetoric has many advantages, so students need to master this speaking technique. The research method uses qualitative methods with interview data collection techniques for guidance and counseling students at Mathla'ul Anwar University (UNMA) Banten. Rhetoric is one of the skills that students must learn, including guidance and counseling students who will have a lot of contact with other people as counselors or guidance counselors at school. Research results show that rhetoric is an important part of lectures. In the future, studying rhetoric will be very beneficial. These skills will become soft skills that are taken into account both in the university environment and in the work environment. When someone has a good way of communicating, they will have their own charm and be respected by other people. Researchers limit the problem studied in this paper to the benefits gained from studying rhetoric for the future.
Hubungan Lama Perawatan Bayi Dan Dukungan Keluarga Terhadap Tingkat Kecemasan Orang Tua Di Ruang NICU BLUS RSUD Kabupaten Buton Harmanto; Muhamad Ikhsan; Nining Frianti; Yuliatin
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 4 No. 2 (2025)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v4i2.1638

Abstract

Bayi yang mengalami masalah serius, seperti BBLR, infeksi serta gangguan tumbuh kembang perlu mendapatkan perawatan khusus di ruang intensif bayi atau NICU (Neonatal Intensive Care Unit). Perawatan bayi di NICU membutuhkan waktu yang cukup lama, dari beberapa hari, minggu bahkan bulan. Perawatan bayi yang lama di NICU dapat mengakibatkan masalah psikologi. Orangtua dengan bayi sakit kritis yang dirawat di NICU memiliki stres emosional dan kecemasan dari hospitalisasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan lama perawatan bayi dan dukungan keluarga terhadap tingkat kecemasan orang tua di Ruang NICU BLUD RSUD Kabupaten Buton Tahun 2024. Metode Penelitian ini menggunakan penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional study dan teknik secara total sampling melibatkan 22 responden Populasi penelitian ini adalah orang tua bayi. Alat ukur dalam penelitian ini adalah kuesioner. Dianalisis menggunakan uji statistik Chi Square. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan lama perawatan bayi di Ruang NICU BLUD RSUD Kabupaten Buton Tahun 2024 dengan nilai hasil uji Fisher’s Exact Test (Sig 2-sided) diperoleh nilai Exact Sig. (2-sided) = 0,019 < a = 0,05 dan ada hubungan dukungan keluarga terhadap tingkat kecemasan orang tua di Ruang NICU BLUD RSUD Kabupaten Buton Tahun 2024 dengan nilai Fisher’s Exact Test (Sig 2-sided) diperoleh nilai Exact Sig. (2-sided) = 0,003 < a = 0,05. Kesimpulan: Ada hubungan dukungan keluarga terhadap tingkat kecemasan orang tua di Ruang NICU BLUD RSUD Kabupaten Buton Tahun 2024.Hasil penelitian ini diharapkan tenaga kesehatan untuk memberikan pelayanan dan informasi yang optimal serta tetap memberikan dukungan kepada orang tua bayi untuk meminimalkan tingka kecemasan
Tinjauan Literature Review : Faktor-faktor yang mempengaruhi keterlambatan pengobatan TB di Negara Berkembang Laras, Dewi Novia; Yulita, Hanna; Nurlianti, Ice; Aurixon, Tumpak Benny; Ikhsan, Muhamad; Sujatmiko, Putih; Winarti, Syari
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 3 (2025): Desember
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tuberkulosis (TB) merupakan salah satu penyakit yang masih menjadi kendala cukup besar bagi kesehatan global, terutama di negara berkembang dengan beban penyakit tinggi, di mana keterlambatan diagnosis dan pengobatan menjadi hambatan utama dalam menurunkan angka transmisi, resistensi obat, dan mortalitas. Penelitian ini bertujuan meninjau faktor-faktor yang memengaruhi keterlambatan pengobatan TB di negara berkembang melalui pendekatan literature review. Pencarian literatur dilakukan pada basis data PubMed, Scopus, Google Scholar, serta portal jurnal nasional terindeks Sinta dan DOAJ dengan kriteria inklusi artikel penelitian observasional, systematic review, scoping review, dan studi mixed-methods yang dipublikasikan antara tahun 2020–2025. Sebanyak 23 artikel terpilih dianalisis secara deskriptif naratif. Hasil kajian menunjukkan keterlambatan dipengaruhi oleh faktor pasien seperti stigma, rendahnya literasi kesehatan, biaya transportasi, dan perilaku pencarian layanan; faktor klinis seperti gejala tidak khas pada lansia dan pasien dengan komorbiditas; serta hambatan sistem layanan kesehatan berupa laboratorium terbatas, mekanisme rujukan berlapis, diagnosis klinis tanpa konfirmasi, dan gangguan distribusi obat terutama pada masa pandemi COVID-19. Selain itu, determinan sosial-ekonomi seperti kemiskinan, rendahnya pendidikan, dan keterbatasan akses layanan primer, serta faktor lingkungan berupa kepadatan hunian, ventilasi buruk, dan polusi udara juga memperparah keterlambatan. Kajian ini menegaskan bahwa keterlambatan pengobatan TB bersifat multidimensional, sehingga upaya penanggulangan memerlukan intervensi multisektor.
(Development of Biology Based Learning Media Flip Chart on Rhizophora Material for Class X High School Students) Ikhsan, Muhamad
Jurnal Ilmiah Mandala Education (JIME) Vol 10, No 3 (2024): Jurnal Ilmiah Mandala Education ( Agustus)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pendidikan Mandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58258/jime.v10i3.7332

Abstract

The low percentage of students' test scores on rhizophora material shows that rhizophora material is included in material that is difficult for students to understand. Apart from that, the lack of learning resources and supporting facilities in delivering learning material is also a factor in the low grades obtained by students. One effective way that teachers can use to overcome this problem is by using learning media, one of which is Flip Chart media. This media was designed using the Adobe Photoshop application with the final result in the form of printed media. The aim of this research is to develop biology learning media in the form of a Flip Chart, and determine the feasibility and determine the perceptions of teachers and students towards the Flip Chart media. This research is development research (R&D) which uses the ADDIE development model (analysis, design, development, implementation and evaluation). The final product produced is learning media in the form of a mushroom flip chart. Small group trials were carried out at SMA Negeri 8 Mataram City with test subjects of 9 class X students. The instruments used were open questionnaires and closed questionnaires. The types of data in this research are quantitative data and qualitative data. The validation results by media experts obtained a final score of 62 or 77.5% in the "very good" category, and the validation results by material experts obtained a final score of 57 or 89.1% in the "Very Good" category. The results of the small group trial obtained a score of 547 or 95% in the "Very Good" category. Meanwhile, the teacher's perception results obtained a score of 117 or 94.1% in the "Very Good" category. Based on the research results, it can be concluded that biology learning media in the form of Flip Charts using mushroom material is suitable for use in classroom learning activities or as an independent learning resource for students. The deficiencies in this media can be corrected in further relevant development research.
PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA DALAM PEMBELAJARAN IPS MENGGUNAKAN MODEL KOOPERATIF TIPE TEAMS GAMES TOURNAMENT DI KELAS IV SEKOLAH DASAR Ikhsan, Muhamad; Hamimah, Hamimah; Mansurdin, Mansurdin
e-Jurnal Inovasi Pembelajaran Sekolah Dasar Vol 6, No 2 (2018): (Mei-Agustus) e-JIPSD
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/e-jipsd.v6i2.4228

Abstract

AbstractThis research was motivated by the low learning outcomes in social studies learning. This is because the teacher has not applied the right and varied learning model so that students have not been able to solve the problems that arise. Therefore, action was taken using the Cooperative Teams Games Tournament (TGT) model. The purpose of this study is to improve learning outcomes of social studies using the Cooperative Teams Games Tournament (TGT) model.The type used of this study is classroom action research. This study activity consists of stages of learning implementation which includes two cycles consisting of planning stages, implementation, observation and reflection. Data obtained from the subject under study, namely teachers and students. The source of research data is the process of learning social studies using a cooperative model type Teams Games Tournament (TGT). The subject of the study was teachers and 25 students in fifth grade. consisting of 10 male students and 15 female students. The approach used is a qualitative and quantitative approach. The study data is in the form of information about the process and the results of action data obtained from the results of observations and tests.The study in the first cycle obtained an average observation of lesson plans percentage of 69.64% (B), the average observation results, teacher aspects 83.35% (B), the average observation results, aspects of students 83.35% (B ), and the average student learning outcomes are 72.7 (C). In the second cycle, the observation results of RPP 92.86% (SB) were obtained, the results of the observation of teacher aspects were 95.8% (SB), the results of observations were 95.8% (SB), and the average student learning outcomes 85.23 ( SB). Based on the results of the study concluded that social studies learning using the Cooperative Learning, Teams Games Tournament (TGT) model can improve student learning outcomes.   Keywords: Cooperative Model, Teams Games Tournament, Social Studies Learning
Analisis Pengaruh Lingkungan Kerja dan Motivasi Kerja terhadap Kinerja Pegawai DPPKB di Kabupaten Buton Selatan Noor, Ahmad; Hasiu, Teti Susliyanti; Ikhsan, Muhamad; Asrianto, La Ode; Zana, Zainur
Sang Pencerah: Jurnal Ilmiah Universitas Muhammadiyah Buton Vol. 10 No. 2 (2024): Sang Pencerah: Jurnal Ilmiah Universitas Muhammadiyah Buton
Publisher : Lembaga Jurnal dan Publikasi Universitas Muhammadiyah Buton

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35326/pencerah.v10i2.5320

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lingkungan kerja dan motivasi kerja terhadap kinerja pegawai DPPKB di Kabupaten Buton Selatan. Jenis penelitian yang digunakan yaitu survey analatik dengan menggunakan desain cross sectional study yang merupakan jenis penelitian ini berusaha mempelajari dinamika hubungan variabel independen dan variabel dependen yang diteliti sekaligus pada satu waktu yang bersamaan. Jumlah sampel dalam penelitian ini yaitu sebanyak 17 responden. Data primer diperoleh dengan menyebarkan kuesioner kepada 17 responden. Teknik pengambilan sampel yang digunakan yaitu total sampling. Analisis data yang digunakan yaitu analisis univariat dan bivariat. Dari hasil penelitian ini responden mengatakan bahwa sebagian besar tidak setuju bahwa pencahayaan yang ada diruangan nyaman untuk mata. Sebagian besar responden merasa bahwa intensitas cahaya matahari membuat silau, hal ini disebabkan karena sebagian ruangan belum memiliki horden jendela, sehingga menggangu pegawai dalam bekerja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh lingkungan kerja terhadap kinerja pegawai DPPKB dengan nilai ρ = 0,006 < α = 0,05 di Kabupaten Buton Selatan dan ada pengaruh lingkungan kerja terhadap kinerja pegawai DPPKB dengan nilai ρ = 0,006 < α = 0,05 di Kabupaten Buton Selatan.
PARAMETER FEED CONVERTION RATIO PADA BUDIDAYA IKAN LELE (Clarias sp.) DI KOLAM DENGAN pH RENDAH BERBASIS BIOFLOK DI DESA APUNG KABUPATEN BULUNGAN, PROVINSI KALIMANTAN UTARA Aini, Nurul; Rostika, Rita; Priowirjanto, Gatot Hari; Ikhsan, Muhamad
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 12 No 2 (2024): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29406/jr.v12i2.6629

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui proses budidaya sistem bioflok melalui penghitungan FCR dan parameter pertumbuhan ikan lele di perairan pH rendah. Sistem budidaya ikan di bioflok telah dikenal bermanfaat bagi budidaya ikan. Apabila dalam sistem budidaya padat tebar terlalu tinggi maka dapat dihasilkan limbah (ammonia) yang tinggi pula. Selain itu, padat tebar yang tinggi juga dapat menghabiskan pakan sekitar 70% dari biaya operasional dan mempengaruhi nilai FCR (Feed Convertion Ratio). Untuk meminimalisasi kondisi tersebut dilakukan salah satu inovasi yaitu budidaya sistem bioflok. Sistem ini mampu untuk memperbaiki kualitas air dan mengurangi biaya pengeluaran pemberian pakan serta menurunkan nilai FCR (Feed Convertion Ratio). Kondisi balita stunting di Indonesia masih tinggi yaitu mencapai 30,8% yang disebabkan kekurangan protein dan kalsium. Daging ikan lele dipercaya mampu mengatasi permasalahan tersebut. Agar balita di Indonesia mendapat pemenuhan gizi untuk mengurangi stunting maka pembudidaya harus mampu memproduksi ikan lele yang tinggi. Telah dilakukan pengamatan terhadap perkembangan bobot ikan selama bulan Oktober 2023 – Desember 2023 pada kolam pH rendah berbasis bioflok di Desa Apung, Kabupaten Bulungan. Parameter yang diamati pada penelitian ini meliputi, pertumbuhan bobot mutlak, rasio konversi pakan, dan kelulushidupan, pada kondisi pH rendah (4 – 6) menggunakan budidaya sistem bioflok. Hasil pengamatan menunjukkan nilai pertumbuhan bobot mutlak tertinggi 32 gram dan terendah 3 gram, nilai Feed Convertion Ratio (FCR) atau rasio konversi pakan sebesar 0,8 Survival Rate (SR) atau kelulushidupan sebesar 96,2%.
Analisis Efektivitas perkuliahan daring Matakuliah Seminar dikjas pada masa Pandemi Covid 19 Ikhsan, Muhamad
Jurnal Pendidik Indonesia (JPIn) Vol 4, No 1: April 2021
Publisher : Yayasan Pendidikan Intan Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47165/jpin.v4i1.168

Abstract

Tujuan penelitian ini yaitu untuk melihat sejauhmana efektivitas perkuliahan daring pada mata kuliah Seminar Dikjas selama masa pandemik Covid 19 dilihat dari hasil belajar dan persepsi mahasiswa. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Subjek pada penelitian ini yaitu mahasiswa semester VI pendidikan olahraga dan kesehatan FIKKM UNDIKMA yang mengikuti mata kuliah Seminar Dikjas. Efektivitas perkuliahan daring pada mata kuliah Seminar Dikjas dilihat dari hasil belajar mahasiswa yang diperoleh pada akhir semester dan persepsi mahasiswa yang diukur menggunakan angket secara online dengan menggunakan google form. Angket berisikan pernyataan terkait persepsi mahasiswa dengan menggunakan skala Guttman, dan kemudian dihitung persentasenya untuk menentukan kriteria interpretasi skala Guttman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 88 % mahasiswa tuntas belajar pada mata kuliah Seminar Dikjas, sisanya 12% tidak tuntas. Persentase rata-rata ketuntasan belajar mahasiswa yang mengambil mata kuliah Seminar Dikjas sebesar 80,29%, dengan tingkat capaian efektivitas “cukup efektif”. Hasil perhitungan persentase persepsi mahasiswa terhadap perkuliahan daring pada mata kuliah Seminar Dikjas yaitu 41% dengan kriteria interpretasi “cukup efektif”. Dari dua penemuan tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa efektivitas perkuliahan pada mata kuliah Seminar Dikjas secara daring pada kategori “cukup efektif”, karena masih banyak kendala dan keterbatasan yang dihadapai oleh mahasiswa dan dosen dalam pelaksanaannya.
UPAYA GURU PEMBIMBING KHUSUS DALAM MEMBERIKAN LAYANAN PEMBELAJARAN PADA SISWA SLOW LEARNER Nofiyanti; Malasari Ardini, Fadila; Ikhsan, Muhamad
JIEGC Journal of Islamic Education Guidance and Counselling Vol. 4 No. 1 (2023): JIEGC Journal of Islamic Education Guidance and Counselling
Publisher : Institut Daarul Qur'an Jakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51875/jiegc.v4i2.258

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh adanya penididikan yang diperuntukkan bagi semua anak, termasuk anak berkebutuhan khusus. Anak berkebutuhan khusus memiliki karakter yang berbeda-beda, Khususnya Slow Learner dalam pembelajaran dirasa masih mengalami kesulitan Oleh karena itulah diperlukan guru pembimbing khusus untuk membantu mereka memberikan pendidikan yang lebih baik sesuai dengan karakternya. Rumusan masalah penelitian ini yaitu bagaimana Upaya guru pembimbing khusus dalam menangani proses pembelajaran pada anak berkebutuhan khusus kelas III di SDN Saruni 4. Tujuan penelitian ini yaitu untuk Mengetahui dan mendeskripsikan cara guru menangani anak berkebutuhan khusus berikut dalam proses pembelajaran pada kelas III di SDN Saruni 4. Jenis penelitian ini yaitu penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa peran guru pembimbing khusus yang meliputi: merancang dan melaksanakan program kekhususan, melakukan identifikasi, asesmen dan menyususn program pembelajaran individual, memodifikasi bahan ajar, melakukan evaluasi, dan membuat laporan program dan perkembangan anak berkebutuhan khusus. Dengan peran peran tersebut, maka sebagian besar anak berkebutuhan khusus di SDN Saruni 4 dapat memberikan layanan dengan baik. Saran untuk penelitian ini guru pembimbing senantiasa mendorong anak murid untuk belajar bersungguh-sungguh di rumah dan di skolah, serta menyediakan fasilitas belajar yang mendukung perkembangan pendidikan bagi anak muridnya.
PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA DALAM PEMBELAJARAN IPS MENGGUNAKAN MODEL KOOPERATIF TIPE TEAMS GAMES TOURNAMENT DI KELAS IV SEKOLAH DASAR Ikhsan, Muhamad; Hamimah, Hamimah; Mansurdin, Mansurdin
e-Jurnal Inovasi Pembelajaran Sekolah Dasar Vol 6, No 2 (2018): (Mei-Agustus) e-JIPSD
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/e-jipsd.v6i2.4228

Abstract

AbstractThis research was motivated by the low learning outcomes in social studies learning. This is because the teacher has not applied the right and varied learning model so that students have not been able to solve the problems that arise. Therefore, action was taken using the Cooperative Teams Games Tournament (TGT) model. The purpose of this study is to improve learning outcomes of social studies using the Cooperative Teams Games Tournament (TGT) model.The type used of this study is classroom action research. This study activity consists of stages of learning implementation which includes two cycles consisting of planning stages, implementation, observation and reflection. Data obtained from the subject under study, namely teachers and students. The source of research data is the process of learning social studies using a cooperative model type Teams Games Tournament (TGT). The subject of the study was teachers and 25 students in fifth grade. consisting of 10 male students and 15 female students. The approach used is a qualitative and quantitative approach. The study data is in the form of information about the process and the results of action data obtained from the results of observations and tests.The study in the first cycle obtained an average observation of lesson plans percentage of 69.64% (B), the average observation results, teacher aspects 83.35% (B), the average observation results, aspects of students 83.35% (B ), and the average student learning outcomes are 72.7 (C). In the second cycle, the observation results of RPP 92.86% (SB) were obtained, the results of the observation of teacher aspects were 95.8% (SB), the results of observations were 95.8% (SB), and the average student learning outcomes 85.23 ( SB). Based on the results of the study concluded that social studies learning using the Cooperative Learning, Teams Games Tournament (TGT) model can improve student learning outcomes.   Keywords: Cooperative Model, Teams Games Tournament, Social Studies Learning